Anda di halaman 1dari 2

Kasus Gerontik 1. Nenek D. (68 tahun), adalah seorang lansia yang menderita kanker payudara.

Nenek D saat ini menjalani kemoterapi setelah menjalani radikal mastektomi. Sebelumnya Nenek D sangat sehat, nafsu makan sangat baik, namun akhir-akhir ini dia kehilangan nafsu makan karena efek samping kemoterapi dan stomatitis membuat dia merasa kesakitan saat makan. Berat badan Nenek D 43 kg, tinggi badan 1,57 m. Saat cek terakhir kali kadar WBC Nenek D menurun hingga 2000 sel/ml, hal ini disebabkan oleh kemoterapi yang dijalani Nenek D. Hasil lab yang lain adalah: kadar albumin 3,1 g/dl, Kadar Hb 10g/dl. Nenek D hidup dengan suaminya di rumah yang sederhana. Nenek D datang ke poliklinik untuk medapatkan kemoterapi dan Anda sebagai perawat home visiting sesekali datang merawat Nenek D. Suami Nenek D yang selalu memasak untuk Nenek D dan masakannya kurang memenuhi kebutuhan gizi Nenek D. Berdasarkan ilustrasi tersebut susunlah: 1. Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk Nenek D 2. Intervensi yang sesuai untuk diagnosa keperawatan Nenek D. 3. Tujuan jangka panjang dan pendek yang sesuai untuk Nenek D 4. Tentukan bagaimana mengevaluasi outcome dari perawatan yang telah diberikan 5. Apabila Anda memberikan pendidikan kesehatan kepada Nenek D dan suaminya tentukan metode dan media yang akan digunakan serta tentukan informasi yang akan disampaikan dalam bentuk SAP. 2. Nenek W, 72 tahun, mengalami gangguan pada arteri perifer, mengeluh tidak kuat lagi beraktivitas karena mengalami nyeri pada kaki kanan ketika berjalan. Nenek W tinggal di PSTW Senja Kemilau. Kondisi ini memburuk beberapa bulan terakhir ini, nenek W juga mengeluhkan kakinya kesemutan di malam hari , dari pengkajian didapatkan: (Claudikasi intermiten) Tanda vital: Suhu : 36.780C Tinggi badan: 167 cm Berat badan : 75 Kg Kulit : hangat dan kering Kaki kanan teraba lebih dingin dari kaki kiri Mampu menggerakan kedua jari kaki Klien memperoleh medikasi berupa pentoxifyline Nadi pedis : kanan 1+, kaki kiri 2+ Nadi femur : 2+ bilateral Berdasarkan data-data tersebut tentukanlah: 1. Diagnosa keperawatan pada Nenek W 2. Tujuan jangka panjang dan pendek yang diharapkan tercapai selama perawatan 3. Intervensi yang sesuai dengan diagnosa keperawatan 4. Bagaimana cara mengevaluasi tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan 5. Apabila akan diberikan health education tentukanlah informasi apa saja yang perlu diberikan dan buatlah SAP-nya, tentukan metode dan media yang sesuai 6. Apakah Nenek W perlu melakukan aktifitas fisik? Apabila diperlukan maka tentukan aktivitas fisik yang sesuai untuk Nenek W.

Pentoxifylline adalah turunan xanthine derivative, pelancar aliran darah. Obat ini bekerja dengan cara menipiskan darah dan meningkatkan fleksibilitas sel darah merah, sehingga menyebabkan darah mengalir dengan lebih mudah melalui pembuluh darah. Indikasi: Untuk mengobati klaudikasi intermiten (nyeri, kram, mati rasa, kelemahan di kaki, pinggul, paha dan bokong) pada pasien tertentu. Dosis: 1. Pada awalnya, 200 mg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari. 2. Dosis rumatan:100 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari, 200-300 mg infus melalui pembuluh darah (intra venous), ulangi setiap 12 jam. 3. Dosis maksimum: 1200 mg/hari 4. Pelepasan yang diperluas: 400 mg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari kemudian 5. Dosis rumatan: 400 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari

Efek Samping: Efek CV (kemerahan, adakalanya menimbulkan arrhythmias, hipotensi); Efek GI (penuh gastrik, N/V, diare); Efek dermatologis (memerahkan kulit, pruritus, urticaria); Reaksi anaphylatic yang jarang; Efek CNS (adakalanya menimbulkan kepeningan, sakit kepala, agitasi); efek hepatik yang yang jarang (peningkatan LFT); efek hematologis yang jarang (pendarahan, thrombocytopenia) Instruksi Khusus: 1. Berkontraindikasi pada pasien dengan pendarahan besar-besaran, pendarahan retinal yang luas. 2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita arrhythmias kardiak akut, MI, hipotensi, kerusakan fungsi ginjal, kerusakan fungsi liver yang parah, meningkatkan risiko pendarahan (misalnya pengobatan antikoagulant, gangguan antikoagula (ir/ir)