DAFTAR ISI

DAFTAR ISI …………………………………………………………...………………...…. 1 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………...……………......…. 2 BAB II LAPORAN KASUS …………………………………………..…………………… 3 BAB III PEMBAHASAN …………………………………………………………...……… 5 BAB IV TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………………………… BAB V KESIMPULAN …………………………………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………..

1

2 . Kajian bioetika dasar yang perlu diketahui oleh masing-masing tenaga medis sebagai landasan dari hubungan dokter-pasien antara lain adalah: Prinsip Berbuat Baik (Be-neficence). Prinsip Menghormati Otonomi Pasien. kritik dan ketidakpuasan terhadap profesi medis meningkat. Maka dari itu perlu adanya suatu prinsip yang dapat menjadi pegangan pada semua tenaga medis yang ada untuk menghindari hal-hal yang bersifat merugikan pasien dan bertentangan dengan norma maupun hukum yang berlaku. dan Prinsip Keadilan. seorang tenaga medis harus berpegang teguh pada normanorma dan prinsip yang benar. sehingga terciptalah komunikasi yang efektif dan efisien yang berdampak pada meningkatnya mutu dan kualitas pelayanan medis yang ada. hal ini disebabkan karena adanya erosi etis di kalangan praktisi medis itu sendiri dan meningkatnya kesadaran otonomi masyarakat. Maka dari itu. namun juga idealnya harus mengkaji tentang hubungan antar praktisi medis dan juga hubungan praktisi medis terhadap RS dan masyarakat luas.BAB I PENDAHULUAN Dalam menjalankan profesinya. Hubungan dokter-pasien tidak hanya mengacu pada hubungan dokter kepada pasien semata. Prinsip Tidak Merugikan (Nonmaleficence). Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Pada hubungan dokter-pasien. pentinglah kiranya masing-masing tenaga medis harus memiliki kemampuan yang kompeten di bidangnya dan bertindak sesuai dengan norma dan prinsip yang berlaku. seorang tenaga medis berhubungan langsung dengan kelangsungan hidup pasien yang ditanganinya.

pada pukul 01. Kondisi pasien terlihat bertambah sesak. Setelah membaca surat 3 . Seorang petugas lainnya sedang sibuk membereskan rekam medis pasien–pasien yang pernah datang berobat di UGD.Murni. Setelah ditanya tentang identitas dan lain-lain yang diperlukan. Pasien. Di ruang tindakan. 30 dini hari. Di dalam ruang pendaftran terlihat 3 orang petugas. pasien mendapatkan layanan di pendaftaran. Pasien tampak sangat sesak nafas. Karena fasilitas di RS pengirim kurang memadai. Suami pasien sudah berdiri di loket pendaftaran sekitar 5 menit. Murni setelah ia selesai memberikan instruksi terhadap pasien yang baru saja selesai di follow-up. didalam ruangan terlihat sekitar 5 orang perawat yang sibuk dengan urusannya sendiri. Seorang petugas tampak sedang sibuk berbicara di telpon tentang urusan bangsal. datang sebuah ambulance yang membawa seorang pasien bernama Ny. terdapat 12 tempat tidur dan 10 tempat tidur sudah terisi pasien. usia 63 tahun. perawat memasang oksigen pada pasien. Seorang petugas yang lain sedang sibuk membereskan kelengkapan administrasi medis dan memasukkannya ke dalam komputer. Mereka sedang sibuk menulis di meja setelah memeriksa beberapa pasien yang berada di UGD. Di dalam ruang tindakan. Murni.Ny. Perawat memberitahukan bahwa suami pasien membawa surat rujukan dari RS pengirim. Murni adalah kiriman dari RS lain yang lebih kecil. maka pasien dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Rujukan tersebut mengatakan bahwa pasien adalah penderita gagal ginjal yang cukup parah dan pagi tadi sudah menjalani hemodialisis. lalu menginstruksikan pada perawat untung memasang infuse dekstrose 5% dengan tetesan mikrodrip. Ia tampak sangat resah dan tidak sabar. dokter melakukan pemeriksaan fisik. terlihat ada 3 orang dokter yang juga sibuk dengan urusannya sendiri.BAB II LAPORAN KASUS Di UGD RS rujukan. Ny. hanya oksigen yang memang sudah terpasang sejak di ruang pendaftaran. Untuk membantu meringankan sesaknya. Sementara itu. petugas pendaftaran memanggil seorang perawat untuk mengantar pasien ke ruang tindakan. Pada akhirnya. Setelah beberapa lama. yang didampingi oleh suaminya. belum juga diperiksa oleh dokter yang bertugas di UGD. Dari dalam ambulance keluar suami pasien yang langsung menuju ke loket pendaftaran pasien. seorang dokter menghampiri Ny. namun belum mendapatkan layanan sama sekali. Setelah menanyakan identitas dan keluhan utamanya. Walaupun sudah berada di ruang tindakan.

Sementara itu.Zainal.”mengapa dokter selalu mengulang pertanyaan tentang hal yang sama? Bukankah dokter dapat melihat di catatan dari ruang pendaftaran dan dari UGD?”. keluhan utama.Murni meninggal. Untuk itu melalui pengacaranya.dok. namun setelah beberapa kali dihubungi. pihak RS mendapat surat panggilan dari polisi.Suami pasien juga mengatakan bahwa istrinya adalah pasien dr.”kata suami Ny.Murni. 4 .Murni lagi untuk diperiksa ulang kondisi fisiknya. Ternyata. ternayat suami pasien menuduh RS telah melakukan malpraktik terhadap istrinya ketika dirawat.rujukan.ini nomor telponnya(sambil memberikan nomor telpon). Dokter bangsal berusaha menenangkan suami pasien dan keluarganya. Kasus ini akhirnya diselesaikan di pengadilan melalui mediasi. Dokter jaga di ruang VIP langsung memeriksa Ny. Terjadi sedikit ketegangan karena suami pasien dengan nada marah berkata. pasien semakin bertambah sesak.00. walaupun ia mengetahui bahwa pemberian diuretikum pada Ny.Zainal. namun tampak jelas suami pasien marah dan tidak puas dan mengatakan seandainya pihak RS capat melakukan tindakan hemodialisis. dokter bangsal tetap ramah dan berjanji akan menghubungi dr. “Tolong. Dua bulan setelah Ny. Cara terbaik untuk menolong pasien pada saat itu adalah hemodialisis.15. disertai batuk-batuk dan reak berwarna kemerahan. yang menurut dokter disebabkan oleh karena edema paru. dokter mendatangi Ny. maka istrinya tidak akan meninggal. Suami pasien tampak semakin tidak sabar dan tidak puas dengan pelayanan di RS rujukan tersebut. hubungi dr. namun waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari. unit hemodialisis belum buka dan baru buka sekitar pukul 08.Murni dan menanyakan identitas.Murni tidak banyak menolong. membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Dengan sedikit menahan emosi. Pasien lalu dipindahkan ke bangsal perawatan dan suami pasien meminta untuk istrinya agar dirawat di ruang VIP(keluarga cukup mampu). ia menuntut pihak RS dengan ganti rugi material dan immaterial sebesar milyaran rupiah. maka ia menginstruksikan perawat untuk member diuretikum pada pasien.Zainal. dr. dan riwayat penyakitnya pada suami pasien yang mengantar. Untuk mengatasi sesak nafasnya.Zainal tidak dapat dihubungi. Dari sejak datang di ruang pendaftaran sampai pasien dibawa ke ruang perawatan VIP. seorang internis yang berjanji memvisit istrinya di RS ini. kondisi pasien semakin parah dan akhirnya pada pukul 06. pasien meninggal dunia.

BAB III PEMBAHASAN 5 .

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA 6 .

BAB V KESIMPULAN 7 .

DAFTAR PUSTAKA 8 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful