Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Bidang pertanian yang mengembangkan tanaman budidaya pada suatu tahap tentu ada kalanya menemui beberapa kendala, antara lain timbulnya penyakit yang dapat disebabkan oleh serangan jamur, virus, bakteri ataupun nematoda. Dalam praktikum sebelumnya kita telah mempelajari tentang hama serta segala aspek tentang hama, dan untuk praktikum kali ini yang dipelajari dan dibahas serta dikaji mengenai penyakit tanaman. Ilmu tentang penyakit tanaman, sangat penting karena suatu tanaman akan mengalami hambatan dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya jika terjadi serangan penyakit pada tanaman itu yang akhirnya menjurus pada kerugian secara kualitas, kuantitas maupun ekonomis. Dalam praktikum kali ini akan dipelajari mengenai dasar pengetahuan tentang penyakit tanaman. Mulai dari pengertian, karakteristik faktor penyebab penyakit tanaman seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda, proses terjadinya atau timbulnya penyakit tanaman, sampai pengamatan langsung untuk mengidentifikasi beberapa jenis penyakit tanaman yang menjangkit tanaman budidaya.

1.2 Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. Mengetahui dan memahami penyakit pada tanaman. Mengetahui karateristik jamur, bakteri, virus dan nematode. Mengetahui tipe-tipe gejala penyakit tanaman. Memahami konsep terjadinya penyakit tanaman. Mengamati dan mengidentifikasi tanaman yang diserang oleh penyakit.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Penyakit Secara sederhana penyakit tumbuhan dapatlah diberibatasan sebagai kerusakan proses fisiologi, yang disebabkan oleh rangsangan yang terus menerus dari penyebab utama, melalui terhambatnya akitifitas seluler, dan diekspresikan dalm bentuk karakter patologi yang khas yang disebut symptom atau gejala. (Satrahidayat, 2011) Pengertian secara umum dari penyakit tumbuhan adalah suatu perubahan atau penyimpangan dari rangkaian proses fisiologi penggunaan energi yang mengakibatkan hilangnya koordinasi fisiologi di dalam tubuh tumbuhan, termasuk gangguan aktivitas seluler yang ditunjukan oleh perubahan morfologi dan menimbulkan kerusakan (kerugian) (Bambang, 2006) Penyakit sebenarnya adalah suatu proses dimana bagian-bagian tertentu dari organisme tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal dengan sebaik-baiknya karena adanya suatu gangguan. (Anonymous, 2011) Plant disease is more often classified by their symptoms than by disease agent, since the discovery of microscopic agents such as bacteria dates only from 19 percent. (Penyakit tanaman lebih sering di klasifikasikan oleh gejala mereka daripada oleh agen penyakit, karena penemuan agen mikroskopis seperti bakteri tanggal hanya dari 19 persen). (Jackson, 2009) 2.1 Karakteristik A. Jamur Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati (eukariotik) biasanya berbentuk benang, bercabang-cabang, tidak berklorofil, dinding selnya mengandung kitin, selulosa atau keduanya. Jamur adalah organism heterotrof, absortif dan membentuk beberapa macam spora. Berdasarkan jumlah sel per individunya,jamur dibedakan menjadi dua golongan yakni jamur dengan satu sel atau khamir (yeast) dan jamur beneng atau hanya disebut jamur saja. Bagian vegetative parasit biasanya berupa benang-benang disebut hifa dan kumpulan dari hifa disebut miselium. Miselium kebanyakan jamur adalah hialin (tidak berwarna). Jika

berwarna, maka ini mempunyai pigmen yang menyebabkan warna kelam mirip dengan melanin yang kebanyakan terikat pada dinding sel. Hifa yang membentuk konidium atau yang melindungi alat-alat perkembangbiakan kebanyakan berwarna kelam.

Klasifikasi Jamur > Zygomycota Zygomycota adalah jamur yang disebut demikian karena reproduksinya menghasilkan zigot. Cirinya adalah sebagai berikut: 1. Hifanya tidak bersekat 2. Intinya haploid 3. Berbentuk benang hifa yang umumnya bersekat 4. Multiseluler 5. Bersifat senositik > Ascomycota Ascomycota diberi nama demikian karena ia bereproduksi menggunakan askus sebagai alatnya. Jenis ini memiliki paling banyak jenis dibandingkan yang lainnya dan banyak dipakai di industry makanan. Cirinya adalah sebagai berikut: 1. Hifa bersekat dan senositik 2. Bersifat saprofit, parasit, atau bersimbiosis 3. Alat reproduksi disebut askus 4. Uniseluler dan multiseluler > Basidiomycota Basidiomycota adalah jamur yang disebut demikian karena memiliki alat reproduksi yang disebut basidiokarp. Cirinya adalah sebagai berikut: 1. Hifa bersekat 2. Bersifat saprofit atau parasit 3. Dapat berbentuk lembaran atau bertudung 4. Tubuh buahnya disebut basidiokarp dengan tudungnya yang disebut basidium, yang mengandung basidiospora > Deuteromycota Deuteromycota adalah jamur yang disebut fungi imperfecti (jamur tidak sempurna) karena tidak diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini multiseluler dengan hifa bersekat dan bereproduksi vegetatif dengan konidiospora. Hidup jamur ini bersifat saprofit atau parasit. Jenisnya adalah : 1. Epidermophyton floccosum 2. Microsporium audoini, Trychophyton, dan Epiderophyton 3. Scelothium rolfsii

4. Helmintrosporium oryzae 5. Malassezia furfur 6. Fusarium

B. Bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme prokariotik bersel tunggal, tidak berklorofil, dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Sebenarnya bakteri termasuk tanaman tetapi tidak berklorofil, tidak berplastida, dan bersel satu berukuran kurang lebih 0.0003-0.025 milimikron, dengan kemampuan berkembangbiak yang sangat tinggi. Bentuknya bermacam-macam ada yang bulat berupa kokus, diplokokus, streptokokus, tetrakokus dan stafilokokus. Batang berupa basilus, diplobasilus, dan streptobasilus, bulat panjang, koma dan spiral. Kulitnya lunak terdiri dari selulosa dan kitin seperti tanaman. Pada bakteri yang menimbulkan kerusakan pada benda-benda hidup dinamakan pathogen atau penyebab sakit. Bakteri pathogen umumnya hanya hidup dalam bentuk sel tubuhnya yang dapat masuk kedalam tubuh tanaman melalui luka-luka. Untuk bakteri yang memanfaatkan benda mati disebut bakteri saprofit yang bias mengeluarkan racun agar bias mengurangi benda tersebut menjadi humus, dan dimanfaatkan oleh tanaman hidup. Adapun bakteri yang kerjasama (simbiose) dengan tanaman adalah bakteri rhizobium yang membentuk bintil-bintil akar. Alat gerak bakteri Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan bulu cambuk/flagel. Berdasarkan ada tidaknya flagel dan kedudukan flagel tersebut, kita mengenal 5 macam bakteri. 1. Atrich : bakteri tidak berflagel. Contoh : Escherichia coli 2. Monotrich : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya Contoh : Vibrio cholera 3. Lopotrich : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu ujungnya contoh: Rhodospirillum rubrum 4. Ampitrich : mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya. contoh: Rhodospirillum rubrum 5. Peritrich : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya contoh: salmonella typhosa

C. Virus Virus merupakan kesatuan ultramikroskopik yang hanya mengandung satu atau dua bentuk asam nukleat yang dibungkus oleh senyawa protein kompleks. Asam nukleat dan protein disintesis oleh sel inang yang sesuai dengan memanfaatkan mekanisme sintesis dari sel-sel inang untuk menghasilkan substansi viral (asam nukleat dan protein). Virus merupakan agen penyebab penyakit yang sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop electron. Hasil pengamatan mikroskop electron, virus dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu berbentuk batang kecil, benang dan bola. Virus hanya dapat bertambah banyak dalam sel yang hidup. Oleh karena hal tersebut maka virus dapat dimasukkan sebagai parasit yang biotrof. D. Nematoda Tanaman-parasit nematoda dibedakan oleh ukurannya yang kecil, sekitar 1 mm panjang rata-rata, dan mulut yang dimodifikasi untuk membentuk berongga stilet yang dimasukkan ke dalam sel tanaman. Semua parasit tanaman yang ditempatkan ke dalam dua perintah, Tylenchida dan Dorylaimida. (Anonymous, 2011)

2.3 Tipe Gejala Penyakit 1. Gejala hyperplasia ialah pertumbuhan luar biasa di tunjukkan oleh perpanjangan dan pertumbuhan yang luar biasa dari suatu organ atau bagian, dan ukuran, seperti : Keriting ialah gejala pembengkakan tunas atau penggulungan daun sebagai akibat pertumbuhan setempat dari suatu bagian anggota tubuh. Kudis terdiri dari bercak-bercak yang tersembul ke atas, kasar dan letaknya terasing sebagai akibat dari pertumbuhan yang luar biasa dari sel-sel epidermis dan jaringan di bawahnya dari daun, buah, batang, atau umbi. Intumesensi adalah gejala dari kekurangan zat makanan, disebabkan karena pengembunan setempat dari sel-sel epidemis atau sub-epidermis sebagai akibat dari penumpukan air yang berlebihan. Tumefaksi adalah penumpukan dari bahan makanan yang berlebihan di atas bagian penting dari batang, sehingga menimbulakan pembengkakan.

Fassikulasi pertumbuhan secara kebetulan dari suatu organ, sperti penyakit akar rambut (hairy root) dan penyakit sapu (whites broom). Proliferasi ialah suatu pertumbuhan yang melebihi ukuran normal, artinya tumbuh terus setelah mencapai ukuran yang semestinya.

2. Gejala hipoplasia ialah pertumbuhan regresif dengan kekurangan sel-sel. Kerdil (dwarfing), ialah suatu gejala hipoplasia. Dalam hal ini tanaman tidak dapat mencapai ukuran yang normal. 3. Perubahan warna gejala ini sangat luas sesuai dengan jenis jaringan yang sakit. Daun menguning (yellowing) daun-daun tanaman dapat berubah menjadi kuning karena unsur hara dan kemudian akan gugur. Bercak kuning (yellow spot) dapat merupakan sifat genetic dari tanaman yang mempunyai warna daun beraneka, tetapi juga disebabkan adanya infeksi virus, dikenal denga istilah mosaik. Merah dan merah keungu-unguan disebabkan oleh pembentukan antosian pada tanaman yang menderita kekurangan fosfor (P), misalnya pada tanaman jagung. Jaringan yang berwarna coklat menunjukkan adanya serangan die back (mati ujung). Leher akar berubah warnanya menjadi coklat saat leher akar mulai menebal. Daun keperak-perakan (silvery shine) dapat disebabkan oleh Tysanoptera (thrips), Acarina (mites). Organism itu menusuk sel epidermis, sehingga sel kering, dan kemudian sel tersebut akan terisi dengan udara. Bercak air (water spot) adalah bercak yang terjadi karena dinding sel telah mati itu menjadi permeable. Bercak seperti berlemak (fatty spot) menyerupai bercak air. Sel-sel dalam bercak-bercak gelap pada jaringan itu mati, dan air masuk ke ruang di antara sel-sel. 4. Kekeringan atau layu ciri-cri penyakit layu ialah gugurnya daun-daun, yang diikuti keringnya batang dan tunas.

5. Nekrose Bercak-bercak hangus (scorches) adlah kekeringan pada jaringan yang tampak pada daun, disebabkan karena suhu yang terlalu tinggi, konsentrasi debu terlalu tinggi, penyemprotan. Bercak-bercak daun (leaf spot) adalah bercak necrose yang mempunyai batas-batas tegas, disebabkan oleh jamur. Blight ialah suatu kematian yang cepat dari seluruh anggota tumbuhan atau bagian luas dari daun termasuk tulang daun sebagai akibat langsung dari aktifitas pathogen. Terbakar (scorch/burn) biasa dipergunakan pada daun yang menunjukkan kematian yang cepat dan meliputi bagian yang luas dan tak teratur terutamapada bagian tepi. Busuk kering (dry rot atau bark rot) terdapat pada kulit kayu.Busuk kering disebabkan oleh jamur. Busuk basah (wet rot) adalah nekrose yang berlendir dan basah. Bercak tidak mempunyai bentuk yang khusus. (Satrahidayat, 2011)

2.4 Faktor Biotik dan Abiotik Penyebab penyakit digolongkan menjadi dua besar yaitu penyakit yang bersifat abiotik dan yang bersifat biotik. Faktor Abiotik Sering disebut penyakit fisiologis atau non infektif disebabkan oleh : Keadaan tanah (kelembaban, struktur, reaksi tanah, kahat oksigen, kahat unsure hara, toksisitas pestisida). Keadaan cuaca (suhu tinggi atau rendah, kekurangan atau kelebihan cahaya, angin hujan) Kerusakan (kultur teknis yang salah). Polutan udara, polutan tanah, suhu yang ekstrim, kelembaban yang ekstrim, oksigen dan cahaya yang berlebihan atau berkekurangan, unsure hara yang tidak tepat dosis. Faktor Biotik Sering disebabkan penyakit infektif. Penyebab yang bersifat biotic disebut juga pathogen yang berasal dari bahasa latin pathos yang berarti sakit dan gene yang berarti penyandi sifat. Disebabkan oleh pathogen berupa: Jamur, baktei, mikoplasma, virus, viroid, nematode, protozoa, tanaman tingkat tinggi. (Anonymous, 2011)

2.5 Konsep Segitiga Penyakit

Konsep segitiga penyakit ini menunjukkan adanya saling keterikatan dan saling mendukung diantara ketiganya dimana jika ada patogen yang ingin menyerang tumbuhan dan di imbangi oleh inang serta lingkungan yang mendukung maka akan terjadilah penyakit pada tumbuhan itu.

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan Alat : o Gelas bekas air mineral 500 ml : untuk menguji adanya bakteri pada tanaman ketika dimasukkan dalam air mineral. o Cutter : untuk memotong bagian tanaman yang terjangkit penyakit. o Alat tulis : untuk mencatan hasil pengamatan. o Modul praktikum DPT : untuk panduan praktikum. Bahan : o Air mineral : untuk menguji keberadaan bakteri pada tanaman yang sakit. o Xanthomonas campestris : objek pengamatan o Puccinia sorghi : objek pengamatan o CMV : objek pengamatan o Gloesporum frugtigenum : objek pengamatan o Ustilago maydis : objek pengamatan o Pyricularia oryzae : objek pengamatan o Phytophtora infestans : objek pengamatan o Fusarium oxysporum : objek pengamatan o Meloidogyne sp : objek pengamatan o Erwinia carotovora : objek pengamatan

3.2 Alur Kerja Pengamatan Jamur dan Bakteri


Siapkan alat dan bahan

Ambil satu per satu objek yang diamati Amati dan lalukan percobaan Pada objek Klasifikasikan dan gambar Catat hasil pengamatan

Susun laporan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Xanthomonas campestris a. Nama penyakit Nama latin : Xantomonas campestris Nama umum : busuk pada kubis b. Klasifikasi Kingdom : Bacteria Filum : Preobacteria Kelas : Gamma protobacteria Ordo : Xanthonmonadales Family : Xanthonmonadaceae Genus : Xantomonas Spesies : Xantomonas campestris c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Bakteri e. Tanaman inang Inang utama : Kubis Inang alternatif : Sawi, brokoli f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Daun mempunyai bercak kecoklatan. - Berdasarkan literatur Adanya bercak kebasahan yang ditimbulkan yang selanjutnya meluas dan bentuk yang tidak teratur, agak mengendap dengan warna kecoklatan atau tua. Busuk mula-mula tidak berbau, kemudian menjadi berbau khas yang sangat menyengat. (Anonymous, 2011) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

2. Puccinia sorghi a. Nama penyakit Nama latin : Puccinia sorghi Nama umum : Penyakit hawar daun b. Klasifikasi Kingdom : Fungi Filum : Basicliomycota Kelas : Pucci Ordo : Pucciniales Family : Pucciaceae Genus : Puccinia Spesies : Puccinia sorghi c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Bakteri e. Tanaman inang : Jagung f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Terdapat bercak karat Terdapat serbuk kecoklatan - Berdasarkan literatur Terdapat titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kecoklatan. (Anonymous, 2011) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

3. CMV (Cucumber Mozaik Virus) a. Nama penyakit Nama latin : CMV (Cucumber Mozaik Virus) Nama umum : keriting pada cabai b. Klasifikasi Kingdom : Virus Filum : Virus RNA Kelas : Virus RNA Ordo : Bromoviridas Genus : Cucumovirus Spesies : Cucumber mozaik virus c. Tipe gejala : Nekrotik hipoplastik d. Patogen penyebab : Virus e. Tanaman inang Inang utama : cabai, tomat Inang alternatif : tembakau f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Daun berwarna kuning kehijaun Agak sedikit mengkerut - Berdasarkan literatur Daun berubah warna dan menampilkan warna hijau dan bercak tidak rata. Tanaman kerdil, mengkerut dan terjadi pembengkakan jaringan. (Muhidin, 1993) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

4. Gloesporum frugtigenum a. Nama penyakit Nama latin Nama umum Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Genus Spesies Tipe gejala Patogen penyebab Tanaman inang Ciri penyakit Gambar

: Gloesporum frugtigenum / Colletotrichum coccodes : : Virus : Virus RNA : Virus RNA : Bromoviridas : Cucumovirus : Cucumber mozaik virus : : :

b.

c. d. e. f. g.

5. Ustilago maydis a. Nama penyakit Nama latin : Ustilago maydis Nama umum : penyakit gosong bengkak pada jagung b. Klasifikasi Kingdom : Fungi Filum : Basidiomycota Kelas : Ustilaginomycetes Ordo : Ustilaginales Genus : Ustilago Spesies : Ustilago maydis c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Jamur e. Tanaman inang : Jagung f. Ciri penyakit - Hasil pengamatan tongkol jagung membusuk - Pengamatan literatur Pada tongkol biji yang terinfeksi membengkak membentuk kelenjar. (Anonymous, 2011) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

6. Pyricularia oryzae a. Nama penyakit Nama latin : Pyricularia oryzae Nama umum : hawar daun b. Klasifikasi Kingdom : Bacteria Filum : Proteobacterium Kelas : Gammaproteibacteriun Ordo : Gammaproteibacterumceae Genus : Pyricularia Spesies : Pyricularia oryzae c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Bakteri e. Tanaman inang : Padi f. Ciri penyakit - Hasil pengamatan Terdapat bercak kuning pada daun Bercak kuning tersebur menghasilkan serabut - Pengamatan literatur Daun pucat hijau Bibit terinfeksi akan layu dan daun menggulung Bibit akan mati (Anonymous, 2011) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

7. Phytophtora infestans a. Nama penyakit Nama latin : Phytophthora infestans Nama umum : busuk daun kentang b. Klasifikasi Kingdom : Chromalveolata Filum : Herokontophyta Kelas : Oomycetes Ordo : Peronosporales Family : Phythiaceae Genus : Phytophthora Spesies : Phytophthora infestans c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Jamur e. Tanaman inang Inang utama : Kentang Inang alternatif : melon, tomat f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Daun mempunyai bercak hijau kelabu - Berdasarkan literatur Daun yang sakit memiliki bercak-bercak nekrotik pada tepi daun dan ujung daun serta akarnya yang meluas dan cepat sehingga mematikan daun. Bercak yang berwarna hijau kelabu kebasahan meluas menjadi bercak. Dengan bentuk dan ukuran tertentu. (Muhidin, 1993) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

8. Fusarium oxysporum a. Nama penyakit Nama latin : Fusarium oxysporum Nama umum : layu fusarium b. Klasifikasi Kingdom : Fungi Filum : Deuteromycota Kelas : Deuteromycetes Ordo : Moniliales Family : Tuberculariaceae Genus : Fusarium Spesies : Fusarium oxysporum c. Tipe gejala : Nekrotik hipoplastik d. Patogen penyebab : Jamur e. Tanaman inang Inang utama : Tomat Inang alternatif : Pisang f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Tulang daun pucat Layu atau tangkai daun merunduk - Berdasarkan literatur Tulang daun pucat, terutama daun sebelah atas, diikuti dengan merunduknya tangkai, akhirnya tanaman layu Tanaman menjadi kerdil dan tumbuhan merana (Muhidin,1993) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

9. Meloidogyne sp a. Nama penyakit Nama latin : Meloidogyne sp Nama umum : bisul akar atau puru akar b. Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Aschelmintes Kelas : Nematoda Ordo : Tyrentida Family : Hetero deniaceae Genus : Meloidogyne Spesies : Meloidogyne sp c. Tipe gejala : Hipertrophy d. Patogen penyebab : Nematoda e. Tanaman inang Inang utama : jagung, tomat Inang alternatif : tebu, kentang, tembakau f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Akar serabut menjadi banyak jumlahnya Timbul bisul pada akar - Berdasarkan literatur Daun menjadi lekas masak dan gugur Akar serabut sekunder menjadi abnormal jumlahnya Timbul bisul pada akar (Muhidin, 1993) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

10. Erwinia carotovora a. Nama penyakit Nama latin : Erwinia carotovora Nama umum : Busuk lunak pada wortel b. Klasifikasi Kingdom : Bacteria Filum : Preobacteria Kelas : Gamma protobacteria Ordo : Enterubacteriales Family : Enterubacteriaceae Genus : Erwinia Spesies : Erwinia carotovora c. Tipe gejala : Nekrotik d. Patogen penyebab : Bakteri Erwinia e. Tanaman inang Inang utama : Wortel Inang alternatif : Kentang, tomat f. Ciri penyakit - Berdasarkan pengamatan Umbi mengalami pembusukan Gejala berwarna hitam - Berdasarkan literatur Terjadi busuk basah Berwarna coklat atau kehitaman Bercak membesar atau mengendap, bentuk tidak beraturan, warna coklat Munculnya serangan bakteri menjadi berbau busuk yang khas dan menyengat. (Anonymous, 2011) g. Gambar

(Anonymous, 2011)

4.2 Kajian dan Jurnal tentang salah satu penyakit tanaman Menurut jurnal yang berjudul Pengendalian Hayati Penyakit Lodoh (Busuk Umbi Kentang) Dengan Agens Hayati. Jamur-jamur Antagonis Isolat Lokal oleh Susiana Purwantisari, dkk, Penyakit busuk daun tanaman kentang atau yang oleh petani di Kedu, Wonosobo disebut Lodoh merupakan penyakit yang paling serius di antara penyakit dan hama yang menyerang tanaman kentang di Indonesia. Penyakit lodoh ini disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans yang dapat menurunkan produksi kentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu yang amat singkat. Sampai saat ini kapang patogen penyebab penyakit busuk batang dan daun tanaman kentang tersebut masih merupakan masalah krusial dan belum ada fungisida g yang benar-benar efektif terhadap penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan mengoleksi dan mengidentifikasi jamur-jamur tanah isolat lokal yang bersifat antagonis terhadap patogen penyebab penyakit busuk daun dan umbi tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab penyakit busuk daun dan umbi tanaman kentang di daerah sentra pembibitan tanaman kentang di Kedu Temanggung Jawa Tengah adalah Phytophthora infestans. Terdapat 17 isolat jamur tanah isolat lokal yang dapat diisolasi dari tanah di sentra pembibitan tanaman kentang tersebut. Dari 17 isolat jamur ini dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok isolat yang berbeda morfologi koloninya. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa dari 4 kelompok jamur tanah tersebut adalah dari marga Trichoderma spp, Aspergillus sp, Pennicillium sp Phytophthora infestans. Terdapat satu buah jamur yang belum dapat diidentifikasi. Penyakit merupakan salah satu faktor pembatas penting pada budidaya tanaman kentang. Penyakit busuk daun tanaman kentang atau yang oleh petani di Wonosobo dan Dieng disebut Lodoh merupakan penyakit yang paling serius di antara penyakit dan hama yang menyerang tanaman kentang di Indonesia (Katayama & Teramoto, 1997; Zazali, 2004). Penyakit lodoh disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans ini dapat menurunkan produksi kentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu yang amat singkat. Sampai saat ini kapang patogen penyebab penyakit busuk batang dan daun tanaman kentang tersebut masih merupakan masalah krusial dan belum ada varietas kentang yang benar-benar tahan terhadap penyakit tersebut (Cholil, 1991). Menurut Djafaruddin, 2000, penyakit busuk daun/ batang (late blight) tanaman kentang sangat berpotensi terjadi pada daerah dingin dan lembab karena kapang patogen yang menyebabkannya mudah tumbuh dan berkembang baik pada kondisi dingin. Penyebab penyakit busuk daun ini adalah kapang pathogen. (Purwantisari, 2008)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penyakit tumbuhhan adalah kelaianan proses fisiologi tumbuhan yang disebabkan faktor abiotik maupun biotik yang dapat menimbulkan kerugian baik secara kualitas, kuantitas maupun ekonomis. Penyebab penyakit pada tanaman antara lain : Jamur Bakteri Virus Nematoda Berdasarkan konsep segitiga penyakit, penyakit akan timbul jika memenuhi ketiga faktor antara lain : inang, patogen, dan lingkungan. Dimana ketiga factor itu saling mendukung satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, jika ketiga faktor tidak terpenuhi atau salah satu dari ketiga faktor tersebut tidak mendukung, tidak akan timbul penyakit pada suatu tanaman. 5.2 Saran Untuk spesimen di mohon untuk lebih dipermudah lagi karena keterbatasan waktu untuk mencari dan kami belum begitu tahu tempat tempat mana saja kami dapat mencari specimen tersebut serta petani tentunya sudah melakukan usaha untuk menghindari atau menanggulangi penyakit-penyakit tanaman sehingga pencarian spesimen akan sulit.

DAFTAR PUSTAKA Anonymous, 2011. http://desyrahayuningsihyahoocoid.blogspot.com/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/akargada/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/antraknosacabe/. 7 November 2011 Anonymous. 2011. http://google.co.id/imglanding/CMV/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/erwinia+kentang/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/hawarkentang/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/layufusarium/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/meloidogyne-akar/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/pucciniasorghi/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://google.co.id/imglanding/xanthomonasc/. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://laporanpraktikumpertanian.blogspot.com/2011/04/ laporan-dasar-perlindungan-tanaman_6466.html. 7 November 2011 Anonymous, 2011. http://semadim.wordpress.com/2011/10/27/laporanpraktikum-hama-penyakit-tanaman/. 7 November 2011 Muhidin. 1993. Dasar Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Muhammadiyah. Malang R. W, Jackson. 2009. Plant Pathogenic Bacteria: Genomics and Molecular Biology. Caister Academic Press. Rochdjatun Satrahidayat, Ika. 2011. Fitopatologi. UB Press. Malang Purnomo, Bambang. 2006. Kedudukan dan Sejarah Ilmu Penyakit Hutan, Faperta Unib.1 Purwantisari, dkk. 2008. Pengendalian Hayati Penyakit Lodoh (Busuk Umbi Kentang) Dengan Agens Hayati. Jamur-jamur Antagonis Isolat Lokal. Lab. Mikrobiogenetika Jurusan Biologi FMIPA Undip. Semarang