Anda di halaman 1dari 2

NAMA : JEKKY BAHAGIA G.

NIM : 100405032 PEMBUATAN PLASTIK DARI KENTANG


Pada masa ini plastik merupakan benda yang sangat penting bagi kehidupan. Fungsi plastik yang begitu luas membuat plastik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Plastik digunakan sebagai tas, bahan pembuatan peralatan rumah tangga, pipa, botol, dan lain-lain. Jika dulu untuk membgungkus makanan digunakan daun pisang, saat ini plastik telah banyak menggantikan peran pembungkus makanan tradisional tersebut. Banyak orang memilih plastiksebagai pembungkus makanan dengan alasan praktis, tahan lama, dan lebih bersih. Plastik yang notabene-nya adalah salah satu senyawa polimer umumnya dibuat dari minyak bumi menjadi polimer seperti polyproplyne, polycarbonate, dan polyvinilchloride. Penggunaan minyak bumi sebagai bahan baku plastik menimbulkan beberapa masalah : 1. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga terbatas ketersediannya di alam. 2. Karena berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, plastik tidak bisa didegradasi oleh alam. Hal ini tentu saja dapat menambah timbunan sampah yang ada dan lebih lanjut akan mencemari lingkungan. 3. Beberapa orang melakukan pengolahan plastik dengan cara membakarnya, padahal pembakaran plastik dapat memproduksi CO2 yang meningkatkan efek pemanasan global. Selain itu uap yang dihasilkan dari plastik juga bersifat karsinogenik yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu diciptakanlah plastik bebrbahan baku kentang yang bersifat ramah lingkungan dan mudah terurai oleh alam. Plastik seperti ini disebut dengan plastik biodegradable berbasis polimer. Bahan baku utama yang digunakan disini adalah kentang, terkhususnya adalah patinya. Proses pembuatannya tidaklah terlalu rumit. Kemudian bahan pendukungnya adalah HCl dan NaOH. Untuk membuat plastik dari kentang, beberapa kentang mentah dicuci bersih, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.

Sari pati kentang ini lalu dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. Nanti hasilnya akan seperti gel berwarna putih. Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi NaOH (natrium hidroksida) atau soda api, setetes demi setetes, lalu dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau. Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel lalu siap dibentuk atau dituang di cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel itu berubah menjadi plastik bening.