P. 1
AGMA ROKOK

AGMA ROKOK

|Views: 1|Likes:
Dipublikasikan oleh shindrummer
l
l

More info:

Published by: shindrummer on Mar 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

Effi.setyoadi@gmail.

com

Fatwa MUI - Rokok
User Rating: Poor / 27
Rate

Best

Sepakat Bersilang Pendapat Ijtima' Ulama III gagal menyepakati hukum umum merokok. Terbelah antara makruh dan haram. Kesepakatan haram tercapai hanya pada kondisi dan subjek spesifik: di muka umum, wanita hamil, dan anak-anak. Pengurus MUI juga haram merokok. Fatwa rokok jadi sorotan pokok agenda Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III di Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu-Minggu pekan lalu. Meski digelar 12 tema bahasan, mulai kelompok masalah strategis kebangsaan, masalah fikih kontemporer, hingga masalah hukum dan perundangundangan, di empat lokasi terpisah, isu rokok paling menyedot perhatian peserta, peninjau, dan media. Sejak tingkat sidang komisi sampai sidang pleno, hukum merokok sengaja ditaruh pada bagian akhir karena ditaksir bakal menyita perdebatan paling alot. Inilah satu-satunya tema yang menuai ancaman walkout dari beberapa peserta bila rokok diharamkan mutlak. Sebaliknya, tekanan agar rokok diharamkan total juga tak kalah garang. Pro-kontra tentang haramnya rokok berporos pada debat tentang kadar manfaat dan bahaya (madharat), baik secara personal maupun sosial. Bagi penyokong rokok haram, betapapun memiliki manfaat, madharat-nya dinilai lebih serius, baik bagi kesehatan pribadi perokok maupun lingkungan perokok pasif sekitarnya. Secara ekonomi, gaya hidup perokok dinilai mendorong ekonomi biaya tinggi (israf) dan mubazir. Tengku Zulkarnain, peserta dari organisasi Mathlaul Anwar, paling gencar dan panjang lebar meyakinkan peserta betapa mengerikannya bahaya rokok. Di sisi lain, bagi penolak haramnya rokok, dampak buruk rokok juga diakui, tetapi tidak bisa dipukul rata. Sifatya kasuistis dan relatif. Kadar bahayanya masih dalam dosis yang belum bisa dikualifikasi ''haram mutlak''. Manfaat rokok, bagi mereka, tidak bisa disepelekan. Terutama manfaat sosial-ekonomi, seperti

tapi bahayanya lebih besar (Al-Baqarah: 219). juga najis. dan Prof. ulama sepakat. Substansinya sama dengan haram.penyerapan tenaga kerja. Ali Mustafa Yaqub. Ketua Badan Amil Zakat Nasional. Bila muskir. Abdurrahman Nafis. tapi tidak didukung dengan nash (ayat Al-Quran dan hadis Nabi) yang eksplisit menyebut haram. kemudian dilarang secara terbatas: jangan menunaikan salat dalam keadaan mabuk (AnNisa: 43). Kadar bahanya pun bersifat kasuistis. sunat. Aspek kesehatan dan ekonomi rokok itu kemudian dikaji dengan seperangkat konsep teoretik tentang mekanisme penggalian status hukum Islam (istinbath). makruh. Tergantung kadar bahayanya. pasokan pendapatan negara. Bila dalam dosis wajar dan tidak terlalu berbahaya. Pengerucutan diawali dengan menyisir kesepakatan. Rokok tidak sampai memabukkan dan tidak najis. hukum dasarnya makruh (dikerjakan tak berdosa. Tapi. Pimpinan sidang komisi. tidak sunat. Antara lain. Diusulkan. Paling maksimal ''makruh tahrim''. menambahkan variabel lain yang membuat barang konsumsi dikategorikan haram. Cholil Nafis. Surabaya. hukumnya haram. Didukung pula dengan sejumlah kaidah fikih. Ada peserta yang menggunakan argumen general. Alasan hukum ('illat) haramnya minuman keras bukan karena besarnya madharat. Konsep makruh tahrim dikenal dalam Madzhab Hanafiyah. tidak bisa langsung disimpulkan haram. Tapi argumen tersebut dibantah peserta lain. bila melampaui standar sehingga sampai mematikan. tapi sekadar ''membahayakan''. Menimbang bahaya rokok lebih besar dari manfaatnya. Amin Suma. Perdebatan pada detik-detik akhir sidang komisi memang dikerucutkan pada dua opsi tersebut. dan kiprah sosial industri rokok. Maka. statusnya halal. Tapi. Awalnya boleh. mengacu pada lima macam gradasi hukum dalam Islam: wajib. minuman keras memiliki manfaat. Larangan mutlak baru muncul ketika turun suratAl-Maidah ayat 90. Dianalogikan dengan kandungan formalin dan zat kimia lainnya dalam makanan. bila hanya mudhir. melainkan karena sifatnya yang memabukkan (muskir). kelangsungan hidup petani tembakau. Prof. ditinggalkan berpahala). maka rokok otomatis haram mutlak. dan . Sekretaris MUI Jakarta. Pada saat ayat yang menyebut besarnya madharat khamr turun. status khamr belum haram. hukum rokok tidak sampai haram mutlak. ''bahaya harus dibuang'' (al-dharar yuzal) dan kaidah ''mencegah bahaya harus didahulukan ketimbang mewujudkan maslahat'' (dar'ul mafasid muqaddam 'ala jalbil mashalih). Didin Hafiduddin. Alasan ini dikemukakan Prof. dan haram. mubah. Selain memabukkan. Diakui. kata Abdurrahman. baru haram. Makruh tahrim sempat diusulkan sebagai jalan tengah antara makruh dan haram. menggiring peserta untuk bersepakat pada tiga hal: rokok tidak wajib. Imam Besar Masjid Istiqlal. pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. menyebutkan bahwa status rokok tergantung dua elemen. Rokok dinilai tidak ''memabukkan''. Premis ini dianalogikan pada ayat Al-Quran yang berbicara tentang minuman keras(khamr). Yakni makruh yang mendekati haram. yang tidak sampai memabukkan? Analasis demikian pernah disampaikan MUI Jawa Timur ketika diminta menilai disertasi tentang rokok di Universitas Airlangga. Apakah mengandung sifat ''memabukkan'' (muskir) atau ''membahayakan'' (mudhir) saja.

Dalam suasana tegang. Dibentuklah tim perumus. Ia meminta konsistensi peserta yang mayoritas penganut Mazhab Syafi'iyah. Setelah dilokalisasi jadi dua pilihan. pimpinan rapat komisi menawarkan solusi dengan menyerahkan kesimpulan akhir kepada MUI Pusat. ia mengusulkan. minta waktu bicara. membantah bahwa makna umum dari ayat umum tidak bisa dijadikan pijakan dalil. sekretaris tim perumus. Namun implementasinya bertahap. Ia berorasi panjang lebar menantang keberanian peserta Ijtima' Ulama. ayat umum yang berisi larangan menceburkan diri dalam kerusakan atau larangan bunuh diri. Tim perumus mengusulkan jalan tengah. Mengingat tidak ada dalil yang eksplisit dan spesifik mengharamkan rokok. Maka. Mereka hanya berbeda pendapat tentang tingkat larangan: makruh dan haram. Pleno diminta menetapkan ''hukum asal'' merokok adalah haram. Prof. Suasana kembali memanas ketika masuk sidang pleno. Ahmad Rofiq.tidak mubah. tidak akan bertanggung jawab duniaakhirat bila rokok diharamkan. yang bertugas menyiapkan laporan sidang komisi ke sidang pleno. Buya Gusrizal Gazahar. Tapi palu sidang sudah diketokkan. ''rokok dilarang''. MUI Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat menyampaikan ancaman tertulis. Puncak tekanan pendukung haramnya rokok terjadi ketika tuan rumah. ''Untuk apa kita berkumpul di sini kalau tidak berani memutuskan rokok haram. enam orang bependapat makruh. identifikasi jumhur setuju haram tidak valid. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekretaris MUI Jawa Tengah. ''Jumhur atau mayoritas peserta berpendapat bahwa merokok adalah haram. Ia menolak penyerahan kepada MUI Pusat.'' kata Hasanuddin. Laporan tim perumus menuai reaksi. Ketua MUI Sumatera Barat Bidang Fatwa. Sehingga hukum rokok tinggal sisa dua: makruh atau haram. petunjuk makna ayat umum (dilalah 'aammah) mengandung konklusi makna pasti (qath'y). Tim perumus melaporkan. katanya. Disertai catatan tambahan. sesuai dengan situasi tiap-tiap daerah.'' Hasanuddin menambahkan. 34 orang berpendapat haram. Dilaporkan pula. minta peserta memikirkan nasib ribuan keluarga yang ekonominya bergantung pada industri rokok. karena Ijtima' Ulama dipandang lebih tinggi dari Komisi Fatwa MUI Pusat. . Sejumlah peserta berteriak setuju. ''Peserta sepakat memberikan amanah kepada MUI Pusat untuk menetapkan fatwa haram atau makruhnya merokok. paling tinggi hukum rokok itu makruh. seluruh peserta Komisi B-1 sepakat. misalnya. bisa dijadikan pijakan untuk mengharamkan rokok. dari seluruh pendapat tertulis yang diterima tim perumus. Beberapa peserta lain masih mengacungkan tangan keberatan. Sebagian besar diam. tekanan dua faksi makin kencang. Pendukung rokok haram juga meningkatkan tekanan.'' kata Fauziah. Dalam Syafi'iyah. Tepuk tangan langsung bergemuruh. pimpinan Perguruan Diniyyah Putri. Fauziah Fauzan. Cholil Nafis dari MUI Jakarta menilai.

Dalam suasana kalut. Setuju?'' Tak ada keberatan. Setuju?'' Peserta kompak sepakat. mengapa semudah itu diputuskan bahwa pengurus MUI haram merokok. Tapi Ma'ruf tidak langsung menjelaskan ketokan palu itu atas pilihan mana. tidak bisa dikatakan bahwa pendukung rokok makruh lemah. ''Urusan rokok sudah selesai!'' kata Ma'ruf. hukum rokok khilaf antara makruh dan haram. pengasuh Pesantren Denanyar. KH Ma'ruf Amin yang memimpin sidang pleno akhirnya menawarkan dua kesimpulan. Setuju?'' Tak ada penolakan. rokok untuk pengurus MUI merupakan usulan spontan. Tiba-tiba terdengar suara spontan. untuk anak-anak haram. tidak ada dalam sidang komisi. Dok! Ma'ruf mengetokkan tangan ke meja. wanita hamil. ''Untuk wanita hamil juga haram. suara paling lantang yang terdengar dari peserta. makruh dan haram sama-sama kuat. puas. ini khilaf antara haram dan makruh. Laporan tim perumus bahwa komisi bersepakat ''rokok dilarang''. hanya menggunakan petunjuk makna umum (dilalah 'aammah) dari ayat umum yang tidak spesifik mengharamkan rokok. dan di muka umum dikaji secara mendalam sebelumnya. ''Khilaf!'' kata ini paling lantang terdengar dari peserta. ''Setuju khilaf?'' tanya Kiai Ma'ruf. Haramnya pengurus MUI merokok baru eksplisit dikemukan Ma'ruf setelah dikonfirmasi secara terbuka oleh Fauziah Fauzan. Sedangkan penolak rokok haram memakai analisis detail (tafshil). ''Haram!'' Palu pun diketokkan. hukumnya haram. Beberapa peserta bertanya-tanya. tapi lama-lama kencang. hukumnya haram atau khilaf?'' tanyanya. Bila rokok untuk anak-anak. sayup-sayup di tengah peserta. dalam pengambilan konklusinya (istidlal). serta mengecek ada tidaknya muatan muskir dan najis. Palu diketokkan. ''Diusulkan. Jawa Timur. ''Ketiga. ''Bagaimana kalau pengurus MUI merokok?'' tanya peserta. sidang komisi bersepakat ''tidak memutuskan'' (mawquf). menurut Azis. kita katakan. ''Pengurus MUI merokok. tuan rumah acara. ''Dari sisi argumen. kata Azis.'' Ma'ruf menambahkan. Akan ada pembahasan lebih lanjut dalam pertemuan yang akan datang. Kiai Ma'ruf langsung tertawa. juga mengoreksi laporan tim perumus. mengurai 'illat hukum dengan cermat. Meski kuantitas pendukung rokok haram terlihat banyak. menurut Azis.'' ujarnya. menakar kadar ''bahaya'' rokok secara proporsional. Sumber : GATRA 4 FEBRUARI 2009 .'' katanya. ''Pengurus MUI juga haram merokok?'' tanyanya kepada forum. Kedua. masih sambil terbahak.KH Azis Masyhuri. ''Untuk sementara. Jombang. Karena itulah. ''Ada usulan supaya ada hukum merokok di depan umum. Sebagian besar pendukung rokok haram. Pertama. hukum rokok tidak diputuskan (tawaquf) dan akan dibahas dalam forum lain.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->