Anda di halaman 1dari 162

PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI IZIN PEGAWAI

BERBASIS JARINGAN DALAM LINGKUNGAN INTRANET


(Studi Kasus di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat)
TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan
Pada Program Studi S1 Teknik Informatika
Oleh :
SANDRI FIRMANSYAH
NPM.0606072
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT
2011
LEMBAR PENGESAHAN
PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI IZIN PEGAWAI
BERBASIS JARINGAN DALAM LINGKUNGAN INTRANET
(Studi Kasus di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat)
Oleh:
SANDRI FIRMANSYAH
NPM. 0606072
Menyetujui:
Pembimbing I, Pembimbing II,
Ate Susanto, MT. Dhami Johar Damiri, S.Pd.,M.Si.
NIDN.0323087002 NIDN.0425077202
Mengetahui :
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Eri Satria, S.Si.,M.Si.
NIDN.0029127501
i
Sandri Firmansyah, 0606072
Pembuatan Program Aplikasi Izin Pegawai Berbasis Jaringan Dalam Lingkungan
Intranet (studi kasus di PT. Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat),
dibawah bimbingan Bapak Ate Susanto, MT., selaku pembimbing I
dan Bapak Dhami Johar Damiri, S.Pd., M.Si., selaku pembimbing II.
144 halaman + lxv / 89 gambar / 36 tabel / 17 pustaka, ( 2004-2010)
ABSTRAK
Cuti merupakan hak pegawai untuk tidak masuk kerja, ketika seorang pegawai
tidak bisa masuk kerja, hak cuti bisa diambil dengan membuat surat izin cuti terlebih
dahulu. Selain cuti, perusahaan memberikan kebijakan tukar dinas kepada pagawai
yang sifat kerjanya shift (pagi, siang dan malam). Pada fasilitas tukar dinas, pegawai
masuk kerja dua shift dalam sehari dan akan diganti oleh pegawai yang lain di hari
kerja yang lain. Namun, dikarenakan manajemen pengadministrasian perizinan
pegawai, selama ini masih dilakukan secara manual, dalam pelaksanaan permohonan
perizinan tersebut seringkali terhalang oleh birokrasi yang bertahap sehingga
memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk menindak lanjuti kondisi ini, maka dalam
penyelenggaraan administrasi perizinan pegawai dianggap memerlukan suatu sistem
informasi pendukung yang terintegrasi sehingga dapat membantu pengadministrasian
perizinan pegawai yang lebih mudah, cepat, efektif dan efisien.
Pembuatan program aplikasi perizinan pegawai berbasis jaringan dalam
lingkungan intranet ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC).
Program aplikasi izin pegawai berbasis jaringan ini meliputi kegiatan entry data
pegawai, entry data jabatan, permohonan cuti, dokumen cuti, permohonan cuti masuk,
dokumen cuti yang disetujui, permohonan tukar dinas, dokumen tukar dinas,
permohonan tukar dinas masuk, dokumen tukar dinas yang disetujui dan laporan-
laporan cuti serta tukar dinas. Dalam mengimplementasikan program aplikasi sistem
perizinan pegawai berbasis jaringan dalam lingkungan intranet ini memakai bahasa
pemrograman PHP untuk membuat antarmuka dan MYSQL untuk program
basisdatanya.
Dengan sistem perizinan ini, diharapkan dapat membantu pengadministrasian
izin pegawai menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien.
Kata Kunci : Izin Pegawai, Intranet, System Development Life Cycle.
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadlirat Allah SWT yang telah
memberikan limpahan karunia, taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada penulis,
sehingga walaupun dengan segala keterbatasan, penyusunan laporan tugas akhir
dengan judul PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI IZIN PEGAWAI
BERBASIS JARINGAN DALAM LINGKUNGAN INTRANET telah dapat
penulis selesaikan. Selanjutnya shalawat dan salam kami hadiahkan bagi Baginda
Nabi Muhammad Shalallahualaihiwasalam yang telah membawa kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui risalahnya, semoga kita dapat menjadi ummat yang
dapat melanjutkan risalahnya tersebut.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan laporan tugas akhir ini adalah
untuk menyampaikan suatu pemahaman dan atau wawasan kepada pembaca,
khususnya kepada mahasiswa teknik informatika yang memiliki minat terhadap
sistem informasi. Sehingga diharapkan akan lebih memahami konsep pembuatan
sistem informasi khususnya yang berkaitan dengan pengadministrasian perizinan
pegawai, serta untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dalam
menyelesaikan mata kuliah Tugas Akhir pada program studi Teknik Informatika di
Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
Berangkat dari kesadaran akan keterbatasan yang penyusun miliki, baik dari
segi pengetahuan, kemampuan maupun pengalaman, maka kepada semua pihak yang
telah memberikan saran, kritik serta bantuan dan dorongan baik material maupun
spiritual sehingga laporan ini dapat diselesaikan. Untuk itu, dalam kesempatan ini
penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., MT., selaku Ketua Sekolah
Tinggi Teknologi Garut.
2. Eri Satria, S.Si.,M.Si., selaku Ketua Jurusan Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
3. Bapak Ate Susanto, MT. dan Bapak Dhami Johar Damiri, S.Pd., M.Si., yang
telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam penyusunan laporan Tugas
Akhir ini.
iii
4. Kedua Orang Tua yang Kami Cintai dan Hormati, yang senantiasa
memberikan perhatian, kasih sayang serta doa untuk ananda, semoga Alloh
senantiasa memberikan keberkahan, perlindungan dan membalas segala jasamu
dengan yang lebih baik.
5. Istriku Tercinta Neneng Khusnul Khotimah S.Pd.I., yang senantiasa
memberikan dukungan dan motivasi dengan penuh kasih sayang dan cintanya.
6. Putraku, Fathi dengan canda dan manjanya yang memberikan inspirasi serta
menghilangkan jenuh-ku saat penyusunan.
7. Bapak Rinda Cahyana, MT., selaku Koordinator Tugas Akhir.
8. Bapak Dian, Bapak Yosef dan seluruh staf di jurusan Teknik Informatika.
9. Dedi Ahmad Wadi, sahabatku yang telah men-support dalam proses
penyusunan Tugas Akhir ini.
10. Bapak Iim Ibrahim, dan segenap karyawan PT. Indonesia Power UBP
Kamojang Sub Unit PLTP Darajat, atas segala kerjasamanya.
11. Semua Sahabatku Seperjuangan, Mahasiswa Angkatan 2006 Teknik
Informatika yang senantiasa sharing informasi dan support-nya.
12. Berbagai pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu,
Semoga segala bantuan, dukungan dan motivasi yang telah diberikan kepada
penyusun akan menjadi amal kebaikan yang akan dibalas oleh Allah SWT. Dan atas
kesemuanya itu penyusun ucapkan terima kasih dan doa penyusun Jazakumullahu
khairul jaza serta memohon maaf apabila ada sesuatu yang kurang berkenan selama
ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi segenap pembaca pada umumnya dan
khususnya bagi penyusun sendiri, Amiin.
Garut, Oktober 2011
Penyusun
iv
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAKSI ..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Identifikasi Masalah .................................................................... 3
1.3 Batasan Masalah .......................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian ......................................................................... 4
1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................... 4
1.6 Metodologi Penelitian .................................................................. 5
1.6.1 Metode Pengumpulan Data ................................................. 5
1.6.2 Metode Analisis dan Perancangan Sistem ........................... 5
1.7 Kerangka Pemikiran .................................................................... 7
1.8 Sistematika Penulisan .................................................................. 16
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi.................................................... 18
2.1.1 Kebutuhan akan Informasi ................................................ 19
2.1.2 Siklus Informasi................................................................ 20
2.2 Analisis dan Pengembangan (Desain) Sistem ............................... 20
2.2.1 Analisis Sistem ................................................................ 21
2.2.2 Pengembangan (Desain) Sistem........................................ 21
2.2.3 Siklus Hidup Pengembangan Sistem................................. 23
2.2.3.1 Mengidentifikasi Masalah, Peluang, dan tujuan..... 24
2.2.3.2 Menentukan Syarat-Syarat Informasi..................... 24
2.2.3.3 Menganalisis Kebutuhan Sistem............................ 25
2.2.3.4 Merancang Sistem yang direkomendasikan ........... 25
v
Halaman
2.2.3.5 Mengembangkan dan Mendokumentasikan
Perangkat Lunak.................................................... 26
2.2.3.6 Menguji dan Mempertahankan Sistem................... 27
2.2.3.7 Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem.. 27
2.3 Pemodelan Sistem ....................................................................... 28
2.3.1 Bagan Alir ........................................................................ 28
2.3.2 Data Flow Diagram (DFD) .............................................. 30
2.3.3 Kamus Data ...................................................................... 35
2.3.4 Sistem Basis Data ............................................................ 37
2.3.4.1 Entity Relationship Diagram (ERD) ...................... 40
2.3.4.2 Kardinalitas Relasi ................................................ 41
2.3.4.3 Normalisasi .......................................................... 43
2.4 Interaksi Manusia dan komputer .................................................. 48
2.4.1 Kemampuan Penggunaan (Usability) ............................... 48
2.4.2 Konsekuensi Interface yang Buruk ................................... 49
2.4.3 Bidang Ilmu yang terkait IMK ......................................... 49
2.4.4 Konteks IMK ................................................................... 49
2.4.5 Panduan Merancang IMK ................................................ 49
2.5 Bahasa Pemrograman .................................................................. 50
2.5.1 SQL (Structure Query Language) ..................................... 50
2.5.2 MySQL ............................................................................ 52
2.5.2.1 Kelebihan MySQL ............................................... 52
2.5.2.2 Perbedaan MySQL dan SQL ................................ 53
2.5.3 PHP ................................................................................. 53
2.5.4 XAMPP............................................................................ 54
2.6 Jaringan Komputer ...................................................................... 56
2.6.1 Peer to Peer ..................................................................... 56
2.6.2 Client-Server .................................................................... 57
2.7 Intranet......................................................................................... 58
2.7.1 Fungsionalitas dan Implementasi Intranet ......................... 59
2.7.2 Jenis Pemanfaatan Intranet ............................................... 59
2.7.3 Komponen Pembentuk Intranet ........................................ 59
vi
Halaman
BAB III ANALISIS SISTEM
3.1 Mengidentifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan ........................... 61
3.1.1 Identifikasi Masalah ........................................................... 61
3.1.2 Identifikasi Peluang............................................................. 64
3.1.3 Identifikasi tujuan .............................................................. 66
3.2 Menentukan Syarat-Syarat informasi ........................................... 66
3.2.1 Kecepatan dan Kemudahan ................................................ 66
3.2.2 Akurasi Data dan Informasi ................................................ 67
3.3 Menganalisis Kebutuhan Sistem................................................... 68
3.3.1. Analisa Input ..................................................................... 68
3.3.2. Proses Bisnis ...................................................................... 73
3.3.3. Analisa Output ................................................................... 77
3.3.4. Hasil Analisis Sistem yang Sedang Berjalan....................... 80
3.3.4.1 Kelebihan Sistem yang Sedang Berjalan................ 80
3.3.4.2 Kekurangan sistem yan Sedang Berjalan ............... 80
3.3.5. Analisis Sistem yang akan Dibangun.................................. 80
3.3.6. Hasil Analisis Sistem yang akan Dibangun......................... 84
3.3.6.1 Kelebihan Sistem yang akan Dibangun.................. 84
3.3.6.2 Kekurangan Sistem yang akan Dibangun............... 85
3.3.7. Kebutuhan Hardware......................................................... 85
3.3.8. Kebutuhan Software ........................................................... 86
3.3.9. Kebutuhan Brainware ........................................................ 86
3.3.10. Data Flow Diagram (DFD)............................................... 87
3.3.10.1Diagram Konteks .................................................. 87
3.3.10.2Data Flow Diagram level 0 .................................. 87
3.3.10.3Diagram Rinci 1.0 level 2 ..................................... 88
3.3.10.4Diagram Rinci 2.0 level 2 ..................................... 89
3.3.10.5Diagram Rinci 3.0 level 2 ..................................... 89
3.3.10.6Diagram Rinci 4.0 level 2 ..................................... 90
3.3.11. Kamus Data ..................................................................... 91
3.3.11.1Penjelasan Proses ................................................. 91
3.3.11.2Penjelasan Data Flow ........................................... 95
vii
Halaman
3.3.11.3Penjelasan Data Store ........................................... 101
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
4.1 Merancang Sistem yang Direkomendasikan ................................. 103
4.1.1 Perancangan Basis Data ...................................................... 103
4.1.1.1 Entity Relationship Diagram (ERD) ........................ 103
4.1.1.2 Normalisasi ............................................................. 104
4.1.2 Spesifikasi Basis Data ......................................................... 112
4.1.3 Structure Query language (SQL) ........................................ 115
4.1.3.1 Pembuatan tabel ...................................................... 115
4.1.3.2 Manipulasi Data ...................................................... 117
4.1.4 Perancangan Struktur Menu Program .................................. 118
4.1.5 Perancangan Antarmuka ..................................................... 120
4.1.5.1 Perancangan Antarmuka Login............................... 120
4.1.5.2 Perancangan Antarmuka Menu Utama ................... 120
4.1.5.3 Perancangan Antarmuka Entry Data pegawai ......... 121
4.1.5.4 Perancangan Antarmuka Data Pegawai ................... 121
4.1.5.5 Perancangan Antarmuka Entry Data jabatan........... 122
4.1.5.6 Perancangan Antarmuka Data Jabatan .................... 122
4.1.5.7 Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti ............ 122
4.1.5.8 Perancangan Antarmuka Dokumen Cuti ................. 123
4.1.5.9 Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti Masuk . 123
4.1.5.10Perancangan Antarmuka Dokumen Cuti
yang Disetujui......................................................... 123
4.1.5.11Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas. .123
4.1.5.12Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas..... 124
4.1.5.13Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar
Dinas Masuk........................................................... 124
4.1.5.14Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas yang
Disetujui ................................................................ 125
4.1.5.15Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan
Cuti......................................................................... 125
viii
Halaman
4.1.5.16Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan
Tukar Dinas ............................................................ 126
4.1.5.17Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti
Bulanan .................................................................. 127
4.1.5.18Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan
Tukar Dinas Bulanan .............................................. 127
4.2 Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak ....... 127
4.2.1. Dokumentasi Perangkat Lunak........................................... 127
4.2.1.1 Memulai Program................................................... 128
4.2.1.2 Entry Data.............................................................. 128
4.2.1.3 Menu Cuti .............................................................. 130
4.2.1.4 Menu Tukar Dinas ................................................. 132
4.2.1.5 Laporan ................................................................. 134
4.3 Menguji dan Mempertahankan Sistem ......................................... 136
4.3.1. Pengujian Melakukan Permohonan Cuti ............................. 137
4.3.2. Pengujian Melakukan Permohonan Tukar Dinas................. 139
4.3.3. Pengujian dengan Menggunakan Dua Buah Komputer ....... 141
4.4 Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem......................... 142
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan .................................................................................... 143
5.2 Saran .............................................................................................. 143
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... xv
LAMPIRAN........................................................................................................ xvii
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1 Metode System Development Life Cycle ......................................... 5
Gambar 1.2 Flowchart Kerangka Pemikiran ...................................................... 8
Gambar 1.3 Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan .................. 10
Gambar 1.4 Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan (lanjutan)... 11
Gambar 1.5 Sistem Pengajuan Tukar Dinas yang sedang Berjalan ..................... 12
Gambar 1.6 Flowmap Sistem yang akan dibangun............................................. 14
Gambar 1.7 Flowmap Sistem yang akan dibangun (lanjutan) ............................. 15
Gambar 2.1 Modul Sistem................................................................................. 18
Gambar 2.2 Siklus Informasi ............................................................................. 20
Gambar 2.3 Tujuh Tahap Siklus Hidup Pengembangan Sistem.......................... 23
Gambar 2.4 Kemungkinan pada Proses DFD .................................................... 33
Gambar 2.5 Kemungkinan Penyimpanan Data................................................... 34
Gambar 2.6 Simbol Entity.................................................................................. 40
Gambar 2.7 Simbol Relationship ....................................................................... 41
Gambar 2.8 Simbol Atribut................................................................................ 41
Gambar 2.9 Diagram Kardinalitas One To One.................................................. 41
Gambar 2.10 Diagram Kardinalitas One to Many................................................. 42
Gambar 2.11 Diagram Kardinalitas Many to Many .............................................. 43
Gambar 2.12 Langkah-Langkah Pembentukan Normalisasi ................................. 44
Gambar 2.13 Tampilan Kontrol Panel XAMPP ................................................... 55
Gambar 2.14 Peer To Peer ................................................................................. 56
Gambar 2.15 Model Client-Server dengan Sebuah Server yang Berfungsi Umum 57
Gambar 2.16 Model Client-Server dengan Dedicated Server ............................... 58
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT.Indonesia Power SUBP Darajat.................. 63
Gambar 3.2 Dokumen Masukan Keterangan Tidak Masuk Kerja....................... 69
Gambar 3.3 Dokumen Masukan Permohonan Cuti Pegawai............................... 70
Gambar 3.4 Dokumen Masukan Permohonan Tukar Dinas Operator ................. 72
Gambar 3.5 Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang Sedang Berjalan ................. 74
Gambar 3.6 Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang Sedang Berjalan (lanjutan) . 75
Gambar 3.7 Flowmap Proses Pengajuan Tukar Dinas yang Sedang Berjalan ..... 76
x
Halaman
Gambar 3.8 Dokumen keluaran keterangan tidak masuk kerja .......................... 77
Gambar 3.9 Dokumen Keluaran Permohonan Cuti Pegawai .............................. 78
Gambar 3.10 Dokumen Keluaran Permohonan Tukar Dinas Operator ................. 79
Gambar 3.11 Flowmap Sistem yang akan Dibangun ........................................... 81
Gambar 3.12 Flowmap Sistem yang akan Dibangun (lanjutan) ........................... 82
Gambar 3.13 DFD Konteks Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang .............. 87
Gambar 3.14 Diagram 0 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang ................... 88
Gambar 3.15 Diagram 1.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang .... 89
Gambar 3.16 Diagram 2.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang .... 89
Gambar 3.17 Diagram 3.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang .... 90
Gambar 3.18 Diagram 4.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang..... 91
Gambar 4.1 Diagram E-R Sistem yang Dirancang ............................................ 104
Gambar 4.2 Struktur Menu Program.................................................................. 119
Gambar 4.3 Rancangan Antarmuka Login ......................................................... 120
Gambar 4.4 Rancangan Antarmuka Menu Utama .............................................. 120
Gambar 4.5 Rancangan Antarmuka Entry Data Pegawai.................................... 121
Gambar 4.6 Rancangan Antarmuka Data Pegawai ............................................. 121
Gambar 4.7 Rancangan Antarmuka Entry Data Jabatan ..................................... 122
Gambar 4.8 Rancangan Antarmuka Data Jabatan............................................... 122
Gambar 4.9 Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti........................................ 122
Gambar 4.10 Rancangan Antarmuka Dokumen Cuti............................................ 123
Gambar 4.11 Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti Masuk............................ 123
Gambar 4.12 Rancangan Antarmuka Dokumen Cuti yang Disetujui .................... 123
Gambar 4.13 Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas ........................... 124
Gambar 4.14 Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas ............................... 124
Gambar 4.15 Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk................ 124
Gambar 4.16 Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas yang Disetujui........ 125
Gambar 4.17 Rancangan Laporan Permohonan Cuti ............................................ 125
Gambar 4.18 Rancangan Antarmuka Laporan Keterangan tidak Masuk Kerja ..... 126
Gambar 4.19 Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas ............ 126
Gambar 4.20 Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan........... 127
xi
Halaman
Gambar 4.21 Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan.127
Gambar 4.22 Tampilan Login ............................................................................. 128
Gambar 4.23 Tampilan Menu Utama.................................................................. 128
Gambar 4.24 Tampilan Entry Data Jabatan......................................................... 128
Gambar 4.25 Tampilan Entry Data Pegawai ....................................................... 129
Gambar 4.26 Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti .......................................... 130
Gambar 4.27 Tampilan Sub Menu Dokumen Cuti............................................... 131
Gambar 4.28 Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang Masuk...................... 131
Gambar 4.29 Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang disetujui................... 131
Gambar 4.30 Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas.............................. 132
Gambar 4.31 Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas .................................. 133
Gambar 4.32 Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas Masuk .................. 133
Gambar 4.33 Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui.......... 133
Gambar 4.34 Tampilan Laporan Keterangan Tidak Masuk Kerja........................ 134
Gambar 4.35 Tampilan Laporan Permohonan Cuti ............................................. 135
Gambar 4.36 Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas................................. 135
Gambar 4.37 Tampilan Laporan Permohonan Cuti Bulanan................................ 136
Gambar 4.38 Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan................... 136
Gambar 4.39 Tampilan Melakukan Permohonan Cuti (Pelaksana) ...................... 137
Gambar 4.40 Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor).. 137
Gambar 4.41 Tampilan Melakukan PersetujuanPermohonan
Cuti (Supervisor Senior) ............................................................... 138
Gambar 4.42 Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Manajer)...... 138
Gambar 4.43 Tampilan Permohonan Cuti yang Telah Disetujui .......................... 139
Gambar 4.44 Tampilan Melakukan Permohonan Tukar Dinas (Pelaksana) ......... 139
Gambar 4.45 Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan
Tukar Dinas (Supervisor Pegawai yang diganti)............................. 140
Gambar 4.46 Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan
Tukar Dinas (Supervisor Pegawai Pengganti)................................. 140
Gambar 4.47 Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan
Tukar Dinas (Supervisor Senior).................................................... 141
Gambar 4.48 Tampilan Permohonan Tukar Dinas yang Telah Disetujui ............. 141
xii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Simbol dan Keterangan Pada Bagan Alir.............................................. 29
Tabel 2.2 Simbol- Simbol pada DFD (Data Flow Diagram) ................................ 31
Tabel 2.3 Bentuk tidak Normal ............................................................................ 44
Tabel 2.4 Bentuk Normal Kesatu......................................................................... 45
Tabel 2.5 Bentuk Normal Kedua.......................................................................... 46
Tabel 2.6 Bentuk Normal Ketiga ......................................................................... 47
Tabel 3.1 Spesifikasi Minimum Komputer........................................................... 85
Tabel 4.1 Tabel Permohonan Cuti ....................................................................... 105
Tabel 4.2 Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)........................................................ 105
Tabel 4.3 Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)........................................................ 105
Tabel 4.4 Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti ................................. 105
Tabel 4.5 Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti (lanjutan) ................. 106
Tabel 4.6 Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti (lanjutan) ................. 106
Tabel 4.7 Bentuk Normal Kedua Tabel Dokumen Cuti ........................................ 106
Tabel 4.8 Bentuk Normal Kedua Tabel Pegawai.................................................. 106
Tabel 4.9 Bentuk Normal Kedua Tabel Jabatan ................................................... 106
Tabel 4.10 Bentuk Normal Ketiga Tabel Dokumen Cuti ...................................... 107
Tabel 4.11 Bentuk Normal Ketiga Tabel Pegawai................................................ 107
Tabel 4.12 Bentuk Normal Ketiga Tabel Jabatan ................................................. 107
Tabel 4.13 Tabel Tukar Dinas.............................................................................. 108
Tabel 4.14 Tabel Tukar Dinas (lanjutan).............................................................. 108
Tabel 4.15 Tabel Tukar Dinas (lanjutan).............................................................. 108
Tabel 4.16 Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas ....................................... 108
Tabel 4.17 Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas (lanjutan) ....................... 108
Tabel 4.18 Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas (lanjutan) ....................... 109
Tabel 4.19 Bentuk Normal Kedua Tabel Tukar Dinas.......................................... 109
Tabel 4.20 Bentuk Normal Kedua Tabel Pegawai ................................................ 109
Tabel 4.21 Bentuk Normal Kedua Tabel Jabatan ................................................. 109
Tabel 4.22 Bentuk Normal Ketiga Tabel Tukar Dinas.......................................... 110
Tabel 4.23 Bentuk Normal Ketiga Tabel Pegawai................................................ 110
xiii
Halaman
Tabel 4.24 Bentuk Normal Ketiga Tabel Jabatan ................................................. 110
Tabel 4.25 Relasi Antar Tabel Setelah Normalisasi.............................................. 111
Tabel 4.26 Struktur File Tabel Pegawai ............................................................... 112
Tabel 4.27 Struktur File Tabel Jabatan ................................................................ 113
Tabel 4.28 Struktur File Tabel Dokumen Cuti ..................................................... 113
Tabel 4.29 Struktur File Tabel Tukar Dinas......................................................... 114
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indonesia Power Dengan
Persatuan Pegawai PT. Indonesia Power ........................................... xvii
Lampiran 2 Source Code Program ...................................................................... xxi
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang terkomputerisasi kini semakin cepat
memasuki berbagai bidang, sehingga banyak instansi dan organisasi yang
berusaha meningkatkan dan mengefisienkan pekerjaannya dengan menggunakan
aplikasi teknologi ini. Dengan adanya produk dari teknologi informasi dan
komunikasi, beberapa kegiatan organisasi yang mulanya bersifat kompleks dan
memerlukan waktu banyak, dapat menjadi lebih cepat dan akurat terutama dalam
pengolahan dan penyampaian informasi.
Salah satu implementasi dari teknologi informasi dan komunikasi yang
saat ini sangat marak diterapkan di perusahaan atau organisasi adalah sistem
informasi. Sistem Informasi merupakan sekumpulan komponen yang terdiri dari
hardware, software, brainware, prosedur atau aturan yang diorganisasikan secara
terintegrasi untuk mengolah data dan fakta menjadi informasi yang bermanfaat
guna memecahkan masalah dalam organisasi.
Dengan sistem informasi, diharapkan kinerja organisasi menjadi lebih
baik, tidak ada penumpukan arsip dan laporan serta tercapainya efisiensi waktu,
biaya dan tenaga. Semua data dan file transaksi perusahaan terorganisasi dan
tersimpan dalam storage (tempat penyimpanan file) yang sewaktu-waktu bisa
diakses.
PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat adalah salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik.
PT.Indonesia Power mempunyai visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan publik
dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan. Adapun misi
PT.Indonesia Power adalah melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan
mengembangkan usaha-usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri
dan niaga yang sehat, guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan
dalam jangka panjang.
2
Untuk mencapai Visi dan Misi perusahaan, salah satu faktor pendukung
penting diantaranya adalah kinerja para pegawai yang baik, yang salah satu
indikatornya adalah dengan selalu hadirnya pegawai ketika jam kerja atau ketika
dibutuhkan oleh perusahaan. Di dalam pelaksanaannya, tidak mungkin pegawai
akan selalu bisa masuk memenuhi jam kerja yang telah di tetapkan. Pada suatu
ketika, seorang pegawai akan mempunyai keperluan pribadi ataupun mendapat
halangan, sehingga tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk masuk kerja dengan
semestinya. Didalam lingkungan perusahaan terdapat hak pegawai untuk tidak
masuk kerja, yang disebut hak cuti pegawai. Sehingga ketika seorang pegawai
tidak bisa masuk kerja, pegawai bisa memanfaatkan hak cutinya dengan
menggunakan surat izin cuti. Atau bagi operator pembangkit, yang sifat kerjanya
shift ( pagi, siang dan malam ) dapat memanfaatkan fasilitas tukar dinas. Tukar
dinas merupakan kemudahan yang diberikan perusahaan bagi pegawai yang sifat
kerjanya shift, dimana dilakukan oleh 2 orang pegawai yang berbeda shift/regu.
Jadi pada fasilitas tukar dinas, pegawai masuk kerja dua shift dalam sehari dan
akan diganti oleh pegawai yang lain di hari kerja yang lain.
Dalam hal tertib administrasi, pegawai yang tidak bisa masuk kerja
diharuskan untuk melakukan permintaan izin untuk tidak masuk kerja , dengan
membuat surat pemberitahuan tidak masuk kerja yang di ketahui oleh atasan
langsung pegawai tersebut dengan dilampiri surat permohonan tidak masuk kerja
(cuti). Sebagaimana tercantum dalam surat keputusan direksi No.038/DIR/1989
tertanggal 14 Oktober 1989, tentang keterangan tidak masuk kerja. Dan surat
keputusan General Manager UBP Kamojang No.015.K/021/UBPKMJ/2003
tertanggal 15 april 2003, tentang surat keterangan tukar dinas.
Manajemen pengadministrasian perizinan pegawai, selama ini masih
dilakukan secara manual. Dimana pegawai yang akan melakukan izin cuti ataupun
tukar dinas, harus membuat surat permohonan secara manual yang di tanda
tanganinya, kemudian pegawai tersebut harus meminta persetujuan atasan
langsung. Setelah menerima persetujuan dari supervisor, permohonan tersebut
juga harus disetujui oleh supervisor senior sampai manajer. Proses ini menjadi
kurang efektif dan kurang efisien, karena harus membuat janji atau mencari waktu
3
agar bisa bertatap muka dengan pejabat yang berwenang untuk meminta
persetujuan, juga menimbulkan masalah lain yaitu sering terlambatnya surat
pemohonan izin tersebut tiba di bagian kepegawaian, sehingga akan membuat
sistem absensi pegawai kosong dan tanpa keterangan.
Penyelenggaraan administrasi perizinan pegawai memerlukan suatu sistem
informasi pendukung yang terintegrasi sehingga dapat membantu
pengadministrasian perizinan pegawai yang lebih mudah, cepat, efektif dan
efisien.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dalam tugas akhir ini penyusun
mengambil judul PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI IZIN PEGAWAI
BERBASIS JARINGAN DALAM LINGKUNGAN INTRANET (STUDI
KASUS DI PT.INDONESIA POWER UBP KAMOJANG SUB UNIT PLTP
DARAJAT).
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan yang muncul menyangkut perizinan pegawai, sebagai berikut:
a. Sistem perizinan pegawai yang berjalan sekarang masih bersifat manual dan
dipandang kurang efektif serta kurang efisien.
b. Administrasi perizinan pegawai belum terintegrasi dalam satu sistem informasi
berbasis komputerisasi.
c. Surat permohonan izin sering terlambat diterima kembali oleh pegawai
pemohon.
d. Informasi permohonan izin pegawai sering terlambat sampai ke bagian
kepegawaian.
1.3. Batasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan materi yang melebar dan meluas, ruang
lingkup bahasan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
a. Sistem yang dibuat adalah sistem yang berhubungan dengan perizinan cuti dan
tukar dinas pegawai di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP
Darajat.
4
b. Sistem perizinan pegawai yang dirancang hanya melayani permohonan izin
pegawai yang tingkat jabatannya di bawah Manajer.
c. Perancangan sistem dan implementasinya menggunakan metode System
Development Life Cycle (SDLC).
d. Arsitektur jaringan komputer yang dipakai adalah arsitektur Client Server
(sudah ter-instalasi di perusahaan / tidak termasuk dalam pembahasan laporan
ini).
e. Bahasa pemograman untuk membuat interface menggunakan PHP.
f. Basis data yang digunakan adalah MYSQL.
1.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari perancangan sistem perizinan pegawai berbasis
jaringan, adalah sebagai berikut :
a. Membuat sistem informasi manajemen perizinan pegawai.
b. Administrasi perizinan pegawai dapat terintegrasi dengan baik, sehingga
informasi tentang perizinan pegawai terdapat dalam satu sistem informasi
berbasis komputerisasi.
c. Melakukan efisiensi waktu perizinan pegawai, mulai dari pegawai pemohon
sampai ke pihak kepegawaian.
1.5. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari perancangan dan pembuatan sistem
perizinan pegawai berbasis jaringan, adalah sebagai berikut:
a. Bagi perusahaan, proses perizinan cuti pegawai dan tukar dinas menjadi lebih
efektif dan efisien.
b. Bagi mahasiswa, merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat
selama proses kegiatan belajar di bangku kuliah.
c. Bagi lembaga kampus, sebagai pembuktian bahwa mahasiswanya memiliki
kompetensi dibidang informatika, sehingga ini merupakan modal untuk bisa
bersaing di dunia usaha dan dunia industri.
5
1.6. Metodologi Penelitian
Untuk memperjelas pembahasan laporan tugas akhir ini, maka dilakukan
penelitian dengan metode-metode yang diterapkan tahap demi tahap, meliputi :
1.6.1. Metode Pengumpulan data
Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Teknik Wawancara
Penulis melakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan, pegawai dan staf
kepegawaian di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat.
b. Observasi
Penulis mengamati secara langsung bagaimana setiap prosedur dan proses
kegiatan perizinan pegawai di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit
PLTP Darajat.
c. Studi kepustakaan
Penulis mempelajari petunjuk ataupun referensi berupa buku, dokumen
ataupun formulir yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
1.6.2. Metode Analisis dan Perancangan Sistem
Metode analisis dan perancangan sistem yang digunakan adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC). Metode ini merupakan salah satu model
yang menggambarkan siklus hidup pengembangan perangkat lunak mengikuti
pola lingkaran. Ini dilakukan bertahap dari awal sampai ke tahap berikutnya.
Berikut gambar dari pemodelan System Development Life Cycle (SDLC) :
Gambar 1.1. Metode System Development Life Cycle, (Kendal & Kendal, 2006)
5
1.6. Metodologi Penelitian
Untuk memperjelas pembahasan laporan tugas akhir ini, maka dilakukan
penelitian dengan metode-metode yang diterapkan tahap demi tahap, meliputi :
1.6.1. Metode Pengumpulan data
Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Teknik Wawancara
Penulis melakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan, pegawai dan staf
kepegawaian di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat.
b. Observasi
Penulis mengamati secara langsung bagaimana setiap prosedur dan proses
kegiatan perizinan pegawai di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit
PLTP Darajat.
c. Studi kepustakaan
Penulis mempelajari petunjuk ataupun referensi berupa buku, dokumen
ataupun formulir yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
1.6.2. Metode Analisis dan Perancangan Sistem
Metode analisis dan perancangan sistem yang digunakan adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC). Metode ini merupakan salah satu model
yang menggambarkan siklus hidup pengembangan perangkat lunak mengikuti
pola lingkaran. Ini dilakukan bertahap dari awal sampai ke tahap berikutnya.
Berikut gambar dari pemodelan System Development Life Cycle (SDLC) :
Gambar 1.1. Metode System Development Life Cycle, (Kendal & Kendal, 2006)
5
1.6. Metodologi Penelitian
Untuk memperjelas pembahasan laporan tugas akhir ini, maka dilakukan
penelitian dengan metode-metode yang diterapkan tahap demi tahap, meliputi :
1.6.1. Metode Pengumpulan data
Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Teknik Wawancara
Penulis melakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan, pegawai dan staf
kepegawaian di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP Darajat.
b. Observasi
Penulis mengamati secara langsung bagaimana setiap prosedur dan proses
kegiatan perizinan pegawai di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit
PLTP Darajat.
c. Studi kepustakaan
Penulis mempelajari petunjuk ataupun referensi berupa buku, dokumen
ataupun formulir yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
1.6.2. Metode Analisis dan Perancangan Sistem
Metode analisis dan perancangan sistem yang digunakan adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC). Metode ini merupakan salah satu model
yang menggambarkan siklus hidup pengembangan perangkat lunak mengikuti
pola lingkaran. Ini dilakukan bertahap dari awal sampai ke tahap berikutnya.
Berikut gambar dari pemodelan System Development Life Cycle (SDLC) :
Gambar 1.1. Metode System Development Life Cycle, (Kendal & Kendal, 2006)
6
Berikut di bawah ini tahapan-tahapan yang dilakukan dalam dari metode
pemodelan System Development Life Cycle (SDLC) :
1.6.2.1. Mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan.
Pada tahap ini proses pengembangan diawali dengan mengidentifikasi
masalah, peluang dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
1.6.2.2. Menentukan syarat-syarat informasi.
Pada tahap ini, penulis melibatkan hal-hal yang menjadi syarat-syarat
informasi untuk para pemakai yang terlibat. Diantara perangkat-perangkat
yang dipergunakan untuk menetapkan syarat-syarat informasi diantaranya
adalah menentukan sampel, memeriksa data mentah, wawancara,
mengamati prilaku pembuat keputusan dan lingkungan instansi.
1.6.2.3. Menganalsis kebutuhan sistem informasi.
Perangkat dan teknik-teknik tertentu akan membantu penulis dalam
menentukan kebutuhan. Perangkat yang dimaksud dapat berupa
penggunaan diagram aliran data untuk menyusun daftar input, proses, dan
output dalam bentuk grafik terstruktur.
1.6.2.4. Merancang Sistem Yang Direkomendasikan
Dalam tahap ini, penulis menggunakan informasi-informasi yang
terkumpul sebelumnya untuk mencapai desain sistem informasi yang
logik. Penulis merancang prosedur data entry sedemikian rupa sehingga
data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi benar-benar akurat.
Selain itu, penulis menggunakan teknik-teknik bentuk dan pengembangan
layar tertentu untuk menjamin keefektifan input sistem informasi.
1.6.2.5. Mengembangkan Dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap ini, penganalisis bekerjasama dengan pemrogram untuk
mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Selama
tahap ini penulis juga bekerjasama dengan pemakai untuk
mengembangkan dokumentasi perangkat lunak yang efektif.
1.6.2.6. Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dulu. Akan bisa menghemat biaya apabila dapat
7
menangkap adanya masalah sebelum sistem tersebut ditetapkan.
Rangkaian pengujian ini pertama-tama dijalankan bersama-sama dengan
data contoh serta dengan data akurat dari sistem yang telah ada.
1.6.2.7. Mengimplementasikan Dan Mengevaluasi Sistem
Di tahap terakhir dari pengembangan sistem, penulis membantu untuk
mengimplementasikan sistem informasi. Tahap ini melibatkan pelatihan
bagi pemakai untuk mengendalikan sistem. Sebagian pelatihan tersebut
dilakukan oleh vendor. Selain itu, penulis perlu merencanakan konversi
perlahan dari sistem lama ke sistem baru.
1.7. Kerangka Pemikiran
Melakukan analisis sistem merupakan langkah awal dari perancangan
sistem, dimana hasil analisis nantinya menentukan sistem informasi yang akan
dirancang. Untuk lebih jelasnya maka akan digambarkan kerangka pemikiran
dalam perancangan sistem tersebut.
8
Gambar 1.2. Flowchart Kerangka Pemikiran
8
Gambar 1.2. Flowchart Kerangka Pemikiran
8
Gambar 1.2. Flowchart Kerangka Pemikiran
9
1.7.1. Sistem permohonan cuti dan sistem permohonan tukar dinas yang
sedang berjalan
Pada proses permohonan izin cuti yang berjalan sekarang, proses dimulai
dari pegawai yang mengajukan cuti yang di ketik secara manual. Surat pengajuan
cuti tersebut, setelah ditandatangani oleh yang pemohon cuti, lalu dibawa ke
supervisor , lalu ke Supervisor Senior dan Manajer untuk disetujui. Setelah
disetujui, surat permohonan cuti tersebut diserahkan ke Bagian Kepegawaian
untuk dimasukan ke Data Base.
Sedangkan pada proses pengajuan tukar dinas yang berjalan sekarang,
proses dimulai dari 2 orang pegawai yang berbeda regu shift mengajukan
permohonan tukar dinas yang di ketik secara manual. Surat permohonan tersebut,
setelah ditandatangani oleh kedua orang pegawai yang akan melakukan tukar
dinas tersebut lalu diserahkan ke atasan masing-masing pegawai. Setelah
mendapat persetujuan dari atasan masing-masing, lalu meminta persetujuan
supervisor senior operasi. Setelah mendapat persetujuan, berkas yang telah
ditandatangani tersebut di bawa ke bagian kepegawaian untuk dimasukan ke Data
Base dan dipergunakan untuk laporan absensi. Dalam hal yang mengajukan
permohonan cuti atau tukar dinas adalah setingkat supervisor ke atas, maka
pejabat yang berwenang menolak atau menyetujui adalah atasannya bertingkat
sampai ke tingkat manajer.
Untuk melihat lebih jelas tentang kedua sistem ini, dapat dilihat pada
gambar 1.3, gambar 1.4, dan gambar 1.5.
10
Gambar 1.3. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan
10
Gambar 1.3. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan
10
Gambar 1.3. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan
11
Gambar 1.4. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang sedang Berjalan (lanjutan)
12
Gambar 1.5. Sistem Pengajuan Tukar Dinas yang sedang Berjalan
13
1.7.2. Analisis sistem yang berjalan
Pada sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang sedang berjalan, dapat
ditemukan kelemahan dari kedua sistem tersebut, diantaranya :
a. Proses persetujuan cuti atau tukar dinas dari Supervisor, Supervisor Senior,
dan Manajer memerlukan waktu yang lama.
b. Surat permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai sering terlambat sampai
ke Bagian Kepegawaian.
c. Pegawai pemohon cuti atau tukar dinas, bisa saja batal untuk tidak masuk
kerja karena proses persetujuan atasan yang terlambat.
Dengan adanya sistem perizinan pegawai berbasis jaringan, diharapkan
dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut, sehingga proses perizinan
pegawai menjadi lebih efektif dan efisien.
14
1.7.3. Perancangan sistem yang akan dibangun
Gambar 1.6. Flowmap Sistem yang akan dibangun
14
1.7.3. Perancangan sistem yang akan dibangun
Gambar 1.6. Flowmap Sistem yang akan dibangun
14
1.7.3. Perancangan sistem yang akan dibangun
Gambar 1.6. Flowmap Sistem yang akan dibangun
15
Gambar 1.7. Flowmap Sistem yang akan dibangun (lanjutan)
15
Gambar 1.7. Flowmap Sistem yang akan dibangun (lanjutan)
15
Gambar 1.7. Flowmap Sistem yang akan dibangun (lanjutan)
16
Pada proses pengajuan izin cuti yang yang akan dibangun, pegawai
mengisi aplikasi permohonan cuti pada komputer di ruangannya. Adapun untuk
proses persetujuan dari supervisor, Supervisor Senior, Supervisor Senior Umum
dan Manajer dilakukan pada komputernya masing-masing.
1.8. Sistematika Penulisan
Agar laporan tugas akhir ini dapat dipahami dengan baik oleh pembaca
dan dapat memberikan gambaran secara umum tentang isi dari laporan tugas akhir
ini, maka dari pada itu penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, kerangka pemikiran
dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi teori dari berbagai sumber yang digunakan sebagai referensi
kegiatan analisis untuk menyelesaikan permasalahan dari studi kasus
yang dipilih. Serta memuat konsep-konsep dasar yang menjadi guidlines
sehingga aktivitas analisis sesuai dengan aturan-aturan yang baku.
BAB III ANALISIS SISTEM
Pada bab ini, berisi tinjauan umum organisasi yang meliputi visi, misi,
tujuan dan sejarah singkat dari tempat penelitian. Pada bab ini juga
berisikan hasil analisis sistem yang sedang berjalan, beserta kebutuhan
dan fungsinya.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini, berisi perancangan program aplikasi izin pegawai berbasis
jaringan dalam lingkungan intranet.
17
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan
hasil dari penyelesaian permasalahan serta saran-saran dari penulis yang
berkaitan dengan kegiatan perancangan sistem.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi kumpulan referensi serta rujukan yang dipakai dalam menyusun
laporan tugas akhir.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
18
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi
Menurut Hartono (2005), suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Definisi Sistem diatas lebih menekankan pada prosedurnya. Sedangkan
definisi sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen-komponen
penyusunanya didefinisikan sebagai berikut:
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu, (Hartono, 2005).
Definisi sistem dari kamus Websters Unabridged lebih mendekati dengan
keperluan, yaitu:
Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu
kesatuan atau organisasi, (Amsyah, 2005).
Dari beberapa definisi sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem
adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dan saling berhubungan untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran dan untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Untuk tujuan pemakaian sistem dalam sistem informasi manajemen,
modul sistem pada gambar berikut adalah contoh yang jelas mengenai hubungan
dari elemen-elemen yang secara bersama-sama membentuk satu kesatuan yang
disebut dengan sistem. Modul sistem digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1. Modul Sistem, (Amsyah,2005).
19
Modul sistem terdiri dari 4 elemen subsistem, yaitu:
a. Masukan.
b. Pengolahan.
c. Keluaran.
d. Umpan Balik/Kontrol.
Sedangkan informasi didefinisikan sebagai berikut :
Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi
sesuai dengan keperluan tertentu, (Amsyah, 2005).
Sistem informasi didefinisikan sebagai berikut:
Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi
dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan , (Hartono, 2005).
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan
berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk
mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi.
2.1.1. Kebutuhan Akan Informasi
Setiap pekerjaan atau kegiatan memerlukan data dan informasi, sebaliknya
dengan adanya pekerjaan atau kegiatan akan menghasilkan data dan informasi
baru. Untuk keperluan pekerjaan baik yang bersifat administratif ataupun
manajerial data diolah terlebih dahulu menjadi informasi. Pengolahan tersebut
disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan atau manajemen masing-masing.
Cara pengolahan juga perlu disesuaikan dengan keperluan akan informasi
yang dihasilkan. Mungkin saja pengolahan dilakukan secara manual (tangan),
mesin manual, mesin elektronik, atau elektronik (komputer). Pengolahan
(processing) adalah suatu proses mengubah data menjadi informasi dengan cara
yang dipilih sesuai dengan keperluan penggunaan dari informasi yang dihasilkan
tersebut.
20
2.1.2. Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk
menghasilkan informasi.
Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu
model proses yang tertentu. misalnya data temperatur ruangan yang didapat
adalah dalam satuan derajad fahrenheit dan data ini masih dalam bentuk yang
kurang berarti bagi penerimanya yang terbiasa dengan satuan derajad celcius.
supaya dapat lebih berarti dan berguna dalam bentuk informasi, maka perlu diolah
dengan melalui suatu model tertentu. dalam hal ini dipergunakan model
matematik yang berupa rumus konversi dari satuan derajad fahrenheit menjadi
satuan derajad celcius.
Data yang diolah melalui suatu model menjadi suatu informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan
tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat
sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini
oleh John Burch disebut dengan siklus informasi ( information cycle).
Gambar 2.2. Siklus Informasi, (Hartono, 2005).
2.2. Analisis dan Pengembangan (Desain) Sistem
Analisis dan pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai berikut:
Analisis dan pengembangan sistem yaitu menganalisis input data atau
aliran data secara sistematis, memproses atau mentransformasikan data,
21
menyimpan data dan menghasilkan output informasi dalam konteks bisnis
khusus,( Kendall, 2006).
Selanjutnya, analisis dan perancangan sistem digunakan untuk
menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan peningkatan-peningkatan
fungsi bisnis yang bisa dicapai melalui penggunaan sistem informasi
terkomputerisasi.
2.2.1. Analisis Sistem
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai berikut:
Analisis Sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh
ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,
kesemptan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-
kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-
perbaikannya,( Hartono, 2005).
Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus
dilakukan oleh analis sistem sebagai berikut, (Hartono, 2005):
a. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
b. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
c. Analyze, yaitu menganalisis sistem.
d. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Untuk masing-masing langkah ini, beberapa tugas perlu dilakukan oleh
analis sistem. Supaya lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan pengawasan,
koordinator tim analis dapat membuat satu kertas kerja yang memuat tugas-tugas
yang harus dikerjakan untuk masing-masing langkah analis sistem ini.
2.2.2. Pengembangan (Desain) Sistem
Definisi desain sistem Menurut Robert J. Verzello/John Reuter III yaitu:
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem pedefinisian
dari kebutuhan kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang
bangun implementasi;menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
22
Adapun menurut John Burch & Grundnitski:
Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan
dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang
terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Menurut George M Scott:
Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan
apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari
komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu
sistem sehingga setelah instalasi dari sstem akan benar-benar memuaskan
rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem,
(Hartono, 2005).
Dari definisi-definisi desain sistem diatas dapat disimpulkan bahwa desain
sistem adalah, (Hartono, 2005):
a. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
b. Pendefinisisan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional.
c. Persiapan untuk rancang bangun implementasi.
d. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
e. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
pengaturan dari beberapa elemem yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang
utuh dan berfungsi.
f. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat
lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
Desain Sistem memiliki dua maksud dan tujuan utama, (Hartono, 2005):
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancangan yang lengkap kepada
pemrogram komputer dan ahliahli teknik lainnya yang terlibat.
Agar tujuan tersebut dapat dicapai, maka seorang analis sistem harus
mencapai sasaransasaran sebagai berikut :
a. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah
digunakan.
23
b. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan
yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada
tahap analisis sistem.
c. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan
transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan
dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak
dilakukan oleh komputer.
d. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk
masing masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan
informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang,
perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
2.2.3. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) adalah pendekatan melalui
beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem
tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus
kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik.
Dalam pengembangan sistem terdiri dari sederetan kegiatan yang dapat
dikelompokan menjadi beberapa tahapan, yang membantu dalam pengembangan
sistem. Metode yang digunakan untuk pengembangan sistem adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC) yang mempunyai beberapa tahapan, yang
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.3. Tujuh Tahap Siklus Hidup Pengembangan Sistem, (Kendall, 2006).
23
b. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan
yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada
tahap analisis sistem.
c. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan
transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan
dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak
dilakukan oleh komputer.
d. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk
masing masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan
informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang,
perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
2.2.3. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) adalah pendekatan melalui
beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem
tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus
kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik.
Dalam pengembangan sistem terdiri dari sederetan kegiatan yang dapat
dikelompokan menjadi beberapa tahapan, yang membantu dalam pengembangan
sistem. Metode yang digunakan untuk pengembangan sistem adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC) yang mempunyai beberapa tahapan, yang
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.3. Tujuh Tahap Siklus Hidup Pengembangan Sistem, (Kendall, 2006).
23
b. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan
yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada
tahap analisis sistem.
c. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan
transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan
dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak
dilakukan oleh komputer.
d. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk
masing masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan
informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang,
perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
2.2.3. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) adalah pendekatan melalui
beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem
tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus
kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik.
Dalam pengembangan sistem terdiri dari sederetan kegiatan yang dapat
dikelompokan menjadi beberapa tahapan, yang membantu dalam pengembangan
sistem. Metode yang digunakan untuk pengembangan sistem adalah metode
System Development Life Cycle (SDLC) yang mempunyai beberapa tahapan, yang
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.3. Tujuh Tahap Siklus Hidup Pengembangan Sistem, (Kendall, 2006).
24
Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa tahapan-tahapan yang
dilakukan pada metode SDLC adalah sebagai berikut :
2.2.3.1. Mengidentifikasi Masalah, Peluang, dan Tujuan
Di tahap pertama ini, penganalisis mengindentifikasi masalah, peluang,
dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tahap ini sangat penting, karena tidak
seorangpun yang ingin membuang waktu kalau tujuan masalah yang keliru.
Tahap pertama ini berarti bahwa penganalisis melihat dengan jujur pada
apa yang terjadi didalam bisnis. Kemudian, menentukan dengan tepat masalah-
masalah tersebut. Peluang adalah situasi dimana penganalisis yakin bahwa
peningkatan bisa dilakukan melalui penggunaan sistem informasi
terkomputerisasi.
Mengidentifikasi tujuan yang juga menjadi komponen terpenting ditahap
pertama ini. Pertama, penganalisis harus menemukan apa yang sedang dilakukan
dalam bisnis. Barulah kemudian penganalisis akan bisa melihat beberapa aspek
dalam aplikasi-aplikasi sistem informasi untuk membantu bisnis supaya mencapai
tujuan-tujuannya dengan menyebut problem atau peluang-peluang tertentu.
Orang-orang yang terlibat dalam tahap ini diantaranya adalah pemakai,
penganalisis dan manajemen sistem yang bertugas sebagai koordinator. Aktifitas
dalam tahap ini meliputi wawancara terhadap manajemen pemakai,
menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh, mengestimasi cakupan proyek, dan
mendokumentasikan hasil-hasilnya. Output tahap ini ialah laporan yang feasible
berisikan definisi problem dan ringgkasan tujuan.
2.2.3.2. Menentukan Syarat-syarat Informasi
Dalam tahap berikutnya, penganalisis memasukkan apa saja yang menen-
tukan syarat-syarat informasi untuk para pemakai yang terlibat. Diantara
perangkat-perangkat yang dipergunakan untuk menetapkan syarat-syarat
informasi diantaranya adalah menentukan sampel, dan memeriksa data mentah,
wawancara, mengamati prilaku pembuat keputusan dan lingkungan kantor, dan
prototyping.
Dalam tahap syarat-syarat informasi SHPS, penganalisis berusaha keras
untuk memahami informasi apa yang dibutuhkan pemakai agar bisa ditampilkan
23
dalam pekerjaan mereka. Tahap ini membentuk gambaran mengenai organisasi
dan tujuan-tujuan yang dimiliki seorang penganalisa.
Orang-orang yang terlibat tahap ini adalah penganalisis dan pemakai,
biasanya manajer operasi dan pegawai operasional. Penganalisis sistem perlu tahu
detail-detail fungsi-fungsi sistem yang ada, siapa (orang-orang yang terlibat), apa
(kegiatan bisnis), dimana (lingkungan dimana pekerjaan itu dilakukan), kapan
(waktu yang tepat), dan bagaimana (bagaimana prosedur yang harus dijalankan)
dari bisnis yang sedang dipelajari. Kemudian penganalisis juga harus bertanya
mengapa bisnis menggunakan sistem yang ada. Ada alasan yang bagus melakukan
bisnis dengan menggunakan metode-metode yang ada, dan hal-hal seperti ini
harus dipertimbangkan saat merancang sistem baru.
2.2.3.3. Menganalisis Kebutuhan Sistem
Perangkat dan teknik-teknik tertentu akan membantu penganalisis di
dalam menentukan kebutuhan. Perangkat yang dimaksud adalah penggunaan
diagram aliran data untuk menyusun daftar input, proses, dan output fungsi bisnis
dalam bentuk grafik terstruktur. Dari diagram aliran data, dikembangkan suatu
kamus data yang berisikan daftar seluruh item data yang digunakan dalam sistem,
berikut spesifikasinya, apakah berupa alphanumeric atau teks, serta berapa banyak
spasi yang dibutuhkan saat dicetak.
Selama tahap ini, penganalisis sistem juga menganalisis keputusan
terstruktur yang dibuat. Keputusan terstruktur adalah keputusan-keputusan dimana
kondisi, kondisi alternatif, tindakan serta aturan tindakan ditetapkan. Ada tiga
metode utama untuk menganalisis keputusan terstruktur, yakni: bahasa Inggris
terstruktur, rancangan keputusan, dan pohon keputusan.
Pada tahap ini, penganalisis sistem menyiapkan suatu proposal sistem
yang berisikan ringkasan apa saja yang ditemukan, analisis biaya/keuntungan
alternatif yang tersedia, serta rekomendasi atas apa saja (bila ada) yang harus
dilakukan.
2.2.3.4. Merancang Sistem Yang Direkomendasikan
Dalam tahap ini, penganalisis sistem menggunakan informasi-informasi
yang terkumpul sebelumnya untuk mencapai desain sistem informasi yang logik.
26
Penganalisis merancang prosedur data entry sedemikian rupa sehingga data yang
dimasukkan ke dalam sistem informasi benar-benar akurat. Selain itu,
penganalisis menggunakan teknik-teknik bentuk dan perancangan layar tertentu
untuk menjamin keefektifan input sistem informasi.
Bagian dari perancangan sistem informasi yang logik adalah peralatan
antar muka pengguna. Antar muka menghubungkan pemakai dengan sistem, jadi
perannya benar-benar sangat penting. Contohnya adalah keyboard (untuk
mengetik pertanyaan dan jawaban), menu-menu pada layar (untuk mendatangkan
perintah pemakai), serta berbagai jenis Graphical User Interfaces (GUI) yang
menggunakan mouse atau cukup dengan sentuhan pada layar.
Tahap perancangan juga mencakup perancangan file-file atau basis data
yang bisa menyimpan data-data yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Basis
data yang tersusun dengan baik adalah dasar bagi seluruh sistem informasi. Dalam
tahap ini, penganalisis juga bekerjasama dengan pemakai untuk merancang output
(baik pada layar maupun hasil cetakan). Penganalisispun harus merancang
prosedur-prosedur back up dan kontrol untuk melindungi sistem dan data serta
untuk membuat paket-paket spesifikasi program bagi pemrogram. Setiap paket
bisa terdiri dari layout input dan output, spesifikasi file dan detail-detail proses
serta pohon keputusan atau tabel, diagram aliran data, flowchart sistem, serta
nama-nama dan fungsi-fungsi subprogram yang sudah tertulis.
2.2.3.5. Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap ini, penganalisis bekerjasama dengan pemrogram untuk
mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Selama tahap ini
penganalisis juga bekerjasama dengan pemakai untuk mengembangkan
dokumentasi perangkat lunak yang efektif. Kegiatan dokumentasi menunjukan
kepada pemakai tentang cara penggunaan perangkat lunak dan apa yang harus
dilakukan bila perangkat lunak mengalami masalah.
Pemrogram adalah pelaku utama dalam tahap ini, karena mereka
merancang, membuat kode, dan mengatasi kesalahan-kesalahan dari program
komputer. Untuk memastikan kualitasnya, pemrogram bisa membuat perancangan
27
dan kode program yang akan dijalankan, menjelaskan bagian-bagian kompleks
dari program kepada tim pemrogram lainnya.
2.2.3.6. Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dulu. Akan bisa menghemat biaya apabila dapat menangkap
adanya masalah sebelum sistem tersebut ditetapkan. Sebagian pengujian
dilakukan oleh pemrogram sendiri, dan lainnya dilakukan oleh penganalisis
sistem. Rangkaian pengujian ini pertama-tama dijalankan bersama-sama dengan
data contoh serta dengan data akurat dari sistem yang telah ada.
Mempertahankan sistem dan dokementasinya dimulai di tahap ini dan
dilakukan secara rutin selama sistem informasi dijalankan. Sebagian besar kerja
rutin pemrogram adalah melakukan pemeliharaan, dan bisnis menghabiskan
banyak uang untuk kegiatan pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan seperti
memperbaharui program, bisa dilakukan secara otomatis melalui suatu vendor site
di World Wide Web. Sebagian besar prosedur sistematis yang dijalankan
penganalisis lama siklus hidup pengembangan sistem membantu memastikan
bahwa pemeliharaan bisa dijaga sampai tingkat minimum.
2.2.3.7. Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem
Di tahap terakhir dari pengembangan sistem, penganalisis membantu
untuk mengimplementasikan sistem informasi. Tahap ini melibatkan pelatihan
bagi pemakai untuk mengendalikan sistem. Sebagian pelatihan tersebut dilakukan
oleh vendor, namun kesalahan pelatihan merupakan tanggung jawab penganalisis
sistem. Selain itu, penganalis perlu merencanakan konversi perlahan dari sistem
lama ke sistem baru. Proses ini mencakup pengubahan file-file format lama ke
format baru atau membangun suatu basis data, menginstal peralatan, dan
membawa sistem baru untuk diproduksi.
Evaluasi yang ditunjukkan sebagai bagian dari tahap terakhir dari siklus
hidup pengembangan sistem biasanya dimaksudkan untuk pembahasan.
Sebenarnya, evaluasi dilakukan di setiap tahap. Kriteria utama yang harus
dipenuhi ialah apakah pemakai yang dituju benar-benar menggunakan sistem.
28
Ketika penganalisis menyelesaikan satu tahap pengembangan sistem akan
berlanjut ke tahap berikutnya, penemuan suatu masalah bisa memaksa
penganalisis kembali ke tahap sebelumnya dan memodifikasi pekerjaan di tahap
tersebut. Sebagai contoh selama tahap pengujian, pemrogram menemukan bahwa
program tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, apakah karena disebabkan
kodenya tidak tertulis secara benar untuk mendukung bagian perancangan sistem
tertentu atau desainnya tidak lengkap. Di dua peristiwa yang membuat program
harus dimodifikasi itu penganalisis bisa mengubah beberapa materi rancangan
sistem. Sebaliknya, ia juga bisa bertemu dengan pemakai untuk melakukan
penyelidikan ulang bagaimana agar aktifitas bisnis bisa berfungsi.
2.3. Pemodelan Sistem
Dalam proses pemecahan masalah, maka haruslah dibuat suatu metode
langkah demi langkah pengerjaan input menjadi output. Untuk mengekspresikan
langkah-langkah tersebut menjadi kata-kata, bagan-bagan, diagram-diagram atau
tabel yang jelas, diperlukan suatu alat bantu desain program, yaitu alat untuk
membuat program komputer. Desain tersebut membantu baik garis besar
organisasi keseluruhan program maupun memberikan beberapa langkah spesifik
program.
2.3.1. Bagan Alir
Menurut Amsyah (2005), bagan alir adalah suatu bentuk grafik atau
diagram dari algoritma dimana simbol-simbol standar mewakili tampilan operasi
yang perlu dan memperlihatkan urutan pelaksanaannya.
Langkah-langkah dan elemen-elemen aktivitas pengolahan data dapat
digambarkan dengan suatu bagan alir. Pada bagan alir proses kegiatan beserta
langkah-langkah dan urutannya dapat digambarkan dengan cara yang lebih mudah
dan jelas. Bagan alir (flow chart) adalah suatu diagram atau model yang berisikan
istilah atau pengertian mengenai langkah kegiatan pencatatan, penganalisisan, dan
pengkoordinasian informasi.
Gambar atau skema bagan alir akan membantu analisis memahami
prosedur kerja dengan lebih baik dibanding dengan lain-lain cara. Bagan alir juga
29
dipergunakan untuk membantu menganalisis dan mengembangkan prosedur itu
sendiri, misalnya untuk mencari jalan keluar kemacetan yang terjadi pada arus
data. Bagan alir sering digunakan untuk mengkoordinasikan fakta-fakta penting
dari suatu permasalahan kepada orang lain yang diminta bantuan untuk
mencarikan jalan pemecahannya.
Adapun pedoman-pedoman dalam pembuatan bagan alir adalah sebagai
berikut (Hartono,2005):
a. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri
dari suatu halaman.
b. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.
c. Harus ditunjukkan darimana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhir.
d. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata
yang mewakili suatu pekerjaan,misalnya :
Persiapkan dokumen
Hitung gaji
e. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir harus didalam urutan yang
semestinya.
f. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ditempat lain harus ditunjukkan
dengan jelas menggunakan simbol penghubung.
g. Gunakan simbol-simbol bagan alir yang standar.
Simbol-simbol yang sering digunakan dalam bagan alir dapat dilihat pada
tabel dibawah ini :
Tabel 2.1. : Simbol dan Keterangan Pada Bagan Alir
Simbol Keterangan
Menun[ukkan awal aLau akhlr darl suaLu
proses
Menun[ukkan dokumen lnpuL dan ouLpuL balk
unLuk proses manual mekanlk aLau kompuLer
Menun[ukkan peker[aan manual
30
Menun[ukkan mulLl dokumen
engarslpan uaLa
Menun[ukkan roses
Menun[ukkan kepuLusan
*Sumber : Amsyah, 2005.
2.3.2. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) dapat didefinisikan sebagai berikut :
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses
yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana
tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa
yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang
tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. (Kristanto,
2007).
Data Flow Diagram atau diagram aliran data menggambarkan
penyimpanan data dan proses yang mentranformasikan data. DFD menunjukan
hubungan antara data pada sistem dan proses pada sistem. Pendekatan aliran data
memiliki empat kelebihan utama melalui penjelasan naratif mengenai cara data-
data berpindah disepanjang sistem,yaitu (Kendall,2006) :
a. Kebebasan dari menjalankan implementasi teknis sistem yang terlalu dini.
b. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan
subsistem.
c. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui
diagram aliran data.
d. Menganalisis sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data-data dan
proses yang diperlukan sudah ditetapkan.
31
Menurut Hartono (2005), diagram aliran data mempunyai kebaikan-
kebaikan, yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-
mecah menjadi level lebih rendah (decomposition), dapat menunjukan arus data di
sistem, dapat menggambarkan proses parallel di sistem, dapat menunjukan
simpanan data, dan dapat menunjukan kesatuan luar. Tetapi menurutnya juga
diagram aliran data mempunyai keterbatasan , yaitu :
1. DAD tidak menunjukkan proses pengulangan (loop).
2. DAD tidak menunjukkan proses keputusan (decision).
3. DAD tidak menunjukkan proses perhitungan.
Adapun simbol- simbol yang sering digunakan dalam Data Flow Diagram
(DFD) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2.2. Simbol- Simbol pada DFD (Data Flow Diagram), (Kristanto, 2007).
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dan diingat dalam pembuatan
DFD adalah (Kusrini & Koniyo,2007) :
a. Mencegah proses yang mempunyai masukan tetapi tidak mempunyai keluaran,
yang dikenal sebagai lubang hitam.
b. Mencegah proses yang mempunyai keluaran tetapi tidak mempunyai masukan,
misalnya penghasil bilangan acak.
c. Hati-hati dengan aliran dan proses yang tidak dinamakan karena dapat
mengakibatkan elemen data yang saling tidak berhubungan menjadi satu.
32
d. Hati-hati dengan penyimpanan yang punya status hanya dapat dibaca atau
hanya dapat ditulis dan berkaitan dengan proses yang hanya memproses
masukan atau hanya memproses keluaran.
Untuk memulai suatu diagram aliran data, diperlukan suatu rangkuman
narasi sistem organisasi yang telah dibuat dalam bentuk sebuah daftar dengan
empat kategori yang terdiri dari entitas eksternal, aliran data, proses, dan
penyimpanan data. Daftar ini digunakan untuk membantu menentukan batas-batas
sistem yang akan digambarkan. Tingkatan-tingkatan yang terdapat pada DFD
adalah, (Kendall, 2006) :
1. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan
hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses
tersebut diberi nomor nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram
konteks berikut aliran dataaliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram
tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan,
begitu entitas-entitas eksternal serta aliran dataaliran data menuju dan dari sistem
diketahui penganalisis dari wawancara dengan pengguna dan sebagai hasil analisis
dokumen.
2. Diagram0 (level berikutnya)
Diagram 0 adalah pengembangan diagram konteks dan bisa mencakup
sampai sembilan proses. Memasukkan lebih banyak proses pada level ini akan
terjadi suatu diagram yang sulit dipahami. Setiap proses diberi nomor bilangan
bulat, umumnya dimulai dari sudut sebelah kiri atas diagram dan mengarah ke
sudut sebelah kanan bawah. Penyimpanan datapenyimpanan data utama dari
sistem (mewakili file-file master) dan semua entitas eksternal dimasukkan
kedalam diagram 0.
3. DiagramAnak (Tingkat yang Lebih Mendetail)
Setiap proses dalam diagram 0 bisa dikembangkan untuk menciptakan
diagram anak yang lebih mendetail. Proses pada diagram 0 yang dikembangkan
itu disebut parent process (proses induk) dan diagram yang dihasilkan disebut
child diagram (diagram anak). Aturan utama untuk menciptakan diagram anak,
33
keseimbangan vertikal, menyatakan bahwa suatu diagram anak tidak bisa
menghasilkan keluaran atau menerima masukan dimana proses induknya juga
tidak menghasilkan atau menerima. Semua aliran data yang menuju atau keluar
dari proses induk harus ditunjukan mengalir kedalam atau keluar dari diagram
anak.
Diagram anak ditetapkan nomor yang sama seperti proses induknya
didalam diagram 0. Sebagai contoh, proses 3 akan berkembang ke diagram 3.
Proses-proses pada diagram anak diberi nomor dengan menggunakan nomor
proses induk, poin desimal, serta sebuah nomor unik untuk setiap proses anak.
Pada Diagram 3, proses-proses tersebut akan diberi nomor 3.1, 3.2, 3.3, dan
seterusnya. Ketentuan ini memungkinkan penganalisis mengikuti rangkaian
proses disetiap tingkat pengembangan. Bila Diagram 0 menggambarkan proses-
proses 1, 2, dan 3, diagram anak 1, 2, dan 3 semuanya berada pada level yang
sama.
Dalam pembuatan DFD (Data Flow Diagram), terdapat beberapa hal
penting yang diantaranya adalah sebagai berikut, (Kristanto, 2007) :
a. Komponen Proses
Komponen proses memperlihatkan atau menggambarkan transformasi
input menjadi output. Ada 4 (empat) kemungkinan yang dapat terjadi dalam
proses sehubungan dengan input dan output seperti terlihat pada gambar di bawah
ini :
Gambar 2.4. Kemungkinan pada Proses DFD, (Kristanto, 2007).
34
Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang proses:
Proses harus memiliki input dan output.
Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau
proses melalui alur data.
Kesalahan-kesalahan proses pada DFD adalah:
Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output.
Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input.
b. Komponen Penyimpanan Data (Data Store)
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data
dan diberi nama dengan kata benda bersifat jamak. Yang perlu diperhatikan
tentang data store adalah :
Alur data dari proses menuju data store, hal ini berarti data store berfungsi
sebagai tujuan/tempat penyimpanan dari suatu proses (proses write).
Alur data dari data store ke proses, hal ini berarti data store berfungsi sebagai
sumber atau proses yang memerlukan data (proses read).
Alur data dari proses menuju data store dan sebaliknya berarti berfungsi
sebagai sumber dan tujuan (proses update).
Gambar 2.5. Kemungkinan Penyimpanan Data,(Kristanto, 2007).
c. Komponen Alur Data (Data Flow)
Alur data digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data
dari satu bagian ke bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir
ataupun informasi.
33
Ada 4 (empat) konsep tentang alur data yang diantaranya :
Packets of Data; apabila ada 2 data/ lebih yang mengalir dari 1 sumber yang
sama menuju pada tujuan yang sama dan mempunyai hubungan digambarkan
dengan 1 alur data.
Diverging Data Flow; apabila ada sejumlah paket data yang berasal dari
sumber yang sama menuju pada tujuan yang berbeda atau paket data yang
kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang
berbeda.
Converging Data Flow; apabila ada beberapa alur data yang berbeda sumber
menuju ke tujuan yang sama.
Sumber dan Tujuan; arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari
maupun yang menuju proses.
2.3.3. Kamus Data
Setelah tingkatan diagram aliran data berturut-turut dilengkapi,
penganalisis sistem menggunakannya untuk membuat katalog proses-proses,
aliran, simpanan, struktur dan elemen-elemen data dalam suatu kamus data.
Kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus- kamus yang digunakan
sebagai referensi kehidupan setiap hari.
Berkaitan dengan sistem informasi, kamus data adalah katalog fakta
tentang data dan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan
menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir
di sistem dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan
digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem.
Pada tahap analisis, kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi
antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di
sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang
dibutuhkan oleh pemakai sistem.
Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. Arus data di
DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja.
Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih
36
terperinci dapat dilihat di kamus data. Untuk maksud keperluan ini, maka kamus
data harus memuat hal-hal berikut di bawah ini, (Kendal, 2006):
a. Nama arus data
Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD,
maka nama arus data juga harus dicatat di kamus data, sehingga mereka yang
membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang arus data tertentu
di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.
b. Alias
Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias
perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang
atau departemen satu dengan yang lainnya.
c. Bentuk data
Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir :
dari kesatuan luar ke suatu proses;
dari hasil suatu proses ke kesatuan luar;
dari hasil suatu proses ke proses yang lain;
dari hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data; dan
dari simpanan data dibaca oleh suatu proses.
Maka, dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa :
laporan dasar atau formulir;
dokumen hasil cetakan komputer;
laporan tercetak;
tampilan di layar monitor;
variabel;
parameter; dan
field.
Bentuk dari data ini perlu dicatat di kamus data, karena dapat digunakan
untuk mengelompokkan kamus data ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan
sistem.
37
d. Arus data
Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan
menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di kamus data supaya memudahkan
mencari arus data ini di DFD.
e. Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di
kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan
tentang arus data tersebut.
f. Periode
Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu
dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan
input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses harus dilakukan dan kapan
laporan-laporan harus dihasilkan.
g. Volume
Volume yang perlu dicatat di kamus data adalah tentang volume rata-rata
dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya
rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak
menunjukkan volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk
mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan dan jumlah
dari alat input, alat pemroses dan alat output.
h. Struktur data
Struktur data menunjukkan data yang dicatat di kamus data terdiri dari
beberapa item data. Selanjutnya struktur data yang ada pada data flow dan data
store terletak pada level kedua atau middle level. Di sini struktur data dianggap
sebagai record data. Yang terakhir adalah data element yang terletak pada level
terendah, karena data element merupakan bagian dari struktur data. Di sini data
element dianggap sebagai field.
2.3.4. SistemBasis Data
Sistem basis data pada dasarnya adalah sebuah komputerisasi sistem
penyimpanan record, yaitu merupakan sebuah sistem komputerisasi yang tujuan
keseluruhannya adalah menyimpan informasi dan mengijinkan pemakai untuk
38
mengambil kembali dan memperbaharui informasi tersebut atas permintaan.
Informasi yang dibahas dapat merupakan sesuatu yang berarti pada individual
atau organisasi yang terlibat, yang dibutuhkan untuk membantu dalam proses
umum menjalankan usaha individual atau organisasi itu.
Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara
bersama-sama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data
sehingga mudah untuk digunakan kembali, dapat digunakan oleh satu atau
lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami
ketergantungan pada program yang akan menggunakannya, data
disimpan sedemikian rupa sehingga apabila ada penambahan,
pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan
terkontrol. (Widianti ,2009).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai
beberapa kriteria yang penting yaitu, (Widianti ,2009) :
a. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
b. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah basis
datanya.
c. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume mau pun strukturnya.
d. Dapat memenuhi sistem-sistem baru secara mudah.
e. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda
f. Kerangkapan data dapat diminimalkan.
Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa sistem basis data
adalah :
sistem yang terdiri atas kumpulan tabel / file yang saling berhubungan
dalam sebuah basis data dan sekumpulan program berupa DBMS yang
memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan
memanipulasi tabel-tabel tersebut.(Widianti ,2009).
Sistem basis data merupakan sistem penyusunan berkas data yang saling
terpadu. Mempunyai komponen-kompenen sebagai berikut, (Widianti ,2009) :
1. Database (Basis Data)
2. Software (Perangkat Lunak)
39
3. Hardware (Perangkat Keras)
4. Brainware (Manusia)
Menurut Widianti (2009), keuntungan dari sistem basis data adalah :
a. Data dapat dipakai secara bersama-sama (multiple user)
b. Data dapat distandarisasikan
c. Mengurangi kerangkapan data
d. Adanya kemandirian (kebebasan) data atau data indefendent
e. Keamanan (security) data terjamin
f. Keterpaduan data terjaga (masalah integritas)
Disamping mempunyai keuntungan, sistem basis data juga memiliki
beberapa kerugian. Beberapa kerugian sistem basis data adalah, (Widianti ,2009) :
1. Diperlukan tempat penyimpanan yang besar
2. Diperlukan tenaga yang terampil dalam mengelola data
3. Perangkat lunaknya mahal
4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang
terkait
Istilah-istilah dalam sistem basis data, (Widianti ,2009) :
a. Enterprise
Yaitu suatu bentuk organisasi. Data yang disimpan dalam basis data
merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh : sekolah, Rumah sakit, Bank, dan lain-lain.
b. Entitas
Yaitu objek yang dapat dibedakan dengan objek yang lainnya.
Contoh : dalam enterprise sekolah terdapat entitas mahasiswa, mata kuliah.
c. Atribut
Yaitu sebutan untuk mewakili suatu entitas.
Contoh : dalam entitas mahasiswa memiliki atribut NIM, Nama, Alamat,
Agama dan lain-lain.
d. Nilai Data atau Data Value
Yaitu informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Isi dari atribut
disebut Nilai Data.
40
e. Record (Tuple)
Yaitu kumpulan field-field yang saling berkaitan yang menginformasikan
tentang suatu entitas secara lengkap.
f. file
Yaitu kumpulan record-record yang sejenis dimana mempunyai panjang
elemen yang sama, atribut yang sama namun berbeda-beda data value-nya.
g. Database
Yaitu kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file
lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data.
h. Database management system (DBMS)
Yaitu kumpulan file yang saling berkaitan bersama-sama dengan program
untuk pengelolaannya. Database adalah kumpulan datanya, sedang program
pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang berfungsi untuk
membaca data, mengisi data, menghapus data serta melaporkan data dalam
database.
2.3.4.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Ladjamudin (2005), Diagram hubungan entitas atau yang lebih
dikenal dengan sebutan E-R diagram, adalah notasi grafik dari sebuah model data
atau sebuah model jaringan yang menjelaskan tentang data yang tersimpan
(storage data) dalam sistem secara abstrak.
Komponen (simbol) Entity Relationship Diagram, (Widianti,2009) :
a. Entity
Adalah suatu objek yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan
secara unik dengan objek lainnya, dimana semua informasi yang berkaitan
dengannya dikumpulkan. Simbol dari entity adalah :
Gambar 2.6. Simbol Entity
41
b. Relationship
Adalah hubungan yang terjadi antara satu entity dengan entity lainnya.
Relationship tidak mempunyai keberadaan fisik atau konseptual kecuali yang
diwarisi dari hubungan antara entity tersebut. Simbol dari relationship adalah:
Gambar 2.7. Simbol Relationship
c. Atribut
Adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan
penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Simbol dari atribut
adalah :
Gambar 2.8. Simbol Atribut
2.3.4.2.Kardinalitas Relasi
Menurut Ladjamudin (2005), kardinalitas relasi menunjukan jumlah
maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain. Dari
sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas tersebut, kardinalitas
relasi merujuk pada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke
entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Terdapat 3 (tiga) macam kardinalitas
relasi, yaitu :
a. One to One
Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada
entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada
entitas yang kedua dan sebaliknya. Contoh: Adanya relasi antara entitas dosen
dengan entitas jurusan. Relasinya kita beri nama kepalai. Pada relasi ini, setiap
dosen paling banyak mengepalai satu jurusan (walaupun memang tidak semua
dosen yang menjadi ketua jurusan). Dan setiap jurusan dikepalai oleh paling
banyak satu orang dosen.
Gambar 2.9. Diagram Kardinalitas One To One (versi Chen)
nlu
nlu
uosen
!urusan Mempun
yal
1 1
kepalal
42
b. One to Many atau Many to One
Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu.
Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada
entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada
entitas yang kedua. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua hanya dapat
mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas pertama.
1) One to Many (satu ke banyak)
Yang berarti satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak
tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas
B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
2) Many to One (banyak ke satu)
Yang berarti setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling
banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel
pada entitas B berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
Contoh : Adanya relasi antara entitas dosen dengan entitas kuliah.
Relasinya kita beri nama ajar. Pada relasi ini, setiap dosen dapat mengajar lebih
dari satu mata kuliah, sedang setiap mata kuliah diajar hanya oleh paling banyak
satu orang dosen.
Gambar 2.10. Diagram Kardinalitas One to Many (versi Chen)
c. Many to Many
Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah
entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya.
Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua.
Contoh : Adanya relasi antara entitas mahasiswa dengan entitas kuliah. Relasinya
kita beri nama belajar. Pada relasi ini, setiap mahasiswa dapat mempelajari lebih
dari satu mata kuliah. Demikian juga sebaliknya, setiap mata kuliah dapat
dipelajari oleh lebih dari satu orang mahasiswa.
kd_Mk
nlu
nlu
uosen
kullah Mempuny
al
M 1
A[ar
43
Gambar 2.11. Diagram Kardinalitas Many to Many (versi Chen)
2.3.4.3. Normalisasi
Proses normalisasi pertama kali diperkenalkan oleh E.F.Codd, pada tahun
1972. Normalisasi sering dilakukan sebagai suatu uji coba pada suatu relasi secara
berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi tersebut sudah baik atau masih
melanggar aturan-aturan standar yang diberlakukan pada suatu relasi yang normal
(sudah dapat dilakukan proses insert, update, delete, dan modify pada satu atau
beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut).
Proses normalisasi merupakan metode yang formal/standar dalam
mengidentifikasi dasar relasi bagi primary key-nya (atau candidate key dalam
kasus BCNF), dan dependensi fungsional diantara atribut-atribut dari relasi
tersebut. Normalisasi akan membantu perancang basisdata dengan menyediakan
suatu ujicoba yang berurut yang dapat diimplementasikan pada hubungan
individual, sehingga skema relasi dapat dinormalisasi kedalam bentuk yang lebih
spesifik untuk menghindari terjadinya error atau inkonsistensi data, bila dilakukan
update terhadap relasi tersebut dengan anomaly.
Menurut Kendall & Kendall ( 2006), normalisasi adalah Proses untuk
mengorganisasi file untuk menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang.
Menurut Ladjamudin (2005), Normalisasi adalah proses pengelompokan
data kedalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan
hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk
dimodifikasi.
n M
kd_Mk nlM kd_Mk
nlM
8ela[ar
Mahaslswa
a
kullah
44
Langkah-langkah pembentukan normalisasi, (Ladjamudin,2005) :
Gambar 2.12. Langkah-Langkah Pembentukan Normalisasi
a. Bentuk tidak normal (unnormalized form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada
keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau
terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat meng-input.
Contoh :
NIS Nama Jurusan Kd_Mk Mata_Kuliah Dosen Ruang Nilai
96D0244 Ahmad IK IK 350 Struktur Data Rizal 202 A
IK 275 Akuntansi Hamzah 303 C
96D1243 Mutia KA IK 276 Akuntansi Hamzah 303 B
KA 722 Perpajakan Didi 301 B
IK 207 Komp.Terapan Hamzah 303 A
Tabel 2.3. Bentuk tidak Normal (Widianti,2009)
b. Bentuk normal ke satu (first normal Form/1NF)
Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa grup elemen yang
berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris
pada suatu tabel, dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic
43
(bersifat atomic value). Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat
induknya, jika dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.
Syarat normal kesatu (1NF) :
1. Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu
record nilai dari field berupa atomic value.
2. Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
3. Telah ditentukannya primary key untuk tabel/relasi tersebut.
4. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
Contoh :
NIS Nama Jurusan Kd_Mk Mata_Kuliah Dosen Ruang Nilai
96D0244 Ahmad IK IK 350 Struktur Data Rizal 202 A
96D0244 Ahmad IK IK 275 Akuntansi Hamzah 303 C
96D1243 Mutia KA IK 276 Akuntansi Hamzah 303 B
96D1243 Mutia KA KA 722 Perpajakan Didi 301 B
96D1243 Mutia KA IK 207 Komp.Terapan Hamzah 303 A
Tabel 2.4. Bentuk Normal Kesatu (Widianti,2009)
c. Bentuk normal kedua (Second normal Form/2NF)
Bentuk normal kedua didasari oleh konsep full functional dependency
(ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan sebagai berikut:
Jika A dan B adalah atribut-atribut dari suatu relasi, B dikatakan full functional
dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya) terhadap A, jika B adalah
tergantung fungsional terhadap A, tetapi tidak secara tepat memiliki
ketergantungan fungsional dari subset (himpunan bagian) dari A.
Bentuk normal kedua memungkinkan suatu relasi memiliki composite key,
yaitu relasi dengan primary key yang terdiri dari dua atau lebih atribut. Suatu
relasi yang memiliki single atribut untuk primary key-nya secara otomatis pada
akhirnya menjadi 2NF.
Syarat normal kedua (2NF) :
1. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.
2. Atribut bukan kunci (non-key) haruslah memiliki ketergantungan fungsional
sepenuhnya (full functional dependency) pada primary key.
46
Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan
primary key-nya. Primary key tersebut haruslah lebih sederhana, lebih unik, dapat
mewakili atribut lain yang menjadi anggotanya dan lebih sering digunakan pada
tabel / relasi tersebut.
Contoh :
Tabel Siswa
NIS Nama Jurusan
96D0244 Ahmad IK
96D1243 Mutia KA
Tabel Dosen
Kd_Mk Mata_Kuliah Dosen Ruang
IK 350 Struktur Data Rizal 202
IK 275 Akuntansi Hamzah 303
KA 722 Perpajakan Didi 301
IK 207 Komp.Terapan Hamzah 303
Tabel Registrasi
NIS Kd_Mk Nilai
96D0244 IK 350 A
96D0244 IK 275 C
96D1243 IK 275 B
96D1243 KA 722 B
96D1243 IK 207 A
Tabel 2.5. Bentuk Normal Kedua (Widianti,2009)
d. Bentuk normal ketiga (Third normal Form/3NF)
Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit daripada
relasi 1-NF, namun relasi tersebut masih mungkin mengalami kendala bila terjadi
anomali peremajaan (update) terhadap relasi tersebut.
Syarat normal ketiga (3NF) :
1. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua.
2. Atribut bukan kunci (non-key) haruslah tidak memiliki ketergantungan
transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci (non-key) tidak boleh
memiliki ketergantungan fungsional (functional dependancy) terhadap atribut
bukan kunci lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya
memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.
47
Contoh :
Tabel Siswa
NIS Nama Jurusan
96D0244 Ahmad IK
96D1243 Mutia KA
Tabel Registrasi
NIS Kd_Mk Nilai
96D0244 IK 350 A
96D0244 IK 275 C
96D1243 IK 275 B
96D1243 KA 722 B
96D1243 IK 207 A
Tabel Dosen
Kd_Mk Mata_Kuliah Dosen
IK 350 Struktur Data Rizal
IK 275 Akuntansi Hamzah
KA 722 Perpajakan Didi
IK 207 Komp.Terapan Hamzah
Tabel Ruang
Dosen Ruang
Rizal 202
Hamzah 303
Didi 301
Tabel 2.6. Bentuk Normal Ketiga (Widianti,2009)
e. Boyce-Codd Norrmal Form (BCNF)
Suatu relasi dalam basis data harus dirancang sedemikian rupa sehingga
mereka tidak memiliki ketergantungan sebagian (partial dependency), maupun
ketergantungan transitif (transitive dependency). Boyce-Codd Norrmal Form
(BCNF) didasari pada beberapa ketergantungan fungsional (functional
dependencies) dalam suatu relasi yang melibatkan seluruh candidate key didalam
relasi tersebut. Jika suatu relasi hanya memiliki satu candidate key, maka hasil uji
normalisasi sampai kebentuk normal ketiga sudah identik dengan Boyce-Codd
Norrmal Form (BCNF).
Suatu relasi dikatakan telah memenuhi kriteria Boyce-Codd Norrmal Form
(BCNF), jika dan hanya jika setiap determinan adalah suatu candidate key. Boyce-
48
Codd Norrmal Form (BCNF) tidak mengharuskan suatu relasi harus sudah dalam
bentuk normal ketiga (3-NF), baru bisa dibuatkan kedalam BCNF. Oleh karena itu
untuk melakukan uji BCNF hanya dengan mengidentifikasi seluruh determinan
yang ada pada suatu relasi, lalu pastikan determinan-determinan tersebut adalah
candidate key. Sehingga bisa dikatakan bahwa BCNF lebih baik dari bentuk
normal ketiga (3-NF), dengan demikian setiap relasi didalam BCNF juga
merupakan relasi dalam 3-NF, tetapi tidak sebaliknya, suattu relasi dalam 3-NF
belum tentu merupakan relasi dalam BCNF.
2.4. Interaksi Manusia dan Komputer
Menurut Zakaria & Prijono (2007), definisi dari Interaksi Manusia dan
Komputer (IMK) adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana
mendesain, mengevaluasi dan menerapkan (implementasi) interaksi antara
manusia dan komputer.
Adapun fungsi dari IMK adalah mengoptimasikan performansi antara
manusia dengan komputer sebagai suatu sistem.
2.4.1. Kemampuan penggunaan (Usability)
Pertimbangan pemakai dan lingkungan menggunakan suatu mesin (sistem
komputer), yaitu agar mesin tersebut dapat melakukan beberapa fungsi. Pengguna
berharap saat menggunakan mesin, mereka tidak terlalu banyak beradaptasi
dengan mesin itu. Oleh karena itu, sebuah mesin seharusnya didesain sealami
mungkin dan menarik untuk dipelajari. Piranti masukan yang berfungsi untuk
memasukan data kedalam mesin, dirancang bukan hanya sekedar piranti masukan
tetapi aspek usability menjadi hal pokok. Begitu juga dengan piranti keluaran
dirancang untuk memudahkan pengguna membaca atau melihat hasil yang
dikerjakan oleh mesin tersebut.
Beberapa hal yang menyangkut usability, (Zakaria & Prijono, 2007) :
a. Kemampuan pembelajaran (learnability)
b. Tolok ukur keluaran (troughput)
c. Keluwesan (flexibility)
d. Perilaku (attitude)
49
2.4.2. Konsekuensi interface yang buruk
Beberapa hal dibawah ini adalah diakibatkan buruknya perancangan suatu
interface :
a. Meningkatnya kesalahan dalam pemasukan data dan sistem pengoperasian.
b. Tidak bisa diaksesnya suatu fungsi.
c. Kefrustasian pemakai ; produktifitas yang rendah atau pemanfaatan yang
rendah.
d. Gagalnya suatu sistem disebabkan oleh penolakan pemakai.
2.4.3. Bidang ilmu yang terkait IMK
Beberapa ilmu pengetahuan yang terkait IMK, adalah (Zakaria & Prijono,
2007) :
a. Ilmu Komputer
b. Cognitive Psychology / Pemahaman Psikologi
c. Ergonomik
d. Sosiologi
2.4.4. Konteks IMK
Contoh sukses produk yang memiliki IMK yang baik ialah GUI
(Graphical User Interface), yang sekarang sudah umum seperti penggunaan
windows, icon, mouse, pointer. Dari penelitian, terlihat bahwa GUI memiliki
keuntungan dibandingkan dengan Interface mode teks (command driven) ,yaitu
(Zakaria & Prijono, 2007) :
a. Tugas pemakai lebih cepat selesai.
b. Tingkat frustasi relatif lebih rendah.
c. Penurunan kelebihan tenaga.
d. Pemakai mudah untuk belajar sendiri, sehingga menurunkan biaya pelatihan.
e. Pemakai bias mempelajari lebih banyak kemampuan suatu aplikasi.
2.4.5. Panduan Merancang IMK
Terdapat beberapa panduan dalam merancang IMK, adalah (Zakaria &
Prijono, 2007) :
a. Konsistensi internal, eksternal, dan dunia nyata.
b. Kesesuaian dengan harapan pengguna.
30
c. Fleksibel dan terkontrol.
d. Susunan yang benar.
e. Umpan balik yang informatif dan berkesinambungan.
f. Pencegahan dan perbaikan kesalahan.
g. Dukungan dan dokumentasi pemakai.
h. Kejelasan visual secara lojik dan relevan.
2.5. Bahasa Pemrograman
Dalam perancangan ataupun pengembangan suatu sistem, tentunya tidak
lepas dari kebutuhan akan bahasa pemrograman. Dalam pelaksanaannya,
tentunya akan disesuaikan bahasa pemrograman apa yang akan dipakai untuk
membangun sistem tersebut.
2.5.1. SQL (Structured Query Language)
RDBMS adalah program komputer yang dirancang untuk pengelolaan data
dengan melakukan penyimpanan, pembaruan dan pengambilan data. SQL adalah
bahasa khusus yang digunakan untuk mengakses dan mengelola RDBMS. Bahasa
SQL telah distandarkan, namun demikian telah berkembang banyak varian dan
bentuk sesuai dengan kebutuhan vendor RDBMS.
SQL adalah bahasa yang mulanya berorientasi pada basis data relasional.
Bahasa ini menghilangkan banyak pekerjaan yang perlu dilakukan pemrogram /
pengembang berkaitan dengan operasi-operasi terhadap data bila dibanding
dengan menggunakan bahasa general-purpose. SQL adalah bahasa yang
menggabungkan fitur-fitur bahasa query formal aljabar relasional dan bahasa
query formal kalkulus relasional. Meski SQL diacu sebagai bahasa query ( yaitu
bahasa yang meminta data ) namun sesungguhnya SQL bukan hanya sekedar
bahasa untuk query terhadap basisdata. SQL juga berisi fasilitas untuk
pendefinisian struktur data, modifikasi struktur data dan data di basisdata, serta
juga digunakan untuk menspesifikasikan konstrain-konstrain integritas dan
keamanan.
31
SQL dapat dikelompokan menjadi, (Hariyanto, 2004):
a. Data Definition Language (DDL)
DDL (Data Definition Language) disebut bahasa pendefinisian skema
(Schema Definition Language) berisi perintah-perintah menciptakan objek-objek
basisdata (table,indeks,view dan sebagainya).
Kebanyakan kalimat DDL mempunyai bentuk sebagai berikut :
CREATE object_name
ALTER object_name
DROP object_name
b. Data Manipulation Language (DML)
DML (Data Manipulation Language) adalah sekelompok perintah yang
menentukan dan memanipulasi nilai-nilai di table pada suatu waktu.
SQL menyediakan empat pernyataan untuk manipulasi data, yaitu :
SELECT, untuk query (meminta informasi) dari basisdata.
INSERT, untuk menyisipkan data di tabel pada suatu basisdata.
UPDATE, untuk memperbarui data di tabel pada suatu basisdata.
DELETE, untuk menghapus data di tabel pada suatu basisdata.
c. Data Control Language (DCL)
DCL (Data Control Language) berisi fitur-fitur yang menentukan aksi
yang dapat dilakukan pemakai terhadap objek basisdata seperti basisdata, table,
view dan sebagainya. Di ISO, DCL termasuk sebagai bagian dari DDL.
SQL menyediakan pernyataan GRANT dan REVOKE untuk
memungkinkan pengamanan diberikan ke tabel-tabel di basisdata. Pernyataan
GRANT digunakan untuk memberikan wewenang pada objek-objek basisdata
untuk pemakai-pemakai spesifik. Sedangkan pernyataan REVOKE digunakan
untuk mencabut wewenang pada objek-objek basisdata. Pengamanan tersebut
didasarkan pada konsep berikut :
Identifier (authorization)
Kepemilikan (ownership)
Wewenang (privilege)
32
d. View Definition
SQL DDL untuk perintah mendefinisikan view.
e. Transaction control
SQL mempunyai perintah-perintah untuk menspesifikasikan awal dan
akhir transaksi dan penendalian transaksi.
f. Embedded SQL dan Dynamic SQL
Embedded SQL dan Dynamic SQL mendefinisikan cara kalimat-kalimat
SQL dapat ditempelkan di bahasa pemrograman umum seperti C/C++, Java, PL/I,
Cobol, Pascal, dan sebagainya.
g. Integrity
SQL DDL mempunyai perintah-perintah untuk menspesifikasikan
konstrain-konstrain integritas data yang disimpan di basisdata yang harus
dipenuhi DBMS. Pembaruan yang melanggar konstrain-konstrain integritas akan
dibatalkan atau ditolak.
2.5.2. MySQL
Menurut Nugroho (2005), MySQL adalah sebuah program database server
yang mampu menerima dan mengirimkan datanya dengan sangat cepat, multiuser
serta menggunakan perintah standar SQL (Structured Query Language).
Database MySQL merupakan suatu perangkat lunak database yang
berbentuk database relasional atau dalam bahasa basisdata sering disebut dengan
Relation Database Management System (RDBMS) yang menggunakan suatu
bahasa permintaan bernama SQL.
2.5.2.1. Kelebihan MySQL
MySQL adalah sebuah database server, dapat juga berperan sebagai client
sehingga sering disebut database client/server, yang open source dengan
kemampuan dapat berjalan baik di OS (operating system) manapun, dengan
platform Windows maupun Linux. Selain itu database ini memiliki beberapa
kelebihan dibanding database lain, diantaranya adalah, (Nugroho, 2005) :
a. MySQL sebagai Database Management system (DBMS).
b. MySQL sebagai Relation Database Management system (RDBMS).
33
c. MySQL adalah sebuah software database yang open source, artinya program
ini bersifat free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan
membayar lisensi kepada pembuatnya.
d. MySQL merupakan sebuah database server, jadi dengan menggunakan
database ini dapat dihubungkan ke media internet sehingga dapat diakses
jauh.
e. MySQL merupakan sebuah database client. Selain menjadi server yang
melayani permintaan, MySQL juga dapat melakukan query yang mengakses
database pada server.
f. MySQL mampu menerima query yang bertumpuk dalam satu permintaan atau
yang disebut Multi-Threading.
g. MySQL menggunakan suatu bahasa permintaan standar yang bernama SQL
(Structured Query Language) yaitu sebuah bahasa permintaan yang
distandarkan pada beberapa database server seperti Oracle, PostGreSQL, dll.
2.5.2.2. Perbedaan MySQL dan SQL
Menurut Nugroho (2005), perbedaan antara SQL dan MySQL adalah
sebahai berikut :
SQL adalah sebuah bahasa permintaan database yang terstruktur. Bahasa
SQL dibuat sebagai bahasa yang dapat merelasikan beberapa tabel dalam
database maupun merelasikan antar database. Bahasa SQL ditulis langsung
dalam sebuah program database sehingga seorang pengguna dapat melihat
langsung permintaan yang diinginkan, sekaligus melihat hasilnya.
MySQL sendiri adalah sebuah program database server yang memerlukan
sebuah bahasa permintaan dalam melayani permintaan user.
2.5.3. PHP
PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman
scripting sisi server (server-side), bahasa pemrograman yang digunakan oleh web
server untuk menghasilkan dokumen HTML secara on-the-fly. PHP merupakan
interpreter yang dapat dieksekusi sebagai program CGI untuk web server atau
dijadikan modul dari web server.
34
PHP telah tersedia pada hampir semua sistem operasi jaringan yang
menyediiakan web server terutama web server Apache. Web server berbasis
Windows non Apache juga telah mendukungnya, seperti MS IIS, PWS, atau
Xitami, dari Windows 98/ME sampai dengan Windows NT 4/2000 dan XP.
Portabilitas aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan PHP lebih
mudah, dan tidak membutuhkan perubahan pada source code aplikasi, salinkan
langsung ke dalam server tujuan, maka aplikasi dengan PHP langsung dapat
dijalankan. Portabilitas adalah kemampuan untuk dipindahkan dari satu platform
sistem operasi kepada platform sistem operasi lain, misal dari Windows ke Linux
atau sebaliknya. Kemudahan portabilitas ini adalah karena samanya PHP pada
semua platform.
Kode-kode bahasa PHP dalam penulisannya menyatu dengan tag-tag
HTML dalam satu file. Kode PHP diletakan diantara tanda <? Atau <?php dan
diakhiri dengan tanda ?> sebagai identitas bahasa pemrograman PHP. Akan tetapi,
ada beberapa cara lagi untuk memberikan tanda bahwa kode yang ditulis adalah
kode PHP, antara lain, (sidik,2005):
a. Model javascript, kode php diawali dengan tag <script language=php> dan
diakhiri dengan </script>.
b. Model ASP, penulisan kode php diawali dengan tag <% dan diakhiri dengan
%>. Akan tetapi, cara ini berfungsi bila server diatur lebih dahulu sehingga
modul php mengenalinya.
2.5.4. XAMPP
PHP merupakan salah satu dari web programming yang ada saat ini kita
dapat memperoleh source installasi PHP ini dari http://www.php.net. Untuk mulai
mengunakan bahasa pemrograman PHP ini kita perlu menginstall sebuah
web server pada komputer kita, Apache merupakan salah satu web server yang
ada saat ini dan dapat kita gunakan bersama PHP, Apache web server bisa
didapatkan secara gratis dari web resminya di http://www.apache.org. Dan apabila
ingin mengunakan database server, kita perlu menginstall MySQL, untuk
database server ini dapat kita download dari web resminya di
http://www.mysql.com.
33
Secara konvensional diperlukan penginstalan ketiga aplikasi diatas
secara terpisah. Untuk mempermudah proses installasi ketiga produk tersebut
secara instant kita dapat mengunakan XAMPP, dengan bantuan paket XAMPP
ini kita dapat secara mudah menginstall Apache, PHP, MySQL dan beberapa
aplikasi tambahan lainnya dengan sekali proses. XAMPP ini bersifat freeware
atau gratis untuk digunakan, dapat diperoleh dari bttp.//www.opocbeftleoJs.otq.
XAMPP merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache, MySQL,
PHP and PERL), XAMPP ini merupakan project non profit yang di kembangkan
oleh Apache Friends yang didirikan Kai 'Oswalad' Seidler dan Kay
Vogelgesang pada tahun 2002, project mereka ini bertujuan mempromosikan
pengunaan Apache web server.
Mengenal bagian XAMPP yang biasa digunakan pada umumnya:
htdoc adalah folder tempat meletakkan berkas-berkas yang akan dijalankan,
seperti berkas PHP, HTML dan skrip lain.
phpMyAdmin merupakan bagian untuk mengelola basis data MySQL yang
ada dikomputer. Untuk membukanya, buka browser lalu ketikkan alamat
http://localhost/phpMyAdmin, maka akan muncul halaman phpMyAdmin.
Kontrol Panel yang berfungsi untuk mengelola layanan (service) XAMPP.
Seperti menghentikan (stop) layanan, ataupun memulai (start).
Gambar 2.13. Tampilan Kontrol Panel XAMPP
36
2.6. Jaringan Komputer
Menurut Syafrizal (2005), Jaringan komputer adalah himpunan
interkoneksi antara 2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan
media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling
bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti file, printer, media
penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-room, flash disk dll). Data yang berupa
teks, audio, maupun video bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel
sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat
saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan
hardware/software yang terhubung dalam jaringan secara bersama-sama.
Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antarnode (komputer),
yakni (Syafrizal ,2005) :
2.6.1. Peer to Peer
Peer to Peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa
komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan1-2 printer). Peer to Peer
adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau
memberikan resource-nya untuk dipakai PC lain. Dengan kata lain dapat
berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Gambar 2.14. Peer To Peer
a. Kelebihan jaringan Peer to Peer, diantaranya adalah :
Pelaksanaan tidak terlalu mahal, relatif murah.
Tidak membutuhkan software server NOS ( Network Operating System ).
Tidak membutuhkan administrator network yang handal.
37
b. Kekurangan jaringan Peer to Peer, diantaranya adalah :
Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak
terkontrol.
Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative.
Keamanan kurang.
Semua mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa.
2.6.2. Client-Server
Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan
teknologi internet dimana ada suatu unit komputer yang berfungsi sebagai server
yang hanya memberikan layanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya
meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client
dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.
Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai
dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada
sisi client bisa saja merupakan resource yang tersedia di server atau aplikasi yang
di-install disisi client namun hanya bisa dijalankan setelah terrkoneksi ke server.
Jenis layanan Client-Server antara lain :
a. File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
b. Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
c. Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan
pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan,
d. DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi
penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.
Gambar 2.15. Model Client-Server dengan Sebuah Server yang Berfungsi Umum
38
Gambar 2.16. Model Client-Server dengan Dedicated Server
c. Kelebihan jaringan Client Server, diantaranya adalah :
Memberikan keamanan yang lebih baik.
Lebih mudah pengaturannya bila network-nya besar, karena
administrasinya disentralkan.
Semua data dapat di-backup pada satu lokasi sentral.
d. Kekurangan jaringan Client Server, diantaranya adalah :
Membutuhkan software NOS (Network Operation System) yang mahal,
contoh : NT atau server Windows 2000, XP, Novell, UNIX.
Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server.
Membutuhkan administrator yang profesional.
Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user
menjadi tak ada jika server mati.
2.7. Intranet
Menurut Syafrizal (2005), intranet merupakan sebuah jaringan yang
dibangun berdasarkan teknologi internet yang didalamnya terdapat basis arsitektur
berupa aplikasi web dan teknologi komunikasi data. Dalam segi penggunaan,
geografis maupun implementasinya, intranet bekerja secara luas dan maksimal
seperti halnya internet. Namun demikian intranet sangat terbatas dalam hal
previlege dan hak akses para pemakainya.
39
2.7.1. Fungsionalitas dan Implementasi Intranet
Dalam sebuah komunitas yang terbatas seperti perusahaan, banyak
pegawai/user dapat bekerja bersama-sama secara mudah dan efektif bila dalam
sistem dan pola kerja mereka menggunakan fasilitas ataupun teknologi yang
mendukung infrastrukturnya. Salah satunya alternatif teknologi yang dapat
diimplementasikan adalah intranet, fungsionalitas dan kinerjanya sangat
mendukung pola/sistem kerja yang cepat dan kolektif.
Menurut Syafrizal (2005), hal yang mendorong penggunaan intranet
adalah kebutuhan akan informasi. Alasan tersebut ditambah beberapa alasan lagi,
antara lain :
a. Komunikasi yang lebih baik antar pegawai.
b. Biaya pengembangan dan perawatan yang lebih murah dibanding teknologi
client server biasa.
c. Keinginan untuk menaikan rasa kepemilikan data, dan tanggung jawab
pengguna.
d. Keinginan untuk menggunakan protokol yang terbuka.
e. Mudah digunakan dan sederhana.
f. Mudah mendistribusikan program aplikasi ke user.
g. Menaikan akses dan distribusi informasi ke pengguna.
2.7.2. Jenis Pemanfaatan Intranet
Penggunaan intranet sebetulnya tergantung dari bentuk organisasi
penggunanya. Dengan memahami kerja organisasi tersebut terlebih dahulu maka
akan sangat membantu model desain intranet yang akan digunakan.
Didalam suatu organisasi, intranet banyak digunakan untuk, (Syafrizal,
2005) :
a. Human Resource Personal Service
b. Material and LogisticService
c. Information System Service
2.7.3. Komponen Pembentuk intranet
Menurut Syafrizal (2005), komponen pembentuk intranet pada dasarnya
sama dengan komponen pembentuk internet, yaitu : aplikasi browser, komputer
60
server, perangkat jaringan, protokol tcp/ip, bahasa pemrograman, komputer client,
perangkat baru pengembang (development tool) untuk manajemen jaringan lokal.
Yang perlu ditambahkan pada intranet apabila sebagian informasi
organisasi tersebut ingin di-ekspose agar dapat diakses jaringan luar (internet)
adalah firewall dan router.
61
BAB III
ANALISIS SISTEM
Dalam bab ini akan menjelaskan tentang analisis sistem dengan
menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), dimana
tahapannya adalah sebagai berikut :
3.1. Mengidentifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan
Pada tahap pertama siklus hidup pengembangan sistem ini, penganalisis
mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan yang hendak dicapai. Tahap ini
sangat penting bagi keberhasilan proyek, karena tidak seorangpun yang ingin
membuang-buang waktu kalau tujuan masalah yang keliru (Kendal,2006).
3.1.1. Identifikasi Masalah
Tahap pertama ini berarti bahwa penganalisis melihat dengan jujur pada
apa yang terrjadi didalam bisnis. Kemudian, bersama-sama dengan anggota
organisasi lain, penganalisis menentukan dengan tepat masalah-masalah tersebut
(Kendal,2006).
Pada tahap ini terlebih dahulu dilakukan survey ke lapangan (lokasi)
secara langsung untuk melihat dan melakukan wawancara proses bisnis yang
terjadi pada pengelolaan data cuti dan tukar dinas operator yang dikelola oleh
bagian kepegawaian.
Identifikasi masalah didahului dengan menguraikan kebutuhan organisasi
terhadap sistem yang akan dirancang agar penentuan masalah yang timbul dapat
memenuhi harapan kebutuhan sistem.
a. Kebutuhan Organisasi
PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kamojang merupakan
pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi panas bumi sebagai
penggerak utama. UBP Kamojang mempunyai 3 (tiga) Sub Unit Bisnis
Pembangkitan, yaitu: Sub UBP Kamojang, Sub UBP Darajat, dan Sub UBP
Gunung Salak.
62
UBP Kamojang mulai beroperasi dengan diresmikannya Unit I oleh
Presiden Soeharto, pada 7 Februari 1983. Disusul Unit II dan III pada bulan Juli
dan November 1987. Dilanjutkan dengan pembangunan Sub UBP Darajat yang
diselesaikan pada tahun 1993. Kemudian menyusul Sub UBP Gunung Salak yang
terdiri dari Unit I (1994), Unit II (1995), serta Unit III (1997).
Sub Unit Bisnis Pembangkitan Darajat mengelola satu unit mesin
pembangkit dengan kapasitas 55 Mega Watt, yang ikut berperan serta dalam
memasok kebutuhan energi listrik di Jawa Bali.
Visi PT.Indonesia Power
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir
periode perencanaan. Visi dari PT. Indonesia Power adalah menjadi perusahaan
publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan.
Misi PT.Indonesia Power
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan
dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi dari PT. Indonesia Power adalah
melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan usaha-
usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri dan niaga yang sehat,
guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam jangka panjang.
Tujuan PT.Indonesia Power
1. Menciptakan mekanisme peningkatan efesiensi yang terus-menerus dalam
penggunaan sumber daya perusahaan.
2. Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan
bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang
berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan.
3. Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari
berbagai sumber yang saling menguntungkan.
4. Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai
standar kelas duia dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi maupun
kelestarian lingkungan.
63
5. Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling menghargai
antar karyawan dan mitra kerja, serta mendorong terus kekokohan integritas
pribadi dan profesionalisme.
Struktur Organisasi PT.Indonesia Power Sub Unit PLTP Darajat
Struktur Organisasi PT.Indonesia Power Sub Unit PLTP Darajat terdiri
dari 1 (satu) Manajer Unit, 3 (tiga) supervisor senior, 5 (lima) supervisor dengan
beberapa pelaksana.
Bagan Struktur Organisasi PT.Indonesia Power Sub Unit PLTP Darajat
adalah sebagai berikut :
Gambar 3.1. Struktur Organisasi PT.Indonesia Power SUBP Darajat
Untuk mengelola data pegawai di PT.Indonesia Power Sub Unit PLTP
Darajat ini, diperlukan perhatian khusus dalam pelaksanaannya. Salah satunya
adalah dalam pengelolaan permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai.
Pengelolaan permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai yang masih
64
konvensional, belum memanfaatkan teknologi komputer yang maksimal dan
dengan keterbatasan sumber daya manusia, ternyata mempunyai pengaruh yang
besar terhadap kelancaran proses dari permohonan izin cuti dan tukar dinas
pegawai yang terjadi di perusahaan ini.
b. Masalah yang dapat diidentifikasi
Beberapa kendala atau permasalahan yang muncul dari cara pengelolaan
permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai yang terjadi selama ini,
menyebabkan proses permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai menjadi
berjalan dengan kurang lancar. Adapun beberapa kendala atau permasalahan yang
dihadapi selama ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Sistem perizinan pegawai yang berjalan sekarang masih bersifat manual dan
dipandang kurang efektif serta kurang efisien.
2. Administrasi perizinan pegawai belum terintegrasi dalam satu sistem informasi
berbasis komputerisasi.
3. Surat permohonan izin sering terlambat diterima kembali oleh pegawai
pemohon.
4. Informasi permohonan izin pegawai sering terlambat sampai ke bagian
kepegawaian.
3.1.2. Identifikasi Peluang
Peluang adalah situasi dimana penganalisis yakin bahwa peningkatan bisa
dilakukan melalui penggunaan sistem informasi terkomputerisasi. Mengukur
peluang memungkinkan bisnis untuk mencapai sisi kompetitif atau menyusun
standar-standar industri (Kendall,2006).
Selain peluang, ada beberapa hal penting yang dapat dipertimbangkan
dalam melakukan analisis dan perencanaan sistem, yaitu kekuatan, kelemahan dan
tantangan. Empat hal ini tentunya akan membantu dalam menentukan hal-hal
yang bisa dicapai dan hal-hal yang memerlukan perhatian dalam perancangan
sistem yang dikehendaki, yang diantaranya adalah :
65
a. Kekuatan
Perangkat keras komputer di Kantor PT.Indonesia Power Sub Unit PLTP
Darajat ini sudah dapat dikatakan sebagai alat bantu yang utama dan
menentukan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari para pegawainya.
Sudah terhubungnya komputer-komputer satu sama lain dalam satu
jaringan, maka hal itu akan sangat mendukung terhadap rencana
perancangan sistem informasi perizinan pegawai dalam lingkungan
intranet perusahaan ini.
Brainware atau User yang terdapat di lingkungan Kantor PT.Indonesia
Power Sub Unit PLTP Darajat ini, merupakan pegawai-pegawai yang
sudah mengenal dan mempergunakan komputer dalam pekerjaan rutinnya.
Hal ini akan menjadi modal dasar dalam pengoperasian sistem yang
nantinya akan dimanfaatkan untuk memperlancar proses permohonan izin
cuti dan tukar dinas para pegawai.
b. Kelemahan
Jaringan komputer yang telah terbangun tidak dimanfaatkan secara
maksimal oleh seluruh pegawai.
Bila terdapat gangguan pada sistem komputer ataupun jaringan komputer,
maka pegawai tidak bisa melakukan pekerjaannya.
Kesadaran pegawai yang kurang dalam hal tertib administrasi.
Perancang sistem masih belum berpengalaman dalam pembuatan aplikasi
di perusahaan.
c. Peluang
Perangkat lunak yang dapat ditemukan dan didapat dengan mudah dan
relatif murah, sangat mendukung terhadap rencana perancangan sistem
yang hendak dibangun ini.
Ketertarikan pegawai dalam menggunakan sistem terkomputerisasi yang
memangkas waktu dan tenaga dalam hal permohonan izin.
Program perusahaan dalam melakukan efektifitas dan efisiensi dalam
segala bidang.
66
d. Ancaman
Kebijakan dari pimpinan, yang menentukan sistem yang dibangun
nantinya dipakai atau tidak dalam pekerjaan sehari-hari.
Terdapat banyak konsultan yang membuat aplikasi sistem yang sudah
berpengalaman.
Hasil analisis berdasarkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan
ancaman diatas, hal yang paling mendasar dan sangat berpengaruh akan
terlaksananya pembangunan sistem informasi perizinan pegawai ini adalah
kebijakan dari seorang pimpinan. Karena dari kebijakan pimpinan inilah yang
menentukan sistem perizinan pegawai ini bisa dibangun dan diaplikasikan dalam
pekerjaan sehari-hari pegawai di lingkungan PT.Indonesia Power UBP Kamojang
Sub Unit PLTP Darajat.
3.1.3. Identifikasi Tujuan
Mengidentifikasi tujuan menjadi salah satu komponen yang terpenting
dalam tahap ini. Sebagaimana yang terpapar dalam Bab I, tujuan dari perancangan
program aplikasi izin pegawai berbasis jaringan dalam lingkungan intranet
perusahaan ini, adalah :
a. Membuat sistem informasi manajemen perizinan pegawai.
b. Administrasi perizinan pegawai dapat terintegrasi dengan baik, sehingga
informasi tentang perizinan pegawai terdapat dalam satu sistem informasi
berbasis komputerisasi.
c. Melakukan efisiensi waktu perizinan pegawai, mulai dari pegawai pemohon
sampai ke pihak kepegawaian.
3.2. Menentukan Syarat-Syarat informasi
Pada tahap ini, yang akan dilakukan adalah menentukan syarat-syarat
informasi, informasi yang baik harus memiliki syarat-syarat, diantaranya adalah :
a. Kecepatan dan kemudahan ( Amsyah, 2005).
b. Akurasi data dan informasi ( Fatansyah, 2002).
3.2.1. Kecepatan dan Kemudahan
Pada proses permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai yang sedang
berjalan saat ini masih menggunakan cara-cara konvensional, yang mana bisa
67
terjadinya kendala operasional, untuk mengatasi hal tersebut maka akan dirancang
dari sebuah sistem manual menjadi sistem berbasis komputerisasi dengan
memanfaatkan basisdata yang memungkinkan dapat mennyimpan data,
melakukan perubahan terhadap data dengan cepat, tepat dan akurat, menampilkan
kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah. Serta dengan pemanfaatan
jaringan komputer, dimana proses permohonan bisa dilakukan pada komputer di
ruangan masing-masing pegawai, dengan harapan :
a. Perancangan suatu sistem baru harus dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
b. Sistem yang baru harus mampu memberikan kecepatan dalam proses
permohonan permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai.
c. Sistem yang baru harus mampu memberikan kecepatan dalam proses
pengolahan data dan kemudahan dalam proses pencatatan data.
3.2.2. Akurasi Data dan Informasi
Hampir dalam semua aspek perangkat komputer dalam sebuah perusahaan
atau organisasi senantiasa berhubungan dengan basisdata. Pemanfaatan basisdata
dapat memungkinkan untuk bisa menyimpan data atau melakukan perubahan
terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan
mudah.
Keakuratan data dan informasi harus sesuai dengan kebutuhan sistem.
Perancangan sistem yang berbasis komputerisasi ini, merupakan solusi masalah
yang dihadapi, dimana masalah tersebut adalah dalam hal pengaksesan data dan
informasi yang diperlukan sering terjadi kehilangan data. Serta proses
permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai yang membutuhkan waktu lama,
karena dilakukan secara konvensional dimana formulir permohonan bisa
mengendap di salah satu pemberi izin yang berwenang. Sehingga dengan sistem
informasi perizinan pegawai dalam lingkungan intranet perusahaan yang
dikembangkan ini, diharapkan dapat :
a. Memudahkan dalam pencarian data dan informasi yang diperlukan oleh semua
pihak yang terlibat.
b. Mempercepat proses permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai, sehingga
tidak terjadi penundaan cuti atau tukar dinas pegawai yang disebabkan surat
permohonan belum disetujui.
68
c. Mempercepat proses permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai, sehingga
data bisa lebih cepat sampai ke bagian kepegawaian.
3.3. Menganalisis Kebutuhan Sistem
Tahap berikutnya adalah menganalisis kebutuhan-kebutuhan sistem.
Perangkat dan teknik-teknik tertentu akan membantu penganalisis dalam
menentukan kebutuhan. Perangkat yang dimaksud adalah penggunaan diagram
aliran data untuk menyusun daftar input, proses, dan output fungsi bisnis dalam
bentuk grafik terstruktur.
3.3.1. Analisa Input
Dokumen masukan dari sistem permohonan cuti dan tukar dinas pegawai
yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :
a. Dokumen masukan permohonan cuti pegawai.
Dokumen masukan yang berhubungan dengan proses permohonan cuti
pegawai, terdiri dari 2 (dua) formulir. Formulir pertama adalah formulir
keterangan tidak masuk kerja dan yang kedua adalah formulir permohonan cuti
pegawai. Kedua formulir tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
69
Gambar 3.2. Dokumen Masukan Keterangan tidak Masuk Kerja
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nomor, adalah nomor urut cuti (diisi oleh pihak kepegawaian)
Nama pegawai, adalah identitas nama pegawai yang tidak masuk kerja.
Bagian/Seksi/Urusan, adalah bagian/seksi/urusan tempat pegawai bekerja.
Unit satuan, adalah unit satuan pegawai bekerja.
Tidak masuk kerja tgl, adalah waktu (tanggal) pegawai tidak masuk kerja.
Sebab tidak masuk kerja, adalah alasan penyebab tidak masuk kerja. Diisi
dengan jenis cuti yang diambil.
Keterangan, surat keterangan penyebab tidak masuk kerja.
69
Gambar 3.2. Dokumen Masukan Keterangan tidak Masuk Kerja
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nomor, adalah nomor urut cuti (diisi oleh pihak kepegawaian)
Nama pegawai, adalah identitas nama pegawai yang tidak masuk kerja.
Bagian/Seksi/Urusan, adalah bagian/seksi/urusan tempat pegawai bekerja.
Unit satuan, adalah unit satuan pegawai bekerja.
Tidak masuk kerja tgl, adalah waktu (tanggal) pegawai tidak masuk kerja.
Sebab tidak masuk kerja, adalah alasan penyebab tidak masuk kerja. Diisi
dengan jenis cuti yang diambil.
Keterangan, surat keterangan penyebab tidak masuk kerja.
69
Gambar 3.2. Dokumen Masukan Keterangan tidak Masuk Kerja
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nomor, adalah nomor urut cuti (diisi oleh pihak kepegawaian)
Nama pegawai, adalah identitas nama pegawai yang tidak masuk kerja.
Bagian/Seksi/Urusan, adalah bagian/seksi/urusan tempat pegawai bekerja.
Unit satuan, adalah unit satuan pegawai bekerja.
Tidak masuk kerja tgl, adalah waktu (tanggal) pegawai tidak masuk kerja.
Sebab tidak masuk kerja, adalah alasan penyebab tidak masuk kerja. Diisi
dengan jenis cuti yang diambil.
Keterangan, surat keterangan penyebab tidak masuk kerja.
70
Gambar 3.3. Dokumen Masukan Permohonan Cuti Pegawai
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nama Pegawai/No.induk, adalah identitas nama pegawai yang mengajukan
cuti.
Pangkat/golongan/grade, adalah pangkat/golongan/grade dari pegawai yang
mengajukan cuti.
Jabatan/seksi, adalah jabatan/seksi dari pegawai yang mengajukan cuti.
Tanggal pelaksanaan cuti/izin, adalah waktu (tanggal) pegawai melaksanakan
cuti.
70
Gambar 3.3. Dokumen Masukan Permohonan Cuti Pegawai
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nama Pegawai/No.induk, adalah identitas nama pegawai yang mengajukan
cuti.
Pangkat/golongan/grade, adalah pangkat/golongan/grade dari pegawai yang
mengajukan cuti.
Jabatan/seksi, adalah jabatan/seksi dari pegawai yang mengajukan cuti.
Tanggal pelaksanaan cuti/izin, adalah waktu (tanggal) pegawai melaksanakan
cuti.
70
Gambar 3.3. Dokumen Masukan Permohonan Cuti Pegawai
Berikut adalah penjelasan dari gambar diiatas :
Nama Pegawai/No.induk, adalah identitas nama pegawai yang mengajukan
cuti.
Pangkat/golongan/grade, adalah pangkat/golongan/grade dari pegawai yang
mengajukan cuti.
Jabatan/seksi, adalah jabatan/seksi dari pegawai yang mengajukan cuti.
Tanggal pelaksanaan cuti/izin, adalah waktu (tanggal) pegawai melaksanakan
cuti.
71
Alamat selama cuti, adalah alamat pegawai selama melaksanakan cuti.
Dengan tujuan supaya perusahaan mudah menghubungi pegawai apabila
mendadak dibutuhkan, biasanya dicantumkan juga nomor telpon yang bisa
dihubungi.
Alasan cuti, adalah penyebab mengajukan cuti.
b. Dokumen masukan permohonan tukar dinas operator.
Pada proses pengajuan tukar dinas, proses dimulai dari 2 orang pegawai
yang berbeda regu shift mengajukan permohonan tukar dinas yang di ketik secara
manual menggunakan Ms.Word. Surat permohonan tersebut, setelah
ditandatangani oleh kedua orang pegawai yang akan melakukan tukar dinas
tersebut lalu diserahkan ke atasan masing-masing dari pegawai yang akan
melaksanakan tukar dinas. Setelah mendapat persetujuan dari atasan masing-
masing, lalu meminta persetujuan supervisor senior operasi. Setelah mendapat
persetujuan, berkas yang telah ditandatangani tersebut di bawa ke bagian
kepegawaian untuk dimasukan ke Data Base dan dipergunakan untuk laporan
absensi. Dalam hal yang mengajukan permohonan cuti atau tukar dinas adalah
setingkat supervisor ke atas, maka pejabat yang berwenang menolak atau
menyetujui adalah atasannya bertingkat sampai ke tingkat manajer. Formulir
permohonan tukar dinas operator dapat dilihat seperti gambar di bawah ini :
72
Gambar 3.4. Dokumen Masukan Permohonan Tukar Dinas Operator
72
Gambar 3.4. Dokumen Masukan Permohonan Tukar Dinas Operator
72
Gambar 3.4. Dokumen Masukan Permohonan Tukar Dinas Operator
73
Dalam gambar diatas terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
No, adalah untuk mencatat nomor urut.
Nama pegawai yang diganti, adalah nama dari pegawai yang akan diganti
dalam tukar dinas.
Regu (pegawai yang diganti), adalah nama regu dari pegawai yang diganti.
Alasan tukar dinas, adalah alasan pegawai yang diganti atau pegawai
pengganti mengajukan tukar dinas.
Tanda tangan yang diganti, adalah tanda tangan pegawai yang diganti sebagai
tanda persetujuan.
Nama pegawai pengganti, adalah nama dari pegawai pengganti dalam tukar
dinas.
Regu (pegawai pengganti), adalah nama regu dari pegawai yang pengganti.
Tanda tangan pengganti, adalah tanda tangan pegawai pengganti sebagai tanda
persetujuan.
Hari dinas yangdiganti, adalah nama hari dari dinas yang diganti.
Tanggal dinas yang diganti, adalah waktu (tanggal) dinas yang diganti.
Dinas yang diganti (shift), adalah nama dinas/shift yang diganti.
Hari dinas untuk mengganti, adalah nama hari dari dinas untuk mengganti.
Tanggal dinas untuk mengganti, adalah waktu (tanggal) dinas untuk
mengganti.
Dinas untuk mengganti, adalah nama dinas/shift untuk mengganti.
3.3.2. Proses Bisnis
Proses bisnis yang terjadi dalam permohonan cuti pegawai dan
permohonan tukar dinas operator melibatkan sejumlah pegawai yang berwenang
dalam menyetujui ataupun menolak permohonan cuti pegawai atau permohonan
tukar dinas operator. Proses bisnis yang sedang berjalan untuk permohonan cuti
pegawai dapat dilihat pada gambar 3.5. dan gambar 3.6.
74
Gambar 3.5. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang Sedang Berjalan
75
Gambar 3.6. Flowmap Proses Pengajuan Cuti yang Sedang Berjalan (lanjutan)
76
Adapun deskripsi sistem proses pengajuan cuti yang sedang berjalan
adalah sebagai berikut :
a. Pegawai mengajukan permohonan cuti sesuai dengan bidang kerja dan jenjang
jabatannya.
b. Berkas permohonan cuti yang telah ditandatangani pemohon, diserahkan
kepada atasan langsung pemohon, lalu ke atasannya lagi sampai ke tingkat
manajer, untuk disetujui atau ditolak. Adapun tingkatan yang berhak
menyetujui atau menolak permohonan cuti, adalah tingkat supervisor,
supervisor senior, dan manajer.
c. Jika surat permohonan cuti disetujui oleh atasan langsung pemohon sampai
tingkat manajer, yang ditandai dengan telah ditandatanganinya surat tersebut,
selanjutnya surat tersebut di serahkan kepada pihak kepegawaian untuk
diarsipkan.
Sedangkan untuk proses bisnis yang sedang berjalan untuk permohonan
tukar dinas operator adalah sebagai berikut :
Gambar 3.7. Flowmap Proses Pengajuan Tukar Dinas yang Sedang Berjalan
77
Adapun deskripsi proses pengajuan tukar dinas yang sedang berjalan
adalah sebagai berikut :
1. Dua orang pelaksana mengajukan surat permohonan tukar dinas.
2. Setelah ditandatangani surat tersebut diserahkan kepada supervisor operasi
masing-masing pemohon, untuk disetujui atau ditolak.
3. Apabila ditingkat supervisor operasi disetujui, selanjutnya surat tersebut
diserahkan kepada supervisor senior operasi, untuk disetujui atau ditolak.
4. Apabila di tingkat supervisor senior operasi surat tersebut disetujui, yang
ditandai dengan telah ditandatanganinya surat tersebut, selanjutnya surat
tersebut di serahkan kepada pihak kepegawaian untuk diarsipkan.
5. Dalam hal yang mengajukan tukar dinas adalah tingkat supervisor operasi,
maka alur permohonan persetujuannya langsung ke supervisor senior operasi.
3.3.3. Analisa Output
Dokumen keluaran yang dihasilkan dari sistem permohonan cuti dan tukar
dinas pegawai yang sedang berjalan adalah sama dengan dokumen masukannya.
Perbedaannya adalah pada dokumen keluaran, sudah ditandatanganinya dokumen
tersebut yang menandakan bahwa permohonan telah disetujui. Adapun bentuk
dari dokumen-dokumen keluaran dari sistem permohonan cuti dan tukar dinas
pegawai yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :
Gambar 3.8. Dokumen keluaran keterangan tidak masuk kerja
78
Gambar 3.9. Dokumen Keluaran Permohonan Cuti Pegawai
79
Gambar.3.10. Dokumen Keluaran Permohonan Tukar Dinas Operator
79
Gambar.3.10. Dokumen Keluaran Permohonan Tukar Dinas Operator
79
Gambar.3.10. Dokumen Keluaran Permohonan Tukar Dinas Operator
80
3.3.4. Hasil Analisis Sistem yang Sedang Berjalan
Dalam suatu sistem, tentunya terdapat suatu kelebihan dan kekurangan.
Begitu pula pada sistem pengajuan cuti pegawai dan sistem pengajuan tukar dinas
operator yang sedang berjalan. Dan dari kekurangan sistem inilah yang menjadi
langkah awal untuk pengembangan sistem tersebut supaya menjadi lebih baik.
3.3.4.1. Kelebihan Sistemyang Sedang Berjalan
Kelebihan dari sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang sedang
berjalan diantaranya adalah terdapatnya waktu pertemuan antara atasan dan
bawahan, walaupun hanya ketika meminta persetujuan cuti atau tukar dinas.
Sehingga akan mempererat silaturahmi antara atasan dan bawahan.
3.3.4.2. Kekurangan Sistemyang Sedang Berjalan
Pada sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang sedang berjalan,
terdapat kelemahan dari kedua sistem tersebut, diantaranya :
a. Proses persetujuan cuti atau tukar dinas oleh supervisor, Supervisor Senior,
dan Manajer memerlukan waktu yang lama.
b. Surat permohonan izin cuti dan tukar dinas pegawai sering terlambat sampai
ke Bagian Kepegawaian.
3.3.5. Anasilis Sistem Yang Akan Di Bangun
Analisis dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian kompenennya dengan maksud untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan dan hambatan
yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya.
Tahapan analisis sistem dilakukan setelah tahapan perencanaan sistem dan
sebelum tahap desain sistem. Tahap analisis sistem merupakan tahap yang kritis
dan sangat penting karena kesalahan ditahap ini akan menyebabkan kesalahan
ditahap selanjutnya.
Analisis sistem yang akan dibangun dapat dilihat pada gambar 3.11. dan
gambar 3.12.
81
Gambar 3.11. Flowmap Sistem yang akan Dibangun
81
Gambar 3.11. Flowmap Sistem yang akan Dibangun
81
Gambar 3.11. Flowmap Sistem yang akan Dibangun
82
Gambar 3.12. Flowmap Sistem yang akan Dibangun (lanjutan)
82
Gambar 3.12. Flowmap Sistem yang akan Dibangun (lanjutan)
82
Gambar 3.12. Flowmap Sistem yang akan Dibangun (lanjutan)
83
Pada sistem yang akan dibangun ini, sudah terdapat data base terpusat
yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dari keseluruhan kegiatan yang
berhubungan dengan data dan informasi.
Pada proses pengajuan izin cuti dan tukar dinas operator yang yang akan
dirancang, pegawai mengisi aplikasi permohonan cuti atau tukar dinas pada
komputer di ruangannya. Adapun untuk proses persetujuan dari supervisor,
Supervisor Senior, Supervisor Umum dan Manajer dilakukan pada komputernya
masing-masing.
Dapat dijelaskan kegiatan-kegiatan yang terjadi pada sistem informasi
perizinan pegawai sebagai berikut :
a. Pegawai
Mengajukan permohonan izin dengan mengisi aplikasi permohonan izin pada
komputer di ruangannya.
b. Supervisor
Supervisor bisa mengajukan permohonan cuti dan permohonan tukar dinas
(khusus supervisor operasi). Selain itu, juga menyetujui atau menolak
permohonan izin yang diajukan pegawai (bawahan). Apabila Supervisor
menolak permohonan izin tersebut, maka aplikasi akan berhenti sampai disini
dan tidak akan minta persetujuan ke Sp.Senior, Manajer dan tidak sampai ke
Kepegawaian.
Terdapat 8 (delapan) orang supervisor, yaitu :
1) Supervisor Operasi A,membawahi operator Regu A.
2) Supervisor Operasi B,membawahi operator Regu B.
3) Supervisor Operasi C,membawahi operator Regu C.
4) Supervisor Operasi D,membawahi operator Regu D.
5) Supervisor K3 Kimia & lingkungan membawahi bagian K3 Kimia &
lingkungan.
6) Supervisor Pemeliharaan Mesin membawahi bagian Pemeliharaan Mesin.
7) Supervisor Pemeliharaan Listrik membawahi bagian Pemeliharaan
Listrik.
8) Supervisor Pemeliharaan Instrument & Kontrol membawahi bagian
Pemeliharaan Instrument & Kontrol.
84
c. Supervisor Senior
Supervisor Senior bisa mengajukan permohonan cuti. Selain itu, juga
menyetujui atau menolak permohonan izin yang telah disetujui oleh atasan
langsung pegawai. Apabila Supervisor Senior menolak permohonan izin
tersebut, maka aplikasi akan berhenti sampai disini dan tidak akan minta
persetujuan ke Manager dan tidak sampai ke Kepegawaian.
Terdapat 3 (tiga) orang supervisor senior, yaitu :
1) Supervisor Senior Operasi, membawahi 5 Supervisor ( Operasi A,B,C
dan D serta Supervisor K3 Kimia & lingkungan ).
2) Supervisor Senior Pemeliharaan, membawahi 3 Supervisor
( Pemeliharaan Mesin, listrik serta Instrument & Kontrol).
3) Supervisor Senior Umum, membawahi bagian Bengkel & Tools, bagian
Logistik & Gudang, bagian Administrasi & Keuangan, serta bagian
fasilitas & Pelayanan Umum.
d. Manajer
Menyetujui atau menolak permohonan izin yang telah disetujui oleh
Supervisor Senior. Apabila Manager menolak permohonan izin tersebut, maka
aplikasi akan berhenti sampai disini dan tidak akan sampai ke Kepegawaian.
e. Kepegawaian
Menerima tembusan langsung tentang pengajuan izin pegawai, yang tentunya
telah disetujui oleh pihak-pihak yang berwenang. Selain itu, juga membuat
laporan-laporan tentang perizinan pegawai.
3.3.6. Hasil Analisis Sistem Yang Akan dibangun
Sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang akan dibangun merupakan
sistem yang bisa dikatakan jauh dari kata sempurna. Pada sistem tersebut, terdapat
juga beberapa kekurangan yang tidak bisa dihindari, disamping beberapa
kelebihannya.
3.3.6.1 Kelebihan SistemYang Akan dibangun
Kelebihan dari sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang akan
dibangun, diantaranya :
85
a. Administrasi perizinan pegawai dapat terintegrasi dengan baik, sehingga
informasi tentang perizinan pegawai terdapat dalam satu sistem informasi
berbasis komputerisasi.
b. Melakukan efektifitas dan efisiensi waktu perizinan pegawai, mulai dari
permohonan surat izin sampai surat izin diterima oleh bagian kepegawaian.
3.3.6.2 Kekurangan SistemYang Akan dibangun
Kekurangan dari sistem permohonan cuti dan tukar dinas yang akan
dibangun, diantaranya :
a. Silaturahmi antara atasan dan bawahan akan sedikit berkurang.
b. Bila terdapat gangguan pada sistem jaringan komputer, maka pegawai tidak
bisa mengajukan permohonan cuti atau tukar dinas.
3.3.7. Kebutuhan Hardware
Hardware atau perangkat keras yang dibutuhkan dalam sistem perizinan
pegawai berbasis jaringan dalam lingkungan intranet ini, adalah beberapa
perangkat komputer (yang akan digunakan sebagai komputer client dan satu unit
untuk server ) dengan spesifikasi sebagai berikut :
Tabel 3.1. Spesifikasi Minimum Komputer

Nama
Hardware
Spesifikasi PC Client
Spesifikasi PC
Server
1 Processor
Intel Pentium IV atau
lebih besar
Min 2GH quard core
2 RAM (Memory) 256 Mb RAM 8GB
3 Harddisk 30 GB
Min 200GB atau sesuai
kebutuhan
4 Optical Drive CD-Rom 52x
CD-Rom 52x
5 VGA Card Onboard
VGA 1GB.
6 Keyboard Standard
Standard
7 Mouse Standard
Standard
8 Monitor Resolusi 800 x 600 pixel
Resolusi 800 x 600
pixel
9 LAN Onboard 2X 100Mbps
10 Plus satu buah printer
86
3.3.8. Kebutuhan Software
Dalam proses perancangan sistem perizinan pegawai berbasis jaringan
dalam lingkungan intranet, yang dirancang dengan metode SDLC tentu
memerlukan perangkat lunak pendukung yang digunakan. Adapun perangkat
lunak (software) yang diperlukan antara lain :
1. Microsoft Windows XP (atau yang lebih tinggi), sebagai software sistem
operasi.
2. XAMPP, yang merupakan software gabungan yang berisi program
aplikasi Apache, my SQL dan PHP.
3. Edit plus 3 dan CodeIgniter sebagai software pendukung untuk membuat
antarmuka aplikasi.
4. SQL Manager 2007 for my SQL dan Php My Admin, sebagai software
pendukung untuk mengolah database.
5. Microsoft Office Visio 2007, sebagai software pendukung untuk membuat
laporan seperti desain flowmap, DFD, dan lainnya.
6. Software pendukung lainnya yang diperlukan baik untuk proses
perancangan sistem maupun proses pembuatan laporan.
3.3.9. Kebutuhan Brainware
Brainware atau manusia yang terlibat dalam perancangan sistem perizinan
pegawai berbasis jaringan dalam lingkungan intranet, secara umum membutuhkan
beberapa elemen sumber daya manusia sebagai berikut :
a. Analis dan perancang sistem, yang berupaya menganalisis input data atau
aliran data secara sistematis, memproses atau mentransformasikan data,
menyimpan data, dan menghasilkan output informasi dalam konteks bisnis
khusus.
b. Programmer, seorang programmer dibutuhkan untuk melaksanakan tugas
menyusun dan menerjemahkan algoritma kedalam sintaks bahasa
pemrograman tertentu termasuk mendesain antarmuka sistem.
c. Pengguna (user), yang meliputi para pegawai di perusahaan, yang
didalammya meliputi pemohon izin, atasan yang berhak menyetujui izin
dan bagian kepegawaian.
87
3.3.10. Data Flow Diagram (DFD)
Setelah melakukan analisis terhadap data dan informasi yang terlibat
dalam sistem informasi perizinan pegawai ini, maka untuk perancangan sistem
yang baru diajukan DFD usulan.
3.3.10.1 Diagram Konteks
Diagram konteks memberikan gambaran ruang lingkup sistem yang akan
dibangun secara keseluruhan dan dihubungkan dengan kesatuan luar (eksternal
entity) yang terlibat dalam proses utama.
Gambar 3.13. DFD Konteks Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
3.3.10.2 Data Flow Diagram Level 0
Diagram level 0 dari sistem perizinan pegawai yang dirancang adalah
sebagai berikut :
88
Gambar 3.14. Diagram 0 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
Pada diagram level 0 sistem perizinan pegawai yang dirancang terdapat
empat proses, yaitu proses entry data, proses cuti, proses tukar dinas dan proses
cetak laporan.
3.3.10.3 Diagram Rinci 1.0 Level 2
Diagram rinci 1.0 level 2 adalah diagram yang menguraikan proses entry
data pada diagram 0. Terdapat dua proses pada diagram rinci 1.0 level 2 ini, yaitu
proses entry data pegawai dan entry data jabatan. Diagram rinci 1.0 level 2 dapat
dilihat pada gambar berikut :
89
Gambar 3.15. Diagram 1.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
3.3.10.4 Diagram Rinci 2.0 Level 2
Diagram rinci 2.0 level 2 adalah diagram yang menguraikan proses cuti
pada diagram 0. Terdapat empat proses pada diagram rinci 2.0 level 2 ini, yaitu
proses permohonan cuti, proses dokumen cuti, proses permohonan cuti masuk dan
proses dokumen cuti yang disetujui. Diagram rinci 2.0 level 2 dapat dilihat pada
gambar berikut :
Gambar 3.16. Diagram 2.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
3.3.10.5 Diagram Rinci 3.0 Level 2
Diagram rinci 3.0 level 2 adalah diagram yang menguraikan proses tukar
dinas pada diagram 0. Terdapat empat proses pada diagram rinci 3.0 level 2 ini,
yaitu proses permohonan tukar dinas, proses dokumen tukar dinas, proses
90
permohonan tukar dinas masuk dan proses dokumen tukar dinas yang disetujui.
Diagram rinci 3.0 level 2 dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 3.17. Diagram 3.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
3.3.10.6 Diagram Rinci 4.0 Level 2
Diagram rinci 4.0 level 2 adalah diagram yang menguraikan proses cetak
laporan pada diagram 0. Terdapat enam proses pada diagram rinci 4.0 level 2 ini,
yaitu proses cetak permohonan cuti, proses cetak laporan tahunan cuti pegawai,
proses cetak permohonan tukar dinas, proses cetak laporan bulanan tukar dinas
pegawai, proses cetak laporan bulanan pegawai yang cuti, dan proses cetak
laporan bulanan pegawai yang tukar dinas. Diagram rinci 4.0 level 2 dapat dilihat
pada gambar berikut :
91
Gambar 3.18. Diagram 4.0 Level 2 Sistem Perizinan Pegawai yang Dirancang
3.3.11. Kamus Data
Pada kamus data ini, dijelaskan secara lebih detail tentang proses-proses,
data flow, dan data store yang terdapat pada sistem yang dirancang.
3.3.11.1 Penjelasan Proses
a. Modul : 1.1
Nama Modul : Entry Data Pegawai
Masukan : Form Data Pegawai
Keluaran : File Pegawai
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian sebagai data master dari
sistem yang dirancang.
b. Modul :1.2
Nama Modul : Entry Data Jabatan
Masukan : Form Data Jabatan
Keluaran : File Jabatan
92
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian sebagai data master dari
sistem yang dirancang.
c. Modul : 2.1
Nama Modul : Permohonan Cuti
Masukan : Data Pegawai,Data Jabatan, Form. Permohonan Cuti.
Keluaran : Data cuti.
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh pegawai ketika akan melakukan permohonan
cuti.
d. Modul : 2.2
Nama Modul : Dokumen Cuti
Masukan : Data Cuti
Keluaran : -
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh pegawai yang melakukan permohonan cuti,
untuk memeriksa status cuti yang diajukan sudah di setujui oleh atasan
atau belum. Dalam proses ini juga pegawai bersangkutan bisa melihat data
cuti yang pernah dilakukannya.
e. Modul : 2.3
Nama Modul : Permohonan Cuti masuk
Masukan : Data Cuti, Persetujuan atau penolakan grup atasan.
Keluaran : -
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh grup atasan pegawai, dimana atasan bisa melihat
permohonan cuti dari bawahannya dan melakukan persetujuan atau
penolakan permohonan tersebut.
f. Modul : 2.4
Nama Modul : Dokumen Cuti yang Disetujui
Masukan : Data Cuti
Keluaran : Dokumen Cuti yang Disetujui
93
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh kepegawaian untuk memeriksa permohonan cuti
pegawai yang sudah disetujui oleh grup atasan.
g. Modul : 3.1
Nama Modul : Permohonan Tukar dinas
Masukan : Data Pegawai,Data Jabatan, Form. Permohonan Tukar
dinas.
Keluaran : Data tukar dinas.
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh pegawai ketika akan melakukan permohonan
tukar dinas.
h. Modul : 3.2
Nama Modul : Dokumen Tukar dinas
Masukan : Data Tukar dinas
Keluaran : -
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh pegawai yang melakukan permohonan tukar
dinas, untuk memeriksa status tukar dinas yang diajukan sudah di setujui
oleh atasan atau belum. Dalam proses ini juga pegawai bersangkutan bisa
melihat data tukar dinas yang pernah dilakukannya.
i. Modul : 3.3
Nama Modul : Permohonan Tukar dinas masuk
Masukan : Data Tukar dinas, Persetujuan atau penolakan grup atasan.
Keluaran : -
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh grup atasan pegawai, dimana atasan bisa melihat
permohonan tukar dinas dari bawahannya dan melakukan persetujuan atau
penolakan permohonan tersebut.
j. Modul : 3.4
Nama Modul : Dokumen Tukar dinas yang Disetujui
Masukan : Data Tukar dinas
Keluaran : Dokumen Tukar dinas yang Disetujui
94
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh kepegawaian untuk memeriksa permohonan
tukar dinas pegawai yang sudah disetujui oleh grup atasan.
k. Modul : 4.1
Nama Modul : Cetak Permohonan Cuti
Masukan : File dokumen cuti
Keluaran : Permohonan Cuti Pegawai
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian untuk membuat laporan
permohonan cuti pegawai.
l. Modul : 4.2
Nama Modul : Cetak Permohonan tukar dinas
Masukan : File tukar dinas
Keluaran : Permohonan Tukar Dinas Pegawai
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian untuk membuat laporan
permohonan tukar dinas pegawai.
m. Modul : 4.3
Nama Modul : Cetak Laporan Bulanan tukar dinas
Masukan : File tukar dinas
Keluaran : Laporan bulanan tukar dinas
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian untuk membuat laporan
data tukar dinas dalam jangka waktu satu bulan.
n. Modul : 4.4
Nama Modul : Cetak Laporan Bulanan cuti
Masukan : File dokumen cuti
Keluaran : Laporan bulanan cuti
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh bagian kepegawaian untuk membuat laporan
data pegawai-pegawai yang melakukan cuti dalam jangka waktu satu
bulan.
95
o. Modul : 5.0.P
Nama Modul : Ganti Password
Masukan : Form ganti password
Keluaran : File Pegawai
Ringkasan Proses :
Proses ini dilakukan oleh user untuk mengganti password-nya.
3.3.11.2 Penjelasan Data Flow
a. Nama Data Flow : Form Data Pegawai
Dari Proses : -
Ke Proses : 1.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data pegawai.
Struktur Data :
pegawai_id + pegawai_nama + jabatan_id + pegawai_nip +
pegawai_tgl_pengangkatan + pegawai_alamat + pegawai_telp +
pegawai_jenis_kelamin +pegawai_jatah_cuti_tahunan +
pegawai_jatah_cuti_besar + pegawai_hak_akses + pegawai_user_name +
pegawai_user_password + pegawai_ttd
b. Nama Data Flow : Form Data Jabatan
Dari Proses : -
Ke Proses : 1.2
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data jabatan pegawai.
Struktur Data :
Jabatan_id + Jabatan_nama + sifat_kerja + jabatan_parent.
c. Nama Data Flow : Form. Permohonan Cuti
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data permohonan cuti pegawai.
96
Struktur Data :
Dokumen_cuti_id + Dokumen_cuti_jenis + pegawai_id +
dokumen_cuti_tgl_mulai + dokumen_cuti_lama_hari +
dokumen_cuti_alamat + Dokumen_cuti_Uraian + dokumen_cuti_status +
posisi_permohonan + tgl_buat
d. Nama Data Flow : Data Pegawai
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data pegawai.
Struktur Data :
pegawai_id + pegawai_nama + jabatan_id + pegawai_nip +
pegawai_tgl_pengangkatan + pegawai_alamat + pegawai_telp +
pegawai_jenis_kelamin +pegawai_jatah_cuti_tahunan +
pegawai_jatah_cuti_besar + pegawai_hak_akses + pegawai_user_name +
pegawai_user_password + pegawai_ttd
e. Nama Data Flow : Data Jabatan
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data jabatan pegawai.
Struktur Data :
Jabatan_id + Jabatan_nama + sifat_kerja + jabatan_parent.
f. Nama Data Flow : Data Cuti
Dari Proses : 2.1
Ke Proses : -
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data cuti pegawai.
Struktur Data :
Dokumen_cuti_id + Dokumen_cuti_jenis + pegawai_id +
dokumen_cuti_tgl_mulai + dokumen_cuti_lama_hari +
97
dokumen_cuti_alamat + Dokumen_cuti_Uraian + dokumen_cuti_status +
posisi_permohonan + tgl_buat
g. Nama Data Flow : Data Cuti
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.2
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data cuti pegawai.
Struktur Data :
Dokumen_cuti_jenis + dokumen_cuti_tgl_mulai +
dokumen_cuti_lama_hari + dokumen_cuti_alamat +
Dokumen_cuti_Uraian + dokumen_cuti_status + posisi_permohonan +
tgl_buat
h. Nama Data Flow : Data Cuti
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.3
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data cuti pegawai yang membuat
permohonan cuti.
Struktur Data :
Dokumen_cuti_jenis + dokumen_cuti_tgl_mulai +
dokumen_cuti_lama_hari + dokumen_cuti_alamat +
Dokumen_cuti_Uraian + pegawai_nama + tgl_buat
i. Nama Data Flow : Data Cuti
Dari Proses : 2.3
Ke Proses : -
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data cuti pegawai yang permohonan cutinya
disetujui atau ditolak.
Struktur Data :
Dokumen_cuti_jenis + dokumen_cuti_tgl_mulai +
dokumen_cuti_lama_hari + dokumen_cuti_alamat +
98
Dokumen_cuti_Uraian + pegawai_nama + dokumen_cuti_persetujuan +
tgl_buat
j. Nama Data Flow : Data Cuti
Dari Proses : -
Ke Proses : 2.4
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data cuti pegawai yang permohonan cutinya
disetujui .
Struktur Data :
Dokumen_cuti_jenis + dokumen_cuti_tgl_mulai +
dokumen_cuti_lama_hari + dokumen_cuti_alamat +
Dokumen_cuti_Uraian + dokumen_cuti_status + tgl_buat
k. Nama Data Flow : Data Pegawai
Dari Proses : -
Ke Proses : 3.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data pegawai.
Struktur Data :
pegawai_id + pegawai_nama + jabatan_id + pegawai_nip +
pegawai_tgl_pengangkatan + pegawai_alamat + pegawai_telp +
pegawai_jenis_kelamin +pegawai_jatah_cuti_tahunan +
pegawai_jatah_cuti_besar + pegawai_hak_akses + pegawai_user_name +
pegawai_user_password + Pegawai_ttd
l. Nama Data Flow : Data Jabatan
Dari Proses : -
Ke Proses : 3.1
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data jabatan pegawai.
Struktur Data :
Jabatan_id + Jabatan_nama + sifat_kerja + jabatan_parent.
m. Nama Data Flow : Data tukar dinas
Dari Proses : 3.1
99
Ke Proses : -
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data tukar dinas pegawai.
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
n. Nama Data Flow : Data tukar dinas
Dari Proses : -
Ke Proses : 3.2
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data tukar dinas pegawai.
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
o. Nama Data Flow : Data tukar dinas
Dari Proses : -
Ke Proses : 3.3
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data tukar dinas pegawai.
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
100
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
p. Nama Data Flow : Data tukar dinas
Dari Proses : 3.3
Ke Proses : -
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data persetujuan atau penolakan
permohonan tukar dinas.
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
q. Nama Data Flow : Data tukar dinas
Dari Proses : -
Ke Proses : 3.4
Deskripsi :
Merupakan daftar yang berisi data tukar dinas pegawai yang permohonan
tukar dinasnya disetujui.
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
101
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
3.3.11.3 Penjelasan Data Store
a. Nama Data Store : File Pegawai
Struktur Data :
pegawai_id + pegawai_nama + jabatan_id + pegawai_nip +
pegawai_tgl_pengangkatan + pegawai_alamat + pegawai_telp +
pegawai_jenis_kelamin +pegawai_jatah_cuti_tahunan +
pegawai_jatah_cuti_besar + pegawai_hak_akses + pegawai_user_name +
pegawai_user_password + pegawai_ttd
Deskripsi :
Berisi data mengenai pegawai
b. Nama Data Store : File Jabatan
Struktur Data :
Jabatan_id + Jabatan_nama + sifat_kerja + jabatan_parent.
Deskripsi :
Berisi data mengenai jabatan pegawai
c. Nama Data Store : File Dokumen Cuti
Struktur Data :
Dokumen_cuti_id + Dokumen_cuti_jenis + pegawai_id +
dokumen_cuti_tgl_mulai + dokumen_cuti_lama_hari +
dokumen_cuti_alamat + Dokumen_cuti_Uraian + dokumen_cuti_status +
posisi_permohonan + tgl_buat
Deskripsi :
Berisi daftar mengenai data cuti pegawai
d. Nama Data Store : File Tukar Dinas
Struktur Data :
tukar_dinas_id + pegawai_id_yang_diganti + jabatan_id_yang_diganti +
posisi_permohonan_yang_diganti + pegawai_id_pengganti +
jabatan_id_pengganti + posisi_permohonan_pengganti +
tukar_dinas_uraian + tukar_dinas_yang_diganti_hari +
102
tukar_dinas_yang_diganti_tgl + tukar_dinas_yang_diganti_dinas +
tukar_dinas_pengganti_hari + tukar_dinas_pengganti_tgl +
tukar_dinas_pengganti_dinas + tukar_dinas_status + tgl_buat
Deskripsi :
Berisi daftar mengenai data tukar dinas pegawai
103
BAB IV
PERANCANGAN SISTEM
Perancangan sistem memiliki pengertian sebagai suatu proses untuk
merancang sistem yang baru yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi
organisasi.
4.1. Merancang Sistem yang Direkomendasikan
Berdasarkan analisis pada sistem permohonan cuti dan tukar dinas
pegawai yang sedang berjalan di PT. Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit
Pembangkitan Darajat, terdapat beberapa masalah sebagaimana telah disebutkan
terdahulu, maka untuk memecahkan masalah tersebut diusulkan suatu bentuk
pengembangan sistem, dari yang sebelumnya manual menjadi sistem yang
berbasis komputerisasi dengan prosedur yang telah digambarkan pada flowmap
yang telah diusulkan sebelumnya.
4.1.1 Perancangan Basis Data
Dalam melakukan perancangan basis data untuk sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan ini menggunakan pemodelan database relational. Perancangan
basis data bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara entitas yang ada didalam
sistem informasi perizinan pegawai berbasis jaringan. Entitas relasional berisi
komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi
dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta yang ditinjau.
Perancangan basis data diperlukan agar basis data menjadi kompak dan
efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan, dan
mudah dalam memanipulasi data (insert, delete, update). Dalam merancang basis
data dapat dilakukan dengan :
a. Membuat model entity relationship.
b. Menerapkan normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.
4.1.1.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Untuk menjelaskan keterhubungan antar entitas yang ada pada sistem
informasi perizinan pegawai berbasis jaringan, maka perlu dilakukan desain
104
Entity Relationship Diagram (ERD) sehingga akan diperoleh gambaran dari setiap
fungsi yang ada pada sistem yang dirancang. Berikut digambarkan Entity
Relationship Diagram (ERD) pada sistem informasi perizinan pegawai berbasis
jaringan.
Gambar 4.1. Diagram E-R Sistem yang Dirancang
4.1.1.2. Normalisasi
Tahapan normalisasi yang digunakan untuk mengidentifikasi kenormalan
setiap tabel adalah menggunakan bentuk 1NF, 2NF, dan 3NF sebagai berikut :
a. Tabel Permohonan Cuti
Berdasarkan kebutuhan dalam melakukan permohonan cuti, diperoleh
atribut atribut untuk tabel permohonan cuti, yaitu : cuti_id, pegawai_id, nama,
105
jabatan_id, jabatan, NIP, Jenis kelamin, tanggal mulai, lama cuti, alamat cuti,
telpon, alasan, tanda tangan pemohon, atasan ke-1, atasan ke-2, atasan ke-3, tanda
tangan atasan ke-1, tanda tangan atasan ke-2, tanda tangan atasan ke-3, tanggal
pengangkatan, jenis cuti, alamat rumah, jatah cuti tahunan, jatah cuti besar, hak
akses, user name, password, status cuti, tgl_buat dan posisi permohonan.
Tabel 4.1. Tabel Permohonan Cuti
CuLl
_ld
egawal
_ld
nama !abaLan
_ld
!abaLan nl !enls
kelamln
1anggal
Mulal
Lama
CuLl
AlamaL
CuLl
Tabel 4.2. Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)
1elp Alasan 1anda
Langan
pemohon
ALasan
ke-1
ALasan
ke-2
ALasan
ke-3
1anda
Langan
aLasan
ke 1
1anda
Langan
aLasan
ke 2
1anda
Langan
aLasan
ke 3
1anggal
engang
kaLan
Tabel 4.3. Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)
!enls
CuLl
AlamaL
8umah
!aLah
CuLl
1ahunan
!aLah
CuLl
8esar
Pak
Akses
user
name
assword SLaLus
cuLl
oslsl
ermo
honan
1gl_
buaL
1) Normalisasi Tahap Pertama (1 NF)
Tabel permohonan cuti diatas, sudah merupakan tabel yang sudah
memenuhi bentuk normal pertama karena setiap atribut pada tabel tersebut
merupakan atribut yang memiliki pengertian yang tunggal, tidak ada yang
memiliki makna ganda serta setiap baris pada tabel diatas tidak ada yang sama.
Maka bentuk normal pertama-nya adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4. Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti
CuLl
_ld
egawal
_ld
nama !abaLan
_ld
!abaLan nl !enls
kelamln
1anggal
Mulal
Lama
CuLl
AlamaL
CuLl
106
Tabel 4.5. Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)
1elp Alasan 1anda
Langan
pemohon
ALasan
ke-1
ALasan
ke-2
ALasan
ke-3
1anda
Langan
aLasan
ke 1
1anda
Langan
aLasan
ke 2
1anda
Langan
aLasan
ke 3
1anggal
engang
kaLan
Tabel 4.6. Bentuk Normal Pertama Tabel Permohonan Cuti (lanjutan)
!enls
CuLl
AlamaL
8umah
!aLah
CuLl
1ahunan
!aLah
CuLl
8esar
Pak
Akses
user
name
assword SLaLus
cuLl
oslsl
ermo
honan
1gl_
buaL
2) Normalisasi Tahap kedua (2 NF)
Pembentukan normal kedua dengan cara mencari kunci-kunci field yang
sifatnya unik. Melihat kondisi tabel permohonan cuti diatas, maka dapat diambil
kunci kandidat, yaitu :
Cuti_id
Pegawai_id
Jabatan_id
Dimana setiap field bergantung penuh kepada primary key, maka bentuk
normal kedua-nya adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7. Bentuk Normal Kedua Tabel Dokumen Cuti
CuLl_
ld
!enls
CuLl
egawal
_ld
1anggal
Mulal
Lama
CuLl
AlamaL
CuLl
Alasan SLaLus
cuLl
oslsl
ermohonan
1gl_buaL
Tabel 4.8. Bentuk Normal Kedua Tabel Pegawai
ega
wal_
ld
na
ma
!aba
Lan
_ld
n
l

!enls
kela
-mln
1elp 1anggal
engang
-kaLan
Ala
maL
8u
mah
!a
Lah
CuLl
1ahu
nan
!a
Lah
Cu
Ll
8e
sar
1an
da
La
ngan
Pak
Ak
ses
user
name
ass
word
ega
wal_
LLd
Tabel 4.9. Bentuk Normal Kedua Tabel Jabatan
!abaLan_ld nama [abaLan SlfaL_ker[a arenL [abaLan
107
3) Normalisasi Tahap ketiga (3 NF)
Masing-masing tabel normal kedua diatas, juga sudah memenuhi bentuk
normal ketiga karena atribut-atribut bukan kunci tidak ada yang bergantung
transitif, seluruhnya sudah bergantung secara penuh pada kunci utamanya. Maka
bentuk normal ketiga-nya adalah :
Tabel 4.10. Bentuk Normal Ketiga Tabel Dokumen Cuti
CuLl_
ld
!enls
CuLl
egawal
_ld
1anggal
Mulal
Lama
CuLl
AlamaL
CuLl
Alasan SLaLus
cuLl
oslsl
ermohonan
1gl_buaL
Tabel 4.11. Bentuk Normal Ketiga Tabel Pegawai
ega
wal_
ld
na
ma
!aba
Lan
_ld
n
l

!enls
kela
-mln
1elp 1anggal
engang
-kaLan
Ala
maL
8u
mah
!a
Lah
CuLl
1ahu
nan
!a
Lah
Cu
Ll
8e
sar
1an
da
La
ngan
Pak
Ak
ses
user
name
ass
word
ega
wal_
LLd
Tabel 4.12. Bentuk Normal Ketiga Tabel Jabatan
!abaLan_ld nama [abaLan SlfaL_ker[a arenL [abaLan
b. Tabel Tukar Dinas
Berdasarkan kebutuhan dalam melakukan permohonan tukar dinas,
diperoleh atribut atribut untuk tabel tukar dinas, yaitu : tukar dinas_id, pegawai_id
yang diganti, nama pegawai yang diganti, jabatan_id yang diganti, jabatan
pegawai yang diganti, posisi permohonan yang diganti, tanda tangan pegawai
yang diganti, pegawai_id pengganti, nama pegawai pengganti, jabatan_id
pengganti, jabatan pegawai pengganti, posisi permohonan pengganti, tanda tangan
pegawai pengganti, alasan, hari yang diganti, tanggal yang diganti, dinas yang
diganti, hari pengganti, tanggal pengganti, dinas pengganti, status tukar dinas,
atasan yang diganti, atasan pengganti, atasan ke-2, tanda tangan atasan yang
diganti, tanda tangan atasan pengganti, tanda tangan atasan ke-2, hak akses, user
name, tgl_buat dan password.
108
Tabel 4.13. Tabel Tukar Dinas
1ukar
dlnas_
ld
egawal
_ld yang
dlganLl
nama
pegawal
yang
dlganLl
!abaLan
_ld
yang
dlganLl
!abaLan
pegawal
yang
dlganLl
oslsl
permo-
honan
yang
dlganLl
1anda
Langan
pegawal
yang
dlganLl
egawal
_ld
penggan
Ll
nama
pegawal
pengganLl
!abaLan_ld
pengganLl
Tabel 4.14. Tabel Tukar Dinas (lanjutan)
[abaLan
pegawal
penggan
Ll
oslsl
permoho
nan
pengganLl
1anda
Langan
pegawal
pengganLl
Alasan Parl
yang
dlganLl
1anggal
yang
dlganLl
ulnas
yang
dlganLl
Parl
penggan
Ll
1anggal
penggan
Ll
ulnas
penggan
Ll
Tabel 4.15. Tabel Tukar Dinas (lanjutan)
SLaLus
Lukar
dlnas
ALasan
yang
dlganLl
ALasan
penggan
Ll
ALasan
ke 2
1anda
Langan
ALasan
yang
dlganLl
1anda
Langan
ALasan
penggan
Ll
1anda
Langan
aLasan
ke 2
Pak
Akses
user
name
assword 1gl_
buaL
1) Normalisasi Tahap Pertama (1 NF)
Tabel tukar dinas diatas, sudah merupakan tabel yang sudah memenuhi
bentuk normal pertama karena setiap atribut pada tabel tersebut merupakan atribut
yang memiliki pengertian yang tunggal, tidak ada yang memiliki makna ganda
serta setiap baris pada tabel diatas tidak ada yang sama. Maka bentuk normal
pertama-nya adalah sebagai berikut :
Tabel 4.16. Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas
1ukar
dlnas_
ld
egawal
_ld yang
dlganLl
nama
pegawal
yang
dlganLl
!abaLan
_ld
yang
dlganLl
!abaLan
pegawal
yang
dlganLl
oslsl
permo-
honan
yang
dlganLl
1anda
Langan
pegawal
yang
dlganLl
egawal
_ld
penggan
Ll
nama
pegawal
pengganLl
!abaLan_ld
pengganLl
Tabel 4.17. Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas (lanjutan)
[abaLan
pegawal
penggan
Ll
oslsl
permoho
nan
pengganLl
1anda
Langan
pegawal
pengganLl
Alasan Parl
yang
dlganLl
1anggal
yang
dlganLl
ulnas
yang
dlganLl
Parl
penggan
Ll
1anggal
penggan
Ll
ulnas
penggan
Ll
109
Tabel 4.18. Bentuk Normal Pertama Tabel Tukar Dinas (lanjutan)
SLaLus
Lukar
dlnas
ALasan
yang
dlganLl
ALasan
penggan
Ll
ALasan
ke 2
1anda
Langan
ALasan
yang
dlganLl
1anda
Langan
ALasan
penggan
Ll
1anda
Langan
aLasan
ke 2
Pak
Akses
user
name
assword 1gl_
buaL
2) Normalisasi Tahap kedua (2 NF)
Pembentukan normal kedua dengan cara mencari kunci-kunci field yang
sifatnya unik. Melihat kondisi tabel tukar dinas diatas, maka dapat diambil kunci
kandidat, yaitu :
Tukar dinas_id
Pegawai_id
Jabatan_id
Dimana setiap field bergantung penuh kepada primary key, maka bentuk
normal kedua-nya adalah sebagai berikut :
Tabel 4.19. Bentuk Normal Kedua Tabel Tukar Dinas
1u-
kar
dl-
nas
_ld
ega-
wal_ ld
yang
dlgan-
Ll
!abaL-
an_ld
yang
dlgan-
Ll
oslsl
permo-
honan
yang
dlganLl
ega-
wal
_ld
peng -
ganLl
!aba-
Lan
_ld
peng-
ganLl
oslsl
permo-
honan
peng-
ganLl
Ala-
san
Parl
yang
dl-
gan-
Ll
1ang-
gal
yang
dlgan-
Ll
ulnas
yang
dlgan-
Ll
Parl
peng-
ganLl
1ang-
gal
peng -
ganLl
ulnas
peng-
ganLl
SLa-
Lus
Lu-
kar
dl-
nas
1gl_
buaL
Tabel 4.20. Bentuk Normal Kedua Tabel Pegawai
ega
wal_
ld
na
ma
!aba
Lan
_ld
n
l

!enls
kela
-mln
1elp 1anggal
engang
-kaLan
Ala
maL
8u
mah
!a
Lah
CuLl
1ahu
nan
!a
Lah
Cu
Ll
8e
sar
1an
da
La
ngan
Pak
Ak
ses
user
name
ass
word
ega
wal_
LLd
Tabel 4.21. Bentuk Normal Kedua Tabel Jabatan
!abaLan_
ld
nama [abaLan SlfaL_ker[a arenL [abaLan
110
3) Normalisasi Tahap ketiga (3 NF)
Masing-masing tabel normal kedua diatas, juga sudah memenuhi bentuk
normal ketiga karena atribut-atribut bukan kunci tidak ada yang bergantung
transitif, seluruhnya sudah bergantung secara penuh pada kunci utamanya. Maka
bentuk normal ketiga-nya adalah :
Tabel 4.22. Bentuk Normal Ketiga Tabel Tukar Dinas
1u-
kar
dl-
nas
_ld
ega-
wal_ ld
yang
dlgan-
Ll
!abaL-
an_ld
yang
dlgan-
Ll
oslsl
permo-
honan
yang
dlganLl
ega-
wal
_ld
peng -
ganLl
!aba-
Lan
_ld
peng-
ganLl
oslsl
permo-
honan
peng-
ganLl
Ala-
san
Parl
yang
dl-
gan-
Ll
1ang-
gal
yang
dlgan-
Ll
ulnas
yang
dlgan-
Ll
Parl
peng-
ganLl
1ang-
gal
peng -
ganLl
ulnas
peng-
ganLl
SLa-
Lus
Lu-
kar
dl-
nas
1gl_
buaL
Tabel 4.23. Bentuk Normal Ketiga Tabel Pegawai
ega
wal_
ld
na
ma
!aba
Lan
_ld
n
l

!enls
kela
-mln
1elp 1anggal
engang
-kaLan
Ala
maL
8u
mah
!a
Lah
CuLl
1ahu
nan
!a
Lah
Cu
Ll
8e
sar
1an
da
La
ngan
Pak
Ak
ses
user
name
ass
word
ega
wal_
LLd
Tabel 4.24. Bentuk Normal Ketiga Tabel Jabatan
!abaLan_ld nama
[abaLan
SlfaL_ker[a arenL [abaLan
c. Tabel Hasil Normalisasi
Setelah proses normalisasi dilakukan sampai tahap ketiga (3 NF) terhadap
tabel permohonan cuti dan tabel tukar dinas, maka didapatkan empat buah tabel
normal, yaitu : tabel pegawai, tabel jabatan, tabel dokumen cuti, dan tabel tukar
dinas.
111
Tabel 4.25. Relasi Antar Tabel Setelah Normalisasi
Tabel dokumen cuti
CuLl
_ld
!enls
CuLl
egawal
_ld
1anggal
Mulal
Lama
CuLl
AlamaL
CuLl
Alasan SLaLus
cuLl
oslsl
ermohonan
1gl_buaL
k lk
Tabel Pegawai
ega
wal_
ld
na
ma
!aba
Lan
_ld
n
l

!enls
kela
-mln
1elp 1anggal
engang
-kaLan
Ala
maL
8u
mah
!a
Lah
CuLl
1ahu
nan
!a
Lah
Cu
Ll
8e
sar
1an
da
La
ngan
Pak
Ak
ses
user
name
ass
word
ega
wal_
LLd
k lk
Tabel Jabatan
!abaLan_ld nama [abaLan SlfaL_ker[a arenL [abaLan
k
Tabel Tukar Dinas
1ukar
dlnas
_ld
ega
wal_ld
yang
dlganLl
egaw
al _ld
peng
ganLl
oslsl
permo
honan
yang
dlganLl
!abaL
an_ld
yang
dlganL
l
!aba
Lan
_ld
peng
ganLl
oslsl
permo
honan
peng
ganLl
ala
san
Parl
yang
dlgan
Ll
1ang
gal
yang
dlgan
Ll
ulnas
yang
dlgan
Ll
Parl
peng
gan
Ll
1ang
gal
peng
gan
Ll
ulnas
peng
ganLl
SLa
Lus
Lu
kar
dl
nas
1gl_
buaL
k lk lk lk lk
112
4.1.2 Spesifikasi Basis Data
a. Nama file : Pegawai
Media Penyimpanan : Hard disk
Primary Key : pegawai_id
Struktur file :
Tabel 4.26. Struktur File Tabel Pegawai
No Nama File Type
Panjang
File
Keterangan
1 pegawai_id integer 11
id pegawai
2 pegawai_nama varchar 250
Nama Pegawai
3 jabatan_id integer 11
Id Jabatan
4 Pegawai_nip varchar 50
Nomor Induk Pegawai
5 Pegawai_tgl_pengangkatan date
Tanggal pengangkatan
pegawai
6 pegawai_alamat varchar 250
Alamat Pegawai
7 pegawai_telp varchar 50
No.Telpon Pegawai
8 pegawai_jenis_kelamin varchar 50
Jenis Kelamin Pegawai
9 Pegawai_jatah_cuti_tahunan integer 11
Jatah cuti tahunan
10 Pegawai_jatah_cuti_besar integer 11
Jatah cuti besar
11 Pegawai_hak_akses varchar 20
Hak akses pegawai
12 Pegawai_user_name varchar 150
User name pegawai
13 pegawai_user_password varchar 255
Password Pegawai
14 Pegawai_ttd varchar 255
Tanda tangan pegawai
(di scan)
113
b. Nama file : Jabatan
Media Penyimpanan : Hard disk
Primary Key : jabatan_id
Struktur file :
Tabel 4.27. Struktur File Tabel Jabatan
No Nama File Type
Panjang
File
Keterangan
1 Jabatan_id integer 11
ID Jabatan
2 Jabatan_nama varchar 250
Nama Jabatan
3 Sifat_kerja varchar 250
Grup Jabatan
4 jabatan_parent integer 11
Parent jabatan
c. Nama file : Dokumen Cuti
Media Penyimpanan : Hard disk
Primary Key : dokumen_cuti_id
Struktur file :
Tabel 4.28. Struktur File Tabel Dokumen Cuti
No Nama File Type
Panjang
File
Keterangan
1 Dokumen_cuti_id integer 11
Id dokumen Cuti
2 Dokumen_cuti_jenis varchar 20
Jenis Cuti
3 pegawai_id integer 11
id Pegawai
4 dokumen_cuti_tgl_mulai Date
Tanggal Mulai Cuti
5 dokumen_cuti_lama_hari integer 11
Lama Cuti yang
diambil
6 dokumen_cuti_alamat varchar 250
Alamat Pegawai
Selama Cuti
7 Dokumen_cuti_Uraian text
Alasan cuti /keterangan
114
8 dokumen_cuti_status varchar 100
Status Dokumen Cuti
9 Posisi_permohonan integer 11
Posisi permohonan
10 Tgl_buat Date
Tanggal Pengajuan
d. Nama file : Tukar Dinas
Media Penyimpanan : Hard disk
Primary Key : tukar_dinas_id
Struktur file :
Tabel 4.29. Struktur File Tabel Tukar Dinas
No Nama File Type
Panjang
File
Keterangan
1 tukar_dinas_id integer 11
Id tukar dinas
2 pegawai_id_yang_diganti integer 11
id Pegawai yang diganti
3 jabatan_id_yang_diganti integer 11
Id jabatan pegawai
yang diganti
4 Posisi_permohonan_yang_diganti integer 11
Posisi permohonan
5 pegawai_id_pengganti integer 11
id Pegawai pengganti
6 jabatan_id_pengganti integer 11
Id jabatan pegawai
pengganti
7 Posisi_permohonan_pengganti integer 11
Posisi permohonan
8 tukar_dinas_uraian text
Alasan tukar dinas
9 tukar_dinas_yang_diganti_hari varchar 20
Hari yang diganti
10 tukar_dinas_yang_diganti_tgl date
Tanggal yang diganti
11 tukar_dinas_yang_diganti_dinas varchar 200
Dinas yang diganti
12 tukar_dinas_pengganti_hari varchar 20
Hari pengganti
115
13 tukar_dinas_pengganti_tgl date
Tanggal pengganti
14 tukar_dinas_pengganti_dinas varchar 200
Dinas pengganti
15 tukar_dinas_status varchar 20
Status persetujuan
Tukar dinas
16 Tgl_buat Date
Tanggal pengajuan
4.1.3 Structure Query Language (SQL)
Pembuatan Structure Query Language (SQL) dilakukan dengan dua
langkah, yaitu :
4.1.3.1. Pembuatan Tabel
Berikut adalah sintak SQL yang digunakan untuk pembuatan tabel yang
berkaitan dengan sistem perizinan pegawai :
a. Membuat tabel pegawai
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `pegawai` (
`pegawai_id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`pegawai_nama` varchar(250) DEFAULT NULL,
`pegawai_nip` varchar(50) DEFAULT NULL,
`pegawai_tgl_pengangkatan` date DEFAULT NULL,
`pegawai_alamat` varchar(250) DEFAULT NULL,
`pegawai_telp` varchar(50) DEFAULT NULL,
`pegawai_jenis_kelamin` varchar(50) DEFAULT NULL,
`pegawai_jatah_cuti_tahunan` int(11) DEFAULT NULL,
`pegawai_jatah_cuti_besar` int(11) DEFAULT '0',
`pegawai_ttd` varchar(255) DEFAULT NULL,
`pegawai_hak_akses` varchar(20) DEFAULT NULL,
`pegawai_user_name` varchar(150) DEFAULT NULL,
`pegawai_user_password` varchar(255) NOT NULL,
`jabatan_id` int(11) DEFAULT NULL,
PRIMARY KEY (`pegawai_id`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
AUTO_INCREMENT=35 ;
116
b. Membuat tabel jabatan
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `jabatan` (
`jabatan_id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`jabatan_nama` varchar(250) DEFAULT NULL,
`sifat_kerja` varchar(250) DEFAULT NULL,
`jabatan_parent` int(11) DEFAULT NULL,
PRIMARY KEY (`jabatan_id`),
FULLTEXT KEY `jabatan_group` (`jabatan_group`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
AUTO_INCREMENT=40 ;
c. Membuat tabel dokumen cuti
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `dokumen_cuti` (
`dokumen_cuti_id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`dokumen_cuti_jenis` varchar(20) DEFAULT NULL,
`dokumen_cuti_tgl_mulai` date DEFAULT NULL,
`dokumen_cuti_lama_hari` int(11) DEFAULT NULL,
`dokumen_cuti_alamat` varchar(250) DEFAULT NULL,
`dokumen_cuti_uraian` text,
`dokumen_cuti_status` varchar(100) DEFAULT NULL,
`pegawai_id` int(11) DEFAULT NULL,
`posisi_permohonan` int(11) DEFAULT NULL,
`tgl_buat` timestamp NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP
ON UPDATE CURRENT_TIMESTAMP,
PRIMARY KEY (`dokumen_cuti_id`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
AUTO_INCREMENT=38 ;
d. Membuat tabel tukar dinas
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `tukar_dinas` (
`tukar_dinas_id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`jabatan_id_yang_diganti` int(11) DEFAULT NULL,
`pegawai_id_yang_diganti` int(11) DEFAULT NULL,
`posisi_permohonan_yang_diganti` int(11) DEFAULT NULL,
117
`jabatan_id_pengganti` int(11) DEFAULT NULL,
`pegawai_id_pengganti` int(11) DEFAULT NULL,
`posisi_permohonan_pengganti` int(11) DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_uraian` text,
`tukar_dinas_yang_diganti_hari` varchar(20) DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_yang_diganti_tgl` date DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_yang_diganti_keterangan` varchar(200) DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_pengganti_hari` varchar(20) DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_pengganti_tgl` date DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_pengganti_keterangan` varchar(200) DEFAULT NULL,
`tukar_dinas_pengganti_status` varchar(20) DEFAULT NULL,
`tgl_buat` timestamp NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP
ON UPDATE CURRENT_TIMESTAMP,
PRIMARY KEY (`tukar_dinas_id`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1
AUTO_INCREMENT=25 ;
4.1.3.2. Manipulasi Data
a. Data Pegawai
INSERT INTO `pegawai` (`pegawai_id`, `pegawai_nama`, `pegawai_nip`,
`pegawai_tgl_pengangkatan`, `pegawai_alamat`, `pegawai_telp`,
`pegawai_jenis_kelamin`, `pegawai_jatah_cuti_tahunan`,
`pegawai_jatah_cuti_besar`, `pegawai_ttd`, `pegawai_hak_akses`,
`pegawai_user_name`, `pegawai_user_password`, `jabatan_id`) VALUES
(data1, data2, data3, data4, data5, data6, data7, data8, data9, data10,
data11, data12, data13, data14);
UPDATE Pegawai SET Data1= WHERE pegawai_id=
DELETE * FROM Pegawai WHERE Data1=
SELECT * FROM Pegawai ORDER BY pegawai_id ASC
b. Data Jabatan
INSERT INTO `jabatan` (`jabatan_id`, `jabatan_nama`, `sifat_kerja`,
`jabatan_parent`) VALUES (data1, data2, data3, data4);
UPDATE Jabatan SET Data1= WHERE jabatan_id=
118
DELETE * FROM Jabatan WHERE Data1=
SELECT * FROM Jabatan ORDER BY jabatan_id ASC
c. Data Dokumen Cuti
INSERT INTO `dokumen_cuti` (`dokumen_cuti_id`,
`dokumen_cuti_jenis`, `dokumen_cuti_tgl_mulai`,
`dokumen_cuti_lama_hari`, `dokumen_cuti_alamat`,
`dokumen_cuti_uraian`, `dokumen_cuti_status`, `pegawai_id`,
`posisi_permohonan`,tgl_buat) VALUES (data1, data2, data3, data4,
data5, data6, data7, data8, data9,data10);
UPDATE Dokumen_cuti SET Data1= WHERE dokumen_cuti_id=
DELETE * FROM Dokumen_cuti WHERE Data1=
SELECT * FROM Dokumen_cuti ORDER BY dokumen_cuti_id ASC
d. Data tukar Dinas
INSERT INTO `tukar_dinas` (`tukar_dinas_id`,
`jabatan_id_yang_diganti`, `pegawai_id_yang_diganti`,
`posisi_permohonan_yang_diganti`, `jabatan_id_pengganti`,
`pegawai_id_pengganti`, `posisi_permohonan_pengganti`,
`tukar_dinas_uraian`, `tukar_dinas_yang_diganti_hari`,
`tukar_dinas_yang_diganti_tgl`, `tukar_dinas_yang_diganti_keterangan`,
`tukar_dinas_pengganti_hari`, `tukar_dinas_pengganti_tgl`,
`tukar_dinas_pengganti_keterangan`,
`tukar_dinas_pengganti_status`,tgl_buat) VALUES
(data1, data2, data3, data4, data5, data6, data7, data8, data9, data10,
data11, data12, data13,data14,data15,data16);
UPDATE Tukar_dinas SET Data1= WHERE tukar_dinas_id=
DELETE * FROM Tukar_dinas WHERE Data1=
SELECT * FROM Tukar_dinas ORDER BY tukar_dinas_id ASC
4.1.4 Perancangan Struktur Menu Program
Perancangan struktur menu sistem perizinan pegawai berbasis jaringan
dimulai dari menu login, lalu masuk ke menu utama yang terdiri dari menu entry
data, menu cuti, menu tukar dinas, dan menu laporan. Menu entry data terdiri dari
sub menu entry data pegawai dan sub menu entry data jabatan. Untuk menu cuti
119
terdiri dari sub menu permohonan cuti, sub menu dokumen cuti, sub menu
permohonan cuti masuk, dan sub menu dokumen cuti yang disetujui. Sedangkan
untuk menu tukar dinas terdiri dari sub menu permohonan tukar dinas, sub menu
dokumen tukar dinas, sub menu permohonan tukar dinas masuk, dan sub menu
dokumen tukar dinas yang disetujui. Adapun untuk menu laporan, terdiri dari sub
menu laporan permohonan cuti, laporan tahunan cuti, laporan permohonan tukar
dinas, laporan bulanan tukar dinas, laporan bulanan pegawai yang cuti, dan
laporan bulanan pegawai yang tukar dinas.
Gambar 4.2. Struktur Menu Program
120
4.1.5 Perancangan Antarmuka
Antarmuka atau user interface berfungsi sebagai jembatan penghubung
antara pengguna dengan sistem perizinan pegawai berbasis jaringan dalam
berinteraksi seperti melakukan permohonan cuti, permohonan tukar dinas dan
pencetakan laporan. Dalam perancangan antarmuka ini, seorang pengembang
sistem harus mengacu pada teknik interaksi manusia dan komputer (IMK) agar
sistem akan mudah digunakan serta memiliki karakteristik user friendly.
4.1.5.1. Perancangan Antarmuka Login
Perancangan antarmuka login merupakan tampilan pertama ketika
program dijalankan. Tampilan ini berfuungsi sebagai keamanan sistem, sehingga
sebelum masuk ke menu utama pengguna harus mengisi nama user dan password
terlebih dahulu, jika pengisian nama user dan password benar maka pengguna
akan dibawa menuju tampilan menu utama, dan jika salah maka sistem akan
menolaknya. Nama user dan password juga berfungsi sebagai penyeleksi
kelompok-kelompok user dengan hak akses ke halaman tertentu.
Gambar 4.3. Rancangan Antarmuka Login
4.1.5.2. Perancangan Antarmuka Menu Utama
Antarmuka menu utama merupakan tampilan utama program yang
menampilkan pilihan form/halaman untuk melakukan manipulasi data
(insert,delete,dan update) melakukan transaksi dan pilihan untuk laporan.
Gambar 4.4. Rancangan Antarmuka Menu Utama
120
4.1.5 Perancangan Antarmuka
Antarmuka atau user interface berfungsi sebagai jembatan penghubung
antara pengguna dengan sistem perizinan pegawai berbasis jaringan dalam
berinteraksi seperti melakukan permohonan cuti, permohonan tukar dinas dan
pencetakan laporan. Dalam perancangan antarmuka ini, seorang pengembang
sistem harus mengacu pada teknik interaksi manusia dan komputer (IMK) agar
sistem akan mudah digunakan serta memiliki karakteristik user friendly.
4.1.5.1. Perancangan Antarmuka Login
Perancangan antarmuka login merupakan tampilan pertama ketika
program dijalankan. Tampilan ini berfuungsi sebagai keamanan sistem, sehingga
sebelum masuk ke menu utama pengguna harus mengisi nama user dan password
terlebih dahulu, jika pengisian nama user dan password benar maka pengguna
akan dibawa menuju tampilan menu utama, dan jika salah maka sistem akan
menolaknya. Nama user dan password juga berfungsi sebagai penyeleksi
kelompok-kelompok user dengan hak akses ke halaman tertentu.
Gambar 4.3. Rancangan Antarmuka Login
4.1.5.2. Perancangan Antarmuka Menu Utama
Antarmuka menu utama merupakan tampilan utama program yang
menampilkan pilihan form/halaman untuk melakukan manipulasi data
(insert,delete,dan update) melakukan transaksi dan pilihan untuk laporan.
Gambar 4.4. Rancangan Antarmuka Menu Utama
120
4.1.5 Perancangan Antarmuka
Antarmuka atau user interface berfungsi sebagai jembatan penghubung
antara pengguna dengan sistem perizinan pegawai berbasis jaringan dalam
berinteraksi seperti melakukan permohonan cuti, permohonan tukar dinas dan
pencetakan laporan. Dalam perancangan antarmuka ini, seorang pengembang
sistem harus mengacu pada teknik interaksi manusia dan komputer (IMK) agar
sistem akan mudah digunakan serta memiliki karakteristik user friendly.
4.1.5.1. Perancangan Antarmuka Login
Perancangan antarmuka login merupakan tampilan pertama ketika
program dijalankan. Tampilan ini berfuungsi sebagai keamanan sistem, sehingga
sebelum masuk ke menu utama pengguna harus mengisi nama user dan password
terlebih dahulu, jika pengisian nama user dan password benar maka pengguna
akan dibawa menuju tampilan menu utama, dan jika salah maka sistem akan
menolaknya. Nama user dan password juga berfungsi sebagai penyeleksi
kelompok-kelompok user dengan hak akses ke halaman tertentu.
Gambar 4.3. Rancangan Antarmuka Login
4.1.5.2. Perancangan Antarmuka Menu Utama
Antarmuka menu utama merupakan tampilan utama program yang
menampilkan pilihan form/halaman untuk melakukan manipulasi data
(insert,delete,dan update) melakukan transaksi dan pilihan untuk laporan.
Gambar 4.4. Rancangan Antarmuka Menu Utama
121
4.1.5.3. Perancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
Antarmuka Entry Data Pegawai digunakan untuk memasukan data-data
pegawai.
Gambar 4.5. Rancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
4.1.5.4. Perancangan Antarmuka Data Pegawai
Antarmuka Data Pegawai berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.6. Rancangan Antarmuka Data Pegawai
121
4.1.5.3. Perancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
Antarmuka Entry Data Pegawai digunakan untuk memasukan data-data
pegawai.
Gambar 4.5. Rancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
4.1.5.4. Perancangan Antarmuka Data Pegawai
Antarmuka Data Pegawai berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.6. Rancangan Antarmuka Data Pegawai
121
4.1.5.3. Perancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
Antarmuka Entry Data Pegawai digunakan untuk memasukan data-data
pegawai.
Gambar 4.5. Rancangan Antarmuka Entry Data Pegawai
4.1.5.4. Perancangan Antarmuka Data Pegawai
Antarmuka Data Pegawai berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.6. Rancangan Antarmuka Data Pegawai
122
4.1.5.5. Perancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
Antarmuka Entry Data Jabatan digunakan untuk memasukan data-data
jabatan.
Gambar 4.7. Rancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
4.1.5.6. Perancangan Antarmuka Data Jabatan
Antarmuka Data Jabatan berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.8. Rancangan Antarmuka Data Jabatan
4.1.5.7. Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti
Antarmuka Permohonan Cuti digunakan untuk melakukan permohonan
cuti pegawai.
Gambar 4.9. Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti
122
4.1.5.5. Perancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
Antarmuka Entry Data Jabatan digunakan untuk memasukan data-data
jabatan.
Gambar 4.7. Rancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
4.1.5.6. Perancangan Antarmuka Data Jabatan
Antarmuka Data Jabatan berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.8. Rancangan Antarmuka Data Jabatan
4.1.5.7. Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti
Antarmuka Permohonan Cuti digunakan untuk melakukan permohonan
cuti pegawai.
Gambar 4.9. Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti
122
4.1.5.5. Perancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
Antarmuka Entry Data Jabatan digunakan untuk memasukan data-data
jabatan.
Gambar 4.7. Rancangan Antarmuka Entry Data Jabatan
4.1.5.6. Perancangan Antarmuka Data Jabatan
Antarmuka Data Jabatan berfungsi untuk melihat data-data pegawai.
Gambar 4.8. Rancangan Antarmuka Data Jabatan
4.1.5.7. Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti
Antarmuka Permohonan Cuti digunakan untuk melakukan permohonan
cuti pegawai.
Gambar 4.9. Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti
123
4.1.5.8. Perancangan Antarmuka Dokumen Cuti
Antarmuka Dokumen Cuti berfungsi untuk melihat data-data cuti pegawai.
Gambar 4.10. Rancangan Antarmuka Dokumen Cuti
4.1.5.9. Perancangan Antarmuka Permohonan Cuti Masuk
Antarmuka Permohonan Cuti Masuk berfungsi untuk melihat permohonan
cuti yang masuk, untuk mendapat persetujuan dari atasan pegawai.
Gambar 4.11. Rancangan Antarmuka Permohonan Cuti Masuk
4.1.5.10. Perancangan Antarmuka Dokumen Cuti Yang Disetujui
Antarmuka dokumen cuti yang disetujui berfungsi untuk melihat
dokumen-dokumen cuti yang statusnya sudah disetujui.
Gambar 4.12. Rancangan Antarmuka Dokumen Cuti yang Disetujui
4.1.5.11. Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas
Antarmuka permohonan tukar dinas berfungsi untuk membuat
permohonan tukar dinas.
124
Gambar 4.13. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas
4.1.5.12. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
Antarmuka dokumen tukar dinas berfungsi untuk melihat data-data tukar
dinas pegawai.
Gambar 4.14. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
4.1.5.13. Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
Antarmuka permohonan tukar dinas masuk berfungsi untuk melihat
permohonan tukar dinas yang masuk, untuk mendapat persetujuan dari atasan
pegawai.
Gambar 4.15. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
124
Gambar 4.13. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas
4.1.5.12. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
Antarmuka dokumen tukar dinas berfungsi untuk melihat data-data tukar
dinas pegawai.
Gambar 4.14. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
4.1.5.13. Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
Antarmuka permohonan tukar dinas masuk berfungsi untuk melihat
permohonan tukar dinas yang masuk, untuk mendapat persetujuan dari atasan
pegawai.
Gambar 4.15. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
124
Gambar 4.13. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas
4.1.5.12. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
Antarmuka dokumen tukar dinas berfungsi untuk melihat data-data tukar
dinas pegawai.
Gambar 4.14. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas
4.1.5.13. Perancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
Antarmuka permohonan tukar dinas masuk berfungsi untuk melihat
permohonan tukar dinas yang masuk, untuk mendapat persetujuan dari atasan
pegawai.
Gambar 4.15. Rancangan Antarmuka Permohonan Tukar Dinas Masuk
125
4.1.5.14. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
Antarmuka dokumen tukar dinas yang disetujui berfungsi untuk melihat
dokumen-dokumen tukar dinas yang statusnya sudah disetujui.
Gambar 4.16. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas yang Disetujui
4.1.5.15. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti
Perancangan laporan permohonan cuti dibuat sebagai bukti fisik yang akan
dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran pegawai.
Gambar 4.17. Rancangan Laporan Permohonan Cuti
125
4.1.5.14. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
Antarmuka dokumen tukar dinas yang disetujui berfungsi untuk melihat
dokumen-dokumen tukar dinas yang statusnya sudah disetujui.
Gambar 4.16. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas yang Disetujui
4.1.5.15. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti
Perancangan laporan permohonan cuti dibuat sebagai bukti fisik yang akan
dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran pegawai.
Gambar 4.17. Rancangan Laporan Permohonan Cuti
125
4.1.5.14. Perancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
Antarmuka dokumen tukar dinas yang disetujui berfungsi untuk melihat
dokumen-dokumen tukar dinas yang statusnya sudah disetujui.
Gambar 4.16. Rancangan Antarmuka Dokumen Tukar Dinas yang Disetujui
4.1.5.15. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti
Perancangan laporan permohonan cuti dibuat sebagai bukti fisik yang akan
dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran pegawai.
Gambar 4.17. Rancangan Laporan Permohonan Cuti
126
Gambar 4.18. Rancangan Antarmuka Laporan Keterangan tidak Masuk Kerja
4.1.5.16. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Perancangan laporan permohonan tukar dinas dibuat sebagai bukti fisik
yang akan dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran
pegawai.
Gambar 4.19. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
126
Gambar 4.18. Rancangan Antarmuka Laporan Keterangan tidak Masuk Kerja
4.1.5.16. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Perancangan laporan permohonan tukar dinas dibuat sebagai bukti fisik
yang akan dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran
pegawai.
Gambar 4.19. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
126
Gambar 4.18. Rancangan Antarmuka Laporan Keterangan tidak Masuk Kerja
4.1.5.16. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Perancangan laporan permohonan tukar dinas dibuat sebagai bukti fisik
yang akan dilampirkan oleh bagian kepegawaian dalam laporan kehadiran
pegawai.
Gambar 4.19. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
127
4.1.5.17. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.20. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
4.1.5.18. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.21. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.2. Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap ini, penganalisis bekerjasama dengan pemrogram untuk
mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Selama tahap ini
penganalisis juga bekerjasama dengan pemakai untuk mengembangkan
dokumentasi perangkat lunak yang efektif. Kegiatan dokumentasi menunjukan
kepada pemakai tentang cara penggunaan perangkat lunak.
4.2.1. Dokumentasi Perangkat Lunak
Dalam mendokumentasikan program aplikasi sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan dalam lingkungan intranet ini, dimulai dari proses login. Untuk
127
4.1.5.17. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.20. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
4.1.5.18. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.21. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.2. Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap ini, penganalisis bekerjasama dengan pemrogram untuk
mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Selama tahap ini
penganalisis juga bekerjasama dengan pemakai untuk mengembangkan
dokumentasi perangkat lunak yang efektif. Kegiatan dokumentasi menunjukan
kepada pemakai tentang cara penggunaan perangkat lunak.
4.2.1. Dokumentasi Perangkat Lunak
Dalam mendokumentasikan program aplikasi sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan dalam lingkungan intranet ini, dimulai dari proses login. Untuk
127
4.1.5.17. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.20. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Cuti Bulanan
4.1.5.18. Perancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas
Bulanan
Perancangan antarmuka laporan permohonan tukar dinas bulanan dibuat
untuk melihat siapa saja pegawai yang melakukantukar dinas dalam satu bulan.
Gambar 4.21. Rancangan Antarmuka Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.2. Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak
Dalam tahap ini, penganalisis bekerjasama dengan pemrogram untuk
mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan. Selama tahap ini
penganalisis juga bekerjasama dengan pemakai untuk mengembangkan
dokumentasi perangkat lunak yang efektif. Kegiatan dokumentasi menunjukan
kepada pemakai tentang cara penggunaan perangkat lunak.
4.2.1. Dokumentasi Perangkat Lunak
Dalam mendokumentasikan program aplikasi sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan dalam lingkungan intranet ini, dimulai dari proses login. Untuk
128
dapat masuk ke lingkungan sistem, user harus terlebih dahulu memasukkan nama
dan sandi dengan benar sesuai data dalam database.
4.2.1.1. Memulai Program
Buka program, dengan membuka browser lalu masukan alamat
http://localhost/izincuti/index.php/welcome/login.
Setelah itu akan muncul antarmuka login, untuk memasukan nama user dan
password.
Gambar 4.22. Tampilan Login
Masukan nama user dan password, jika benar maka akan tampil antarmuka
menu utama.
Gambar 4.23. Tampilan Menu Utama
Dalam menu utama terdapat beberapa sub menu, yaitu entry data, cuti,
tukar dinas dan laporan.
4.2.1.2. Entry Data
Dalam sistem perizinan pegawai ini terdapat dua menu pengmasukanan
data, yaitu data jabatan dan data pegawai.
a. Entry Data Jabatan
Gambar 4.24. Tampilan Entry Data Jabatan
128
dapat masuk ke lingkungan sistem, user harus terlebih dahulu memasukkan nama
dan sandi dengan benar sesuai data dalam database.
4.2.1.1. Memulai Program
Buka program, dengan membuka browser lalu masukan alamat
http://localhost/izincuti/index.php/welcome/login.
Setelah itu akan muncul antarmuka login, untuk memasukan nama user dan
password.
Gambar 4.22. Tampilan Login
Masukan nama user dan password, jika benar maka akan tampil antarmuka
menu utama.
Gambar 4.23. Tampilan Menu Utama
Dalam menu utama terdapat beberapa sub menu, yaitu entry data, cuti,
tukar dinas dan laporan.
4.2.1.2. Entry Data
Dalam sistem perizinan pegawai ini terdapat dua menu pengmasukanan
data, yaitu data jabatan dan data pegawai.
a. Entry Data Jabatan
Gambar 4.24. Tampilan Entry Data Jabatan
128
dapat masuk ke lingkungan sistem, user harus terlebih dahulu memasukkan nama
dan sandi dengan benar sesuai data dalam database.
4.2.1.1. Memulai Program
Buka program, dengan membuka browser lalu masukan alamat
http://localhost/izincuti/index.php/welcome/login.
Setelah itu akan muncul antarmuka login, untuk memasukan nama user dan
password.
Gambar 4.22. Tampilan Login
Masukan nama user dan password, jika benar maka akan tampil antarmuka
menu utama.
Gambar 4.23. Tampilan Menu Utama
Dalam menu utama terdapat beberapa sub menu, yaitu entry data, cuti,
tukar dinas dan laporan.
4.2.1.2. Entry Data
Dalam sistem perizinan pegawai ini terdapat dua menu pengmasukanan
data, yaitu data jabatan dan data pegawai.
a. Entry Data Jabatan
Gambar 4.24. Tampilan Entry Data Jabatan
129
Pada entry jabatan terdapat dua buah kolom yang harus diisi, yaitu :
Parent Jabatan : adalah nama atasan langsung dari jabatan yang dimasukan
Nama Jabatan : adalah nama jabatan.
b. Entry Data Pegawai
Gambar 4.25. Tampilan Entry Data Pegawai
Untuk mengisi data pegawai, beberapa kolom yang harus diisi adalah :
Jabatan : adalah jabatan dari pegawai.
Nama Lengkap : adalah nama lengkap pegawai.
NIP : adalah nomor induk pegawai.
Tgl.Pengangkatan : adalah tanggal pegawai mulai diangkat sebagai
pegawai tetap.
Alamat : adalah alamat rumah pegawai.
Jenis Kelamin : adalah jenis kelamin pegawai.
Sisa Plafon Cuti : adalah sisa hak cuti pegawai, diperlukan karena
ketika aplikasi diterapkan hak cuti pegawai sudah berkurang.
129
Pada entry jabatan terdapat dua buah kolom yang harus diisi, yaitu :
Parent Jabatan : adalah nama atasan langsung dari jabatan yang dimasukan
Nama Jabatan : adalah nama jabatan.
b. Entry Data Pegawai
Gambar 4.25. Tampilan Entry Data Pegawai
Untuk mengisi data pegawai, beberapa kolom yang harus diisi adalah :
Jabatan : adalah jabatan dari pegawai.
Nama Lengkap : adalah nama lengkap pegawai.
NIP : adalah nomor induk pegawai.
Tgl.Pengangkatan : adalah tanggal pegawai mulai diangkat sebagai
pegawai tetap.
Alamat : adalah alamat rumah pegawai.
Jenis Kelamin : adalah jenis kelamin pegawai.
Sisa Plafon Cuti : adalah sisa hak cuti pegawai, diperlukan karena
ketika aplikasi diterapkan hak cuti pegawai sudah berkurang.
129
Pada entry jabatan terdapat dua buah kolom yang harus diisi, yaitu :
Parent Jabatan : adalah nama atasan langsung dari jabatan yang dimasukan
Nama Jabatan : adalah nama jabatan.
b. Entry Data Pegawai
Gambar 4.25. Tampilan Entry Data Pegawai
Untuk mengisi data pegawai, beberapa kolom yang harus diisi adalah :
Jabatan : adalah jabatan dari pegawai.
Nama Lengkap : adalah nama lengkap pegawai.
NIP : adalah nomor induk pegawai.
Tgl.Pengangkatan : adalah tanggal pegawai mulai diangkat sebagai
pegawai tetap.
Alamat : adalah alamat rumah pegawai.
Jenis Kelamin : adalah jenis kelamin pegawai.
Sisa Plafon Cuti : adalah sisa hak cuti pegawai, diperlukan karena
ketika aplikasi diterapkan hak cuti pegawai sudah berkurang.
130
Tanda Tangan : adalah upload tanda tangan pegawai dalam bentuk
image yang sudah di scan terlebih dahulu.
User Name : adalah user name pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Password : adalah password pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Role : adalah jenis pengguna, untuk membatasi hak akses pengguna.
4.2.1.3. Menu Cuti
Dalam menu cuti terdapat empat buah submenu, yaitu menu permohonan
cuti, menu dokumen cuti, menu permohonan cuti masuk dan menu permohonan
cuti yang disetujui.
a. Permohonan Cuti
Gambar 4.26. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti
Dalam melakukan permohonan cuti, pemohon bisa melihat sisa hak
cutinya dalam kolom plafon cuti, yang terdiri dari plafon cuti tahunan dan plafon
cuti besar. Untuk melakukan permohonan cuti, pemohon cuti harus mengisi
beberapa kolom, yaitu :
Jenis cuti : adalah jenis dari cuti yang diambil oleh pemohon.
Lama cuti : adalah lama cuti yang diambil oleh pemohon (hari).
Tgl.Pelaksanaan cuti : adalah tanggal mulai cuti akan dilaksanakan.
Uraian/alasan : adalah alasan atau keterangan melakukan cuti.
Alamat selama cuti : adalah alamat pegawai selama melakukan cuti.
130
Tanda Tangan : adalah upload tanda tangan pegawai dalam bentuk
image yang sudah di scan terlebih dahulu.
User Name : adalah user name pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Password : adalah password pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Role : adalah jenis pengguna, untuk membatasi hak akses pengguna.
4.2.1.3. Menu Cuti
Dalam menu cuti terdapat empat buah submenu, yaitu menu permohonan
cuti, menu dokumen cuti, menu permohonan cuti masuk dan menu permohonan
cuti yang disetujui.
a. Permohonan Cuti
Gambar 4.26. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti
Dalam melakukan permohonan cuti, pemohon bisa melihat sisa hak
cutinya dalam kolom plafon cuti, yang terdiri dari plafon cuti tahunan dan plafon
cuti besar. Untuk melakukan permohonan cuti, pemohon cuti harus mengisi
beberapa kolom, yaitu :
Jenis cuti : adalah jenis dari cuti yang diambil oleh pemohon.
Lama cuti : adalah lama cuti yang diambil oleh pemohon (hari).
Tgl.Pelaksanaan cuti : adalah tanggal mulai cuti akan dilaksanakan.
Uraian/alasan : adalah alasan atau keterangan melakukan cuti.
Alamat selama cuti : adalah alamat pegawai selama melakukan cuti.
130
Tanda Tangan : adalah upload tanda tangan pegawai dalam bentuk
image yang sudah di scan terlebih dahulu.
User Name : adalah user name pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Password : adalah password pegawai untuk mengakses sistem
perizinan.
Role : adalah jenis pengguna, untuk membatasi hak akses pengguna.
4.2.1.3. Menu Cuti
Dalam menu cuti terdapat empat buah submenu, yaitu menu permohonan
cuti, menu dokumen cuti, menu permohonan cuti masuk dan menu permohonan
cuti yang disetujui.
a. Permohonan Cuti
Gambar 4.26. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti
Dalam melakukan permohonan cuti, pemohon bisa melihat sisa hak
cutinya dalam kolom plafon cuti, yang terdiri dari plafon cuti tahunan dan plafon
cuti besar. Untuk melakukan permohonan cuti, pemohon cuti harus mengisi
beberapa kolom, yaitu :
Jenis cuti : adalah jenis dari cuti yang diambil oleh pemohon.
Lama cuti : adalah lama cuti yang diambil oleh pemohon (hari).
Tgl.Pelaksanaan cuti : adalah tanggal mulai cuti akan dilaksanakan.
Uraian/alasan : adalah alasan atau keterangan melakukan cuti.
Alamat selama cuti : adalah alamat pegawai selama melakukan cuti.
131
b. Dokumen Cuti
Gambar 4.27. Tampilan Sub Menu Dokumen Cuti
Dalam sub menu dokumen cuti, pemohon dapat melihat data-data cuti
yang pernah dilakukannya mulai dari tanggal pelaksannan, jenis cuti, lama,
uraian, alamat, berikut status permohonannya.
c. Permohonan Cuti Masuk
Gambar 4.28. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang Masuk
Dalam sub menu permohonan cuti masuk, seorang atasan bisa melihat
siapa saja bawahannya yang mengajukan cuti. Dalam sub menu ini pula seorang
atasan memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan cuti seorang
pegawai (bawahan).
d. Dokumen Cuti yang disetujui
Gambar 4.29. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang disetujui
131
b. Dokumen Cuti
Gambar 4.27. Tampilan Sub Menu Dokumen Cuti
Dalam sub menu dokumen cuti, pemohon dapat melihat data-data cuti
yang pernah dilakukannya mulai dari tanggal pelaksannan, jenis cuti, lama,
uraian, alamat, berikut status permohonannya.
c. Permohonan Cuti Masuk
Gambar 4.28. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang Masuk
Dalam sub menu permohonan cuti masuk, seorang atasan bisa melihat
siapa saja bawahannya yang mengajukan cuti. Dalam sub menu ini pula seorang
atasan memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan cuti seorang
pegawai (bawahan).
d. Dokumen Cuti yang disetujui
Gambar 4.29. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang disetujui
131
b. Dokumen Cuti
Gambar 4.27. Tampilan Sub Menu Dokumen Cuti
Dalam sub menu dokumen cuti, pemohon dapat melihat data-data cuti
yang pernah dilakukannya mulai dari tanggal pelaksannan, jenis cuti, lama,
uraian, alamat, berikut status permohonannya.
c. Permohonan Cuti Masuk
Gambar 4.28. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang Masuk
Dalam sub menu permohonan cuti masuk, seorang atasan bisa melihat
siapa saja bawahannya yang mengajukan cuti. Dalam sub menu ini pula seorang
atasan memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan cuti seorang
pegawai (bawahan).
d. Dokumen Cuti yang disetujui
Gambar 4.29. Tampilan Sub Menu Permohonan Cuti Yang disetujui
132
Dalam sub menu dokumen cuti yang disetujui, pegawai (dalam hal ini
pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan cuti yang statusnya telah
disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.4. Menu Tukar Dinas
Dalam menu tukar dinas terdapat empat buah submenu, yaitu menu
permohonan tukar dinas, menu dokumen tukar dinas, menu permohonan tukar
dinas masuk dan menu permohonan tukar dinas yang disetujui.
a. Permohonan Tukar Dinas
Gambar 4.30. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas
Dalam sub menu permohonan tukar dinas, seorang pegawai yang login
akan berkedudukan sebagai pegawai yang diganti. Dalam melakukan permohonan
tukar dinas, terdapat beberapa kolom yang harus diisi, yaitu:
Jabatan Pegawai Pengganti : adalah jabatan dari pegawai yang akan
mengganti.
Pegawai Pengganti : adalah nama dari pegawai penggganti.
Dinas yang diganti : adalah dinas dari pegawai yang diganti, meliputi
nama dinas berikut tanggalnya.
Dinas untuk mengganti : adalah dinas dari pegawai pengganti,
meliputi nama dinas berikut tanggalnya.
132
Dalam sub menu dokumen cuti yang disetujui, pegawai (dalam hal ini
pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan cuti yang statusnya telah
disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.4. Menu Tukar Dinas
Dalam menu tukar dinas terdapat empat buah submenu, yaitu menu
permohonan tukar dinas, menu dokumen tukar dinas, menu permohonan tukar
dinas masuk dan menu permohonan tukar dinas yang disetujui.
a. Permohonan Tukar Dinas
Gambar 4.30. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas
Dalam sub menu permohonan tukar dinas, seorang pegawai yang login
akan berkedudukan sebagai pegawai yang diganti. Dalam melakukan permohonan
tukar dinas, terdapat beberapa kolom yang harus diisi, yaitu:
Jabatan Pegawai Pengganti : adalah jabatan dari pegawai yang akan
mengganti.
Pegawai Pengganti : adalah nama dari pegawai penggganti.
Dinas yang diganti : adalah dinas dari pegawai yang diganti, meliputi
nama dinas berikut tanggalnya.
Dinas untuk mengganti : adalah dinas dari pegawai pengganti,
meliputi nama dinas berikut tanggalnya.
132
Dalam sub menu dokumen cuti yang disetujui, pegawai (dalam hal ini
pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan cuti yang statusnya telah
disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.4. Menu Tukar Dinas
Dalam menu tukar dinas terdapat empat buah submenu, yaitu menu
permohonan tukar dinas, menu dokumen tukar dinas, menu permohonan tukar
dinas masuk dan menu permohonan tukar dinas yang disetujui.
a. Permohonan Tukar Dinas
Gambar 4.30. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas
Dalam sub menu permohonan tukar dinas, seorang pegawai yang login
akan berkedudukan sebagai pegawai yang diganti. Dalam melakukan permohonan
tukar dinas, terdapat beberapa kolom yang harus diisi, yaitu:
Jabatan Pegawai Pengganti : adalah jabatan dari pegawai yang akan
mengganti.
Pegawai Pengganti : adalah nama dari pegawai penggganti.
Dinas yang diganti : adalah dinas dari pegawai yang diganti, meliputi
nama dinas berikut tanggalnya.
Dinas untuk mengganti : adalah dinas dari pegawai pengganti,
meliputi nama dinas berikut tanggalnya.
133
Uraian/alasan : adalah alasan melakukan tukar dinas.
b. Dokumen Tukar Dinas
Gambar 4.31. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas
Dalam menu dokumen tukar dinas, seorang pegawai dapat melihat data-
data tukar dinas yang pernah dilakukannya, berikut status dari permohonan tukar
dinas yang dibuatnya.
c. Permohonan Tukar Dinas Masuk
Gambar 4.32. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas Masuk
Dalam menu permohonan tukar dinas masuk, seorang atasan dapat melihat
permohonan tukar dinas yang dilakukan oleh bawahannya, berikut melakukan
persetujuan atau penolakan terhadap permohonan tersebut.
d. Dokumen tukar Dinas yang disetujui
Gambar 4.33. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
133
Uraian/alasan : adalah alasan melakukan tukar dinas.
b. Dokumen Tukar Dinas
Gambar 4.31. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas
Dalam menu dokumen tukar dinas, seorang pegawai dapat melihat data-
data tukar dinas yang pernah dilakukannya, berikut status dari permohonan tukar
dinas yang dibuatnya.
c. Permohonan Tukar Dinas Masuk
Gambar 4.32. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas Masuk
Dalam menu permohonan tukar dinas masuk, seorang atasan dapat melihat
permohonan tukar dinas yang dilakukan oleh bawahannya, berikut melakukan
persetujuan atau penolakan terhadap permohonan tersebut.
d. Dokumen tukar Dinas yang disetujui
Gambar 4.33. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
133
Uraian/alasan : adalah alasan melakukan tukar dinas.
b. Dokumen Tukar Dinas
Gambar 4.31. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas
Dalam menu dokumen tukar dinas, seorang pegawai dapat melihat data-
data tukar dinas yang pernah dilakukannya, berikut status dari permohonan tukar
dinas yang dibuatnya.
c. Permohonan Tukar Dinas Masuk
Gambar 4.32. Tampilan Sub Menu Permohonan Tukar Dinas Masuk
Dalam menu permohonan tukar dinas masuk, seorang atasan dapat melihat
permohonan tukar dinas yang dilakukan oleh bawahannya, berikut melakukan
persetujuan atau penolakan terhadap permohonan tersebut.
d. Dokumen tukar Dinas yang disetujui
Gambar 4.33. Tampilan Sub Menu Dokumen Tukar Dinas Yang Disetujui
134
Dalam sub menu dokumen tukar dinas yang disetujui, pegawai (dalam hal
ini pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan tukar dinas yang
statusnya telah disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.5. Laporan
Terdapat empat buah laporan sebagai output dari sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan ini, yaitu :
a. Laporan Permohonan Cuti
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang. Dalam laporan ini terdapat juga laporan tidak masuk kerja pegawai,
sebagai laporan tidak masuk masuk kerja pegawai untuk dilaporkan ke bagian
kepegawaian.
Gambar 4.34. Tampilan Laporan Keterangan Tidak Masuk Kerja
134
Dalam sub menu dokumen tukar dinas yang disetujui, pegawai (dalam hal
ini pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan tukar dinas yang
statusnya telah disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.5. Laporan
Terdapat empat buah laporan sebagai output dari sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan ini, yaitu :
a. Laporan Permohonan Cuti
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang. Dalam laporan ini terdapat juga laporan tidak masuk kerja pegawai,
sebagai laporan tidak masuk masuk kerja pegawai untuk dilaporkan ke bagian
kepegawaian.
Gambar 4.34. Tampilan Laporan Keterangan Tidak Masuk Kerja
134
Dalam sub menu dokumen tukar dinas yang disetujui, pegawai (dalam hal
ini pihak kepegawaian), dapat melihat data permohonan tukar dinas yang
statusnya telah disetujui, sehingga bisa dibuatkan laporannya.
4.2.1.5. Laporan
Terdapat empat buah laporan sebagai output dari sistem perizinan pegawai
berbasis jaringan ini, yaitu :
a. Laporan Permohonan Cuti
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang. Dalam laporan ini terdapat juga laporan tidak masuk kerja pegawai,
sebagai laporan tidak masuk masuk kerja pegawai untuk dilaporkan ke bagian
kepegawaian.
Gambar 4.34. Tampilan Laporan Keterangan Tidak Masuk Kerja
135
Gambar 4.35. Tampilan Laporan Permohonan Cuti
b. Laporan Permohonan Tukar Dinas
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang.
Gambar 4.36. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas
135
Gambar 4.35. Tampilan Laporan Permohonan Cuti
b. Laporan Permohonan Tukar Dinas
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang.
Gambar 4.36. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas
135
Gambar 4.35. Tampilan Laporan Permohonan Cuti
b. Laporan Permohonan Tukar Dinas
Merupakan laporan sebagai bukti seorang pegawai melakukan
permohonan cuti dan telah mendapat persetujuan dari atasan / pejabat yang
berwenang.
Gambar 4.36. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas
136
c. Laporan Bulanan Cuti
Merupakan laporan data-data cuti pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.37. Tampilan Laporan Permohonan Cuti Bulanan
d. Laporan bulanan Tukar Dinas
Merupakan laporan data-data tukar dinas pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.38. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.3. Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dulu. Sebagian pengujian dilakukan oleh pemrogram sendiri,
dan lainnya dilakukan oleh penganalisis sistem. Rangkaian pengujian ini
menggunakan dua buah komputer dengan mengkondisikan satu komputer sebagai
server dan satu komputer sebagai client yang dijalankan bersama-sama dengan
memasukan data contoh serta data akurat dari sistem yang telah ada.
136
c. Laporan Bulanan Cuti
Merupakan laporan data-data cuti pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.37. Tampilan Laporan Permohonan Cuti Bulanan
d. Laporan bulanan Tukar Dinas
Merupakan laporan data-data tukar dinas pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.38. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.3. Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dulu. Sebagian pengujian dilakukan oleh pemrogram sendiri,
dan lainnya dilakukan oleh penganalisis sistem. Rangkaian pengujian ini
menggunakan dua buah komputer dengan mengkondisikan satu komputer sebagai
server dan satu komputer sebagai client yang dijalankan bersama-sama dengan
memasukan data contoh serta data akurat dari sistem yang telah ada.
136
c. Laporan Bulanan Cuti
Merupakan laporan data-data cuti pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.37. Tampilan Laporan Permohonan Cuti Bulanan
d. Laporan bulanan Tukar Dinas
Merupakan laporan data-data tukar dinas pegawai yang telah mendapat
persetujuan dari atasan / pejabat yang berwenang dalam kurun waktu satu bulan.
Gambar 4.38. Tampilan Laporan Permohonan Tukar Dinas Bulanan
4.3. Menguji dan Mempertahankan Sistem
Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dulu. Sebagian pengujian dilakukan oleh pemrogram sendiri,
dan lainnya dilakukan oleh penganalisis sistem. Rangkaian pengujian ini
menggunakan dua buah komputer dengan mengkondisikan satu komputer sebagai
server dan satu komputer sebagai client yang dijalankan bersama-sama dengan
memasukan data contoh serta data akurat dari sistem yang telah ada.
137
4.3.1. Pengujian Melakukan Permohonan Cuti
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan cuti, pegawai harus login ke
sistem dan masuk ke menu cuti, lalu ke submenu permohonan cuti.
Gambar 4.39. Tampilan Melakukan Permohonan Cuti (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pemohon cuti (supervisor), akan muncul
permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti submenu
permohonan cuti masuk.
Gambar 4.40. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor)
Atasan dari pemohon akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
137
4.3.1. Pengujian Melakukan Permohonan Cuti
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan cuti, pegawai harus login ke
sistem dan masuk ke menu cuti, lalu ke submenu permohonan cuti.
Gambar 4.39. Tampilan Melakukan Permohonan Cuti (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pemohon cuti (supervisor), akan muncul
permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti submenu
permohonan cuti masuk.
Gambar 4.40. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor)
Atasan dari pemohon akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
137
4.3.1. Pengujian Melakukan Permohonan Cuti
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan cuti, pegawai harus login ke
sistem dan masuk ke menu cuti, lalu ke submenu permohonan cuti.
Gambar 4.39. Tampilan Melakukan Permohonan Cuti (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pemohon cuti (supervisor), akan muncul
permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti submenu
permohonan cuti masuk.
Gambar 4.40. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor)
Atasan dari pemohon akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
138
c. Pada sistem dengan user atasan dari supervisor pemohon cuti (Supervisor
Senior), akan muncul permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti
submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.41. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor
Senior)
Supervisor Senior akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user manajer, akan muncul permohonan cuti pegawai,
yang terdapat pada menu cuti submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.42. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Manajer)
Bila manajer menyetujui permohonan cuti ini, maka permohonan cuti dari
pegawai bersangkutan telah disetujui dengan lengkap dan pegawai
bersangkutan bisa melaksanakan cuti.
e. Untuk mengetahui status permohonan cuti, pemohon bisa melihatnya pada
menu cuti, sub menu dokumen cuti.
138
c. Pada sistem dengan user atasan dari supervisor pemohon cuti (Supervisor
Senior), akan muncul permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti
submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.41. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor
Senior)
Supervisor Senior akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user manajer, akan muncul permohonan cuti pegawai,
yang terdapat pada menu cuti submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.42. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Manajer)
Bila manajer menyetujui permohonan cuti ini, maka permohonan cuti dari
pegawai bersangkutan telah disetujui dengan lengkap dan pegawai
bersangkutan bisa melaksanakan cuti.
e. Untuk mengetahui status permohonan cuti, pemohon bisa melihatnya pada
menu cuti, sub menu dokumen cuti.
138
c. Pada sistem dengan user atasan dari supervisor pemohon cuti (Supervisor
Senior), akan muncul permohonan cuti pegawai, yang terdapat pada menu cuti
submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.41. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Supervisor
Senior)
Supervisor Senior akan memberikan persetujuan permohonan cuti dengan
menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user manajer, akan muncul permohonan cuti pegawai,
yang terdapat pada menu cuti submenu permohonan cuti masuk.
Gambar 4.42. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Cuti (Manajer)
Bila manajer menyetujui permohonan cuti ini, maka permohonan cuti dari
pegawai bersangkutan telah disetujui dengan lengkap dan pegawai
bersangkutan bisa melaksanakan cuti.
e. Untuk mengetahui status permohonan cuti, pemohon bisa melihatnya pada
menu cuti, sub menu dokumen cuti.
139
Gambar 4.43. Tampilan Permohonan Cuti yang Telah Disetujui
4.3.2. Pengujian Melakukan Permohonan Tukar Dinas
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan tukar dinas, pegawai harus
login ke sistem dan masuk ke menu tukar dinas, lalu ke submenu permohonan
tukar dinas.
Gambar 4.44. Tampilan Melakukan Permohonan Tukar Dinas (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai yang diganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
139
Gambar 4.43. Tampilan Permohonan Cuti yang Telah Disetujui
4.3.2. Pengujian Melakukan Permohonan Tukar Dinas
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan tukar dinas, pegawai harus
login ke sistem dan masuk ke menu tukar dinas, lalu ke submenu permohonan
tukar dinas.
Gambar 4.44. Tampilan Melakukan Permohonan Tukar Dinas (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai yang diganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
139
Gambar 4.43. Tampilan Permohonan Cuti yang Telah Disetujui
4.3.2. Pengujian Melakukan Permohonan Tukar Dinas
a. Ketika seorang pegawai bermaksud mengajukan tukar dinas, pegawai harus
login ke sistem dan masuk ke menu tukar dinas, lalu ke submenu permohonan
tukar dinas.
Gambar 4.44. Tampilan Melakukan Permohonan Tukar Dinas (Pelaksana)
Setelah semua kolom diisi, lalu pegawai menekan tombol save untuk
mengirim permohonan (dilakukan oleh tingkat pelaksana).
b. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai yang diganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
140
Gambar 4.45. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai yang diganti)
Atasan dari pegawai yang diganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
c. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai pengganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
Gambar 4.46. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai Pengganti)
Atasan dari pegawai pengganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user Supervisor Senior Operasi, akan muncul
permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas, submenu
permohonan tukar dinas masuk.
140
Gambar 4.45. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai yang diganti)
Atasan dari pegawai yang diganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
c. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai pengganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
Gambar 4.46. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai Pengganti)
Atasan dari pegawai pengganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user Supervisor Senior Operasi, akan muncul
permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas, submenu
permohonan tukar dinas masuk.
140
Gambar 4.45. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai yang diganti)
Atasan dari pegawai yang diganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
c. Pada sistem dengan user atasan dari pegawai pengganti (supervisor), akan
muncul permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas,
submenu permohonan tukar dinas masuk.
Gambar 4.46. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Pegawai Pengganti)
Atasan dari pegawai pengganti akan memberikan persetujuan permohonan
tukar dinas dengan menekan tombol setuju.
d. Pada sistem dengan user Supervisor Senior Operasi, akan muncul
permohonan tukar dinas, yang terdapat pada menu tukar dinas, submenu
permohonan tukar dinas masuk.
141
Gambar 4.47. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Senior)
Bila Supervisor Senior Operasi menyetujui permohonan tukar dinas ini, maka
permohonan tukar dinas dari pegawai bersangkutan telah disetujui dengan
lengkap dan pegawai bersangkutan bisa melaksanakan tukar dinas.
e. Untuk mengetahui status permohonan tukar dinas, pemohon bisa melihatnya
pada menu tukar dinas, sub menu dokumen tukar dinas.
Gambar 4.48. Tampilan Permohonan Tukar Dinas yang Telah Disetujui
4.3.3. Pengujian dengan Menggunakan Dua Buah Komputer
Pengujian terhadap sistem perizinan pegawai dengan menggunakan dua
buah komputer, dilakukan dengan mengkondisikan satu komputer sebagai server
dan satu komputer sebagai client. Dalam melakukan pengujian pada menu
permohonan cuti, menu permohonan tukar dinas dan menu yang lain ketika client
me-request data, ternyata tidak ditemukan masalah sedikit pun. Begitu juga
mengenai waktu proses permintaan dari sisi client hanya memerlukan waktu
kurang dari 1 (satu) detik untuk bisa menampilkan data yang dikirim dari client ke
server.
141
Gambar 4.47. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Senior)
Bila Supervisor Senior Operasi menyetujui permohonan tukar dinas ini, maka
permohonan tukar dinas dari pegawai bersangkutan telah disetujui dengan
lengkap dan pegawai bersangkutan bisa melaksanakan tukar dinas.
e. Untuk mengetahui status permohonan tukar dinas, pemohon bisa melihatnya
pada menu tukar dinas, sub menu dokumen tukar dinas.
Gambar 4.48. Tampilan Permohonan Tukar Dinas yang Telah Disetujui
4.3.3. Pengujian dengan Menggunakan Dua Buah Komputer
Pengujian terhadap sistem perizinan pegawai dengan menggunakan dua
buah komputer, dilakukan dengan mengkondisikan satu komputer sebagai server
dan satu komputer sebagai client. Dalam melakukan pengujian pada menu
permohonan cuti, menu permohonan tukar dinas dan menu yang lain ketika client
me-request data, ternyata tidak ditemukan masalah sedikit pun. Begitu juga
mengenai waktu proses permintaan dari sisi client hanya memerlukan waktu
kurang dari 1 (satu) detik untuk bisa menampilkan data yang dikirim dari client ke
server.
141
Gambar 4.47. Tampilan Melakukan Persetujuan Permohonan Tukar Dinas
(Supervisor Senior)
Bila Supervisor Senior Operasi menyetujui permohonan tukar dinas ini, maka
permohonan tukar dinas dari pegawai bersangkutan telah disetujui dengan
lengkap dan pegawai bersangkutan bisa melaksanakan tukar dinas.
e. Untuk mengetahui status permohonan tukar dinas, pemohon bisa melihatnya
pada menu tukar dinas, sub menu dokumen tukar dinas.
Gambar 4.48. Tampilan Permohonan Tukar Dinas yang Telah Disetujui
4.3.3. Pengujian dengan Menggunakan Dua Buah Komputer
Pengujian terhadap sistem perizinan pegawai dengan menggunakan dua
buah komputer, dilakukan dengan mengkondisikan satu komputer sebagai server
dan satu komputer sebagai client. Dalam melakukan pengujian pada menu
permohonan cuti, menu permohonan tukar dinas dan menu yang lain ketika client
me-request data, ternyata tidak ditemukan masalah sedikit pun. Begitu juga
mengenai waktu proses permintaan dari sisi client hanya memerlukan waktu
kurang dari 1 (satu) detik untuk bisa menampilkan data yang dikirim dari client ke
server.
142
4.4. Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem
Di tahap terakhir dari pengembangan sistem, penganalisis membantu
untuk mengimplementasikan sistem informasi. Tahap ini melibatkan pelatihan
bagi pemakai untuk mengendalikan sistem. Dikarenakan sistem perizinan pegawai
ini belum digunakan dalam pekerjaan sehari-hari di lingkungan PT.Indonesia
Power UBP Kamojang SUBP PLTP Darajat, maka untuk tahap ini belum bisa
dilakukan.
143
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil kajian terhadap teori yang ada,
analisa, perancangan dan pembuatan program aplikasi izin pegawai berbasis
jaringan dalam lingkungan intranet, adalah sebagai berikut :
a. Hasil simulasi dan pengujian yang dilakukan dari sisi client, proses
pengiriman data hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 (satu) detik untuk
sampai ke server.
b. Pengujian untuk masing-masing username, berjalan dengan sukses dan
tampil di data server.
c. Data yang dikirim dari client (pemohon), baik untuk permohonan cuti
maupun permohonan tukar dinas berjalan sukses ke user atasan yang lebih
tinggi (yang berwenang menyetujui permohonan).
d. Dokumentasi permohonan cuti dan tukar dinas berjalan sukses dalam bentuk
laporan.
Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, maka sistem perizinan pegawai
yang dibangun ini telah mampu mengakomodasi kebutuhan akan permohonan cuti
dan tukar dinas dari para pegawai dalam waktu singkat, sehingga sistem ini layak
untuk dipakai dalam perusahaan.
5.2. Saran
Pada akhir penyusunan laporan tugas akhir ini penulis memberikan saran-
saran untuk menunjang dalam meningkatkan pengelolaan administrasi perizinan
pegawai, sebagai berikut :
a. Sistem perizinan pegawai berbasis jaringan dalam lingkungan intranet yang
dirancang ini, agar dapat diterapkan untuk membantu dalam administrasi
perizinan pegawai di PT.Indonesia Power UBP Kamojang Sub Unit PLTP
Darajat.
144
b. Dalam sistem perizinan pegawai yang dirancang ini, hanya dibangun
mengenai izin cuti dan tukar dinas saja. Untuk pengembangan selanjutnya
dapat pula ditambahkan perizinan pegawai yang lain, seperti izin pulang cepat,
izin terlambat datang dan sebagainya.
c. Bagi yang akan mengembangkan sistem perizinan pegawai ini, diharapkan
untuk menguji sistem ini pada jaringan yang lebih luas (komputer yang lebih
banyak) dan menambahkan menu-menu pada sistem sesuai kebutuhan.
xv
DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Zulkifli., Manajemen Sistem Informasi., PT. Gramedia Pustaka Utama.,
Jakarta., 2005.
Andri, K., Perancangan SI dan Aplikasinya., Gramedia Pustaka Utama.,Jakarta.,
2007
Hariyanto, Bambang., Sistem Manajemen Basisdata : Pemodelan, Perancangan
dan Terapannya., INFORMATIKA., Bandung, 2004.
HM, Jogiyanto., Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur
Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, ANDI.,Yogyakarta., 2005.
Kendal & Kendal., Analisis Dan Perancangan Sistem., PT.INDEKS., Jakarta.,
2006
Kusrini, dan Andri Koniyo.,Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi
Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server, ANDI.,
Yogyakarta, 2007.
Ladjamudin, Al-Bahra bin., Analisis dan Desain Sistem Informasi., GRAHA
ILMU., Yogyakarta, 2005.
Nugroho, Bunafit., Database Relasional dengan MySQL., ANDI.,
Yogyakarta,2005.
Perjanjian kerja bersama antara PT.Indonesia Power dengan Persatuan Pegawai
PT.Indonesia Power., Jakarta., 2010.
Syafrizal, Melwin., Pengantar Jaringan Komputer., ANDI., Yogyakarta, 2005.
Widianti, Sri., Pengantar Basis Data., CV Fajar., Jakarta., 2009.
Zakaria, Teddy Marcus dan Agus Prijono., Perancangan Antarmuka untuk
Interaksi Manusia dan Komputer (User Interface Design for Human
and Computer Interaction)., INFORMATIKA., Bandung, 2007.
http://id.wikipedia.org/wiki/XAMPP, tanggal akses 20 September 2011
http://ilmukomputer.org/2007/11/27/xampppaket-apache-php-dan-mysql-instant/,
tanggal akses 20 September 2011
xvi
http://ilmukomputer.org/2010/07/26/kelebihan-dan-kekurangan-peer-to-peer-dan-
client-server/, tanggal akses 20 September 2011
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/webengineer.pdf : Rekayasa Web, tanggal akses
20 September 2011
http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/124290-R030865-
Penerapan%20teknologi-Literatur.pdf , tanggal akses 20 September
2011