Anda di halaman 1dari 74

IRSAN MUHAMMAD LURFI, 0806047 Pengembangan Fitur Upload Pada Streaming Server Sekolah Tinggi Teknologi Garut Dibawah

Pembimbing 1 Eri Satria, M.Si dan Pembimbing 2 Rinda Cahyana, MT. 54 Halaman + vi / 20 Gambar / 10 Tabel / 12 Daftar Pustaka (1999-2012)

ABSTRAK
Sekolah Tinggi Teknologi Garut adalah salah satu perguruan tinggi yang telah memiliki Infrastuktur jaringan komputer yang telah mencakup seluruh wilayah

kampus sehingga dapat diakses oleh seluruh civitas akademik Sekolah Tinggi
Teknologi Garut. Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang mumpuni,

sekarang STT-Garut telah memiliki infrastruktur dalam hal belajar mengajar seperti yang di bahas dalam tugas akhir Elsen (2011). namun dalam pembangunan serteaming server masih terdapat kekurangan yaitu situs streaming STT-Garut masih menggunakan antarmuka standar dan belum mendapat kustomasi di beberapa titik dan disarankan untuk mengubah tampilan situs

mejadi lebih baik yaitu ke arah upload. Adapun tujuan dari Pengembangan fitur
upload pada streaming server STT-Garut ini ialah yang nantinya akan dipakai sebagai bahan pembelajaran

Work Breakdown Structure (WBS) digunakan untuk menggambarkan alur proyek dari awal sampai selesai dan dapat digunakan sebagai metodologi untuk menganalisis dan menggambangkan pada pengembangan fitur upload pada streaming server Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
Berdasarkan kepada hasil dan kesimpulan yang dilakukan terhadap situs

streaming dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut, mendapatkan hasil yang baik dari sisi pengguna, namun dengan adanya keterbatasan waktu diharapkan pada tahap pengujian harus ada beberapa periode sehingga dapat di lihat bahwa interface mudah di pahami, mudah digunakan dan berfungsi dengan baik Kata Kunci: streaming server, upload, STT-Garut, Work Breakdown Structur

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Shalawat serta salam tak lupa penyusun curahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan Mata Tugas Akhir di Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG). Adapun judul dari Tugas Akhir ini adalah : PENGEMBANGAN FITUR UPLOAD PADA SITUS STREAMING SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penyusun banyak sekali mendapatkan bantuan, dorongan, bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak, oleh karena itu rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penyusun sampaikan kepada yang terhormat : 1. Bapak dan Ibu tercinta, Adik-adik, Saudara-saudara dan seluruh keluarga, serta orang-orang terdekat yang telah memberikan doa dan dorongan baik secara moril, materil maupun spiritual selama penyusunan Laporan Tugas Akhir ini. 2. Bapak Prof. Dr. H.M. Ali Ramdhani, MT selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 3. Bapak Eri Satria, M.Si selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika sekaligus Pembimbing 1 yang telah memberikan informasi dan bimbingannya. 4. Bapak Rinda Cahyana, MT., selaku Sekretaris Jurusan Teknik Informatika sekaligus sekaligus Pembimbing 2 yang telah memberikan banyak arahan dan bimbingannya saat melakukan penulisan karya ilmiah tugas akhir.

5. Bapak Dian sebagai staf Jurusan Teknik Informatika yang telah banyak membantu dan meluangkan waktunya saat penulis mengumpulkan data-data. 6. Rickard Elsen, S.T, yang telah banyak membantu dan memberikan banyak masukan selama penyusunan laporan Tugas Akhir ini. 7. Azwar Tsabit, yang selalu memberikan semangat dan motivasi selama kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 8. Rena Yuni yang telah mendoronga untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. 9. Sahabat dan teman-teman seperjuangan. 10. Sahabat dan rekan-rekan Teknik Informatika Angkatan 2008 11. Seluruh staf dosen dan civitas akademika di Sekolah Tinggi Teknologi Garut 12. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak memeberikan inspirasi dalam penyusunan laporan kerja prktek ini Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa yang akan datang selalu penulis nantikan. Akhirnya penulis berharap semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Garut, November 2012

Penulis

ii

DAFTAR ISI
halaman ABSTRAK.... KATA PENGANTAR.. i i

DAFTAR ISI. iii DAFTAR GAMBAR v

DAFTAR TABEL. vi BAB I PENDAHULUAN... 1 1 2

1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah.......

1.3 Batasan Masalah...... 3 1.4 Tujuan..... 1.5 Sistematika Penulisan. BAB II LANDASAN TEORI.. 3 3 5 16

BAB III KERANGKA KERJA KONSEPTUAL.

3.1 Skema Penelitian. 16 3.2 Detail Aktifitas


3.3 Sumber Daya yang Digunakan

19
24

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 25 4.1 Analisis Kebutuhan. 4.1.1 Analisis Dasar .... 4.1.2 Analisis Kesenjangan ...... 25 25 27

4.1.3 Analisis Sistem Masa Depan 29 4.1.3.1 Cara kerja Dasar Upload... 4.1.3.1.1 Use Case Cara kerja Dasar Upload 4.4.1.1.2 Sequence Diagram Alur kerja Dasar Upload 4.2 Pemodelan... 4.2.1 Pemodelan Antarmuka. 29 29 31 31 32

4.2.2 Arsitektur Sistem.. 33 4.2.3 Desain Teknologi. 4.2.3.1 Kebutuhan Streaming Dengan Menambahkan Fitur Upload 35 35

iii

4.3 Penerapan

36

4.3.1 Penerapan Teknologi 36 4.3.1.1 Memilih Jenis Video. 4.3.1.2 Membuat Tabel Video di MySQL
4.3.1.3 Mengubah Variabel PHP. 4.3.1.4 Menambah Fasilitas Upload.... 4.3.1.5 Form Upload. 4.3.2 Pengujian 4.3.2.1 Usability Testing... 4.3.2.1.1 Kasus dan Hasil Pengujian. 4.3.2.1.2 Kesimpulan Hasil Pengujian.. 4.3.2.2 User Satisfaction Testing..

36 37
38 39 42 44 45 45 46 46

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 50 50

5.1 Kesimpulan.

5.2 Saran 51 DAFTAR PUSTAKA... LAMPIRAN 52

iv

DAFTAR GAMBAR
halaman Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Work Breakdown Structure... Activity sequencing.... 7 8

Use case. 10
Contoh Sequence Diagram. Modeling Web Applications Model Architecture.. Alur Aktifitas Penelitian. Work Breakdown Structure Penambangan Fitur Upload

11 13 14 16 17

Kerangka Penelitian Secara Rinci... 18

Alur Sistem Streaming Server yang Sedang Berjalan... 26


Flowchart aktifitas upload pada situs youtube dan metacafe. Use Case Alur Kerja Sistem Upload.

28 30

Sequence Diagram Alur kerja Dasar Upload.. 31 Desain Fitur Upload. Arsitektur Sistem

32 34

Jenis Video yang Didukung HTML5.. 37 Gambar Data Base upload.. Situs Streaming Yang Telah di Kembangkan Dengan Menambahkan Fungsi Upload.

38

44

Gambar 4.10 Form Kuisioner Kepuasan Penggua.. 47


1

Gambar 4.11 Grafik Hasil Rekapitulasi Penilaian Kepuasan Pengguna. 48


2

DAFTAR TABEL
halaman Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram... 1 Tabel 2.2 Notasi Sequence Diagram.. Tabel 3.1 Penjelasan Skema Penelitian...... 10 12 19

Tabel 3.2 Mahasiswa STT-Garut yang melakukan kuisioner... 23 Tabel 3.3 Sumberdaya yang dibutuhkan... Tabel 4.1 Fasilitas pada situs streaming Tabel 4.2 Fasilitas Situs Streaming Tabel 4.3 Rencana Pengujian proses Upload Tabel 4.4 Kasus dan Hasil Pengujian 24 28 36 43 45

Tabel 4.5 Hasil Penilaian Kepuasan Pengguan... 47 Tabel 4.6 Hasil Rekapitulasi Penilaian Kepuasan Pengguan.. 48

vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Perkembangan dunia komputer di dunia semakin pesat. Komputer masuk

dalam segala sisi kehidupan manusia dan mempengaruhi kehidupan manusia. Komputer yang pada mulanya tidak hanya merupakan mesin hitung saja, sekarang sudah berkembang, sehingga mempunyai fungsi yang bermacam-macam yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Pengguna teknologi khususnya komputer yang semakin lama semakin banyak memunculkan keinginan untuk saling berhubungan dan saling melakukan pertukaran data antar pengguna. Hal ini membutuhkan adanya sarana untuk menghubungkan komputer-komputer tersebut. Komputer-komputer yang ada di dunia dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lain menggunakan suatu sistem jaringan komputer. Mula-mula yang saling berhubungan hanyalah komputer dalam suatu area tertentu dengan membentuk suatu jaringan komputer lokal. Dalam perkembangan berikutnya, masing-masing jaringan lokal tersebut saling di hubungkan, sehingga akhirnya membentuk suatu sistem jaringan yang sangat luas yang tidak terbatas pada area tertentu. Pemanfaatan jaringan komputer membuat beberapa masalah yang dirasa sulit kini menjadi lebih mudah. Saat ini pengguna bisa langsung menyimpan datanya di server luar, dan dengan memanfaatkan jaringan komputer dia bisa memodifikasi berkasnya tersebut dimanapun dan kapanpun selama terhubung ke jaringan. Selain berkas yang disimpannya, pengguna pun bisa mengakses berkas yang dibagi-pakai oleh pengguna lain. Pengguna bisa menonton video, mendengarkan musik, menonton televisi, dan membaca dokumen dengan menerapkan online tanpa harus menyimpan berkas-berkas tersebut ke media penyimpanan. Teknologi ini disebut streaming. Teknologi streaming sangat cocok untuk diterapkan dalam bidang edukasi karena format-format yang didukung teknologi ini (seperti video, audio, dokumen, 1

dan gambar) yang merupakan komponen multimedia bisa digunakan sebagai sarana belajar mengajar. Selain itu media streaming memiliki beberapa keuntungan lain bagi organisasi, yaitu dapat menghemat biaya dengan mengurangi biaya dari distribusi media, selain itu media saat ini lebih bervariasi daripada sebelumnya. Orangorang mendapatkan informasi dari koran, majalah, radio, jaringan televisi, website, PDA, bahkan handphone. Media streaming merespon keinginan pengguna dalam hal variasi media. Menambahkan media streaming sebagai saluran komunikasi memberikan Anda kesempatan yang lebih baik untuk menggapai pelanggan. Sekarang STT-Garut telah meiliki sarana pendukung seperti perpustakaan dan internet. Infrastuktur jaringan komputer yang dimiliki STT-Garut sudah mencakup seluruh wilayah kampus sehingga bisa diakses oleh seluruh civitas akademik STT-Garut. Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang mumpuni, sekarang STT-Garut telah memiliki infrastruktur dalam hal belajar mengajar seperti yang di bahas dalam tugas akhir Elsen, R, Pembangunan Server Streaming Berbasis Open Source Di Sekolah Tinggi Teknologi Garut Laporan Tugas Akhir, Garut, 2011. Dalam tugas akhir ini menjelaskan mengenai bagaimana membangun jaringan komputer lokal di STT-Garut menjadi lokasi situs streaming server, namun dalam pembangunan serteaming server masih terdapat kekurangan yaitu situs streaming STT-Garut masih menggunakan antarmuka standar dan belum mendapat kustomasi di beberapa titik dan disarankan untuk mengubah tampilan situs mejadi lebih baik yaitu ke arah upload. Adapun pengertian upload yaitu transmisi sebuah file dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain. Dengan adanya keterbatasan pada saat membangun serteaming server pada tugas akhri sebelumnya, maka di perlukan adanya upload.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan pada pembahasan latar belakang, maka dapat disimpulkan

rumusan masalah sebagai berikut, yaitu seperti apa seharusnya pengembangan fitur upload pada Streaming server Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

1.3

Batasan Masalah Agar penelitian tidak meluas, maka peneliti membatasi ke arah

pengembangan situs dengan menerapkan fitur upload yang memungkinkan setiap file video dapat diunggah secara langsung.

1.4

Tujuan Tujuan dari penelitian ini ialah pengembangan fitur upload pada streaming

yang ada di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, sebagai sarana pendukung pembelajaran.

1.5

Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini, dengan menerapkan garis

besar adalah sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN Dalam bab ini berisikan latar belakang dari penelitian, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI Menjelaskan tentang teori-teori serta komponen-komponen yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang akan diteliti. BAB III KERANGKA KERJA KONSEPTUAL Bab ini mejelaskan tentang langkah-langkah penelitian dan metodametoda yang digunakan dalam langkah-langkah tersebut. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi pembahasan hasil dari proses penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan yang dihasilkan dari pembahasan masalah yang telah dilakukan sebelumnya, serta saran-saran yang mungkin dapat berguna.

BAB II LANDASAN TEORI


Pesatnya teknologi saat ini memicu perkembangan yang pesat pula pada banyak aspek kehidupan. Saat ini, hampir semua kegiatan yang dilakukan bersentuhan dengan teknologi khususnya pada proses upload yang ada pada berbagai sistem baik itu di dalam lingkungan organisai maupun yang ada diluar organisai untuk memudahkan penguna didalam melakukan transefer data. Manusia zaman sekarang tidak akan mampu hidup tanpa menggunakan teknologi. Ketergantungan ini berimbas pada paradigma dan pola pikir hidup yang dianut oleh manusia saat ini, sehingga teknologi bukan lagi menjadi alat bantu melainkan suatu kebutuhan pokok yang harus ada. Salah satu penemuan terbesar dalam sejarah teknologi informasi adalah jaringan komputer, baik yang menghubungkan komputer-komputer lokal dalam suatu lingkup kecil hingga yang mencakup skala dunia yang disebut internet. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, kegiatan berbagi-pakai sumber daya menjadi semakin mudah. Bila dihubungkan antara perubahan paradigma dan pola pikir manusia dengan jaringan komputer, kita dapat menemukan bahwa pengguna saat ini benarbenar memanfaatkan sumber daya yang dibagikan tersebut. Contohnya satu kantor hanya memiliki satu buah printer karena printer tersebut sudah cukup dan dapat digunakan oleh semua orang yang ada di kantor tersebut. Dalam kasus ini, jaringan komputer merupakan salah satu komponen inti dalam melakukan kegiatan operasional organisasi. Perubahan paradigma dan pola pikir berimbas pada cara manusia melakukan kegiatan yang dilakukannya secara rutin. Beberapa aspek seperti aspek sosial, aspek budaya, aspek ilmu pengetahuan, dan aspek-aspek lainnya dibuah sedemikian rupa sehingga teknologi menyusup dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya dalam aspek sosial. Saat ini marak muncul jejaring sosial yang menawarkan layanan pertemanan secara online via internet. Orang-orang tidak perlu lagi bertemu secara langsung dan berkomunikasi secara

verbal untuk dapat menjadi teman. Facebook, Yahoo Messenger, Youtube, dan yang terbaru Google+ adalah beberapa contoh situs jejaring sosial yang menawarkan layanan yang bermacam-macam untuk mendukung hubungan secara online tersebut. Pemanfaatan jaringan komputer membuat beberapa masalah yang dirasa sulit kini menjadi lebih mudah. Saat ini pengguna bisa menyimpan datanya di server luar, dan dengan memanfaatkan jaringan komputer dia bisa memodifikasi berkasnya tersebut dimanapun dan kapanpun selama terhubung ke jaringan. Dengan penyimpanan online ini, pengguna tidak perlu takut berkasnya dimodifikasi oleh aplikasi pengganggu seperti virus, atau ketakutan kehilangan data akibat salah dalam melakukan pengelolaan harddisk. Selain berkas yang disimpannya, pengguna pun bisa mengakses berkas yang dibagi-pakai oleh pengguna lain. Pengguna bisa menonton video, mendengarkan musik, menonton televisi, dan membaca dokumen secara online tanpa harus menyimpan berkas-berkas tersebut ke media penyimpanan. Teknologi ini disebut streaming. media streaming seringkali dikaitkan dengan transfer data audio dan video, padahal streaming bisa diaplikasikan pada hampir semua jenis data seperti gambar statistik dan teks. Data berubah secara teratur dan logis. Streaming biasanya mengandung interpretasi dari data-data tersebut (audio, video, gambar, dan teks) yang bersifat real-time oleh beberapa aplikasi yang disebut player (Follansbee, 2004). Berkembangnya teknologi informasi di era sekarang ini banyak sekali yang membuat situs web untuk menyajikan sebuah informasi baik itu berupa informasi akademis ataupun informasi umum, Web dapat dikatanan sebagi sarana untuk antar muka informasi di internet yang mampu menggabungkan teks, grafik dan multimedia dengan metode navigasi menu, web adalah sekelompok kode berbasis teks yang sederhana dan universal (Lee, 1989), disebut Hypertext Markup Language (HTML). HTML adalah bahasa kode pemrograman yang menjadi dasar bagi terwujudnya WEB. Dengan HTML seluruh sistem komputer yang saling berbeda dapat mengenali format-format yang ditampilkan dalam situssitus Internet tanpa perbedaan yang berarti, termasuk didalamnya penampilan

multimedia (Werbach, 1996). HTML memiliki bahasa scripting yang sudah terpasang yaitu PHP (Hypertext Preprocessor) yang bertujuan untuk

memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat. Hubungan PHP dengan HTML di halaman web biasanya disusun dari kode-kode HTML yang disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. File ini dikirimkan oleh server (atau file) ke browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga menghasilkan suatu tampilan yang indah (Lerdorf, 1995). Lain halnya dengan program php, program ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan di antara kodekode HTML sehingga dapat langsung ditampilkan bersama dengan kode-kode HTML tersebut. Berperan pentingnya php didalam pembuatan atau menembangkan sebuah situs maka banyak cara dalam mempermudah dalam pembuatan situs, seperti dengan menggunakan CMS (Content Management Sistem) karena CMS adalah sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (Proweb, 2011), seperti dalam penelitian ini membangun sebuah situs streaming server dengan penggunaan Drupal adalah sebuah CMS yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL (General Public License), Pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Drupal dapat diunduh secara bebas dan dapat digunakan secara bebas, sehingga memungkinkan setiap orang baik secara individu maupun komunitas untuk mempublikasi, mengatur dan mengorganisir berbagai jenis dari isi dan konten pada website. Kemungkinan Drupal untuk menjadi situs streaming dapat di lakukan karena dapat memenuhi standar untuk dijadikan streaming walaupun masih banyak yang belum tersedia, maka dari itu harus dilakukan beberapa perubahan didalam mengembangkan situs streaming dengan

menerapkan fungsi upload. Adapun pengertian upload upload adalah transmisi sebuah file dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain (Segebarth, 2005).

Dalam penyusunan karya ilmiah, pemaparan mengenai pemecahan masalah harus tersusun secara sistematis dan terstuktur (Suryana, 2010). Maka dari itu, dalam penyusunan karya ilmiah memerlukan metoda penelitian agar penyusunan karya ilmiah tidak keluar jalur dan dapat dipertanggung jawabkan. Pengaplikasian metode penelitian pun harus sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai dan masalah yang dikaji sehingga tidak semua metode cocok diterapkan pada penulisan karya ilmiah ini. Dalam proses pengembangan fitur upload pada streaming server Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan menggunakan Drupal haruslah menggunakan metoda yang khusus dirancang untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan situs tersebut. Dari hasil penelusuran di internet, dan studi literlatur, ditemukan beberapa metoda dan gambaran alur kerja seluruh sistem yang berkaitan dengan situs. Work Breakdown Structure (WBS) menurut Dawson (2005) digunakan untuk menggambarkan alur proyek dari awal sampai selesai. Penggunaan WBS yaitu dimulai dengan menyusun tahapan proses sampai penelitian yang akan dilakukan terdefinisikan (Dawson, 2005). Berikut ini adalah Work Breakdown Structure (WBS):

Gambar 2.1 Work Breakdown Structure (Sumber Dawson, 2005)


1

hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik. WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure. Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (subkegiatan), alasan perlunya WBS adalah Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal. Activity sequencing digunakan untuk menggambarkan tahapan aktivitas serta keterkaitan tiap aktifitas dalam penelitian ini secara detail (Dawson, 2005). Berikut ini adalah gambaran Activity sequencing

Gambar 2.2 Activity sequencing (Sumber Dawson, 2005)


2

Alur Aktifitas Penelitian menggunakan flowchart yaitu bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah (Ladjamudin, 2006), Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau kaidah baku yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil

pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan computer, sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan antara satu pemrograman dengan pemrograman lainnya. Namun secara garis besarnya, setiap pengolahan selalu terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu Input, Proses dan Output. Data-data yang dimanfaatkan dalam melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah yaitu dengan teknik pengumpulan data seperti, observasi dan tinjauan litelatur (Wiriosudarmo, 2001). Didalam pengembangan fitur upload pada streaming server terdapat tiga tahap yaitu: Analisis kebutuhan yaitu peroses pengumpulan data yang dihasilkan dari proses baseline analysis dan gap analysis (Wiriosudarmo, 2001) dan analisis sitem masa depan (Bahrami, 1999). Pemodelan yaitu proses pengembangan sistem yang dihasilkan dari pemodelan antarmuka, arsitektur sistem dan desain berbasis teknologi (Kappel, 2005). Penerapan yaitu proses dimana. Analisis kebutuhan yaitu proses Dimana dalam analisis kebutuhan ada aktivitas baseline analysis (Analisis dasar) dan gap analysis (Analisis Kesenjangan). Baseline analysis proses mengumpulkan data dengan cara melakukan studi litelarut. Gap analysis dilakukan pengumpulan data dengan melakukan observasi langsung terhadap objek sejenis yang ada di dalam lingkukan organisasi maupun di luar organisasi (Wiriosudarmo, 2001), Analisis sistem masa proses penggalian kebutuhan sistem dan sistem apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna (Bahramai, 1999), adapun proses yang mendukung untuk memenuhi proses analisis masa depan adalah use case dan Sequence Diagram. Use case adalah interaksi antara aktor dengan sistem. Suatu use-case menyangkut aktivitass dan respon dari suatu aktor. Pemodelan use case dapat dilakukan dengan mengambil beberapa aktor kemudian mendiskusikan apa saja yang akan dilakukan aktor tersebut terhadap sistem. Setiap use case merepresentasikan apa yang akan dilakukan oleh aktor (Bahrami, 1999). Berikut contoh use case diagram:

10

Gambar 2.3 Use case (Sumber Bahrami, 1999)

Komponen notasi dasar yang dipunyai oleh use-case diagram adalah actor, use-case, dan association. Berikut adalah notasi yang terdapat pada use-case diagram :

Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram 1 Actor Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas hanya manusia saja, dengan jika sebuah lain sistem dan

berkomunikasi

aplikasi

membutuhkan input atau memberikan output output. Use Case Use case digambarkan sebagai lingkaran elips
Use Case Name

dengan nama use case dituliskan didalam elips tersebut. Association Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan sebuah garis yang menghubungkan antara Actor dengan Use Case. Sumber: (http://resource.visual http://resource.visual-paradigm.com/)

11

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence Diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram adalah diagram interaksi yang memperlihatkan event-event yang berurutan sepanjang berjalannya waktu. Sequence Diagram menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu. Masing-masing Sequence Diagram akan menggambarkan aliranaliran pada suatu use case. Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang merepresentasikan lifeline objek dan sumbu horizontal yang menunjukan sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.

Cal l er OffHook

Exchange

Recei ver

T al k

Di al T one

Di al Number Ri ngT one OffHook

OnHook

Gambar 2.4 Contoh Sequence Diagram (Sumber Bahrami, 1999)

12

Sequence diagram mendokumentasikan komunikasi atau interaksi antar kelas-kelas. kelas. Diagram ini menunjukkan sejumlah objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek-objek objek didalam use case. Perlu diingat bahwa di dalam diagram ini, kelas-kelas kelas dan aktor aktor-aktor aktor diletakkan dibagian atas diagram dengan urutan dari kiri ke kanan dengan garis lifeline yang diletakkan secara vertikal terhadap kelas dan aktor. Berikut adalah notasi-notasinya :

Tabel bel 2.2 Notasi Sequence Diagram2 Object Object merupakan instance dari sebuah class dan dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma. Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka actor juga dapat diurutkan sebagai kolom.

Lifeline

Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah garis putus-putus putus vertikal yang ditarik dari sebuah objek.

Activation

Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi empat yang digambar pada sebuah lifeline.

Activation mengindikasikan sebuah objek yang akan melakukan sebuah aksi. Message Message, digambarkan dengan anak panah horizontal antara Activation. Message mengindikasikan

komunikasi antara objek objek-objek Sumber : http://resource.visual http://resource.visual-paradigm.com/

13

Metode perancangan ngan desain antarmuka menggunakan kostumisasi

(Kappel,

2006). Pemodelan ini menunjukan posisi fasilitas yang diterapkan dalam antarmuka situs, seperti letak menu upload, tombol dan link. seperti erti yang nampak pada gambar 2.5.

Gambar 2.5 Modeling Web Applications (Sumber Kappel, 2006) Pada tahap Arsitektur yaitu memecahkan persyaratan fungsional dan persyaratan kualitas menjadi komponen komponen-komponen komponen perangkat lunak dan hubungan mereka dan interface dalam sebuah pendekatan iterasi dengan pemodelan kustomisansi (Kappel, 2006). Pada tahap ini dijelaskan bagaimana sistem stem bekerja memenuhi permintaan pengguna berdasarkan lapisan lapisan-lapisan lapisan perangkat yang saling berhubungan satu sama lain dal dalam lingkup jaringan komputer lokal al dengan pemodelan kostumisasi. sep seperti yang nampak pada gambar 2.6.

14

Gambar 2.6 Model Architecture (Sumber Kappel, 2006) Desain Teknologi adalah proses tahap merancang cara kerja sistem yang diadaptasi dari teknologi yang sesuai dan berkembang di dunia teknologi saat ini (Kappel, 2006). Metoda yang digunakan dalam penerapan diadaptasi dari metoda Systematic Development of Web Applications (SDWA) dengan melakukan

pengembangan atau perubahan terhadap sistem berdasarkan pada pemodelan sistem, pemodelan arsitektur dan pemodelan berbasis teknologi. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan perbaikan. Proses pengujian ini ada dua tahap yaitu Usability Testing dan User Satisfaction Testing (Bahrami,1999). Pada saat melakukan user satisfaction pengujian sistem dilakukan oleh pengguna 1 1-10 orang (Bahrami, 1999). Dengan Metoda ini pengujian hanya sebatas pada input dan output tanpa melakukan pengujian lebih

15

dalam mengenai proses terciptanya output dari input yaitu bagaimana mengenai proses mengembangkan fitur upload terhadap streaming server yang ada di sekolah tinggi teknologi garut sehingga poin penting yang diusung dapat tercapai yaitu sistem streaming server dengan mengembangkan fitur upload dapat berfungsi sesuai dengan apa yang harapkan mampu melayani sesuai dengan kebutuhan organisasi.

16

BAB III KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

3.1

Skema Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, sampai mencapai tujuan

yang direncanakan, adapun alur aktifitas penelitian ini sebagai berikut:

Gambar 3.1 Alur Aktifitas Penelitian

Aktivitas dimulai dengan merumuskan masalah yang muncul untuk dijadikan acuan dalam merumuskan tujuan dari penelitian. Perumusan Tujuan penelitian dimaksudkan agar penelitian menjadi terarah dan jelas. Setelah

penelitian dirumuskan maka dilakukan studi literatur yang dimaksudkan untuk menemukan cara mencapai tujuan bardasarkan litelatur. Setelah mendapatkan literatur yang mendukung maka berdasarkan teori untuk mencapai tujuan disusunlah work breakdown structure yang Nampak pada gambar 3.2.

17

Gambar 3.2 Work Breakdown Structure (Sumber Dawson, 2005)

18

Berdasarkan pada work breakdown structure diatas dibuatlah activity sequencing untuk memudahkan dalam memahami, dibuatlah skemanya sebagaimana nampak pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Detail Skema Kerangka Kerja Penelitian (Sumber Dawson,2005)

19

3.2

Detail Aktivitas Tabel 3.1 Penjelasan Skema Kerangka Kerja Penelitian


1. Analisis Kebutuhan

Proses 1.1 Analisis Dasar adalah

Masukan Keluaran proses dalam Hasil penelitian situs streaming dari Skema situs streaming yang akan di
kembangkan.

mengumpulkan data dengan cara melakukan tugas akhir Elsen (2011) studi litelarut terhadap tugas akhir sebelumnya (Wiriosudarmo, 2001). 1.2 Analisis Kesenjangan adalah

proses 1. Fitur-fitur yang di tonjolkan dalam Kebutuhan antar muka upload


situs straming seperti youtube dan metacafe. 2. Hasil penelitian terkait

pengumpulan data dengan melakukan observasi langsung terhadap streaming yang sedang berjalan dan melakukan perbandingan dengan streaming yang lain (Wiriosudarmo, 2001). 1.3 proses

penggunaan sistem.

Analisis Sistem Masa Depan adalah proses upload pada streaming server Skema situs streaming yang akan di sistem streaming dengan yang dikembangkan.
kembangkan kearah .

mengembangkan fitur upload yang akan di terapkan dalam proses analisis sistem masa depan (Bahrami, 1999)

20

2. Perancangan Pemodelan Proses Masukan fitur pada Keluaran upload Gambaran dalam bentuk model mengenai pemodelan pemodelan antarmuka situs streaming yang akan diterapkan (Kappel, 2006).

2.1 Pemodelan Antarmuka adalah Merumuskan 1. Antarmuka hal-hal yang didapat dari tahap rekayasa berdasarkan

kebutuhan ke dalam sebuah model sehingga bisa dimengerti oleh orang lain. Teknik

kostumisasi (Kappel, 2006).


kembangkan.

yang 2. Skema fitur upload yang akan di 3. Perbedaan antara situs streaming
yang telah ada dengan situs akan streaming dikembangkan. yang

digunakan dalam tahap ini adalah Systematic Development (Kappel, 2006).

2.2 Arsitektur Sistem adalah Menggambarkan 1. Skema dan model kesenjangan Gambaran dalam bentuk model mengenai alur kerja streaming yang akan dikembangkan kearah upload, sehingga tampak jelas bagaimana sistem dapat melayani pengguna. Teknik yang digunakan dalam tahap ini adalah Systematic Development (Kappel, 2006).
situs streaming berdasarkan pada situs streaming lokal yang pemodelan kostumisasi (Kappel, dikembangkan (Kappel, 2006). 2006). 2. Skema situs streaming yang akan di kembangkan. 3. Perbedaan antara situs streaming yang telah ada dengan situs akan

akan

streaming

yang

21

dikembangkan. 4. Gambaran dalam bentuk model mengenai situs streaming yang akan diterapkan (Kappel, 2006).

2.3 Desain Teknologi adalah proses tahap 1. Gambaran dalam bentuk model Desain merancang cara kerja upload yang diadaptasi dari teknologi yang sesuai dan berkembang di dunia teknologi saat ini. Teknik yang digunakan

situs

streaming

berdasarkan

mengenai situs streaming lokal teknologi yang dipilih (Kappel, 2006). yang akan dikembangkan

(Kappel, 2006).
situs streaming yang diinginkan STT-Garut

dalam tahap ini adalah Systematic Development 2. Skema (Kappel, 2006).

3. Gambaran dalam bentuk model


mengenai situs streaming yang akan diterapkan (Kappel, 2006).

4. Gambaran dalam bentuk model


mengenai situs streaming lokal yang akan dikembangkan (Kappel, 2006).

22

3. Penerapan Proses 3.1 Penerapan Teknologi adalah proses 1. Situs Masukan streaming fungsi Keluaran dengan 1. Situs streaming yang telah diterapkan. upload 2. Kendala-kendala yang muncul dalam implementasi situs streaming.

Pemilihan teknologi serta penerapannya yang disesuaikan dari tahap arsitekur dan desain

menambahkan

pada server lokal.


mengenai situs streaming lokal yang akan dikembangkan.

berbasis teknologi. Teknik yang digunakan 2. Gambaran dalam bentuk model dalam tahap ini adalah Systematic Development (Kappel, 2006).

3. Desain situs streaming berdasarkan


teknologi yang dipilih (Kappel, 2006).

3.2 Pengujian adalah proses memeriksa kinerja 1. fitur sistem untuk mencari kecacatan yang dimiliki

upload

pada

situs 1. Kinerja sistem. 2. Kekurangan dan kelebihan sistem dari sisi pengguna

streaming berjalan baik.


pengguna.

sistem. Dalam tahap ini, teknik yang digunakan 2. benchmark kualitas situs dari sisi adalah Black-box dengan melakukan task testing dan behavioral testing (Bahrami, 1999). 3. Situs streaming yang telah

diterapkan. 4. Kendala-kendala yang muncul.

23

3.3

Sumber Daya Yang Digunakan Berikut daftar sumber daya yang dibutuhkan: Tabel 3.2 Sumber Daya Yang Digunakan Pada Tahap Skema Kerangka Kerja Penelitian
Software Sumber Daya Hardware Network

Tahap 1. Analisis Kebutuhan 1.1 Analisis Dasar 1.2 Analisis Kesenjangan 1.3 Analisis sistem masa depan 2. Perancangan Pemodelan 2.1 Pemodelan Antarmuka 2.2 Arsitektur Sistem 2.3 Desain Teknologi 3. Penerapan 3.1 Penerapan Teknologi 3.2 pengujian

Laptop

Microsoft Word 2007

Microsoft Excel 2007

Microsoft Visio 2007

Drupal

Bizagi

Koneksi Jaringan

24

BAB lV HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada bab ini akan dijelaskan tahapan kerja yang dilakukan dalam mengembangkan streaming dengan menerapkan fitur upload dengan

menggunakan Drupal, sesuai dengan skema kerja yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

4.1 Analisis Kebutuhan Dalam tahapan ini, dilakukan 3 langkah dalam mengumpulkan data mengenai kebutuhan organisasi yang nantinya akan disesuaikan dengan situs streaming yang akan di kembangkan.

4.1.1

Analisis Dasar Dalam melakukan analisis dasar mengenai kebutuhan organisasi,

dilakukan proses mengumpulkan data dengan cara melakukan studi litelatur terhadap tugas akhir sebelumnya yang di bangun oleh Elsen (2011). Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui tentang kebutuhan akan fasilitas upload. Dari hasil studi literature didapat kutipan berikut dalam bab kesimpulan subbab saran : Sepeti telah dijelaskan pada subbab 4.5.3 bahwa kebanyakan mahasiswa yang mengisi kuesioner menginginkan fasilitas berbagi-pakai. Situs streaming yang sekarang dibangun bisa dikembangkan ke arah sana dengan menambahkan fasilitas unggah berkas, membangun server e-mail untuk otentikasi dan informasi pengguna, dan mengubah tampilan situs saat ini ke arah automated indexing and generating yang memungkinkan setiap berkas yang diunggah langsung tampil di halaman muka situs. (Elsen, 2011).

25

Berikut ini gambaran alur dari sistem streaming server yang sedang berjalan di STT Garut yang dibuat berdasarkan hasil studi literatur pada tugas akhri Elsen (2011):

Gambar 4.1 Alur Sistem Streaming Server yang Sedang Berjalan

Dari gambar 4.1 dapat dijelaskan bagaimana deskripsi proses munculnya video pada streaming yang sedang berjalan. Admin mengakses situs streaming, sistem memberikan tampilan untuk mengakses situs streaming, admin memeriksa hak akses terlebih dahulu sistem memberikan informasi bahwa bahwa pengaksesan error atau pun berhasil. Jika pengaksesan terjadi error maka kembali kelangkah awal dan apabila tidak terdapat pesan error maka admin melakukan proses ke tahap selanjutnya. Drupal mendukung masukan konten dalam bentuk html penuh. Artinya, konten yang ditampilkan bisa kita ubah dan sesuaikan dengan keinginan pengelola konten. Karena situs yang akan dibuat adalah situ streaming on-demand, maka pertama kali harus dibuat direktori tempat menyimpan berkas yang akan di-stream di situs. Dalam kasus ini, direktori dibuat dan dinamai uxbl. Direktori ini akan digunakan untuk menyimpan berkas video.

26

Pemberian nama uxbl pada folder dimaksudkan agar nama folder menjadi tidak biasa sehingga pengguna akan lebih sulit untuk menebak direktori penyimpanan berkas. Selain itu, direktori ini harus didaftarkan pada robots.txt untuk mencegah pengguna mengindeks isi direktori jika ternyata direktori ini ditemukan oleh pengguna dengan menambahkan daftar folder yang dilarang untuk diindeks. Format penulisannya adalah sebagai berikut :

Disallow: /uxbl/

Agar dapat menampilkan stream video, diperlukan sebuah player dari sisi server sebagai penyaji konten video. Player ini diunduh dari link berikut :

http://img.movavi.com/suite/tutorials/streaming/flv/flv player.swf

Dari hasil pengumpulan data, didapat kebutuhan untuk menambahkan fasilitas unggah (upload) berkas untuk mendukung kegiatan berbagi pakai konten antar mahasiswa STT-Garut.

4.1.2

Analisis Kesenjangan Dalam melakukan analisis kesenjangan mengenai kebutuhan situs

streaming yang akan dikembangkan, maka dilakukan benchmark terhadap situs streaming yang ada di luar organisasi seperti youtube dan metacafe mengenai fitur-fitur yang diperlukan dan berkaitan pada saat melakukan proses upload terlampir pada LAMPIRAN A dan berikut ini adalah flowchart proses upload dengan melakukan benchmark terhadap situs youtube dan metacafe dari sudut pandang pengguna.

27

youtube

metacafe

Start

Start

Mengakses situs youtube

Mengakses situs Metacafe

Memilih menu utama upload

Memilih menu utama upload

Memasukan nama dan email

Memasukan nama dan email

no

no

valid

valid

ya Mengisi indentitas video yang ada di form upload

ya Mengisi indentitas video yang ada di form upload

Menampilkan file video berhasil di upload

Menampilkan file video berhasil di upload

End

End

Gambar 4.2 Flowchart aktifitas upload pada situs youtube dan metacafe

28

Dari hasil observasi terhadap situs streaming youtube dan metacafa mengenai proses upload, maka dihasilkan kesimpulan bahwa langkah-langkah dalam melakukan proses upload pada situs streaming youtube dan metacafe Nampak pada Tabel 4.1:

Tabel 4.1 Fasilitas pada situs streaming No Fasilitas Streaming yang telah di bangun X X Youtube Metacafe

1 2 3 4 5

Tampilan Awal Situs Login Menu Utama Upload video

4.1.3 Analisis Sistem Masa Depan Adalah proses upload pada sistem streaming sekolah tinggi teknologi garut dengan mengembangkan fitur upload yang akan di gambarkan melalui use case dan Sequence Diagram.

4.1.3.1 Cara kerja Dasar Upload Pembangunan Streaming Server dengan menerapkan fungsi Upload memanfaatkan teknologi opensource. Drupal adalah sebuah perangkat lunak system manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL (General Public License), Pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia, yang bersifat open source. Dalam penyesuaian dengan kebutuhan organisasi, maka dilakukan modifikasi terhadap Drupal karena aplikasi ini tidak langsung memenuhi kebutuhan organisasi sehingga perlu dilakukan perubahan dalam segi tampilan dan kebutuhan dari pihak organisasi itu sendiri. Perubahan ini dilakukan dengan mengganti banner, tema, warna, dan beberapa keterangan sehingga sesuai dengan kebutuhan organisasi. File video dihasilkan dari pengguna dengan

29

mengunjungi situs yang bermanfaat. File video ini akan di rubah formatnya sehingga dapat diposting ke dalam situs Streaming.

4.1.3.1.1 Use Case Cara kerja Dasar Upload Proses publikasi Streaming melibatkan 2 aktor yaitu pengguna, dan

admin. Pengguna merupakan sumber berkas video yang akan dipublikasi, admin merupakan pengelola situs yang bertanggung jawab melakukan pengkategorian berkas video dan apakah video yang di upload layak atau tidak untuk di tampilkan ke dalam situs streaming. adapun proses upload sebagai berikut:

Gambar 4.3 Use Case Alur Kerja Sistem Upload

30

Adapun penjelasan mengenai Use Case Alur Kerja Sistem Upload adalah sebagai berikut. Pengguna melakukan akses terhadap situs streaming yang telah di kembangkan, setelah proses pengaksesan berhasil lalu pengguna melakukan proses upload terhadap situs streaming dengan menu upload yang telah di sajikan sebelumnya setelah melakukan upload maka situs streaming akan memberikan informasi kepada pengguna yang telah melakukan upload, apabila format video tidak sesuai dengan apa yang ditentukan maka sistem akan memberikan informasi kepada pengguna bahwa format video yang upload salah dan apabila berhasil maka proses akan di lanjutkan ke upload berhasil, setalah pengguna berhasil melakukan upload maka file video akan langsung di simapan di database yang talah disediakan, setalah proses penyimpanan berhasil maka admin akan meriksa ke database mengenai video yang talah di upload oleh pengguna, apabila video yang layak dan baik maka video akan di tampilkan dan apa bila video tidak memenuhi syarat maka video yang telah di upload sebelumnya akan dihapus.

4.1.3.1.2 Sequence Diagram Alur kerja Dasar Upload Pada tahap Sequence Diagram Alur kerja Dasar Upload, yaitu menggambarkan interaksi antar objek dengan pesan yang dikirimkan. Sequence diagram dibuat berdasarkan diagram use case. Berikut ini adalah sequence diagram alur kerja dasar upload yang Nampak pada gambar 4.4:

31

Gambar 4.4 Sequence Diagram Alur kerja Dasar Upload

32

4.2 Pemodelan Dalam tahapan ini, dilakukan 3 langkah dalam melakukan pemodelan

mengenai kebutuhan organisasi yang nantinya akan disesuaikan dengan situs streaming yang akan di kembangkan.

4.2.1

Pemodelan Antarmuka Berdasarkan dari analisis kebutuhan dari hasil studi literature didapat

kutipan berikut dalam bab kesimpulan subbab saran:

Situs streaming STT-Garut masih menggunakan antarmuka standar dan belum mendapat kustomasi di beberapa titik. Karena masalah antarmuka ini tidak dibahas secara rinci pada karya tulis ini, maka penulis merasa tidak perlu untuk melakukan kustomasi terlalu jauh terhadap tampilan situs. Tetapi sangat disarankan untuk mengubah tampilan situs mejadi lebih baik, atraktif, dan interaktif. (Elsen, 2011).

Dari hasil studi litelatur (Elsen, 2011), didapat informasi bahwa pengguna fasilitas unggah video adalah mahasiswa STT-Garut dan menyankan tampilan situs dapat di rubah kearah yang lebih baik khususnya pada pemodelan antarmuka upload. Dapat diketahi bahwa pada situa streaming yang ditampilkan khususnya form upload, terdapat beberapa atribut serperti header, menu, browser, npm, nama, judul, kategori, deskripsi dan run proses yang berdasarkan pada pemodelan kustomisasi. Maka dari itu, model form upload yang dikembangkan nampak pada gambar 4.5.

33

Header

Menu

Browser Npm Nama Judul Kategori

Deskripsi

Run Proses

Gambar 4.5 Desain fitur Upload (Sumber Kappel,2006)

1. Browser, merupakan tempat pengguna memilih video yang akan diunggah ke situs streaming. 2. NPM, merupakan nomor pokok mahasiswa yang digunakan untuk mengidentifikasi mahasiswa bahwa dia adalah mahasiswa STT-Garut. 3. Nama, merupakan identitas mahasiswa yang digunakan untuk mengenali siapa yang megupload video ke situs.

34

4. Judul, merupakan atribut video yang akan digunakan sebagai identifikasi video dalam situs. 5. Kategori, merupakan jenis video yang diunggah. 6. Deskripsi, merupaka penjelasan singkat mengenai video yang akan diunggah. 7. Header, merupakan bagian yang menampilkan informasi situs seperti logo, nama, dan slogan situs. 8. Menu, merupakan tempat disimpannya menu-menu inti seperti upload. 9. Run Proses, merupakan fitur yang berfungsi untuk memproses semua aktifitas yang ada pada fitur upload.

4.2.2

Arsitektur Sistem Pada tahap ini Menggambarkan alur kerja streaming yang akan

dikembangkan kearah upload, sehingga tampak jelas bagaimana sistem bekerja memenuhi permintaan pengguna berdasarkan lapisan-lapisan perangkat yang saling berhubungan satu sama lain dalam lingkup jaringan komputer lokal dengan pemodelan kostumisasi dan Menggambarkan alur kerja streaming yang akan dikembangkan kearah upload, sehingga tampak jelas bagaimana sistem dapat melayani pengguna.

35

Gambar 4.6 Arsitektur Sistem (Sumber Kappel,2006)

Dari arsitektur di atas, Drupal dikendalikan oleh Apache yaitu aplikasi penyalur konten yang menggunakan PHP untuk melakukan kompilasi kode, pengendalian MySQL, dan upload video. Drupal menyimpan seluruh informasi situs dan berkas pada MySQL dan Drupal bisa melakukan pengelolaan MySQL dan direktori video melalui PHP. Pengguna akan melakuka melakukan n upload video dari 36

browser komputernya selama terhubung ke jaringan lokal STT-Garut untuk mengakses server yang terdapat situs streaming di dalamnya. Ketika pengguna mengakses halaman upload pada situs streaming, pengguna harus mengisi beberapa informasi yang berhubungan dengan identitasnya dan video yang akan diupload. Setelah pengguna mengunpload videonya, maka cideo akan masuk ke direktori video melalui skrip php dan informasi video dan pengguna akan masuk ke database MYSQL.

4.2.3

Desain Teknologi Pada tahapan ini akan ditelaah seputar streaming yang nantinya akan

disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan model yang telah dijelaskan sebelumnya.

4.2.3.1 Kebutuhan Streaming Dengan Menambahkan Fitur Upload Streaming merupakan sebuah aplikasi berbasis web, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengguna mengenai ilmu. Berdasarkan dari arsitektur yang telah dijelaskan sebelumnya dan dari buku manual Streaming. Streaming memerlukan perangkat yang didasari kepada analisis sistem masa depan, berikut ini adalah perangkat yang diperluka situs streaming agar dapat beroperasi : 1. Apache sebagai aplikasi penyalur konten Web, Apache bersifat open source, artinya setiap orang boleh menggunakannya, mengambil dan bahkan mengubah kode programnya. Tugas utama apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada peminta, berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan. 2. PHP Hypertext Preprocessor (PHP) sebagai bahasa pemrograman web. Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting

37

3. MySQL sebagai aplikasi basis data yang ada di komputer server. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang bersifat open source. MySQL adalah pasangan serasi dari PHP. MySQL dibuat dan dikembangkan oleh MySQL AB yang berada di Swedia. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengola database beserta isinya. 4. Sistem operasi yang mendukung kinerja ketiga aplikasi di atas. 5. Komputer server dengan spesifikasi yang diminta sistem operasi. 6. Jaringan komputer sebagai jalur komunikasi dan transportasi data antara server dan klien. Jaringan komputer ini bisa jaringan komputer lokal seperti Local Area Network (LAN) hingga jaringan komputer global seperti internet.

4.3 Penerapan

4.3.1 Penerapan Teknologi Pada tahap ini, akan dijelaskan pekerjaan apa saja yang dilakukan terhadap streaming dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan organisasi, model yang akan digunakan, dan perbaikan kelemahan. Mengingat bahwa streaming yang yang dikembangkan menggunakan Drupal merupakan aplikasi yang bersifat open source, artinya bisa dipelajari dan dimodifikasi serta didistribusi ulang, maka pengembangan terhadap Drupal merupakan tindakan yang sah dan legal. Berikut perubahan yang dilakukan yang dilakukan dengan menambahkan fitur upload sebagai.

Tabel 4.2 Fasilitas Situs Streaming No Fasilitas Streaming yang telah di bangun X Streaming yang akan di bangun Youtube Metacafe

1 2 3 4 5

Tampilan Awal Situs login Menu Utama Upload video

38

4.3.1.1 Memilih Jenis Video Pada situs streaming terdahulu, proses streaming video dilakukan dengan menggunakan plugin Adobe Flash Player dimana jenis video yang didukung adalah Flash Video (FLV) dan H.264 (MP4). Namun seiring perkembangan teknologi, sekarang proses streaming video sudah tidak lagi memerlukan plugin Adobe Flash Player karena pada HTML5 yang merupakan versi HTML terbaru proses streaming video sudah bisa dilakukan dengan menambahkan kode tertentu. Pengguna hanya perlu mengupdate browsernya ke versi terbaru agar bisa mendukung HTML5. Dan berikut jenis video yang didukung oleh HTML5 :

Gambar 4.7 Jenis Video yang Didukung HTML5

Dari Gambar 4.21, dapat dilihat bahwa jenis video yang paling banyak didukung oleh browser adalah Ogg Theora (OGV). Maka dari itu, jenis video yang digunakan dalam upload video oleh pengguna adalah menggunakan jenis OGV.

4.3.1.2 Membuat Tabel Informasi Video Di MYSQL Setiap video yang diupload oleh pengguna memiliki informasi, baik seputar video maupun pengguna yang mengupload. Informasi ini akan disimpan pada database MYSQL. Untuk informasi seputar video, atribut yang akan dimasukkan adalah nama berkas video, ukuran video, judul, kategori, dan deskripsi dan untuk informasi seputar pengguna, atribut yang akan dimasukkan 39

adalah NPM dan nama, adapun atribut informasi seputar video dan informasi seputar pengguna yang di buat didalam tabel melalui PHPMYADMIN yaitu

berdasarkan pemodelan antarmuka. Selain itu Tabel disimpan pada database yang digunakan situs streaming, pembuatan tabel dilakukan melalui PHPMYADMIN dengan nama vid dan dengan atribut sebagai berikut :

Gambar 4.8 Gambar Data Base upload

1.

Id, merupakan nomor yang digunakan untuk membedakan record yang satu dengan yang lainnya. Digunakan auto increment agar sistem dengan otomatis menomori setiap record yang masuk untuk membuat record menjadi unik.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Name, merupakan nama berkas video yang diupload pengguna. Size, merupakan ukuran berkas video yang diupload pengguna. Npm, merupakan NPM pengguna yang mengupload video. Nama, merupakan nama pengguna yang mengupload video. Judul, merupakan judul video ketika ditampilkan di situs streaming. Kategori, merupakan jenis video. Deskripsi, merupakan penjelasan mengenai video.

4.3.1.3 Mengubah Variabel PHP Dalam rangka mendukung kerja sistem untuk bisa mengupload berkas video, beberapa variabel dalam PHP harus diubah agar kinerja sistem sesuai

40

dengan fasilitas upload. Berkas yang merupakan pengaturan PHP ada pada folder etc pada folder instalasi PHP bernama php.ini. Beberapa variabel yang diubah adalah sebagai berikut : 1 upload_max_filesize. Variabel ini mengatur besar maksimum berkas yang bisa diupload melalui PHP. Nilai awalnya adalah 2M. Untuk mendukung fasilitas upload, angka 2M diubah menjadi 128M yang artinya ukuran berkas maksimal yang bisa diupload melalui PHP adalah 128 MB. 2 post_max_size. Variabel ini mengatur besar maksimum transfer data yang digunakan pada variabel pada skrip PHP. POST merupakan metoda pengambilan nilai dari variabel lain yang berada di luar skrip PHP. Ditulis dengan format $_POST[variabel]. Nilai awalnya adalah 8M. Untuk mendukung fasilitas upload, angka 8M diubah menjadi 128M yang artinya ukuran data maksimal yang ditransfer antar variabel yang diizinkan adalah 128 MB.

4.3.1.4 Menambahkan Fasilitas Upload Menu upload di munculkan karena di sesuaikan dengan analisis dasar yang ingin mengutamakan menu upload sebagai menu tambahan yang akan diterapkan pada streaming yang akan di kembangkan. Dibawah ini adalah algoritma teks yang menjelaskan kode fasilitas upload adalah sebagai berikut:

periksa(jenis_berkas); \\memeriksa jenis berkas video agar sesuai if(jenis_berkas=ogv){ periksa error_berkas; \\memeriksa apakah terdapat kesalahan pada berkas seperti izin akses atau keberadaan berkas if(error_berkas>0){ tampilkan pesan_error_berkas; \\menampilkan pesan error yang berhubungan dengan berkas } else{

41

tampilkan informasi_berkas; \\informasi mengenai atribut berkas keberadaan_berkas_di_server; \\memeriksa apakah berkas sudah pernah diupload if(keberadaan_berkas_di_server==ada){ tampilkan pesan("berkas telah ada"); } else{ upload berkas; \\mengupload berkas yang diinput ke server koneksi mysql; \\melakukan koneksi ke mysql if(koneksi gagal){ tampilkan pesan_error_koneksi; \\menampilkan pesan error yang berhubungan dengan koneksi ke database } else{ pilih database_situs; \\memilih database yang digunakan situs streaming insert informasi_berkas; \\memasukkan informasi atribut berkas beserta informasi pengupload video ke database } } } else{ tampilkan pesan("bukan ogv"); }

Berikut adalah kode yang di tambahkan :

<?php $ext = pathinfo($_FILES["file"]["name"], PATHINFO_EXTENSION);

42

echo $ext."<br />"; if ($ext == "ogv") { if ($_FILES["file"]["error"] > 0) { echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br />"; } else { echo "Upload: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br />"; echo "Type: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br />"; echo "Size: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " Kb<br />"; echo "Temp: " . $_FILES["file"]["tmp_name"]."<br />";

if (file_exists("/opt/lampp/htdocs/stream/vid/" . $_FILES["file"]["name"])) { echo $_FILES["file"]["name"] . " already exists. "; } else { move_uploaded_file($_FILES["file"]["tmp_name"],"/opt/lampp/h tdocs/stream/vid/" . $_FILES["file"]["name"]); echo "Stored in: " . "/opt/lampp/htdocs/stream/vid/" . $_FILES["file"]["name"]; $con = mysql_connect("localhost","root",""); if (!$con) { die('Could not connect: ' . mysql_error()); } else { mysql_select_db("stream", $con);

43

$sql="INSERT INTO vid (name,size,npm,nama,judul,kategori,deskripsi) VALUES ('".$_FILES["file"]["name"]."','".$_FILES["file"]["size"]."' ,'".$_POST["npm"]."','".$_POST["nama"]."','".$_POST["judul"] ."','".$_POST["kat"]."','".$_POST["desk"]."')";

mysql_query($sql,$con);

} } } } else { echo "Format video yang diizinkan adalah OGV. <br /> Mohon periksa kembali berkas yang akan anda upload."; } ?>

Kode di atas disimpan dengan nama upload.php yang disimpan pada direktori htdocs situs streaming. Kode ini akan dipanggil pada form upload untuk dilakukan eksekusi.

4.3.1.5 Form Upload Penambahan menu upload munculkan agar pengguna dapat dengan mudah melakukan upload file kedalam situr streaming yang akan di kembangkan.. Berikut kode HTML yang diterapkan pada situs streaming untuk membuat form upload :

44

<html> <body>

<form action="http://localhost/stream/upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data"> <label for="file">Filename:</label> <input type="file" name="file" id="file" /> *berkas yang diizinkan hanya format OGV *ukuran berkas terbesar yang diizinkan adalah 128 MB *jika bukan OGV, lakukan konversi format berkas video ke OGV menggunakan <a href="http://www.mirovideoconverter.com" target="_blank">Miro Video Converter</a> <br />

<pre> NPM Nama Judul Kategori : <input type="text" name="npm" /> : <input type="text" name="nama" /> : <input type="text" name="judul" /> : <input type="text" name="kat" />

Deskripsi : <textarea name="desk" rows="7" cols="46" />

</pre> <br /> <input type="submit" /> </form>

</body> </html>

Algoritma teks dan Kode HTML diatas adalah menjelasakan bagaimana Penambahan form upload munculkan agar pengguna dapat dengan mudah melakukan proses upload file video. 45

Gambar 4.9 Situs Streaming Yang Telah di Kembangkan Dengan Menambahkan Fungsi Upload

4.3.2 Pengujian Dalam langkah ini, dilakukan pengujian situs dari sisi pengguna. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah fasilitas upload situs streaming bekerja sesuai dengan yang telah diatur sebelumnya dalam pengelolaan situs. Proses pengujian merupakan proses terakhir untuk memeriksa eriksa apakah masih terdapat kekurangan atau kesalahan terhadap situr streaming dengan

menambahkan fitur upload upload. Bila masih ada kekurangan gan maka dilakukan perbaikan. Proses pengujian ini ada dua tahap (Bahrami,1999) yaitu : a. b. Usability Testing User Satisfaction Testing

46

4.3.2.1 Usability Testing Usabilitas merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam desain dan pengembangan streaming server dengan mengembangkan fitur upload. Oleh karena itu, pengujian kegunaan harus menjadi bagian penting dari proses. Pada tahap usabilitas pengujian perangkat lunak pengujian black box yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Pengujian Black Box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakan perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian Black Box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Berikut ini salah satu komponen yang akan diuji berdasarkan kepada sequencing.

Tabel 4.3 Rencana Pengujian proses Upload No Komponen Sistem yang Diuji Bagian Sistem Yang Diuji Jenis Pengujian

Proes Upload

Form upload

Black Box

4.3.2.1.1 Kasus dan Hasil Pengujian Berikut ini adalah kasus untuk menguji perangkat lunak yang dibangun menggunakan metode Black Box berdasarkan pada Tabel 4.3 Rencana Pengujian.

Tabel 4.4 Kasus dan Hasil Pengujian Komponen No Sistem yang Diuji 1 Proses upload Masuk ke situs streaming [] Diterima [ ] Ditolak Skenario Hasil Uji

47

Tabel 4.4 Lanjutan Kasus dan Hasil Pengujian 2 Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Proses upload Mengakses form upload [] Diterima [ ] Ditolak Periksa tipe berkas [] Diterima [ ] Ditolak Tipe berkas pengguna tidak terpenuhi [] Diterima [ ] Ditolak Menampilkan pesan error [] Diterima [ ] Ditolak Tipe berkas pengguna terpenuhi [] Diterima [ ] Ditolak Upload video dan memasukan data video ke data base Menyimpan file video [] Diterima [ ] Ditolak [] Diterima [ ] Ditolak Menampilkan file video [] Diterima [ ] Ditolak Hapus atau tampilkan video [] Diterima [ ] Ditolak

10

4.3.2.1.2 Kesimpulan Hasil Pengujian Setelah dilakukan proses pengujian dengan menggunakan black box testing, dan setiap fungsi telah berjalan dengan baik serta sesuai dengan hasil yang diharapkan. Situs streaming dengan menambahkan fitur upload di STT-Garut telah selesai kembangkan dan bisa digunakan untuk proses upload video di STT-Garut.

48

4.3.2.2 User Satisfaction Testing Pengujian ini akan menjelaskan sikap pengguna terhadap sistem yang akan dikembangkan yaitu pengembangan fitur upload pada streaming server di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Pengguna akan mencoba mengaplikasikan fitur upload yang telah dikembangkan dan akan memberikan saran terkait baik atau tidak nya fitur upload yang telah dikembangkan. Berikut ini adalah User Satisfaction Testing untuk mengetahui kepuasan pengguan yang dibuat dalam bentuk pertanyaan untuk pengguna sistem:

Gambar 4.10 Form Kuisioner Kepuasan Penggua

Adapun hasil pengisian form kuisioner dari 10 pengguna, lebih lanjut terdapat dalam LAMPIRAN C. Setelah mengajukan pertanyaan kepada 10 orang yang akan menjadi pengguna situs streaming dengan cara pengisian kuisioner seperti pada gambar 4.10 maka didapatkan hasil yang Nampak pada tabel 4.5.

Tabel 4.5 Hasil Penilaian Kepuasan Pengguan Pertanyaan Pengguna Apakah aplikasi ini 1 7 2 8 3 9 4 8 5 7 6 7

7 6

8 6

9 7

10 8

mudah digunakan Apakan aplikasi ini 8 9 8 8 7 7 6 8 8 9

berfungsi dengan baik

49

Lanjutan Tabel 4.5 Hasil Penilaian Kepuasan Pengguan Apakan aplikasi ini 7 9 9 8 8 7 6

10

mudah dipahami

Berdasarkan hasil dari penilaian kepuasan pengguna, maka dapat tarik rata rata-rata, maxsimal, dan minimal. Seperti terdapat pada table di bawah ini:

Tabel 4.6 Hasil Rekapitulasi Penilaian Kepuasan Pengguan Pertanyaan Rekapitulasi Apakah aplikasi ini mudah digunakan Apakan aplikasi ini berfungsi dengan baik Apakan aplikasi ini mudah dipahami 8 7.8 7.3 Rata-Rata

Nilai Nilai Maksimal Minimal

10

Adapun dari hasil rekapitulasi kepuasan pengguna dapat dibuat grafik user satisfaction testing. Grafik user satisfaction testing adalah sebagai berikut:

Gambar 4.11 Grafik Hasil Rekapitulasi Penilaian Kepuasan Pengguna 50

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa pengguna situs streaming dengan mengembangkan fitur upload ini, bahwa pengguna rata-rata dapat memahami interface dan langkah-langkah terhadap situs yang dibuat.

51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai

berikut :

1.

Pengembangan yang dilakukan terhadap Drupal untuk dijadikan Situs streaming server kearah pengembangan fitur upload pada streaming server yang ada di Sekolah Tinggi Teknologi Garut adalah berdasarkan kepada studi literlatur tugas akhir Elsen (2011) dan fitur upload yang dikembangkan berdasarkan pada hasil studi komparasi dengan situs streaming lain seperti youtube dan metacafe.

2. Work Breakdown Structure (WBS) digunakan untuk menggambarkan alur proyek dari awal sampai selesai dan dapat digunakan sebagai metodologi untuk menganalisis dan menggambangkan pada pengembangan fitur upload pada streaming server Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 3. Untuk mengembangkan fitur upload pada situs streaming di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, dilakukan perubahan pada header, menambah fitur pada menu utama khususnya fitur upload. 4. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap situs streaming dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut, mendapatkan hasil yang baik, yaitu pengguna mengerti paham dengan proses dan cara kerja situs streaming yang di kembangkan kearah upload.

5.2

Saran Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penyusun memiliki

keterbatasan ilmu dan waktu, sehingga laporan Tugas Akhir ini masih belum sempurna, dengan demikian diharapkan pembaca dapat memahami dan memberikan masukan atau referensi yang menunjang untuk menyempurnakan

52

penyusunan tugas akhir ini. Dan pada tahap pengujian harus ada beberapa periode sehingga dapat di lihat bahwa interface mudah di pahami, mudah digunakan dan berfungsi dengan baik dan Situs streaming yang serkarang dikembangkan yaitu menambahkan fasilitas unggah berkas yang diharapkan dapat mengubah tampilan situs saat ini ke arah automated indexing dan generating.

53

DAFTAR PUSTAKA

Kappel, G., et.al, Web Engineering The Discipline of Systematic Development of Web Applications, John Wiley and Sons.Ltd, London, 2006 Dawson, CW, Project In Computing and Informations Systems a Student Guide, Edinburgh Gate, Harlow, Essex CM20 2JE England, 2005 Ayuliana. 2009. Blackbox Testing. http://rifiana.staff.gunadarma.ac.id Bahrami, Ali., Object Oriented Systems Development., The McGrawHillBook Co., Singapore., 1999. Wiriosudarmo. 2001. Baseline and Gap Analisys. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=baseline%20gap%20analysis %20&source=web&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fpub s.iied.org%2Fpdfs%2FG00613.pdf&ei=y_dKUJupNIKHrAe0loCQAg&us g=AFQjCNFzINhViunqC0kdRB_5a-iTRCQKiQ&cad=rja Suryana, 2010. Metodologi Penelitian http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=dalam%20penyusunan%20kar ya%20ilmiah%2C%20pemaparan%20mengenai%20pemecahan%20masal ah%20harus%20tersusun%20secara%20sistematis%20dan%20terstuktur& source=web&cd=2&ved=0CCEQFjAB&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.ed u%2FDirektori%2FFPEB%2FPRODI._MANAJEMEN_FPEB%2F196006 021986011SURYANA%2FFILE__7.pdf&ei=giRLUImtOcjJrAe_oYHgBg&usg=AF QjCNELUF5-cwhmAMCIvruXSLbE64ixmA&cad=rja Elsen, R, Pembangunan Server Streaming Berbasisopen Source Di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Laporan Tugas Akhir, Garut, 2011. Tsabit, A, Pengambangan GDL (Ganesha Digital Library) Untuk Membuat Situs Jurnal Online, Laporan Tugas Akhir, Garut, 2012.

54

PHP http://id.wikipedia.org/wiki/PHP HTML http://id.wikipedia.org/wiki/HyperText_markup_language http://werbach.com/barebones/barebone_id.html http://www.proweb.co.id/articles/web_design/cms.html CMS http://whatis.techtarget.com/definition/uploading

55

LAMPIRAN A BENCHMARK SITUS STRAMING

Proses upload pada situs streaming, terkait proses upload: Tampilan awal situs youtube

Login

Menu utama

Upload

Proses memilih file video untuk di upload

Proses memasukan identitas video

Proses upload video

Video

Proses upload pada situs streaming Metacafe, terkait proses upload: Tampilan awal situs

Logint

Menu utama

Upload

Proses memilih file video

Proses memasukan identitas video

Proses upload video

LAMPIRAN B FITUR UPLOAD YANG DIKEMBANGKAN DAN PROSES PENGUJIANNYA


Dalam langkah ini, dilakukan pengujian situs dari sisi pengguna. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah fasilitas upload situs streaming bekerja sesuai dengan yang telah diatur sebelumnya dalam pengelolaan situs.

A. Pengujian Dengan Memasukkan Data Yang Benar Dalam pengujian ini, semua data akan diisi sesuai dengan ketentuan. Video yang diupload berformat OGV dan ukuran file kurang dari 128 MB. Data yang diisi adalah sebagai berikut :

Ketika tombol Submit Query diklik, muncul pesan sebbagai berikut :

Gambar 4.10 Pesan Yang Muncul Jika Upload Berhasil

Dari proses upload, informasi mengenai berkas yang diupload dan pengguna yang mengupload akan masuk ke database. Data yang masuk dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.25 Data Upload Pada Database

Video yang diupload akan masuk ke direktori yang telah dipersiapkan sebelumnya yaitu /opt/lampp/htdocs/stream/vid/ seperti pada gambar berikut :

Gambar 4.11 Berkas Video Pada Direktori Hasil Upload

B. Pengujian Dengan Memasukkan Data Yang Salah Dalam pengujian ini, data yang dimasukkan adalah data yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pada percobaan pertama, akan dicoba mengupload berkas video yang bukan berformat OGV. Dari hasil perobaan, muncul pesan berikut :

Gambar 4.12 Pesan Error Jika Video Bukan OGV

Anda mungkin juga menyukai