Anda di halaman 1dari 10

MODUL KEEMPATBELAS KIMIA INDUSTRI

Tujuan Pembelajaran :

1. Mengetahui INDUSTRI PETROKIMIA


2. Memahami industri pulp dan kertas 3. Memahami tentang industri agrikultur 4. Memahami industri pengolahan minyak bumi INDUSTRI PETROKIMIA Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetis, karet sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat maupun vitamin. Bahan Dasar Petrokimia Terdapat tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia, yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis (syn-gas). Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu: a. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. b. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara. c. Mengubah produk antara menjadi produk akhir. Olefin (alkena-alkena)

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai milyaran kg per tahun. Di antara olefin yang paling banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), dan butadiena. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar etilena adalah: 1) Polietilena, merupakan plastik yang paling banyak diproduksi, plastik ini banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastic pembungkus (sampul). Di samping polietilena sebagai bahan dasar, plastik dari polietilena ini juga mengandung beberapa bahan tambahan, yaitu bahan pengisi, plasticer, dan pewarna. 2) PVC atau polivinilklorida, juga merupakan plastik yang digunakan pada pembuatan pipa pralon dan pelapis lantai. 3) Etanol, merupakan bahan yang sehari-hari dikenal dengan nama alkohol. Digunakan sebagai bahan bakar atau bahan antara untuk pembuatan produk lain, misalnya pembuatan asam asetat. 4) Etilena glikol atau glikol, digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar propilena adalah: 1) Polipropilena, digunakan sebagai karung plastik dan tali plastik. Bahan ini lebih kuat dari polietilena. 2) Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industry makanan, dan bahan untuk membuat peledak (nitrogliserin). 3) Isopropil alkohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain, misalnya membuat aseton. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiena adalah:

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

1) Karet sintetis 2) Nilon Aromatika Pada industri petrokimia, bahan aromatika yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar benzena adalah: 1) Stirena, digunakan untuk membuat karet sintetis. 2) Kumena, digunakan untuk membuat fenol. 3) Sikloheksana, digunakan untuk membuat nilon. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar toluena dan xilena adalah: 1) Bahan peledak, yaitu trinitrotoluena (TNT) 2) Asam tereftalat, merupakan bahan dasar pembuatan serat. Syn-Gas (Gas Sintetis) Gas sintetis ini merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar gas sintetis adalah: 1) Amonia (NH3), yang dibuat dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Pada industri petrokimia, gas nitrogen diperoleh dari udara sedangkan gas hidrogen diperoleh dari gas sintetis. 2) Urea (CO(NH2)2), dibuat dari amonia dan gas karbon dioksida. Selain sebagai pupuk, urea juga digunakan pada industri perekat, plastik, dan resin. 3) Metanol (CH3OH), dibuat dari gas sintetis melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. Sebagian methanol digunakan dalam pembuatan

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

formaldehida, dan sebagian lagi digunakan untuk membuat serat dan campuran bahan bakar. 4) Formaldehida (HCHO), dibuat dari metanol melalui oksidasi dengan bantuan katalis. Formaldehida yang dilarutkan dalam air dikenal dengan nama formalin, yang berfungsi sebagai pengawet specimen biologi. Sementara penggunaan lainnya adalah untuk membuat resin urea-formaldehida dan lem. INDUSTRI PULP DAN KERTAS Pengukuran lignin (kappa number) pulp slurry pada proses pulp making merupakan kunci sukses dalam mengoptimumkan proses pulp making. Informasi kappa number ini sangat berguna untuk mengontrol parameter selama proses pemasakan berlangsung seprti : HFactor, Liquor to wood ratio, jumlah konsumsi WL, kadar air kayu, efisiensi pencucian, temperature dll. Di skala industri, telah dipasang sensor kappa number untuk melihat nilai kappa number. Sebenarnya kappa number on-line mengukur sampel dengan menggunakan teknik optik berdasarkan absorbsi sinar UV. Kemampuan lainnya adalah mengukur parameter lain seperti konsistensi, temperature dan pH yang dikenali oleh alat dan akan menyalakan alarm jika hasil yang diinginkan menyimpang dari standard. Kunci untuk monitoring dan control pemasakan dengan menggunakan kappa number online ini sangat penting untuk mengontrol proses delignifikasi. Juga sangat berguna untuk mengontrol beberapa parameter untuk bleaching. Untuk digester, semakin sering analisa kappa number dilakukan dapat meningkatkan variasi kappa number hingga level 20% dan menjaga kappa number tetap dalam target (masuk standard). Ketelitian dari analisa kappa number ini akan membantu operator digester untuk mengontrol jalannya digester, mulai dari start up, proses berjalan, penukaran material dan sebagainya. Kontrol Chemical dalam Proses Bleaching Kandungan lignin yang terdapat pada pulp yang belum dibleaching sangat penting, karena pada tahap awal bleaching adalah untuk menghilangkan kadar lignin yang tersisa setelah pemasakan. Kappa number digunakan secara rutin untuk mengontrol unbleached pulp

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

dan mengontrol proses penghilangan lignin (delignifikasi) pada tahap klorinasi (CD), treatment oxygen dan Ekstraksi (Eo). Jumlah lignin yang dipisahkan selama bleaching tergantung pada beberapa factor seperti kandungan lignin pulp, type pulp yang digunakan, kondisi klorinasi, waktu, suhu dan konsistensi. Reaksi antara bleaching dengan pulp sangat kompleks. Chemical bleaching bereaksi dengan semua komponen pulp (selulosa, lignin, bark, shives, dan zat-zat organic terlarut). Efisiensi delignifikasi dapat dihitung secara stoikiometri, jumlah chemical yang dibutuhkan dapat dihitung per unit dalam delignifikasi. Perhitungan stoikiometri merupakan indikasi efisiensi proses dan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan biaya bleaching. Stoikiometri delignifikasi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, misalnya pada tahap klorinasi, klorin yang digunakan biasanya 0.2 kali kappa number unbleached pulp. Pada kondisi ini kira-kira 4 kappa number akan turun dengan 1 % klorin. Persentase klorin yang digunakan berdasarkan kappa number pulp unbleach memiliki range 0.15 hingga 0.25. Laju reaksi juga berhubungan dengan konsentrasi chemical dan kappa number dimana delignifikasi ClO2 merupakan pangkat 0.5. yang berarti jika konsentrasi klorin 4 kali lipat maka laju reaksi delignifikasi akan meningkat dua kali. Untuk saat ini kappa number juga digunakan sebagai control parameter untuk temperature bleaching, pH dan derajat brightness pulp. Hilangnya Lignin Semua pulp akan mengalami perubahan brightness (kecerahan) seiring dengan lama waktu penyimpanan. Pulp biasanya akan berubah menjadi kuning. Laju penurunan brightness dengan waktu bervariasi dalam range yang cukup luas. Sebagian pulp akan stabil dan biasanya bertahun-tahun kemudian baru akan berubah menjadi kuning. Sebagian lagi hanya dalam hitungan bulan akan berubah menjadi kuning dan bahkan yang dalam hitungan hari sudah berubah. Lignin bukan penyebab utama pada perubahan warna ini jika pulpnya hanya mengandung sedikit lignin. Tapi walau bagaimanapun lignin yang terkandung dalam jumlah besar sudah pasti menjadi penyebab utama dalam perubahan warna pulp. Oleh karena itu efektivitas

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

penghilangan lignin pada tahap klorinasi juga merupakan factor yang sangat menentukan dalam proses perubahan warna. Memang pada awalnya ada dugaan perubahan warna pada pulp selama penyimpanan disebabkan oleh lignin. Ternyata setelah dilakukan penelitian, penyebab utamanya adalah kandungan selulosa pulp itu sendiri yang menyebabkan perubahan warna. Adanya gugus karbonil dan karboksil pada selulosa merupakan penyebab utama terjadinya perubahan warna. Penghilangan gugus karbonil dan karboksil ini dengan proses oksidasi dan reduksi akan meningkatkan kestabilan warna. Perubahan warna juga disebabkan oleh suhu, kelembaban, hemiselulosa, resin, logam-logam seperti rosin, alum, lem dan starch. INDUSTRI AGRIKULTUR Agrikultur adalah proses memproduksi makanan, panganan, serat, dan banyak hasil-hasil kebutuhan lain di sektor pertanian tanaman-tanaman tertentu dan pertambahan hewanhewan lokal (ternak). Praktek agrikultur dikenal juga sebagai pertanian, saat para ahli, penemu, dan lain sebagainya mengubah metode-metode dan peralatan pertanian, dapat dikatakan agrikultur menjadi lebih berguna. Bertani untuk menyambung hidup sering terjadi terhadap petani yang bertani di wilayah kecil dengan penghasilan terbatas dan hasil-hasilnya hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya. Selanjutnya iklan intensive agrikultur juga termasuk dalam perindustrian agrikultur, seperti pertanian meliputi ladang-ladang yang luas, banyaknya binatangbinatang, sumber penghasilan besar lain (pestisida, pupuk, insektisida, dll) dan mekanisasi yang bermutu tinggi. Produksi barang-barang agrikultural meliputi kayu-kayuan, kulit hewan, perindustrian kimiawi (kanji, gula, alcohol, dan dammar), serat-serat (kapas, wol, rami, sutra dan rami halus), bahan bakar (metana dari biomas, etanol, biodisel), potongan bunga, tanaman hias, dan tanaman bibit, ikan tropis dan burung-burung untuk perdagangan binatang piaraan, dan obat-obatan sah maupun tidak sah (apotik hidup, tembakau, ganja, opium dan kokain).

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Pada abad keduapuluh sudah terlihat perubahan besar-besaran pada praktek agrikultur, terutama agrikultural secara kimiawi meliputi penerapan pupuk kimia, insektisida kimiawi, dan fungisida kimia, peningkatan kualitas tanah, menganalisa produk-produk agrikultur, dan kebutuhan nutrisi hewan-hewan ternak. Berawal di dunia barat, revolusi hijau menyebarkan banyak perubahan untuk pertanian di dunia, dengan kesuksesan yang bermacam-macam. Dewasa ini perubahan lain agrikultur termasuk hidroponik, pemeliharaan tanaman, hibridisasi, rekayasa genetika, pengelolahan nutrisi tanah yang lebih baik dan perbaikan pengawasan rumput liar. Tehnik genetika menghasilkan hasil panen yang memilikai kemampuan lebih dari tumbuhan alamiah biasa, seperti hasilnya yang lebih tinggi dan tahan terhadap penyakit. Pengubahan benih kecambah lebih cepat, dengan dan dapat ditanam di sebuah wilayah perluasan yang sedang ditumbuh . Tehnik genetika dari tumbuh-tumbuhan membuktikan apa yang diperdebatkan, terutama sekali tentang melawan hama penyakit. Selama tahun 2006 diperkirakan 36% di dunia, para petani menggunakan agrikultur (turun dari 41% di tahun 1996) membuat semakin jauh dari para petani biasa. Bagaimanapun pertanian mengalami penurunan terus-menerus sejak awal perindustrian yang relatif signifikan. Dan di tahun 2006 untuk pertama kalinya dalam sejarah, sektor pertanian berkurang drastis akibat dari sektor ekonomi yang mempekerjakan orang sebagai petani di seluruh dunia. Juga catatan produksi agrikultur tak lebih banyak 5% dari lusinan produk dunia (jumlah dari semua lusinan produk lokal) TEKNIK PENGOLAHAN MINYAK BUMI Di Indonesia, sumber minyak bumi terdapat di daerah-daerah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Irian Jaya, Kalimantan, dan sebagian ada di pulau Jawa, yaitu Cepu dan beberapa daerah lain. Biasanya kandungan minyak bumi ini ada pada 3 4 km di bawah permukaan tanah. Untuk itu proses pengambilannya dengan menggunakan sumur-sumur bor yang sengaja dibuat. Beberapa di antaranya karena sumber minyak bumi ada di dasar laut, maka

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

pengeboran dilakukan di laut. Minyak mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau kilang minyak. Minyak mentah atau yang biasa disebut dengan crude oil ini berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap, yang selain mengandung kotoran, juga mengandung mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak ini belum dapat digunakan untuk bahan bakar atau berbagai keperluan lainnya, tetapi harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom karbon 1 50. Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua langkah, yaitu desalting dan distilasi. A. Desalting Proses desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air, tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air. Pada proses ini juga ditambahkan asam dan basa dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon. Setelah melalui proses desalting, maka selanjutnya minyak akan menjalani proses distilasi. B. Distilasi Minyak mentah yang telah melalui proses desalting kemudian diolah lebih lanjut dengan proses distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan campuran berdasar perbedaan titik didih. Fraksi-fraksi yang diperoleh dari proses distilasi bertingkat ini adalah campuran hidrokarbon yang mendidih pada interval (range) suhu tertentu. Proses distilasi bertingkat dan fraksi yang dihasilkan dari distilasi bertingkat tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Diagram menara fraksionasi (distilasi bertingkat) untuk penyulingan minyak bumi. Pandangan irisan menunjukkan bagaimana fasa uap dan cairan dijaga agar selalu kontak satu sama lain, sehingga pengembunan dan penyulingan berlangsung menyeluruh sepanjang kolom. Fraksi Hidrokarbon yang Didapatkan dari Distilasi Bertingkat Fraksi Gas Eter petroleum Bensin Minyak tanah Jumlah Atom C C1 C5 C5 C7 C5- C12 C12 C16 Titik Didih -164 C 30 C 30 C 90 C 30 C 200 C 175 C 275 C 250 C 400 C 350 C ke atas Kegunaan bahan bakar gas pelarut, binatu kimia bahan bakar motor minyak lampu, bahan bakar kompor bahan bakar diesel pelumas mesin

Minyak gas, bakar, danC15 C18 diesel Minyak-minyak pelumas, gemuk, jeli C20 ke atas petroleum Parafin (lilin) C16 ke atas

meleleh 52 C 57 C

lilin gereja, pengendapan

12

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

air Ter Kokas petroleum residu residu

bagi

kain,

korek

api,dan pengawetan aspal buatan bahan bakar, elektrode

Fraksi-faksi yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, treating, dan blending. 1. Reforming Reforming merupakan suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.

2. Polimerisasi Polimerisasi merupakan suatu cara penggabungan monomer (molekul molekul

sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks. 3. Treating Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi. 4. Blending Blending merupakan proses penambahan zat aditif.

12

10

Kimia Industri Defi Norita ST., MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana