Anda di halaman 1dari 3

KOMUNIKASI ILMIAH

TUGAS 3

Tata Tertib Laboratorium Kimia Dasar

Dosen Pembimbing: Drs. Bambang Heriyadi, M.T

Oleh: Edo Febrianto NIM. 1102362

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

Tata Tertib Laboratorium Kimia Dasar Untuk mahasiswa tambang UNP pada semester pertama dan semester dua, akan mendapatkan matakuliah Kimia Dasar. Matakuliah Kimia Dasar ini memeliki bobot sks yaitu 3 sks, dimana 2 sks merupakan teori dan 1 sks merupakan praktikum. Praktikum Kimia Dasar untuk mahasiswa pertambangan UNP dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar FMIPA UNP. Sebelum kita melakukan praktikum, setiap mahasiswa harus mengetahui beberapa peraturan atau tata tertib praktikum kimia di laboratorium. Tata tertib tersebut nantinya akan disampaikan oleh dosen ataupun asisten dosen dan setiap mahasiswa wajib menaati semua tata tertib tersebut. Adapun tata tertib yang disampaikan itu yaitu: Setiap mahasiswa harus datang tepat waktu, mahasiswa yang terlambat 10 menit tanpa alasan yang sah maka akan dianggap absen dan tidak diizinkan untuk melakukan praktikum. Perlu kita ketahui bagi mahasiswa yang berhalangan datang karena sakit atau alasan lainnya, ini sangat merugikan mahasiswa tersebut. Karena untuk praktikum, jika praktikum atau percobaan telah dilakukan maka percobaan tersebut tidak dapat diulangi lagi. Jadi mahasiswa yang tidak dapat hadir pada saat pratikum tersebut dilakukan maka mahasiswa tersebut tidak dapat melakukan praktikum itu lagi. Dalam kegiatan peaktikum mahasiswa diharuskan memakai jas laboratorium, ini bertujuan agar kita lebih bekosentrasi dalam praktikum, karena kita tidak mengkawatirkan nantinya jika baju kita terkena bahan kimia berbahaya. Dalam praktikum mahasiswa harus sangat berhati-hati, jangan bermainmain dengan bahan kimia, karena jika terjadi suatu kesalahan akan membahayakan. Contohnya mahasiswa yang mencampurkan beberapa bahan kimia berbahaya menimbulkan suatu ledakan, atau jika bermain-main dengan bahan kimia apabila terkena kulit, kulit menjadi terbakar, dan beberapa kecelakaan dalam praktikum lainnya. Sisa-sisa pelarut organik harus dikumpulkan dalam botol yang sudah disediakan (jangan dibuang kedalam bak cuci). Sampah berupa kertas dan benda keras seperti: pecahan gelas, batu didih, dan benda keras lainnya harus dibuang pada tempat yang telah disediakan.

Setiap

mahasiswa

wajib

melaporkan

kecelakaan

yang

terjadi

bagaimanapun kecilnya kepada asisten/ pemimpin praktikum. Jika ada peralatan yang rusak atau pecah baik disengaja atau tidak, mahasiswa harus mengganti peralatan tersebut dengan jenis alat yang sama dan menunjukkan kwitansi pembelian alat tersebut. Untuk itu mahasiswa harus behati-hati dalam menggunakan peralatan. Praktikum akan diberikan pengarahan sebelum melakukan percobaan dan kita harus memiliki buku penuntun praktikum. Mahasiswa harus melengkapi pengetahuan yang mendasari percobaan tersebut dari bahan kuliah dan buku-buku sumber. Sebelum melakukan praktikum, mahasiswa harus mengikuti ujian tertulis tentang praktikum yang akan dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Setalah ujian tertulis selesai, asisten atau dosen akan menjelaskan prosedur praktikum yang akan dilakukan. Jika terdapat kesulitan untuk memahami hal yang akan di praktikumkan mahasiswa dapat bertanya ke dosen atau ke asisten. Setelah praktikum selesai dilakukan, mahasiswa harus membuat laporan sementara berupa hasil pengamatan dan kesimpulan. Semua penjelasan diatas menjelaskan bagaimana pentingnya kita untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak laboratorium guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan dalam melakukan percobaan. Dan juga membantu kita, supaya kita benar-benar siap untuk melakukan percobaan.