PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT

TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan,. perlu dilakukan penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi dan swadaya gotong royong masyarakat di desa dan kelurahan; b. bahwa untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan, perlu dilakukan perlombaan desa dan kelurahan secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan; c. bahwa penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan sudah tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat dan keadaan sehingga perlu diganti; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4548); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4587) 3. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan (Lembaran Negara Republik lndonesia tahun 2005 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4588); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4593); 5. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENYELENGGARAAN PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik lndonesia. 2. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah kabupaten/kota dalam di wilayah kerja kecamatan. 3. Pembangunan Desa dan Kelurahan adalah seluruh kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa dan kelurahan yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. 4. Perlombaan Desa dan Kelurahan adalah evaluasi dan penilaian perkembangan pembangunan atas usaha pemerintah dan pemerintahan daerah, bersama masyarakat desa dan kelurahan yang bersangkutan. 5. Profil Desa dan Kelurahan adalah gambaran menyeluruh tentang karakter desa dan kelurahan yang meliputi data dasar, potensi, tingkat perkembangan dan masalah yang dihadapi. 6. Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan adalah status tertentu dari capaian hasil kegiatan pembangunan yang dapat mencerminkan tingkat kemajuan atau keberhasilan masyarakat, pemerintahan desa dan kelurahan serta pemerintahan daerah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

BAB II PENYELENGGARAAN Pasal 2 (1) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan diselenggarakan oleh Camat. (2) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota diselenggarakan oleh Bupati/ Walikota. (3) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi diselenggarakan oleh Gubernur. (4) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri. Pasal 3 (1) Peserta perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan adalah seluruh desa dan kelurahan dari setiap kecamatan. (2) Peserta perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota adalah juara pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan. (3) Peserta perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi adalah juara pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota.

(2) Penilaian perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan klarifikasi data di desa dan kelurahan calon Juara. provinsi dan tingkat nasional. (3) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei. Pasal 7 (1) Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan adalah desa dan kelurahan yang memperoleh skor tertinggi berdasarkan indikator penilaian pada perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan. (2) Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota adalah desa dan kelurahan yang memperoleh skor tertinggi berdasarkan indikator penilaian pada perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota. Pasal 6 Penilaian perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal S dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan mulai dari tingkat kecamatan. (3) Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi adalah desa dan kelurahan yang memperoleh skor tertinggi berdasarkan indikator penilaian pada perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi. (5) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4 ) dilaksanakan pada bulan Juli. (2) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan bulan Maret.han tingkat nasional. BAB III PENILAIAN Pasal 5 (1) Penilaian perlombaan desa dan kelurahan dilakukan dengan membandingkan data tingkat perkembangan desa dan kelurahan 2 (dua) tahun terakhir berdasarkan data profil desa dan kelurahan sesuai dengan indikator penilaian. . (4) Perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) dilaksanakan pada bulan Juni. (4) Juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional adalah desa dan kelurahan yang memperoleh nilai tertinggi berdasarkan indikator penilaian perlombaan desa dan kelura. kabupaten/kota. Pasal 4 (1) Perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilaksanakan setiap tahun.(4) Peserta perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional adalah juara pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi. (3) Penilaian perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional dilakukan selain dengan klarifikasi data tingkat perkembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) juga dilakukan dengan klarifikasi indikator penilaian tingkat nasional.

Pasal 13 (1) Tim penilai perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota anggotanya terdiri dari unsur perangkat daerah kabupaten/kota dan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota. tingkat kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. g. c. . merupakan hasil olahan data tingkat perkembangan desa dan kelurahan 2 (dua) tahun terakhir berdasarkan indikator penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. lembaga kemasyarakatan. b. (2) Indikator penilaian perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. inisiatif dan kreativitas daerah dalam pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa dan kelurahan. (3) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan penilaian perlombaan desa dan kelurahan untuk menentukan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan. keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan desa/ kelurahan. BAB IV TIM PENILAI Pasal 12 (1) Tim penilai perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan anggotanya terdiri dari unsur perangkat kecamatan dan Tim Penggerak PKK Kecamatan.Pasal 8 Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan ayat (4) menjadi peserta dalam pertemuan para Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dan tingkat nasional pada bulan Agustus di Jakarta. partisipasi masyarakat. d. kepala desa dan lurah beserta perangkatnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa dan kelurahan. pendidikan. Pasal 9 Indikator penilaian perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan kabupaten/kota. meliputi: a. pemerintahan. f. b. (2) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Camat. c. pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. kesehatan masyarakat. Pasal 11 Indikator dan skor penilaian perlombaan desa dan kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan II Peraturan Menteri ini. dan d. Pasal 10 (1) Indikator penilaian perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3). e. ekonomi masyarakat. keamanan dan ketertiban. kinerja camat. dan h. meliputi: a. dan provinsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1).

(3) Juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. (3) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan penilaian terhadap Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota dan menentukan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi. (2) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. BAB V PENETAPAN JUARA Pasal 16 (1) Juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan ditetapkan dengan Keputusan Camat. (2) Juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota. BAB VI PENGHARGAAN Pasal 17 (1) Penghargaan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan diberikan oleh Camat. (2) Penghargaan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota diberikan oleh Bupati/Walikota. Pasal 15 (1) Tim penilai perlombaan desa dan kelurahan pada tingkat nasional anggotanya terdiri dari unit kerja Departemen Dalam Negeri dan Tim Penggerak PKK Pusat. (3) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan penilaian terhadap Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dan menentukan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional. .(2) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati/ Walikota. (2) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. (4) Juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. (3) Penghargaan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi diberikan oleh Gubernur. Tim Penggerak PKK provinsi. (3) Tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan penilaian terhadap Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan dan menentukan juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota. Pasal 14 (1) Tim penilai perlombaan desa dan kelurahan pada tingkat provinsi anggotanya terdiri dari unsur perangkat daerah provinsi.

Gubernur. (3) Pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dilaporkan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri. pemberian stimulan dan bentuk lain sesuai kemampuan daerah. BAB VIII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 20 (1) Bupati/Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan. Pasal 21 (1) Menteri Dalam Negeri. ayat (2) dan ayat (3) tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri ini. (4) Bentuk Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(4) Selain penghargaan yang diberikan oleh Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (3). teknis pelaksanaan (2) Gubernur melakukan pembinaan pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota. (2) Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (4) dan ayat (5) diberikan dalam bentuk piagam. dan ayat (3) diberikan dalam bentuk piagam dani atau bentuk lainnya sesuai kemampuan daerah. ayat (2). . (3) Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dan tingkat nasional. dan Bupati/Walikota melakukan pembinaan terhadap desa dan kelurahan yang telah menjadi juara dalam perlombaan desa dan kelurahan. medali dani atau bentuk lainnya. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berkesinambungan melalui pembinaan program. (4) Pemberian stimulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa pemberian dana pembinaan khusus. Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan khusus untuk Juara Pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi. BAB VII PELAPORAN Pasal 19 (1) Pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan dilaporkan oleh Camat kepada Bupati/Walikota. (2) Pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat kabupaten/kota dilaporkan oleh Bupati/Walikota kepada Gubernur. Pasal 18 (1) Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1). (3) Pembinaan program sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat melalui pemberian priotitas lokasi pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BABIX PENDANAAN Pasal 22 (1) Pendanaan yang berkaitan dengan perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan dan kabupaten/kota dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota. maka Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Perlombaan Kelurahan. BABX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 23 Penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan yang telah berlangsung tetap dilanjutkan dengan menyesuaikan pada Peraturan Menteri ini. . (3) Pendanaan yang berkaitan dengan perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi. (2) Pendanaan yang berkaitan dengan perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi. (4) Pendanaan yang berkaitan dengan pertemuan juara pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi dan tingkat nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi. Pasal 25 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 24 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini.

4. km ……………………. Bebas banjir 2.... Orbitasi Wilayah No. km ……………………. km ……………………. km …………………….. km ……………………. Orbitasi 1. Jarak Geografis No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 INDIKATOR 2 Ke gunung Ke laut Ke sungai Ke pinggiran Hutan Ke pasar Ke pelabuhan Ke bandara Ke terminal Ke tempat hiburan Ke tempat wisata Ke kantor polisi/militer Ke perbatasan kabupaten Ke perbatasan propinsi Ke perbatasan Negara Ke stasiun SUB INDIKATOR 3 ……………………. INDIKATOR 2 Desa atau sebutan lain/Kelurahan 1. km ……………………. 3.. km ……………………. 7.. km ……………………....Lampiran : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI Nomor : 13 Tahun 2007 Tanggal : 12 Maret 2007 INDIKATOR DAN SKOR PENILAIAN PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN I. SUB INDIKATOR 3 > 6 Jam 5-6 jam 3-4 jam 1-2 jam < 1 jam Ada di Pusat Kecamatan Bantaran sungai Rawan banjir (tetapi bukan bantaran sungai 9.. 1 1. km ……………………. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. 8.. 6.... km ……………………. km ……………………. km ……………………. km .. 2. km ……………………. 5. km …………………….

Letak Geografis NO 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDIKATOR 2 Kawasan Hutan Kawasan Tambang Kawasan Pantai Kawasan Perbukitan/ pegunungan Kawasan Persawahan Kawasan Perkebunan Kawasan Peternakan Kawasan Industri kecil/ rumah tangga Kawasan Saluran Listrik tegangan Tinggi (SUTET) Kawasan Rawan Banjir Kawasan Industri/ Pabrik Kawasan Perkantoran Kawasan Rawa Kawasan Perdagangan Kawasan Kumuh Kawasan Jasa Hiburan Kawasan Wisata Kawasan Bantaran Sungai Kawasan Longsor Kawasan………… Kawasan………… SUB INDIKATOR 3 Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak 4. Orang ………….≤ 15 Tahun > 15 .56 Tahun > 56 Tahun TH 2 4 …………. Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur JUMLAH TH 1 3 …………. Orang …………. Orang No 1 1 2 3 4 5 6 INDIKATOR 2 0-12 > 1 . Orang …………. Orang …………. Orang …………. Orang ………….< 5 Tahun ≥ 5 . Orang ………….3. Jarak Ke Pusat Pemerintahan No 1 1 2 3 INDIKATOR 2 Ke pemerintahan Kecamatan Ke pemerintahan Kabupaten/ kota Ke Pemerintah Provinsi SUB INDIKATOR 3 ……………. Km ……………. Orang …………. Orang …………. Orang …………. Km ……………. Km B. Data Penduduk 1. Orang .< 7 Tahun ≥ 7 .

Jumlah penduduk buta huruf 2.buah ……….. Orang …………. Jumlah SLTP/Sederajat 3.buah ……….buah ………. Jumlah Penduduk usia 715 tahun masih sekolah 3. Orang …………. orang ………. Orang …………. Orang ………….. orang ………. orang ……….. KK TH 2 4 …………. KK C. Jumlah penduduk tamat SLTA/Sederajat 6. Jumlah Penduduk tamat D-3 2.. orang ……….2. Jumlah penduduk tamat SLTP/Sederajat 5... Lembaga pendidikan lain (Kursus/sejenisnya) ………. Jumlah penduduk tamat D-3 1. Lembaga Pendidikan agama 5.orang ………. Wajib Belajar 9 tahun dan putus sekolah ……….orang ………. Jumlah penduduk tidak tamat SD/Sederajat 3. Jumlah Penduduk tamat D-2 8..... orang ………. Orang …………. orang ………... Pendidikan NO.. Jumlah penduduk tamat SD/Sederajat 4.. Pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas 1..orang ……….orang ……….orang ………. DATA TINGKAT PERKEMBANGAN 1. Jumlah SLTA/Sederajat 2. orang ……….orang ……….buah ……….buah ……….. Jumlah penduduk usia 715 tahun putus sekolah 1. Prasarana Pendidikan ………. orang ……… orang ……. 1 INDIKATOR 2 SUB INDIKATOR 3 JUMLAH TH 1 4 TH 2 5 1.orang 2.orang ……….. Jumlah penduduk tamat D-1 7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jender No 1 1 2 3 4 INDIKATOR 2 Jumlah Penduduk Jumlah Laki-Laki Jumlah Perempuan Jumlah Kepala Keluarga JUMLAH TH 1 3 ………….buah .. orang ……… orang ……… orang ……… orang 3.buah ………..buah ……….buah ………. Orang …………. Jumlah SD/Sederajat 4.. orang ……….buah ……….

Kepemilikan Jamban …………. orang …….RT TH 2 5 ……. 5.RT …………. Total rumah tangga yg tidak mempunyai jamban/WC 3. Pengguna embun 8. orang ……………. Pengguna hidran umum 6. orang ………. Pengguna sumur gali 4. orang ……. Pengguna MCK JUMLAH TH 1 4 ……… orang ………. Pengguna mata air 5. orang …….RT ………….RT …………RT ………….RT ………….RT ………….RT …………. orang ………. Total rumah tangga dapat akses air bersih 2.RT …………RT ………….RT …………. Angka harapan hidup Cakupan Pemenuhan Kebutuhan Hidup 6.Total rumah tangga tidak mendapat air bersih 1. Pengguna air sumur pompa 3.. Jumlah balita gizi baik 4. Cakupan Imunisasi 4. lainnya 10.. orang ……. Cakupan imunisasi DPT-1 3.. Kesehatan Masyarakat No 1 1. Cakupan imunisasi polio 2.RT ………….2. INDIKATOR 2 Kematian bayi Gizi dan Kematian Balita SUB INDIKATOR 3 1. Pengguna penam pung air hujan 7.orang ………. jumlah bayi lahir 2. Jumlah balita mati 1. …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT …………RT 3..RT …………. Total rumah tangga mempunyai jamban/ WC 2. orang ……. orang ………. 2. orang ……………… …………. orang ………. orang ……. orang ……. orang ………. orang ………. Jumlah balita 2. orang ……. jumlah bayi mati 1.RT …………. Pengguna perpipaan 9.RT …………RT . Cakupan imunisasi BCG Angka harapan hidup 1. Jumlah balita gizi buruk 3....

.3.. Pangkalan ojek. Rp………. Rp……….. Toko/kios 5. Peternakan 5... Pendapatan Rp………. Perdagangan 7. Warung makan 6.Kel ………. Perkebunan 4. Usaha Penginapan/ Hotel dan sejenisnya 9.Kel ………. INDIKATOR 2 Pengangguran SUB INDIKATOR 3 1.. Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak ………. Rp………. Perikanan 6. Rp………. becak. Jumlah Keluarga Sejahtera 3 6. Kehutanan 3. Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak ………. Ekonomi Masyarakat No 1 1..Kel ………. orang ……….. Rp……….Kel ………..Kel ……….. Pasar 2. Jumlah keluarga sejahtera 1 4.Industri rumah tangga 1. orang ………..jumlah penduduk usia kerja 15-56 tahun 2.Kel ………. Kelembagaan Ekonomi 4. Jumlah Keluarga Sejahtera 3 plus JUMLAH TH 1 4 ………. orang ……….. Rp………. orang ……….. Rp………. Rp………... Jumlah Keluarga Sejahtera 2 5..Kel Rp………. BUMdes 4.Kel ………. Rp……….. Rp……….. Angkutan 7. Jumlah Keluarga 2..Jumlah penduduk usia 15-56 orang 3. Jumlah Keluarga Prasejahtera 3. Rp………. delman atau sejenisnya 1.Kel 3.. Rp………..Kel ……….. Rp……….Penduduk usia >15 tahun cacat sehingga tidak dapat bekerja Sumber Pendapatan 1..Penduduk wanita usia 15-56 tahun menjadi ibu rumah tangga 4. Jasa 8. Pertanian 2. orang 2.. orang TH 2 5 ……….. Rp………. Rp………. Rp………. Rp………. orang ………. Lembaga Koperasi/ sejenisnya 3.. Tingkat Kesejahteraan . Pariwisata 10. Rp……….Kel ……….Kel ………. orang ……….

Keamanan dan Ketertiban No 1 INDIKATOR 2 SUB INDIKATOR 3 JUMLAH TH 1 4 TH 2 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Konflik antar kelompok 2. Konflik berbau agama Perkelahian 1. Jumlah kelompok ronda Swakarsa Konflik Sara ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus …… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… unit ……… orang ……… Kel ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… kasus ……… unit ……… orang ……… Kel . Jumlah kasus kehamilan di luar nikah Kasus Kekerasan 1. Jumlah kasus pembunuhan 2. Konflik antar etnis 3. Jumlah anggota hansip dalam Keamanan 3. Kasus pencurian/ Perampokan perampokan 2. Kasus Pencurian/ perampokkan dengan pelaku dari desa setempat Perjudian Kasus Perjudian Narkoba 1. Kasus perkelahian yang meninggalkan luka parah Pencurian dan 1. Kekerasan terhadap anggota keluarga lain Penculikan Jumlah kasus penculikan Partisipasi 1. Jumlah kasus pembunuhan dengan pelaku penduduk desa setempat Kejahatan 1.4. Kasus pencurian/ perampokan dengan kekerasan 3. Jumlah Kasus Penduduk yang menjadi korban narkoba Prostitusi Kasus Protistusi Pembunuhan 1. Jumlah kasus perkosaan Seksual 2. Jumlah kasus narkoba dengan pelaku penduduk setempat 2. Kekerasan terhadap suami Tangga 3. Jumlah kasus perkosaan pada anak 3. Jumlah Pos siskamling masyarakat 2. Kasus Perkelahian 2. Jumlah kasus pembunuhan yang korbannya penduduk setempat 3. Kekerasan terhadap isteri dalam Rumah 2. Kasus perkelahian yang menimbulkan korban jiwa 3. Kekerasan terhadap anak 4.

Pemilihan Kepala Desa 4 5 Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kegotongroyongan Penduduk ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali ……… kali . Presiden/wakil Presiden • Jumlah penduduk memiliki hak pilih • Jumlah penduduk memiliki hak pilih 1.5. Partisipasi Masyarakat JUMLAH TH 1 4 ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang Musyawarah/ dipilih ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… kali No 1 1. Pemilihan Kepala Daerah 3. Jumlah kegiatan Gotong royong dalam membangun rumah 2. Kegiatan gotong royong lainnya 8. Jumlah penduduk yang ikut dalam Musrenbang 2. Jumlah kegiatan gotong royong membangun saluran irigasi 6. Jumlah Kegiatan gotong royong menjaga kebersihan kota 4. Legislatif • Jumlah penduduk menggunakan hak pilih • Jumlah penduduk menggunakan hak pilih 2. Jumlah peserta perempuan 1. Gubernur/ Wakil Gubernur • Jumlah penduduk memiliki hak pilih • Jumlah penduduk menggunakan hak pilih 2. INDIKATOR 2 Pemilihan Umum SUB INDIKATOR 3 1. Kegiatan bulan bakti gotong royong TH 2 5 ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang Musyawarah/ dipilih ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… orang ……… kali 2. Jumlah kegiatan gotong royong menjaga kebersihan kota 3. Bupati/Wakil Bupati • Jumlah penduduk memiliki hak pilih • Jumlah Penduduk menggunakan hak pilih Cara penentuan Kepala Desa/ Sebutan lain • Jumlah penduduk memiliki hak pilih • Jumlah Penduduk menggunakan hak pilih 1. Jumlah kegiatan gotongroyong membangun jalan/ jembatan 5. Jumlah kegiatan gotong royong penanggulangan bencana 7. Jumlah peserta Laki-laki 3.

.6. Administrasi Desa • Administrasi umum • Administrasi keuangan • Administrasi Penduduk • Administrasi BPD • Administrasi Pembangunan • Administrasi lainnya • Peta Wilayah 4. Akuntabilitasi • Pertanggung jawaban Kades kepada Pemerintahan atasan • Penyampaian keterangan tentang laporan pertanggung jawaban kepada BPD • Penyampaian informasi kepada masyarakat tentang pokok-pokok pertanggung jawaban 1. Keuangan • APBD Kelurahan • Belanja Pembangunan JUMLAH TH 1 4 TH 2 5 Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Lengkap/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Rp………. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) • Kantor • Anggaran • Buku Data Keputusan BPD • Buku Data anggota BPD • Buku data Kegiatan BPD • Buku sekretariat BPD • Mesin tik/ komputer 2. Rp………. Sarana Prasarana • Gedung Kantor • Gedung Pertemuan • Perangkat Kelurahan • Mesin tik/ komputer • Kendaraan dinas lurah • Struktur Organisasi 2. Pemerintahan Desa • Gedung kantor • Buku data perangkat desa • Perangkat desa 3. Rp……….... Rp……….... Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak 2 Pemerintahan Kelurahan Baik/rusak Ada/tidak Lengkap/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Baik/rusak Ada/tidak Lengkap/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak . Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Lengkap/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Rp………. Keuangan Desa • APBD desa • Jumlah PAD desa • Alokasi Dana Desa (ADD) • Bantuan/Hibah desa 5. Rp………. Rp………. Pemerintahan No 1 1 INDIKATOR 2 Pemerintahan Desa SUB INDIKATOR 3 1.. Rp……….

7. 3. Organisasi Perempuan Organisasi Pemuda Organisasi Profesi Organisasi Bapak LKMD atau sebutan lain Kelompok Gotong Royong Karang Taruna Lembaga Adat Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Keberadaan Aktivitas Lembaga adat dalam pengelolaan hutan Lembaga adat dalam pengelolaan pertanian/irigasi Lembaga adat dalam pengelolaan laut/pantai Lembaga adat dalam penyelesaian konflik warga Lembaga Adat perkawinan Lembaga adat lainnya Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak Ada/Tidak . 6. 4. 5. Lembaga Kemasyarakatan No 1 INDIKATOR 2 SUB INDIKATOR 3 KEBERADAAN 4 1. Akuntabilitasi • Kota Pengaduan Masyarakat • Laporan Kinerja tahunan • Laporan akhir jabatan Lurah • Papan informasi pelayanan • Loket Pelayanan 4. 2.• Bantuan/Hibah Lainnya 3. Administrasi • Buku registrasi pelayanan • Buku Profil Kelurahan • Administrasi Keuangan • Kartu uraian tugas • Administrasi penduduk • Administrasi Pembangunan • Buku data lembaga kemasyarakatan • Buku Registrasi umum • Peta wilayah Kelurahan Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak Ada/tidak 7. 8.

≤ 2% > 2% . Perumahan dan tata laksana rumah tangga 6.≤ 2% > 2% .8.≤ 4% > 4% . Pendidikan Masyarakat 1 Presentase Penduduk Tamat SLTP PENILAIAN Bila meningkat kurang dari 1% ≥ 1% .≤ 25% SKOR 5 . Kelompok Kerja 2.≤ 10% > 10% . Organisasi PKK 1. Kesehatan 8.≤ 6% > 6% . Skor Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan No INDIKATOR I.≤ 4% > 4% .≤ 8% > 8% .≤ 15% > 15% .≤ 8% > 8% Bila meningkat kurang dari 5% ≥ 5% . Pengemban Kehidupan Berkoprasi 9. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila 2.≤ 6% >6% Tidak ada peningkatan Ada Peningkatan Bila menurun kurang dari 10% ≥ 10% . Gotong Royong 3.≤ 12% > 12% Bila menurun kurang dari 1% ≥ 1% .≤ 20% > 20% . Perencanaan sehat Kelengkapan : 1. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga No 1 INDIKATOR 2 SUB INDIKATOR 3 JUMLAH TH 1 TH 2 4 5 1 Realisasi 10 Program Pokok PKK 2. Sandang 5. Pendidikan dan keterampilan 7. Kelompok Dasa Warsa ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg Ada/Tidak Ada/Tidak ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg ………keg Ada/Tidak Ada/Tidak II. Pelestarian lingkungan Hidup 10.100 1 4 6 12 18 20 1 4 6 12 18 20 1 4 6 12 18 20 1 4 8 16 20 1 20 9 .≤ 6% > 6% .≤ 8% > 8% Bila menurun kurang dari 1% ≥ 1% .150 1 4 8 12 2 Presentase Penduduk Buta Huruf 3 Realisasi Wajar 9 Tahun 4 Angka Putus Sekolah 5 II Sarana Pendidikan Kesehatan Masyarakat 1 Kematian Bayi . Pangan 4.≤ 6% > 6% .≤ 4% > 4% .≤ 2% > 2% .

≤ 20% > 20% .≤ 30% > 30% Bila menurun kurang dari 10% ≥ 10% .≤ 15% > 15% .≤ 6% > 6% .≤ 2% > 2% .≤ 20% > 20% .≤ 4% > 4% .≤ 15% > 15% .≤ 20% > 20% .≤ 10% > 10% .≤ 2% > 2% .≤ 8% > 8% Bila menurun kurang dari 1% ≥ 1% .≤ 4% > 4% .≤ 30% > 30% Bila Balita bergizi buruk menurun kurang dari 5% ≥ 5% .≤ 15% > 15% .≤ 2% > 2% .≤ 25% > 25% Bila meningkat kurang dari 5% ≥ 5% .≤ 2% > 2% .≤ 25% > 25% Bila meningkat kurang dari 5% ≥ 5% .≤ 10% > 10% .≤ 4% > 4% .≤ 15% > 15% .≤ 20% > 20% .≤ 10% > 10% .≤ 4% 18 20 1 4 8 12 18 20 1 4 8 12 18 20 1 2 4 6 8 10 1 2 4 6 8 10 1 2 4 6 8 10 1 4 8 12 16 20 1 4 8 12 16 20 1 4 8 12 16 20 4 .2 Kematian Balita 3 Gizi Balita > 25% .≤ 8% > 8% Bila meningkat kurang dari 1% ≥ 1% .40 1 2 4 4 Cakupan Imunisasi Polio – 3 DPT .≤ 6% > 6% .1 BCG 5 Angka Harapan Hidup 6 Cakupan Pemenuhan Air Bersih 7 Pemilikan Jamban III Ekonomi Masyarakat 1 Presentase Pengangguran .≤ 8% > 8% Bila Pemilikkan Jamban Kurang dari 1% ≥ 1% .≤ 25% > 25% Bila meningkat kurang dari 5% ≥ 5% .≤ 6% > 6% .≤ 25% > 25% Bila meningkat kurang dari 1 tahun ≥ 1% .≤ 25% > 25% .≤ 10% > 10% .≤ 20% > 20% .≤ 15% > 15% .

≤ 6% > 6% .≤ 2% > 2% . 3.≤ 8% > 8% Bila meningkat kurang dari 1% ≥ 1% .≤ 4% > 4% .≤ 2% > 2% . 1 Partisipsi Masyarakat dalam 1 Keamanan Partisipasi Masyarakat 1.70 8 10 8 10 8 10 8 10 8 10 8 10 1 5 IV Keamanan dan Ketertiban 1 Konflik Sara 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perkelahian Pencurian / Perampokkan Perjudian Kasus Narkoba Portitusi Pembunuhan Kejahatan Seksual Kekerasan tangga Penculikan dalam rumah V.2 Pendapatan Perkapita 3 4 Lembaga Ekonomi Tingkat Kesejahteraan > 4% .≤ 4% > 4% . 5.≤ 6% > 6% . 4.≤ 6% > 6% .55 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 44 .≤ 8% > 8% Bila menurun Bila tetap Bila meningkat Bila KK prasejahtera menurut kurang dari 1% ≥ 1% . Pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Pemilihan Kepala Desa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) . Pemilihan Umum Pemilihan Presiden Pemilihan Legislatif 2.≤ 8% > 8% Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila meningkat Bila menurun/tidak ada Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila < 75% Bila ≥ 75% Bila Partisipasi masyarakat menurun Bila partisipasi masyarakat meningkat 6 8 10 1 2 4 6 8 10 1 5 10 1 2 4 6 8 10 11 .

≤ 6% > 6% .≤ 4% > 4% .≤ 2% > 2% .70 VI Pemerintahan A.≤ 8% > 8% Bila PAD meningkat kurang dari 1 Tahun ≥ 1% .≤ 6% > 6% . Gotong Royong Bila Partisipasi laki-laki menurun Bila Partisipasi laki-laki meningkat Bila kegiatan Gotong Royong Menurun Bila kegiatan gotong royong meningkat 1 5 1 5 6 .≤ 2% > 2% . Administrasi Kelurahan 3.≤ 8% > 8% Bila tidak ada Bila ada 1 Bila ada 2 Bila semua ada Bila kurang dari 3 sarana Bila ada 3-5 macam sarana Bila ada 6 sarana Bila kurang dari 3-4 macam Bila ada 4-7 macam Bila ada 8-9 macam Bila APBD meningkat kurang dari 1 tahun ≥ 1% .≤ 8% > 8% Bila hibah meningkat kurang dari 1 tahun ≥ 1% .≤ 4% > 4% .≤ 2% > 2% . Pemerintah Desa 1 5 10 1 5 10 1 5 10 1 2 4 6 8 10 1 2 4 6 8 10 1 2 4 6 8 10 0 2 5 10 1 5 10 1 5 10 1 2 4 6 8 10 3. Keuangan Kelurahan . Badan Daerah (BPD) Bila kurang dari 3 sarana Bila ada 3-5 macam sarana Bila ada 6-7 sarana Bila kurang dari 2 Bila ada 2 atau 3 Bila sarana dan Prasarana lengkap Bila Kurang dari 4 Bila ada 2-7 Bila Lengkap Bila APBD meningkat kurang dari 1 tahun ≥ 1% . Administrasi Desa Keuangan Desa 5. Sarana Prasarana 2.≤ 6% > 6% . Pemerintah Kelurahan 1. 4.≤ 4% > 4% .6.≤ 6% > 6% .≤ 4% > 4% .≤ 2% > 2% .≤ 8% > 8% 2. Akuntabilitas B. Peningkatan Desa Permusyawaratan 1.

Akuntabilitasi Bila belanja pembangunan meningkat kurang dari 1 Tahun ≥ 1% .≤ 8% > 8% Bila Hibah meningkat kurang dari 1 tahun ≥ 1% .10 kegiatan Tidak ada Ada 1 Kelengkapan Ada 2 Kelengkapan 2 Kelengkapan Organisasi .≤ 2% > 2% .4 kegiatan PKK Terealisasi 5 .≤ 6% > 6% .25 1 5 10 15 20 0 3 5 VII Lembaga Kemasyarakatan 1 Organisi Perempuan 2 Organisasi Pemuda 3 Organisasi Profesi 4 Organisasi Bapak 5 LKMD atau sebutan lain 6 Kelompok Gotong Royong 7 Karang Taruna 8 Lembaga Adat VIII.45 0 2 5 0 2 5 0 2 5 0 2 5 0 2 5 0 2 5 0 2 5 0 2 4 6 8 10 1 .≤ 8% > 8% Bila tidak ada Bila ada 1s.8 kegiatan Terealisasi 9 . Kesejahteraan Keluarga / PKK 1 Realisasi Program Pokok Terealisasi 2 Kegiatan Terealisasi 3 .d 5 Bila semua ada Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Tidak ada Ada dan tidak aktif Bila ada dan aktif Bila tidak ada Bila hanya ada 1 Bila hanya ada 2 Bila ada 3 lembaga Bila ada 4 lembaga Bila ada ≥ 4 lembaga 1 2 4 6 8 10 1 2 4 6 8 10 0 2 5 10 0 .≤ 2% > 2% .≤ 6% > 6% .≤ 4% > 4% .≤ 4% > 4% .5.d 2 Bila ada 3 s.6 kegiatan Terealisasi 7 .

3. 3. Alokasi anggaran untuk program pengentasan kemiskinan. ttd H. 2. 4. Kebijakan daerah dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan. Perencanaan Partisipatif. 8. Kepala Desa dan Lurah beserta perangkatnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa dan kelurahan: 1. Pemahaman terhadap kebijakan-kebijakan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa dan kelurahan. SE . Alokasi Dana Desa (ADD). MA’RUF. Tingkat kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan: 1. Kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat. 7. 3. Kebijakan daerah dalam rangka pemberdayaan pemerintah desa dan kelurahan. Dilihat dari tingkat perkembangan masyarakat desa dan kelurahan selama 2 (Dua) tahun terakhir berdasarkan indikator: 1. Partisipasi masyarakat. pembangunan dan kemasyarakatan. Pemahaman terhadap potensi. 5. 6. 4. Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. MENTERI DALAM NEGERI. II. 5. 5. 4. dan 8. Visi dan Misi pemberdayaan masyarakat. 4. Keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa serta pemberdayaan pemerintah desa dan kelurahan. Strategi pemberdayaan masyarakat. 2. Kualitas dan kuantitas sumber daya aparat yang menangani pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan. 3. 6. Tindak lanjut kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kebijakan dalam pemberdayaan masyarakat. Eksistensi Institusi pemberdayaan masyarakat dan desa. Pemerintahan. Alokasi anggaran untuk program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan. tingkat perkembangan desa/kelurahan serta penghambat pengembangan masyarakat desa dan kelurahan. MOH. III. 2. Ekonomi Masyar. Pendidikan. Keamanan dan ketertiban. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. 7.akat. 2. Lembaga kemasyarakatan. Inisiatif dan kreativitas daerah dalam keberdayaan masyarakat dan pemerintah desa dan kelurahan: 1. Kinerja Camat.LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 13 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN TINGKAT NASIONAL I. IV. Kebijakan daerah dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan. Kesehatan masyarakat.

yang diuraikan dalam: nama desa/kelurahan. Pelaksanaan dan penilaian perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan.. PELAKSANAAN PERLOMBAAN A.. Dasar C Sistematika II. Umum B.. Saran ... Sasaran Penilaian B... Lain –lain VII.. Hasil yang dicapai.. SASARAN DAN SISTEM PENILAIAN A.. Pemerintah Daerah B. hasil pembangunan yang menonjol dan skor perlombaan desa dan kelurahan IV.. JENIS PENGHARGAAN YANG DIBERIKAN VI.. Kesimpulan B.. I. jura-juara perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan.. Sistem Penilaian C. B. PERMASALAHAN DAN PEMECAHANNYA A.... kabupaten/kota dan provinsi.... PEMBIAYAAN A. .. Permasalahan yang timbul B. Tertib Penilaian III... POTENSI PENGEMBANGAN UNGGULAN V. PENDAHULUAN A. TAHUN . KESIMPULAN DAN SARAN A. meliputi: Desa juara pertama. Upaya Pemecahan VII. kabupaten/kota serta provinsi..LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 13 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 LAPORAN PELAKSANAAN PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN DI KECAMATAN/KABUPATEN/KOTA/PROVINSI ..

SE . C. Surat Keputusan Camatj BupatijWalikotaj Gubernur tentang Penetapan Desa dan Kelurahan Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan di daerah masingmasing. ttd H. MA’RUF. LAMPIRAN-LAMPIRAN A. Lain-lain yang dianggap perlu. MENTERI DALAM NEGERI. PENUTUP X.IX. MOH. Buku profil desa dan kelurahan juara-juara perlombaan desa dan kelurahan. riwayat hidup kepala desa dan lurah. B.