Anda di halaman 1dari 4

a. Olahragawan Olahraga semata-mata dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tetapi, kini melalui aktivitas itu banyak orang berharap bukan hanya sehat, melainkan juga dapat tetap bugar sepanjang setiap hari. Untuk mencapai harapan tersebut harus diikuti dengan olahraga secara benar, baik kualitas, kuantitas maupun dietnya. Sebab jika tidak, olahraga tidak memicu terbentuknya radikal-radikal bebas yang beracun dan pada giliranya akan menyebabkan kerusakan aksidatif pada otot, hati, jantung, dan jaringan lainnya. Setidaknya sampai terdapat tiga hal pokok yang terjadi ketika berolahraga,yaitu berkurangnya air dan cairan tubuh, penggunaan sumber energy tubuh dan konsumsi oksigen.

Kehilangan air dan cairan tubuh Air di dalam tubuh, selain sebagai media, tempat berlangsungnya berbagai reaksi biokimia, juga sebagai termoregulator, yaitu menjaga dan mangontrol suhu tubuh. Sewaktu berolahraga, kita akan kehilangan air dan cairan tubuh (elektrolit) melalui keringat. Banyaknya air yang hilang sangat tergantung dari lama dan macam olahraga yang di lakukan. Pada olahraga berat (sternous), kehilanganya dapat mencapai tiga liter per jam. Di samping kehilangan air, olahraga juga menguras cadangan energy tubuh, baik yang berupa glikogen maupun lemak untuk diubah menjadi energy gerak. Hasil dari suatu penilitian di ketahui pada peolahraga yang banyak menyimpan glikogen mula-mula sebanyak 90% atau lebih energy yang diambil dari karbohidarat selanjutnya setelah beberapa jam olahraga 70-80 % energy di ambil dari lemak. Seperti halnya proses pembakaran lainnya, pembangkitan energy di dalam tubuh pun memerlukan oksigen. Suplai oksigen pada serabut otot selama olahraga dapat meningkat 100-200 kali. Oksigen ini akan terlarut di dalam dan di alirkan keseluruh tubuh, terutama pada bagian-bagian otot yang melakukan gerak. Disinilah oksigen dapat berubah menjadi senyawa oksigen relative yang beracun, jika tubuh tidak cukup memiliki sejumlah anti oksidan. Dari uraian di atas maka strategi yang dapat di terapkan untuk membuat makanan formula dan minuman bagi olahragawan adalah dapat mengganti kehilangan air, cairan tubuh dan enegi serta dapat menyediakan anti oksidan yang memadai.

Penganti Air dan Cairan Tubuh

Minuman yang cocok untuk peolahraga adalah minuman isotonic. Karena minuman ini di rancang sehingga memiliki tekanan osmotik yang sama dengan tekanan darah manusia. Dengan demikian, begitu minuman di teguk dapat sekejap terserap oleh tubuh. Sebagai penggati kehilangan air, minuman ini dapat di buat dengan kadar air sampai 98%. Air juga berfungsi sebagai pelepas dahaga dan pelarut nutrien lainnya. Sedangkan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, minuman ini dapat disuplementasi dengan. Cl Na (Natrium klorida/sitrat), P (kalium fosfat), Mg (trimagnesium sitrat) dan Ca ( kalsium laktat), Sebagai minuman isotonic minuman untuk olahragawan harus memiliki sifat-sifat yang secara cepat mengosongkan perut dan tinggi penerapannya di dalam usus. Kedua sifat ini dipengaruhi oleh kadar dan jenis karbohidat gula yang digunakan di dalam minuman tersebut. Karena kadar karbohidrat kurang dari 5% tidak cukup memberikan kalori untuk meningkatkan efisiensi olahraga. Demikian halnya jika lebih dari 10% akan mencegah pengosongan perut. Jenis karbohidrat, seperti glukosa, sukrosa, dan maltodekstrin relative lebih cepat penerapannya di banding fruktosa. Selain sebagai sumber energy, gula tersebut juga bermanfaat sebagai bahan pemanis. Vitamin B merupakan Vitamin yang larut dalam air, selain vitamin C. diantara vitamin B yang terlibat dalam produksi energy adalah B1, B2, B6, niasin, dan asam pantotena. peranan vitamin ini ternyata bertindak sebagai koenzim, senyawa bukan protein juga bukan logam, yang diperlukan enzim untuk menjalankan metabolisme. Pembuatan Minuman Isotonik Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Glukosa : 32,000 gram Sukrosa : 32,300 gram Asam sitrat : 15,500 gram Kalium monofosfat : 5,700 gram Natrium klorida : 4,700 gram Natrium sitrat : 3,800 gram Citarasa jeruk : 2,800 gram Kalium klorida : 1,400 gram

9. 10. 11.

Natrium sakarin : 1,300 gram Asam askorbat : 0,400 gram Pewarna :0,100 gram

Tahap-tahap Proses Pembuatan Minuman Isotonik Pertama semua bahan sesuai dengan berat dicampurkan dan dilarutkan dalam 800ml air, selanjutnya dikemas dalam wadah tahan panas dan dilakukan sterilisasi dengan autoclaf (Winarti, 2006) . Secara skematis pembuatannya digambarkan pada skema dibawah ini.

Penimbangan bahan Penutupan

Pencampuran dan Pelarutan

Pembotolan dan

Air 800ml

Botol steril

Minuman isotonik

Sterilisasi, 15menit; 121C

Penangkal Radikal Bebas Manusia memerlukan energy sekitar 2500 kkal dan oksigen yang dikonsumsi, 90-95 % akan diubah menjadi air, sedangkan sisanya dapat berubah menjadi senyawa oksigen relative (SOR).

Dalam jumlah normal SOR bermanfaat bagi, tubuh misalnya untuk membunuh mikroba pathogen dan mengatur pertumbuhan sel. Namun , apabila berlebihan dan pertahanan anti oksidan tubuh kurang memadai, maka akan menyebabkan stress oksidatif atau kerusakan jaringan-jaringan tubuh. Stress oksidatif sangat mungkin terjadi,terutama pada jaringan otot yang digerakkan selama olahrga. Oleh karena itu, minuman olahragawan sebaiknya di suplementasi dengan antioksidan, seperti vitamin C, E, dan b karoten. Selain mampu menangkal radikal-radikal bebas, senyawa tersebut diketahui mampu menurunkan perodiksidasi lipid. Dengan mengkonsumsi minuman tersebut di atas, diharapkan olahragawan memperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut: dalam waktu pendek dapat terhindar dari dehidrasi dan kekurangan energy yang berlebihan, sedangkan dalam waktu lama dapat mengoptimalkan metabolisme energy, mencegah kerusakan jaringan akibat stres oksidatif dan dapat menambah vitamin serta mineral untuk menjaga kesehatan tubuh yang optimal.