Anda di halaman 1dari 4

Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan diagnostik yang diperlukan pada klien dengan cedera kepala meliputi: 1.

CT-Scan (dengan atau tanpa kontras)

Gambar CT-Scan Epidural Hematoma Mengidentifikasi luasnya lesi, perdarahan, determinan, ventrikuler, dan perubahan jaringan otak. Untuk mengetahui adanya infark/ iskemia jangan dilakukan pada 24 - 72 jam setelah injuri. 2. MRI Digunakan sama seperti CT-Scan dengan atau tanpa kontras radioaktif. 3. Cerebral Angiography Menunjukan anomali sirkulasi cerebral seperti perubahan jaringan otak sekunder menjadi edema, perdarahan, dan trauma.

4. Serial EEG

Gambaran Hasil EEG Dapat melihat perkembangan gelombang yang patologis. 5. Sinar-X Mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur), perubahan struktur garis (perdarahan/ edema), fragmen tulang. 6. BAER (Brain Auditory Evoked Response) Mengoreksi batas fungsi corteks dan otak kecil. 7. PET (Positron Emission Tomoghraphy) Mendeteksi perubahan aktivitas metabolisme otak. 8. CSS (Cairan Serebro Spinal) Lumbal pungsi dapat dilakukan jika diduga terjadi perdarahan subarachnoid. 9. Kadar Elektrolit Untuk mengoreksi keseimbangan elektrolit sebagai penigkatan tekanan intrakranial. 10. Screen Toxicology Untuk mendeteksi pengaruh obat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran. 11. Rontgen Thoraks 2 arah (PA/AP dan Lateral) Rontgen thoraks menyatakan akumulasi udara/ cairan pada area pleural. 12. Toraksentesis menyatakan darah/ cairan. 13. Analisa Gas Darah (AGD/ Astrup)

Analisa Gas Darah (AGD/ Astrup) adalah salah satu tes diagnostik ntuk menentukan status respirasi. Status respirasi yang dapat digambarkan melalui pemeriksaan AGD ini adalah status oksigenasi dan status asam basa. Nilai Normal komponen AGD: Komponen AGD pH PO2 PCO2 HCO3 Base Excess (BE) SaO2 ARTERI 7,35 7,45 80 100 mmHg 35 45 mmHg 22 26 mEq/L or mmol/L 2 to +2 mEq/L or mmol/L 95%100% VENA 7,31 7,41 35 40 mmHg 41 51 mmHg 22 26 mEq/L or mmol/L 2 to +2 mEq/L or mmol/L 68%77%

Cara cepat membaca Interpretasi AGD: Ketidakseimbangan Asam Basa Asidosis Respirasi Alkalosis Respirasi Asidosis Metabolik Alkalosis Metabolik pH PCO2 bila kompensasi bila kompensasi HCO3 bila kompensasi bila kompensasi

* Kompensasi penuh atau total : pH masih dalam batas normal Kompensasi : Masalah Respirasi Ginjal yang akan mengkompensasi dengan

mempertahankan atau melepaskan HCO3Masalah Metabolik Paru-paru yang akan mengkompensasi dengan

mempertahankan atau melepaskan CO2 Tidak menutup kemungkinan bila terjadi masalah dikeduanya (respirasi dan metabolik) maka nilai paCO2 atau HCO3- akan menyesuaikan pH. (bila Alkalosis nilai paCO2 dan HCO3- , bila terjadi Asidosis maka nilai paCO2 dan HCO3- ) Penyebab umum Ketidakseimbangan Asam-Basa :

Respiratory acidosis

COPD, cardiac

asthma, arrest,

head

injury,

pulmonary depression,

edema, aspiration, pneumonia, ARDS, pneumothorax, respiratory anxiety, brain acute overdose, gastric long-term furosemide), acid (vomiting, diuretic excessive fear, tumor, and CNS depression, or head injury Respiratory alkalosis Hyperventilation, fever, Metabolic acidosis Diabetes failure, salicylate fistulas Metabolic alkalosis Loss suction), (thiazides, of gastric therapy NaHCO3 sepsis, mellitus, severe overventilation chronic renal diarrhea, alcoholism, starvation, pancreatic pain, mechanical

administration, hypercalcemia

Sumber: Muttaqin, Arif. 2011. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Salemba Medika. Janice Jones, PHD, RN, CNS ,Brenda Fix, MS, RN, NP, Critical Care Notes-Clinical Pocket Guide,2009 by F. A. Davis Company,Philadelphia./ http://www.fadavis.com.