P. 1
Daftar Penyakit SKDI

Daftar Penyakit SKDI

|Views: 97|Likes:
Dipublikasikan oleh Andi Tri Sutrisno

More info:

Published by: Andi Tri Sutrisno on Mar 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2013

pdf

text

original

Daftar Penyakit

h

da

ri

w Dra w ft w .h pe

Pokja Standar Pendidikan Dokter Indonesia
Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia
2012

D

iu

nd u

q. di

Lampiran 2 SKDI

kt i.g

o. id

Lampiran 2 Daftar Penyakit Standar Kompetensi Dokter
Pendahuluan Daftar penyakit dalam lampiran ini disusun bersumber dari lampiran daftar penyakit SKDI 2006, yang kemudian direvisi berdasarkan hasil survei dan masukan dari pengandil. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan divalidasi (dengan metode FGD dan NGT) bersama para dokter dan pakar yang mewakili pengandil. Daftar penyakit ini penting sebagai acuan bagi institusi pendidikan dokter dalam menyelenggarakan aktivitas pendidikan terutama dalam menentukan wahana pendidikan. Tujuan Lampiran ini disusun dengan tujuan untuk menjadi acuan bagi institusi pendidikan dokter agar dokter yang dihasilkan memiliki kompetensi yang memadai untuk membuat diagnosis yang tepat, memberi penanganan awal atau tuntas, dan melakukan rujukan secara tepat dalam rangka penatalaksanaan pasien. Tingkat kompetensi setiap penyakit merupakan kompetensi yang harus dicapai di akhir pendidikan dokter. Sistematika Lampiran

Tingkat kemampuan yang harus dicapai:

Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, dan merujuk 3A. Bukan gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. 3B. Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/ atau kecacatan pada pasien. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Tingkat Kemampuan 4 Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.

D

iu

nd u

h

da

ri

Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

w Dra w ft w .h pe

Tingkat Kemampuan 1: mengenali dan menjelaskan Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

q. di

kt i.g

Penyakit dalam lampiran ini dikelompokkan menurut sistem tubuh manusia disertai tingkat kemampuan yang harus dicapai di akhir masa pendidikan.

o. id

2

h pe q. di kt i.g o. id .1 No Genetik & Kongenital 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Spina bifida Fenil ketonuria Gangguan Neurologik Pediatrik Duchene muscular dystrophy Kejang demam Infeksi Infeksi sitomegalovirus Meningitis Ensefalitis Malaria serebral Tetanus Tetanus neonatorum Toxoplasmosis serebral Abses otak HIV AIDS tanpa komplikasi AIDS dengan komplikasi Hidrosefalus Poliomielitis Rabies Spondilitis TB Tumor Sistem Saraf Pusat Tumor primer Tumor sekunder Penurunan Kesadaran Ensefalopati Koma Mati batang otak Sakit Kepala Tension headache Migren Arteritis kranial Neuralgia trigeminal Cluster headache Daftar Penyakit Sistem Saraf Tingkat Kemampuan 2 1 1 4 2 3B 3B 3B 4 3B 2 2 4 3A 2 3B 3B 3A 2 2 3B 3B 2 4 3A 1 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3A 3 Penyakit Neurovaskuler TIA Infark serebral Hematom intraserebral Perdarahan subarakhnoid Ensefalopati hipertensi Lesi Saraf Kranial dan Batang Otak Bells’ palsy D iu nd u h da ri w Dra w ft w .

id Sklerosis multipel Penyakit pada Tulang Belakang dan Sumsum Tulang Belakang Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) Complete spinal transection Sindroma kauda equina Neurogenic bladder Siringomielia Mielopati Dorsal root syndrome Acute medulla compression Radicular syndrome Hernia nucleus pulposus (HNP) Trauma Hematom epidural Hematom subdural Trauma Medula Spinalis Nyeri Reffered pain Nyeri neuropatik 1 1 3B 2 3A 2 2 2 3B 3A 3A 3B 3B 3B 3A 3A 2 3A 3A 3A 3A 3B 3B 1 2 3A 2 2 Penyakit Neuromuskuler dan Neuropati Sindroma Horner Carpal tunnel syndrome Tarsal tunnel syndrome Neuropati Peroneal palsy Guillain Barre syndrome Miastenia gravis Polimiositis Neurofibromatosis (Von Recklaing Hausen disease) Gangguan Neurobehaviour Amnesia paska trauma Afasia Mild Cognitive Impairment (MCI) D iu nd u h da ri w Dra w ft w .h pe q. di kt i.g 4 .35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Lesi batang otak Gangguan Sistem Vestibular Meniere's disease Vertigo Cerebral palsy Defisit Memori Demensia Penyakit Alzheimer Gangguan Pergerakan Parkinson Gangguan pergerakan lainnya Epilepsi dan Kejang lainnya Kejang Epilepsi Status epileptikus Penyakit Demielinisasi 2 3A 3A 2 3A 2 3A 1 3B 3A 3B o.

episode manik Gangguan bipolar.h pe h 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Skizofrenia Gangguan waham Gangguan psikotik Gangguan skizoafektif Gangguan Afektif Gangguan bipolar. dan gangguan penyesuaian Gangguan disosiasi (konversi) Gangguan somatoform Trikotilomania Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Gangguan kepribadian Gangguan identitas gender Gangguan preferensi seksual Gangguan Emosional dan Perilaku dengan Onset Khusus pada Masa Anak dan Remaja Gangguan perkembangan pervasif Retardasi mental D iu nd u 29 30 2 3A 5 . Gangguan berhubungan dengan Stres.2 No Gangguan Mental Organik 1 2 3 4 Delirium yang tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya Gangguan Mental dan Perilaku akibat Penggunaan zat Psikoaktif Intoksikasi akut zat psikoaktif Adiksi/ ketergantungan Narkoba Delirium yang diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya Psikosis (Skizofrenia. dan gangguan Somatoform Gangguan Cemas Fobia 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Agorafobia dengan/ tanpa panik Fobia sosial Fobia spesifik Gangguan Cemas Lainnya 2 2 2 3A 3A 3A 2 2 2 2 3A 2 2 2 Gangguan panik Gangguan cemas menyeluruh Gangguan campuran cemas depresi Gangguan obsesif-kompulsif Reaksi terhadap stres yang berat. id q. Gangguan Waham menetap. episode depresif Gangguan siklotimia Depresi endogen. Psikosis Akut dan Skizoafektif) Psikiatri Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan 3A 3B 3A 3A o. di kt i. episode tunggal dan rekuran Gangguan distimia (depresi neurosis) Gangguan depresif yang tidak terklasifikasikan 3A 3A 3A 3A 3A 3A 2 2 2 2 Gangguan Neurotik.g da ri w Dra w ft w .

h pe 6 . di kt i. id q.g Parafilia Gangguan keinginan dan gairah seksual Gangguan orgasmus Sexual pain disorder Gangguan Tidur Insomnia Hipersomnia Sleep-wake cycle disturbance Nightmare Sleep walking 2 3A 3A 3A 4 3A 2 2 2 D iu nd u h da ri w Dra w ft w .31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (termasuk autisme) Gangguan tingkah laku (conduct disorder) Gangguan Makan Anoreksia nervosa Bulimia Pica Tics Gilles de la tourette syndrome Chronic motor of vocal tics disorder Transient tics disorder Disorder of Excression Functional encoperasis Functional enuresis Gangguan Bicara Uncoordinated speech Kelainan dan Disfungsi Seksual 2 2 2 2 2 1 1 3A 2 2 2 o.

di kt i. id .g o.h pe q.3 No MATA Konjungtiva 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Benda asing di konjungtiva Konjungtivitis Pterigium Perdarahan subkonjuntiva Kelopak Mata Blefaritis Hordeolum Chalazion Laserasi kelopak mata Entropion Trikiasis Lagoftalmus Epikantus Ptosis Retraksi kelopak mata Xanthelasma Aparatus Lakrimal Dakrioadenitis Dakriosistitis Dakriostenosis Laserasi duktus lakrimal Sklera Skleritis/episkleritis Kornea Sistem Indera Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan 3B 4 3A 3B 4 4 3A 3B 2 3A 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 2 2 2 3A 2 2 3A 3A 1 7 Erosi Benda asing di kornea Luka bakar kornea Keratitis Kerato-konjungtivitis sicca Edema kornea Kerato konus Xeroftalmia Bola mata Endoftalmitis Mikroftalmos Anterior chamber Hifema Hipopion Cairan Vitreous Perdarahan Vitreous D iu nd u h da ri w Dra w ft w .

konduktif) Inflamasi pada aurikuler Herpes zoster pada telinga Fistula pre-aurikuler Labirintitis Otitis eksterna Otitis media akut Otitis media serosa Otitis media kronik Mastoiditis Miringitis bullosa Benda asing Perforasi membran timpani 2 3A 3A 3A 2 4 4 3A 3A 3A 3A 3A 3A 8 D iu nd u h da ri w Dra w ft w . prematur) Korioretinitis Diskus Optik dan Saraf Mata Optic disc cupping Edema papil Atrofi optik Neuropati optik Neuritis optik Glaucoma Glaukoma akut Glaukoma lainnya TELINGA 3A 2 3A 3A 3A 3B 4 4 3A 4 3A 3A 3A 4 3A 3A 2 2 2 2 2 1 2 3A 3A 2 2 3B 3A Telinga. dan Keseimbangan 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 Tuli (kongenital. Pendengaran. perseptif.Iris dan Badan Silier 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Iridosisklitis. oklusi pembuluh darah retina Degenerasi makula karena usia Retinopati (diabetik. bitemporal and homonymous Gangguan lapang pandang Retina Ablasio retina Perdarahan retina . di kt i. hipertensi.h pe q.g o. iritis Tumor iris Lensa Katarak Afakia Pseudoafakia (lensa artifisial) Dislokasi Lensa Akomodasi dan Refraksi Hipermetropia Miopia Astigmatism Presbiopia Anisometropia Ambliopia Diplopia Buta senja Skotoma Hemianopia. id .

g o.h pe 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 2 4 4 4 4 3A 3A 3A 2 2 3A 4 4 1 2 2 2 3A 3A D iu nd u h da ri q. id 9 .76 77 78 79 80 81 82 83 Otosklerosis Timpanosklerosis Kolesteatoma Presbiakusis Serumen prop Mabuk perjalanan Trauma akustik akut Trauma aurikuler HIDUNG Hidung dan Sinus Hidung Deviasi septum hidung Furunkel pada hidung Rhinitis akut Rhinitis vasomotor Rhinitis alergika Rhinitis kronik Rhinitis medikamentosa Sinusitis Sinusitis frontal akut Sinusitis maksilaris akut Sinusitis kronik Benda asing Epistaksis Etmoiditis akut Polip Kepala dan Leher Fistula dan kista brankial lateral dan medial Higroma kistik Tortikolis Abses Bezold 3A 2 1 3A 4 4 3A 3B w Dra w ft w . di kt i.

h pe q.g o.4 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Sistem Respirasi Daftar Penyakit Influenza Pertusis Respiratory distress syndrome SARS Flu burung Laring dan Faring Faringitis Tonsilitis Laringitis Hipertrofi adenoid Abses peritonsilar Pseudo-croop acute epiglotitis Difteria (THT) Karsinoma laring Karsinoma nasofaring Trakea Trakeitis Aspirasi Benda asing Paru Asma bronkial Status asmatikus Bronkitis akut Bronkiolitis Bronkiektasis Displasia bronkopulmonar Karsinoma paru Pneumonia Bronkopneumonia Pneumonia aspirasi TB paru tanpa komplikasi TB dengan HIV MDR TB Pneumothorax Efusi pleura Emfisema paru Atelektasis Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Edema Paru Infark Paru Abses paru Emboli paru Tingkat Kemampuan 4 4 3B 3B 3B 4 4 4 2 3A 3A 3B 2 2 2 3B 3B 4 3B 4 3A 3A 3A 2 3B 4 3B 4 3A 3A 3B 3B 3A 3B 3A 3B 1 2 1 10 D iu nd u h da ri w Dra w ft w . di kt i. id .

g o.40 41 42 43 Kistik fibrosis Pleuritis Hematothorax Tumor mediastinum 1 3B 3B 1 D iu nd u h da ri w Dra w ft w . di kt i.h pe q. id 11 .

di kt i.5 No Daftar Penyakit Gangguan dan Kelainan pada Jantung Ventricular Septal Defect Atrial Septal Defect Patent Ductus Arteriosus Tetralogy of Fallot Endokarditis Perikarditis Miokarditis Syok (septik. kardiogenik. hipovolemik. neurogenik) Angina pektoris Infark miokard Gagal jantung Cardiorespiratory arrest Mitral stenosis Mitral regurgitation Aortic stenosis Aortic regurgitation Penyakit katup jantung lainnya Takikardi sinus Takikardi supraventrikular Takikardi ventrikular Fibrilasi atrial Fibrilasi ventrikular Atrial flutter Ekstra-sistol supraventrikular Ekstra-sistol ventrikular Bundle Branch Block Aritmia lainnya Kardiomiopati Gangguan Aorta-Arteri Sistem Kardiovaskuler Tingkat Kemampuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 2 2 2 2 2 2 2 3B 3A 3B 3B 3B 2 2 2 2 2 2 3B 3B 2 3B 3B 3A 3A 1 1 2 4 3A 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 Hipertensi esensial Hipertensi sekunder Hipertensi pulmoner Penyakit Raynaud Trombosis arteri Koarktasio aorta Penyakit Buerger's/ Thromboangiitis Obliterans Emboli arteri Aterosklerosis Subclavian steal syndrome Aneurisma Aorta Aneurisma diseksi D iu nd u h da ri w Dra w ft w .h pe q.g o. id 12 .

h pe q.41 42 43 44 45 46 47 48 49 Klaudikasio Penyakit jantung reumatik Vena dan Pembuluh Limfe Tromboflebitis Limfangitis Varises (primer. sekunder) 2 2 3A 3A 2 2 2 2 3A D iu nd u h da ri w Dra w ft w . id 13 . sekunder) Obstructed venous return Trombosis vena dalam Emboli vena Limfedema (primer.g o. di kt i.

herpes) Glositis Leukoplakia Angina Ludwig Parotitis Karies gigi Esofagus Atresia esofagus Akalasia Esofagitis refluks Lesi korosif pada esofagus Varises esofagus Ruptur esofagus Dinding. omphalocoele-gastroschisis Apendisitis akut Abses apendiks Demam tifoid Perdarahan gastrointestinal Ileus Malabsorbsi Intoleransi makanan D iu Lambung. Rongga Abdomen dan Hernia Hernia (inguinalis. Pankreas Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan kt i. Ileum nd u h da . giardiasis) Refluks gastro-esofagus Ulkus (gaster. femoralis.g q. hiatus) Hernia umbilikalis Peritonitis Perforasi usus Malrotasi traktus gastro-intestinal Infeksi pada umbilikus Sindroma Reye Sistem Gastrointestinal. id w Dra w ft w . Duodenum. skrotalis) Hernia (diaframatika. Jejunum. Hepatobilier.h pe ri 2 2 4 4 3A 2 3A 4 3A 2 2 3A 3B 2 1 2 2 3A 3B 2 2 4 1 4 4 4 3A 2 2 2 2 3B 3B 4 3B 2 3A 3A 14 Gastritis Gastroenteritis (termasuk kolera. di o.6 No Mulut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Sumbing pada bibir dan palatum Micrognatia and macrognatia Kandidiasis mulut Ulkus mulut (aptosa . duodenum) Stenosis pilorik Atresia intestinal Divertikulum Meckel Fistula umbilikal.

39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Alergi makanan Keracunan makanan Botulisme Infestasi Cacing dan lainnya Penyakit cacing tambang Strongiloidiasis Askariasis Skistosomiasis Taeniasis Pes Hepar Hepatitis A Hepatitis B Hepatitis C Abses hepar amoeba Perlemakan hepar Sirosis hepatis Gagal hepar Neoplasma hepar Kandung Empedu. dan Pankreas Kolesistitis Kole(doko)litiasis Empiema dan hidrops kandung empedu Atresia biliaris Pankreatitis Karsinoma pankreas Kolon Divertikulosis/divertikulitis Kolitis Disentri basiler. amuba Penyakit Crohn Kolitis ulseratif Irritable Bowel Syndrome Polip/adenoma Karsinoma kolon Penyakit Hirschsprung Enterokolitis nekrotik Intususepsi atau invaginasi Atresia anus Proktitis Abses (peri)anal Hemoroid Fistula Fisura anus Prolaps rektum. id 15 . anus 4 4 3B 4 4 4 4 4 1 4 3A 2 3A 3A 2 2 2 3B 2 2 2 2 2 3A 3A 4 1 1 3A 2 2 2 1 3B 2 3A 2 3A 2 2 3A 2 2 Neoplasma Gatrointestinal Limfoma Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) D iu nd u h da ri w Dra w ft w .h pe q. di kt i.g o. Saluran Empedu.

h pe q. id 16 . uretra ) tanpa kolik Ginjal polikistik simtomatik Ginjal tapal kuda Pielonefritis tanpa komplikasi Nekrosis tubular akut Alat kelamin pria Hipospadia Epispadia Testis tidak turun/ kriptorkidismus Rectratile testes Varikokel Hidrokel Fimosis Parafimosis Spermatokel Epididimitis Prostatitis Torsio testis Ruptur uretra Ruptur kandung kencing Ruptur ginjal Karsinoma uroterial Seminoma Teratoma testis Hiperplasia prostat jinak Karsinoma prostat Striktura uretra Priapismus Chancroid Tingkat Kemampuan 4 3A 3A 4 2 2 2 2 2 3A 3A 2 1 4 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 3A 3B 3B 3B 3B 2 1 1 2 2 2 3B 3A D iu nd u h da ri w Dra w ft w . ureter.g o.7 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Sistem Ginjal dan Saluran Kemih Daftar Penyakit Infeksi saluran kemih Glomerulonefritis akut Glomerulonefritis kronik Gonore Karsinoma sel renal Tumor Wilms Acute kidney injury Penyakit ginjal kronik Sindroma nefrotik Kolik renal Batu saluran kemih (vesika urinaria. di kt i.

di kt i. id q.h pe .g 3A 2 2 2 2 3A 2 2 3A 3B 3B 4 3B 2 2 3B 3B 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 4 2 3A 3B 2 2 3A 3B 2 3B 3B 3B 17 Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan Infeksi saluran kemih bagian bawah Persalinan Intra-Uterine Fetal Death (IUFD) Kontraksi prematur Persalinan prematur Ruptur uteri Bayi post matur Ketuban pecah dini (KPD) Distosia janin Malpresentasi janin Partus lama Prolaps tali pusat Hipoksia janin D iu nd u h da ri w Dra w ft w .8 No Daftar Penyakit Infeksi selama Kehamilan/ Persalinan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Sifilis Rubella Infeki sitomeglovirus Toxoplasmosis AIDS Gonore Infeksi virus Herpes tipe 2 Hepatitis B Gangguan pada Kehamilan Infeksi intra-uterin Aborsi mengancam Aborsi spontan inkomplit Aborsi spontan komplit Hiperemesis gravidarum Mola hidatidosa Hipertensi pada kehamilan Preeklampsia Eklampsia Diabetes gestasional Dismaturitas Insufisiensi plasenta Plasenta previa Vasa previa Solusio plasenta Inkompeten serviks Polihidramnion Kelainan letak janin setelah 36 minggu Sistem Reproduksi Tingkat Kemampuan o.

uretero-vagina.39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Ruptur serviks Ruptur perineum tingkat 1-2 Postpartum Retensi plasenta Inversio uterus Perdarahan post partum Trombo – emboli Masa Nifas Endometritis Inkontinensia urin Inkontinensia feses Trombosis vena dalam Tromboflebitis Psikosis post-natal Depresi post-natal Subinvolusio uterus Vulva Vulvitis Kista dan abses kelenjar bartolini Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea Kondiloma akuminata Vagina Malformasi kongenital Kistokel Rektokel Benda asing Vaginitis Vaginosis bakterialis Kista Gartner Fistula (vesiko-vaginal. id q. di kt i.g 4 3A 4 2 1 1 1 4 4 4 1 2 2 4 2 2 1 3A 2 2 1 1 4 1 2 2 3B 3B Malformasi kongenital Uterus prolaps Hematokolpos Endometriosis Adneksa Polikistik ovarium Karsinoma ovarium Salpingitis Perlengketan Kista ovarium Kehamilan ektopik Torsi dan ruptur kista Abses tubo .ovarium D Korpus Uteri iu Servisitis Kista Nabotian Polip nd u h Serviks da ri w Dra w ft w .h pe 18 . rektovagina) Vaginismus 3B 4 3B 3B 3B 2 3B 2 2 2 2 2 2 3B o.

id 19 .h pe q.g o. di kt i.Payudara 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 Inflamasi. abses Mastitis Lecet puting susu Inverted nipple Fibrokista Fibroadenoma mammae (FAM) Tumor Filoides Karsinoma payudara Penyakit Paget Ginekomastia Alat Kelamin Wanita Karsinoma serviks Hiperplasia endometrium Karsinoma endometrium Teratoma ovarium (kista dermoid) Koriokarsinoma Masalah Reproduksi Pria Infertilitas Gangguan ereksi Gangguan ejakulasi 2 1 1 2 1 3A 2 2 2 4 4 4 2 2 1 2 1 2 D iu nd u h da ri w Dra w ft w .

id 20 .7 No Endocrine Glands 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Sistem Endokrin.h pe q. di kt i.g o. Metabolik dan Nutrisi Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan Gizi dan Metabolisme iu nd u Diabetes melitus tipe 1 Diabetes melitus tipe 2 Diabetes melitus tipe lain (intoleransi glukosa akibat penyakit lain atau obat-obatan) Ketoasidosis diabetikum Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik Hipoglikemia Diabetes insipidus Akromegali. gigantisme Defisiensi hormon pertumbuhan Hiperparatiroid Hipoparatiroid Hipertiroid Hipotiroid Goiter Tiroiditis Cushing's disease Krisis adrenal Addison's disease Pubertas prekoks Hipogonadisme Prolaktinemia Adenoma tiroid Karsinoma tiroid 4 4 3A 3B 3B 3B 1 1 1 1 3A 3A 2 3A 2 3B 3B 1 2 2 1 2 2 4 4 4 4 1 4 4 Malnutrisi energi-protein Defisiensi vitamin Defisiensi mineral Dislipidemia Porfiria Hiperurisemia Obesitas D h da ri w Dra w ft w .

g o. id 21 . Hodgkin's Leukemia akut. DHF Dengue shock syndrome Malaria Leishmaniasis dan tripanosomiasis Toxoplasmosis Leptospirosis Sepsis Penyakit Autoimun Lupus eritematosus sistemik Poliarteritis nodosa Polimialgia reumatik Reaksi anafilaktik Demam reumatik Artritis reumatoid Juvenile chronic arthritis Henoch-schoenlein purpura Eritema multiformis Atopi Imunodefisiensi 2 1 3A 3B 3A 3A 2 2 2 3A 2 Tingkat Kemampuan 2 4 3A 3A 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 3A 4 3B 4 3B 4 2 3A 3A 3B D iu nd u h da ri w Dra w ft w . hemofilia.h pe q. kronik Mieloma multipel Limfadenopati Limfadenitis Infeksi Bakteremia Demam dengue. di kt i.10 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Sistem Hematoimunologi Daftar Penyakit Anemia aplastik Anemia defisiensi besi Anemia makrositik Anemia hemolitik Anemia megaloblastik Hemoglobinopati Polisitemia Gangguan pembekuan darah (trombositopenia. Von Willebrand's disease) DIC Agranulositosis Inkompatibilitas golongan darah Timus Timoma Kelenjar Limfe dan Darah Limfoma non-Hodgkin's.

fibroma. club foot.g o. spondilodisitis Teratoma sakrokoksigeal Spondilolistesis Spondilolisis Lesi pada ligamentosa panggul Displasia panggul Nekrosis kaput femoris Tendinitis achilles Ruptur tendon achilles Lesi meniskus. di kt i. lordosis) Spondilitis. sekunder Osteosarkoma Sarcoma Ewing Kista ganglion Trauma sendi Kelainan bentuk tulang belakang (skoliosis. pes planus) Claw foot. Fraktur dan dislokasi tulang belakang Dislokasi pada sendi ekstremitas Osteogenesis imperfekta Ricketsia. medial dan lateral Instabilitas sendi tumit Malformasi kongenital (genovarum. genovalgum. fibrosarkoma 3A 3B 3A 2 2 2 1 1 3A 1 1 3A 2 1 1 2 3A 2 2 2 1 1 1 2 1 1 3A 3A 2 2 2 2 4 3B 1 1 4 1 D iu nd u h da ri w Dra w ft w . leiomiosarkoma. osteoartritis Fraktur terbuka. id 22 . tertutup Fraktur klavikula Fraktur patologis. osteomalasia Osteoporosis Akondroplasia Displasia fibrosa Tenosinovitis supuratif Tumor tulang primer. liposarkoma Lipoma Fibromatosis.h pe q. drop foot Claw hand.11 No Tulang dan Sendi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Sistem Muskuloskeletal Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan Artritis. drop hand Otot dan Jaringan Lunak Ulkus pada tungkai Osteomielitis Rhabdomiosarkoma Leiomioma. kifosis.

id da ri w Dra w ft w . herpes simpleks Campak Infeksi Bakteri Sistem Kulit dan Integumen Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan 4 3A 4 4 4 o.12 No Kulit Infeksi Virus 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Veruka vulgaris Kondiloma akuminata Moluskum kontagiosum Varisela. pubis Reaksi gigitan serangga Skabies Cutaneus larva migran Filariasis tanpa komplikasi Dermatitis Eksim Dermatitis kontak iritan Dermatitis kontak alergika Dermatitis atopik Dermatitis numularis Liken simpleks kronik/ neurodermatitis Napkin eczema Lesi Eritro-Squamosa Psoriasis vulgaris Dermatitis seboroik Pitiriasis rosea D iu nd u 23 . di kt i.g h Impetigo Impetigo ulseratif (ektima) Folikulitis superfisialis Furunkel. herpes zoster.h pe q. Tinea versikolor Kandidiasis mukokutaneous Gigitan Serangga dan Infestasi 4 4 4 4 4 4 4 4 3A 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3A 4 4 3A 4 3A 4 4 Pedikulosis capitis. karbunkel Eritrasma Erisipelas Skrofuloderma Leprosi Reaksi lepra Sifilis Aktinomikosis In growing toe nail Paronikia Infeksi Fungal Superfisialis Tinea.

g o. id .Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 67 68 69 70 71 Akne vulgaris Hidradenitis supuratif Dermatitis perioral Rosasea Miliaria Hiperhidrosis Penyakit Vesikobulosa Pemphigus vulgaris Pemphigoid Dermatitis herpetiformis Toxic epidermal necrolysis Sindroma Stevens-Johnson Penyakit Kulit Alergi Urtikaria Angioedema Dishidrosis Penyakit Autoimun Dermatomiositis Skleroderma/ morfea Gangguan Keratinisasi Ichthyosis vulgaris Inflamasi Non Infeksi Liken planus Granuloma annulare Reaksi Obat Kelainan pigmentasi 4 3B 4 1 1 3A 3A 3A 4 3A 3A 2 3A 1 2 3A 2 2 2 2 1 1 2 2 1 24 4 4 4 3A 4 2 2 2 2 3B 3B Exanthematous drug eruption. di kt i.h pe q. fixed drug eruption Tumor epitel jinak Keratosis seboroik Kista epitel Tumor Epitel Premaligna dan Maligna Squamous cell carcinoma Basal cell carcinoma Tumor Dermis Xanthoma Hemangioma Limfangioma Angiosarkoma Tumor Sel Melanosit Lentigo Nevus pigmentosus Melanoma maligna D iu Neoplasma nd u Vitiligo Melasma Albino Hiperpigmentasi dan hipopigmentasi paska inflamasi h da ri w Dra w ft w .

h pe q. punctum Vulnus perforatum.g o.Rambut 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Alopesia areata Alopesia androgenik Telogen eflluvium Trauma Vulnus laseratum. id 25 . di kt i. penetratum Luka bakar derajat 1 dan 2 Luka bakar derajat 3 dan 4 Luka akibat bahan kimia Luka akibat sengatan listrik 4 3B 4 3B 3B 3B 2 2 2 D iu nd u h da ri w Dra w ft w .

id 26 . di kt i.13 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kekerasan tumpul Kekerasan tajam Trauma kimia Luka tembak Luka listrik dan petir Barotrauma Trauma suhu Asfiksia Tenggelam Pembunuhan anak sendiri Pengguguran kandungan Kematian mendadak Toksikologi forensik Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan 4 4 3A 3A 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3B 3A D iu nd u h da ri w Dra w ft w .h pe q.g o.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->