Anda di halaman 1dari 7

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011

KARBOHIDRAT II (KARAKTERISTIK ZAT PATI)


Riska Pridamaulia, Hafiz Alim, Eka Martya Widyowati, dan Maharani Intan Kartika Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ABSTRAK Percobaan ini bertujuan untuk m engetahui karakteristik zat pati. Percobaan ini dilakukan den gan berbagai uji untuk mengetahui karakteristik zat pati, diantaranya uji iodium, uji hidrolisis dan uji benedict, serta uji iodium dengan reaksi balik. Hasil yang didapat dari uji iodium adalah pati yang direaksikan dengan iodium akan membentuk ikatan kompleks yang mem berikan wa rna biru. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akan terhidrolisis menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Pengujian laju hidrolisis dap at dilakukan dengan penambahan iodium. Hasil hidrolisis ini akan dibentuk ami lodekstrin yang mem beri warna biru dengan iodium, entrodekstrin yang me mberi warna merah den gan iodium, serta berturut-turut akan dibentuk akroodekstrin, maltosa, dan glukosa yang tidak memberi warna den gan iodium. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum, yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan ami lopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles, yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasa t mata karena hanya pada tingkat molekuler. Micelles ini dap at mengikat I2 yang terkandung dalam pereaksi iodium dan memberikan warna biru khas pada larutan yang di uji. Pada saa t pemanasa n, molekul-molekul akan saling menjauh sehingga mecelles-pun tidak lagi terbentuk akibatnya tidak bisa lagi memn gikat I2 karenanya warna biru yang ditimbulkan akan

menghilang. Micelles akan terbentuk kembali pada saat didi nginkan dan wa rna biru kembali muncul. Maka dari itu pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa pati memiliki karakteristik, diantaranya pati atau amilum direaksikan dengan iodium men ghasilkan warna biru karena reaksi antara amilum dengan iodin membentuk ikatan kompleks; pati atau amilum dap at dihidrolisis sempurna dalam suasana asam denga cara peman asan dan menghasilkan glukosa (monosakarida); serta pati atau amilum tidak memiliki sifat mereduksi.

Kata kunci: iodium.

karakteristik, pati, amilum, hidrolisis,

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011

PENDAHULUAN
Polisakarida karbohidrat larut dalam yang merupakan sifat kompleks memp unyai air dingin.

spesifik. Amilum atau pati dengan iodium menghasilkan warna biru atau ungu.

Timbulnya warna biru menand akan bahwa bagian dari a milosa lah yang membentuk senyawa. Sementara warna ungu atau

Polisakarida monosakarida,

merupakan

polimer

mangandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa. Amilum atau pati terbentuk lebih dari 500 molekul dalam monosakarida. Pati terdapat sebagai cadangan

merah lembayung men andakan reaksi yang terjadi adalah antara amilopektin dengan iodium. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akan terhidrolisis menjadi senyawa-

sen yawa yang lebih sederhana. Pengujian laju hidrolisis dapat dilakukan dengan Hasil hidrolisis ini

umbi-umbian

penambahan iodium.

makanan pada tumbuhan. Jika dilarutkan dalam air panas, pati dap at dipisahkan

akan dibentuk amilodekstrin yang memberi warna biru de ngan iodium, entrodekstrin yang mem beri warna merah den gan iodium, serta berturu t-turut akroodekstrin, akan maltosa, dan warna

menjadi dua fraksi utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Perbedaan jumlah terletak pada

bentuk rantai dan

monomernya.

dibentuk

Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan -1,4-glikosidik sehingga terbuka. memiliki 1000 unit glukosa yang mem buat molekul amilopektin lebih besar da ripada molekul amilosa. Amilopektin memiliki ikatan -1,4glikosidik namun sebagian memiliki ikatan 1,6-glikosidik. Karena adan ya ikatan 1,6glikosidik tersebut ,aka molekul molekul amilosa berupa rantai amilopektin

glukosa yang tidak

memberi

den gan iodium. Tahap pada saat larutan hasil hidrolisis sudah tidak warna menimbulkan

Sementara

biru dengan iodium dise but titik

akromatik. Uji benedict di lakukan untuk menguji kandungan karbohidrat seperti

monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Uji benedict men unjukkan hasil yang positif jika gula yang dikandung dalam karbohidrat memiliki sifat pereduksi, yang mengandung gugus aldehida a tau keton bebas akan

amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Pena mbahan polosakarida iodium akan pada suatu

mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwa rna merah bata. Yang termas uk gula pereduksi adalah

menyebabkan

terbentuknya kompleks ads orpsi bewarna

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011 monosakarida sukrosa. dan disakarida kecuali

dan tiap selang 3 menit, larutan diteteskan ke plat tetes kemudian ditambahkan setetes larutan iodium, lakukan tahap ini sampai wa rna biru tidak terbentuk lagi. Setelah

METODE
Dalam percobaan ini, kami menggunakan bahan dan alat yang diperlukan untuk

tidak

terbentuk

warna

biru,

hentikan

peman asan dan dinginkan larutan tersebut. Setelah dingin, larutan tersebut di lanjutkan dengan uji benedict, tetapi lakukan

mengetahui karakteristik pati, diantaranya adalah tabung reaksi dan raknya, plat tetes, pipet penjepit tetes, penangas serta air, stopwacht, lakmus.

penetralan sebelum uji bened ict dengan menambahkan larutan NaOH 10% diukur pH-nya menggunakan yang

kayu,

kertas

Sementara untuk bahan yang digunakan adalah, larutan pati, larutan iodium, HCl pekat, larutan NaOH 10%, larutan Natrium tiosulfat 1%, dan juga pereaksi benedict. Untuk mengetahui karakteristik zat pati, dalam percobaan ini kami melakukan

kertas lakmus/indikator universal. Setelah netral, ambil larutan tersebut ke reaksi, dengan pereaksi

sebanyak 10 tetes masukkan dalam tabung

kemudian tambahkan

benedict sebanyak 2 mL. Lalu panaskan campuran tersebut selama 5 men it dan kemudian amati yang terjadi. Uji selanjutnya, kami men yiapkan dua tabung reaksi yang masing-masing di isi dengan 5 mL larutan pati dan 30 tetes larutan iodin. Pada tabung reaksi pertama dipanas kan sampai hilangnya warna biru, kemudian dinginkan dan ama ti apakah

bebrapa uji. Pada uji yang pertama, kami menguji pati dengan larutan iodium.

Larutan pati yang ingin di uji, di diamkan sampai terbentuk terbentuk endapan. Setelah

endapan,

pisahkan

endapa n den gan supernatannya, masing-masing dalam dimas ukkan ke

tabung reaksi. Ke masing-masi ng tabung reaksi tersebut dan

wa rna biru terbentuk lagi atau tidak. Pada tabung reaksi kedua ditambahkan larutan natrium tiosulfat 1% sampai wa rna biru

ditambahkan den gan larutan iodium kemudian perhatikan yang terjadi. Uji kedua, yaitu hidrolisis perubahan

hilang, kemudian ama ti apakah wa rna biru pati. tibul kembali atau tidak.

Sebelumnya pati terlebih dahulu

diasakamkan den gan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada percobaan Karbohidrat II ini, untuk mengetahui karakteristik zat pati dilakukan tiga pengujian terhadap larutan pati atau amilum. Pengujian pertama, larutan amilum di diamkan dan dipisahkan antara

menggunakan HCl pekat, dalam percobaan ini kami menggunakan 10 mL larutan pati dan ditambahkan 5 tetes HCl pekat.

Setelah itu, larutan tersebut dipanas kan dalam pena ngas air. Saat mulai

meman askan larutan, nyalakan stopwatch

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011 supernatan dan endapannya. Lalu ke dalam supernatan larutan dan iodium. endapan Pada ungu iodium. juga ditambahkan supernatan setelah Begitupun

menit (tabel 1). Pembentukan glukosa ini dibuktikan dengan uji bened ict selanjutnya. Tapi sebelum dilakukan uji benedict,

menghasi lkan

warna

larutan yang dihasilkan dine tralkan dengan larutan NaOH 10% karena larutan bersifat asam setelah penambahan HCl pekat.

pen ambahan larutan pada endap an yang

menghasilkan

wa rna ungu. Hal ini men unjukkan bahwa pada larutan amilum yang digunakan lebih dominan kandungan amilosa amilopektinnya karena saat

Larutan yang sudah netral atau sampai basa tersebut d itambahkan pereaksi benedict dan dipanaskan. Hasilnya dipe roleh larutan bewarna hijau dan terbentuk endapan

dibandi ngkan

pen ambahan larutan iodium menghasilkan wa rna ungu. Ini berdasa rkan dengan

merah bata. Ini menunjukkan hasil positif adanya gula pereduksi pada larutan amilum tersebut. Gula perduksi yang mengandung gugus aldehida a tau keton bebas akan

literatur/teori yang ada bahwa karbohidrat golongan po lisakarida akan reaksi denganlarutan memberikan iodium dan

mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Ini

mem berikan warna pada

spesifik

bergantung

jenis karbohidratnya, yaitu amilosa

dengan iodium akan menghasilkan larutan berwa rna biru, amilopektin akan berwarna merah violet, dan glikogen maupun dextrin akan menghasilkan warna coklat. Pada pengujian kedua, uji hidrolisis pati, larutan pati ditambahkan asam, yakni HCl pekat, agar larutan bersifat asam. Larutan yang bersifat asam terhidrolisis ini dipanaskan akan senyawa-

ditunjukkan pada reaksi dibawa ini, O O RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O
Gula Pereduksi Endapan Merah Bata

Tabel 1. Pengamatan hasil hidrolisis.

Perlakuan

Pemanasan 3 men it ke-

Perubahan warna Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Hitam Hitam Hitam

menjadi

10 mL larutan amilun 1% ditambah 5 tetes HCl pekat kemudian dipanaskan dalm penangas air.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

senyawa yang lebih sede rhana. Hasil dari hidrolisis ini adalah menjadi glukosa berubahnya amilum amilum amilosa atau

karena

mengandung amilopktin yang

merupakan polimer dari

glukosa, oleh sebab i tu amilum di hidrolisis akan menghasilkan glukosa. Hidrolisis sempurna senyawa yang lebih apabila menjadi yang

sede rhana

terdeteksi pada perubahan warna. Hal ini terlihat pada perubahan warna setiap tiga

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011 12 13 14 15 16 17 18 19 Hitam Hitam Biru memudar Biru memudar Biru memudar Biru memudar Biru memudar Tidak bewarna

Pengujian

yang

ketiga

dilakukan

pen gama tan dua tabung reaksi, dengan tabung reaksi p ertama dipanas kan dan tabung reaksi kedua ditambahkan larutan natrium tisulfat 1%. Sebalumnya larutan amilum ditambahkan iodin mem bentuk larutan warna hasil amilum biru. dari

Warna biru ini merupakan ikatan kompleks an tara dengan iodin. Setalah

penambahan iodin, tabung reaksi pertama dipanaskan dan warna biru yang terbentuk akan menghilang. Dan sewaktu di diamkan menurut literatur/teori, warna biru akan terbentuk kembali, tetapi pada percobaan ini wa rna biru tidak terbentuk kembali. Pen gama tan terdapat pada tabel 2. Di dalam amilum amilum, send iri terdiri dari dua macam yaitu amilosa yang tidak larut

dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam micelles, air, amilosa yaitu akan membentuk

molekul-molekul

yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler. Micelles ini dap at mengikat I2 terkand ung dalam pereaksi mem berikan warna iodium yang dan

biru khas pada larutan yang di uji. Pada saat pemanasan, molekul-molekul akan saling menjauh sehingga mece lles-pun tidak lagi terbentuk akibatnya tidak bisa lagi

memngikat I2

karenanya warna biru menghilang. kembali pada warna biru pada percobaan

yang ditimbulkan akan Micelles akan terbentuk saat didinginkan dan kembali muncul. Tetapi

yang dilakukan, warna biru tidak terbentuk kembali, terbentuk yang secara teoritis seharunya kembali, ini mungkin

dikarenakan beberapa faktor yakni saat penam bahan iodin kurang teliti dan kurang tepat, dan juga larutan iodin yang

digunakan untuk pereaksi tidak dari iodin murni, tapi yang digunakan adalah iodin yang terkandung dalam obat penyembuh luka (yang kandungan iodinnya sedikit). Seda ngkan pada kedua tabung reaksi natrium yang setelah ion

ditambahkan

larutan biru menghilang

tiosulfat 1%, wa rna terbentuk akan

penambahan natrium tisulfat karena Na+

yang bersifat alkalis akan mengikat

iodium sehingga warna biru yang khas akan memudar dan menghilang.

Tabel 2. Uji iodium dengan reaksi balik

Larutan yang di uji Tabung I 10 mL Larutan pati

Perlakuan

pen gamatan

+ Iodium dipanaskan

Ungu Tidak bewarna

didiamkan

Tidak bewarna

Tabung II

+ Iodium

Ungu

Jurnal BIOKIMIA Praktikum ke-2, 2011 10 larutan pati mL + Natrium Tidak bewarna Tidak bewarna DAFTAR PUSTAKA Fessenden, dan Fesse nden. 1986. Kimia Organik edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga Fessenden, dan Fess enden. 1997.

Tiosulfat didiamkan

Dasar-dasar Kimia Organik. Jakarta:

KESIMPULAN
Karakteritik karbohidrat yang didapa tkan dari hasil percobaan yang dilakukan antara lain, menghasilkan senyawa kompleks

Binarupa Aksara Poedjiadi, Anna. 2007. Dasar-dasar

Biokimia. Jakarta: UI Press Arifqbio. Seri Pengantar Biokimia.

berwa rna

biru jika direaksikan dengan

hhtp://arifqbio.multiply.com/journal/i tem/15/seri_pengantar_Biokimia diakses pada tanggal 02 Nopember

iodium, dap at dihidrolisis se mpurna dalam suasana asam denga cara pemanasan dan

menghasilkan glukosa (monosakarida), dan tidak memiliki sifat mereduksi seperti pada monosakarida dan disakarida tidak bisa

2011 pukul 21:41 Filzahazny. 2009. Karbohidrat.

http://filzahazny.wordpress .com/200 9/07/10/karbohidrat/ diakses pada oksidator

kecuali sukrosa, yaitu mereduksi senyawa-senyawa sepe rti ion Cu2+.

tanggal 02 Nopember 2011 pukul 21:14 Rida. Karbohidrat. hhtp://

sweetir1s.multiply.com/journal/item/ 5 diakses pada tanggal 03 Nopember 2011 pukul 00:31