KETETAPAN KONGRES XII PEMUDA/KNPI

NOMOR: TAP. 08/KONGRES-XII/PEMUDA-KNPI/2008 tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KONGRES XII PEMUDA/KNPI, Menimbang : a. Bahwa untuk memberi jaminan landasan konstitusionil keberadaan KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, maka dipandang perlu untuk mensahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI; b. Bahwa oleh karena itu Kongres XII Pemuda/KNPI memandang perlu untuk menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI; : 1. 2. 3. 4. Undang-Undang No 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan; Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI; Peraturan dan Kebijakan Organisasi KNPI lainnya; Keputusan DPP KNPI Nomor: KEP. 073/DPP-KNPI/VIII/2008 tentang Kongres XII Pemuda/KNPI.

Mengingat

Memperhatikan

: Hasil Permusyawaratan dalam sidang Pleno VIII Kongres XII Pemuda/KNPI yang mensahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI, pada tanggal 27 Oktober 2008. MEMUTUSKAN

Menetapkan

: KETETAPAN KONGRES XII PEMUDA/KNPI TENTANG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KNPI Pasal 1

Mensahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI, adalah sebagaimana terlampir yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan ketetapan ini.

KONGRES XII PEMUDA/KNPI, Jakarta 25 – 28 Oktober 2008

42

Pasal 2 Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 27 Oktober 2008 KONGRES XII PEMUDA/KNPI PRESIDIUM SIDANG

SARMAN SIMANJORANG Ketua/Anggota

ANDI BROWNING Anggota

PURWANTO M. ALI Anggota

NATALIS SITUMORANG Anggota

ARBAIN SEMENDAWAI Anggota

KONGRES XII PEMUDA/KNPI, Jakarta 25 – 28 Oktober 2008

43

LAMPIRAN SATU: KETETAPAN KONGRES XII PEMUDA/KNPI NOMOR: TAP. 08/KONGRES-XII/PEMUDA-KNPI/2008 ANGGARAN DASAR KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PEMBUKAAN Bahwasanya dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, generasi muda memiliki peranan yang sangat menonjol dalam memainkan peran kepeloporannya, khususnya dalam mencetuskan ide-ide pembaharuan yang didasari pada militansi dan idealisme, sebagaimana dibuktikan pada tahun 1908 dengan momentum Kebangkitan Nasional, tahun 1928 dengan lahirnya Sumpah Pemuda, tahun 1945 dengan usaha merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tahun 1966 dengan munculnya Orde Baru, dan tahun 1973 terbentuknya KNPI melalui Deklarasi Pemuda, serta tahun 1998 dengan semangat kejuangannya yang kritis, dinamis dan rasional untuk menegakkan demokrasi, keadilan dan supremasi hukum yang berakumulasi secara sinergik dengan lahirnya era reformasi. Bahwasanya kaum muda sebagai sumber insani dan ahli waris serta penerus cita-cita bangsa, perlu mempersiapkan dan membina diri menjadi kader-kader bangsa, agar dapat menjadi generasi penerus yang berpandangan rasional, berbudi pekerti luhur, dan memiliki keterampilan serta bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik. Bahwasanya generasi muda Indonesia sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kaum muda sebagai suatu bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, serta berpedoman pada Haluan Negara, ikut serta mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempercepat pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bahwasanya untuk melanjutkan dan melaksanakan cita–cita bangsa serta mempersiapkan tunas-tunas bangsa dengan panggilan sejarah dan mewujudkan tanggung jawabnya, maka organisasi kemasyarakatan pemuda dan seluruh potensi pemuda Indonesia yang berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia, dengan landasan semangat kebersamaan untuk menumbuhkan, menggerakkan militansi dan idealisme, serta menyalurkan aspirasi dan potensi pemuda Indonesia demi tercapainya masa depan yang lebih baik. Sadar sepenuhnya akan panggilan suci yang termaktub dalam tapak-tapak sejarah, peranan, potensi dan tanggungjawab kaum muda, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami generasi muda Indonesia dengan ini menetapkan ANGGARAN DASAR KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA sebagai berikut: BAB I NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1. Organisasi ini bernama Komite Nasional Pemuda Indonesia disingkat KNPI. 2. KNPI didirikan pada tanggal 23 Juli 1973 di Jakarta untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. 3. Pusat organisasi KNPI berkedudukan di ibukota negara Republik Indonesia.

KONGRES XII PEMUDA/KNPI, Jakarta 25 – 28 Oktober 2008

44

3. Sebagai laboratorium kader pemuda Indonesia dalam rangka mengembangkan potensi insaniah pemuda yang berwawasan kebangsaan. taraf hidup. makmur dan sejahtera. Terciptanya pemuda Indonesia yang memiliki kemampuan intelektual. BAB III KEDAULATAN Pasal 4 Kedaulatan KNPI berada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kongres BAB IV STATUS. Terberdayakannya seluruh potensi pemuda Indonesia dalam berbagai dimensi kenegaraan dan kemasyarakatan demi mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil. berakhlak mulia. berbangsa dan bernegara guna mempercepat usaha pencapaian tujuan nasional. guna terjaminnya proses regenerasi dan kesinambungan masa depan bangsa. sebagai berikut: 1. guna mempercepat terciptanya masyarakat yang adil. 2. makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai wadah perekat kemajemukan pemuda Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan kemasyarakatan. SIFAT DAN FUNGSI Pasal 5 Status Status KNPI adalah satu-satunya wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di Indonesia Pasal 6 Sifat KNPI bersifat terbuka dan independen Pasal 7 Fungsi KNPI memiliki fungsi. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Terwujudnya persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai wadah perjuangan pemuda Indonesia dalam rangka peningkatan derajat. status dan kesejahteraan sosial. 3.BAB II AZAS DAN TUJUAN Pasal 2 Azas KNPI berazaskan Pancasila dan UUD 1945 Pasal 3 Tujuan KNPI memiliki tujuan sebagai berikut: 1. 2. mandiri dan betanggungjawab. dan memiliki keahlian profesional. dalam rangka menjamin kesinambungan Pembangunan Nasional. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 45 .

Rapat Pimpinan Nasional d. 3. Musyawarah Provinsi (Musprov KNPI) d. maka KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki usaha sebagai berikut: 1. Rapat Kerja Provinsi g. moralintegritas dan memiliki keterampilan profesional yang berdaya saing. semangat patriotisme.BAB V US AHA Pasal 8 Berdasarkan azas. Kongres Luar Biasa c. 3. Pada hakekatnya seluruh pemuda Indonesia adalah Anggota KNPI 2. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 46 . Mengembangkan wawasan kebangsaan. Rapat Kerja Nasional e. Mengembangkan kualitas sumber daya pemuda melalui kegiatan yang terintegrasi dan tersinkronisasi. BAB VII PERMUSYAWARATAN DAN ORGANISASI Pasal 10 Permusyawaratan dan Rapat-Rapat 1. serta jiwa pembaharu di kalangan pemuda sebagai pewaris masa depan bangsa melalui rangkaian program pemberdayaan pemuda. Anggota KNPI adalah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang mengakui eksistensi KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda. Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub KNPI) e. Membina dan mejalin komunikasi intensif diantara berbagai komponen kepemudaan yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan jenjang struktural kepengurusan KNPI melalui serangkaian program komunikasi dan kerjasama. Menggalang persahabatan antar pemuda. Hak dan kewajiban anggota diatur dalam ART KNPI. konspirasi dan kepentingan pemuda bersama kelembagaannya melalui pokok-pokok program yang berorientasi penyaluran potensi pemuda secara profesional. baik yang sedang berlangsung maupun yang akan terjadi untuk menciptakan ketahanan nasional dan perdamaian dunia. melalui program kepedulian secara aktif terhadap berbagai dinamika kemasyarakatan dan kepemudaan. tujuan. BAB VI KEANGGOTAAN Pasal 9 1. 4. Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa (Muskablub KNPI) KONGRES XII PEMUDA/KNPI. 5. baik di tingkat nasional. bahkan tingkat internasional. guna mewujudkan pemuda yang memiliki kualitas intelektual. sikap mental yang tangguh. 2. status. regional dan lokal. Musyawarah Kabupaten/Kota (Muskab/Muskot KNPI) h. 6. Melaksanakan upaya-upaya artikulasi dan agregasi terhadap berbagai aspirasi. Menggalang dan mengembangkan kedayaan pemuda dalam memperjuangkan kepentingan pemuda dalam berbagai dimensi pembangunan nasional secara adil dan bertanggungjawab dalam rangka mempermantap kehidupan sosial politik dan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. sifat dan fungsinya. Jenis-jenis Permusyawaratan: a. Kongres b. Rapat Pimpinan Provinsi f.

KNPI tingkat Kabupaten/Kota terdiri dari MPI Kabupaten/Kota dan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. j. Pasal 13 Kedudukan Kepengurusan Kedudukan kepengurusan KNPI sebagai berikut: 1. KNPI tingkat Kecamatan disebut Pengurus Kecamatan berkedudukan di Ibukota Kecamatan. Rapat Kooordinasi dan atau Konsultasi d. Rapat Konsultasi MPI dengan Dewan Pengurus Pasal 11 Struktur Organisasi 1. berkedudukan di Ibukota Provinsi. Kongres adalah pemegang kekuasaan tertinggi KNPI di tingkat nasional. KNPI tingkat Provinsi terdiri dari MPI Provinsi dan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. 4. 3. Pasal 12 Hirarki Kepengurusan Hirarki Kepengurusan Organisasi KNPI. Rapat Harian Dewan Pengurus c. Jenis-jenis Rapat: a. Rapat Majelis Pemuda Indonesia f. Majelis Pemuda Indonesia hanya memiliki sifat koordinasi dari pusat sampai kecamatan. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 47 . BAB VIII PERMUSYAWARATAN Pasal 14 Kongres 1. Di tingkat Kabupaten/Kota adalah Dewan Pengurus Daerah disingkat DPD KNPI Kabupaten/Kota yang berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota 4. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Rapat Komisi Dewan Pengurus e. berkedudukan di Ibukota Negara 2. Struktur Organisasi KNPI terdiri dari Majelis Pemuda Indonesia dan Dewan Pengurus. Di tingkat nasional adalah Dewan Pengurus Pusat disingkat DPP KNPI berkedudukan di ibukota negara. Majelis Pemuda Indonesia merupakan forum koordinasi dan konsultasi bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun di KNPI guna memberikan masukan-masukan dan saran-saran yang konstruktif dan strategis untuk kemajuan KNPI. 2. sebagai berikut: 1. Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota Rapat Kerja Kabupaten/Kota Musyawarah Kecamatan (Muscam KNPI) Rapat Kerja Kecamatan 2. KNPI tingkat Pusat terdiri dari Majelis Pemuda Indonesia Pusat dan Dewan Pengurus Pusat KNPI. Di tingkat provinsi adalah Dewan Pengurus Daerah disingkat DPD KNPI Provinsi berkedudukan di ibukota provinsi 3. Rapat Pleno Dewan Pengurus b. berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota. Di tingkat Kecamatan adalah Pengurus Kecamatan disingkat PK KNPI Kecamatan yang berkedudukan di ibukota Kecamatan. k. l. 2. 3. Dewan Pengurus mempunyai hubungan hirarkhi secara vertikal dari pusat sampai kecamatan 4.i.

2. 3. Musyawarah Provinsi berwenang: a. Kongres diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dewan Pengurus Pusat. Pasal 16 Musyawarah Provinsi 1. c. Musyawarah Kabupaten/Kota diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun. c. b. Memilih dan menetapkan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. Materi Musyawarah Provinsi disiapkan melalui Rapat Pimpinan Provinsi. 3. Kongres diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun. 5. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO). Wewenang Musyawarah Provinsi Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Provinsi sebagaimana diatur pada pasal 16 ayat 3 Angggaran Dasar ini. 2. Wewenang Kongres Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Kongres sebagaimana diatur pada pasal 14 ayat 3 Angggaran Dasar ini. Kongres Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya ½ (setengah) lebih satu dari jumlah keanggotaan organisasi kemasyarakatan pemuda yang berhimpun serta Dewan Pengurus Daerah KNPI Propinsi. Musyawarah Provinsi diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun. 4. Menilai Laporan Pertanggungjawaban DPD KNPI Provinsi dan Laporan Majelis Pemuda Indonesia Prfovinsi. Musyawarah Kabupaten/Kota berwenang: a. Musyawarah Provinsi adalah pemegang kekuasaan tertinggi KNPI di tingkat Provinsi. Musyawarah Kabupaten/Kota adalah pemegang kekuasaan tertinggi KNPI ditingkat Kabupaten/kota. 4. Memilih dan menetapkan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Pusat KNPI dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia Pusat. serta kebijakan-kebijakan organisasi lainnya.2. Musyawarah Provinsi diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. b. Pasal 18 Musyawarah Kabupaten/Kota 1. Pasal 17 Musyawarah Provinsi Luar Biasa 1. Kongres berwenang: a. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 48 . Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Provinsi dan Organisasi (PPKPO) dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO). 3. dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia Provinsi. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat dan Laporan Majelis Pemuda Indonesia Pusat. d. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus daerah KNPI Kab/ Kota dan KONGRES XII PEMUDA/KNPI. 2. 5. Materi Kongres disiapkan melalui Rapat Pimpinan Nasional. Musyawarah Prrovinsi Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya 1/2 (setengah) lebih satu dari jumlah keanggotaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun di tingkat provinsi serta Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. 2. Pasal 15 Kongres Luar Biasa 1. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 49 . Memilih dan menetapkan Komposisi dan Personalia Pengurus Kecamatan KNPI. 4. Musyawarah Kecamatan berwenang: a. 4. dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota. Rapat Pimpinan Nasional diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali diantara 2 (dua) Kongres: 3. Materi Musyawarah Kecamatan disiapkan melalui Rapat Pimpinan Kecamatan. c. Memutuskan kebijakan strategis organisasi selain kebijakan organisasi yang telah ditetapkan pada Kongres atau Kongres Luar Biasa. Musyawarah Kecamatan adalah pemegang kekuasaan tertinggi KNPI ditingkat Kecamatan. waktu. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Kecamatan KNPI dan Laporan Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan. 2. c. b. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Kab/Kota dan Organisasi (PPKKO) dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok-Pokok Program Kerja Propinsi dan Organisasi (PPKPO) yang merupakan penjabaran dari Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO). Pasal 19 Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa 1. Materi Musyawarah Kabupaten/Kota disiapkan melalui Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota. 5. serta merekomendasikan peserta Kongres. b. b. 2. Musyawarah Kecamatan diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun. Rapat Pimpinan Nasional merupakan forum yang kedudukannya setingkat di bawah Kongres dan Kongres Luar Biasa 2. Musyawarah Kecamatan diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pengurus Kecamatan KNPI. Rapat Pimpinan Nasional berwenang: a. 3. Wewenang Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Kabupaten/Kota sebagaimana diatur pada pasal 18 ayat 3 Angggaran Dasar ini. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Kecamatan dan Organisasi (PPKCO) dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok-Pokok Program Kerja Kab/Kota dan Organisasi (PPKKO) yang merupakan penjabaran dari Pokok-Pokok Program Kerja Propinsi dan Organisasi (PPKPO) serta Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO). dan tema. 5. menetapkan tempat. dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan. Menyiapkan rancangan materi.Laporan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota. Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya 1/2 (setengah) lebih satu dari jumlah keanggotaan organisasi kemasyarakatan pemuda yang berhimpun di tingkat Kabupaten/ Kota serta Pengurus Kecamatan KNPI. BAB IX RAPAT-RAPAT Pasal 21 Rapat Pimpinan Nasional 1. Musyawarah Kabupaten/Kota diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. Memilih dan menetapkan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. Pasal 20 Musyawarah Kecamatan 1.

3. waktu.4. Rapat Kerja Nasional diadakan sekurang-kurangnya sekali diantara 2 (dua) Kongres. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 50 . Rapat Pimpinan Nasional sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab Dewan Pengurus Provinsi. Pasal 25 Rapat Kerja Provinsi 1. Rapat Pimpinan Provinsi merupakan forum yang kedudukannya setingkat di bawah Musyawarah Provinsi dan Musyawarah Provinsi Luar Biasa 2. Memutuskan kebijakan organisasi sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah Kabupaten/Kota sebelumnya. khususnya tentang perumusan arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Pusat. Rapat Kerja Nasional diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Kongres. Rapat Kerja Provinsi diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Provinsi. Rapat Kerja Provinsi diadakan sekurang-kurangnya sekali diantara dua Musyawarah Provinsi: 3. Memutuskan kebijakan strategis organisasi selain kebijakan organisasi yang telah ditetapkan pada Musyawarah Provinsi atau Musyawarah Provinsi Luar Biasa. Rapat Pimpinan Provinsi diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali diantara 2 (dua) Musyawarah Provinsi: 3. khususnya tentang perumusan arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi: 2. Rapat Pimpinan Nasional sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab Dewan Pengurus Pusat. b. Rapat Pimpinan Provinsi berwenang: a. Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota berwenang: a. 2. Pasal 23 Rapat Kerja Nasional 1. Pasal 24 Rapat Pimpinan Provinsi 1. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. 3. serta merekomendasikan peserta Musyawarah Provinsi. 4. Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota diadakan sekurang-kurangnya dua kali diantara dua Musyawarah Kabupaten/Kota. dan tema. Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Kabupaten/Kota dan kebijakan strategis organisasi lainnya yang tidak bertentangan dengan hasil ketetapan Musyawarah Kabupaten/Kota dan Kongres sebelumnya. menetapkan tempat. Rapat Kerja Provinsi sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggjawab Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. Rapat Kerja Nasional sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab Dewan Pengurus Pusat. 2. Menetapkan kebijakan strategis lainnya sesuai kebutuhan daerah yang akan diberlakukan secara lokal Kabupaten/Kota. Menyiapkan rancangan materi. b. Pasal 26 Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota 1.

Waktu dan Thema Musyawarah Kabupaten /Kota berikutnya. Menetapkan kebijakan strategis lainnya sesuai kebutuhan daerah yang akan diberlakukan secara lokal Kecamatan. 3. Memutuskan kebijakan organisasi sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah Kecamatan. Rapat Kerja Kecamatan sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggjawab Pengurus Kecamatan. khususnya tentang perumusan arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode masa bakti kepengurusan Pengurus Kecamatan: 2. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja yang akan dijalankan dalam satu masa bakti kepengurusan Pimpinan Kecamatan. 4. Memutuskan arah dan kebijakan pelaksanaan program satu masa bakti kepengurusan sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah Kecamatan sebelumnya. serta menetapkan Tempat. Waktu dan Thema Musyawarah Kecamatan berikutnya. Rapat Pimpinan Kabupaten/Kota sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggjawab Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. Rapat Pimpinan Kecamatan diadakan sekurang-kurangnya dua kali diantara dua Musyawarah Kecamatan. merekomendasikan peserta. serta menetapkan Tempat. Menyiapkan rancangan materi. Rapat Kerja Kecamatan berwenang: a. 2. khususnya tentang perumusan arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/ Kota: 2. c. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Menyiapkan rancangan materi. Pasal 27 Rapat Kerja Kabupaten/Kota 1. Rapat Pimpinan Kecamatan diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Kecamatan dan kebijakan strategis organisasi lainnya yang tidak bertentangan dengan hasil ketetapan Musyawarah Kecamatan dan Kongres sebelumnya. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 51 . merekomendasikan peserta. Rapat Kerja Kecamatan diadakan sekurang-kurangnya sekali diantara dua Musyawarah Kecamatan: 3. Rapat Kerja Kabupaten/Kota diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Kabupaten/Kota. b. Rapat Kerja Kabupaten/Kota sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggjawab Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/ Kota.c. Rapat Kerja Kabupaten/Kota diadakan sekurang-kurangnya sekali diantara dua Musyawarah Kabupaten/Kota: 3. Pasal 28 Rapat Pimpinan Kecamatan 1. Pasal 29 Rapat Kerja Kecamatan 1. Rapat Kerja Kecamatan diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Kecamatan. b. 4. Rapat Pimpinan Kecamatan sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi tanggjawab Pengurus Kecamatan. Rapat Pimpinan Kecamatan berwenang: a. 4.

5. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Dalam melaksanakan program kerjanya Dewan Pengurus Pusat KNPI didukung beberapa Badan-Badan Khusus. Pasal 31 Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi 1. Pengurus Harian terdiri dari Ketua. 2. beberapa Wakil Sekretaris Jenderal. 4. Dewan Pengurus Pusat dipilih oleh Kongres untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. beberapa Wakil Ketua. dan beberapa Wakil Bendahara. 6. 20 % unsur kesinambungan. Bendahara Umum. 4. beberapa Wakil Ketua. serta Pimpinan Badan-badan Khusus. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. serta Pimpinan Badan-badan Khusus. 3. 20 % unsur kesinambungan. Komisi-Komisi serta Pimpinan Badan-Badan Khusus. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 52 . Bendahara. 20 % unsur kesinambungan. 2. Sekretaris. 20 % unsur potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi. Jumlah pengurus Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi terdiri dari 50 % unsur keterwakilan 1 (satu) orang untuk 1 (satu) OKP yang berhimpun di Provinsi bersangkutan secara eksponensial. Dalam melaksanakan program kerjanya Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi didukung beberapa Badan-Badan Khusus. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian. dan beberapa Wakil Bendahara Umum. beberapa Wakil Sekretaris. 20 % unsur potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi. Bendahara. 5. 3. 2. 3. Pengurus Harian terdiri dari Ketua. Sekretaris Jenderal. Dalam melaksanakan program kerjanya Dewan Pengurus Daerah KNPI Kota/Kabupaten dibantu beberapa Badan-Badan Khusus. Pasal 32 Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota 1. Dewan Pengurus Pusat terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. beberapa Wakil Bendahara.BAB X KEPENGURUSAN Pasal 30 Dewan Pengurus Pusat 1. Jumlah pengurus DPP KNPI terdiri dari 50 % unsur keterwakilan 1 (satu) orang untuk 1 (satu) OKP yang berhimpun di Pusat secara eksponensial. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian. Jumlah pengurus DPD KNPI Kab/Kota terdiri dari 50 % unsur keterwakilan 1 (satu) orang untuk 1 (satu) OKP yang berhimpun di Kab/Kota bersangkutan secara eksponensial. Komisi-Komisi. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi dipilih oleh Musyawarah Provinsi untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Sekretaris. 4. Komisi-Komisi. 20 % unsur potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi. 6. 5. Dewan Pengurus Kabupaten/Kota dipilih oleh Musyawarah Kabupaten/Kota untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. 6. beberapa Ketua. beberapa Wakil Sekretaris. Pengurus Harian terdiri dari Ketua Umum.

Badan-Badan Khusus dibentuk serta disahkan oleh Dewan Pengurus yang menjadi satu kesatuan kepengurusan sesuai tingkatannya. beberapa Wakil Ketua. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. mantan Dewan Pengurus KNPI serta Ketua Umum/Ketua OKP (ex-Officio) sesuai tingkatannya. 6. Pengurus Harian terdiri dari Ketua. 5. Tugas dan kewajiban Badan-Badan Khusus diatur dalam ART KNPI BAB XIII MAJELIS PEMUDA INDONESIA Pasal 36 Majelis Pemuda Indonesia 1. Dewan Pengurus di semua tingkatan dapat dilengkapi dengan struktur Dewan Penasehat yang memiliki hubungan konsultatif dengan Dewan Pengurus. rasional dan disampaikan langsung kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dan atau disampaikan melalui forum permusyawaratan dan rapat-rapat. Majelis Pemuda Indonesia merupakan badan yang bekerja secara kolektif dan bertugas menyelenggarakan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja Dewan Pengurus sesuai tingkatannya masing-masing 2. 4. Pengawasan dan penilaian Majelis Pemuda Indonesia. Personalia Dewan Penasehat adalah dapat terdiri dari pejabat pemerintah sesuai tingkatan dan atau tokoh masyarakat/pemuda yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan pemuda. 3. diselenggarakan secara tertulis. 2. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian. 3. 20 % unsur kesinambungan. 4. Anggota Majelis Pemuda Indonesia mencakup tokoh-tokoh pemuda. dan beberapa Wakil Bendahara.Pasal 33 Pengurus Kecamatan KNPI 1. Pengurus Kecamatan KNPI terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Dewan Penasehat berfungsi untuk memberikan nasihat. Komisi-Komisi. obyektif. 2. 3. Pengurus KecamatanKNPI dipilih oleh Musyawarah Kecamatan untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun 2. BAB XI DEWAN PENASEHAT Pasal 34 1. Dalam melaksanakan program kerjanya Pengurus Kecamatan KNPI dibantu oleh beberapa Badan-Badan Khusus. Jumlah Pengurus Kecamatan KNPI terdiri dari 50 % unsur keterwakilan 1 (satu) orang untuk 1 (satu) OKP yang berhimpun di Kecamatan bersangkutan secara eksponensial. 20 % unsur potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi. Bendahara. 3. pembinaan. Pusat-Pusat Studi dan badan-badan lainnya yang tidak bertentangan dengan hakikat keberadaan KNPI. pandangan dan bimbingan kepada Dewan Pengurus. beberapa Wakil Sekretaris. Dewan Pengurus semua tingkatan dapat membentuk Badan-Badan Khusus yang dibentuk menurut kebutuhan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Badan-Badan Khusus adalah badan pembantu Dewan Pengurus yang berorientasi pada pengembangan profesi pemuda Indonesia dalam bentuk Lembaga-Lembaga. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 53 . serta Pimpinan Badan-badan Khusus. Sekretaris. BAB XII BADAN-BADAN KHUSUS Pasal 35 1.

Pasal 39 Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan 1. Dalam hal Dewan Pengurus semua tingkatan tidak memiliki itikad baik untuk menyelenggarakan Kongres/Musyawarah Provinsi/Musyawarah KabupatenKota/Musyawarah Kecamatan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya masa 6 (enam) bulan setelah masa baktinya berakhir. 3. Kepemimpinan Majelis Pemuda Indonesia terdiri dari seorang Ketua. 3. Lagu dan atribut-atribut lainnya. 7. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Khusus dalam penyelenggaraan Kongres dan Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan. Laporan Pertanggungjawaban bidang keuangan harus disusun berdasarkan hasil audit oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia 4. maka Majelis Pemuda Indonesia sesuai tingkatannya dapat mengambil inisiatif sebagai fasilitator untuk meyelenggarakan Kongres/Musyawarah Provinsi/ Musyawarah Kabupaten-Kota/Musyawarah Kecamatan setelah mendapatkan persetujuan rapat Majelis Pemuda Indonesia. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 54 . BAB XIV ATRIBUT Pasal 37 KNPI memiliki Lambang. Sumbangan anggota. yaitu OKP yang berhimpun.4. Bendahara Umum/Bendahara secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali memberikan laporan keuangan kepada Rapat Pleno Dewan Pengurus sesuai tingkatannya. 2. 2. melalui panitia verifikasi yang ditunjuk khusus untuk tugas itu. beberapa orang Wakil Ketua. pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan panitia dipertanggung jawabkan kepada Dewan Pengurus berikutnya sesuai tingkatannya. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi di tingkat Provinsi c. diatur dalam ART KNPI BAB XV KEUANGAN Pasal 38 Sumber Dana Keuangan KNPI diperoleh dari : 1. seorang seorang Sekretaris dan sejumlah orang anggota 6. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten di tingkat Kab/Kota d. Dalam upaya menjamin kesinambungan organisasi maka Ketua Majelis Pemuda Indonesia semua tingkatan dijabat oleh Ketua Umum/Ketua KNPI demisioner dan atau salah seorang dari Ketua/Wakil Ketua KNPI demisioner yang ditunjuk oleh Ketua Umum/Ketua KNPI demisioner. Iuran personalia Dewan Pengurus yang ditetapkan masing-masing tingkatan Dewan Pengurus. Majelis Pemuda Indonesia Pusat di tingkat Nasional b. Dewan Pengurus setiap tingkatan bertanggungjawab atas penggunaan dana dan pengelolaan harta kekayaan organisasi sesuai dengan sistem keuangan dan akuntansi publik. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan di tingkat Kecamatan 5. terdiri dari: a. Bantuan perorangan dan instansi lainnya yang halal dan tidak mengikat. Majelis Pemuda Indonesia dibentuk disemua tingkatan Dewan Pengurus.

Untuk melakukan pembubaran organisasi KNPI. ALI Anggota NATALIS SITUMORANG Anggota ARBAIN SEMENDAWAI Anggota KONGRES XII PEMUDA/KNPI. 2.BAB XVI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 40 1. ditentukan lebih lanjut oleh Kongres Luar Biasa sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini BAB XVIII ATURAN PERALIHAN Pasal 42 1. Pengalihan kekayaan organisasi setelah organisasi dibubarkan. Hal-hal yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar. BAB XIX PENUTUP Pasal 43 1. 2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. BAB XVII PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 41 1. 3. 2. 2. Kongres Luar Biasa harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah utusan yang hadir. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dillakukan melalui Kongres dan atau Kongres Luar Biasa yang diadakan khusus untuk maksud itu. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 55 . Pembubaran organisasi KNPI hanya dapat dilakukan melalui Kongres Luar Biasa yang diadakan khusus untuk maksud itu. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 27 Oktober 2008 KONGRES XII PEMUDA/KNPI PRESIDIUM SIDANG SARMAN SIMANJORANG Ketua/Anggota ANDI BROWNING Anggota PURWANTO M. Anggaran Dasar ini merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Anggaran Dasar yang ditetapkan dalam Kongres XI Pemuda/KNPI pada tanggal 20 Desember 2005 di CringinBogor. Kongres dan atau Kongres Luar Biasa harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah utusan yang hadir.

OKP tngkat nasional yang memiliki jenjang struktur organisasi secara vertikal. dilegitimasikan dalam bentuk Surat Keputusan. Di tingkat Kabupaten/Kota adalah OKP nasional tingkat Kabupaten/Kota yang telah terbentuk minimal 3 (tiga) tahun di Kabupaten/Kota bersangkutan. OKP yang telah berakhir periodisasi kepengurusannya sesuai Surat Keputusan internal organisasinya. sampai batas waktu syarat-syarat dimaksud dipenuhi. Persyaratan Umum OKP untuk menjadi anggota keberhimpunan KNPI adalah : a. e.LAMPIRAN DUA: KETETAPAN KONGRES XII PEMUDA/KNPI NOMOR: TAP. Permufakatan Pemuda Indonesia. d. dan sudah melampaui waktu selambat-lambatnya satu tahun tidak melaksanakan forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat nasional/provinsi/kabupatenkota/kecamatan. 5. dan Peraturan Organisasi KNPI lainnya. dari tingkat nasional sampai daerah. Menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. d. Di tingkat Nasional adalah OKP tingkat nasional yang telah memiliki jenjang kepengurusan lebih dari ½ (setengah) jumlah propinsi yang masing-masing dilegitimasikan dalam bentuk Surat Keputusan. Benar-benar adalah organisasi kepemudaan yang berorientasi kemasyarakatan untuk tujuan pemberdayaan pemuda sebagaimana diatur AD/ART OKP bersangkutan dan atau yang mengatur secara tegas batas usia keanggotaannya maksimal 40 tahun. 2. 08/KONGRES-XII/PEMUDA-KNPI/2008 ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Syarat-Syarat Keanggotaan 1. b. Yang menjadi anggota KNPI adalah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang telah terdaftar secara sah sesuai dengan persyaratan. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Memiliki AD/ART organisasi yang mengacu kepada UU No. OKP yang menjadi anggota keberhimpunan sesuai tingkatannya. 3. b. Persyaratan khusus OKP untuk menjadi anggota keberhimpunan KNPI adalah: a. wajib dilakukan verifikasi tentang pemenuhan syarat-syarat keanggotaanya oleh Tim Khusus yang dibentuk Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 56 . c. Di tingkat Provinsi adalah OKP nasional tingkat provinsi yang telah memiliki jenjang kepengurusan lebih dari ½ (setengah) jumlah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi bersangkutan yang masing-masing dilegitimasikan dalam bentuk Surat Keputusan. dilegitimasikan dalam bentuk Surat Keputusan. serendah-rendahnya sampai tingkat Kabupaten/Kota. selambat-lambatnya enam bulan sebelum Kongres/Musprov/Muskab/Muscam termasuk musyawarah Luar Biasa berikutnya dilaksanakan. maka keanggotaannya dicabut untuk sementara waktu oleh Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya. AD/ART. Di tingkat Kecamatan adalah OKP nasional tingkat Kecamatan yang telah terbentuk minimal 2 (dua) tahun di Kecamatan bersangkutan. c. Pokok-pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO). Periodisasi kepengurusan OKP bersangkutan belum berakhir sesuai dengan Surat Keputusan yang diatur oleh ketentuan masa bakti kepengurusan organisasi yang bersangkutan 4.

terlibat dan dilibatkan dalam pelaksanaan program. Tunduk dan taat terhadap Deklarasi Pemuda Indonesia. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. OKP yang diterima sebagai anggota keberhimpunan KNPI. rapat-rapat dan forum pengambilan keputusan KNPI lainnya. diantaranya terlibat dalam kepengurusan KNPI. Atas permintaan sendiri b. OKP yang dicabut keanggotaannya untuk sementara waktu tidak memiliki hak suara dalam musyawarah dan rapat-rapat. Pasal 3 Pemberhentian dan Pembekuan Keanggotaan 1. OKP sebagai anggota keberhimpunan mempunyai kewajiban: a. Mendapatkan hak suara (dipilih dan memilih) b. 7. Menjunjung tinggi nama baik serta misi organisasi KNPI 3. Mendukung dan mensukseskan seluruh pelaksanaan program KNPI. Permufakatan Pemuda Indonesia. OKP sebagai Anggota keberhimpunan KNPI mempunyai hak: a. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 57 . OKP yang tidak memenuhi syarat-syarat keanggotaan keberhimpunan KNPI. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI serta seluruh perangkat Peraturan Organisasi KNPI lainnya b. 2. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda berhenti sebagai anggota KNPI karena: a. Mendapatkan hak bicara untuk mengajukan pendapat. Menentukan kebijakan umum sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Ketetapan Kongres lainnya. saran dan usul. 8. d. Wewenang a. c. untuk pertama kalinya berstatus sebagai sebagai Peninjau. Dibekukan keanggotaanya karena tidak lagi memenuhi syarat-syarat keanggotaan keberhimpunan BAB II KEPENGURUSAN Pasal 4 Dewan Pengurus Pusat 1. serta forum pengambilan keputusan KNPI lainnya sesuai tingkatannya. Membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan yang ditempuh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi dan atau Ketetapan Musyawarah Provinsi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan-ketentuan KNPI lainnya. c. hanya berstatus sebagai Undangan/Peninjau dalam musyawarah.6. Hak-hak lainnya secara organisatoris secara sama dan seimbang dengan anggota keberhimpunan lainnya. serta kebijakan-kebijakan KNPI lainnya. 2. Dewan Penasehat KNPI Provinsi dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia KNPI Provinsi sesuai dengan hasil putusan Musyawarah Provinsi. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus. sampai batas waktu syarat-syarat keanggotaanya dipenuhi. rapat-rapat dan forum pengambilan keputusan KNPI lainnya Pasal 2 Hak dan Kewajiban Anggota 1.. dan lain semacamnya. Mensahkan susunan personalia Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. dalam mengikuti musyawarah. Diberhentikan karena tidak dapat melaksanakan kewajiban sebagai anggota. dan untuk kedua kalinya secara otomatis disahkan oleh Kongres sebagai Peserta yang memiliki hak suara dan hak bicara. b.

(7) memiliki mobilitas. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum Kongres dilaksanakan. c. Melaksanakan kebijakan organisasi di daerahnya dan memberikan petunjuk kepada Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota dalam melaksanakan program sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta kebijakankebijakan KNPI lainnya. serta mempunyai waktu yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan DPP KNPI. beberapa Ketua-Ketua. prestasi. Komposisi DPP KNPI terdiri dari Ketua Umum. dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas-tugas organisasi. (2) berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun. d. e. dan atau instansi lainnya dan atau perseorangan sebagai unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan organisasi. Sekretaris Jenderal. Tidak melebihi dua periode sebagai Ketua Umum. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Nasional sebagai unsur keterwakilan OKP. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Umum DPP KNPI. c. Menyelenggarakan Musyawarah Propinsi Luar Biasa dalam hal Dewan Pengurus Pusat menilai bahwa telah terjadi kemacetan kepemimpinan organisasi di tingkat Provinsi. maka calon anggota harus memenuhi prosedur dan kriteria sebagai berikut : a. Permufakatan Pemuda Indonesia. 3. beberapa Wakil Sekretaris Jenderal. AD/ART KNPI. serta Komisi-Komisi yang pimpin oleh Ketua Komisi dan beberapa Anggota Komisi. f. Calon anggota yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. b. (9) menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan Misi serta strategi dan kebijakan dalam memajukan KNPI dihadapan peserta Kongres. b. calon Ketua Umum harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. (6) pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus ditingkat Provinsi . (4) tidak rangkap jabatan pada jenjang struktur kepengurusan KNPI/MPI lainnya. 4. Wewenang a. Bendahara Umum. Untuk dapat dipilih menjadi personalia pengurus Dewan Pengurus Pusat. dan peraturan organisasi KNPI lainnya. stidak-tidaknya tingkat dasar. b.2. (5) sedang/pernah terlibat dalam kepengurusan OKP dan atau organisasi kepemudaan lainnya. beberapa Wakil Bendahara Umum. (10) berdomisili di sekitar Jabotabek. dan atau Dewan Pengurus Pusat KNPI demisioner sebagai unsur kesinambungan. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan organisasi KNPI lainnya. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 58 . (8) tidak tercela dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum negara. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis sekurang-kurangnya satu Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi serta sekurang-kurangnya satu dari OKP tingkat nasional yang berhimpun dalam KNPI. terkecuali untuk jabatan Ketua Umum tidak lebih dari tiga periode menjadi pengurus KNPI. maka selain memenuhi pasal 4 ayat 2 di atas. Pasal 5 Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi 1. (3) tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI sesuai tingkatannya.

dan Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah Kabupaten/Kota . 3. dan peraturan organisasi KNPI lainnya. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas-tugas organisasi. d. Tidak melebihi dua periode sebagai Ketua. 4. terkecuali untuk jabatan Ketua tidak lebih dari tiga periode menjadi pengurus KNPI. maka calon anggota harus memenuhi prosedur dan kriteria sebagai berikut : a. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Provinsi sebagai unsur keterwakilan OKP.c. dan atau instansi lainnya dan atau perseorangan sebagai unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan organisasi. (10) berdomisili di ibukota provinsi setempat. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan Misi serta strategi dan kebijakan memajukan KNPI dihadapan peserta Musyawarah Provinsi. Permufakatan Pemuda Indonesia. (9) menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. serta Komisi-Komisi yang pimpin oleh Ketua Komisi dan beberapa Anggota Komisi. AD/ART KNPI. Bendahara. Menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa dalam hal Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi menilai bahwa telah terjadi kemacetan kepemimpinan organisasi ditingkat Kabupaten/Kota . Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis sekurang-kurangnya satu Dewan Pengurus Daerah KNPI Kab/Kota serta sekurang-kurangnya satu satu dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat provinsi yang berhimpun dalam KNPI. stidak-tidaknya tingkat dasar. (5) sedang/pernah terlibat dalam kepengurusan OKP dan atau organisasi kepemudaan lainnya. b. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketetapan Musyawarah Provinsi KNPI bersangkutan. (4) tidak rangkap jabatan pada jenjang struktur kepengurusan KNPI/MPI lainnya. (8) tidak tercela dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum negara. dan atau Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi demisioner sebagai unsur kesinambungan. (3) tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI sesuai tingkatannya. b. beberapa Ketua-Ketua. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 59 . (7) memiliki mobilitas. 2. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum Musprov dilaksanakan. d. c. f. beberapa Wakil Sekretaris. prestasi. maka selain memenuhi pasal 5 ayat 2 di atas. calon Ketua Umum harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. serta mempunyai waktu yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI. (2) berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Komposisi Dewan Pengurus daerah KNPI Provinsi terdiri dari Ketua. Untuk dapat dipilih menjadi anggota Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. c. e. Calon anggota yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa. Mensahkan susunan personalia Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. (6) pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan. Membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan yang diambil oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota dan Keputusan Musyawarah Kabupaten/Kota yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan KNPI lainnya. beberapa Wakil Bendahara. Sekretaris.

maka calon anggota harus memenuhi prosedur dan kriteria sebagai berikut : a. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 60 . e. (10) berdomisili di ibukota Kabupaten/Kota. Melaksanakan kebijakan organisasi di daerahnya dan memberikan petunjuk kepada Dewan Pengurus Kota/Kabupaten/Pengurus Kecamatan dalam melaksanakan program sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta kebijakankebijakan KNPI lainnya. Calon anggota yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa. terkecuali untuk jabatan Ketua tidak lebih dari tiga periode menjadi pengurus KNPI. b. b. c. (8) tidak tercela dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum negara. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan Musyawarah Kabupaten/Kota bersangkutan. d. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta.Pasal 6 Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota 1. (4) tidak rangkap jabatan pada jenjang struktur kepengurusan KNPI/MPI lainnya. prestasi. (9) menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. calon Ketua harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. maka selain memenuhi pasal 6 ayat 2 di atas. (3) tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI sesuai tingkatannya. (5) sedang/pernah terlibat dalam kepengurusan OKP dan atau organisasi kepemudaan lainnya. (7) memiliki mobilitas. Tidak melebihi dua periode sebagai Ketua. c. Wewenang a. (6) pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan. dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas-tugas organisasi. (2) berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis sekurang-kurangnya satu Dewan Pengurus Daerah KNPI Kab/Kota serta sekurang-kurangnya satu dari Organisasi Kemasyara katan Pemuda tingkat Kabupaten/Kota yang berhimpun dalam KNPI. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum Muskab/Muskot dilaksanakan. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. Menyelenggarakan Musyawarah Kecamatan Luar Biasa dalam hal Dewan Pengurus Kabupaten/Kota menilai bahwa telah terjadi kemacetan kepemimpinan organisasi ditingkat Kecamatan. 3. serta mempunyai waktu yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI. dan atau Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota demisioner sebagai unsur kesinambungan. AD/ART KNPI. Membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan yang diambil oleh Pengurus Kecamatan dan Keputusan Musyawarah Kecamatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan-ketentuan lainnya yang berlaku. Untuk dapat dipilih menjadi anggota Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. stidak-tidaknya tingkat dasar. a. c. Permufakatan Pemuda Indonesia. Mengesahkan susunan personalia Pengurus Kecamatan. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus ditingkat Kabupaten/Kota. 2. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Kabupaten/Kota sebagai unsur keterwakilan OKP. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. e. dan peraturan organisasi KNPI lainnya. dan atau instansi lainnya dan atau perseorangan sebagai unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan organisasi.

c. beberapa Wakil Bendahara. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 61 . (6) berdomisili di ibukota Kecamatan. 4. serta Komisi-Komisi yang dipimpin oleh Ketua Komisi dan beberapa Anggota Komisi. beberapa Wakil Sekretaris. Pasal 7 Pengurus Kecamatan 1. 3. Sekretaris. dan peraturan organisasi KNPI lainnya. Permufakatan Pemuda Indonesia. 2. Peserta Kongres adalah : a. Mendapatkan rekomendasi dukungan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat Kecataman yang berhimpun dalam KNPI. Wewenang a. Tidak melebihi dua periode sebagai Ketua. Bendahara. b. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta. maka selain memenuhi pasal 7 ayat 2 di atas. b. beberapa Ketua. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Kecamatan sebagai unsur keterwakilan OKP. Calon anggota yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Pengurus Kecamatan KNPI. c. (3) memiliki prestasi. dan atau instansi lainnya dan atau perseorangan sebagai unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan organisasi. dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas-tugas organisasi. serta Komisi-Komisi yang pimpin oleh Ketua Komisi dan beberapa Anggota Komisi. Melaksanakan kebijakan organisasi di kecamatannya sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta kebijakan-kebijakan KNPI lainnya. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus. c. (4) tidak tercela dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum negara. Sekretaris. BAB III PERMUSYAWARATAN Pasal 8 Kongres 1. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan Misi serta strategi dan kebijakan memajukan KNPI dihadapan peserta Muskab/Muskot. Komposisi Pengurus Kecamatan KNPI terdiri dari seorang Ketua. 4. Untuk dapat dipilih menjadi anggota Pengurus Kecamatan KNPI. b. dan atau Pengurus Kecamatan KNPI demisioner sebagai unsur kesinambungan. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan Musyawarah Kecamatan bersangkutan. beberapa Ketua. maka calon anggota harus memenuhi prosedur dan kriteria sebagai berikut : a. Komposisi Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari Ketua. AD/ART KNPI. beberapa Wakil Sekretaris. Dewan Pengurus Pusat KONGRES XII PEMUDA/KNPI.d. serta mempunyai waktu yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI. (2) berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun. (5) Menerima Deklarasi Pemuda Indonesia. Bendahara. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada Pengurus Kecamatan setempat selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum Muscam dilaksanakan. calon Ketua harus memenuhi syarat sebagai berikut a. Kongres dihadiri oleh Peserta dan Peninjau 2. beberapa Wakil Bendahara.

Kongres Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya ½ (setengah) lebih satu dari jumlah keanggotaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun serta Dewan Pengurus Daerah KNPI Propinsi. maka Dewan Pengurus Pusat KNPI dinyatakan demisioner Pasal 9 Kongres Luar Biasa 1. 6. b. 6. Pasal 10 Musyawarah Provinsi 1. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi c. 7. b. 5. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi a. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. 4. Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional Peninjau Kongres terdiri dari: a. 2. Peserta Musyawarah Provinsi adalah: a. Peninjau Musyawarah Provinsi hanya memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 62 . Peninjau Kongres hanya memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara. 4. maka Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi dinyatakan demisioner Pasal 11 Musyawarah Provinsi Luar Biasa 1. 7. Setelah Laporan Pertanggung Jawaban Dewan Pengurus Provinsi diterima oleh Musyawarah Provinsi. Dewan Pengurus Provinsi c. Musyawarah Provinsi Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya ½ (setengah) lebih satu keanggotaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun serta Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota. Undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat Peserta Kongres memiliki hak suara dan hak bicara masing-masing secara kolektif kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara. Rancangan Materi Kongres disiapkan oleh Dewan Pengurus PusatI. Dewan Pengurus Pusat b. Dewan Pengurus Kabupaten/Kota d. Musyawarah Provinsi dihadiri oleh Peserta dan Peninjau. Sidang-sidang Kongres dihantarkan oleh Dewan Pengurus PusatI. 2. Peninjau Musyawarah Provinsi adalah undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Provinsi. Rancangan Materi Musyawarah Provinsi disiapkan oleh Dewan Pengurus Provinsi. 8. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi e. Peserta Musyawarah Provinsi memiliki hak suara dan hak bicara masing-masing secara kolektif kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara. Setelah Laporan Pertanggung Jawaban Dewan Pengurus Pusat diterima oleh Kongres. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat Provinsi 3. Sidang-sidang Musyawarah Provinsi dihantarkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. 5.3. Ketentuan-ketentuan lain tentang Kongres Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Kongres sebagaimana diatur pada pasal 9 Angggaran Rumah Tangga ini. 8. Majelis Pemuda Indonesia Pusat d.

Pasal 14 Musyawarah Kecamatan 1. Peninjau Musyawarah Kabupaten/Kota adalah undangan yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Kab/Kota. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kecamatan 3. 4. Ketentuan-ketentuan lain tentang Musyawarah Propinsi Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Propinsi sebagaimana diatur pada pasal 10 ngggaran Rumah Tangga ini. Peninjau Musyawarah Kecamatan hanya memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara. maka Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota dinyatakan demisioner Pasal 13 Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa 1. Peninjau Musyawarah Kabupaten/Kota hanya memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara. Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan secara tertulis dari sekurang-kurangnya ½ (setengah) lebih satu dari jumlah keanggotaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun serta Pengurus Kecamatan KNPI. 2. Pengurus Kecamatan 2). Peserta Musyawarah Kecamatan adalah: a. 3). Sidang-sidang Musyawarah Kabupaten/Kota dihantarkan oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. 5). Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota d.2. 4). Ketentuan-ketentuan lain tentang Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Kabupaten/Kota sebagaimana diatur pada pasal 12 Angggaran Rumah Tangga ini. Setelah Laporan Pertanggung Jawaban Dewan Pengurus Kabupaten/Kota diterima oleh Musyawarah Kabupaten/Kota. Peninjau Musyawarah Kecamatan adalah undangan yang ditetapkan oleh Pengurus Kecamatan. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 63 . Dewan Pengurus Kabupaten/Kota c. Dewan Pengurus Provinsi b. 5. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Pengurus Kecamatan c. Dewan Pengurus Kabupaten/kota b. Peserta Musyawarah Kabupaten/Kota adalah: a. Peserta Musyawarah Kabupaten/Kota memiliki hak suara dan hak bicara masing-masing secara kolektif kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara. Peserta Musyawarah Kecamatan memiliki hak suara dan hak bicara masing-masing secara kolektif kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara. 2. Pasal 12 Musyawarah Kabupaten/Kota Musyawarah Kabupaten/Kota dihadiri oleh Peserta dan Peninjau 1). Rancangan Materi Musyawarah Kabupaten/Kota disiapkan oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. 6). 7). Musyawarah Kecamatan dihadiri oleh Peserta dan Peninjau. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kabupaten/ Kota e.

Peserta Rapat Kerja Nasional terdiri dari: a. 3. Pasal 16 Rapat Kerja Nasional 1. Setelah Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Kecamatan diterima oleh Musyawarah Kecamatan. Dewan Pengurus Pusat b. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Provinsi dan hanya memiliki hak bicara. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat dan hanya memiliki hak bicara. 4. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat dan hanya memiliki hak bicara. 8. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 64 . Majelis Pemuda Indonesia Provinsi e. Dewan Pengurus Pusat b. 4. Dewan Pengurus Kab/Kota. c. Dewan Pengurus Provinsi c. Rancangan materi Rapat Pimpinan Nasional disiapkan oleh Dewan Pengurus Pusat. Rancangan materi Rapat Pimpinan Provinsi disiapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. 5. Rancangan Materi Musyawarah Kecamatan disiapkan oleh Pengurus Kecamatan. Majelis Pemuda Indonesia d. Dewan Pengurus Pusat. maka Pengurus Kecamatan dinyatakan demisioner BAB IV RAPAT-RAPAT Pasal 15 Rapat Pimpinan Nasional 1. 5. 3. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional 2. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Provinsi dipimpin oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi. 4. Peserta Rapat Pimpinan Provinsi terdiri dari : a. Peserta Rapat Pimpinan Nasional terdiri dari : a. d. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Dewan Pengurus daerah KNPI Provinsi. Peserta Rapat Pimpinan Nasional memiliki hak bicara dan masing-masing secara kolektif mempunyai hak 1 (satu) suara. Peserta Rapat Kerja Nasional memiliki hak bicara secara kolektif kelembagaan. Dewan Pengurus Propinsi c.6. Pasal 17 Rapat Pimpinan Provinsi 1. b. Majelis Pemuda Indonesia Pusat d. 7. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Nasional 2. 5. Sidang-sidang Musyawarah Kecamatan dihantarkan oleh Pengurus Kecamatan. Rancangan materi Rapat Kerja Nasional disiapkan oleh Dewan Pengurus Pusat. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi 2. Peserta Rapat Pimpinan Provinsi memiliki hak bicara dan masing-masing secara kolektif mempunyai hak 1 (satu) suara. 3. Sidang-sidang Rapat Kerja Nasional dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Nasional dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat.

Rancangan materi Rapat Pimpinan Kecamatan disiapkan oleh Pengurus Kecamatan KNPI. Dewan Pengurus Provinsi c. Dewan Pengurus Pusat b. e. Pasal 21 Rapat Kerja Kecamatan 1. d. Rancangan materi Rapat Kerja Kabupaten/Kota disiapkan oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi e. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Provinsi 2. Dewan Pengurus Provinsi. b. Peserta Rapat Kerja Kabupaten/Kota terdiri dari: a. Peserta Rapat Kerja Kabupaten/Kota memiliki hak bicara secara kolektif kelembagaan 2. Peserta Rapat Pimpinan Kecamatan memiliki hak bicara dan masing-masing secara kolektif mempunyai hak 1 (satu) suara. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan d. memiliki hak bicara dan masing-masing secara kolektif mempunyai hak 1 (satu) suara. Pasal 20 Rapat Pimpinan Kecamatan 1. 5. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kecamatan 2. Peserta Rapat Pimpinan Kecamatan terdiri dari : a. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kecamatan 2. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 65 . Dewan Pengurus Kabupaten/Kota. 3. Sidang-sidang Rapat Kerja Provinsi dipimpin oleh Dewan Pengurus Provinsi. Rancangan materi Rapat Kerja Daerah Provinsi disiapkan oleh Dewan Pengurus Provinsi 5. Dewan Pengurus Kabupaten/Kota d. Peserta Rapat Kerja Kecamatan dari: a. Peserta Rapat Kerja Kecamatan memiliki hak bicara memiliki hak bicara secara kolektif kelembagaan KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Majelis Pemuda Indonesia Kota/Kabupaten. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota dan hanya memiliki hak bicara.Pasal 18 Rapat Kerja Provinsi 1. Pengurus Kecamatan c. Pengurus Kecamatan. Peserta Rapat Kerja Provinsi memiliki hak bicara secara kolektif kelembagaan 3. 5. Peserta Rapat Kerja Provinsi terdiri dari: a. f. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Kecamatan dipimpin oleh Pengurus Kecamatan KNPI. 4. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Kecamatan dan hanya memiliki hak bicara. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Provinsi dan hanya memiliki hak bicara 4. c. 3. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kecamatan c. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kabupaten/Kota. Dewan Pengurus Kabupaten/Kota b. Pasal 19 Rapat Kerja Kabupaten/Kota 1. 4. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota b. Sidang-sidang Rapat Kerja Provinsi dipimpin oleh Dewan Pengurus Kabupaten/Kota.

BAB V RAPAT–RAPAT DEWAN PENGURUS Pasal 22 Rapat Pleno Dewan Pengurus 1. Membahas. dan mengkoordinir pelaksanaan-pelaksanaan hasil Kongres/Musyawarah Mengevaluasi perkembangan daerah dan dampaknya bagi perkembangan organisasi. Mengambil keputusan tentang perkembangan organisasi sehari-hari baik intern maupun ekstern. Fungsi dan wewenang Rapat Harian : a. Pasal 24 Rapat Koordinasi/Konsultasi 1. Rapat Komisi Dewan Pengurus diselenggarakan untuk membahas perencanaan. 2. 2. Rancangan materi Rapat Kerja Pengurus Kecamatan disiapkan oleh Pengurus Kecamatan 5. serta Badan-Badan Khusus menurut tingkatannya.3. pelaksanaan dan mengevaluasi program Komisi. Rapat Koordinasi/Konsultasi adalah rapat yang diadakan sewaktu-waktu jika dianggap perlu yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian anggota Pengurus Harian dengan Dewan Penasehat. Pasal 23 Rapat Harian Dewan Pengurus 1. Peninjau ditetapkan oleh Pengurus Kecamatan dan hanya memiliki hak bicara 4. Mengambil keputusan-keputusan mendesak organisasi yang berkaitan dengan kebijakan organisasi b. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 66 . Sidang-sidang Rapat Kerja Kecamatan dipimpin oleh Pengurus Kecamatan. Majelis Pemuda Indonesia. Fungsi dan wewenang Rapat Pleno adalah: a. Mengambil kebijakan dan keputusan yang mendasar bagi organisasi dalam bentuk kebijakan-kebijakan b. hal-hal khusus yang berkaitan dengan kebijakan eksternal organisasi maupun hal-hal umum yang berkaitan dengan kebijakan internal secara teknis dalam pelaksanaan program Badan-Badan Khusus. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Rapat Pleno Dewan Pengurus diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pengurus ditambah Pimpinan/Anggota Komisi dan Pimpinan Badan-Badan Khusus menurut tingkatannya. Rapat Harian Dewan Pengurus adalah rapat yang diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 (dua) bulan yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Harian sesuai tingkatannya. Rapat Koordinasi/Konsultasi diselenggarakan untuk membahas. 3. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus adalah institusi pengambilan keputusan tertinggi dalam Dewan Pengurus pada masing-masing tingkatannya. mengevaluasi. Rapat Komisi Dewan Pengurus adalah rapat yang diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sekali yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan/Anggota masing-masing Komisi menurut tingkatannya. 2. Pasal 25 Rapat Komisi Dewan Pengurus 1.

baik yang lebih rendah maupun lebih tinggi tingkatannya. Pasal 29 Pendelegasian Wewenang Apabila Ketua Umum/Ketua berhalangan sementara dan atau karena sesuatu sebab tidak dapat menjalankan kewajibannya untuk sementara waktu tertentu. maka jabatan Ketua Umum/Ketua digantikan oleh salah seorang Ketua/Wakil Ketua yang ditetapkan dalam Rapat Pleno Dewan Pengurus yang diagendakan untuk keperluan itu. atau mengundurkan diri. maka pergantian untuk mengisi lowongan jabatan dimaksud dilakukan dan ditetapkan melalui Rapat Pleno Dewan Pengurus dengan mempertimbangkan secara sungguh-sungguh saran dan usulan dari Pimpinan OKP yang mengusulkan dan atau akan menggantikannya. Dewan Pengurus tidak diperkenankan merangkap jabatan pada Dewan Pengurus. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 67 . Majelis Pemuda Indonesia. Ketentuan lebih lanjut ayat 1 (satu) pasal ini diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI. dan atau dianggap melanggar konstitusi. terkecuali khusus untuk Rapat-Rapat Dewan Pengurus penundaan waktunya adalah selama dua kali 30 menit BAB VII RANGKAP JABATAN. 2.Pasal 26 Rapat-Rapat Khusus Lainnya Rapat-Rapat Khusus lainnya dilaksanakan Dewan Pengurus adalah rapat-rapat lainnya yang tidak termaktub dalam Bab V Anggaran Rumah Tangga ini BAB VI KUORUM DAN PERSYARATAN Pasal 27 1. 2. 2. maka semua jenjang permusyawaratan di atas dapat ditunda selama dua kali 60 menit. maka atas persetujuan peserta yang hadir sidang-sidang selanjutnya dinyatakan sah. Ketentuan mengenai kuorum dan persyaratan Rapat-Rapat dan Rapat-Rapat Dewan pengurus diberlakukan sama dengan yang di atur pada ayat 1 dan 2 pasal ini. PENDELEGASIAN WEWENANG DAN PERGANTIAN ANTAR WAKTU Pasal 28 Rangkap Jabatan 1. dan jika dalam tenggang waktu tersebut kuorum belum dapat terpenuhi. 3. Kongres/Kongres Luar Biasa/Musyawarah Provinsi/ Musyawarah Provinsi Luar Biasa/Musyawarah Kabupaten-Kota/Musyawarah Kabupaten-Kota Luar Biasa/Musyawarah Kecamatan/ Musyawarah Kecamatan Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) ditambah satu jumlah utusan peserta. Apabila karena sesuatu sebab terjadi lowongan jabatan dalam personalia Dewan Pengurus karena diberhentikan dengan alasan tidak aktif. Apabila ketentuan dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dipenuhi. Pasal 30 Pergantian Antar Waktu 1. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. maka salah seorang Ketua/Wakil Ketua yang ditunjuk Ketua Umum/Ketua bertindak untuk dan atas nama Ketua Umum/Ketua untuk jangka waktu yang ditentukan. Apabila Ketua Umum/Ketua berhalangan tetap dan atau karena sesuatu sebab tidak dapat menjalankan dan atau menyelesaikan kewajibannya sampai masa bakti kepengurusan berakhir.

kecuali untuk Dewan Pengurus Pusat maka pensahannya dilakukan oleh Ketua Umum. Ketentuan lebih lanjut ayat mengenai pergantian antar waktu diatur dalam Peraturan Organisasi KNPI. Sekretaris dan sejumlah anggota KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Pengkuhan personalia pengurus yang mengisi jabatan lowong antar waktu dilakukan oleh Ketua umum/Ketua Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dalam suatu rapat pleno yang mengagendakan khusus untuk itu. mantan Dewan Pengurus serta Ketua Umum/Ketua OKP (ex-Officio) sesuai tingkatannya. BAB VIII BADAN-BADAN KHUSUS Pasal 31 Status Badan Khusus KNPI adalah Badan pembantu Dewan Pengurus dalam merealisasikan program kerjanya yang dibentuk menurut kebutuhan oleh Dewan Pengurus menurut tingkatannya. pelatihan kerja praktis dan kegiatan lain semacamnya.3. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi di tingkat Provinsi c. Tindakan yang dilakukan Dewan Pengurus sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini harus disampaikan secara tertulis kepada Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya untuk disahkan. Anggota Majelis Pemuda Indonesia mencakup tokoh-tokoh pemuda. BAB IX MAJELIS PEMUDA INDONESIA Pasal 33 Status 1. Majelis Pemuda Indonesia dibentuk disemua tingkatan Dewan Pengurus. 5. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 68 . Badan-Badan Khusus bertugas melaksanakan program sesuai dengan fungsi dan peran serta pembidangan masing-masing. penelitian. 3. 2. Pelaksana Badan-Badan Khusus bertanggungjawab kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dan setiap 6 (enam) bulan sekali memberikan laporan tertulis yang menyangkut pelaksanaan kegiatan dan laporan keuangan 4. 4. Majelis Pemuda Indonesia merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif dan bertugas menyelenggarakan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja Dewan Pengurus sesuai tingkatannya masing-masing. 3. terkecuali pergantian Ketua Umum pengukuhannya dilakukan oleh Pimpinan Sidang melalui Rapat yang diadakan untuk itu. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan di tingkat Kecamatan 4. 2. terdiri dari: a. Badan-badan Khusus mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan keahlian profesi bagi pengurus KNPI dan anggota OKP yang berhimpun dalam bentuk pendidikan. Pasal 32 Tugas dan Kewajiban 1. beberapa Wakil Ketua. Kepemimpinan Majelis Pemuda Indonesia terdiri dari Ketua. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten di tingkat Kab/Kota d. Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan-badan Khusus diatur dalam Peraturan Organisasi. Majelis Pemuda Indonesia Pusat di tingkat Nasional b.

obyektif. Khusus dalam penyelenggaraan Kongres dan Musyawarah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kecamatan. melalui Panitia Verifikasi yang dibentuk untuk kepentingan itu. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 69 . Bendahara secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali memberikan laporan keuangan kepada Rapat Pleno Dewan Pengurus. 2. Dalam upaya menjamin kesinambungan organisasi maka Ketua Majelis Pemuda Indonesia semua tingkatan dijabat oleh Ketua Umum/Ketua KNPI demisioner dan atau salah seorang dari Ketua/Wakil Ketua KNPI demisioner yang ditunjuk oleh Ketua Umum/Ketua KNPI demisioner. BAB X KEUANGAN Pasal 36 Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan 1. semua pemasukan dan pengeluaran keuangan harus dipertanggung jawabkan kepada Dewan Pengurus KNPI masa bakti berikutnya. Pengawasan dan penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal 34 di atas.Pasal 34 Tugas dan Kewajiban 1. rasional dan disampaikan langsung kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dan atau disampaikan melalui forum permusyawaratan dan rapat-rapat. mengevaluasi. 2. 4. 3. diselenggarakan secara tertulis. sesuai tingkatan organisasi. maka Majelis Pemuda Indonesia sesuai tingkatannya dapat mengambil inisiatif sebagai fasilitator untuk meyelenggarakan Kongres/Musyawarah Provinsi/Musyawarah Kabupaten-Kota/Musyawarah Kecamatan setelah mendapatkan persetujuan rapat Majelis Pemuda Indonesia Pasal 35 Rapat-Rapat 1. Dewan Pengurus setiap tingkatan bertanggungjawab atas penggunaan dana dan pengelolaan harta kekayaan organisasi sesuai dengan sistem keuangan dan akuntansi Indonesia. Dalam hal Dewan Pengurus semua tingkatan tidak memiliki itikad baik untuk menyelenggarakan Kongres/Musyawarah Provinsi/Musyawarah KabupatenKota/Musyawarah Kecamatan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya masa 6 (enam) bulan setelah masa baktinya berakhir. melalui permusyawaratan sebagaimana pasal (13) ayat (1) Anggaran Dasar ini. 4. Rapat Majelis Pemuda Indonesia diselenggarakan untuk membahas. 3. dan merumuskan penilaian terhadap kinerja Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatan serta mengambil kebijakan sesuai dengan fungsi dan tugasnya. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Laporan Pertanggungjawaban bidang keuangan harus disusun berdasarkan hasil audit oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia. 2. Rapat Majelis Pemuda Indonesia adalah rapat yang diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan yang dihadiri oleh seluruh Anggota Majelis Pemuda Indonesia menurut tingkatannya.

BAB XIII PENUTUP Pasal 39 1. Lambang KNPI adalah seperti yang terdapat dalam Lampiran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga ini. Hal-hal yang belum diatur dalam dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan kemudian melalui mekanisme permusyawaran dan rapat-rapat KNPI. vandel. Anggaran Rumah Tangga ini merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Anggaran Rumah Tangga yang ditetapkan dalam Kongres XI Pemuda/KNPI pada tanggal 20 Desember 2005 di Caringin .Bogor 2. warna. 2. Jenis Lagu Meliputi Mars Pemuda Indonesia dan Hymne Pemuda Indonesia seperti terdapat dalam lampiran Anggaran Dasar ini. Hal-hal yang akan diatur dan ditetapkan kemudian tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.BAB XI ATRIBUT Pasal 37 1. penjelasan tata cara penggunaan dan pengaturan lebih lanjut jenis atribut seperti tersebut pada ayat (2) pasal ini. diatur dalam lampiran Anggaran Dasar ini 4. jaket. Bentuk. serta selanjutnya diatur dalam Peraturan Organisasi 2. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 27 Oktober 2008 KONGRES XII PEMUDA/KNPI PRESIDIUM SIDANG SARMAN SIMANJORANG Ketua/Anggota ANDI BROWNING Anggota PURWANTO M. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 70 . dan identitas KNPI 3. Lambang seperti tersebut pada ayat (1) dipergunakan untuk pembuatan bendera. ALI Anggota NATALIS SITUMORANG Anggota ARBAIN SEMENDAWAI Anggota KONGRES XII PEMUDA/KNPI. BAB XII PERATURAN PERALIHAN Pasal 38 1.

08/KONGRES-XII/PEMUDA-KNPI/2008 ATRIBUT-ATRIBUT KNPI MARS PEMUDA INDONESIA KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 71 .LAMPIRAN TIGA : KETETAPAN KONGRES XII PEMUDA/KNPI NOMOR: TAP.

HYMNE PEMUDA INDONESIA KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 72 .

Pembukaan dan / atau Penutupan Kongres. 2. seperti Perayaan 17 Agustus. b. gerak jalan. Hymne dapat juga digunakan untuk mengiringi upacara pembacaan Deklarasi Pemuda Indonesia. Rapat Kerja Nasional / Daerah. Mars dan Hymne pada dasarnya dipergunakan dalam upacara-upacara resmi : a. 28 Oktober. Upacara resmi yang bersifat intern organisasi KNPI. Mars kecuali dilagukan pada upacara-upacara resmi. 10 November dan lain-lain. Musyawarah Pimpinan Paripurna. seperti Perayaan Hari Ulang Tahun KNPI. 3. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 73 . ataupun perlombaan-perlombaan ketangkasan lainnya.TATA CARA PENGGUNAAN MARS DAN HYMNE KNPI : 1. seperti pada acara olahraga. Musyawarah-Musyawarah Daerah. dapat juga digunakan untuk upacara yang membutuhkan semangat dan gerak. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Upacara yang bersifat nasional. Rapat Pimpinan.

• Figur yang mendorong : mengartikan maju. kedinamisan. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 74 . membangun • Huruf-huruf KNPI yang “menyatu” mengartikan : Persatuan dan kegotong royongan.LAMBANG KNPI Keterangan Warna : • Orang : Coklat • Daun dan Huruf KNPI : Kuning • Dasar bagian bawah : Biru • Dasar bagian atas : Putih • Garis Pinggir : Hitam Pengertian Lambang : • Bentuk figur : Perlambang Pemuda. menatap ke masa depan dengan optimis • Memegang “daun berhelai lima” perlambang akan setiap tindakan perbuatan selalu berpegang pada azas “Pancasila” dan juga simbol untuk kemakmuran. bersatunya pemuda-pemuda Pengertian Tata Warna : • Biru : Menggambarkan lautan Indonesia yang mengelilingi Kepulauan Nusantara • Coklat Muda : Manusia / Bumi Indonesia • Kuning Muda / Kehijau-hijauan : Warna daun muda yang menggambarkan generasi muda harapan bangsa dan sifat pemuda itu sendiri yang penuh optimis dan harapan. kesatuan tindak dalam KNPI • Bentuk : mengartikan perisai : ketahanan Pemuda terhadap pengaruh luar mengartikan wadah : tempat berkumpul. KONGRES XII PEMUDA/KNPI. kemauan bekerja.

Pada persitiwa-peristiwa biasa.BENDERA : Bendera : Ukuran lebar dan panjang bendera adalah 3 x 4 Warna bendera ialah biru (bagian atas) dan putih (bagian bawah dengan lambang KNPI di tengah-tengah Bendera yang berukuran 90 x 120 cm dipergunakan pada peristiwa yang digolongkan bersifat upacara resmi baik yang bersifat nasional maupun yang bersifat internal organisasi. bendera tidak terikat ukuran 90 x 120 cm tetapi harus tetap dalam perbandingan 3 : 4 KONGRES XII PEMUDA/KNPI. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 75 .

Ukuran badge diserahkan kepada masing-masing daerah maupun pusat. BADGE : Lambang harus terdapat pada badge. TATA CARA PENGGUNAAN JAS/JAKET Jas/jaket dapat digunakan pada setiap peristiwa bilamana hal itu dianggap perlu. Jakarta 25 – 28 Oktober 2008 76 . Tulisan-tulisan yang menggambarkan kegiatan Tulisan-tulisan yang berbahasa asing (Inggris) hanya terdapat pada tingkat pusat. ukuran. TATA CARA PENGGUNAAN VANDEL : Vandel digunakan sebagai souvenir dan dapat dihadiahkan bila dianggap perlu. KONGRES XII PEMUDA/KNPI.JAS / JAKET : Warna Bahan Model : sama seperti warna biru pada lambang : bebas : .Jas untuk upacara resmi . Tentang bentuk. tingkat pusat maupun tingkat daerah. rekreasi dan lain-lain. baik pusat maupun daerah.Jaket untuk acara tidak resmi : olahraga. TATA CARA PENGGUNAAN BADGE : Badge harus digunakan pada jas / jaket Letak badge pada dada sebelah kiri VANDEL : Yang terdapat pada vandel : Lambang KNPI Tulisan-tulisan yang menyebutkan pengurus KNPI. warna. bahan serta rumbai dari pada vandel diserahkan kepada kreativitas masing-masing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful