Anda di halaman 1dari 4

1.

Scientific approach Yet no past experience and no historical trend, however suggestive, is demonstrative: problems might come up, for all we know, which could prove impermeable to the scientific approach (Bunge vol.1, 1998 : 34) Pendekatan ilmiah membuktikan masalah yang mungkin akan muncul akibat adanya pengalaman di masa lalu.
Namun ada pengalaman masa lalu dan tidak ada kecenderungan historis, namun sugestif, adalah demonstratif: masalah mungkin akan muncul, untuk semua kita tahu, yang bisa membuktikan kedap pendekatan ilmiah

2.

Concept The concept is the unit of thought; accordingly the theory of concepts should be the philosophical equivalent of the atomic theory. Concepts, like material atoms, are not given in experience but must be sought by analysis (Bunge vol.1 : 51) Konsep adalah kesatuan pikiran dan tidak diberikan dalam pengalaman, tetapi harus dicari dengan analisis
Konsep adalah kesatuan pikiran, sesuai teori konsep harus menjadi setara filosofis teori atom. Konsep, seperti atom materi, tidak diberikan dalam pengalaman tetapi harus dicari oleh analisis

3.

Elucidation In science concept elucidation is contextual and gradual, and it is not the work of lexicographers, logicians, or even experimentalists, but rather of theoreticians (Bunge vol.1 : 124) Dalam ilmu sains, konsep penyuluhan dilakukan secara kontekstual dan secara bertahap. Konsep tersebut diperoleh secara teoritis.
Dalam ilmu penyuluhan konsep kontekstual dan bertahap, dan itu bukan pekerjaan lexicographers, ahli logika, atau bahkan eksperimentalis, melainkan dari teori

4.

Problem Let us take a glimpse at the scientific approach not, however, without first trying our forces on some of the following problems. (Bunge vol.1 : 6) Masalah mengawali rangkaian pendekatan ilmiah yang kita lakukan. Dengan adanya masalah, kita akan mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Mari kita sekilas pada pendekatan ilmiah tidak, bagaimanapun, tanpa terlebih dahulu mencoba kekuatan kami pada beberapa masalah berikut

5.

Hypothesis Hypothesis is not to be equated with fiction and contrasted with fact except in so far as both hypotheses and fictions are mental creations whereas facts other than mental facts are out there or may be made to happen in the external world. ( Bunge vol.1 : 254) Hipotesis tidak disamakan dengan fiksi dan tidak berbeda jauh dengan fakta yang mungkin terjadi di dunia nyata.

Hipotesis ini tidak boleh disamakan dengan fiksi dan kontras dengan fakta kecuali sejauh hipotesis dan fiksi adalah ciptaan jiwa sedangkan fakta-fakta selain fakta mental luar sana atau mungkin untuk terjadi di dunia luar

6.

Law The centrality of laws in science is recognized upon recalling that the chief goal of scientific research is the discovery of patterns. Laws summarize our knowledge of actuals and possibles; if deep, they will go as far as nibbling essences. (Bunge vol.1 : 347) Hukum meringkas pengetahuan kita secara aktual dan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Inti dari hukum adalah menemukan pola, sama seperti tujuan utama dari penelitian ilmiah, yakni penemuan pola.
Sentralitas hukum dalam ilmu diakui pada saat mengingat bahwa tujuan utama dari penelitian ilmiah adalah penemuan pola. Hukum meringkas pengetahuan kita actuals dan possibles, jika dalam, mereka akan pergi sejauh esensi menggigit.

7.

Theory :Statics In short, an emphasis on systemon empirically testable theory, of courserather than on raw experience is what characterizes contemporary science. Scientific theory can be studied either as an activity or as a finished even though not final product of that activity (Bunge vol.1 : 433) Teori ilmiah dapat dipelajari dari suatu kegiatan yang sudah dilakukan meskipun tidak didapatkan produk akhir dalam kegiatan tersebut. Singkatnya, penekanan pada teori systemon diuji secara empiris, dari courserather daripada pengalaman mentah apa yang menjadi ciri ilmu pengetahuan kontemporer. Teori ilmiah dapat dipelajari baik sebagai suatu kegiatan atau sebagai produk akhir meskipun tidak selesai dari kegiatan yang

8.

Theory : Dynamics Since the goal of theorizing is the building of mature and verisimilar theories, and since what distinguishes a theory from alternative fragments of scientific knowledge are certain logical and semantical properties, such as deducibility and conceptual unity, we had to investigate the logic and the semantics of theories before we could cast a glance at the actual process of theory construction and at the way theories account for their referents (Bunge vol.1 : 511) Tujuan dari teori adalah membangun secara matang, maka dari itu kita harus menyelidiki logika dan teori-teori yang sudah ada sebagai referensi untuk menilai sebuah teori.
Karena tujuan dari teori adalah bangunan teori matang dan kelihatan seakan-akan benar, dan karena apa yang membedakan teori dari fragmen alternatif pengetahuan ilmiah adalah sifat logis dan semantical tertentu, seperti deducibility dan kesatuan konseptual, kami harus menyelidiki logika dan semantik teori sebelum kita bisa melihat sekilas pada proses aktual pembangunan teori dan teori di akun jalan bagi mereka referen

9.

Explanation We do not rest content with finding facts, but wish to know why they should occur rather than not; and we do not even rest content with establishing explanatory constant conjunctions of facts, but attempt to discover the mechanism explaining such correlations. (Bunge vol.2 : 3) Penjelasan diberikan untuk menjelaskan mengapa suatu hal dapat terjadi dan mekanisme yang terdiri atas hubungan banyak fakta.
Kami tidak beristirahat isi dengan mencari fakta, tapi ingin tahu mengapa mereka harus terjadi daripada tidak, dan kami bahkan tidak beristirahat konten dengan membangun konjungsi konstan jelas dari fakta-fakta, tetapi berusaha untuk menemukan mekanisme yang menjelaskan korelasi tersebut

10. Prediction In science such answers are called predictions and are contrived with the help of theories and data: scientific prediction is, in effect, an application of scientific theory. (Bunge vol.2 : 73) Prediksi ilmiah merupakan sebuah aplikasi dari teori ilmiah; jawaban yang dibuat dengan batuan teori dan data yang ada.
Dalam ilmu jawaban tersebut disebut prediksi dan dibikin dengan bantuan teori dan data: prediksi ilmiah adalah, pada dasarnya, sebuah aplikasi dari teori ilmiah

11. Action On the other hand the theories of value, decision, games, and operations research deal directly with valuation, decision making, planning, and doing; they may even be applied to scientific research regarded as a kind of action. (Bunge vol.2 : 138) Kegiatan apapun yang diterapkan untuk penelitian ilmiah dianggap sebagai sebuah tindakan.
Di sisi lain teori nilai, keputusan, game, dan operasi menangani penelitian secara langsung dengan valuasi, pengambilan keputusan, perencanaan, dan melakukan, mereka bahkan dapat diterapkan untuk penelitian ilmiah dianggap sebagai semacam tindakan

12. Observation The basic empirical procedure is observation. Both measurement and experiment involve observation, whereas the latter is often done without quantitative precision (i.e. without measuring) and without deliberately changing the values of certain variables (i.e. without experimenting). (Bunge vol.2 : 171) Observasi merupakan pengamatan empiris yang biasanya berupa pengukuran dan eksperimen.
Prosedur dasar adalah pengamatan empiris. Kedua pengukuran dan eksperimen melibatkan observasi, sedangkan yang kedua sering dilakukan tanpa presisi kuantitatif (yaitu tanpa ukur) dan tanpa sengaja mengubah nilai-nilai dari variabel-variabel tertentu (yaitu tanpa bereksperimen)

13. Measurement Quantitative observation is measurement. Whenever numbers are assigned to certain traits on the basis of observation, measurements are being taken. (Bunge vol.2 : 217) Pengukuran termasuk dalam penelitian secara kuantitatif. Setiap angka yang dicantumkan merupakan dasar dari pengamatan, yang diambil dengan pengukuran.
Penelitian kuantitatif adalah pengukuran. Setiap kali nomor tersebut ditugaskan untuk ciri-ciri tertentu atas dasar pengamatan, pengukuran yang diambil

14. Experiment Of all kinds of human experience, scientific experiment is the richest: to observation it adds the control of some factors on the strength of theoretical assumptions and, if precise, it involves measurement. (Bunge vol.2 : 281) Eksperimen ilmiah melibatkan pengamatan dengan mengontrol beberapa faktor yang didasari secara teoritis, bahkan juga melibatkan pengukuran.
Dari semua jenis pengalaman manusia, eksperimen ilmiah adalah terkaya: pengamatan itu menambah kontrol dari beberapa faktor pada kekuatan asumsi teoritis dan, jika tepat, melibatkan pengukuran

15. Concluding The problem of nondeductive scientific inference is a hard one if only because of the gap between ideas and the facts they are supposed to represent (Bunge vol.2 : 325) Kesimpulan diperoleh dari ide-ide yang ada digabungkan dengan fakta-fakta, yang dianggap mewakili.
Masalah inferensi ilmiah non deduktif adalah satu sulit jika hanya karena kesenjangan antara ide dan fakta-fakta yang mereka dianggap mewakili