Anda di halaman 1dari 2

Sistem Pencernaan Ternak Non-Ruminansia Pada ternak non-ruminansia atau hewan yang mempunyai lambung tunggal, alat pencernaannya

terdiri dari : mulut (cawar oris), tekak (pharing), kerongkongan (esophagus), gastrium (lambung), intestinum tenue (usus halus: duodenum, ileum, jejunum), usus besar ( caecum dan rektum), dan anus. Saluran pencernaan ini dinamakan dengan monogastrik, pada jenis unggas saluran pencernaannya mempunyai beberapa perbedaan dalam bentuk anatominya dengan hewan monogastrik lainnya, tetapi fungsinya secara umum dapat dikatakan hampir sama, sedangkan pada hewan ruminansia lebih kompleks. Perbedaan kebutuhan zat makanan ternak ruminansia dan non-ruminansia standard kebutuhan pakan atau juga sering diberi istilah dengan standard kebutuhan zat-zat makanann pada hewan ruminansia sering menggunakan satuan yang beragam, misalnya untuk kebutuhan energi dipakai Total Digestible Nutrient (TDN), Metabolizable Energy (ME), atau Net Energy (NEI), sedangkan untuk kebutuhan protein dipakai nilai Protein Kasar (PK), PK tercerna atau kombinasi dari nilai degradasi protein dirumen atau protein yang tidak terdegradasi di rumen. Istilah STANDAR didefinisikan sebagai dasar

kebutuhan yang dihubungkan dengan fungsi aktif (status faali) dari hewan tersebut. Misalnya pada sapi perah, pemberian pakan didasarkan atas kebutuhan untuk hidup pokok dari produksi susu, sedangkan untuk sapi potong lebih ditujukan untuk kebutuhan hidup pokok dan pertumbuhan. Namun tidak mudah pula untuk menentukan kebutuhan hanya untuk hidup pokok saja atau produksi saja, terutama untuk kebutuhan zat makanan yang kecil seperti vitamin dan mineral. Variasi kebutuhan ditentukan oleh macam hewan dan kualitas pakan. Sesungguhnya standard pakan ini dibuat untuk dapat mengantisipasi situasi yang lebih beragam, termasuk perubahan cuaca. Standard ini juga masih bisa dipakai untuk kepentingan taraf nasional (dari negara yang menyusun) atau bahkan dapat untuk keperluan dunia internasional yang mempunyai iklim yang hampir sama.
http://ayisakin.blogspot.com/2012/03/ternak-ruminansia-dan-nonruminansia.html