Anda di halaman 1dari 24

NURSING CARE PATIENT WITH NAPZA AND HIV/AIDS Mekanisme Kerusakkan Otak Akibat NAPZA

KELOMPOK 6 Desmi Nurfianti Desyiani Bakhri Diana Restika Mariska Wulandari Siska Afrilina Sty Fani Trifuji Rahmi Zalni Yulita Situngkir Dosen Pembimbing : Ns. Ira Erwina, M.kep, Sp. Kep. J

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Asuhan Keperawatan pada pasien dengan NAPZA dan HIV/AIDS yang berjudul, Mekanisme Kerusakkan Otak Akibat NAPZA Makalah yang berjudul Mekanisme Kerusakkan Otak akibat NAPZA ini membahas pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak dan manifestasi yang muncul akibat gangguan pada otak tersebut. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ns. Ira Erwina, M.kep, Sp. Kep. J, teman-teman A10 Ganjil, seta orangtua penulis yang telah memberikan dorongan dan ide-ide kreatif sehingga makalah ini dapat terbentuk. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis bersedia menerima kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk perbaikan di kemudian hari.

Padang, 30 January 2013

Penulis

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. . DAFTAR ISI . BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang.. . 1.2 Rumusan Masalah.. 1.3 Tujuan... .

2 3

4 4 4

BAB II ISI 2.1 2.2 Prinsip Transmisi Informasi pada Saraf Otak.. . Pengaruh NAPZA terhadap Fungsi Otak. .
Opiat ( Heroin, Morfin).

5 8 . 8 10 11 17 20

Ganja.
Amfetamin (shabu, kokain...

Alkohol. Inhalant. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan...

22 23

DAFTAR PUSTAKA...

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya. Dampak narkoba, jika disalahgunakan, memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.

1.2

Rumusan Masalah Bagaimana pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak? Manifestasi apa yang timbul akibat gangguan pada fungsi otak akibat NAPZA?

1.3

Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, sebagai berikut : Untuk mengetahui pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

Untuk mengetahui manifestasi apa yang timbul akibat gangguan fungsi otak akibat NAPZA

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Prinsip Transmisi Informasi pada Saraf Otak Otak adalah koleksi yang sangat rumit dari sel-sel yang dikenal sebagai neuron atau (lebih informal) saraf. Setiap kali berpikir kita tentang sesuatu, merasakan sesuatu atau melakukan sesuatu, apa yang terjadi pada tingkat otak adalah bahwa berbagai neuron mengirimkan informasi untuk satu sama lain tentang apa yang kita pikirkan, merasakan atau melakukan. Hal ini pada tingkat ini komunikasi antar-neuron yang obat yang paling memiliki efek mereka. Sebuah neuron yang diberikan adalah sel kurus panjang. Memiliki tiga bagian utama yaitu dendrit, inti, dan akson. Informasi mengalir melalui neuron dimulai pada dendrit dan berakhir di bagian terminal akson (dikenal sebagai tombol). Neuron menerima informasi melalui struktur cabang-seperti yang disebut dendrit. Sebagai neuron tumbuh, dendrit mereka menjangkau dan melakukan kontak dengan akson neuron yang berdekatan. bagian input dari neuron yang diberikan, kemudian, membuat kontak dengan bagian output dari neuron lainnya. Sinyal yang berasal dari akson berkumpul banyak pada dendrit neuron lain. Beberapa sinyal masuk (sinyal rangsang) menceritakan neuron

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

untuk mengaktifkan sendiri, sementara yang lain (sinyal penghambatan) memberitahu neuron untuk tetap pasif. Ketika jumlah sinyal rangsang semakin besar maka jumlah sinyal penghambatan, neuron 'mengaktifkan', yang berarti, sinyal kimia-listrik yang dihasilkan di bagian atas neuron, dan membuat jalan semua jalan ke bawah akson sampai hits tombol terminal. Sinyal pada tombol terminal dijemput oleh dendrit neuron lain, dan proses berulang. Sifat dari bagaimana sinyal berpindah dari satu neuron ke lain adalah sangat penting. Walaupun neuron berbicara satu sama lain melalui akson mereka saling berhubungan dan dendrit, tidak ada kontak fisik antara tombol terminal satu neuron, dan dendrit lain. Sebaliknya, antara akson dan dendrit adalah sebuah ruang atau gap, yang disebut 'sinaps'. Ketika sinyal kimia-elektrik dari neuron diaktifkan mencapai tombol terminal, berhenti sinyal listrik, dan rasul kimia yang dikenal sebagai 'neurotransmitter' yang diperkenalkan ke dalam sinaps. Bahan kimia neurotransmiter mengapung di sinaps dan terhubung dalam mode lock-dan-key dengan struktur protein yang dikenal sebagai 'reseptor' yang tertanam di dinding dendrit dari neuron penerima. Ini adalah kehadiran membuka 'kunci' neurotransmitter 'kunci' reseptor pada permukaan dendrit dari neuron post-sinaptik (dan tidak ada sinyal listrik yang melompat sinaps) yang menggairahkan atau menghambat neuron post-sinaptik menjadi mengaktifkan atau tidak. Setelah beberapa saat pendek di sinapsis, neurotransmiter yang telah dirilis adalah mengingat kembali ke tombol terminal dalam proses yang disebut "re-uptake" sehingga mereka tersedia harus neuron perlu api lagi. Neurotransmiter Ada berbagai bahan kimia dalam otak yang berfungsi sebagai neurotransmitter, kecuali segelintir kecil melakukan sebagian besar pekerjaan. Neurotranmitter Yang Dilakukan Obat yang mempengaruhinya

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

Dopamin

Terlibat gerakan,

dalam

peraturanSetiap obat yang mempengaruhi danperasaan senang, termasuk Kokain, dan PCP

penghargaan

hukuman, kesenangan, energi Amphetamine, opiat, ganja, heroin

Epinephrine

(juga rangsang

neurotransmitter

disebut Adrenalin)

yang terlibat dalam gairah dan kewaspadaan

Norepinefrin (juga Terlibat dalam gairah danStimulan disebut noradrenalin) Serotonin kewaspadaan, perasaan senang Terlibat dalam peraturanAlkohol, halusinogen, Stimulan, Anti-depressants energi dan

suasana hati dan impulsif Asetilkolin Hambat

neurotransmitterPCP dan halusinogen, Marijuana,

yang terlibat dalam gerakan,Stimulan fungsi memori, motivasi dan tidur GABA (Gamma Hambat neurotransmitterObat depresan, Marijuana

Acid aminobutyric) yang terlibat dalam gairah, penilaian dan impulsif Glutamat Endorfin Rangsang neurotransmiter Zat terlibat dalamOpioid, depressants

menghilangkan rasa sakit dan penghargaan / hukuman

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

2.2

Pengaruh NAPZA terhadap Fungsi Otak Golongan Opiat ( Morvin, Heroin) Heroin merupakan turunan dari opium/opioda, candu mentah yang sifatnya menghilangkan rasa sakit, nyeri, tingkat kecanduannya sangat tinggi. Opioda terbagi 2 macam : a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein. b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin Efek dari heroin seperti mengalami euforia, panas pada kulit, mulut kering, anggota badan terasa berat dan fungsi mental terganggu karena depresi susunan saraf pusat. Orang yang ketergantungan pada heroin akan menimbulkan kesan negatif seperti rasa mual disebabkan oleh efek euforia yang berlebihan dan jika seseorang mengalami putus obat akan mengalami reaksi fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan. Saat gejala putus obat terjadi, akan terjadi penyakit yang berupa flu berat dengan mata selalu berair, hidung meler, demam tinggi, denyut jantung meningkat dan menganggu metabolisme serta menyebabkan rasa sakit pada setiap anggota tubuh, dan mungkin menimbulkan delirium dan halusinasi (Preda, 2011). Efek ke sistem Susunan saraf pusat 1. Analgesia Khasiat analgetik didasarkan atas 3 faktor: Meningkatkan ambang rangsang nyeri Mempengaruhi emosi bagi si pemakai, karna kandungan morfin dapat mengubah reaksi yang timbul menyertai rasa nyeri pada waktu penderita merasakan rasa nyeri. Setelah pemberian obat penderita masih tetap merasakan (menyadari) adanya nyeri, tetapi

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

reaksi khawatir takut tidak lagi timbul. Efek obat ini relatif lebih besar mempengaruhi komponen efektif (emosional) dibandingkan sensorik Memudahkan timbulnya tidur Pemberian morfin pada penderita yang mengalami nyeri, akan menimbulkan perasaan eforia dimana penderita akan mengalami perasaan nyaman terbebas dari rasa cemas. Sebaliknya pada dosis yang sama besar bila diberikan kepada orang normal yang tidak mengalami nyeri, sering menimbulkan disforia berupa perasaan khawatir disertai mual, muntah, aktivitas fisik berkurang dan ekstrimitas terasa berat. 3. Sedasi Pemberian morfin dapat menimbulkan efek mengantuk dan lethargi. Kombinasi morfin dengan obat yang berefek depresi sentral seperti hipnotik sedatif akan menyebabkan tidur yang sangat dalam. 4. Pernafasan Pemberian morfin dapat menimbulkan depresi pernafasan, yang disebabkan oleh inhibisi langsung pada pusat respirasi di batang otak. Depresi pernafasan biasanya terjadi dalam 7 menit setelah ijeksi intravena atau 30 menit setelah injeksi subkutan atau intramuskular. Respirasi kembali ke normal dalam 2-3 jam 5. Pupil Pemberian morfin secara sistemik dapat menimbulkan miosis. Miosis terjadi akibat stimulasi pada nukleus Edinger Westphal N. III 6. Mual dan muntah Disebabkan oleh stimulasi langsung pada emetic chemoreceptor trigger zone di batang otak Ganja Merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis yang sifatnya halusinogen yang dapat memperlambat cara kerja sistem saraf pusat otak. 2. Eforia

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

Sebutan lain dari ganja

cimenk, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass,

bhang.Berasal dari tanaman kanabis sativa. Mengandung zat kimia yang dapat mempengaruhi perasaan penglihatan serta pendengaran. Cara penggunaan : dihisap dengan cara digulung menggunakan campuran tembakau dan berbentuk seperti gulungan rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Studi terbaru yang dilakukan peneliti Inggris menemukan bahwa marijuana alias ganja dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan memori yang serupa dengan yang terjadi pada orang dengan skizofrenia. Dalam studi tersebut, peneliti mengukur aktivitas listrik dari ratusan neuron dalam otak tikus yang diberikan obat yang meniru efek dari ganja, yaitu bahan psikoaktif yang terdapat pada ganja. Efek obat pada wilayah otak individu cukup halus namun benar-benar mengganggu koordinasi gelombang otak di hipokampus dan korteks prefrontal. Kedua struktur otak tersebut penting untuk memori dan pengambilan keputusan, serta memainkan peran kunci dalam skizofrenia. Menurut Matt Jones, temuan ini penting untuk pemahaman tentang penyakit kejiwaan, yang mungkin timbul sebagai konsekuensi dari 'ketidakteraturan otak' dan bisa diobati dengan menyetel ulang aktivitas otak. Penelitian yang dilakukan Steven Laviolette di University of Western Ontario, Kanada menunjukkan bahwa aktivitas di otak amigdala basolateral terlibat dalam pengaruh ganja terhadap paranoia. Hal tersebut berarti ganja sebenarnya meningkatkan rasa takut yang menyebabkan otak melompat pada pengalaman tertentu yang berhubungan dengan rasa takut. Mekanisme kerja ganja tersebut dengan menonaktifkan aktivitas di wilayah yang disebut korteks prefrontal sebelum mengeksposnya terhadap kejutan. Korteks prefrontal merupakan tingkat otak yang lebih tinggi dan merupakan daerah yang terlibat dalam fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan, tanggapan, mengendalikan, dan impuls.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

10

Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menemukan bahwa hipokampus dan amygdala (salah satu bagian di otak), berukuran lebih kecil pada pengguna ganja berat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi ganja. Reduksi volume rata-rata berkisar 12% di hipokampus dan 7,1% di amygdala. Penggunaan ganja juga berkaitan dengan gejala dari gangguan psikotik. Namun mekanisme belum jelas karena ini adalah penelitian pertama mengenai efek dari ganja dalam jumlah dan jangka waktu yang lama yang dapat mengakibatkan reduksi dari volume hipokampus. Di dalam penelitian itu, disetujui bahwa penggunaan ganja yang meningkat juga dapat meningkatkan gejala psikotik. Efek samping : Konsentrasi hilang,serta denyut jangtung meningkat Kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Rasa gelisah dan panic Halusinasi Mata merah akibat meningkatnya aliran darah di selaput Berkurangnya koordinasi otot Kesukaran berfikir dan memecahkan permaslahan

mukosa mata.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

11

Amfetamin (Shabu, Ekstasi, Kokain)

Shabu-shabu

Sabu (metamfetamin) aslinya adalah zat yang disintesa dari tanaman efedra (Ephedra sinica) yang banyak tumbuh di China, Thailand, dan Malaysia. Efedra mengandung alkaloid efedrin yang biasa digunakan untuk obat pilek, influenza, dan asma karena bisa melapangkan jalan napas serta mengobati tekanan darah rendah. Efedrin yang dihilangkan gugus OH-nya menjadi metamfetamin. Adapun ekstasi adalah MDMA (3,4-Metilendioksimetamfetamin). Obat yang termasuk golongan stimulan ini pada umumnya ada dua mekanisme yaitu: -Memblokade system penghambatan dan meninggikan perangsangan synopsis.
Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6 12

Obat stimulansia ini bekerja pada system saraf dengan meningkatkan transmisi yang menuju atau meninggalkan otak. Dalam situs Asia and Pacific Amphetamine-Type Stimulants Information Centre dipaparkan, metamfetamin memengaruhi otak dengan cara merangsang pengeluaran dopamin, suatu zat yang menimbulkan rasa nyaman dan senang, dari sel saraf otak tempat dopamin diproduksi. Pengeluaran dopamin besar-besaran menyebabkan keracunan pada saraf otak. Akibatnya, terjadi gangguan konsentrasi dan daya ingat, gangguan kesehatan mental kronis, serta timbul gerakan, seperti terkejut-kejut. Stimulan tersebut dapat menyebabkan orang merasa tidak dapat tidur, selalu siaga dan penuh percaya diri. Stimulan dapat meningkatkan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah. Pengaruh fisik lainnya adalah menurunkan nafsu makan, pupil dilatasi, banyak bicara, agitasi dan gangguan tidur. Bila pemberian stimulant berlebihan dapat menyebabkan kegelisahan, panic, sakit kepala, kejang perut, agresif dan paranoid. Kokain Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Kokain menyebabkan efek yang mirip dengan amfetamin namun jauh lebih kuat. Kokain terdapat dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan), sebagai serbuk yang dihirup melalui hidung (snorted) atau disuntikkan secara langsung ke dalam sebuah vena (mainlining). Kokain adalah golongan stimulan yang bekerja memacu kerja sususan saraf pusat. 1. MEKANISME KERJA Adapun mekanisme kerja pengaruh Narkoba secara umum terhadap otak bisa dilihat dari kondisi sebagai berikut. Dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

13

satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis Narkoba. Semua zat psikoaktif (Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku, perasaan dan pikiran seseorang melalui pengaruhnya terhadap salah satu atau beberapa neurotransmitter. Neurotransmitter yang paling berperan dalam terjadinya ketergantungan adalah dopamin. Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus, sebagai pusat kenikmatan. Jika narkoba masuk ke dalam tubuh, dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntikkan, maka narkoba mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus. Karena ada asupan Narkoba dari luar, produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu, sehingga ia akan selalu membutuhkan Narkoba dari luar. Yang terjadi pada ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengonsumsi Narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika memakai Narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok hingga terjadilah kecanduan atau ketergantungan. Narkoba yang salah satu jenisnya adalah kokain dapat mengubah neuron (hubungan-hubungan listrik saraf) yang mengirimkan sinyal-sinyal dalam bagian otak tersebut. Akibatnya, pengguna kokain akan makin menginginkan zat tersebut. Kenikmatan akibat zat ini mungkin hanya dirasakan selama dua jam, tapi keinginan untuk menggunakannya kembali dapat bertahan hingga satu minggu.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

14

Sejak pertama kali kokain masuk ke dalam tubuh, kilatan-kilatan neuron tersebut juga bahkan makin kuat, suatu proses yang biasanya disebut potensiasi. Potensiasi inilah yang berlangsung hingga satu minggu. Kokain menghasilkan perubahan aktivitas otak dengan mekanisme yang sama dengan proses belajar dan mengingat sesuatu. Bahkan, kokain memperkuat hubungan antar-sel tersebut. Menurut penelitian, temuan ini dapat menjelaskan mengapa orang ketagihan setelah mencobanya untuk pertama kali. Hasil penelitian pada 27 orang pengguna kokain dan 27 orang yang sama sekali tidak pernah menyentuh kokain adalah volume otak dan struktur yang disebut dengan amygdala pada 27 pengguna zat adiktif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran yang normal. Amygdala sendiri seperti sebuah kumpulan kecil syaraf pada otak yang juga berpengaruh pada proses terbentuknya emosi. Maka dampak buruk pemakainya adalah ketidakstabilan dari emosi. Volume amygdala pada orang normal akan berkembang lebih besar pada sisi kiri otak dan pada pengguna zat adiktif keseimbangan ukuran itu menjadi tidak simetris. Dalam waktu singkat penggunaan zat adiktif akan membuat proses degenerasi pertumbuhan otak. Dalam waktu panjang, penggunaan zat adiktif akan membuat ketidaknormalan pada aksi kehidupan sehari-hari. 2. MANIFESTASI yang TIMBUL Manifestasi yang ditimbulkan kokain akibat gangguan pada fungsi otak adalah Euforia : kesenangan yang berlebihan Menyebabkan kecanduan Memperkecil volume otak Menyebabkan emosi tidak stabil Tekanan darah dan denyut jantung meningkat Gelisah

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

15

Kecurigaan tanpa dasar Nafsu makan hilang/meningkat. Kejang dan tremor Pernafasan tidak teratur Pupil melebar Suhu badan meningkat.

Alkohol

Alkohol merupakan zar khamar yang dapat menimbulkan mabuk, penurunan kesadaran, dan ketergantungan dan apabila dikonsumsi secara berlebihan akan membahayakan tubuh.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

16

Alkohol dibagi menjadi 3 : Berkadar ethanol 1%-5%, contohnya bir Berkadar ethanol 5%-20%, contohnya anggur Berkadar ethanol 20%-50%, contohnya brandy, whiskey

Pengaruh Alkohol terhadap Otak Alkohol mempengaruhi berbagai bagian otak dengan cara sebagai berikut: 1. Sistem Syaraf Pusat karena molekul alcohol kecil dan mudah larut dalam air dan lemak sehingga mudah masuk dalam aliran darah dan menembus sawar darah otak, oleh karena target utama nya adalah system saraf pusat. Dosis rendah alkohol memberikan efek relaksasi dan menurunkan ketegangan, inhibisi, konsentrasi, dan memperlambat reflek. Pada dosis sedang menyebabkan bicara lambat, drowsy, dan penurunan emosi. Pada dosis tinggi menyebabkan mual, muntah, gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, koma bahkan kematian. Bahkan sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa seseorang yang meneguk minuman keras lebih dari 100 gelas per bulannya lebih memiliki potensi kehancuran otak. Pada susunan saraf pusat terjadinya rangsangan pusat nafas pada media oblongata di otak karena pengaruh dari amfetamin pada alkohol. Efek fisinya adalah meningkatkan kewaspadaan , menghilangkan kantuk dan menunda kelelahan, memperbaiki mood, mengurangi frekuensi hilangnya perhatian akibat kurang tidur., menunda kebutuhan tidur, meningkatkan kepercayaan diri, dan mungkin pula euphoria dan menanmbah inisiatif.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

17

2. Cerebral Cortex Cerebral cortex (korteks serebral) berfungsi memproses informasi, pikiran, dan mengontrol sebagian gerakan sukarela otot. Alkohol berpotensi mempengaruhi proses berpikir dan mengarah pada ketidakmampuan melakukan penilaian serta kehilangan memori. Alkohol akan menekan kemampuan pengendalian diri sehingga membuat seseorang merasa lebih percaya diri dan lebih banyak bicara. 2. Limbik Sistem limbik terdiri dari hipokampus dan daerah septum otak yang mengontrol emosi dan memori. Alkohol mempengaruhi kekuatan memori dan membuat seseorang menjadi labil. 3. Cerebllum Cerebellum pada otak mengontrol gerakan otot. Cerebral cortex dan

cerebellum bekerja sama mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang untuk mengontrol fungsi otot. Konsumsi alkohol berlebih akan membuat gerakan otot menjadi tidak terkoordinasi. 4. Hipotalamus Hipotalamus beetanggungjawab untuk banyak fungsi penting otak. Kelenjar ini antara lain mengatur pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis. Alkohol mengganggu fungsi hipotalamus yang mengatur keinginan seksual. Alkohol berlebih meningkatkan hasrat seksual, tetapi menurunkan kinerja seksual yang dalam banyak kasus menyebabkan disfungsi ereksi. 5. Kelenjar pituari

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

18

Alkohol menghentikan sekresi Anti-Diuretik Hormone (ADH) atau hormone anti-diuretik dari kelenjar hipofisis yang akan menganggu sistem pencernaan. ADH membantu menyerap air. Gangguan yang disebabkan alkohol akan membuat ginjal tidak dapat menyerap air dengan baik sehingga membuat seseorang lebih sering berkemih. 6. Medula Medula mengontrol berbagai fungsi tubuh seperti suhu tubuh, detak jantung, dan pernafasan. Alkohol menganggu kelancaran fungsi medulla yang membuat seseorang merasakan mengantuk.

Inhalant

Inhalant antara lain terdiri dari : 1. gas-gas yg dipakai dalam dunia kedokteran seperti Nitrous Oxide (N2O) dan alkil nitrite 2. beberapa jenis pelarut seperti tiner, cat, tipex, spidol , penghapus cat kuku, berbagai jenis lem

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

19

3.

gas-gas yg dipakai dalam peralatan sehari2 seperti hairspray, freon, pengharum ruangan
Bahan yang mengandung pelarut inhalan

Di antara para remaja, inhalant lebih dibandingkan sesering atau Penggunaan digunakan sering kokain

Adesif o Lem pesawat terbang o Semen karet o Semen Polivinil klorida Aerosol o Cat semprot o Hair spray Palarut dan gas o Penghapus cat kuku o Pengahapus cat o Tip ex dan thinner o Bahan bakar gas o Pemantik rokok o Bensin Pembersih o Cairan dry cleaning o Penghilang spot
o

atau LSD tetapi tidak mariyuana alkohol. inhalant

terutama sekali sebagai masalah pada anak usia 12 tahun atau lebih muda. Inhalant ditemukan pada banyak produk rumah tangga umum.

Pelumas

Produk tersebut kemungkinan disemprotkan ke dalam kantung plastik dan dihisap (mengantongi, dihirup, atau mendengus), atau sebuah pakaian yang direndam dengan produk tersebut kemungkinan ditempelkan di samping hidung atau di dalam mulut (huffing) Pengguna pada pelarut inhalant segera menjadi teracuni. Pening, mengantuk, pusing, mengacau, dan mengurangi kemampuan untuk berdiri dan berjalan (cara berjalan yang goyah) telah diteliti. Efek ini bisa berlangsung kapan saja dari beberapa menit sampai lebih dari satu jam. Pengguna bisa juga menjadi gembira-bukan karena bahan kimia tersebut perangsang. Kematian bisa terjadi, bahkan ketika pertama kali benda ini

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

20

dihisap secara langsung, karena secara hebat pernafasan tertekan atau detak jantung yang tidak teratur (cardiac arrhythmia). Beberapa orang, biasanya remaja atau bahkan anak kecil, menyalakan asap yang dihirup dengan korek, membuat api yang menjalar langsung ke hidung dan mulut ke dalam paru-paru. Luka bakar hebat pada kulit dan organ dalam bisa menjadi fatal. Yang lainnya meninggal kehabisan oksigen (asphyxiation) karena semprotan yang terhirup menyelimuti paruparu, mencegah oksigen masuk ke aliran darah. Penggunaan kronik atau terkena bahan kimia ini (termasuk bersentuhan di tempat kerja) bisa secara hebat merusak otak, jantung, ginjal. Hati, dan paru-paru. Sebagai tambahan, tulang rawan kemungkinan menjadi rusak, mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

21

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Pada otak terdapat beberapa neurotransmiter yaitu zat-zat kimia yang berfungsi untuk mengantar impuls di dalam synapse. Apabila seseorang mengkonsumsi NAPZA proses kerja neurotransmitter tersebut akan terganggu yaitu dengan cara merangsang kantung neurotransmitter untuk banyak mengeluarkan neurotransmitter, atau dengan menghalangi proses uptake, cara lain adalah dengan menduduki reseptor sehingga arus antaran listrik menjadi kuat. Setiap jenis NAPZA akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap fungsi otak dan akan memberikan manifestasi yang berbeda pula, hal

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

22

ini dikarenakan setiap jenis NAPZA tersebut memiliki jenis zat yang berbeda dan menyerang proses kerja otak secara bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA

Eddy Soesilo. Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kampus dari Badan Narkotika Nasional (Seminar BNN Sumbar, 10 Desember 2012 di UNAND) Poerwopoespito, Oerip dan Utomo Tatag, 2010. Menggugah Mentalitas Profesional dan Pengusaha Indonesia . Jakarta : Grasindo webmail.ristek.go.id, diakses 30 Januari 2013
Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6 23

http://granat.or.id/questions-and-answers, diakses 30 Januari 2013 http://bumbata.co/18976/efek-alkohol-6-pengaruh-buruk-alkohol-pada-otak/, diakses 30 Januari 2013 http://harunasan.multiply.com/journal/item/15/Pengaruh-Alkohol, diakses 30 Januari 2013 http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/18/serba-serbi-alkohol-danminuman-keras-443267.html, diakses 30 Januari 2013 http://joglosemar.co/2012/10/narkoba-merusak-kerja-otak.html, diakses 30 Januari 2013 http://health.detik.com/read/2011/10/27/183033/1754322/763/kerusakan-otak-akibatganja-sama-dengan-skizofrenia?l991101755, diakses 30 Januari 2013 http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=3302, Januari 2013 diakses tanggal 30

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 6

24