Ilmu terbagi menjadi dua pandangan yaitu ilmu bebas nilai (value free) dan ilmu terikat nilai

/ ilmu tak bebas nilai (value bound). Berikut penjelasannya, 1. Paradigma Ilmu Bebas Nilai Ilmu bebas nilai dalam bahasa Inggris sering disebut dengan value free, yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi adalah bersifat otonom. Ilmu secara otonom tidak memiliki keterkaitan sama seklai dengan nilai. Bebas nilai berarti semua kegiatan terkait dengan penyelidikan ilmiah harus disandarkan pada hakikat ilmu itu sendiri. Ilmu menolak campur tangan faktro eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu itu sendiri. Josep Situmorang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya ada 3 faktor sebagai indikator bahwa ilmu itu bebas nilai, yaitu: a. Ilmu harus bebas dari pengendalian-pengendalian nilai. Maksudnya adalah bahwa ilmu harus bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor ideologis, religious, cultural, dan social. b. Diperlukan adanya kebebasan usaha ilmiah agar otonom ilmu terjamin. Kebebasan di sisni menyangkut kemungkinan yang tersedia dan penentuan diri. c. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu, karena nilai etis sendiri itu bersifat universal. Dalam pandanagn ilmu yang bebas nilai, eksplorasi alam tanpa batas dapat dibenarkan, karena hal tersebut untuk kepentingan ilmu itu sendiri, yang terkdang hal tersebut dapat merugikan lingkungan. Contoh untuk hal ini adalah teknologi air condition, yang ternyata berpengaruh pada pemansan global dan lubang ozon semakin melebar, tetapi ilmu pembuatan alat pendingin ruangan ini semata untuk pengembangan teknologi itu dengan tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulakan pada lingkungan sekitar. Setidaknya, ada problem nilai ekologis dalam ilmu tersebut, tetapi ilmu bebas nilai menganggap nilai ekologis tersebut menghambat perkembangan ilmu. Dalam ilmu bebas nilai tujuan dari ilimu itu untuk ilmu. 2. Paradigma Ilmu Tidak Bebas Nilai Ilmu yang tidak bebas nilai (value bond) memandang bahwa ilmu itu selalu terikat dengan nilai dan harus dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek nilai. Perkembangan nilai tidak lepas dari dari nilai-nilai ekonomis, sosial, religius, dan nilai-nilai yang lainnya.

Yogyakarta : Tiara wacana.Menurut salah satu filsof yang mengerti teori value bond. Yogyakarta : Tiara Wacana Surajiyo. a. sosial. .undip. Pengantar Filsafat Ilmu. 2007. http : blogpendidikan.ppt Jujun S. Ilmu ini menyelidiki gejala-gejala alam secara empiris dan menyajikan hasil penyelidikan untuk kepentingan-kepentingan manusia. Ilmu yang tidak bebas nilai ini memandang bahwa ilmu itu selalu terkait dengan nilai dan harus di kembangkan dengan mempertimbangkan nilai. Beerling. (1997) Pengantar Filsafat Ilmu dan Ilmu Sosial Dasar. Pengantar Filsafat Ilmu. c. 2005. ekonomi. b. memperlancar hubungan sosial. Suriasumantri. Sadar diri amat dipentingkan disini. (2005) Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. keagamaan. Yaitu membongkar penindasan dan mendewasakan manusia pada otonomi dirinya sendiri. Bandung : CV Kayumas. Ghozali Bachri. Pengetahuan yang kedua. Pengetahuan yang ketiga. sekalipun ilmu alam tidak mungkin bebas nilai.ac. Dia juga membedakan ilmu menjadi 3 macam. lingkungan dan sebagainya. Aspek kemasyarakatan yang dibicarakan adalah hubungan sosial atau interaksi. sedangkan kepentingan yang dikejar oleh pengetahuana ini adalah pemahaman makna. Mooij Van Peursen. Rinjin. Ilmu jelas tidak mungkin bisa terlepas dari nilai-nilai kepentingan-kepentingan baik politik. sesuai kepentingan-kepentingan masing-masing. Filsafat Ilmu. karena tidak menyelidiki sesuatu dan tidak menghasilkan sesuatu. karena setiap ilmu selau ada kepentingan-kepentingan.id/images/stories/prof_soedharsono. 1986. Pengetahuan teknis ini menghasilkan teknologi sebagai upaya manusia untuk mengelola dunia atau alamnya. yaitu Jurgen Habermas berpendapat bahwa ilmu. Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. berupa ilmu-ilmu alam yang bekerja secara empiris-analitis. Jakarta : Bumi aksara. dkk. Ketut. Aspek sosial yang mendasarinya adalah dominasi kekuasaan dan kepentingan yang dikejar adalah pembebasan atau emansipasi manusia. berlawanan dengan pengetahuana yang pertama. melainkan memahami manusia sebagai sesamanya. Dari ilmu ini pula disusun teori-teori yang ilmiah agar dapat diturunkan pengetahuan-pengetahuan terapan yang besifat teknis. Suatu pengantar Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Kwee.com/info/ilmu_bebas_nilai www.magri. Jakarta : Sinar Harapan. teori kritis. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga. Pengetahuan yang pertama.

saling pengertian karena pemahaman makna. sebab tidak menyelidiki sesuatu dan tidak menghasilkan sesuatu. yusuf. Lubis. Ilmu-ilmu ini menyelidiki gejala-gejala alam secar empiris dan meyajikan hasil penyelidikan itu untuk kepentingan-kepentingan manusia. Pengetahuan yang kedua mempunyai pola yang sangat berlainan. Pengetahuan teknis ini menghasilkan teknologi sebagai upaya manusia mengelola dunia atau alamnya. Pengembangan ilmu jelas tidak mungkin bisa terlepas dari nilai-nilai. memperlancar hubungan sosial. Pengetahuan yang pertama berupa ilmu-ilmu alam yang bekerja secara empiris-analitis. (2001) Al-Qur’an Akal dan Ilmu Pengetahuan. (1994) Filsafat Ilmu dan Penelitian . lepas dari kepentingankepentingan baik politis.Qardhawi. Sifat historis memperlihatkan adanya gjala perkembangan dari objek yang diselidiki. yaitu penafsiran menurut tatacara tertentu yang dihasilkanoleh pengetahuan itu. Pengetahuan ini oleh Habermas disebut dengan studi historis Harmenetik. melainkan memahami manusia sebagai sesamanya. religius. Yang membedakan tiga macam ilmu dengan kepnentingan masingmasing. ekonomis.Hum Hal : 172-173 Berbeda dengan ilmu yang bebas nilai. Hasil yang bisa diperoleh dari sini adalah kemampuan komunikasi. Aspek kemasyarakatan yang dibicarakan di sini adalah hubungan sosial atau interaksi. sosial. Rizal Mustansyir M. Jakarta gema insane press. Yogyaka (1) Buku: Filsafat Ilmu Pengarang: Pokja akademik Hal :123-124 (2) Buku : Filsafat Ilmu Pengarang : Drs. yakni manusia.Hum dan Drs. Misnal Munir M. ekologis dsb. Dia berpendapat bahwa ilmu bahkan ilmu alam sekalipun tidaklah mungkin bebas nilai karena pengembangan setiap ilmu selalu ada kepentingan-kepentingan. Bandung: CV Mandar Maju Beerling. (1986) Pengantar Filsafat Ilmu. Teori-teori ilmiah disusun agar darinya dapat diturunkan pengetahuan terapan yang bersifat teknis. sedangkan kepentingan yang dikejar oleh pengetahuan ini . Salah satu filosof yang memegangi teori valuebond adalah Jurgen habermas. Solly. Inilah arti hemenetik dimaksudkan. ilmu yang tidak bebas nilai (valuebond) memandang bahwa ilmu itu selalu terkait dengan nilai dan harus dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek nilai.

Sementara itu pengetahuan ketiga adalah teori kritis. maka ilmu itu sendiri tidak mungkin bekerja lepas dari nilai. manusia dn manusia. . yakni nilai rasional antara manusia dan alam. Aspek sosial yang mendasarinya adalah dominasi kekuasaan dan kepentingan yang dikejar adalah pembebasan atau emansipasi manusia. dan nilai penghormatan terhadap manusia. Sadar diri sangat dipentingkan disini. yang membongkar penindasan dan mendewasakan manusia pada otonomi dirinya sendiri.adalah pemahaman makna. Jika lahirnya ilmu saja terkait dengan nilai. Jelas sekali dalam pandangan habermas bahwa ilmu sendiri dikonstruksi untuk keoentingankepentingan tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful