Anda di halaman 1dari 8

SINDROMA NEFROTIK

I. Anamnesis Keluhan Utama : sembab seluruh tubuh Riwayat perjalanan penyakit : Timbul sembab pada kedua kelopak mata terutama saat bangun tidur yang berkurang pada siang dan sore hari. Keluhan sembab tidak disertai sesak nafas bila beraktivitas Keluhan sembab bertambah ke perut , ke kedua kaki dan kemaluan Masih dapat tidur dengan satu bantal Tidak ada keluhan sering terbangun tiba-tiba karena sesak nafas atau karena ingin buang air kecil pada malam hari Demam tidak ada, menggigil tidak ada Sakit kepala dan terasa berat bagian belakang kepala tidak ada Badan terasa lemas ? , Nafsu makan ?, Buang air kecil yang menjadi jarang, 2-3 kali sehari (biasanya 5-6 kali) dan sedikit jumlahnya gelas tiap kali BAK, berwarna keruh dan berbusa, tanpa disertai nyeri. Buang air kecil TIDAK seperti air cucian daging Riwayat pengobatan ?

Riwayat penyakit dahulu : Riwayat sakit batuk, pilek dan sakit tenggorokan ? Riwayat bercak-bercak kemerahan pada wajah disertai nyeri-nyeri sendi ?

@Ririnevi

Page 1

Riwayat bepergian ke daerah endemik malaria ? Riwayat sakit kuning ? Riwayat darah tinggi ? Riwayat kencing manis ?

II. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : ditemukan adanya edema anasarka Vital sign ? Berat badan sebelum sakit ? Berat badan sekarang ? Lingkar perut ? Keadaan spesifik : Kepala : anemia ringan, muka sembab Leher : kadang-kadang ada pembesaran kelenjar parotis, SNNT Thoraks : sesak nafas ? , efusi pleura ? Abdomen : asites, shifting dullness (+) Ekstremitas : sembab tungkai dan lengan

III. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Darah rutin Pemeriksaan Darah Kimia, ditemukan : Kolesterol total meningkat Penyebab : peningkatan sintesis protein dalam hepar yang disertai peningkatan sintesis lipid.
@Ririnevi Page 2

Albumin menurun Penyebab : peningkatan permeabilitas membran basalis glomerulus

Protein total menurun Kejernihan : keruh Proteinuria masif ( +3) Penyebab : peningkatan permeabilitas membran basalis kapiler glomerulus dan peningkatan filtrasi protein plasma.

Pemeriksaan Urinalisa, ditemukan :

Sedimen : Hyalin cast (+) Nilai normal : normal terdapat dalam urine Interpretasi : normal, atau kalau jumlah berlebihan dicurigai adanya glomerulonefritis kronik yang menjadi penyebab sindrom nefrotik. oval fat bodie (+) Nilai normal : (-) Interpretasi : menunjukkan keadaan lipiduria Penyebab : peningkatan sintesis protein dan lipid pada hepar Mekanisme : Hipoalbuminemia peningkatan sintesa protein pada hepar disertai peningkatan sintesa lipid hiperlipoproteinemia banyak lipoprotein yang terlepas dari serum oval fat bodies (+)

Foto thoraks + EKG kalau pasien sesak berat curiga edema paru USG Ginjal untuk mendeteksi apakah sudah ada kelainan ginjal Tes ANA, anti dsDNA, C3 dan C4 jika curiga bahwa LES sebangai penyebabnya. Biopsi Ginjal GOLD STANDAR untuk etiologi sindroma nefrotik Diagnosa Banding
a. Sindroma nefrotik ec LES cari tanda-tanda pasien dengan LES ?

IV.

b. Sindroma nefrotik ec glomerulonefritis


@Ririnevi Page 3

c. Sindroma nefritik d. Sirosis Hepatis e. Gagal jantung kongestif

Keterangan Edema

Nephrotic syndrome Anasarka

Nephritic syndrome Terlokalisir

Sirosis hepatic

Gagal kongestif

jantung

Diawali dengan Tungkai dulu, ascites, jika sudah menjalar ke atas berat maka terjadi (abdomen, hati), anasarka apabila sudah di tangan maka sudah end-stage). + -

Proteinuria

Massive >3,5 g% of + + + Normal

Tidak <3 g% -

massive

Shorthness breath

+ + + +

+ +/+/

Hiperlipidemia Hipoalbuminemia ALT/AST Volume urine

+/Normal

V. Penatalaksanaan Non-farmakologi : -

Istirahat Retriksi cairan Diet rendah garam 1-2 gram/hari Pembatasan protein 2 gram/kgBB/hari Mobilisasi mencegah atrofi

Farmakologi :
-

IVFD RL gtt x/menit (mikro)


Page 4

@Ririnevi

Injeksi furosemid 2 x 1 ampul Tujuan : memperbaiki diuresis dan mengurangi edema. KSR 2 x 600 mg Tujuan : untuk pencegahan dan pengobatan hipokalemia akibat diuresis yang berlebihan.

Injeksi ciprofloxacin 2x1 gram Tujuan : untuk pencegahan terhadap infeksi karena pasien dengan sindroma nefrotik rentan terhadap infeksi karena : hipoalbuminemia turunnya transferin dan seruloplasmin akan banyak IgG yang hilang pasien rentan terhadap infeksi.

Simvastatin tab 1 x 10 mg Tujuan : untuk memperbaiki dislipidemia yang terjadi Koreksi albumin indikasikan pemberian albumin 100cc Pasien SN dengan hipoalbuminemia berat (kadar albumin 1,5 gr/dl) diberikan infus albumin rendah garam 20-25% 1g/kgBB atau plasma sebanyak 15-20 ml/kgBB

Metil prednisolon 4-3-2 Tujuan : sebagai obat-obatan imunocompremise Lansoprazole kapsul 1x 30 mg Tujuan : mengurangi efek samping dari obat KSR dan metilprednisolon yang diberikan seperti rasa mual dan nyeri pada perut.

VI. Prognosis
a. Quo ad vitam

: bonam : dubia ad bonam

b. Quo ad functionam SINDROMA NEFROTIK I. Definisi

Sindrom nefrotik (SN) adalah sekumpulan manifestasi klinis yang ditandai oleh proteinuria masif (lebih dari 3,5 g/1,73 m2 luas permukaan tubuh per hari), hipoalbuminemia (kurang dari 3 g/dl), edema, hiperlipidemia, lipiduria, hiperkoagulabilitas. II. Etiologi

Menurut etiologi, SN terbagi dalam 2 kelompok :


Page 5

@Ririnevi

1. Kelainan ekstra renal : Diabetes Melitus (DM), infeksi, keganasan, amiloidosis, Lupus Eritematosus (SLE), obat-obatan, preeklamsia, congenital. 2. Kelainan intra renal : Glomerulonefritis Istilah SN idiopatik dipergunakan untuk kelainan primer glomerulus di mana faktor etiologinya tidak diketahui.

Penyebab sindroma nefrotik dapat primer dan sekunder : a. Primer (idiopatik) 75-80% b. Sekunder : Glomerulonefritis post infeksi Penyakit sistemik, DM, SLE Keganasan Toxin-toxin spesifik

Penyebab sindrom nefrotik pada dewasa adalah: a. Glomerulonefritis primer (sebagian besar tidak diketahui sebabnya) Glomerulonefritis membranosa Glomerulonefritis kelainan minimal Glomerulonefritis membranoproliferatif Glomerulonefritis pascastreptokok Lupus eritematosus sistemik Obat (emas, penisilamin, kaptopril, antiinflamasi nonsteroid) Neoplasma (kanker payudara, kolon, bronkus) Penyakit sistemik yang mempengaruhi glomerulus (diabetes, amiloidosis)

b. Glomerulonefritis sekunder

III.Patofisiologi Terlampir

IV. Komplikasi
@Ririnevi Page 6

Kelainan Koagulasi dan Tendensi Trombosis Kelainan Hormonal dan Mineral Ganggguan Pertumbuhan dan Nutrisi Infeksi Anemia Gangguan Tubulus Renal Gagal Ginjal Akut

V. Penatalaksanaan Terapi disesuaikan dengan diagnosis dan penyebab yang mendasarinya : Penatalaksanaan edema Dianjurkan untuk tirah baring dan memakai stocking yang menekan, terutama untuk pasien lanjut usia. Hati-hati dalam pemberian diuretik, karena adanya proteinuria berat dapat menyebabkan gagal ginjal atau hipovolemik. Harus diperhatikan dan dicatat keseimbangan cairan pasien, biasanya diusahakan penurunan berat badan dan cairan. Dilakukan pengawasan terhadap kalium plasma, natrium plasma, kreanitin, dan ureum. Bila perlu diberikan tambahan kalium. Diuretik yang biasanya diberikan adalah diuretik ringan, seperti, tiazid atau furosemid dosis rendah, dosisnya dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan (Oral: 1-3 mg/kgBB/hari ; maksimal 40 mg/hari. Injeksi: 0,5-1,5 mg/kgBB/hari; maksimal 20 mg /hari). Garam dalam diet dan cairan dibatasi bila perlu. Pemberian albumin iv hanya diperlukan pada kasus-kasus refrakter, terutama bila terjadi kekurangan volume intravaskular atau oliguria. Memperbaiki nutrisi Dianjurkan pemberian makanan tinggi kalori dan rendah garam. Manfaat diet tinggi protein tidak jelas dan mungkin tidak sesuai karena adanya gagal ginjal, biasanya cukup dengan protein (0.8-1 mg/hari). Mencegah infeksi

@Ririnevi

Page 7

Biasanya diberikan antibiotik profilaksis untuk menghindari infeksi,terutama terhadap pneumokok. Pertimbangan obat antikoagulasi Dilakukan pada pasien dengan sindrom nefrotik berat, kecuali bila terdapat kontraindikasi. Terapi (biasanya warfarin) dipertahankan sampai penyakitnya sembuh. VI. Prognosis Prognosis tergantung dari beberapa faktor, seperti umur, jenis kelamin, penyulitpenyulit, saat pengobatan, dan macam kelainan histopatologi ginjal. Prognosis sindrom nefrotik pada umur muda atau anak-anak dan wanita lebih baik daripada umur tua atau dewasa dan laki-laki. Makin awal terdapat penyulit gagal ginjal dan hipertensi, prognosisnya makin buruk. Pengobatan yang terlambat, diberikan setelah 6 bulan dan timbul gambaran klinis mempunyai prognosis buruk.

@Ririnevi

Page 8

Anda mungkin juga menyukai