Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU) adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang dipimpin oleh

Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang disingkat KASAU. Saat ini TNI-AU memiliki dua komando operasi yaitu Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar. Semboyan TNI-AU adalah bahasa Sanskerta Swa Bhuwana Paksa yang berarti "Sayap Pelindung Tanah Airku".

Sejarah
TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma. Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pemboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU. Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12. Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa MiG-17, MiG19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora. TNI AU mengalami popularitas nasional tinggi dibawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an. TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

Tugas TNI-AU
Sesuai dengan UU TNI pasal 10, Angkatan Udara bertugas:

5. LANUD (TIPE C) Sebanyak 9 Satuan. 3. serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. SKADRON 2 di LANUMA HALIM PK. 1. Subang 5. Jakarta 9. Jakarta 2. Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Makassar 4. Perwira tersenior Angkatan Udara. KOHANUDNAS ADALAH TNI AU DAN TNI AU ADALAH KOHANUDNAS. SKADRON 45 di LANUMA HALIM PK. melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara. SKADRON 11 di LANUMA HASSANUDDIN. KOOPSAU I (Wilayah Barat) Mako di Komplek Lanuma Halim PK Jakarta. Skadron-skadron operasi. 4. Organisasi TNI-AU berada di bawah Markas Besar TNI. LANUD (TIPE D) Sebanyak 2 Satuan. 4. LANUMA (TIPE A) Sebanyak 4 Satuan. SKADRON 15 di LANUMA ISWAHYUDI. 2. LANUD (TIPE C) Sebanyak 10 Satuan. Bogor 6.    melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan. LANUD (TIPE B) Sebanyak 4 Satuan . LANUD (TIPE B) Sebanyak 5 Satuan. SKADRON 12 di LANUMA PEKANBARU. Jakarta 3. SKADRON 31 di LANUMA HALIM PK. adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Marsekal mengepalai Angkatan Udara di bawah Panglima TNI. SKADRON 5 di LANUMA HASSANUDDIN. 1. SKADRON 7 di LANUD SURYADARMA. SKADRON 4 di LANUMA ABD SALEH. Madiun 2. Malang 3. 1. SKADRON 8 di LANUMA ATANG S. SKADRON 32 di LANUMA ABD SALEH. Daftar Kotama TNI AU 1. Madiun 6. SKADRON 14 di LANUMA ISWAHYUDI. Jakarta 8. Pontiana 2. Pekanbaru 7. Makassar 5. Madiun 7. LANUMA (TIPE A) Sebanyak 3 Satuan. menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Skadron-skadron operasi. 1. SKADRON 3 di LANUMA ISWAHYUDI. LANUD (TIPE D) Sebanyak 5 Satuan. Kohanudnas merupakan ujung tombak Kotama Operasional TNI AU yang bertugas melaksanakan Penegakan hukum di Udara dan mengatur . KOOPSAU II (Wilayah Timur) Mako di Komplek Lanuma Hasanudin Makasar. 2. Malang 3. KOHANUDNAS Mako di Komplek Lanuma Halim PK Jakarta. Malang 8. SKADRON 21 di LANUMA ABD SALEH. SKADRON 6 di LANUMA ATANG S. 3. SKADRON 17 di LANUMA HALIM PK. Mabes TNI AU membawahi KotamaKotama. 5. Bogor 4. SKADRON 1 di LANUMA SUPADIO.

DEN HANUD DI TIAP LANUMA TIPE A (Next=Halim. Terkait kekuatan minimum yang diperlukan Kohanudnas sebagai salah satu Ujung Tombak TNI AU dalam operasi Pertahanan Udara diperlukan Radar Sebanyak 32 Satrad terbagi di 4 Kosek (Saat ini mempunyai 19 Satrad). Supadio) 3. DEN HANUD DI KOSEKHANUDNAS II DAN IV 5. YON ARHANUD MOBILE 463 PASKHAS Madiun 2. PUSDIKLAT HANUD (Pertahanan Udara) 3. KODIKLAT PASKHAS. YON ARHANUD MOBILE 467 PASKHAS Jakarta 2. KOMPI H BS PASKHAS Banda Aceh 2. PUSDIKLAT HANUDNAS Surabaya 4. Pekanbaru. KOMPI BS PASKHAS Ambon (Next karena Lanud naik status ke Tipe B) 2. Mako Kodiklat Paskhas berada di Lanud Sulaiman Margahayu Bandung. DEN HANUD DI TIAP LANUMA TIPE A (Next=Adi S. 4 Skadron Rudal Jarak Sedang Moveable Paskhas ditiap Kosek. YON PARAKO PPRC 4610 PASKHAS Yogyakarta (Next pengembangan dari Kompi E BS) 5. KOSEKHANUDNAS II Makassar 3. RESIMEN PARAKO PPRC I PASKHAS (Wilayah Barat)) 1. YON PARAKO PPRC 461 PASKHAS jakarta 2. YON PARAKO PPRC 469 PASKHAS Medan (Next pengembangan dari Kompi A BS) 5. KOMPI BS PASKHAS Bali (Next karena Lanud naik status ke Tipe B) 7. WING/DIVISI I PASKHAS (Wilayah Barat) 1. DEN HANUD DI KOSEKHANUDNAS I DAN III 4. Jajaran Kohanudnas saat ini terbagi menjadi : 1. Manuhua) 3. PUSDIKLAT PURRAT (Tempur Darat) 2. DEN BRAVO 90 ANTI TEROR 3. 1. MAKO KORPASKHAS 2. KOMPI B BS PASKHAS Subang 6. RESIMEN PSU/ARHANUD I PASKHAS (Wilayah Barat) 1. RESIMEN PSU/ARHANUD II PASKHAS (Wilayah Timur) 1. YON PARAKO PPRC 462 PASKHAS Pekanbaru 3. PUSDIKLAT KHUSUS . Abd Saleh. WING/DIVISI II PASKHAS (Wilayah Timur) 1. KOSEKHANUDNAS I Jakarta 2. YON PARAKO PPRC 466 PASKHAS Makassar 3. KOMPI G BS PASKHAS Lhokseumawe 7. Iswahyudi. Hasanudin. KOSEKHANUDNAS III medan 4.seluruh potensi kekuatan udara bangsa indonesia. PUSDIKLAT MATRA 4. teridiri : 1. YON PARAKO PPRC 464 PASKHAS Malang 2. KORPASKHAS Mako di Lanuma Sulaiman Margahayu Bandung. YON PARAKO PPRC 468 PASKHAS Biak 4. KOMPI D BS PASKHAS Kupang 6. KOSEKHANUDNAS IV Biak 5. RESIMEN PARAKO PPRC II PASKHAS (Wilayah Timur)) 1. 4 skadron tempur buru sergap ditiap Kosek.14 Den Hanud Titik PSU Paskhas dan 40 Pangkalan Udara (sudah ada). YON PARAKO PPRC 465 PASKHAS Pontianak 4.

Bandung 2. Bandung 6. DAN SKADRON TINGKAT IV yaitu Skadron Sersan Mayor Udara Karbol 5. DAN SKADRON TINGKAT II yaitu Skadron Kopral Udara Karbol 3.(Diperuntukkan untuk para Pamen sebagai syarat untuk menjadi seorang Komandan Satuan ataupun jenjang karier ke pangkat Kolonel) 9. Sebutan untuk taruna AAU disebut Karbol. Madiun 7. DEPO 10 di Lanud Husein S. WINGDIKTEKKAL di LANUD SURYADARMA Subang dan LANUD HUSEIN S. AKADEMI ANGKATAN UDARA (AAU) Ksatrian berada di Yogyakarta. KOMANDO PEMELIHARAAN MATERIIL TNI ANGKATAN UDARA (KOHARMATAU) Mako berada di Lanud Husein Satra Negara Bandung. Bandung 5. Karbol berhak menyandang predikat sebagai Sarjana Pertahanan. KOMANDO PENDIDIKAN TNI AU (KODIKAU) Mako berada di Kompleks Lanuma Halim PK Jakarta. Setelah dilantik kesemua Karbol diberik kesempatan untuk mengikuti seleksi masuk menjadi Penerbang. Jajaran dibawahnya yaitu : 1. DEPO 20 di Lanuma Iswahyudi. Bandung 2. Jakarta dan LANUMA ATANG S.(Diperuntukkan untuk para Pama sebagai jenjang karier ke pangkat mayor atau Pamen) 8. membawahi = 1. dipimpin oleh seorang Gubernur berpangkat Marsekal Muda dibantu seorang Wakil Gubernur berpangkat Marsekal Pertama. Kedepan akan ditambah satu jurusan lagi yaitu Paskhas. SEKOLAH KESATUAN KOMANDO ANGKATAN UDARA (SEKKAU) Ksatrian berada di Komplek Lanuma Halim PK Jakarta. PERBEKALAN MATERIAL PUSAT (BEKMATPUS) Mako berada di Komplek Lanuma Halim PK Jakarta . Saat ini Karbol dibagi menjadi tiga jurusan yaitu : Aeronautika. Madiun 3. KADEP LEK 8. LAKESPRA 10. DEPO 50 di Lanud Adi Soemarmo. Elektronika dan Teknik Manajemen Industri. WINGDIKUM di LANUMA HALIM P. LANUD ADI SOEMARMO Surakarta 3. DIRJIAN 4. DEPO 40 di Lanud Sulaiman. DEPO 60 di Lanud Iswahyudi. KADEP AERO 7. KADEP TI 9.K. DEPO 70 di Lanud Sulaiman. Surakarta 6. LANUMA ADI SUTJIPTO Yogyakarta 2. DAN SKADRON TINGKAT III yaitu Skadron Sersan Udara Karbol 4. DIRMIN 3. DIRDIKLAT 2. SEKOLAH STAF KOMANDO ANGKATAN UDARA (SESKOAU) Ksatrian berada di Lembang Bandung. DAN SKADRON TINGKAT I yaitu Skadron Prajurit Udara Karbol 2. DEPO 30 di Lanuma Abd Saleh. LANUD TEMPAT PELAKSANAAN PENDUKUNG KODIKAU = 1. KAPOK GADIK 7. Jajaran di AAU yaitu : 1. terdiri = 1. TERDIRI DARI 2 WINGDIK 1. LANUD SULAIMAN Bandung 3. Pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dan setelah lulus dan dilantik menjadi Perwira. DANWING KARBOL(Sebutan bagi siswa taruna aau adalah Karbol).5. KADEP JASMIL 10. KADEP MATRA 6. Bogor 2. Malang 4.

maka setelah berubah menjadi POMAU selanjutnya dikembalikan melaksanakan tugas-tugas kepolisian militer yaitu Gaktiblin. Pasukan baret biru terbilang baru karena sebelumnya satuan ini telah ada ditiap-tiap lanuma dan lanud di seluruh Indonesia yang anggotanya terbentuk dengan mengambil beberapa orang dari tiap staf yang ada di pangkalan dengan di kepalai seorang perwira sebagai Kasi Kamhanlan. Pasukan parakomando (parako)PPRC Paskhas sebagai pasukan lintas udara. UNSUR PESAWAT (Tempur. pertahanan pangkalan TNI AU juga sebagai pasukan taktis dari tiap lanud. SATRAD EW (Early Warning) 3. Pasukan baret jingga yang dulu sangat terkenal dengan nama Pasukan Gerak Tjepat ((PGT) merupakan pasukan berkualifikasi Para Komando adalah pasukan pemukul tempur darat TNI Angakatan Udara bersifat ofensif. KOOPSAU. Kotama Operasi pelaksananya adalah = 1. Heli) 2. SATRAD GCI (Ground Control Interception) 2. Den Bravo 90 Paskhas Anti Teror 2.(Bersifat Defensif). Korps Pasukan Khas (Korpaskhas). Kompi Matra Paskhas 4. Den Dalpur Paskhas 3. terdiri dari : 1. 2. SATUAN PERTAHANAN PANGKALAN Daftar Pangkalan Udara . Komando Tempur TNI Angkatan Udara Pelaksanaan operasi tempur TNI Angkatan Udara merupakan gabungan dari unsur-unsur tempur yang dimilki yaitu unsur pesawat/pangkalan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan suatu operasi udara atau untuk lebih mudah menyingkatnya dengan istilah Komando Paduan Tempur Udara. Tugas pengamanan pangkalan sebelumnya diemban oleh Satuan Provost AU kala itu masih menggunakan korps pasukan (Psk)yang salah satunya bertugas sebagai Pamfik. 5. SATUAN PEMUKUL (Resimen Parako PPRC Paskhas) 2. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan TNI AU. SATUAN PERTAHANAN UDARA (Resimen Arhanud/PSU Paskhas) 3. KORPASKHAS. penyidikan. unsur radar dan unsur pasukan pemukul dan pertahanan udara Korpaskhas. Pasukan Pertahanan Udara Paskhas. KOHANUDNAS. Kedepan Kamhanlan akan dibentuk menjadi Satuan sendiri dipimpin oleh seorang Pama sebagai Komandan Satuan Kamhanlanau yang bertugas melaksanakan pengamanan. UNSUR PENDUKUNG (Lanuma/Lanud) 2. terdiri dari : 1.Kekuatan Pasukan TNI Angkatan Udara TNI Angkatan Udara saat ini dperkuat oleh 2 Pasukan yang keduanya mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda yaitu terdiri dari : 1. yang terdiri dari : 1. walmor dan protokoler. Intai. terdiri dari : 1. Angkut.

6. Bogor Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) . 3. Tanjung Pinang (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Hang Nadim. Lampung . Pontianak (Akan naik status menjadi Tipe A) Tipe B : 1. Padang Lanud Palembang (PLM). 3. Batam Lanud Ranai (RNI). 4. Lanud Maimun Saleh (MUS). 4. 2. 2. Natuna (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Padang (PDA).Koopsau I Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito Sukhoi Su-30 MK2 Flanker TNI-AU Genaral Dynamics F-16A Fighting Falcon TNI-AU Tipe A : 1. Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM). Sabang (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Tanjung Pinang (TPI). Bandung Lanud Suryadarma (SDM). Banda Aceh Lanud Suwondo (SWO). 3. Lanud Halim Perdanakusuma (HLP}. Jakarta Lanud Atang Sendjaja (ATS). Subang Tipe C : 1. 5. Palembang Lanud Astra Kestra (ATK). Medan Lanud Husein Sastranegara (HSN). 7. 4. 2. Pekanbaru (Akan naik status menjadi Tipe A) Lanud Supadio (SPO) .

Kupang (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Manuhua (MNA). Lanud Wirasaba (WSA). Timika Lanud Merauke (MRE). 10. Denpasar (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Rembiga (RBA). Lanud Piobang (PBG) . Lanud Iskandar (IKR). Halmahera Utara (Akan naik status menjadi Tipe C) 2. Belitung 9. Lanud Sugiri Sukani (SKI). Tasikmalaya Tipe D : 1. 4. Lanud Tanjung Pandan (TDN). 2. 6. Lanud Gadut (GDT) . Lanud Wiriadinata (TSM). Banjarmasin Lanud Wolter Monginsidi (WMI). 9. Jayapura (Akan naik status menjadi Tipe A) Tipe C : 1. Lanud Singkawang II (SWII). Pangkalan Bun Lanud Syamsuddin Noor (SAM). Balikpapan Lanud Sam Ratulangi (SRI). Lanud Surabaya (SBY). Biak (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Timika (TMK). Ambon Lanud Jayapura (JAP). 5. Payakumbuh 2. Malang Tipe B : 1. 3. Tual (Akan naik status menjadi Tipe C) . 5. Lanud Dumatubun (DMN). Lanud Iswahyudi (IWJ). Bukittinggi Koopsau II Panglima koopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna Tipe A : 1. Purwokerto 3. Lanud Hasanuddin (HND). 2. 3. Tarakan Tipe D : 1. Mataram Lanud Eltari (ELI). Manado Lanud Pattimura (PTM). Lanud Leo Wattimena (MRT). Cirebon 2. 8. Madiun 3. Singkawang (Akan naik status menjadi Tipe C) Rencana Pembangunan : 1. 7. 4. Surabaya (Akan naik status menjadi Tipe A) Lanud Balikpapan (BPP). Merauke (Akan naik status menjadi Tipe B) Lanud Tarakan (TAK). Makassar 2.8. Kendari Lanud Ngurah Rai (RAI). Lanud Abdul Rachman Saleh (ABD).

Dampaknya langsung bisa dirasakan dengan sungkannya negaranegara di Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat terhadap Indonesia. Pesawat penyerang yang mampu melaksanakan operasi udara strategis dan taktis untuk penghancuran sasaran darat maupun perairan sampai dengan daerah persiapan lawan. Lanud Sulaiman (SLM).198.4 milliar kalau dikonversikan dengan kurs Rp. Kebutuhan Alut Sista Secara Kualitatif kebutuhan alut sista dan penggelarannya disusun berdasarkan tugas-tugas untuk melaksanakan operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan di darat dan dilaut. Pesawat Peringatan Dini / Advanced Early Warning (AEW) yang mampu melaksanakan manajemen pertempuran udara. Lanud Adi Sutjipto (ADI). Lanud Adi Soemarmo (SMO). Diluar sistem pertahanan Benuanya. Tidak heran kemudian Indonesia selalu disepelekan dalam kancah perpolitikan Internasional.000 yang disetujui kongres Oktober 2002. Perang elektronika untuk mengganggu kemampuan gelombang elektromagnetik musuh dan menjamin kelancaran penggunaan gelombang elektromagnet sendiri. secara powerfull USAF juga menggelar kekuatannya di Pasifik dan Eropa yang dikenal dengan PACAF (membentang dari Alaska hingga Samudra Hindia) dan USAFE (basis kekuatan di Eropa).000.SE 1.Kodikau Komandan Kodikau Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom Manuba. selain itu menggagas proyek ambisius pertahanan udara nasional yang disebut NMD (National Missile Defence System) senilai $ 7. Pemahaman bahwa kekuatan militer sebagai Deterrent Power masyarakat Indonesia belum dipahami secara menyeluruh untuk kepentingan Nasional. Armada USAF digelar secara strategis dari timur ke barat. Peran sebagai First Line Of Defence benar-benar di jalankan Angkatan Udara.-/dolar AS menjadi 3.600. Jogjakarta 2. tengah ke selatan untuk mempertahankan mainland.000. 2.000. . seakan tidak ada perasaan takut dipikiran mereka untuk menjarah kekayaan alam Indonesia. Surakarta 3. Lemahnya daya dukung militer dalam melindungi garis-garis pantai. serta batas-batas wilayah Indonesia dengan negara tetangga.9. maka idealnya harus memiliki : Kekuatan Pemukul Udara 1. Sekedar bernostalgia ketika Angkatan Udara bergitu jayanya di era 1960-an dengan kekuatan udara yang superior (untuk saat itu). jalur perdagangan internasional. Bandung Pengembangan Pertahanan Matra Udara Bicara Angkatan Udara modern saat ini yang paling ideal sebagai acuan tentu Angkatan Udara Amerika (USAF) dan menjelma menjadi kekuatan tempur udara yang paling ampuh (The world’s most powerfull air arm) diseantero jagad. Angkatan Udara menjelma menjadi kekuatan udara paling menakutkan di belahan Selatan.

pemburu-pembom jarak jauh. Pesawat Angkut Taktis dan Helikopter. Tentu penggelaran kekuatan seperti ini belum memadai karena TNI Angkatan Udara harus melengkapi diri dengan pesawat pembom.3. 2 pesawat sekelas E-3 Sentry AWACS dengan pertimbangan satu di barat dan satu di timur. Pengembangan Doktrin Doktrin disusun atas pengalaman sejarah dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan organisasi. Kekuatan Intai Udara 1. perkembangan lingkungan. . serta artileri anti serangan udara dan merupakan gagasan ideal yang mesti masuk dalam Grand Strategy yaitu pengadaan pesawat siluman. untuk pengintaian secara detail daerah pertempuran baik pesawat berawak maupun tak berawak. Rancangan Rencana Strategis Pembangunan TNI Angkatan Udara 2010-2014 Keberpihakan dan perhatian dari pemerintah serta parlemen kita merupakan angin segar bagi militer Indonesia terutama TNI Angkatan Udara yang mengalami embargo senjata di hampir semua aspek hingga mengakibatkan penurunan secara drastis kesiapan tempur. Melaksanakan evaluasi kegiatan/program kerja Tahun Anggaran 2009 dan menyusun Rencana Kerja TNI AU. Pesawat Angkut Khusus VVIP/VIP baik fix wing maupun rotary wing. Pesawat Tanker yang mampu melaksanakan dukungan Air Refeuling bagi pesawat penyerang yang direncanakan untuk beroperasi jauh diluar ZEE. Kekuatan Lintas Udara 1. peralatan. 2. 3. Pesawat Angkut Strategis yang mampu mengangkut Batalion Lintas Udara Korpaskhas ke daerah trouble spot. Dalam Renstra 2010-2014 TNI Angkatan Udara merencanakan Pengembangan sistem dan evaluasi kinerja Matra Udara terdiri dari : 1. 40 pesawat sekelas C-130 Hercules. Kalau diturunkan ke tingkat operasional. untuk pengintaian sampai diluar batas ZEE. Perlu dipertimbangkan lebih jauh yaitu doktrin untuk dapat menambah dari balik cakrawala atau bahkan jauh dari belakang garis depan pertempuran. heli-heli combat-SAR. pesawat anti gerilya Counter Insurgency (COIN). pemekaran pasukan korpaskhas dengan cara membentuk batalyon-batalyon pemukul dan batalyon-batalyon pertahanan udara berupa situs-situs rudal darat ke udara (SAM). pesawat tanker. 2. Pesawat komando yang dilengkapi dengan sarana K3I dan memiliki jarak jangkau dan kemampuan yang memadai sebagai sarana pimpinan untuk mengendalikan dan memonitor jalannya operasi yang dibutuhkan pesawat Kodal. 4. Kehadiran pesawat AEW dan AWAC’S akan memberikan peluang bagi pengembangan doktrin tempur. radar-radar GCI dan EW. Pesawat Intai udara Taktis. TNI Angkatan Udara memerlukan jet-jet tempur dalam beragam kemampuan sejumlah 250-300 unit. serta 8 pesawat sekelas E-2C Hawkeye masing-masing 4 di barat dan timur. Pesawat Intai udara Strategis.

Pengaktifan kembali organisasi sathar 14 depohar 10 untuk pemeliharaan tingkat berat pesawat boeing 737-200. 10. 22. logistik. Pembentukan baru organisasi skadron pesawat UAV. Pengaktifan kembali Skadron 14 dengan pesawat TA-50. Pembentukan baru organisasi Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan yaitu peningkatan status Kasi Kamhanlanau menjadi Dansatkamhanlanau di tiap pangkalan dengan penataan pemenuhan personel satkamhanlanau di tiap lanud tipe A 100 orang. dan CN-235. Pembentukan baru organisasi skadron-45 VIP Helikopter. logistik. 13. 16. F-28. 12. 26. 20. 17. 3. Pengembangan sistem informasi TNI AU bidang-bidang intelijen. Pengembangan sepuluh komponen dan sistem pendidikan TNI AU. Pengembangan organisasi Lanud Supadio dari tipe B menjadi Lanuma Supadio tipe A. Pembentukan baru organisasi 2 batalyon pprc paskhas yaitu peningkatan status kompi A BS Medan dan kompi E BS Yogyakarta. Pengembangan organisasi Lanud Pattimura dari tipe C menjadi tipe B. Pengembangan organisasi Lanud Ngurah Rai dari tipe C menjadi tipe B. personel. 15. 25. tipe B 75 orang dan tipe C 35 orang. 9. 19. 4. 21. 1 kompi matra dan 1 kompi markas dengan pemenuhan jumlah personel tiap kompi secara penuh yaitu 100-125 berikut dukungan Alut Sista serta Rantis maupun Ranmor. Menyusun buku petunjuk induk. Peningkatan Status Detasemen Putusibau menjadi Lanud Tipe C. maupun buku petunjuk lainnya untuk mendukung pelaksanaan tugas. 11. Pengaktifan kembali Skadron 21 dengan pesawat super tucano. 23. buku bahan pelajaran dan naskah sekolah di tingkat Mabesau. 18. dan teknis dalam bidang intelijen. Memperbanyak buku-buku perpustakaan. pelaksanaan. 1 kompi bantuan. Penataan dan pemantapan batalyon pprc 461/464 paskhas dengan kekuatan 3 kompi senapan. Kotama.2. Pembentukan baru organisasi 2 Kompi BS paskhas karena peningkatan status lanud dari tipe C menjadi tipe B yaitu lanud ngurahrai dan pattimura. 6. 24. Pembentukan baru organisasi skadron dengan menambah 24 pesawat F16. Pengembangan organisasi Lanud Eltari dari tipe C menjadi tipe B. operasi. Pengembangan organisasi Lanud Morotai dari tipe D menjadi tipe C. 27. Pengembangan organisasi Lanud Manuhua dari tipe C menjadi tipe B. balakpus. dan satker dibawah jajaran TNI AU sebagai sarana dalam pelaksanaan tugas. Pembentukan baru organisasi 10 Detasemen Hanud/Satuan Rudal paskhas yaitu pemisahan bateray PSU yang ada ditiap batalyon tempur paskhas menjadi satuan berdiri sendiri di Lanuma maupun Lanud tipe B. F-27. srena dan wasrik. Penataan dan pemantapan skadron 11 dengan menambah 6 unit Sukhoi. Penataan dan pemantapan batalyon 463/467 paskhas sebagai batalyon artileri pertahanan udara secara mobile untuk tugas pertahanan udara diseluruh pangkalan yang belum terdapat Den Hanud paskhas dengan kekuatan 4 Bateray dan 1 kompi markas dengan pemenuhan jumlah personel tiap bateray secara penuh yaitu 90-100 berikut dukungan Alut Sista serta Rantis maupun Ranmor. dan 1 kompi markas dengan pemenuhan jumlah personel tiap kompi secara penuh yaitu 100-125 berikut dukungan Alut Sista serta Rantis maupun Ranmor. 7. Pengembangan organisasi Lanud Pekanbaru dari tipe B menjadi Lanuma Pekanbaru tipe A. Penataan dan pemantapan batalyon pprc 462/465/466/468 paskhas dengan kekuatan 3 kompi senapan. 8. lemdik. 14. 28. . 5. personel. 1 kompi bantuan. Perubahan status Dispamsanau menjadi pusintelau serta pembentukan dan pemantapan Den intel Koopsau I dan II. operasi.

^ Aditia Maruli. ^ "Order of Battle-Indonesia". 31. ^ "C-212-400 Maritime Patrol Aircraft.29.Originals". (Investe São Paulo). 3. Angkatan Udara salah satunya adalah bertugas melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara di seluruh Indonesia.com). Pengembangan dan revitalisasi lembaga pengkajian Seskoau yang independen. ^ "History & Development of the Boeing 737 .org. ^ Angkasa Magazine edition October 7. Penataan struktur organisasi dan penyusunan/evaluasi perangkat lunak AAU. Diakses pada 17 Desember 2012. "Presiden Lantik KSAU dan KSAL Baru ". Diakses pada 17 Desember 2012. (inilah. 5. Diakses pada 17 Desember 2012. Diakses pada 17 Desember 2012. airforce-technology. ^ "Indonesia purchases eight Embraer Super Tucano jets ". Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Udara Sesuai dengan UU TNI pasal 10. "Presiden lantik Kasal dan Kasau baru ". (antaranews. Referensi 1. yaitu dengan menempatkan personel sebanyak 25 orang di tiap Korem di seluruh Indonesia. 16 Oktober 2009. Diakses pada 17 Desember 2012. 4. 17 Desember 2012. 6. serta pengembangan aplikasi sistem penggajian TNI AU. .com. Pengembangan sistem pengamanan data Disinfolahtaau. Diakses pada 17 Desember 2012. Dalam konteks ini TNI AU diharapkan mampu melaksanakan pemberdayaan kewilayahan tentang pertahanan udara melalui pembinaan kepada masyarakat tentang potensi dirgantara diseluruh pelosok dan pencegahan secara dini ancaman udara melalui koordinasi aktif dengan satuan samping teritorial daerah. 30. b737. 17 Desember 2012. 2.com (Military Aviation Publications).uk.com). MilAvia Press. Spain". ^ Laela Zahra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful