Anda di halaman 1dari 7

SUNGAI CILIWUNG

Bentang alam Fluvial adalah bentang alam hasil dari proses kimia maupun fisika yang menyebabkan perubahan bentuk muka bumi karena pengaruh air permukaan. Proses aluvial dibedakan menjadi : a. Proses Erosi : Proses terkikisnya batuan karena air. Pengkikisan ini dapat berupa abrasi, skouring, pendongkelan, dan korosi. b. Proses Transportasi : Proses terangkutnya material-material hasil erosi. Proses ini dapat berupa menggelinding ,meloncat, traksi dan mengambang. c. Proses Pengendapan : Proses yang terjadi apabila tenaga angkut dari sungai berkurang sehingga beban tidak dapat diangkut lagi. Dalam proses ini, material-material yang lebih berat akan terendapkan di bawah material yang lebih ringan. Ciliwung merupakan salah satu bentang alam karena pengaruh air permukaan. Ciliwung adalah sebuah sungai di Pulau Jawa. Sungai ini relatif lebar dan di bagian hilirnya dulu dapat dilayari oleh perahu kecil pengangkut barang dagangan. Panjang aliran utama sungai ini adalah hampir 120 km dengan daerah pengaruhnya (daerah aliran sungai) seluas 387 km persegi. Wilayah yang dilintasi Ci Liwung adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Jakarta. Hulu sungai ini berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak. Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai ini mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di daerah Manggarai aliran Ci Liwung banyak dimanipulasi untuk mengendalikan banjir. Jalur aslinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, hingga Gambir, namun setelah Pintu Air Istiqlal jalur lama tidak ditemukan lagi karena dibuat kanal-kanal, seperti di sisi barat Jalan Gunung Sahari dan Kanal Molenvliet di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran. Di Manggarai, dibuat Banjir Kanal Barat yang mengarah ke barat, lalu membelok ke utara melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, hingga ke Pluit.
1

Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Ci Liwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan pemukimanpemukiman kumuh. Sungai ini juga dianggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Jakarta. Selain karena daerah aliran sungai (DAS) di bagian hulu di Puncak dan Bogor yang rusak, DAS di Jakarta juga banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan potensi penyebab banjir di Jakarta menjadi besar.

Gambar 1.1 Pola pengaliran sungai Ciliwung

Pola pengaliran sungai dalam kaitannya dengan proses hidrologi, maka morfologi sebuah DAS yang mencakup aspek bentuk, jaringan dan relief mempunyai peranan terhadap pembentukkan karakteristik limpasan/run off. Pengaruh morfologi DAS terhadap karakteristik limpasan untuk beberapa kasus DAS di dunia dapat dilihat pada literatur standar seperti, Gregory & Walling (1973) dan Petts (1985).

Gambar 1.2 Pola Pengaliran Sungai Ciliwung

Secara keseluruhan semua sungai yang mengalir melewati kota Jakarta dikarakteristikkan dengan bentuk daerah pengaliran berbentuk bulu burung. Pola ini dicirikan dengan bentuk DAS yang ramping dan memanjang, dimana anakanak sungai mengalir ke sungai utama dari sisi kiri dan kanan sungai. Secara hidrologis DAS seperti ini ditandai dengan debit banjir yang relatif kecil, oleh karena waktu tiba banjir dari anak-anak sungai tersebut berbeda-beda. Sebaliknya banjirnya relatif berlangsung agak lama. Distribusi luas areal untuk setiap interval ketinggian diperlihatkan juga pada tabel berikut. Dari tabel tersebut diperlihatkan tinggi maksimum DAS dan besaran luas untuk setiap interval ketinggian. \

Gambar 1.3 Sungai Ciliwung

Berkaitan erat dengan kondisi tata air dan bahan induk yang membentuk, maka wilayah endapan tersebut dapat dikelompokkan menjadi aluvial pantai, tanggul pantai atau sungai dan aluvial dataran. Aluvial pantai dengan ketinggian tempat antara 0-3 m dpl dicirikan dengan permukaan air tanah yang rendah, air tanah asin dan lebih sering tergenang, serta bahan induk aluvium pantai. Wilayah endapan pantai dijumpai di wilayah Jakarta Utara (9177 Ha), Jakarta Barat (3753 Ha) dan Jakarta Pusat (890 Ha). Wilayah Tanggul pantai dan sungai dengan ketinggian tempat antara 1-7 m dpl dicirikan dengan air tanah dangkal yang tawar dan umumnya tidak tergenang.

Gambar 1.4 Sungai Ciliwung

Sungai Ciliwung termasuk kedalam Sungai periodik yaitu Sungai yang aliran airnya dipengaruhi oleh musim, meluap ketika musim hujan dan kering ketika musim kering. Unit morfologi ini berbahan induk pasir halus andesit dan merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Wilayah endapan yang berada lebih keselatan adalah wilayah aluvial dengan ketinggian tempat antara 3-7 m dpl. Permukaan air tanah dangkal dengan kondisi tergenang periodik. Wilayah ini dicirikan dengan bahan induk aluvium pantai, aluvium sungai, batuan vulkanik muda dan pasir tufaan. Di Jakarta Barat luas wilayah endapan aluvial 3500 Ha, Jakarta Pusat 3502 Ha, Jakarta Timur 3025 Ha dan Jakarta Utara 2975 Ha. Dibagian tengah DAS sungai-sungai yang bermuara di Jakarta adalah kota Depok Kabupaten / Kota Bogor, juga padat penduduk dan pusat pertumbuhan, pusat pemukiman di Cibubur, Sawangan, Bekasi dan lain-lain, yang menyebabkan

situ dan lembah serta kawasan terbuka / lindung (daerah resapan air) hilang / habis akibat beralih fungsi menjadi lahan kedap. Pada bagian hulu DAS Ciliwung yang mencakup wilayah Bogor, Puncak, Cianjur (Bopunjur) akhir-akhir ini menjadi pusat Villa (bertumbuh 1000 Villa sejak tahun 2000), serta pemukiman umum, yang menjadikan DAS Ciliwung tidak lagi mempunyai daerah tangkapan air atau resapan, sebagai pengendali bahaya banjir dan kekeringan bagi Jakarta. Sungai Ciliwung termasuk ke dalam sungai dengan stadia muda menuju dewasa yang ditandai dengan Aliran bentuk dari sungai nya rata rata lurus dan sedikit mengalami sedimentasi pada anak anak sungai.

DAFTAR PUSTAKA
geologikita.blogspot.com/2008/12/bentang-alam-fluvial.html (Diakses pada tanggal 24 April 2012 pukul 23:02) http://kelompoklimahmg09.wordpress.com/tag/profil-daerah-aliran-sungaiciliwung/ (Diakses pada tanggal 24 April 2012 pukul 23:30) www.scribd.com/doc/54931269/Paper-Fluvial (Diakses pada tanggal 24 April 2012 pukul 23:20)