Anda di halaman 1dari 46

KELOMPOK 3

PERWAKILAN DIPLOMATIK

PETA KONSEP
1.PENGERTIAN HUBUNGAN
INTERNASIONAL SECARA UMUM
Hubungan Internasional adalah
hubungan yang mengatur perilaku setiap negara
untuk berinteraksi dengan negara lain dalam
bidang ekonomi, politik, sosial budaya,
pertahanan keamanan.

 Menurut Daniel S.Papp


Hubungan Internasional adalah ilmu yang
mempelajari masalah-masalah internasional dan
sistem yang membentuk hubungan Internasional
serta para aktor yang terlibat di dalamnya.
PERWAKILAN DIPLOMATIK
• Perwakilan Diplomatik adalah lembaga kenegaraan diluar negeri
yang bertugas dalam membina dan menyelenggarakan tugas-
tugas hubungan politik dengan negara lain.
• Tugas dan wewenang ini dilakukan oleh perangkat korps
Diplomatik, yaitu (C.D)
• a. Duta besar (Ambassador)
• b. Duta (Ervoye Extraordinaire et ministre fleni to centiaire)
dan menteri berkuasa penuh/Gerzant
• c. Menteri Residen (Minister Resident)
• d. Kuasa usaha (Charges d`affaires)
• pembagian ini didasarkan pada kongres Wina 1815 dan kongres
achan 1818.
• Ketentuan mengenai perwakilan diplomatik RI diatur dalam
UUD 1945 pasal 13 “Presiden mengangkat duta dan konsul”
Presiden menerima duta negara lain.
• Kekuasaan Presiden dalam mengangkat dan menerima duta
negara lain adalah sebagai konsekuensi dari kedudukan
presiden sebagai kepala negara.
pokok perwakilan Diplomatik secara
umum:
3.Menyelenggarakan kepentingan politik
negara-
nya di luar negeri terutama di negara
tempat
bertugas.
2. Menjamin efisiensi dari perwakilan asing
disuatu negara.
3. Melakukan hubungan serta perundingan-
perun
dingan dengan pemerintah negara
tersebut.
4. Menciptakan pengertian bersama (Good
will)
5. Berkewajiban melindungi kepentingan-
baru diselenggarakan hubungan terhadap
konsuler maka perwakilan konsuler ini bertindak
menyelenggarakan hubungan dengan negara
sahabat, bedanya dapat di analisa dari tugas
pokok keduanya.
Hak-Hak Perwakilan Diplomatik
3.Hak Ekstrateritorial adalah hak untuk
mengamati tata hukum negeri sendiri(tidak
tunduk pada tata hukum negara tempat
bertugas).
4.Hak kekebalan Diplomatik (Imunitas) adalah
hak imunitas menyangkut diri pribadi seorang
diplomat serta gedung perwakilannya dengan
hak ini seorang diplomat berhak mendapat
perlindungan istimewa terhadap keselamatan siri
serta harta bendanya,anggota Diplomatik tidak
tunduk
Sedangkan
Dalammembina/Menyelenggarakan
Hubungan Yang Mempolitis Duta Besar
Tadi Dibantu Oleh Korps Consuler Yang
Terdiri Dari (Cc)
•Konsul Jenderal
•Konsul
•Wakil Konsul
•Agen Konsul
Tugas pokok perwakilan konsuler,
menjaga duta memajukan kepentingan-
kepentingan perdangangan, industri,
pelayaran dan persetujuan-persetujuan
dagang ekonomi lainnya.
AKTOR HUBUNGAN INTERNASIONAL
o Negara (state)
oOrganisasi Internasional (Internasional
Goverment Organitation)
oOrganisasi Non Pemerintah ( Non
Goverment Organitation)
oKorporasi Multinasional (multinational
Coorporation)
oKelompok Teroris ( Teroris Group)
oOrganisasi Pembebasan Nasional (Etnik
National Liberation Organitation)
o Individu (Individual)
PERJANJIAN INTERNASIONAL
• Dasar hukum perjanjian internasional adalah
pasal 38 ayat 1 piagam mahkamah
Internasional, yang menyatakan perjanjian
internasional harus diadakan oleh subjek
hukum internasional yang menjadi anggota
masyarakat internasional
• Perjanjian internasional adalah sebagai
sumber hukum internasional dengan alasan:
• Perjanjian internasional lebih menjamin
kepastian hukum, karena perjanjian
internasional diadakan secara tertulis
• Perjanjian internasioanl mengatur masalah-
masalah bersama yang penting dalam
hubungan antara subjek hukum internasional
TAHAP-TAHAP PERJANJIAN INTERNASIONAL
Berdasarkan konvensi WINA 1969 tentang
hukum perjanjian Internasional disebutkan
bahwa dalam pembuatan perjanjian baik bilateral
maupun multilateral dapat dilakukan melalui
tahap-tahap.Tahap-tahap tersebut dilakukan
secara berurutan, yaitu muali dari perundingan,
penandatanganan nota, agreement ataupun treaty
yang megikat negara-negara yang membuat
perjanjian, mengesahkan perjanjian tersebut
melalui ratifikasi yang melibatkan dewan
perwakilan/parlemen.
1. PERUNDINGAN (NEGOISASI)

Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama


antara pihak/negara yang dilakukan oleh wakil-wakil
negara yang diutus oleh negara-negara peserta
berdasarkan mandat tertentu. Wakil-wakil negara
melakuakn perundingan terhadap masalah yang
harus dilakuakn. Perundingan dilakuakn oleh kepala
negara,Mentri luar negeri, atau duta besar.
Perundingan dapat juga diwakili oleh pejabat yang
dapat memajukan surat kuasa penuh (full Power)
apabila perundingan
mencapai kesepakatan, perundingan tersebut meningkat
pada tahap penandatanganan.
2. PENANDATANGANAN (SIGNATURE)
Lazimnya dilakuakn oleh para menteri luar negeri
atau kepala pemerintahan. Untuk perundingan yang
bersifat multilateral, penandatanganna teks perjanjian
sudah dianggap sah jiak dua pertiga suara peserta yang
hadir memberikan suara, kecuali ditentukan lain. Namun
perjanjian belum dapt dilakukan masing-masing negara
apabila beluum diratifikasi oleh masing-masing
negaranya atau perjanjian akan berlaku setelah
ditandatangani pada waktu diumumkan mulai berlaku
atau setelah ditandatangani, perjanjian memasuki tahap
ratifikasi atau pengesahan oelh parlemen/ dewan
perwakilan rakyat di negara-negara yang
menandatangani perjanjian.
Suatu negara mengikatkan diri pada suatu
perjanjian dengan syarat apabila telah disahkan oleh
badan berwenag (treaty making powers) di
negaranya. Penandatanganan atas perjanjian yang
bersifat sementara dan masih harus dikuatkan
dengan pengesahan atau penguatan dinamakan
ratifikasi.
Ratifikasi dilakuakn oleh DPR dan Pemerintah
perlu mengajak DPR untuk mensahkan perjanjian
karena DPR merupakan perwakilan rakyat yang
berhak untuk mengetahui isi dan kepentingan yang
diemnban dalam perjanjian tersebut. Pasal 11 UUD
1945 menyatakan bahwa masalah perjanjian
internasional harus mendapatkan persetujuan dari
DPR. Apabila perjanjian telah disahkan atau
diratifikasi
dengan persetujuan DPR, perjanjian tersebut harus
Ratifikasi perjanjian internaional dapat
dibedakan atas:
• Ratifikasi oelh badan eksekutif, hal ini
biasa dilakuakn oelh Raja absolut dan
pemerintahan otoriter.
• Ratifikasi oleh badan legislatif, secara
umum sistem ini jarang digunakan, tetapi
sistem ini pernah diterapkan di negara
Turki 1924. Elsalvador 1950, Honduras
1936.
• Ratifikasi campuran (DPR dan
Pemerintah), sistem ini paling benyak
digunakan karena legislatif dan eksekutif
secara bersama-sama menentukan dalam
BERLAKUNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
Perjanjian internasional berlaku pada saat:
• Mulai berlaku sejak tanggal yang ditentukan atau
menurut yang disetujui oleh negara perunding
• Jika tidak ada ketentuan, perjanjian mulai berlaku
setelah persetujuan diikat dan dinyatakan oleh semua
negara berunding.
• Bila persetujuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian
setelah perjanjian itu berlaku. Maka perjanjian mulai
berlaku bagi negara itu pada tanggal tersebut, kecuali bila
perjanjian menentukan lain
• Ketentuan-ketentuan perjajian yang mengatur pengesahan
teksnya, pernyataan prsetujuan suatu negara untuk diikat
oleh suatu perjanjian. Cara dan tanggal berlakuanya,
persyaaratan fungsi-fungsi penyimpanan dan masalah-masalah
lain yang timbul yang perlu sebelum berlakunya perjanjian
itu, berlakunya sejak saat disetujuinya teks perjanjian itu.
PEMBATALAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
• Berdasarkan konvensi Wina 1969, karena
berbagai alasan suatu perjanjian Internasional
dapat batal antara lain:
• Negara atau wakil kuasa pernah melanggar
ketentuan hukum Nasionalnya.
• Adanya unsur kesalahan error pada saat
perjanjian itu dibuat.
• Adanya unsur penipuan dari negara peserta
tertentu terhadap negara peserta lain, waktu
pembentukan perjanjian.
• Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan
(Corruption) melalui kelicikan atau penyuapan.
• Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu
negara peserta, paksaan tersebut baik dengan
ancaman maupun penggunaan kekuatan.
BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
A. Pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan dalam
perjanjian tersebut.
B. Pengakhiran perjanjian yang disimpulkan dari pembuatan
perjanjian berikutnya. Secara umum suatu perjanjian bisa
punah/berakhir karena hal berikut:
• Telah tercapai tujuan dari perjanjian Internasional
• Masa berlakunya perjanjian itu sudah habis
• Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri
perjanjian itu
• Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau
punahnya objeck perjanjian itu
• Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemudian
meniadakan perjanjian yang terdahulu
• Syarat-syarat tentang pengakhiran perjanjian sesuai
dengan ketentuan perjanjian itu sudah dipenuhi.
• Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta
dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain.
Pembukaan UUD 1945
merupakan deklarasi
kemerdekaan (Declaration Of
Independence) bagi bangsa
dan negara Indonesia merdeka.
Sebagai deklarasi
Kemerdekaan maka
Pembukaan UUD 1945
merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan dari
proklamasi kemerdekaan RI 17
Agustus 1945 dan Batang
Pada pembukaan UUD
1945 terdapat pokok-
pokok pikiran
persyaratan:
 Awal mula terjadinya negara
Indonesia merdeka berdasarkan
keinginan leluhur supaya
berkehidupan kebangsaan yang
bebas atas berkat rahmat Allah Yang
Maha Kuasa
Proklamasi kemerdekaan secara hukum tata
negara memerlukan perjuangan lebih lanjut
yaitu perjuangan untuk mendapat penagkuan
kedaulatan (pengakuan de jure) dari bangsa-
bangsa negara seluruh dunia. Oleh karena itu
garis politik luar negeri RI pada awal
kemerdekaan adalah ditujukan untuk
mendapatkan pengakuan internasional.

Kalimat pertama
pembukaan UUD 1945 secara
jelas mengggariskan haluan
politik luar negeri Indonesia
yang menentang segala bentuk
Kalimat keempat pembukaan UUD 1945
tercantum tiga kerangka tujuan negara
yang meliputi 2 pokok pikiran cita-cita
nasional yaitu:
1. Melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan
bangsa
3. Ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan
Pada alinea keempat ini
dicantumkan dasar negara,
khususnya sila kedua (2)
“kemerdekaan yang adil
dan beradab” sebagai cita-
cita internasional Indonesia.
Dengan demikian jelas
bahwa pembukaan UUD
1945 adalah sebagai:
Pokok kaidah yang fundamental
Deklarasi kemerdekaan
Landasan hukum bagi pelaksanaan
haluan politik luar negeri RI
Haluan Politik Luar Negeri
Indonesia dan tahap-
tahap Perkembangannya:
☺ Periode 1945-1950
Garis politik luar negeri
ditujukan untuk perjuangan diplomasi
guna mendapatkan pengakuan
internasional, disamping garis cita-cita
Internasional yang lainnya, seperti ikut
serta mengunakan perdamaian dunia,
bersahabat dengan segala bangsa,
tetapi fokus utama untuk Membela,
Sifat dan haluan serupa
ini ditetapkan pada
beberapa dokumen
historis yaitu:
♫Maklumat pemerintah 1 nopember
1945, yang ditandatangani oleh
Moh.Hatta. Maklumat ini merupakan
pernyataan politik pemerintah luar
negeri RI yang I.Keterangan pemerintah
tentang politiknya kepada badan
Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat
Oleh karena itu maka politik luar negeri
RI harus pula ditentukan oleh kepentingan
kata sendiri dan dijalankan menurut
keadaan dan kenyataan yang kita jalankan
dicantumkan oleh 2 hal yaitu:
♫ Tujuan kita
♫ Kedudukan kita ditengah-tengah dunia
internasional yang masih dilingkungi oleh
negara-negara kapitalis dan masih digencet
oleh kapitalisme internasional.
Keterangan politik pemerintah ini
pada hakikatnya merupakan bentuk-bentuk
pertama haluan [politik luar negeri RI yang
bebas dan aktif].
☺PRIODE 1959-1965
Haluan politik luar negeri RI merupakan
pelaksanaan politik mercusuar dan politik
konfrontasi antara New Emergency Forces
(NEFO) dan Old Established Fercesh (OLDEFO)
Pada masa demokrasi terpimpin
diplomasi implementasi kebijakan suatu
negara terhadap negara lain dalam dunia
internasional, dan diplomasi digunakan
sebagai instrumen kebijakan suatu negara
dalam berhubungan dengan negara lain atau
organisasi Internasioanl. Diplomasi RI saat ini
sangat bergantung pada Presiden Soekarno.
Diplomasi menjadi
diplomasi ofensif frontal,
sehubungan dengan
ditetapkannya manipol
sebagai haluan negara, dan
perjuanagn pembebasan
wilayah Irian, dan sebagai
akibat hubungan dengan
Dunia Barat semakin
merenggang karena mereka
TUJUAN POLITIK LUAR NEGERI
INDONESIA

Politik luar negeri Indonesia


bertujuan sebagai berikut:
 Pembentukan suatu negara
indonesia yang berbentuk negara
kesatuan dan mnegara kebangsaan
yang demokratis dengan wilayah
kekuasaan yang demokrasi
 Pembentukan suatu masyarakat
yang adil dan makmur material dan
spiritual dalam wadah negara
keasatuan RI dan semua negara di
dunia (khususnya negara-negara
Afrika/Asia), atas dasar kerjasama
membentuk satu dunia baru yang
bersih dari kolonialisme dan
imperialisme untuk menuju
perdamaian dunia yang sempurna.
Tujuan politik luar negeri Indonesia yang
bebas dan aktif yang dimuat dalam bukunya
Drs. Moh Hatta yang berjudul “dasar Politi Luar
Negeri Indonesia” merumuskan 4 tujuan pokok
pikiran Luar negeri Indonesia yaitu:
1. Mempertahankan kemerdekaan
bangsa dan menjaga keselamatan negara
2. Memperoleh dari luar negeri barang-
barang yang diperluakn untuk
meningkatkan kemakmuaran rakyat,
apabila barang-barang itu belum
dapat dihasilkan sendiri.
3. Meningkatkan perdamaian
internasional karena hanya dalam
keadaan damai indonesia, dapat
membangun cara memperoleh syara-
syarat yang diperlukan untuk
memperbesar kemakmuran rakyat.
3. Meningkatkan persaudaraan antara
semua bangsa sebagai pelaksanaan
cita-cita yang tersimpul dalam
pancasila, yang menjadi dasar filsafah
negara Indonesia.
Maka untuk
mencapai tujuan
tersebut, RI
menyebutkan
pokok-pokok
politiknya, prinsip-
 Politik damai

 Bersahabat dengan segala bangsa atas


dasar harga menghargai dengan tidak
mencampuri soal struktur dalam
bentuk pemerintahan negara
masyarakat-masyaraka. Terutama
mengadakan hubungan yang baik
dengan negara-negara tetangga, yang
mengalami nasib yang sama dengan
diri sendiri pada masa lampau
Terutama mengadakan
hubungan yang baik dengan
negara-negara tetangga, yang
mengalami nasib yang sama
dengan diri sendiri pada masa
lampau.
Memperkuat sandi-sandi hukum
Internasional dan organisasi
Internasional untuk menyusun
perdamaian yang kekal.
Berusaha dalam PBB
untuk mencapai
kemerdekaan bangsa-
bangsa yang masih
terjajah,karena tanpa
kemerdekaan mak
persaudaraan dan
perdamaian Internasional
tidak akan tercapai.
 Berusaha mempermudah
jalannya pertukaran
pembayaran
Internasional.
 Negara Indonesia
membentuk pelaksanaan
Sosial Internasional dan
berpedoman pada
Piagam PBB.
Organisasi internasional
adalah suatu bentuk
dari gabungan beberapa
negara atau bentuk unit
fungsi yang memiliki tujuan
bersama mencapai
persetujuan yg juga
merupakan isi dari
Perjanjian internasional
adalah sebuah perjanjian yang
dibuat di bawah
hukum internasional oleh
beberapa pihak yang berupa
negara atau
organisasi internasional.
Sebuah perjanjian multilateral
dibuat oleh beberapa pihak
yang mengatur hak dan
Kerja sama internasional
adalah bentuk hubungan yang
dilakukan oleh suatu negara
dengan negara lain yang
bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan rakyat dan untuk
kepentingan negara-negara di
dunia. Kerja sama internasional,
yang meliputi kerja sama di
bidang politik, sosial, pertahanan
keamanan, kebudayaan, dan
Fungsi
2.Memperlancar hubungan
ekonomi baik dalam bentuk
pertukaran hasil produksi dan
faktor-faktor produksi serta
memperlancar sistem pembayaran
antarnegara
2. Menciptakan kerja sama
secara timbal balik antarnegara
melalui perjanjian ataupun melalui
badan/organisasi internasional.
ASEAN
Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia
tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini).
Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
•Filipina (negara pendiri)
•Indonesia (negara pendiri)
•Malaysia (negara pendiri)
•Singapura (negara pendiri)
•Thailand (negara pendiri)
•Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
•Vietnam (28 Juli 1995)
•Laos (23 Juli 1997)
•Myanmar (23 Juli 1997)
•Kamboja (30 April 1999)
PBB
Piagam PBB terbentuk setelah ditandatangani pada tanggal 26 juni 1945, dan secara resmi tanggal
24 Oktober 1945.
Piagam PBB terdiri dari hal-hal berikut:
4.Mukadimah
5.Batang Tubuh 19 Bab dan 111 Pasal
ISI PIAGAM PBB:
7.Demi menyelamatlkan keturunan yang akan datang dari bencana perang yang selama hidup kita
telah duakali menimbulkan kesengsaraan yang tiada taranya bagi kemanusiaan.
8.Demi memperteguh kepercayaan pada hak asasi manusi, baik laki-laki maupun perempuan dan
bagi segala bangsa besar, kecil.
9.Demi membangun keadaan dimana keadilan dan penghargaan terhadap kewajiban-kewajiban
yang timbul dari perjanjian-perjanjian dan lain-lain sumber hukum internasional dapat dipelihara.
10.Demi mempertinggi kemajuan masyarakat dan tingkat yang lebih baik dalam alam
kemerdekaan yang luas
Indonesi masuk menjadi anggota PBB ke-60
tanggal 26 September 1950. kemudian negara
Indonesia masuk pertama kali pada tanggal 27
September 1950, tetapi keluar pada tangga 7
January 1965. tanggal 28 september 1966 masuk
kembali menjadi anggota PBB.
Hal tersebut disebabkan oleh
3.Adanya perebutan wilayah Indinesia yaitu Irian
Barat, dimana PBB tidak mengusut tuntas
masalah tersebut.
4.Pada saat Malasya baru masuk menjadi
anggota PBB yang masih baru, Malasya langsung
diangkat dalam menjaga keamanan PBB dan
dunia, Indonesia tidak menerima keputusan PBB
sehingga keluar. Dan masuknya kembali
ES A I
SEL