P. 1
anfis-suhu-tubuh-s-1

anfis-suhu-tubuh-s-1

|Views: 22|Likes:
Dipublikasikan oleh Ilham Pramana
presentasi suhu tubuh
presentasi suhu tubuh

More info:

Published by: Ilham Pramana on Mar 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/03/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

SUHU TUBUH

PENGERTIAN
Perbedaan antara jumlah panas yg diproduksi o/ proses tubuh & jumlah panas yg hilang ke lingkungan luar  adalah derajat panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia sebagai keseimbangan pembakaran dalam tubuh dengan pengeluaran panas melalui keringat,pernapasan, sisa-sisa pembuangan dan penyinaran [radiasi], kondoksi dan konveksi.

ETIOLOGI 1. rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. sangat terkait dengan laju metabolisme. Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. . Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya. rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi ephineprin dan norephineprin yang meningkatkan metabolisme. Rangsangan saraf simpatis Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu. Hampir seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya. 2.

3-0. Lingkungan : Suhu lingkungan yg ektrem dpt mempengaruhi sistem regulasi suhu individu .3C-40C 4. Hormon: Sekresi progesteron pada saat ovulasi meningkatkan suhu tubuh 0.3.6C pada suhu basal 5. Stres : Stimulasi sistem saraf simpatis dapat meningkatkan produksi epineprin dan norepineprin yg akan meningkatkan aktifitas metabolik dan produksi panas 6. Ecercise/Latihan: Kerja/latihan keras dapat meningkatkan suhu tubuh sampai 38.

FAKTOR LAIN Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus.  Demam ( peradangan ) Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan.  .  Status gizi Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%.

menggigil. meningkatkan sekresi hormon tiroid dan mensekresi epinephrine dan norepinephrine serta meningkatkan basal metabolisme rate. Bagian otak yang berpengaruh terhadap pengaturan suhu tubuh adalah hipotalamus anterior dan hipotalamus posterior. vasodilatasi dan menimbulkan keringat. meningkatnya produksi panas. regulasi sentral . Suhu tubuh dipertahankan melalui suatu fungsi fisiologis yang melibatkan reseptorreseptor suhu perifer dan sentral.MEKANISME PENGATURAN SUHU TUBUH    Termoregulasi seperti fungsi sistem tubuh lainnya mempunyai sistem umpan balik (feed back) negatif dan positif untuk mengatur fungsi fisiologis tubuh. Fungsi pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi tersebut dibedakan menjadi 3 fase. yaitu: termal aferen. Hipotalamus posterior (PH/ POA) berfungsi meningkatkan penyimpanan panas. Hipotalamus anterior (AH/POA) berperanan meningkatkan hilangnya panas. piloerektil. menurunkan aliran darah.

.

bila suhu tubuh antara 37. bila suhu tubuh lebih dari 40°  .37.5°C  Febris / pireksia. bila suhu tubuh berkisar antara 36 .5 . bila suhu tubuh kurang dari 36°C  Normal.40°C  Hipertermi.GANGGUAN SUHU TUBUH Hipotermi.

. Bila vasokonstriksi tidak efektif dalam pencegahan tambahan pengeluaran panas. Suhu yang nyaman adalah pada saat sistim panas beroperasi. Darah didistribusi kembali ke pembuluh darah permukaan untuk meningkatkan pengeluaran panas. hipotalamus anterior mengontrol pengeluaran panas. Jika hipotalamus posterior merasakan suhu tubuh lebih rendah dari set point maka mekanisme konservasi panas bekerja. Hipotalamus merasakan perubahan ringan pada suhu tubuh. Kompensasi produksi panas distimulasi melalui kontraksi otot volunteer dan getaran atau menggigil pada otot.FISIOLOGI PENGATURAN SUHU TUBUH  Kontrol Neural dan Vascular Hipotalamus :Yang terletak antara hemisfer serebral. tubuh mulai menggigil. Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah mengurangi aliran darah kekulit dan extremitas. Lesi atau trauma pada hipotalamus atau korda spinalis yang membawa pesan hipotalamus dapat menyebabkan perubahan yang serius pada kontrol suhu. Bila sel saraf di hipotalamus anterior menjadi panas melebihi set point maka inpuls akan dikirim untuk menurunkan suhu tubuh. fasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah dan hambatan produksi panas. dan hipotalamus posterior mengontrol produksi panas. mengontrol suhu tubuh. Mekanisme pengeluaran panas termasuk berkeringat.

b. Pemanasan → vasodilatasi Dingin → vasokonstriksi 2. Medula adrenal : Dingin mengakibatkan sekresi yg menstimulasi metabolisme shg meningkatkan pembentukan panas. Sistem Endokrin a.ANATOMI FISIOLOGI PENGATURAN SUHU TUBUH Suhu tubuh diatur oleh sistem saraf dan sistem endokrin 1. Sistem Saraf Pusat pengatur suhu tubuh hipotalamus→ preoptik hipotalamus anterior. Kelenjar tiroid : Dingin meningkatkan skresi tiroksin yg mengakibatkan peningkatan metabolisme dan pembentukan panas .

menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan. fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormon progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0.6°C di atas suhu basal .3 – 0.Sistem Endokrin  Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal.

. Akibatnya.Sistem Endokrin  Hormon pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. produksi panas tubuh juga meningkat.

PRODUKSI PANAS/ HEAT PRODUCTION 5 Faktor penting produksi panas a.epinephrin dan norepineptin e. BMR ( Basal Metabolisme Rate ) b. Stimulasi simpatis. Demam . Pengeluaran tiroxin d. Aktifitas otot c.

Radiasi : Diantara kulit dan lingkungan d. pernafasan.) . Konveksi : Melalui sirkulasi c.kulit. Konduksi : Perpindahan lgsung dari badan ke obyek tanpa gerakan : Kompres b.MEKANISME KEHILANGAN PANAS/ Heat loss a. Evaporasi : Penguapan ( Insensibel water loss mis.

Type demam Demam Intermittent : Suhu tubuh menunjukan interval yang teratur antara periode demam dan periode suhu normal/subnormal (Demam selang – seling )  Demam Remittent : Suhu berfluktuasi lebih dari 2C terjadi lebih dari 24 jam tetapi diatas normal  .

Demam relapsing :Periode demam pendek beberapa hari diselingi suhu normal 1 / 2 hari  Demam Constant : Temperatur tubuh berfluktuasi minimal tetapi selalu diatas normal  .

4. 3. 6. 5. Onset ( Stadium Mengigil ): Peningkatan denyut jantung Nafas cepat dan dalam Mengigil selama peningkatan aktifitas kontraksi otot dan mengkerutnya pori-pori Mengeluh kedinginan Kuku jari sianosis Tampak bercak – bercak pd kulit selama kontriksi dari musculus pilo-erektus Berkeringat Temp meningkat . 2.TANDA – TANDA DEMAM  1. 7. 8.

 1. 12. 13. Course / dampak Kedinginan Kulit panas Merasa panas dingin Peningkatan pernafasan Kehausan terus Dehidrasi Kelelahan Delirium Kejang selama iritasi dari sel saraf Mukosa bibir kering Kehilangan nafsu makan Lemah Katabolisme protein . 2. 5. 3. 8. 11. 7. 10. 6. 4. 9.

2. 4. Defervesense ( Fever abatemen ) Kulit kelihatan mengkerut dan terasa panas Berkeringat Tambah mengigil Dehidrasi . 1. 3.

bila pasien berkeringat terus dpt menyebabkan dehidrasi . tetapi sediakan ekstra selimut bila kedinginan Sediakan makanan yg adekuat dan cairan( 2500-3000ml/hari )utk mencapai peningkatan metabolik dan pencegahan dehidrasi bila tidak ada kontra indikasi. 5.dan lihat data lab Buka selimut bila pasien panas.DEMAM 1.PAS.tanda vital Kaji warna kulit dan suhu Monitor jumlah leukosit. 4. 2. Monitor tanda.hematokrit. 3.INTERVENSI KEP.

Sediakan dan beri kompres basah untuk membantu menurunkan panas melalui proses konduksi. Panas dapat menyebabkan bibir kering dan pecah akibat kekurangan cairan 11. Pasang cairan intravena mentenen 8. Berikan antipiretika sesuai order 10. 12. Kurangi aktifitas fisik utk membatasi produksi panas khususnya selama panas 9.6. Ukur intake dan out put 7. Sediakan oral hygiene utk menjaga mukosa bibir tetap lembab. Sediakan baju yang kering dan sprai untuk meningkatkan kehilangan panas secara konduksi .

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->