Anda di halaman 1dari 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Biomassa Biomassa merupakan sumber daya terbaharui dan energi yang diperoleh dari biomassa disebut energi terbarukan. Biomassa disebut juga sebagai fitomassa dan sering kali diterjemahkan sebagai bioresource atau sumber daya yang diperoleh dari hayati. Menurut kamus bahasa inggris Oxford istilah biomassa pertama kali muncul di literatur pada tahun 1934. Di dalam Journal of Marine Biology Association, ilmuwan Rusia bernama Bogorov menggunakan biomassa sebagai tatanama. Ia mengukur bobot plankton laut (Calanus finmarchicus) setelah dikeringkan yang ia kumpulkan untuk menyelidiki perubahan pertumbuhan musiman plankton. Plankton yang telah kering ini dinamakan sebagai biomassa (Yokoyama, 2008). Biomassa terutama dalam bentuk kayu bakar dan limbah pertanian merupakan sumber energi tertua. Hingga sekarang, biomassa sebagai sumber energi masih cukup berperan terutama untuk negara-negara berkembang. Data dari shell Breifing Service (1980) yang dikutip Abdul Kadir (1982) menyebutkan bahwa konsumsi energi biomassa di negara-negara berkembang (tidak termasuk negara OPEC) pada tahun 1977 adalah 2.6 BOE perkapita per tahun, atau sekitar 54% dari konsumsi energi keseluruhan (Chan, 2011). Biomassa biasanya diassosiasikan dengan sampah. Beberapa jenis biomassa tergeletak di sekitar - pohon mati, cabang pohon, kertas koran, serpihan kayu, dan kulit kayu atau serbuk gergaji dari pabrik kayu. Biomassa bahkan bisa mencakup ban bekas dan kotoran ternak. Sampah di sekitar kita, kertas yang tidak dapat didaur ulang, dan limbah rumah tangga lainnya biasanya dikirim ke tempat sampah. Sampah ini sebenarnya mengandung biomassa yang dapat digunakan kembali. Penggunaan biomassa untuk bahan bakar dan penggunaan lainnya akan menghemat kebutuhan "lahan pembuangan sampah" untuk menampung sampah (IndoEnergi, 2012). Banyak kajian telah menyarankan bahwa energi turunan biomassa akan memberikan sumbangan yang besar terhadap supply energi kes