Anda di halaman 1dari 1

Grafik 1 menggambarkan kasus malaria di suatu wilayah pada tahun 1992-1996.

Kasus malaria jenis lain mengalami penurunan setiap tahunnya sedangkan malaria Falciparummengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah kasus malaria secara keseluruhan tiap tahunnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dimungkinkan tidak adanya evaluasi program pengendalian dan pemberantasan malaria sehingga program yang dilaksanakan sama setiap tahunnya dan hasil yang dicapai pun tetap sama yang berakibat tidak adanya penurunan kasus malaria secara keseluruhan. Kasus malaria mengalami penurunan pada tahun tahun 1994 kemudian mengalami peningkatan kembali pada tahun 1995 dengan jumlah kasus yang sama. Malaria Falciparum dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga dapat dimungkinkan terjadinya peningkatan kembali pada tahun-tahun berikutnya. Identifikasi potensi masalah yang terjadi pada grafik 1 Kasus malaria secara keseluruhan cenderung stabil atau tidak mengalami penurunan yang berarti dari tahun ke tahun. Hal ini dimungkinkan wilayah tersebut merupakan wilayah endemis malaria. Selain itu, tidak adanya evaluasi program pemberantasan di wilayah tersebut sehingga tidak ada pembaruan program pemberantasan malaria. Tidak adanya program pemberantasan yang baru dan lebih baik menyebabkan hasil yang kurang efektif sehingga tidak ada penurunan kasus malaria di wilayah tersebut. Jumlah kasus malaria Falciparum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut dimungkinkan dapat terus terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Agar jumlah kasus tidak meningkat terus menerus seharusnya dilakukan upaya pengendalian dan pemberantasan yang merata dan menyeluruh.

2.