Anda di halaman 1dari 6

2.

10 Permintaan medikasi Preoprasi


Kelompok obat berikut harus dilanjutkan sebagai pengobatan sebelum operasi: Anti aritmia Anti tiroid Anti konvulsan bronkodilator Steroid Benzodiazepin Obat-obatan psikiatri

Kelompok obat berikut dapat dilanjutkan sebagai pengobatan sebelum operasi namun penggunaannya harus diawasi: Meperidin Suboxone ACE inhibitor Angiotensin Receptor Blocker

Pada pasien diabetes yang mendapat pengobatan golongan OHO harus diberhentikan sehari sebelum dilakukan tindakan operasi. Penyelesaiannya yaitu dengan melakukan operasi pada pagi hari. Pada pasien yang mendapat terapi insulin. Pemberian insulin dapat dipertimbangkan dan hanya dapat digunakan pada keadaan hipoglikemi untuk mencegah ketoasidosis diabetikum

2.11 Pedoman Puasa Perioperatif


Masa puasa minimum sebelum anestesi atau sedasi diberikan 2 jam untuk cairan bening, 4 jam untuk ASI, dan 6 jam untuk susu formula. Masa puasa minimum untuk makanan padat, yang dianggap makanan ringan, sebaiknya 6 jam sebelum induksi. Contoh air mineral, jus buah tanpa ampas, soda, teh, dan kopi hitam. Makanan yang digoreng atau mengandung lemak dapat memperpanjang waktu pengosongan lambung, maka memperpanjang waktu puasa minimal 8 jam harus dipertimbangkan.

2.12 Update tentang Pedoman Skrining Preoperative


Secara statistik, semakin sering dilakukan tes, semakin banyak kemungkinan hasil positif palsu. Skrining EKG yang sering dilakukan sebelum operasi, namun nilai prognostiknya tidak jelas. Pedoman EKG sesuai usia berkembang karena meningkatnya insiden penyakit jantung pada usia lanjut (>60 tahun) sekitar 25% dari pasien akan mendapat hasil EKG yang abnormal EKG normal belum tentu memiliki resiko operasi minimal. EKG harus dilakukan pada pasien yang memiliki resiko tinggi ( contohnya gagal jantung, hiperkolestreolemia, angina, infark myocard, atau kelainan katup berat)