Dewi Rostyaningsih

DEFINISI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan : adalah kegiatan dalam

mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George R. Terry)

PENGERTIAN MANAJEMEN :
JAMES A.F. STONER (1978) :

MANAGEMENT IS THE PROCESS OF PLANNING, ORGANIZING, LEADING, AND CONTROLLING THE EFFORTS OF ORGANIZATIONAL MEMBERS AND THE USE OF OTHER ORGANIZATIONAL RESOURCES IN ORDER TO ACHIEVE STATED ORGANIZATIONAL GOALS. MANAGEMENT IS PROCESS BY WHICH THE GOALS ARE ACHIEEVED.

UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN SEBELUMNYA. FARLAND .KEPEMIMPINAN DALAM KERANGKA MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI SIAGIAN (1975) : ADMINISTRASI IALAH KESELURUHAN PROSES KERJA SAMA ANTARA DUA ORANG ATAU LEBIH YANG DIDASARKAN ATAS RASIONALITAS TERTENTU. (1959) : ADMINISTRASI TERDIRI ATAS ORGANISASI DAN MANAJEMEN ORDWAY TEAD & DALTON MC.

1987) DIMOCK & KOENIG (1960) : INTI DARI MANAJEMEN ADALAH KEPEMIMPINAN .LANJUTAN … MANAJEMEN ADALAH INTI DARI ADMINISTRASI (WAHJOSUMIDJO.

PENGORGANISASI. BIMBINGAN. DAN PENGAWAS) .4 PERAN PENTING BAGI PEMIMPIN KEPEMIMPINAN MERUPAKAN SALAH SATU FUNGSI MANAJER PEMIMPIN MEMBERIKAN PETUNJUK. PEMIMPIN. ARAHAN PADA BAWAHAN PEMIMPIN BEKERJASAMA DENGAN BAWAHAN MENCIPTAKAN SUASANA KERJA YANG SEBAIK-BAIKNYA (PERENCANA.

monitor .disseminator .leader .liaison  PERANAN YANG INFORMASIONAL : .negotiator .figurehead .disturbance handler .entrepreneur .PERAN-PERAN MANAJER (Henry Mintzberg)  PERANAN YANG INTERPERSONAL: .resource allocator .spokesman  PERANAN PENGAMBIL KEPUTUSAN : .

pelantikan. memberikan motivasi. bimbingan kepada setiap bawahan Liaison (penghubung) : mengembangkan hubungan kerjasama dengan bawahan dan dengan pihak lain di luar lingkungan kerjanya . undangan.PERANAN YANG INTERPERSONAL: Figurehead : Leader (penggerak) : tampil dalam upacara resmi.

Spokesman (juru bicara) : penyampaian informasi yang menyangkut satuan kerjanya ke luar .PERANAN YANG INFORMASIONAL : Monitor : Disseminator : mengikuti dan memperoleh segala macam informasi seluruh proses kegiatan di lingkungan kerjanya memberikan informasi kepada bawahan setiap hal yang berkaitan dengan satuan kerjanya.

maupun untuk pengembangan organisasi mengatasi segala hambatan yang dihadapi disturbance handler : . menciptakan ide / gagasan baru baik menyangkut sistem hubungan dan tata kerja (inovasi) satuan kerjanya.PERANAN PENGAMBIL KEPUTUSAN entrepreneur : memperbaiki dan mengembangkan satuan kerjanya.

waktu. dana. konsultasi dsb) dengan pihak di luar satuan kerjanya resource allocator : negotiator : .  mengatur segala macam sumber (SDM. prasarana) sehingga sumbersumber tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif menjalin hubungan kerja (kerjasama...PERANAN PENGAMBIL KEPUTUSAN Lanjutan . bantuan.

1995) tentang apa yang dilakukan oleh manajer publik di Amerika Serikat . Pengorganisasian (organizing). Pengevaluasian (evaluating).Manajemen Publik  Manajemen merupakan suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orangorang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata  Fungsi Manajemen: Perencanaan (planning). Pengarahan (directing).  Manajemen publik adalah manajemen yang dijalankan pada organisasi publik atau organisasi pemerintah  Manajemen publik lebih dikenal dengan istilah PAFHRIER yang didasarkan atas penemuan Garson dan Oveman (Keban.

FUNGSI MANAJEMEN PUBLIK : PAFHRIER ( GARSON DAN OVERMAN ) Polycy Analysis Financial Management Human Resource Management Information Management External Relation .

IDENTIFIKASI ALTERNATIF.POLICY ANALYSIS MELAKUKAN ANALISIS KEBIJAKAN : PERUMUSAN MASALAH. PROSES SELEKSI ALTERNATIF DILAKUKAN OLEH PIMPINAN PADA LEVEL YANG PALING TINGGI .

MEMBERIKAN ARAH TENTANG APA YANG HENDAK DILAKUKAN DAN DIANGGAP PENTING DALAM SATU TAHUN ANGGARAN. .FINANCIAL MANAGEMENT MENGATUR ANGGARAN UNTUK MEMBIAYAI PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROGRAM ADA ASPEK POLITIS. Biasanya memperhatikan pengaruh berbagai kelompok.

MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA Memperoleh sumber daya dalam jumlah dan kualitas yang tepat Meningkatkan kualitas pengembangan pegawai Memimpin dan mengendalikan pegawai sesuai dengan pengembangan organisasi .

pengambilan keputusan.MANAJEMEN INFORMASI Mengelola data dan informasi untuk perencanaan. penilaian pekerjaan. sistem monitoring dan pengendalian .

masyarakat) Misal : mencari partner dengan pihak swasta dalam sistem kontrak pekerjaan tertentu . unit lain.EXTERNAL RELATION Menjaga hubungan luar atau dengan lingkungannya (organisasi lain.

Model Mintzberg Model Mesin (Teknostructure) Model Network Operating Core/ Birok Profesional) Model Kontrol Kinerja (Middle Line/Struktur Divisional) Model Virtual (Support Staf/ adhocracy) Model Kontrol Normatif (Strategic Apex/ birokrasi sederhana) (New Best Way) .

MODEL MESIN Mengontrol bawahan apakah mereka selalu mengikuti rules. regulation. dan standart yang ditentukan .

.Model Network Kemampuan melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain : berkomunikasi dan berkolaborasi.

Model Kontrol Kinerja Melakukan seperti yang dilakukan oleh manajer bisnis : . .menetapkan target unit .mengukur kinerja unit .meminta pertanggungjawaban unit Perencanaan dan pengukuran kinerja menjadi tugas utama pemimpin.

Model Virtual Privatisasi Kontrak keluar Negosiasi Peran pemimpin tidak banyak kecuali pada bidang pelayanan yang tidak bisa ditangani masyarakat dan swasta .

memberi dukungan pegawai .Model Kontrol Normatif (New Best Way) Bertanggung jawab pada rekruitmen pegawai Menjaga dedikasi pegawai pada organisasi Membimbing pegawai pada prinsip kerja Memperkenalkan visi organisasi Mendorong.

Kegiatan teknis Gaya kepemimpinan sangatlah menentukan keberhasilan manajemen publik dalam mencapai tujuannya .kepemimpinan dalam manajemen publik kepemimpinan dalam organisasi publik berbeda dengan kepemimpinan di dalam organisasi privat seorang pemimpin publik dalam manajemen publik melakukan kegiatan-kegiatan: Kegiatan personal. kegiatan interaktif. Kegiatan administratif.

Seorang pemimpin publik dituntut untuk mengacu pada kepentingan publik. sehingga setiap kebijakan dan keputusan yang ia buat dalam manajemen publik haruslah ditujukan sebagai peningkatan terhadap pemenuhan kebutuhan publik melalui pelayanan publik yang prima. yang memfokuskan pada fungsifungsi dan proses-proses manajemen organisasi publik Komitmen dari seorang pemimpin publik akan menciptakan manajemen publik yang baik pula . Manajemen publik merupakan aspek penting dari administrasi publik.

di era otonomi daerah. kepemimpinan publik menjadi sebuah sorotan karena keberhasilan beberapa daerah dalam melaksanakan otonomi.kepemimpinan publik sangat menentukan di dalam jalannya manajemen publik. dibalik itu semua karena adanya kepemimpinan publik yang baik .

Studi Kasus Kepemimpinan dalam Manajemen Publik  Pada Era reformasi sekarang ini menuntut berbagai organisasi Pemerintah Daerah agar berjalan lebih efektif. karena kinerja pelayanan publik secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi kualitas kesejahteraan masyarakat  diperlukan kepemimpinan dari seorang kepala daerah untuk dapat memenej sedemikian rupa berbagai potensi yang ada di daerah mereka . efesien dan responsible terhadap perubahan lingkungan  Keberhasilan bupati daerah Sragen yang sukses dengan pola pelayanan publik dengan unit pelayanan terpadunya  Pelayanan publik harus mendapatkan perhatian yang serius oleh pemerintah daerah.

TUGAS : Amatilah seorang pemimpin lokal. seorang pemimpin mempunyai 10 peran yang bisa dimainkannya. . Menurut Mintzberg. Jelaskan kelebihan dan kekurangan pemimpin tersebut dalam memainkan peran-perannya. nasional maupun internasional.

TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful