Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS KOSMETIK

Pertemuan XI

PENDAHULUAN
Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidemis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit (Permenkes Nomor 445/Menkes/Per/V/1998 ). Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, diletakkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam, dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat. Zat tersebut tidak boleh mengganggu faal kulit atau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Saat ini istilah kosmetik, yaitu produk kosmetik yang mempunyai efek farmasi yang dapat digunakan pada kulit normal atau sedikitt kelainan.

Cont...
Pembagian Kosmetik berdasarkan defenisinya, yaitu :
A. Kosmetik perawatan kulit. misal : sabun, susu pembersih, penyegar kulit, pelembab dan pelindung kulit. B. Kosmetik riasan. misal : lipstik, rouge, pensil alis dan sebagainya. C. Kosmetika misal : - Kosmetika pemutih kulit. - Kosmetika tabir surya. - Kosmetika anti penuaan. - Kosmetika anti jerawat. - Kosmetika anti perspirant. - Kosmetika anti ketombe.

Penggolongan Kosmetik berdasarkan bahan dan penggunaan serta penilaiannya, yaitu :


1). Kosmetik golongan I adalah : a). Kosmetik yang digunakan untuk bayi. b). Kosmetik yang digunakan di sekitar mata, rongga mulut dan mukosa lainnya. c). Kosmetik yang mengandung bahan dengan persyaratan dan kadar dan penandaanya. d). Kosmetik yang mengandung bahan dan fungsinya belum lazim serta belum diketahui keamanan dan kemanfaatannya 2). Kosmetik golongan II adalah Kosmetik yang tidak termasuk golongan I :
Misalnya ;

Krim pelembab, cream/ lotio pencuci muka dll.

Kategori kosmetik fungsinya, yaitu :

berdasarkan

1). Sediaan bayi. 2). Sediaan mandi. 3). Sediaan kebersihan badan. 4). Sediaan cukur. 5). Sediaan wangi-wangian. 6). Sediaan rambut. 7). Sediaan pewarna rambut. 8). Sediaan rias mata. 9). Sediaan rias wajah. 10). Sediaan perawatan kulit. 11). Sediaan mandi surya dan tabir surya. 12). Sediaan kuku. 13) Sediaan hygiene mulut

PENGGUNAAN KOSMETIK

Pada umumnya, banyak sekali beredar sediaan kosmetika jenis pemutih, pewarna bibir atau perona wajah serta kosmetika yang berperan untuk keindahan kulit wajah lainnya. Suatu sediaan kosmetika akan ditambahkan suatu zat ikutan atau tambahan yang akan menambah nilai artistik dan daya jual produknya, salah satunya dengan penambahan bahan pewarna. Berdasarkan Keputusan DIRJEN POM Nomor 00386/C/SK/II/90 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya dalam obat, makanan dan kosmetika terdapat beberapa zat warna yang dilarang penggunaanya ; merupakan pewarna untuk tekstil; dalam sediaan kosmetika karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan sang pemakai antara lain Jingga K1 (C.I. Pigment Orange 5, D&C Orange No.17), Merah K3 (C.I. Pigment Red 53, D&C Red No.8), Merah K10 (Rhodamin B, C.I. Food Red 15, D&C Red No.19) dan Merah K11 (C.I 45170: 1).

Cont...

Maksud dan tujuan pemberian zat warna pada suatu bahan, baik obat, kosmetika dan makanan sebagai berikut : 1. Supaya bahan atau hasil produksi itu menarik bagi pemakainya, 2. Menghindari adanya pemalsuan terhadap hasil suatu pabrik 3. Menjaga keseragaman hasil suatu pabrik. Efek yang sangat berbahaya bagi kesehatan kulit bila pemakaian bahan pewarna berbahaya adalah terjadi iritasi kulit, serta bila terpapar dalam jumlah besar dan pemakaian dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan kanker kulit dan pengaruh efek lain, misalnya memberikan efek karsinogenik, teratogenik, alergi, dan lain-lain.

Cont...

Dalam pemakaian zat warna untuk membuat suatu produksi perlu diadakan persyaratan umum, meliputi : 1) Dicantumkan dalam label hasil produksi, 2) Tidak boleh disembunyikan, 3) Tidak boleh membuat arti tentang mutu dan kualitas karena pemberian zat warna tersebut. Sebagai persyaratan khusus ialah : a) Tercantum dosis pemakaian yang sering dikenal ADI (Acceptable Daily Intake), b) Zat warna yang terkandung harus dicantumkan nama resmi, nama umum dan indeks warna, misal: nama resmi Red No.2, nama umum Untuk menganalisa suatu zat warna perlu mengetahui penggolongannya Amaranth. agar memudahkan dalam pelaksanannya, zat warna dapat digolongkan menjadi : 1) Berdasarkan asalnya dibagi menjadi dua yaitu zat warna alam dan zat warna sintetis, 2) Berdasarkan penyususnnya dibagi menjadi dua yaitu zat warna pigmen dan lakes, 3) Berdasarkan kelarutannya dibagi menjadi dua yaitu zat warna larut dalam pelarut lemak/minyak dan zat warna larut dalam air, 4) Berdasarkan sifat keasamannya dibagi menjadi dua yaitu zat warna

ANALSIS SEDIAAN KOSMETIK


Berdasarkan bentuk sediaan kosmetik, yaitu : Pada bentuk serbuk, dilakukan preparasi sampel sama dengan serbuk obat. Pada bentuk larutan (lotion), sampel dilakukan pengenceran dengan pelarut sesuai sampai volume tertentu. Bentuk aerosol (diwadah yg dpat disemprotkan), dilakukan preparasi sampel pada tempat es kering selama 2 jam, setelah itu bru dilubangi untuk mengambil isinya, apabila sampel berupa zat cair, maka diambil pada temperatur dingin, dan apabila isi berupa zat padat diambil pada temperatur kamar. Bentuk emulsi (krim), dilihat dahulu bentuk emulsi o/w atau w/o : - Bentuk emulsi o/w diencerkan dengan air. - Bentuk emulsi w/o diencerkan dengan pelarut organik.

Berdasarkan kandungannya, yaitu :


1. Sampel kosmetik untuk analisis pengawet : - Pengawet pada kosmetik antara lain : phenol halogen, formaldehid, alkohol, amonium kwaternair, p hidroksi benzoat, asam dehidroasetat, merkuri dan vitamin C / antioksidan. - Preparasi sampel bentuk apapun dilarutkan dalam alkohol, disaring filtrat dlm alkohol lalu diuapkan pd tekanan rendah, residu dilarutkan pd pelarut tertentu dan dilanjutkan dgn TLC. 2. Sampel kosmetik untuk analisis zat warna : - Zat warna untuk kosmetik berasal dri alam (pigmen) dan sintesis (larut dalam air dan larut lemak). - Preparasi sampel kosmetik mengandung alkohol (lotion untuk seting rambut). Alkohol dihilangkan dgn pemanasan di atas penangas air yg selanjutnya diekstraksi dgn metil klorida dan hasil ekstraksi

Cont...
3. Sampel kosmetik untuk analisis lemak (lipstik) : - Lakukan ekstraksi lemak dgn petroleum eter/benzen/kloroform. Terjadi 2 fase : a. Fase petroleum eter/benzen/kloroform akan berwarna dr pewarna larut lemak. Ekstraksi dgn metil klorida yg selanjutnya dianalisis dgn TLC. b. Fase air akan berwarna mengandung zat warna sintesis larut air, kemudian diekstraksi dgn isopropanol, hasil ekstraksi dilanjutkan TLC. - Preparasi sampel kosmetik emulsi (bath oil) sampel diencerkan dgn air dan kloroform, tambahkan asam klorida atau garam natrium klorida sampai emulsi pecah, tambahkan air, disaring dan filtrat yg mengandung zat warna larut air dianalisis dgn spektrofotometri / TLC.

Cont...
4. Sampel kosmetik untuk analisis parfum : Parfum (pemberi bau) pada umumnya mempunyai sifat : - Isinya terlalu kompleks. - Mudah menguap. Analisis yg paling tepat adalah dengan metode KG/GC. Parfum dpat berasal dri alam (dr bunga atau buah) yg berasal dri senyawa sintesis berupa senyawa ester. Langka yg dilakukan adalah dengan cara mengisolasi dgn 2 metode, yaitu diekstraksi dgn eter atau dengan destilasi uap. Hasil ekstraksi diidentifikasi dgn GC-MS, untuk kuantitatif dgn GC. 5. Sampel kosmetik berupa Parfum, Cologne dan Lotion : Dilakukan pengenceran dgn air, kemudian diekstraksi dgn eter dan hasil ekstraksi dibebas airkan dgn menggunakan Natrium sulfat anhidrat. Uapkan eter pd temperatur rendah sampai kurang lebih 10 mL lalu

Cont...
Sampel berupa sampho (mengandung surfaktan dan stabilisator). Sampel diencerkan dgn air dan alkohol. Parfum diekstraksi dgn eter, kemudian lapisan eter diuapkan sampai volume kurang lebih 40 mL. selanjutnya dilakukan dgn destilasi uap, hasil destilat ditampung kurang lebih 300 400 mL. ekstraksi kembali dgn eter, lapisan eter dibebas airkan dgn ditambahkan Natrium sulfat anhidrat. Hasil ekstraksi eter dilanjutkan dgn analisis GC-MS. - Sampel berupa Krim, Lipstik, Suntan dan Lotion bntuk emulsi. Dipisalkan dgn cara detilasi uap. Hasil destilasi diekstraksi dgn eter lalu lapisan eter dibebas airkan dgn Natrium Sulfat anhidrat kemudian dilanjutkan analisis dgn GC-MS. - Sampel berupa pasta gigi (mengandung surfaktan). Dilakukan dgn diblender lalu ditambahkan metanol sehingga menjadi suspensi halus/lembut, ditambahkan
-

Cont...
- Sampel berupa sabun. Dilakukan dgn cara diblender dan ditambahkan metanol sampai jdi suspensi. Tambahkan eter dan saring dgn corong Buchner, filtrat diuapkan sampai jdi ekstrak kental. Lanjutkan dgn destilasi uap, hasil destilasi uap diekstraksi kembali dgn eter kemudian lapisan eter dibebas airkan dgn Natrium Sulfat anhidrat, lanjutkan dgn GC-MS.

TERIMA KASIH