Anda di halaman 1dari 41

Makalah Gempa Bumi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Gempa bumi adalah getaran di tanah yang disebabkan oleh gerakan permukaan bumi. Gempa bumi yang kuat dapat menyebabkan kerusakan besar bagi gedung, jembatan dan bangunan lain, termasuk korban nyawa. Permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan paling luar yang disebut kerak bumi. Kerak bumi yang pecah membentuk potongan-potongan besar yang saling berpasangan, seperti kepingan puzzle yang besar. Potongan-potongan ini disebut lempeng. Lempeng ini bergerak perlahan dan mendesak bebatuan. Akibatnya, tekanan bertambah besar. Jika tekanan semakin besar, bebatuan bawah tanah akan pecah dan terangkat. Pelepasan tekanan ini merambatkan getaran yang menyebabkan gempa bumi. Setiap tahun, terjadi sekitar 11 juta gempa bumi dan 34.000-nya cukup kuat untuk kita rasakan. Hampir negara di seluruh dunia pernah mengalami gempa mulai dari yang skala kecil sampai yang skala besar. Teknik sipil sebagai ilmu yang mempelajari konstruksi bangunan mulai dari bangunan biasa, jalan & jembatan, bendungan, dan lain-lain, pasti mempertimbangkan aspek gempa pada perencanaan konstruksi. Ini karena hampir semua bangunan sipil berdiri diatas tanah. Indonesia sebagai negara kepulauan adalah negara yang terletak di perbatasan tiga lempeng sekaligus, yaitu lempeng eurasia, lempeng australia, dan lempeng pasifik. Tidak mengherankan Indonesia disebut sebagai salah satu negara produsen gempa terbesar di dunia. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan bangunan tahan gempa merupakan hal yang wajib yang harus dipenuhi oleh para tenaga ahli sipil dan ahli gempa di Indonesia. Karena sekali lagi kita hidup didaerah yang mempunyai potensi gempa yang sangat besar. Sehingga gempa bukan lagi menjadi masalah yang harus ditakuti setiap setiap orang, tetapi gempa harusnya dihadapi dengan tindakan dan solusi yang tentunya berasal dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

Oleh karena itu Dalam penulisan tugas makalah ini akan membahas tentang gempa bumi, mulai dari pemahaman gempa, teori gempa, efek gempa, dan pembahasan tentang gempa yang terjadi akhir-akhir ini.

1.2. Maksud dan Tujuan 1. Agar mampu memahami analisa gempa bumi, tipe gempa, penyebab terjadinya gempa, teori gempa serta efek yang ditimbulkan oleh gempa. 2. Menganalisis gempa yang pernah terjadi di Turki pada tahun 1999, 2010, dan 2011.

I.3 Sistematika Penulisan Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan mengenai latar belakang, maksud dan tujuan penyusunan laporan dan sistematika penyusunan laporan. 2. BAB II PEMBAHASAN Menjelakan mengenai pemahaman tentang gempa bumi, teori gempa, dan efek yang terjadi. Serta menjelaskan dan menganalisis gempa yang terjadi Turki mulai dari tahun 1999, 2010, dan 2011. 3. BAB IV PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran 4. DAFTAR PUSTAKA

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Definisi Gempa Bumi Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

2.2. Parameter Gempa Bumi Waktu terjadinya gempa bumi (Origin Time - OT) Lokasi pusat gempa bumi (Episenter) Kedalaman pusat gempa bumi (Depth) Kekuatan Gempa bumi (Magnitudo)

2.3. Karakteristik Gempa Bumi Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat Lokasi kejadian tertentu Akibatnya dapat menimbulkan bencana Berpotensi terulang lagi Belum dapat diprediksi Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

2.4. Penyebab Terjadinya Gempa 2.4.1 Gempa Reruntuhan Terjadi karena gugurnya atu runtuhnya tanah. daerah yang terjadi gempa guguran adalah daerah tambang yang berbentuk terowongan, pegunungan kapur, atau lubang. umumnya gempa runtuhan terjadi dalam skala kecil dan terjadi dalam wilayah lokal.
Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

Gambar 1. Gempa reruntuhan

2.4.2. Gempa Vulkanis Terjadi karena meletusnya gunung api. Jika gunung api akan meletus, timbullah tekanan gas dari dalam sumbat kawah. Tekanan ini menyebabkan terjadinya getaran yang disebut gempa bumi. gempa ini hanya terdapat disekitar gunung api yang meletus. Bahaya gempa bumi ini lebih besar dari pada gempa bumi runtuhan, namun lebih kecil dibandingkan dengan gempa tektonik.

Gambar 2. Gempa vulkanis

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

2.4.3. Gempa Tektonik Terjadi karena gerak lempeng tektonik dan merupakan akibat dari gerak orogenetik. Daerah yang sering kali mengalami gempa ini adalah daerah pegunungan lipatan muda, yaitu daerah rangkaian mediterania dan rangkaian sirkum pasifik. Bahaya dari gempa ini dapat besar sekali karena lapisan bumi dapat mengalam ilipatan, retakan, patahan atau bergeser. karena gempa ini selalu mengakibatkan pergeseran muka bumi, maka gempa ini disebut juga gempa dislokasi.

Gambar 3. Gempa tektonik

2.5. Teori Gempa 2.5.1. Teori Tektonik Lempeng Untuk mengetahui proses terjadinya tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi, maka kita harus tinjau dengan Teori Tektonik Lempeng. Teori ini

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

merupakan teori yang sampai saat ini masih banyak dianut untuk menjelaskan segala aktivitas dinamika yang terjadi pada kerak bumi dan mantel. Teori ini berkembang sejak akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Teori Tektonik Lempeng berawal dari pengamatan Alfred Wegner pada tahun 1915 yang menjelaskan bahwa adanya kesimetrisan bentuk antara pantai timur Amerika Selatan dengan pantai barat Afrika yang kalau didekatkan melekat menjadi satu kesatuan benua besar. Dari pengamatan tersebut lahirlah Continental Drift Theory yang menyatakan bahwa sekitar 250 juta tahun yang lalu benuabenua ini pernah menjadi dua benua besar yang disebut Pangea dan Gondwana. Kemudian kedua benua tersebut seiring dengan waktu pecah menjadi benua-benua kecil dan bergerak ke posisi seperti yang ada sekarang dan akan terus bergerak secara dinamis. Teori tektonik mengasumsikan bahwa interior bumi kita tersusun dari media yang berlapis-lapis. Teori ini juga mengasumsikan bahwa kerak bumi yang bersifat padat dan rigid seolah-olah mengapung diatas lapisan mantel bumi yang terdiri dari fluida kental. Dengan demikian kerak bumi akan berada pada keadaan tidak stabil. Menurut teori tektonik lempeng, kerak bumi terpecah-pecah menjadi beberapa bagian yang kemudian disebut Lempeng. Terdapat tujuh lempeng besar, yaitu : Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Afrika, dan Lempeng Antartika. Lempeng-lempeng tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda antara lempeng satu dengan lempeng yang lainnya. Pergerakan lempenglempeng tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi di dalam mantel bumi.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

Gambar 4. Lempeng-lempeng di dunia

Dalam teorinya, Alfred Wegner tidak menjelaskan sebab pergerakan lempeng tersebut. Teori yang menerangkan sebab lempeng tektonik bergerak adalah teori yang diungkapkan oleh A.Holmes. Menurutnya, pergerakan tersebut disebabkan karena adanya arus konveksi di dalam bumi.

Gambar 5. Arus konveksi di dalam bumi

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

Menurut teori tektonik lempeng, bagian luar bumi merupakan kulit yang tersusun oleh lempeng-lempeng tektonik yang saling bergerak. Di bagian atas disebut lapisan litosfir merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari material yang kaku. Lapisan ini mempunyai ketebalan sampai 80 km di daratan dan sekitar 15 km di bawah samudra. Lapisan di bawahnya disebut astenosfir yang berbentuk padat dan materinya dapat bergerak karena perbedaan tekanan.

Gambar 6. Bagian-bagian bumi

Litosfir adalah suatu lapisan kulit bumi yang kaku, lapisan ini mengapung di atas astenosfir. Litosfir bukan merupakan satu kesatuan tetapi terpisah-pisah dalam beberapa lempeng yang masing-masing bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi yang terjadi di dalam bumi. Bila dua buah lempeng bertumbukan maka pada daerah batas antara dua lempeng akan terjadi tegangan. Salah satu lempeng akan menyusup ke bawah lempeng yang lain, masuk ke bawah lapisan astenosfir. Pada umumnya lempeng samudra akan menyusup ke bawah lempeng benua, hal ini disebabkan lempeng

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

samudra mempunyai densitas yang lebih besar dibandingkan dengan lempeng benua. Apabila tegangan tersebut telah sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit bumi, maka akan terjadi patahan pada kulit bumi tersebut di daerah terlemah. Kulit bumi yang patah tersebut akan melepaskan energi atau tegangan sebagian atau seluruhnya untuk kembali ke keadaan semula. Peristiwa pelepasan energi ini disebut gempabumi.

Gambar 7. Proses kejadian gempa

Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision) dan saling geser (transform). 2.5.2. Teori Domino Gempa Bumi Sejak beberapa dasawarsa para seismolog memiliki impian, dapat meramalkan dengan tepat kapan dan dimana gempa bumi hebat akan terjadi. Pada awal tahun 90-an, para seismolog mencapai terobosan besar dalam penelitian gempa. Walaupun pola gempa bumi amat rumit, dan sifat patahan, sesar atau

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

Makalah Gempa Bumi

penujaman sulit diramalkan, namun penelitian seismik terbaru menunjukan, adanya kaitan antara satu gempa besar dengan gempa berikutnya. Dengan optimisme yang dibarengi sikap berhati-hati, para ahli gempa melihat adanya peluang besar bagi peramalan gempa secara akurat. Kuncinya adalah dengan meneliti pola interaksi antara satu gempa bumi dengan yang lainnya. Pengenalan Interaksi antar gempa semacam itu, akan sangat berguna bagi peramalan gempa bumi. Sekarang ini, mayoritas peneliti gempa menganut pendapat, sebuah patahan atau penujaman akan tenang kembali, setelah terjadinya gempa dan gempa susulan. Situasi tenang dapat berlangsung sampai beberapa ratus tahun, hingga kerak bumi dapat kembali menghimpun energinya, dan melepaskannya sebagai gempa. Teori ini memang tetap berlaku. Akan tetapi, penelitian terhadap interaksi seismik menunjukan, kemungkinan terjadinya gempa di sepanjang patahan atau penujaman, meningkat dengan faktor pangkat tiga, setelah terjadinya sebuah gempa hebat baik di patahan bersangkutan maupun di kawasan yang berdekatan. Para peneliti gempa, mengembangkan teori yang disebut stress pemicu. Landasan dari teori ini adalah, regangan atau stress yang dilepaskan pada saat gempa, diteruskan ke zone kegempaan tetangga. Stress ini, dapat memicu terjadinya gempa berikutnya di zone kegempaan tetangga tersebut.

Gambar 8. Lempeng domino


Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

10

Makalah Gempa Bumi

Analisis data seismik, yang dilakukan tim peneliti yang dipimpin pakar geofisika Ross Stein dari pusat penelitian geologi di Menlo Park California, menunjukan stress yang dilepaskan pada saat terjadinya gempa, tidak menghilang begitu saja. Akan tetapi diteruskan di sepanjang zone kegempaan atau patahan bersangkutan, hingga ke zone gempa yang berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang fatal. Penelitian sejak tahun 1992, terhadap sekitar selusin zone kegempaan dunia menunjukan, stress di kawasan tsb sudah terakumulasi cukup besar. Jika stress meningkat sekitar beberapa bar saja, hal ini cukup untuk memicu terjadinya gempa hebat. Sebelumnya hipotesis stress pemicu tidak banyak diperhatikan. Sebab dalam peramalan gempa, hal ini dinilai tidak berperan banyak. Akan tetapi, belakangan ini, terori stress pemicu semakin diakui, dan menjadi landasan baru, bagi peramalan risiko seismik di kawasan kegempaan. Dengan teori stress pemicu, fenomena sejumlah gempa besar, baik di kawasan patahan San Andreas yang amat terkenal di California maupun di Jepang dan di Turki, yang semula belum diketahui polanya, menjadi dapat diterangkan. Memang masih banyak yang harus dilakukan, untuk memantapkan teori stress pemicu sebagai landasan peramalan gempa yang akurat. Terutama untuk dapat lebih mengerti dampak timbal balik antara masing-masing gempa bumi. Tiga dekade lamanya, ratusan peneliti gempa terkemuka gagal menemukan pola konsisten dari aktivitas seismik atau kegempaan global. Berbagai metode yang dikembangkan, baik pengukuran pergerakan kerak bumi, gas, pergerakan fluida maupun energi elektromagnet, tidak dapat secara akurat meramalkan kaitan antara gempa yang sudah terjadi dengan gempa berikutnya. Sebetulnya sejak tahun 1894, pakar seismologi Jepang, Fusakichi Omori sudah mengamati adanya pola teratur penyebaran gempa susulan secara global. Perhitungan matematik dari pola penyebaran seismik ini kemudian disebut hukum Omori. Berdasarkan hukum Omori, kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah gempa utama adalah yang paling besar, dan menurun secara eksponensial bersamaan dengan faktor waktu. Banyak ahli seimologi yang mengabaikan gempa susulan ini sebagai faktor penting bagi gempa berikutnya.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

11

Makalah Gempa Bumi

Dalam penelitian yang dilakukan Stein dan kelompok penelitinya, di patahan San Andreas di California, terlihat bahwa gempa susulan merupakan hasil interaksi dari gempa utama. Diamati, setelah terjadinya gempa hebat berkekuatan 7,3 pada skala Richter, di kawasan dalam radius 100 kilometer persegi dapat diramalkan adanya gempa susulan dengan kemungkinan 67 persen. Ini berarti, risiko gempa yang meningkat 20.000 kali lipat dibanding hari-hari biasa jika tidak ada gempa. Tiga jam setelah gempa utama di kawasan gurun di California selatan, di kawasan Big Bear yang berada di luar jalur patahan, terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6,5 pada skala Richter. Pola gempa susulan, jika dilihat dari aspek waktu cocok dengan teori Omori. Akan tetapi jika dilihat dari lokasi gempa, terjadi anomali karena lokasi gempa susulan tidak berada di kawasan kegempaan utama. Fenomena ini cocok dengan teori stress pemicu. Yakni munculnya gempa, akibat stress di kawasan sekitar. Mengacu pada terori stress pemicu, diyakini berlakunya efek domino pada gempa bumi. Jika pola dari efek domino itu telah diketahui, maka peramalan yang relatif akurat dapat dibuat. Efek domino yang dimaksud adalah, satu gempa memicu gempa lainnya. Ibaratnya permainan dengan kartu domino yang ditaruh tegak, berbaris ke belakang. Jika yang terdepan jatuh, kartu akan menabrak tetangganya hingga juga ikut jatuh, begitu terus berlanjut. Untuk lebih menguatkan bukti teori stress pemicu ini, Stein melakukan penelitian di zone kegempaan Turki, bersama pakar geofisika James Dietrich dari jawatan gempa bumi AS dan ahli geologi Aykut Barka dari Universitas Teknik Istanbul. Penelitian difokuskan ke zone patahan Anatolia utara. Kawasan kegempaan ini merupakan yang paling padat penduduknya di seluruh dunia. Sasaran utama penelitian, adalah untuk membuat peramalan gempa, agar jumlah korban tewas akibat gempa dapat dikurangi. Ketiga pakar kegempaan itu meneliti apa yang disebut tekanan Coulomb. Yakni resultat dari berbagai gaya tekanan pada batuan di kawasan patahan. Biasanya jika gaya tekanan horizontal ataupun vertikal meningkat melebihi ketahanan batuan, akan terjadi pergerakan dari dua zone tumbukan kerak bumi di kawasan patahan.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

12

Makalah Gempa Bumi

Dalam kejadian ini dilepaskan energi dalam jumlah besar berupa getaran hebat, alias gempa bumi. Dalam penelitian di Turki, secara matematik dihitung di kawasan mana tekanan Coulomb meningkat, akibat dipicu gempa sebelumnya. Berdasarkan hasil perhitungan, diramalkan, di dekat kawasan Izmit antara tahun 1997 sampai tahun 2007, akan terjadi gempa besar dengan kekuatan sekitar 7 pada skala Richter. Akurasi ramalan ini sekitar 12 persen. Akurasinya tergolong tinggi, karena untuk peramalan biasa, rata-rata akurasinya hanya satu persen. Pembuktian ramalan tidak perlu waktu lama. Bulan Agustus 1999, Izmit diguncang gempa berkekuatan 7,4 pada skala Richter. 25.000 orang tewas dan kerugian harta benda mencapai 6,5 milyar Dolar. Berdasarkan prinsip efek domino dan teori stress pemicu, ahli geolog Turki Aykut Barka membuat peramalan gempa susulan, bagi kawasan kegempaan Dzce sekitar 100 kilometer di timur Izmit. Di kawasan itu, Barka mencatat terjadinya peningkatan tekanan Coulomb, akibat dipicu gempa Izmit. Ia segera menulis hasil penelitiannya, dan mengingatkan penduduk agar menghindari bangunan yang mudah runtuh. Pengawas bangunan di kota Dzce langsung menutup sekolah dan tempat umum yang rusak ringan pada saat gempa Izmit. Bulan November 1999 ramalan Barka menjadi kenyataan. Dzce diguncang gempa hebat berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Jumlah korban tewas dapat diminimalkan. Gedung-gedung sekolah yang ditutup, terbukti sebagian runtuh akibat gempa. Dengan pembuktian itu, teori stress pemicu kini semakin diakui oleh para ahli kegempaan. Para ahli mulai melakukan pengukuran seismik teratur, untuk mencatat efek domino dari gempa sebelumnya. Memang diakui, peramalan gempa memang tetap rumit, namun akurasinya pelan-pelan meningkat.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

13

Makalah Gempa Bumi

2.5.3. Teori Baru Tentang Gempa (Memprediksi gempa masa mendatang)

Gambar 9. Peta gempa

Ilmuwan Australia mengembangkan sebuah teori baru tentang bagaimana terjadi-nya gempa bumi di Pakistan, dan berharap akan menuju kearah perkiraan yang lebih akurat berkenaan bencana gempa bumi dan tsunami di seluruh dunia. Para ilmuwan dari Research School of Earth Sciences (Sekolah Penelitian Tentang Ilmu Bumi) di Universitas Nasional Australia (ANU), menemukan bahwa beberapa gempa paling dramatis yang terjadi di pegunungan Hindu Kush, Pakistan, disebabkan oleh meregangnya batuan dalam dibawah permukaan bumi. Penemuan mereka, dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience, bertentangan dengan teori yang mengatakan bahwa gempa bumi biasanya dihasilkan dari tubrukan pergesekan antara lempeng-lempeng tektonik. Kita selalu berfikir tentang gempa bumi sebagai akibat rapuhnya bumi. Akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa lambat laun, terbentuknya regangan karakteristik geologi tertentu dapat membentuk suatu energi yang secara tiba-tiba dilepaskan, sehingga menjadi penyebab utama bergolaknya gempa bumi. (Professor Gordon Lister) Dengan menggunakan model dalam komputer, para peneliti dapat menunjukkan massa batuan panjang yang berbentuk seperti sosis diregangkan kedalam interior bumi dibawah permukaan wilayah Hindi Kush, bagian utara Pakistan.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

14

Makalah Gempa Bumi

Seperti sepotong permen karet, adakalanya batuan mempercepat tingkat peregangan, meng-hasilkan pelepasan energi yang cepat, yang pada gilirannya bisa mengakibatkan gempa bumi yang hebat. Prof Lister percaya bahwa teori baru ini akan membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik bagaimana terjadinya gempa bumi diseluruh dunia, dan dapat mengarahkan sistem perkiraan gempa bumi yang lebih baik. Prof Lister, Walaupun pemecahannya tidak mencukupi untuk penelitian gempa. Kami telah menghabiskan jutaan dolar setelah kejadian tsunami di Sumatra, membantu mereka kembali untuk mandiri, dan kami menggunakan sebagian untuk sistem peringatan dini (tsunami), akan tetapi di dalam tujuan dasar penelitian, kami belum menggunakannya sepersen pun terhadap pemahaman apa yang sebenarnya terjadi. Ia menambahkan ketika beberapa orang memegang pandangan bahwa perkiraan gempa bumi adalah sebuah permainan sulap, wawasan baru terhadap geologi bumi, sebagaimana dalam temuan timnya, telah menjadikannya sebagai ilmu pengetahuan yang lebih pasti. Data mulai terlihat, karena teknik baru kami, dimana anda benar-benar dapat melihat pergerakan yang terjadi akan secepatnya berubah menjadi gempa bumi utama.

2.6. Pergerakan/Batas Lempeng (Plate Movement)

Gambar 10. Pergerakan lempeng

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

15

Makalah Gempa Bumi

Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu. a. Batas Divergen Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen. Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. b. Batas Konvergen Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. Batas konvergen ada 3 macam, yaitu : 1. Konvergen lempeng benua-samudra (Oceanic-Continental) Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

16

Makalah Gempa Bumi

trench). Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika Selatan. 2. Konvergen lempeng samudra-samudra (Oceanic-Oceanic) Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut, juga di dasar laut. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain). Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. 3. Konvergen lempeng benua-benua (Continental-Continental) Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range). Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

c. Batas Transform Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

2.7. Sesar Sesar adalah suatu rekahan pada batuan dimana bagian yang dipisahkan oleh rekahan itu bergerak satu terhadap lainnya. Jika kita melihat suatu sesar maka

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

17

Makalah Gempa Bumi

dua bagian yang harus dipahami yaitu Footwall serta Hangingwall. Adapun yang dimaksud dengan Footwall adalah bagian yang terletak di bawah bidang sesar, sedangkan bagian yang di atas sesar disebut Hangingwall. Mekanisme gempa bumi umumnya diakibatkan oleh deformasi batuan yang terjadi di sepanjang sesar. Mekanisme terjadinya gempa dibagi kedalam beberapa keadaan, yaitu :

Gambar 11. Mekanisme terjadinya gempa 1. Perubahan (deformasi) blok sebelum terjadi gempa. 2. Deformasi blok setelah gempabumi terjadi akibat gempabumi bidang sesar yang berhadapan relatif bergeser sepanjang garis XY. 3. Mempunyai tingkat stress-strain (tekanan-regangan) yang sama dengan keadaan (1) dan merupakan keadaan yang sangat kritis untuk terjadi gempa. Sedangkan keadaan stress-strain setelah gempa terjadi sama dengan keadaan (2), selanjutnya blok atas akan terus menerus terpisah dari blok bawah sepanjang batas sesar yang melalui pengulangan gempa. Berdasarkan gaya penyebabnya, sesar dapat dibagi menjadi : 1. Thrust fault yaitu sesar dimana hanging wall pada sesar bergerak relatif naik terhadap footwall. 2. Normal fault yaitu sesar dimana hanging wall pada sesar relatif turun terhadap foot wall.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

18

Makalah Gempa Bumi

3. Strike slip fault yaitu sesar dengan arah gerakan relatif mendatar satu sama lainya. Sesar ini terbagi menjadi 2, yaitu: Right lateral yaitu gerak sesar mendatar yang searah dengan jarum jam. Left lateral yaitu gerak sesar mendatar yang berlawanan dengan arah jarum jam. 4. Oblique fault yaitu gerakan kombinasi antara sesar mendatar dengan sesar naik atau turun. Gerakan bidang sesar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1. Dip Slip, yaitu pergerakan sesar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut kemiringan sesar. 2. Strike Slip, yaitu pergerakan sesar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut strike. 3. Kombinasi dip slip dan stike slip (diagonal), yaitu merupakan sesar bergerak secara diagonal.

Gambar 12. Macam-macam sesar

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

19

Makalah Gempa Bumi

2.8. Jalur Gempa Bumi Dunia

Gambar 13. Jalur gempa bumi dunia

Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.

Gambar 14. Lempeng di daerah Indonesia

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

20

Makalah Gempa Bumi

Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh, Pangandaran dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upayaupaya mitigasi baik ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempabumi dan tsunami. Mengingat terdapat selang waktu antara terjadinya gempabumi dengan tsunami maka selang waktu tersebut dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mitigasi bencana tsunami dengan membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System / Ina-TEWS).

2.9. Teori Lempeng Tektonik Kaitannya dengan Persebaran Gunung Api Serta Daerah Gempa Bumi di Indonesia a. Persebaran Gunung Berapi Di Indonesia Pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi. Suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempeng sehingga menghasilkan magma. Kemudian magma ini muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gununggunung api

Gambar 15. Peta persebaran gunung api

Lempeng India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia. proses ini dinamakan penujaman. Tabrakan kedua lempeng tersebut membentuk

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

21

Makalah Gempa Bumi

pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehinga membentuk teluk Carpentari dan Laut Timor serta Laut Arafuru.

Gambar 16. Pergerakan lempeng sekitar Indonesia

Ketika

pinggiran

lempengan

India-Australia

bertabrakan

dengan

lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Kemudian magma muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Busur gunung api di Indonesia terbentuk dengan cara seperti itu. Di indonesia terdapat 400 gunung berapi, tapi yang masih aktif kira-kira 80 gunung saja. Gunung-gunung tersebut di golongkan atas 3 barisan : Sumatra-jawa-nusa tenggara-sekitar laut banda Halmahera dan pulau-pulau disebelah baratnya Sulawesi utara-pulau sangihe-pulau mindanao

Ada 3 sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu: 1. Sistem Sunda Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke kepulauan banda di Maluku dengan panjang kurang lebih 7000 km. terdiri dari 5 busur pegunungan :

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

22

Makalah Gempa Bumi

Busur arakan yoma berpusat di Shan Myanmar Busur Andaman Nicobar berpusat di Mergui Busur Sumatra-Jawa berpusat di anambas Busur Kep. Nusa Tenggara Busur Banda berpusat di Banda

2. Sistem Busur Tepi Asia Sistem in dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. di Fillipina busur ini bercabang tiga yaitu: Cabang pertama dari pulau lauzon melalui pulau palawan ke kalimantan utara Cabang kedua dari pulau Luzon melalui pulau samar ke mindanau, dan kep. Sulu ke kalimantan utara Cabang ketiga dari pulau samar ke mindanau dan pulau sangihe ke sulawesi 3. Sistem Sirkum Australia Sistem ini dimulai dari selandia baru melalui keledonia baru ke irian jaya (papua). Bagian utara dari sistem ini bercabang dua yakni : Cabang pertama dari ekor pulau irian melalui bagian tengah sampai ke pegunungan charleslois di sebelah barat Cabang kedua dari kepulauan bismarck melalui pegunungan tepi utara irian ampai ke kepala burung menuju halmahera. b. Daerah Persebaran Rawan Gempa Bumi Di Indonesia Indonesia merupakan daerah pertemuan rangkaian Sirkum Mediterania dan rangkaian sirkum Pasifik, dengan proses pembentukan pegunungan yang masih berlangsung. Oleh sebab itu di indonesia banyak terjadi gempa bumi. Pusat gempa di dalam bumi disebut hiposentrum di indonesia terdapat hiposentrum yang dalamnya lebih dari 500km, contohnya di bawah laut flores yang dalamnya kira-kira 720km. Pusat gempa pada permukaan bumi disebut episentrum. Kerusakan terbesar yang diakibatkan oleh gempa terdapat di daerah episentrum, di indonesia episentrum banyak terdapat di bawah permukaan air laut.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

23

Makalah Gempa Bumi

Gambar 17. Epicenter gempa

Pada peta gempa ada beberapa macam garis yang di kenal yaitu: 1. Homosiesta : adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui gempa pada waktu yang sama 2. Isosiesta : adalah garis yang menghbungkan tempat-tempat yang dilalui oleh gempa yang berintensitas yang sama 3. Pleistosiesta : adalah garis yang mengelilingi daerah yang mendapat kerusakan terhebat dalam gempa bumi. pleistoseista ini mengelilingi epsentrum, karena daerah sekitar episentrum mengalami kerusakan yang paling parah. isoseista yang pertama juga merupakan pleistoseista. Proses perambatan gempa bumi melalui tiga macam getaran yaitu: a. Getaran longitudinal atau merapat-meregang Getaran ini berasal dari hiposentrum dan bergerak malalui dalam bumi. kecepatan getaran ini besar sekali, yaitu 7-14 km/jam. getran ini datang paling awal dan disebut getaran primer, getaran ini belum menimbulkan kerusakan. b. Getaran transfersal atau naik turun Getaran ini berasal dari hiposentrum dan bergerak melalui bagian dalam bumi. kecepatan getaran ini antara 4-7 km/jam. getaran ini datang setelah

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

24

Makalah Gempa Bumi

getaran longitudinal dan merupakan getaran pendahuluan kedua dan disebut getaran sekunder,getaran ini belum menimbulkan kerusakan. c. Getaran gelombang panjang Getaran ini berasal dari episentrum dan bergerak melalui permukaan bumi. kecepatan getaran ini antara 3,8-3,9 km/jam. getaran ini datang paling akir, tetapi merupakan getaran pokok,getaran ini yang menimbulkan kerusakan.

Gempa bumi ada yang mempunyai kekuatan besar dan ada yang berkekuatan kecil. dilihat dari intensitasnya ada dua macam gempa yaitu : Makroseisme yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa alat Mikroseisme yaitu gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat saja.

2.10. Akibat Gempa bumi Getaran atau guncangan tanah (Ground shaking) Likuifaksi (Liquifaction) Longsoran Tanah Tsunami Bahaya Sekunder (arus pendek, gas bocor yang menyebabkan kebakaran. dll)

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

25

Makalah Gempa Bumi

Gambar 18. Dampak gempabumi terhadap alam

Gambar 19. Dampak gempabumi terhadap struktur bangunan

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

26

Makalah Gempa Bumi

Gambar 20. Dampak liquifaksi terhadap bangunan

Ganbar 21. Dampak sekunder gempabumi berupa kebakaran

2.11. Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kerusakan Akibat Gempabumi Kekuatan gempabumi

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

27

Makalah Gempa Bumi

Kedalaman gempabumi Jarak hiposentrum gempabumi Lama getaran gempabumi Kondisi tanah setempat Kondisi bangunan

2.12. Gempa Turki Turki termasuk negara yang akhir-akhir ini sering dilanda gempa, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini turki telah mengalami gempa 2 kali yaitu pada 8 Maret 2010 yang berkekuatan 6,1 skala Richter dan 23 Oktober 2011 yang berkuatan 7,2 skala Ritcher. Sebelumnya pada ujung abad 20, Agustus 1999 Turki juga mengalami gempa besar berkekuatan 7,4 skala Richter di kota Kocaeli yang mengakibatkan banyak kerusakan dan korban tewas. Tidak aneh jika negara ini sering mengalami gempa, karena Turki merupakan wilayah tektonik aktif yang sering mengalami gempa bumi merusak. Dimana terletak disekitar Lempeng Eurasia, Lempeng Arabia dan Lempeng Afrika.

Gambar 22. Lempeng di sekitar negara Turki

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

28

Makalah Gempa Bumi

A. Gempa pada 8 Maret 2010

Gambar 23. Gempa Turki 2010

Gempa bumi Turki 2010 yang terjadi dengan kekuatan 6,1 skala Richter ini dan episentrum gempa berada di Bayurt Provinsi Elz bagian timur Turki. Gempa bumi terjadi satu minggu setelah persatuan insinyur teknik sipil Turki melaporkan kepada parlemen tentang pembangunan bangunan yang tidak memadai dan kemungkinan Istanbul dapat hancur oleh gempa bumi, yang dapat menewaskan puluhan ribu orang, dalam tiga dekade mendatang.[10] Gempa ini merupakan jenis gempa yang tergolong kompleks karena jenis tumbukannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan, sistem kegempaan di Turki tergolong kompleks, yaitu dipengaruhi oleh dua lempeng benua, yakni Arab dan Eurasia, yang mendatar dan saling bertumbukan. Tumbukan lempeng ini tidak sampai membentuk lapisan yang terangkat hingga membentuk pegunungan, seperti Himalaya di Asia Tengah. Aktivitas kegempaan di kawasan ini, dipengaruhi oleh gerakan lempeng Benua Afrika. Interaksi kedua lempeng itu membentuk sesar mendatar yang disebut Sesar Anatoli. Sesar ini membentang timur-barat melewati Turki bagian utara. Akibat interaksi antarlempeng itu, antara lain, timbul gempa besar pada Agustus 1999.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

29

Makalah Gempa Bumi

Sementara itu, LIPI menyatakan bahwa jalur gempa Turki persis berada di daerah padat penduduk, seperti gempa Bantul. Mekanisme gempanya sama dengan gempa Kerinci yang terjadi tahun lalu di Patahan Sumatera.

Gambar 24. Gempa bumi Turki 2010

B. Gempa pada 23 Oktober 2011

Gambar 25. Gempa Van (Turki) 2011

Gempa Van 2011 adalah sebuah gempa bumi yang terjadi di kota Van (Turki) yang terletak di ujung timur Turki yang berbatasan dengan Iran. Gempa ini berkekuatan 7,2 skala Richter. Pusat gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal 20 km yang menyebabkan kerusakan berat di bagian timur Turki dan dirasakan di banyak daerah di Timur Dekat. Gempa pada tanggal 23 Oktober terjadi karena adanya tabrakan lempeng Arabia dengan lempeng Eurasia, di mana lempeng Arab bergerak dengan kecepatan sekitar 24 mm / tahun ke arah utara. Tumbukan lempeng ini tidak sampai membentuk lapisan yang terangkat hingga membentuk pegunungan,
Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

30

Makalah Gempa Bumi

seperti Himalaya di Asia Tengah. Aktivitas kegempaan di kawasan ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dipengaruhi oleh gerakan lempeng Afrika. Interaksi kedua lempeng itu membentuk sesar mendatar yang disebut Sesar Anatoli. Sesar ini membentang timur-barat melewati Turki bagian utara. Akibat interaksi antarlempeng.

Gambar 26. Kerusakan bangunan pada gempa Turki tahun 2011

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

31

Makalah Gempa Bumi

C. Gempa Turki (Izmit)

Gambar 27. Foto satelit pada saat gempa Izmit terjadi

Gempa ini terjadi pada 17 Agustus 1999, dengan kekuatan 7,4 Mw. Episenter gempa terletak 11 km sebelah tenggara Izmit, atau 80 km dari Istanbul, ibu kota Turki. Gempa ini berpusat pada kedalaman 17 km dan terjadi sepanjang sistem sesar Anatolia Utara paling ujung. Sesar ini telah menggoncang Turki dengan 7 gempa bermagnituda lebih besar dari 7 dalam kurun waktu 50 tahun. Sesar ini merupakan sesar strike-slip, dan pada saat terjadi gempa ini, sesar sepanjang 60 km mengalami slip sebanyak 2,5 m secara horisontal dan 2 m secara vertikal.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

32

Makalah Gempa Bumi

Gambar 28. Percepatan, kecepatan, dan perpindahan pada gempa Izmit

Dalam hal percepatan gempa yang tercatat di permukaan tanah, gempa ini tidaklah begitu istimewa. Peak ground acceleration (PGA) yang tercatat paling tinggi hanyalah 0.4g, jauh lebih kecil dari PGA yg tercatat pada gempa Northridge atau Kobe. Yang istimewa pada gempa ini adalah durasi gempa ini yang cukup panjang yaitu 45 detik.

Gambar 29. Pusat gempa Izmit (Kocaeli) di Turki

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

33

Makalah Gempa Bumi

Kerusakan yang ditimbulkan Pada prinsipnya kerusakan yang diitimbulkan dapat dibagi dua: kerusakan langsung akibat pergerakan sesar dan akibat sekunder seperti kuatnya goncangan, likuifaksi, kebakaran, dan lain-lain. Likuifaksi adalah keadaan dimana tanah kepasiran lepas mengalami kehilangan kekuatan dan kekakuannya secara sementara akibat gempa atau beban lain. Likuifaksi mengakibatkan keruntuhan daya dukung, pergerakan tanah lateral, beda penurunan pada bangunan, dan juga longsornya dam. Likuifaksi terjadi pada tanah pasir lepas yg jenuh air. Oleh karena itu, likuifaksi biasanya terjadi di pantai, dan daerah-daerah lain yang merupakan bekas aliran sungai atau danau dengan permukaan air tanah yang tinggi. Salah satu sebab utama gempa ini sangat merugikan adalah karena gempa ini terjadi pada daerah yg berpopulasi padat, dengan infrastruktur yg sudah jadi. Gempa Izmit adalah gempa yang langsung diakibatkan oleh sesar strike-slip, dan itu meninggalkan fault scarps (bekas patahan) di permukaan. Gempa Izmit sebelumnya sudah diduga akan terjadi, dengan menghitung besarnya tegangan dan regangan, yg berarti juga energi, sepanjang segmen sesar Anatolia utara, sejak tahun 1997 US Geological Survey sudah mengantisipasi akan terjadinya gempa di daerah sekitar Izmit. Di sepanjang sesar ini, hanya bagian inilah yang belum mengalami keruntuhan sejak tahun 1939. Sedangkan 6 segmen-segmen lainnya telah runtuh dan menghasilkan gempa dengan magnituda sekitar 7, pada tahun 1939, 1942, 1943, 1957 dan 1967. Gempa ini melanda negara dengan teknologi tahan gempa yang canggih, yaitu Turki. Gedung-gedung modern yg terbuat dari struktur baja, pada umumnya dapat bertahan dan tidak runtuh. Tapi, gedung-gedung rangka beton, sekalipun dibangun dengan teknologi modern, kebanyakan hancur lebur. Hal ini tidak saja terjadi di Turki tapi juga dibeberapa negara maju lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Disamping faktor tingkat goncangan yang sangat tinggi, faktor goncangan susulan, durasi gempa, dan faktor efek lokal site juga merupakan penyebab semakin luasnya daerah bencana.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

34

Makalah Gempa Bumi

Gambar 30. Gedung rangka beton yang luluh lantak akibat gempa Izmit

Pada bencana gempa ini, bencana likuifaksi terjadi di mana-mana. Terutama daerah pantai yang biasanya terdiri dari endapan tanah kepasiran yang lepas serta juga mempunyai muka air tanah yang tinggi. Di Izmit, selain faktor percepatan yang tinggi yang banyak merusak bangunan gedung rangka beton, likuifaksi merupakan salah satu faktor utama yg menyebabkan banyaknya amblasan gedung akibat hilangnya daya dukung.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

35

Makalah Gempa Bumi

Gambar 31. Amblasnya bangunan karena hilangnya daya dukung akibat liquifaksi.

Gambar-Gambar Kerusakan Struktur Bangunan Sipil pada Gempa Izmit

Gambar 32. Kerusakan pada pada dermaga didaerah Golcuk

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

36

Makalah Gempa Bumi

Gambar 33. Beberapa bangunan yang terendam air laut akibat penurunan lempeng tektonik (sesar normal) / Perendaman garis pantai

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

37

Makalah Gempa Bumi

Gambar 34. Kerusakan pada struktur jalan

Gambar 35. Jalan layang Arifiye yang runtuh

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

38

Makalah Gempa Bumi

Gambar 36. Kerusakan pada struktur rel kereta api

Gambar 37. Jenis keruntuhan tanah yang khas pada gempa Kocaeli
Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

39

Makalah Gempa Bumi

Gambar 38. Kerusakan parsial pada salah satu tangki pada pabrik Petrokimia akibat liquifaksi

Gambar 39. Gerakan Lempeng Tektonik di sepanjang patahan normal yang menyebabkan Cobblestone Pavement bergerak kearah vertial (1 m) dan horizontal (0,3 m)

Gambar 40. Sebuah lereng yang mengalami retakan di sepanjang patahan Anatolian Utara

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

40

Makalah Gempa Bumi

BAB III PENUTUP

Faktor penyebab sering terjadinya gempa di indonesia karena Kondisi geologi Indonesia yang merupakan pertemuan lempenglempeng tektonik menjadikan kawasan Indonesia ini memiliki kondisi geologi yang sangat kompleks. Selain menjadikan wilayah indonesia ini kaya akan sumberdaya alam, salah satu konsekuensi logis kekompleksan kondisi geologi ini menjadikan banyak daerahdaerah di Indonesia memiliki tingkat kerawanan yg tinggi terhadap bencana alam. Beberapa diantaranya adalah rawan gempa bumi, tsunami serta rawan letusan gunung api disepanjang "ring of fire" dari Sumatra-Jawa-BaliNusatenggara-Banda-Maluku. Daerah rawan bencana gempa dan tsunami Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yg tingkat populasinya sangat padat. Daerahdaerah ini sering merupakan pusat aktifitas serta sumber pendapatan masyarakat serta negara, dan menjadi pusat pencurahan dana pembangunan. Namun ketika bencana gempa dan tsunami itu terjadi maka usahausaha pembangunan yg sudah dilakukan akan hilang dan lenyap dalam waktu yang sangat singkat dan bersifat katastropik Jelas, tak ada seorangpun ingin negaranya hancur karena gempa. Tapi, masalahnya adalah, gempa sebagaimana juga masalah-masalah bangsa lain saat ini, tidak bisa dihindarkan dengan tapi harus dihadapi. Gempa hanya bisa dikurangi akibatnya dengan cara memperbaiki sistem Peraturan Bangunan Tahan Gempa, pengontrolan yang ketat, memasyarakatkan potensi bahaya gempa, dan secara finasial, mengasuransikan bangunan.

Dinamika Tanah
Hairul Azhar 1002476

41