Anda di halaman 1dari 134

TINJAUAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN POKOK YANG BERGUNA DI LAHAN REHABILITASI UNTUK MENDUKUNG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL DI TAMAN NASIONAL

MERU BETIRI (Studi Kasus di Resort Wonoasri)

ASTRI SUPRAPTINI

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

TINJAUAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN POKOK YANG BERGUNA DI LAHAN REHABILITASI UNTUK MENDUKUNG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI (Studi Kasus di Resort Wonoasri)

ASTRI SUPRAPTINI

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

RINGKASAN Astri Supraptini (E34102020). Tinjauan Keanekaragaman Tanaman Pokok yang Berguna di Lahan Rehabilitasi untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Taman Nasional Meru Betiri (Studi Kasus di Resort Wonoasri). Dibimbing oleh Dr. Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS. Rehabilitasi merupakan upaya memulihkan fungsi dan kondisi kawasan yang telah rusak melalui kegiatan penanaman, pengayaan jenis, dan pemeliharaan. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat sekitar lahan rehabilitasi. Program rehabilitasi lahan tidak hanya akan mengembalikan fungsi ekologis lahan tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dari hasil tanaman di lahan rehabilitasi (tanaman pokok). Saat ini masyarakat sekitar Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) belum dapat memperoleh manfaat dari tanaman pokok di lahan rehabilitasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi keanekaragaman jenis dan manfaat tanaman pokok yang sudah ditanam di zona rehabilitasi dan mengkaji keanekaragaman jenis tumbuhan asli TNMB yang berpotensi dikembangkan di zona rehabilitasi untuk dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan konservasi TNMB. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (data yang diperlukan berasal dari skripsi, jurnal, laporan, dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan penelitian) dan observasi lapang (observasi langsung ke lahan rehabilitasi, mengamati dan mengidentifikasi jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi). Hasil penelitian menginformasikan bahwa terdapat 36.414 pohon dari 27 jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi Desa Wonoasri TNMB. Beberapa yang memiliki jumlah terbanyak adalah nangka (Artocapus integra), petai (Parkia speciosa), kedawung (Parkia timoriana), mengkudu (Morinda citrifolia), asam (Tamarindus indica). Tanaman pokok tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan masyarakat. Perlu dilakukan penjarangan untuk nangka, kedawung, petai, dan asam.Tanaman yang berpotensi untuk ditanam di lahan rehabilitasi, diantaranya cabe jawa (Piper retrofractum), kemukus (Piper cubeba), pule pandak (Rauwolfia serpentina), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus), joho (Terminalia belerica), kapulaga (Amomum cardamomum), aren (Arenga pinnata), bamboo (Bambusa sp.). Pemanfaatan dalam hal pemanenan memperhatikan musim panen tanaman dan perpaduan musim panen. Hasil dan perpaduan musim panen tanaman pokok dapat memusatkan perhatian masyarakat pada lahan rehabilitasi. Kata kunci: lahan rehabilitasi, masyarakat sekitar, tanaman pokok, tanaman asli.

SUMMARY Astri Supraptini (E34102020). The Observation of Useful Main Plants on Rehabilitation Area for Local Communitys Prosperity on Meru Betiri National Park (Case Study in Wonoasri Resort). Supervised by Dr. Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS. Rehabilitation is an effort to recover the function and condition of a damaged area through planting, species enrichment, and cultivation activities. Land rehabilitation program not only recover land ecology function but also increase prosperity of surrounding society as a result of the land rehabilitation plant production (main plants). Today the local community surrounds Meru Betiri National Park (MBNP) obtain the benefit of main plant on the rehabilitation land. Therefore, this research was conducted to study potential species and benefit of main plant already planted in the rehabilitation zone and to study the original plants potential of Meru Betiri National Park that can be developed on rehabilitation zone, for societys prosperity and conservation of MBNP. Data analysis methods were literature study (data was taken from minithesis, journals, reports, etc. related to research work) and field observation (directly to the rehabilitation area, observing and identifying main plants species). There are 36.414 trees from 27 main plants species on rehabilitation area, Wonoasri Village, MBNP. Some great quantities species are nangka (Artocapus integra), petai (Parkia speciosa), kedawung (Parkia timoriana), mengkudu (Morinda citrifolia), asam (Tamarindus indica). Those main plants have potential for local community. Thinning is needed for nangka, kedawung, petai, and asam. The potential plants for planting on rehabilitation area are cabe jawa (Piper retrofractum), kemukus (Piper cubeba), pule pandak (Rauwolfia serpentina), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus), joho (Terminalia belerica), kapulaga (Amomum cardamomum), aren (Arenga pinnata), bamboo (Bambusa sp.). Utilization on harvesting matters had to observe plant harvesting season and mix harvesting season. Results and mix main plants harvesting season could centralize local communitys attention on the rehabilitation area.

Key words: land rehabilitation, local community, main plant, original plant.

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi berjudul Tinjauan Keanekaragaman Tanaman Pokok yang Berguna di Lahan Rehabilitasi untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Taman Nasional Meru Betiri (Studi Kasus di Resort Wonoasri) adalah benar-benar hasil karya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi.

Bogor, Oktober 2009

Astri Supraptini NRP E34102020

Judul Skripsi : Tinjauan Keanekaragaman Tanaman Pokok yang Berguna di Lahan Rehabilitasi untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Taman Nasional Meru Betiri (Studi Kasus di Resort Wonoasri). Nama NRP : Astri Supraptini : E34102020

Menyetujui,

Dr. Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS. NIP. 19590618 198503 1 003

Mengetahui, Dekan Fakultas Kehutanan

Dr. Ir. Hendrayanto, M. Agr NIP. 19611126 198601 1 001

Tanggal Lulus:

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Skripsi ini merupakan karya ilmiah hasil penelitian yang dilaksanakan pada SeptemberOktober 2006 di lahan rehabilitasi Desa Wonoasri Taman Nasional Meru Betiri dengan judul Tinjauan Keanekaragaman Tanaman Pokok yang Berguna di Lahan Rehabilitasi untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Taman Nasional Meru Betiri (Studi Kasus di Resort Wonoasri). Semoga skripsi ini dapat bermanfaat.

Bogor, Oktober 2009

Penulis

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 23 Januari 1984 dari ayah Saidi dan ibu Tuti. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Tahun 2002 penulis lulus dari SMU Negeri 1 Purworejo dan pada tahun yang sama lulus seleksi masuk IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB. Penulis diterima di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Penulis pernah menjadi Senior Residence Asrama Tingkat Persiapan Bersama IPB (Asrama TPB IPB 2004-2006), melakukan Praktek Pengenalan dan Pengelolaan Hutan di KPH Banyumas Barat, dan Praktek Kerja Lapang Profesi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, serta saat ini menjadi pengajar Keaksaraan Fungsional di Desa Carang Pulang yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di IPB, penulis menyusun karya ilmiah yang berjudul Tinjauan Keanekaragaman Tanaman Pokok yang Berguna di Lahan Rehabilitasi untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Taman Nasional Meru Betiri (Studi Kasus di Resort Wonoasri) dibimbing oleh Dr. Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS.

UCAPAN TERIMA KASIH


1. Bapak Dr. Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS. selaku Dosen Pembimbing atas segala kebaikan, nasehat, arahan, dan masukan yang sangat berarti dalam penyusunan skripsi ini. Semoga dapat bermanfaat. 2. Ibu Dra. Nining Puspaningsih, M. Si selaku dosen penguji dari Departemen Manajemen Hutan dan Ibu Dr. Lina Karlinasari, S. Hut., M.Sc.F. selaku dosen penguji dari Departemen Hasil Hutan atas segala koreksian, masukan dan kebaikan pada saat ujian komprehensif. 3. Dosen pengajar dan karyawan Fakultas Kehutanan, khususnya

Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan yang telah memberikan ilmu dan bantuan selama perkuliahan serta pengurusan berbagai administrasi. 4. Kepala dan pegawai Taman Nasional Meru Betiri. 5. Bapak dan Ibu atas segala doa, kasih sayang, dan kesabarannya. Io dan dek Hari, tante Ratna, om Wandi, keluarga besar di Purworejo dan Panjatan atas segala dorongan, semangat dan bantuannya. 6. Teman-teman SR, terima kasih atas dorongan semangatnya, cerita-cerita serunya. 7. Teman-teman dikosan (Balsem) atas dorongan, paksaan, canda tawa, semangat, dan tempat bercerita. 8. Teman-teman KSH angkatan 39, terima kasih banyak. 9. Sensei, Dhechan, Nuichan, Ikachan, Santichan, Trisan 10. Mbah Raka matur nuwun dulu sering menemani begadang dan memperhatikan sepatu cucumu ini. Nuwun sewu beberapa lama saya lupa dengan sebuah petuahmu. 11. Pihak yang telah membantu dan tidak disebutkan satu persatu.

10

DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL ............................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiii DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xiv I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................................ 1 B. Tujuan Penelitian .................................................................................... 2 C. Manfaat Penelitian .................................................................................. 2 II. TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................. 3 A. Program Rehabilitasi ............................................................................. 3 B. Potensi Keanekaragaman Jenis Manfaat Tumbuhan Hutan di TNMB ..................................................................................... 5 III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN ............................................... 10 A. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri .................................................. 10 B. Desa Lokasi Penelitian.............................................................................. 13 IV. METODE PENELITIAN ............................................................................ 16 A. Tempat dan Waktu .................................................................................. 16 B. Kerangka Pemikiran ................................................................................. 16 C. Jenis dan Pengambilan Data ................................................................... 17 D. Tahapan Penelitian ................................................................................. 18 E. Pengolahan dan Analisis Data ................................................................. 19 V. HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................... 21 A. Jumlah Kelompok Tani di Resort Wonoasri ........................................... 21 B. Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Desa Wonoasri........................... 21 C. Waktu pemanenan.................................................................................... 30 D. Keanekaragaman Manfaat Tanaman ....................................................... 36 E. Jenis Tanaman Pokok Berdasarkan Asal Bibit ....................................... 37 F. Rekomendasi Pengayaan Jenis Lahan Rehabilitasi................................. 38 G. Perpaduan Dugaan Waktu Panen Tanaman Pokok dengan Dugaan Tanaman yang Direkomendasikan ................................ 42 H. Usulan Pengembangan ............................................................................ 44

11

VI. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................... 47 A. Kesimpulan ............................................................................................. 47 B. Saran ............................................................................................. 47

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 48 LAMPIRAN .................................................................................... 56

12

DAFTAR TABEL

1. Jumlah Penduduk Desa Penelitian Berdasarkan Kelas Umur dan Persentase Usia Kerja.................................................................... 13 2. Fasilitas Pendidikan di Desa Daerah Penyangga ........................................... 14 3. Mata Pencaharian Warga Desa Wonoasri...................................................... 15 4. Jumlah Anggota Kelompok Tani di 3 Blok Resort Wonoasri ....................... 21 5. Tanaman Pokok di Blok Pletes (33,68 ha)..................................................... 23 6. Tanaman Pokok di Blok Bonangan (65,53 ha) .............................................. 24 7. Tanaman Pokok di Blok Curah Malang (27,53 ha) ....................................... 25 8. Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Desa Wonoasri (126,74 ha) ............. 26 9. Jarak Tanam Budidaya Beberapa Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Resort Wonoasri...................................................................... 29

10. Pendugaan Waktu Panen Tanaman Pokok di Blok Pletes ............................ 31 11. Pendugaan Waktu Panen Tanaman Pokok di Blok Bonangan ..................... 32 12. Pendugaan Waktu Panen Tanaman Pokok di Blok Curah Malang.............. 33 13. Bulan Panen dan Nilai Jual Jenis Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Resort Wonoasri........................................................................ 34 14. Manfaat Jenis Tanaman Pokok di Lahan rehabilitasi ................................... 36 15. Pengelompokkan Jenis Tanaman Pokok Berdasarkan Asal Bibit Desa Wonoasri ............................................................................................. 37 16. Perpaduan Dugaan Waktu Panen Tanaman Pokok dengan Dugaan Tanaman yang Direkomendasikan ............................................................... 43

13

DAFTAR GAMBAR

1. Peta Lokasi Penelitian ..................................................................................... 11 2. Bagan Alir Penelitian ...................................................................................... 20 3. Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) di Lahan Rehabilitasi ...................... 28

14

DAFTAR LAMPIRAN
1. Kelompok Tani di Blok Pletes ....................................................................... 57 2. Kelompok Tani di Blok Bonangan ................................................................ 70 3. Kelompok Tani di Blok Curah Malang........................................................... 93 4. Luas Lahan Rehabilitasi Tiap Blok................................................................. 99 5. Manfaat Jenis Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Desa Wonoasri........... 100 6. Manfaat Jenis Asli yang Berpotensi untuk Ditanam di Lahan Rehabilitasi TNMB ......................................................................................... 103 7. Rekomandasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Pletes........................ 105 8. Rekomandasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Bonangan ................. 110 9. Rekomandasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Curah Malang .......... 115

15

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) merupakan salah satu taman nasional yang memiliki zona rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan upaya memulihkan fungsi dan kondisi kawasan yang telah rusak melalui kegiatan penanaman, pengayaan jenis, dan pemeliharaan. Masyarakat sekitar TNMB terlibat dalam kegiatan rehabilitasi ini. Mereka memiliki peran penting mendukung keberhasilan program tersebut. Pengembalian lahan rehabilitasi menjadi hutan disertai dengan pemanfaatan yang nantinya akan diperoleh masyarakat. Program rehabilitasi ini tidak hanya akan mengembalikan ekologis lahan tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar taman nasional dari hasil tanaman pokok. Saat ini masyarakat masih belum dapat memperoleh manfaat dari tanaman pokok di lahan rehabilitasi. Masyarakat baru mendapatkan hasil dari tanaman pertanian yang ditumpangsarikan di antara tanaman pokok. Masalah yang dihadapi taman nasional berhubungan dengan pemanfaatan oleh masyarakat yang terletak pada pengambilan hasil hutan. Kebutuhan yang meningkat akan hasil dari hutan menyebabkan terjadinya pengambilan hasil hutan oleh masyarakat. Tanaman pokok di lahan rehabilitasi yang belum berproduksi di rasa belum bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat tentu saja mengharapkan tumbuhan yang mereka tanam nantinya akan memberikan manfaat bagi mereka. Selain masalah tersebut, peraturan perundangan mengenai pemanfaatan dalam hal pengambilan hasil hutan di lahan rehabilitasi perlu ditinjau kembali untuk disinergikan dengan kebutuhan masyarakat. Pengambilan hasil hutan dilakukan di musim-musim tertentu disesuaikan dengan waktu tumbuhan berproduksi. Namun adapula yang dapat diambil sepanjang waktu. Keadaan ini perlu menjadi pertimbangan dalam pengelolaan lahan rehabilitasi. Kombinasi tanaman di lahan rehabilitasi berdasarkan musim berbuah atau berproduksi untuk memusatkan perhatian masyarakat pada hasil di lahan rehabilitasi dan memanfaatkan waktu masyarakat.

16

Disamping permasalahan tersebut, tanaman pokok di lahan rehabilitasi tidak semuanya merupakan tanaman asli TNMB. Masyarakat menanam tanaman eksotik tersebut dengan alasan kemudahan memperoleh bibit dan

membudidayakan serta hasil yang mudah diperoleh pula. Padahal banyak tanaman asli TNMB yang memiliki nilai ekonomi pasar tinggi karena permintaannya di masyarakat. Hal ini pula yang menyebabkan masih adanya pengambilan hasil hutan di TNMB. Pengambilan yang mengutamakan nilai ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian tumbuhan tersebut. Orientasi pengelola taman nasional dengan masyarakat perlu diselaraskan. Keberkelanjutan pengelolaan rehabilitasi taman nasional dengan nilai finansial bagi masyarakat dapat dikolaborasikan. Penutupan lahan yang diharapkan pengelola dapat pula mendukung perekonomian masyarakat. Karenanya kondisi tanaman pokok di lahan rehabilitasi perlu diperhatikan. Kondisi habitat dan perawatan tanaman pokok yang baik untuk dapat berproduksi dengan tujuan ekonomis yang tetap tercapai.

B. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini antara lain: 1. Mengkaji potensi keanekaragaman jenis dan manfaat tanaman pokok yang sudah ditanam di zona rehabilitasi. 2. Mengkaji keanekaragaman jenis tumbuhan asli TNMB yang berpotensi dikembangkan di zona rehabilitasi untuk dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan konservasi TNMB.

C. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi penyempurnaan program rehabilitasi di TNMB.

17

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Program Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) merupakan salah satu taman nasional yang memiliki Zona Rehabilitasi. Menurut Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam Nomor: 185/Kpts/DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999, menyatakan bahwa luas Zona Rehabilitasi adalah 4.023 Ha. Zona rehabilitasi adalah bagian dari taman nasional yang karena mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan kegiatan pemulihan komunitas hayati dan ekosistem yang mengalami kerusakan (Peraturan Menteri Kehutanan Nomor:P.56/Menhut-II/2006). Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tantang Kehutanan pada pasal 40, rehabilitasi lahan dan hutan dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas, dan perannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Pasal 41 undang-undang tersebut menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan antara lain reboisasi, penghijauan, pemeliharaan, pengayaan tanaman atau penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif dan sipil teknik pada lahan kritis dan tidak produktif. Penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan diutamakan pelaksanaannya melalui pendekatan partisipatif dalam rangka mengembangkan potensi dan memberdayakan masyarakat. Kegiatan rehabilitasi di kawasan taman nasional mengacu pada prinsip aspek kelestarian ekosistem dan aspek sosial ekonomi (Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 8205/Kpts-II/2002 tentang Pedoman Rehabilitasi di Kawasan Taman Nasional). Pelestarian keanekaragaman jenis menuntut adanya keragaman jenis yang tinggi dalam menentukan jenis tumbuhan, jumlah dan anakan atau bibit yang akan digunakan dalam rehabilitasi Kawasan Taman Nasional. Pembinaan dan peningkatan kualitas habitat mengacu pada pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan rehabilitasi untuk menjamin pulihnya kondisi dan fungsi kawasan secara lestari. Untuk itu setiap pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Taman Nasional harus

18

diarahkan semaksimal mungkin pada pemulihan kondisi habitat jenis-jenis flora dan fauna seperti keadaan semula. Aspek sosial ekonomi melibatkan keikutsertaan para pihak terkait. Setiap kegiatan yang dilakukan harus jelas standar, prosedur, dan hasilnya serta jelas pula tanggung jawab setiap pihak yang berperan dalam pelaksanaan rehabilitasi Kawasan Taman Nasional, sehingga masing-masing dapat dimintakan

pertanggungjawabnya. Kejelasan tanggung jawab ini menyangkut pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat peserta kegiatan maupun perorangan dan atau lembaga-lembaga dan para pihak terkait. Aspek sosial ekonomi juga menghindarkan atau menekan sekecil mungkin segala bentuk penyimpangan yang menyebabkan pelaksanaan rehabilitasi tidak efisien. Pihak pengelola TNMB membuat suatu kesepakatan dengan masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan rehabilitasi (Purwaningsih 2006), antara lain: o Masyarakat diharuskan menanam tanaman pokok berupa tanaman asli (endemik) yang bermanfaat obat atau bermanfaat lainnya dari kawasan TNMB yang disediakan oleh pihak Balai TNMB dan secara swadaya. o Masyarakat dapat memanfaatkan lahan diantara tanaman pokok di zona rehabilitasi kawasan TNMB untuk menanam tumpangsari. o Hasil tanaman pokok berupa buah menjadi hak petani penggarap, sedangkan pohonnya tidak boleh ditebang dan merupakan aset TNMB. o Masyarakat wajib membantu pengawasan kawasan TNMB yang dilakukan oleh petugas (Polhut) Balai TNMB. Jenis asli adalah jenis pohon yang sudah ada dan berkembang di kawasan tersebut sebelumnya. Bibit merupakan suatu tanaman muda yang ditimbulkan dari benih atau berasal dari anakan tanaman asli, cabutan atau berasal dari stek. Batasan tersebut menurut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 8205/KptsII/2002 tentang Pedoman Rehabilitasi di Kawasan Taman Nasional. Jenis tanaman hutan eksotik (Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P66/Menhut-II/2008 tentang Kriteria dan Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis Perbenihan Tanaman Hutan) adalah jenis tanaman yang berasal dari luar. Tanaman eksotik itu mudah diperoleh dan merupakan hasil swadaya masyarakat sehingga dalam pemilihan jenis tanaman diutamakan yang cepat berbuah, mudah

19

ditanam tanpa memperhatikan asal bibit, di samping juga kurangnya pengawasan dari pihak taman nasional. Selain tanaman pokok, di lahan rehabilitasi juga ditanami dengan tanaman tumpangsari. Perlu kombinasi yang tepat berdasarkan musim tanaman berproduksi. Ini dilakukan agar jam kerja masyarakat tercurah pada tanaman yang ada di lahan rehabilitasi. Sebagian kecil masyarakat yang menjadi responden pada penelitian Purwaningsih (2006) merasa kurang puas dan ragu-ragu dengan hasil yang diperolah karena hasil yang diperoleh akan semakin berkurang apabila tanaman pokok semakin besar karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman holtikultura. Ditambah lagi dengan jarak tanam tanaman pokok yang cukup berdekatan mengakibatkan kekhawatiran itu bisa saja terjadi. Pengelola TNMB mengorientasikan pada nilai ekologi sedangkan masyarakat menitikberatkan pada nilai ekonomi. Jarak tanam yang berdekatan (misalnya pada kedawung yang membutuhkan ruang luas dan terbuka) dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman pokok terganggu, dan ini bisa saja mempengaruhi hasil dari tanaman pokok. Apabila hasil tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dikhawatirkan masyarakat akan masuk ke hutan untuk mengambil hasil hutan sebagai pengganti hasil tanaman di lahan rehabilitasi.

B. Potensi Keanekaragaman Jenis Manfaat Tumbuhan Hutan di TNMB Berikut ini dikemukakan potensi keanekaragaman manfaat tumbuhan yang ada di TNMB. 1. Tumbuhan Obat Tumbuhan obat adalah tumbuahn yang bagian tumbuhannya (akar, batang, kulit, daun, umbi, buah, biji dan getah) mempunyai khasiat sebagai obat dan digunakan sebagai bahan mentah dalam pembuatan obat modern atau tradisional. Menurut Zuhud dan Haryanti (1994), tumbuhan obat adalah seluruh spesies tumbuhan obat yang diketahui atau dipercaya mempunyai khasiat obat yang dikelompokkan menjadi tumbuhan obat tradisional, tumbuhan obat modern, dan tumbuhan obat potensial.

20

Tumbuhan obat tradisional adalah spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercaya masyarakat mempunyai khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Tumbuhan obat modern adalah spesies tumbuhan yang secara ilmiah dibuktikan mengandung senyawa/bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Tumbuhan obat potensial adalah spesies yang diduga mengandung senyawa/bahan bioaktif yang berkhasiat obat tetapi belum dibuktikan secara nyata atau penggunaannya sebagai bahan obat tradisional sulit diketahui. Jenis tumbuhan obat di TNMB dan sekitarnya yang dipungut dan digunakan masyarakat (Mujenah 1993) antara lain jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), kedondong (Spondias dulcis Linn.), sirsak (Annona muricata Linn.), Pulai (Alstonia scholaris Linn.), aren (Arenga pinnata Merr.), pinang (Areca catechu Linn.), durian (Durio zibethinus Merr.), joho lawe (Terminalia belerica Roxb.), kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild.), asam jawa (Tamarindus indica Linn.), bendoh (Entada scandens Benth.), kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.), pakem (Pangium edule Reinw.), nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.), kemukus (Piper cubeba L.F), cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), kapulaga (Amomum cardamomum Wild.), dan kepuh (Sterculia foetida Linn.).

2. Tumbuhan Hias Tanaman hias (Ramadhani 1994 dalam Dwanasuci 2006) yaitu tanaman apapun yang mempunyai nilai hias bunga dan tajuk, cabang, batang, buah, maupun hias aroma. Tumbuhan TNMB yang berpotensi sebagai tumbuhan hias adalah melati (Jasminum sambac Ait.), kenanga (Cananga odorata (Lamk.) Hook. F. & Thomson), pandan duri (Pandanus sp.) menurut Mujenah 1993; Sunanto 1993; Heyne 1987.

3. Tumbuhan Penghasil Minyak Atsiri Minyak atsiri merupakan minyak yang diperoleh dengan cara ekstraksi atau penyulingan dari daun, akar, batang, kulit, getah dan bunga tumbuhan (Kartikawati, 2004 dalam Dwanasuci, 2006). Minyak atsiri dihasilkan dari tumbuhan yang memiliki sel glandula dan sifatnya yang mudah menguap.

21

Tumbuhan penghasil minyak atsiri mempunyai ciri bau dan aroma. Fungsi minyak atsiri yang paling luas dan paling umum diminati adalah sebagai pengharum, baik itu parfum, kosmetik, pengharum ruangan, pengharum sabun, pasta gigi, pemberi rasa pada makanan, maupun produk rumah tangga lainnya. Hobir (2004) dalam Dwanasuci (2006) menyatakan bahwa tanaman atsiri dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu tanaman atsiri utama yang hanya menghasilkan minyak atsiri, tanaman atsiri alternatif yang menghasilkan produk lain disamping minyak atsiri, limbah (hasil samping) dimana atsiri diproduksi sebagai hasil samping. Contoh tumbuhan TNMB yang mengandung minyak atsiri adalah laos (Alpinia galanga L.), kenanga (Cananga odorata (Lamk.) Hook. F. & Thomson), kapulaga (Amomum cardamomum Wild.) dan kemukus (Piper cubeba Linn.). Potensi tumbuhan tersebut berdasarkan Tjitrosoepomo 2005; Sunanto 1993; Heyne 1987.

4. Tumbuhan Penghasil Pangan Tumbuhan pangan adalah segala sesuatu yang tumbuh, hidup, berbatang, berakar, berdaun dan dapat dimakan atau dikonsumsi oleh manusia (apabila hewan disebut pakan), contohnya tumbuhan buah-buahan, sayuran, kacangkacangan, dan tumbuhan yang mengandung sumber karbohidrat

(Poerwadarminto, 1983 dalam Dwanasuci, 2006). Tumbuhan penghasil pangan di TNMB antara lain kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.), kemiri ((Aleurites moluccana Willd.), pakem (Pangium edule Reinw.), duwet (Eugebia sp.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), jambu air (Syzygium aqueum Alston.), pinang (Areca Catechu Linn.), durian (Durio zibethinus Merr.), langsat (Langsium domesticum Jack.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), rebung pring ori (Bambusa bambos (L.) Voss), bambu betung (Dendrocalamus asper (Schultes f.) Backer ex Heyne), dan bambu rampal (Schizostachyum zollingeri Kurz).

5. Tumbuhan Penghasil Pakan Ternak Pakan ternak terdiri dari hijauan dan konsentrat yang dapat diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan produksi hijauan diartikan sebagai bahan pakan ternak yang memiliki kandungan serat kasar yang sulit

22

dicerna relatif tinggi. Tumbuhan penghasil pakan ternak di TNMB antara lain kulit buah jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), inti biji mangga (Mangifera indica Linn.), daun duwet (Eugenia sp.), daun dan ranting muda pring ori (Bambusa bambos (L.) Voss) dan bambu apus (Gigantochloa apus Kurz.) berdasarkan Heyne 1987; Verheij dan Coronel (editor) 1997; Gruezo 1997. 6. Tumbuhan Penghasil Zat Pewarna Bahan pewarna pada tanaman adalah zat atau butir-butir warna yang berasal dari bagian tanaman yang dapat diperoleh secara ekstraksi, fermentasi, perebusan atau perlaluan secara kimia (Sutarno et al. 1993). Tumbuhan TNMB yang dapat menghasilkan zat pewarna adalah kepuh (Sterculis foetida L.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), pinang (Areca catechu Linn.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), mangga (Mangifera indica Linn.), duwet (Eugebia sp.), joho (Terminalia belerica Roxb.) dan laos (Alpinia galanga L.) menurut Sutarno 1993; Dewi 2007; Tjitrosoepomo 2005; Verheij dan Coronel (editor) 1997. 7. Tumbuhan Penghasil Kayu Bakar Syarat tumbuhan kayu bakar (Sutarno, 1996 dalam Dwanasuci, 2006) antara lain beradaptasi pada rentang kondisi lingkungan yang luas, pertumbuhan cepat, volume hasil kayu maksimal tercapai dalam waktu yang singkat, tidak merusak tanah dan menjaga kesuburannya, tahan terhadap penyakit dan hama, pengelolaan yang singkat waktu, tahan terhadap kekeringan dan toleran iklim yang lain, pertumbuhan tajuk baik, siap tumbuh pertunasan yang baru, memiliki manfaat lain yang menguntungkan pertanian, menghasilkan percabangan dengan diameter cukup kecil untuk dipotong dengan peralatan tangan dan mudah pengangkutannya, menghasilkan kayu yang mudah dibelah, kadar air rendah dan relatif cepat dikeringkan, menghasilkan sedikit asap dan tidak beracun, apabila dibakar, tidak memercikan api dan cukup aman bila dibakar, menghasilkan kayu yang padat dan lebih lama dibakar. Tumbuhan penghasil kayu bakar di TNMB antara lain suren (Toona sureni (Blume) Merr.), duwet (Eugenia sp), durian (Durio zibethinus Merr.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) dan jambu

23

air (Syzygium aqueum Alston) berdasarkan Heyne 1987; Tohir 1981; Eijnathen 1997; Verheij dan Coronel (editor) 1997. 8. Tumbuhan Penghasil Tali Anyaman dan Kerajinan Tumbuhan TNMB yang termasuk dalam kelompok sumber bahan sandang, tali-temali dan anyaman adalah joho (Terminalia belerica Roxb.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), bambu apus (Gigantochloa apus Kurz.), bambu matmat (Dinochloa scandens (Blume) O. Kuntze), bambu rampal (Schizostachyum zollingeri Kurz) m) menurut Heyne 1987; Eijnathen 1997; Jansen 1997; Setiawan 1999. 9. Tumbuhan Penghasil Bahan Bangunan Usaha mencukupi kebutuhan kayu untuk bahan bangunan dipusatkan pada penanaman hutan dengan kayu-kayu. Tetapi untuk taman nasional, kegiatan penebangan dianggap ilegal, sehingga diperlukan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tumbuhan penghasil bahan bangunan antara lain bambu bulat (Bambusa sp), bambu wuluh (Schizastycum blume Nees), bambu lamper (Schizastycum branchyladium Kurz), pring ori (Bambusa bambos (L.) Voss), bambu apus (Gigantochloa apus Kurz), bambu betung (Dendrocalamus asper (Schultes f.), bambu rampal (Schizostachyum zollingeri Kurz), sintok

(Cinnamomum sintok Blume), suren (Toona sureni (Blume) Merr.), bendo (Artocarpus elasticus Reinw), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), dan kayu cempaka (Michelia montana Blume) dijadikan bangunan rumah dan jembatan. Potensi tumbuhan tumbuhan tersebut berdasarkan Heyne 1987; Setiawan 1999. 10. Tumbuhan Pestisida Nabati Tumbuhan yang merupakan pestisida nabati adalah daun sirsak (Annona muricata Linn.) yang dapat mengendalikan hama ulat daun tanaman sawi, biji jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), daun suren (Toona sureni (Blume) Merr.), daun langsat (Langsium domesticum Jack.) sebagai insektisida, biji pinang (Areca cathecu Linn.) merupakan nematisida, daun dan biji pakem (Pangium edule reinw.) sebagai bakterisida (Lestari (-) dan Rina et al. 2007).

24

III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri 1. Sejarah Zona Rehabilitasi 1931 1938 Hutan Lindung Meru Betiri, berdasarkan keputusan Besluit van Den, Direktur Landbouw Neverheiden Handel, No. 7347/B tanggal 29 Juli 1931 dan Besluit Directur van Economische Zaken No. 5751 tanggal 28 April 1938. 1972 Suaka margasatwa, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 267/Kpts/Um/7/1972 tanggal 6 Juni 1972 untuk melindungi harimau jawa (Panthera tigris sondaica). 1982 Calon taman nasional, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 736/Kpts/Mentan/X/1982 di Kongres Taman Nasional Sedunia III di Denpasar, Bali. Sebelumnya telah dilakukan perluasan kawasan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 529/Kpts/Um/7/1982 tanggal 21 Juli 1982. 1997 Taman nasional, berdasarkan Surat Keputusan Menteri

Kehutanan No. 277/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997. 1999 Zona rehabilitasi, salah satu zonasi di Taman Nasional Meru Betiri berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal

Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam No. 185/Kpts/DJV/1999 tanggal 13 Desember 1999.

2. Letak dan Luas Kawasan TNMB secara geografis terletak di 8o 22 16 8o 32 05 LS dan 113 o 37 51 113
o

57 06 BT. Secara administratif, TNMB termasuk wilayah

Kabupaten Banyuwangi dan wilayah Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Luas kawasan TNMB 58.000 Ha, dengan 20.415 Ha di Kabupaten Banyuwangi dan 37. 595 Ha di Kabupaten Jember. Berdasarkan penelitian Yani (2001), lahan yang telah direhabilitasi di Desa Wonoasri 267,30 ha atau sebesar 66,0% dari luasan yang seharusnya di rehabilitasi, yaitu 405 ha.

25

Peta Taman Nasinal Meru Betiri


Resort Wonoasri

Taman Nasional Meru Betiri

Zona Inti Zona Rimba Zona Rehabilitasi Zona Pemanfaatan Khusus Zona Pemanfaatan Intensif

Gambar 1 Peta Lokasi Penelitian

3. Potensi Flora dan Fauna TNMB memiliki lima tipe vegetasi flora, yaitu: a. Vegetasi pantai terdiri dari formasi Prescaprae dan Baringtonia. Formasi Prescaprae meliputi tumbuhan rendah yang didominasi herba, sebagian tumbuhan menjalar seperti ubi pantai (Ipomoea prescaprae Linn.) dan rumput lari (Spinifex squarosus). Formasi Baringtonia antara lain keben (Baringtonia asiatica (L.) Kurz.), nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.), ketapang (Terminalia catappa Linn.), waru (Hibiscus tiliaceus Linn.) dan pandan (Pandanus tectorius Parkinson). b. Vegetasi payau tumbuh di garis pasang surut dengan jenis dominan bakau (Rhizophora sp.), api-api (Avicenia sp.), dan tancang (Bruguera sp.) c. Vegetasi rawa, jenis yang dijumpai sawo kecik (Manilkara kauki (L.) Dubard.), pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br.), dan kepuh (Sterculia foetida Linn.). d. Hutan hujan tropika dataran rendah (tipe vegetasi dominan di TNMB), jenis yang ada bayur (Pterospermum sp.), pancal kidang (Aglaia variegata), winong (Tetrameles nudiflora R.Br.), gondang (Ficus variegata Roding P.F.), randu agung (Gossampinus heptaphylla Houtt.), nyampuh (Litsea sp.), rotan warak (Plectocomia elongata Blumei).

26

e.

Rheofit, vegetasi ini berada di dataran yang digenangi air sungai. Jenis yang tumbuh antara lain glagah (Saccharum spontaneum L.), bakau (Rhizophora sp.), api-api (Avicenia sp.), nyamplung (Calophyllum inophyllum L.), waru (Hibiscus tiliaceus L.), rengas (Gluta renghas L.), bungur (Lagerstroemia speciosa (L.) Pers.), pulai (Alstonia scholaris L.), dan bendo (Artocarpus elasticus Benth.). Potensi keanekaragaman fauna TNMB antara lain:

a.

Mamalia, sebanyak 18 dari 25 jenis mamalia di kawasan ini merupakan jenis yang dilindungi, diantaranya banteng (Bos javanicus dAlton, 1823), babi hutan (Sus scrofa Linnaeus, 1758), kijang (Muntiacus muntjak

Zimmermman, 1780), kancil (Tragulus javanicus

Osbeck, 1765), macan

tutul (Panthera pardus Deraniyagala, 1956), musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus Pallas, 1777.), landak (Histryx javanica F. Cuvier, 1823), lutung budeng (Trachypithecus auratus Geoffroy, 1812), kukang (Nycticebus coucang Boddaert, 1785), dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821). b. Burung, sebanyak 68 dari 184 jenis burung di kawasan ini merupakan yang dilindungi, diantaranya julang (Ryticeros undulatus Shaw, 1811), kangkareng (Anthracocerus convexus Temminck, 1832), pecuk ular (Anhinga

melanogaster Pennant, 1769), kuntul (Egretta garzetta Linnaeus, 1766), bangau hitam (Ciconia episcopus Boddaert, 1783), roko-roko (Plegadis falcinellus Linnaeus, 1766), elang jawa (Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924), elang ular bido (Spilornis cheela Latham, 1790), elang bondol (Haliastur indus Boddaert, 1783), dan alap-alap capung (Microhierax fringillarus Drapiez, 1824). c. Reptil, terdapat 6 jenis yang dilindungi, 4 jenis diantaranya penyu, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata Linnaeus, 1766), penyu belimbing (Dermochelys coriacea Vandelli, 1761), penyu hijau (Chelonia mydas Linnaeus, 1738), dan penyu slengkrah (Lepidochelys olivacea Eschscholtz, 1829) dan 2 jenis lainnya adalah ular king kobra (Ophiophagus hannah Cantor, 1836) dan ular puspo kajang (Phyton reticulatus Schneider, 1801).

27

Jenis reptil lain yang terdapat di TNMB adalah biawak (Varanus salvator Peters, 1872).

B. Desa Lokasi Penelitian 1. Letak dan Luas Penelitian dilakukan di daerah penyangga TNMB, yaitu di desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Luas Desa Wonoasri adalah 26,45 km2. 2. Kondisi fisik Kondisi fisik (Sumber Monografi Desa tahun 2005) berdasarkan luas, ketinggian, topografi, tanah dan geologi, iklim, curah hujan rata-rata dan suhu udara rata-rata. Desa wonoasri memiliki luas wilayah 6,18 km2 dan berada pada ketinggian 200 m dpl. Kondisi penutupan lahan yang berupa perkebunan seluas 2 km2. Topografi desa datar (0 - 8)% seluas 4,18 km2. Kondisi tanah merupakan asosiasi aluvial regosol coklat dan latosol dengan solum 30 cm dan kondisi geologi berupa aluvium, yaitu kerikil, pasir, dan lumpur. Curah hujan rata-rata di Desa Wonoasri adalah 2.500 mm dan termasuk iklim D. 3. Kondisi Sosial Ekonomi Kondisi sosial ekonomi menunjukkan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pendidikan, mata pencaharian, jenis dan luas penggunaan lahan. a. Jumlah Penduduk Jumlah penduduk desa penelitian berdasarkan kelas umur dan persentase usia kerja. Tabel 1 Jumlah penduduk desa penelitian berdasarkan kelas umur dan persentase usia kerja
No. Umur (tahun) 1 0 15 2 16 35 3 36 55 4 > 56 Jumlah Sumber: Monografi Desa Tahun 2005 Jumlah penduduk 1.284 3.383 2.197 806 7.673

28

Jumlah penduduk usia kerja 31% dan usia tingkat ketergantungan 23% dari jumlah penduduk di Desa Wonoasri.

b. Kepadatan penduduk Kepadatan penduduk desa penelitian (Sumber Monografi Desa tahun 2005) berupa kepadatan geografis dan kepadatan agraris. Luas lahan Desa Wonoasri adalah 26,45 km2 dan jumlah penduduk 8.921 jiwa, sehingga kepadatan geografisnya 337 jiwa/km2. Sedangkan kepadatan agrarisnya dengan luas lahan agraris 5,80 km2 adalah 15 jiwa/ha. Jika kepadatan di daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan bertambah, dikhawatirkan tingkat ancaman dan gangguan terhadap kawasan akan lebih tinggi. Apalagi pekerjaan utama warga adalah sebagai petani dan buruh tani (tabel 3).

c. Pendidikan Pendidikan rata-rata masyarakat Desa Wonoasri adalah Sekolah Dasar. Sejumlah 5.377 warga menempuh pendidikan SD, 759 orang hingga SLTP, 744 orang hingga SLTA, dan hanya 26 orang yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Dominasi masyarakat menyelesaikan pendidikan jenjang sekolah dasar. Faktor yang mempengaruhi diantaranya keterbatasan sarana pendidikan (tabel 2), jarak antara pemukiman penduduk dengan fasilitas pendidikan cukup jauh terutama untuk sekolah menengah, dan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dan pentingnya pendidikan. Tabel 2 Fasilitas pendidikan di desa daerah penyangga
Tingkat pendidikan TK SD MI SMP MTs SMU SMEA Negeri 56 3 Swasta 20 4 7 3 5 Jumlah 20 60 7 6 5 Sumber: Monografi Desa Tahun 2005 Sekolah Madrasah Aliyah Jumlah 59 39 98

29

d. Mata Pencaharian Mata pencaharian warga sebagian besar sebagai petani dan buruh tani. Hal ini mendukung kegiatan rehabilitasi di TNMB yang memerlukan keterampilan peserta program rehabilitasi di bidang pertanian. Tabel 3 Mata pencaharian Warga Desa Wonoasri
No. Jenis Mata Pencaharian 1 PNS/ABRI 2 Kebun/swasta 3 Pedagang 4 Petani 5 Tukang 6 Buruh tani 7 Jasa/lain-lain Jumlah Sumber: Monografi Desa Tahun 2005 Jumlah 64 457 114 3.473 97 2.467 901 7.573 % 0,85 6,03 1,51 45,86 1,28 32,58 11,90 100

e. Jenis dan Luas Penggunaan Lahan Lahan Desa Wonoasri digunakan untuk sawah, halaman, dan ladang atau tegal seluas 580,7 Ha. Penggunaan lahan untuk ladang/ tegal yang terluas, sebesar 248,37 Ha, halaman seluas 127,20 Ha dan sawah 205 Ha. Kepala Keluarga (KK) di Desa Wonoasri sejumlah 2.558 orang. Rata-rata penggunaan lahan Desa Wonoasri oleh setiap KK sebesar 0,23 Ha.

30

IV. METODE PENELITIAN


A. Tempat dan Waktu Penelitian lapangan dilaksanakan di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada bulan September-Oktober 2006.

B. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penelitian ini adalah masyarakat bukanlah sistem yang terpisah dari taman nasional. Taman Nasional Meru Betiri bukan merupakan ekosistem tersendiri. Pengelolaannya harus memperhatikan atau dikaitkan dengan kondisi dan permasalahan sosial ekonomi masyarakat sekitar (Triwibowo, 1991). Pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi diharapkan dapat meningkatkan aksi konservasi di taman nasional. Kongres taman nasional dan kawasan lindung sedunia IV di Caracas, 1992 menyatakan kawasan konservasi dapat dikelola masyarakat, untuk masyarakat serta bersama masyarakat, bukan memandang masyarakat sebagai lawan atau masalah (Wiratno, 2004). Penyelarasan orientasi pengelolaan taman nasional antara pengelola taman nasional dengan masyarakat di sekitar taman nasional mendukung keberhasilan pelestarian sumberdaya alam hayati. Masyarakat diikutsertakan dalam pengelolaan taman nasional, dalam kasus ini pada program rehabilitasi taman nasional. Pelibatan masyarakat tentunya memerlukan timbal balik dari apa yang sudah mereka kerjakan. Tanaman pokok yang mampu memberikan pemasukan bagi kehidupan mereka, mendukung kesejahteraan masyarakat. Hubungannya dengan tindakan konservasi terletak pada keberlanjutan dari kehidupan tanaman di lahan tersebut dan juga di zona lainnya di TNMB, selain manfaat yang dapat diperoleh. Jenis-jenis tanaman pokok yang dipilih dalam program rehabilitasi haruslah berasal dari Meru Betiri itu sendiri. Dalam artian jenis yang ada di lahan rehabilitasi merupakan cerminan dari tumbuhan asli Meru Betiri. Tumbuhan yang bernilai ekonomi bagi masyarakat dan bernilai ekologi bagi Meru Betiri. Potensi keanekaragaman TNMB harus mampu secara maksimal untuk dikembangkan. Masyarakat memperoleh sumber penghidupan dari potensi

31

tersebut. Salah satu yang dapat dikaji adalah konservasi kedawung (Parkia timoriana). Kedawung merupakan tumbuhan asli Meru Betiri. Secara penampilan, tumbuhan ini merupakan sosok tinggi besar. Akarnya kuat menghujam tanah. Inilah yang menyebabkan tanah di sekitarnya tidak mudah longsor. Penampilan tersebut memberikan perlindungan bagi tumbuhan lain yang hidup di bawah dan sekitarnya. Bagian tumbuhan yang mati memberikan nutrisi berguna bagi tumbuhan lain. Selain itu, kedawung juga memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Manfaat ini yang menyebabkan kedawung menjadi bahan baku industri jamu. Nilai jual yang menyebabkan masyarakat memanfaatkan kedawung sebagai sumber penghasilannya, walaupun mereka tidak secara langsung menjualnya di industri jamu. Apabila masyarakat dapat membudidayakan kedawung di lahan

rehabilitasi, bukanlah hal yang tidak mungkin bagi mereka untuk dapat menikmati nilai ekonomi kedawung di samping manfaat ekologi. Lahan rehabilitasi berarti bagi masyarakat sebagai tempat untuk mencari pendapatan. Selain itu, tanaman pokok di lahan rehabilitasi disamping dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dari segi ekonomi, diharapkan nantinya dapat menjadi kebun hutan baru yang berisi plasma nutfah dari Meru Betiri.

C. Jenis dan Pengambilan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, antara lain: a. b. c. d. e. Jenis dan jumlah tanaman pokok di lahan rehabilitasi. Kerapatan tanaman pokok di lahan rehabilitasi. Dugaan waktu panen setiap jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi. Manfaat tanaman pokok bagi masyarakat. Potensi keanekaragaman jenis tumbuhan asli TNMB yang memiliki nilai untuk dibudidayakan di lahan rehabilitasi. f. Kondisi umum lokasi penelitian (sejarah kawasan, letak, geologi dan tanah, iklim, hidrologi, kondisi bio-ekologi, kondisi sosial ekonomi, kondisi daerah rehabilitasi). g. Monografi desa.

32

Data tersebut diperoleh melalui: 1. Studi Literatur Data yang diperlukan berasal dari skripsi, jurnal, laporan, dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. 2. Observasi Lapang Observasi langsung ke lahan rehabilitasi, mengamati dan mengidentifikasi jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi.

D. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut disajikan pada Gambar 2 dan berikut ini merupakan penjelasan dari Gambar 2. 1. Kondisi keanekaragaman jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi Resort Wonoasri. Identifikasi jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi Desa Wonoasri. Data jenis tanaman pokok tiap kelompok tani pada 3 blok pengelolaan Resort Wonoasri, yaitu Blok Pletes, Blok Bonangan, dan Blok Curah Malang berasal dari Kantor Resort Wonoasri. Data tersebut digunakan untuk menentukan: a. Keragaman tanaman pokok b. Kerapatan tanaman pokok c. Asal bibit 2. Kondisi potensi tumbuhan berguna TNMB Kajian potensi tumbuhan berguna TNMB berasal dari berbagai sumber literatur (Dewi 1999; Mujenah 1993; Setiawan 1999; Dewi 2007; Heyne 1987; Sastrahidajat dan Soemarno 1986; Sunarjono 1998; Tohir 1981; Tjitrosoepomo 2005; Sutarno, Hadyana, Sarkat (Penyunting) 1993). 3. Rekomendasi tindakan pada lahan rehabilitasi a. Rekomendasi tindakan pada tanaman pokok di lahan rehabilitasi b. Pemilihan jenis-jenis tumbuhan yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan rehabilitasi Kriteria pemilihan jenis berdasarkan pemanfaatan masyarakat dan merupakan tumbuhan asli TNMB. Pemanfaatan yang dilakukan masyarakat, berupa jenis

33

yang sudah digunakan masyarakat secara langsung maupun jenis yang dijual oleh masyarakat. 4. Kondisi harapan keanekaragaman jenis tanaman pokok di zona rehabilitasi

Saran yang diajukan bagi penyempurnaan program rehabilitasi.

E. Pengolahan dan Analisis Data Penyuntingan data untuk mengetahui keadaan data yang diperoleh untuk kemudian diklasifikasikan menurut macam data. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan potensi tumbuhan bernilai ekonomi yang ada di lahan rehabilitasi Desa Wonoasri.

34

Bagan Alir Penelitian

Kajian kondisi keanekaragaman jenis tanaman pokok

Kajian kondisi potensi tumbuhan berguna TNMB

Identifikasi jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi Resort Wonoasri: 1. Jenis-jenis tanaman pokok 2. Kerapatan tanaman pokok 3. Asal bibit Observasi lapang dan Data dasar Resort Wonoasri

1. Tumbuhan yang dipungut masyarakat 2. Dimanfaatkan masyarakat 3. Dijual di pasaran 4. Manfaat tumbuhan 5. Dugaan waktu panen 6. Budidaya Studi literatur

Rekomendasi tindakan pada lahan rehabilitasi: a. Rekomendasi tindakan pada tanaman pokok di lahan rehabilitasi b. Pemilihan jenis-jenis tumbuhan yang direkomendasikan untuk pengayaan di lahan rehabilitasi

Kondisi harapan keanekaragaman jenis tanaman pokok di zona rehabilitasi Gambar 2 Bagan alir penelitian

35

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Jumlah Kelompok Tani di Resort Wonoasri Hasil penelitian di SKW (Seksi Konservasi Wilayah) II Resort Wonoasri terdapat 3 blok/ lokasi, yaitu Blok Pletes, Blok Bonangan, dan Blok Curah Malang. Masing-masing blok tersebut memiliki beberapa kelompok tani. Masingmasing kelompok tani disajikan pada Tabel 4. Kelompok tani merupakan gabungan dari beberapa warga yang mendapatkan hak untuk menanami lahan di lokasi tertentu di lahan rehabilitasi yang berada di resort ini. Tabel 4 Jumlah anggota Kelompok Tani di 3 Blok Resort Wonoasri
Blok Pletes Bonangan Curah Malang No Kelompok Kelompok Kelompok Anggota Anggota Anggota tani tani tani Wana Bonangan I Buruh Tani 1 30 30 20 makmur Pletes Bonangan II Rukun 2 27 25 24 Santoso Rukun Tani Bonangan III Curah Malang 3 17 29 10 I 4 Mojo Tani 31 Bonangan IV 26 Sumber Bonangan V 5 20 30 Rejeki 6 Bonangan VI 23 7 Bonangan VII 23 Jumlah 125 Jumlah 186 Jumlah 54
Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri

Lahan rehabilitasi terluas adalah pada Blok Bonangan sebesar 65,53 ha. Sedangkan Blok Pletes seluas 33,68 ha dan Blok Curah Malang seluas 27,53 ha. Informasi lainnya seperti anggota kelompok tani, jenis, dan jumlah tanaman pokok yang dikelola oleh masing-masing anggota kelompok tani pada ketiga blok tersebut peserta program rehabilitasi TNMB dapat dilihat pada lampiran 1, lampiran 2, dan lampiran 3.

B. Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Desa Wonoasri Jenis tanaman pokok yang ditanam di lahan rehabilitasi beragam. Dari keberagaman jenis tersebut terdapat tanaman yang dominan jumlahnya jika

36

dibandingkan dengan tanaman lainnya. Sedangkan jarak tanam di lahan rehabilitasi adalah 5 m x 5 m. Jumlah tanaman yang dibandingkan dengan satuan luas menunjukkan kerapatan tanaman di lahan rehabilitasi. Kerapatan tanam adalah jumlah tanaman untuk tiap satuan luas. Salah satu bentuk interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain adalah bersifat persaingan (kompetisi). Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat. Persaingan dapat terjadi diantara sesama jenis atau antar spesies yang sama (intraspesific competition), dan dapat pula terjadi diantara jenis-jenis yang berbeda (interspesific competition). Persaingan sesama jenis pada umumnya terjadi lebih awal dan menimbulkan pengaruh yang lebih buruk dibandingkan persaingan yang terjadi antar jenis yang berbeda.

1. Tanaman Pokok di Blok Pletes Tanaman pokok yang ditanam masyarakat di Blok Pletes ada 23 jenis (Tabel 5). Pada blok ini, nangka (Artocapus integra Merr.) merupakan jenis yang paling banyak ditanam oleh masyarakat sebesar 4425 tanaman. Jumlah tersebut hampir setengah dari seluruh jumlah tanaman pokok yang di tanam warga kelompok tani Blok Pletes. Sedangkan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) dan petai (Parkia speciosa Hassk.) menempati urutan selanjutnya. Jumlah tiga tanaman urutan teratas berbeda cukup jauh dengan tanaman lainnya. Tanaman yang paling sedikit jumlahnya adalah kosambi (Schleichera oleasa Merr.) dan pinang (Areca catechu Linn.). Jumlah tiap jenis tanaman pokok untuk 1 hektar luasan lahan di Blok Pletes disajikan juga pada tabel 5. Jenis tanaman yang tertinggi kerapatannya adalah nangka (Artocapus integra Merr.), kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), dan petai (Parkia speciosa Hassk.). Setiap 1 hektar lahan terdapat 131 tanaman nangka (Artocapus integra Merr.), 80 tanaman kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), dan 62 tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.).

37

Sedangkan jenis tanaman dengan kerapatan terendah adalah kosambi (Schleichera oleasa Merr.) dan pinang (Areca catechu Linn.). Lahan rehabilitasi Blok Pletes seluas 33,68 ha hanya terdapat 1 tanaman pinang (Areca catechu Linn.) dan 1 tanaman kosambi (Schleichera oleasa Merr.). Tabel 5 Tanaman pokok di Blok Pletes (33,68 ha)
No Jenis tanaman pokok Jumlah 4425 2678 2101 373 297 265 102 53 48 47 36 31 29 20 12 6 5 4 3 3 3 1 1 10543 Kerapatan (jumlah tanaman/ha) 131 80 62 11 9 8 3 2 1 1 1 0.92 0.86 0.59 0.36 0.18 0.15 0.12 0.09 0.09 0.09 0.03 0.03 -

1 Nangka (Artocapus integra Merr.) 2 Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) 3 Petai (Parkia speciosa Hassk.) 4 Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) 5 Asam (Tamarindus indica Linn.) 6 Mangga (Mangifera indica Linn.) 7 Kluwih (Artocarpus comunis Forst.) 8 Trembesi (Samanea saman (Jacq) Merr.) 9 Jambu air (Syzygium aqueum Alston) 10 Duwet (Eugenia cumini) 11 Kepuh (Sterculia foetida Linn.) 13 Pakem (Pangium edule Reinw.) 12 Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild) 14 Sapen (Pometia samentosa Blumei) 15 Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) 16 Alpukat (Persea Americana Mill) 17 Durian (Durio zibethinus Merr.) 18 Jambu mete (Anacardium accidentale Linn.) 19 Kedondong (Spondias dulcis Linn.) 20 Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) 21 Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) 22 Kosambi (Schleichera oleasa Merr.) 23 Pinang (Areca catechu Linn.) Jumlah

Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri

2. Tanaman Pokok di Blok Bonangan Tanaman pokok di Blok Bonangan 14 jenis (Tabel 6). Nangka (Artocapus integra Merr.) merupakan tanaman yang terbanyak ditemui di Blok ini. Persentase jumlah tanaman nangka (Artocapus integra Merr.) sebesar 32% dari jumlah seluruh jenis tanaman di Blok Bonangan. Petai (Parkia speciosa Hassk.), Kedawung, (Parkia timoriana D.C. Merr.) dan mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) masing-masing berada diurutan selanjutnya setelah nangka (Artocapus integra Merr.). Tanaman kepuh (Sterculia foetida Linn.) merupakan jenis yang paling sedikit ditanam. Hanya 5 pohon yang ditemukan.

38

Jenis tanaman yang tertinggi kerapatannya adalah nangka (Artocapus integra Merr.), petai (Parkia speciosa Hassk.), dan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Setiap 1 hektar lahan terdapat 101 tanaman nangka (Artocapus integra Merr.), 76 tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.), dan 39 tanaman kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Sedangkan jenis tanaman dengan kerapatan terendah adalah kepuh (Sterculia foetida Linn.). Tabel 6 Tanaman pokok di Blok Bonangan (65,53 ha)
No Jenis tanaman pokok Jumlah 6614 5007 2574 2476 1306 749 629 576 517 282 60 29 13 5 20837 Kerapatan (jumlah tanaman/ha) 101 76 39 38 20 11 10 9 8 4 0.92 0.44 0.20 0.08 -

1 Nangka (Artocapus integra Merr.) 2 Petai (Parkia speciosa Hassk) 3 Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr) 4 Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) 5 Asam (Tamarindus indica Linn.) 6 Mangga (Mangifera indica Linn.) 7 Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild.) 8 Kluwih (Artocarpus comunis Forst) 9 Duwet (Eugenia sp.) 10 Pinang (Areca catechu Linn.) 11 Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson Foskerg)) 12 Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) 13 Durian (Durio zibethinus Merr.) 14 Kepuh (Sterculia foetida Linn.) Jumlah

Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri

3. Tanaman Pokok di Blok Curah Malang Tanaman pokok di Blok Curah Malang 24 jenis. Pada blok ini nangka (Artocapus integra Merr.) juga menjadi tanaman yang paling banyak ditanam, berjumlah 1.733. Petai (Parkia speciosa Hassk.) merupakan tanaman kedua yang banyak ditemui di Blok Curah Malang. Sebesar 18,55% dari jumlah tanaman pokok di blok ini merupakan tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.). Jenis-jenis tanaman pokok lainnya tidak mencapai separuh dari jumlah tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.). Tanaman yang paling kecil jumlahnya adalah alpukat (Persea Americana Mill.) dan jeruk (Citrus sp.). Tanaman jeruk (Citrus sp.) ditemukan di Kelompok Tani Curah Malang I dan tanaman alpukat (Persea Americana Mill.) di Kelompok Tani Buruh Tani (Lampiran 3). Jenis tanaman di Blok Curah Malang yang tertinggi kerapatannya adalah nangka (Artocapus integra Merr.), petai (Parkia speciosa Hassk.), dan asam

39

(Tamarindus indica Linn.) (tabel 7). Setiap 1 hektar lahan terdapat 63 tanaman nangka (Artocapus integra Merr.), 34 tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.), dan 16 tanaman kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Sedangkan jenis tanaman dengan kerapatan terendah adalah jeruk (Citrus sp.). Tabel 7 Tanaman pokok di Blok Curah Malang (27,53 ha)
No Jenis tanaman pokok Jumlah 1733 934 439 432 350 192 183 183 166 99 96 75 48 33 30 11 9 7 6 2 2 2 1 1 5034 Kerapatan (jumlah tanaman/ha) 63 34 16 16 12 7 7 7 6 4 3 3 2 2 1 0.40 0.33 0.25 0.22 0.07 0.07 0.07 0.04 0.04 -

1 Nangka (Artocapus integra Merr.) 2 Petai (Parkia speciosa Hassk.) 3 Asam (Tamarindus indica Linn.) 4 Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr) 5 Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) 6 Mangga (Mangifera indica Linn.) 7 Duwet (Eugenia sp,) 8 Jambu mete (Anacardium accidentale Linn.) 9 Kluwih (Artocarpus comunis Forst.) 10 Flamboyan (Delonix regia Raf.) 11 Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild.) 12 Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) 13 Jambu air (Syzygium aqueum Alston.) 14 Pinang (Areca catechu Linn.) 15 Sirsak (Annona muricata Linn.) 16 Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) 17 Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) 18 Pakem (Pangium edule Reinw.) 19 Durian (Durio zibethinus Merr.) 20 Kedondong(Spondias dulcis Linn.) 21 Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) 22 Jengkol (Pithecolobium labatum Jack.) 23 Alpukat (Persea Americana Mill.) 24 Jeruk (Citrus sp.) Jumlah

Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri

Blok Pletes dan Curah Malang memiliki jumlah jenis tanaman pokok yang sama. Sedangkan dalam hal jumlah tanaman pokok, Blok Bonangan tertinggi dibandingkan dengan kedua blok lainnya. Padahal luas rata-rata lahan garapan masyarakat di Blok Bonangan lebih kecil dari Blok Curah Malang yang memiliki rata-rata luas lahan garapan terbesar (Lampiran 4). Bahkan Blok Pletes dengan rata-rata luas lahan garapan terkecil memiliki jumlah tanaman pokok yang lebih besar dibandingkan jumlah tanaman di Blok Curah Malang. Secara keseluruhan dari 3 blok lahan rehabilitasi, tanaman pokok yang ada di Desa Wonoasri disajikan pada Tabel 8. Ada 27 jenis tanaman pokok yang

40

tumbuh di sana. Nangka (Artocapus integra Merr.), petai (Parkia speciosa Hassk.), kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) merupakan tanaman yang banyak ditemui di lahan rehabilitasi. Sebesar 73% tanaman pokok di Desa Wonoasri didominasi oleh ketiga jenis tanaman tersebut. Tanaman pokok yang paling banyak ditemukan adalah nangka (Artocapus integra Merr.). Jenis ini berjumlah 12.772 tanaman atau 35% dari jumlah keseluruhan tanaman pokok. Jumlah petai (Parkia speciosa Hassk.) sebesar 8.042 pohon dan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) 5.684 pohon. Sedangkan kosambi (Schleichera oleasa Merr.) dan jeruk (Citrus sp.) paling sedikit ditemukan. Satu tanaman kosambi di Blok Pletes (Lampiran 1) dan satu tanaman jeruk (Citrus sp.) di Blok Bonangan, Desa Wonoasri (Lampiran 2). Tabel 8 Tanaman pokok di lahan rehabilitasi Resort Wonoasri (126,74 ha)
No Jenis tanaman pokok Jumlah 1 Nangka (Artocapus integra Merr.) 12772 2 Petai (Parkia speciosa Hassk) 8042 3 Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr) 5684 4 Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) 3199 5 Asam (Tamarindus indica Linn.) 2042 6 Mangga (Mangifera indica Linn.) 1206 7 Kluwih (Artocarpus communis Forst) 844 8 Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild.) 754 9 Duwet (Eugenia sp.) 747 10 Pinang (Areca catechu Linn.) 316 11 Jambu mete (Anacardium accidentale Linn.) 212 12 Flamboyan (Delonix regia Raf.) 99 13 Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) 81 14 Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) 78 15 Jambu air (Syzygium aqueum Alston) 71 16 Trembesi (Samanea saman (Jacq) Merr.) 64 17 Kepuh (Sterculia foetida Linn.) 41 18 Pakem (Pangium edule reinw.) 38 19 Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) 34 20 Sirsak (Annona muricata Linn.) 30 21 Durian (Durio zibethinus Merr.) 24 22 Sapen (Pometia tomentosa Blumei) 20 23 Alpukat (Persea Americana Mill) 7 24 Kedondong (Spondias dulcis Linn.) 5 25 Jengkol (Pithecellobium jiringa Jack) 2 26 Jeruk (Citrus sp.) 1 27 Kosambi (Schleichera oleasa Merr.) 1 Jumlah 36414
Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri

41

Nangka (Artocapus integra Merr.) merupakan tanaman yang paling banyak ditanam oleh masyarakat. Di setiap lahan anggota kelompok tani ditanami oleh jenis ini. Tanaman ini dipilih oleh masyarakat karena harga bibit yang murah, mudah didapatkan dan dibudidayakan dengan swadaya masyarakat. Selain itu, nangka (Artocapus integra Merr.) juga mudah berbuah dan dapat dipanen sepanjang tahun. Daunnya pun dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Selain nangka (Artocapus integra Merr.), kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), dan asam (Tamarindus indica Linn.) juga merupakan tanaman yang ditanam di setiap lokasi lahan rehabilitasi. Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) dan asam (Tamarindus indica Linn.) banyak ditanam karena dapat menghasilkan di segala musim dan budidaya yang mudah

dilakukan. Sedangkan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), selain karena memang tanaman asli Meru Betiri, harga jual bijinya relatif mahal. Dari jumlah tiap jenis tanaman pokok tersebut, diketahui kerapatan tanaman tiap satuan luas. Kerapatan yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Sebagai contoh tanaman kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Menurut penelitian Subastian (2007), jarak terdekat antar pohon kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) di TNMB adalah 25 m, bahkan jarak terjauh mencapai lebih dari 500 m. Jumlah kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) yang sesuai dengan kondisi di TNMB adalah 16 pohon setiap 1 ha. Keadaan ini sesuai untuk Blok Curah Malang. Gambar di bawah ini menunjukkan kondisi kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) di lahan rehabilitasi.

42

nangka

kedawung

Gambar 3 Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) di lahan rehabilitasi

Rata-rata proyeksi tajuk setiap pohon di TNMB mencapai 20 m. Jarak antar kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) untuk dapat hidup dan terhindar dari persaingan dengan jenis yang sama 50 m x 50 m atau 2 kali jarak terdekat antar kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) bersifat intoleran, yaitu anakannya memerlukan cahaya penuh untuk dapat tumbuh pada ruang lantai hutan yang terbuka (Zuhud 2007). Jarak 5 m x 5 m sangatlah kurang bagi pertumbuhan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Apalagi dengan jarak tanam kurang dari itu. Gambar 3 memperlihatkan kondisi kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) di lahan rehabilitasi. Selain kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), beberapa jenis tanaman lain juga memerlukan jarak tanam yang cukup. Tabel 9 menyajikan jarak tanam budidaya beberapa tanaman pokok. Untuk beberapa jenis tanaman pokok, jarak tanam 5 m x 5 m di lahan rehabilitasi tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya tanaman pokok.

43

Tabel 9 Jarak Tanam Budidaya Beberapa Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Resort Wonoasri
No 1 2 3 4 5 6 Tanaman pokok Alpukat (Persea Americana Mill.) Durian (Durio zibethinus Merr.) Mangga (Mangifera indica Linn.) Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) Duwet (Eugenia sp.) Jambu mete (Anacardium accidentale Linn.) Sirsak (Annona muricata Linn.) Nangka (Artocapus integra Merr.) (13-15) m x (13-15) m Asam (Tamarindus indica Linn.) Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) Jambu air (Syzygium aqueum Alston) Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) Jarak tanam (m2) 10 x 10, 10 x 12, (6-12) x (6-12) 14 x 14, (13-15) m x (13-15) m (12-14) x (12-14), (6-12) x (612), (12-8) x (12-8) 12 x 12 12 x 12 (7-10) x (7-10) Sumber Tohir 1981; Sastrahidajat 1991; Whiley 1997 Tohir 1981 Tohir 1981; Gruezo 1997 Tohir 1981 Tohir 1981 Sastrahidajat 1991

7 8

5 x 5, 3 x 4, 4 x 6 (13-15) x (13-15), (8-12) m x (812) m (8-10) x (8-10) (6-12) x (6-12) (5-7) x (5-7) 5x5

Sastrahidajat 1991; Koesriharti 1997 Sastrahidajat 1991; Soepadmo 1997 Verheij dan Coronel (editor) 1997 Rajendran 1997 Verheij dan Coronel (editor) 1997 Verheij dan Sukendar 1997

9 10 11 12

Nangka (Artocapus integra Merr.) merupakan tanaman yang terbanyak di setiap blok. Apabila digunakan jarak tanam 8 12 m, jumlah pohon nangka (Artocapus integra Merr.) yang seharusnya ada untuk setiap hektarnya adalah antara 156 69 pohon. Kerapatan tanaman nangka (Artocapus integra Merr.) sesuai dengan kerapatan untuk jarak tanam budi dayanya. Tetapi jarak tanam di lapangan (5 m x 5 m) tidaklah sesuai dengan jarak tanam untuk budi daya. Jarak tanam tanaman pokok yang sesuai dengan jarak tanam budidayanya adalah jambu air (Syzygium aqueum Alston), sirsak (Annona muricata Linn.), dan sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg). Sedangkan jarak tanam nangka (Artocapus integra Merr.), asam (Tamarindus indica Linn.), alpukat (Persea Americana Mill.), durian (Durio zibethinus Merr.), mangga (Mangifera indica Linn.), knitu (Chrysophyllum cainito Linn.), duwet (Eugenia sp.), jambu mete (Anacardium accidentale Linn.), sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) di lahan rehabilitasi tidak sesuai dengan jarak tanam budi daya jenis-jenis tersebut. Tetapi perlu diperhatikan bahwa belum seluruh luas lahan rehabilitasi

44

tertanami. Hal ini yang mengakibatkan kerapatan tanaman di lahan rehabilitasi tampak sesuai dengan jumlah tanaman untuk setiap hektarnya. Oleh karena itu, dengan jarak tanam 5 m x 5 m seharusnya dilakukan kegiatan penjarangan, terutama untuk 3 jenis tanaman pokok yang berada diurutan teratas dalam jumlah, seperti kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), nangka (Artocapus integra Merr.), dan asam (Tamarindus indica Linn.). Selain penjarangan, kegiatan pengayaan jenis juga diperlukan di lahan rehabilitasi TNMB, terutama untuk jenis asli TNMB. Beberapa tanaman yang memerlukan pengayaan adalah jambu mete (Anacardium accidentale Linn.),

kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild), durian (Durio zibethinus Merr.), dan pinang (Areca catechu Linn.). Pinang (Areca catechu Linn.) dipilih karena semua bagian tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan. Jambu mete (Anacardium

accidentale Linn.), kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild), dan durian (Durio zibethinus Merr.) karena hasil buah dan biji yang memiliki nilai jual tinggi.

C. Waktu pemanenan Kemampuan tanaman pokok untuk dapat berproduksi dan dipanen di setiap waktu tentu dapat menguntungkan masyarakat. Perhatian masyarakat akan tertuju pada hasil produksi tanaman yang selalu ada di setiap bulan. Hal ini membuat curahan waktu masyarakat tertuju pada produksi tanaman lahan

rehabilitasi. Pemusatan perhatian masyarakat pada hasil tanaman di lahan rehabilitasi bertujuan untuk mengalihkan masyarakat pada usaha pengambilan hasil hutan. Sumber pustaka yang dijadikan acuan dalam pendugaan waktu panen tanaman pokok menggunakan berbagai literatur (Dewi 2007; Mujenah 1993; Handayani 2002; Tohir 1981; Sunanta 1992; Djauhariya 2003; Sastrahidajat dan Soemarno 1986; Prihatman 2000; Menteri Negara Riset & Teknologi 2005; Angkasa dan Nazaruddin 1994; Koswara 2006; Direktorat Kredit, BPR dan UMKM 2009; Hariana 2006; Faridz 2008; www.smallcrab.com 2008). Tabel 10 menunjukkan bulan panen beberapa jenis tanaman pokok yang berada di Blok Pletes. Dari tabel tersebut dapat dilihat waktu-waktu panen tanaman pokok. Jika waktu panen tiap-tiap jenis tanaman pokok dipadukan, tidak ada satu pun bulan kosong tanpa kegiatan pemanenan.

45

Tabel 10 Pendugaan waktu panen tanaman pokok di Blok Pletes


No. Jenis sumberdaya hutan Alpukat Asam Durian Jambu mete Kedawung Kemiri Mengkudu Nangka Petai Pakem Pinang Mangga Jambu air Knitu Kluwih Sukun Melinjo Duwet Kedondong Sapen Jumlah jenis panen/bulan Bulan panen Jan
X X X X

Feb
X X X X

Mar
X

Apr
X

Mei
X X

Jun
X X

Jul
X

Agt
X

Sep
X

Okt
X X

Nov
X X X

Des
X X X X

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X X X X X

X X X X X X X X X X

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X

X X

13

13

11

11

10

13

13

Dari berbagai sumber pustaka

Pengambilan hasil produksi disesuaikan dengan waktu tanaman berbuah dan siap untuk dipanen. Blok Pletes, petani dapat mengambil 13 jenis hasil tanaman pokok pada bulan pertama, seperti alpukat (Persea Americana Mill.), asam (Tamarindus indica Linn.), durian (Durio zibehius Merr.), jambu mete (Anacardium acidentale Linn.), mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), nangka (Artocapus integra Merr.), petai (Parkia speciosa Hassk.), pakem (Pangium edule Reinw.), knitu (Chrysophyllum cainito Linn.), kluwih (Artocarpus communis Forst), dan sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg). Selain bulan pertama, Februari, November dan Desember juga merupakan bulan dengan jenis tanaman pokok terbanyak yang dapat dipanen petani di Blok Pletes. Pada bulan tersebut terdapat 13 jenis tanaman yang dapat dipanen. Waktu panen dan jenis tanaman yang dapat dipanen lainnya dapat dilihat pada Tabel 10. Begitu pula dengan Blok Bonangan (tabel 11), petani dapat memanen hasil tanaman di setiap waktu karena setiap bulan ada beberapa jenis tanaman pokok yang berproduksi. Pada bulan-bulan di musim penghujan, seperti September-

46

Februari, jenis tanaman yang dipanen lebih banyak dibandingkan bulan-bulan yang lain. Pada Bulan Oktober, November, dan Desember, petani dapat memanen hasil dari 9 jenis tanaman di lahan rehabilitasi. Beberapa jenis tanaman yang dapat dipanen pada ketiga bulan tersebut adalah asam (Tamarindus indica Linn.), durian (Durio zibethinus Merr.), mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.), mangga (Mangifera indica Linn.), kluwih (Artocarpus communis Forst.), dan melinjo (Gnetum gnemon Linn.). Tabel 11 Pendugaan waktu panen tanaman pokok di Blok Bonangan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jenis sumberdaya hutan Asam Durian Kedawung Kemiri Mengkudu Nangka Petai Pinang Mangga Kluwih Sukun
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

Bulan panen Jan


X X

Feb
X X

Mar
X

Apr
X

Mei
X

Jun
X

Jul
X

Agt
X

Sep
X

Okt
X X

Nov
X X

Des
X X

X X X X

X X X X X

X X X X X X X X X X X X X X X X

Melinjo Jumlah jenis panen/bulan Dari berbagai sumber pustaka

Tabel 12 menunjukkan dugaan waktu panen dan jenis tanaman yang dapat dipanen pada Blok Curah Malang. Bulan Agustus hingga Februari merupakan bulan-bulan dengan banyak jenis tanaman pokok dapat dipanen. Bulan November dan Desember merupakan bulan dengan jumlah jenis panen terbanyak di Blok Curah Malang, sedangkan Maret dan April merupakan bulan dengan jumlah jenis panen terkecil. Jenis yang dapat dipanen pada November dan Desember antara lain asam (Tamarindus indica Linn.), alpukat (Persea Americana Mill.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild), mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), pinang (Areca catechu Linn.), mangga (Mangifera indica Linn.), kluwih (Artocarpus communis Forst.), melinjo (Gnetum gnemon Linn.), dan jengkol (Pithecolobium labatum Jack.).

47

Tabel 12 Pendugaan waktu panen tanaman pokok di Blok Curah Malang


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jenis sumberdaya hutan Alpukat Asam Durian Jambu mete Kedawung Kemiri Mengkudu Nangka Petai Pakem Pinang Mangga Jambu air Knitu Kluwih Sukun Melinjo Sirsak Duwet
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

Bulan panen Jan


X X X X

Feb
X X X X

Mar
X

Apr
X

Mei
X X

Jun
X X

Jul
X

Agt
X

Sep
X

Okt
X X

Nov
X X X

Des
X X X X

X X X X

X X X X X X

X X X X X X X X X X

X X X

X X

X X

Jengkol Jumlah jenis panen/bulan Dari berbagai sumber pustaka

12

12

10

11

11

13

13

Selain pemusatan perhatian masyarakat pada hasil di lahan rehabilitasi, nilai jual dari hasil lahan rehabilitasi juga dapat meningkatkan perhatian masyarakat. Nilai ekonomi terjadi karena adanya permintaan terhadap komoditi. Selain itu juga karena adanya pasar sebagai tempat terjadinya transaksi antara produsen dan pembeli. Tabel 13 akan menyajikan dugaan waktu pemanenan dan nilai jual hasil setiap jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi TNMB. Pendugaan waktu panen dan nilai jual jenis tanaman pokok berasal dari berbagai sumber literatur. Tabel 13 menunjukkan jenis tanaman pokok dengan bulan panen, nilai jual, kemampuan produksi setiap jenis tanaman dalam setahun, dugaan total pendapatan yang diperoleh petani dalam setahun berdasarkan nilai jual dan kapasitas produksi.

Tabel 13 Bulan panen dan nilai jual jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi Resort Wonoasri
No 1 Jenis Nangka (Artocapus integra Merr.) Petai (Parkia speciosa Hassk) Bulan panen AgustusNovember (buah matang) DesemberFebruari, April, Juni, September AgustusOktober Produksi (kg) 20-100200-500 (buah) 400 (keris) Nilai jual (Rp) 10.000 Total 200.0005.000.000 Sumber Tohir 1981; Soepadmo 1997 Sunanta 1992; wawancara 2006 Dewi 2007; Wawancara 2006 Djauhariya 200; wawancara 2006 BPS Kabupaten Langkat 2007; Informasi Petani Indonesia 2009; Adabi Asam Jawa 2009 Sastrahidajat 1986; Tohir 1981; Baswarsiati dan Yuniarti 2007 Angkasa dan Nazaruddin 1994 Dewi 2007

1.000

400.000

Kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr) Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Asam (Tamarindus indica Linn.)

200

11.000

2.200.000

JanuariDesember

5.000

OktoberNovember (buah matang)

150-170

35.000

5.250.0005.950.000

Mangga (Mangifera indica Linn.)

AgustusDesember

200-300500

3.50010.000

700.0005.000.000

Kluwih (Artocarpus communis Forst) Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild.) Duwet (Eugenia sp.)

JanuariFebruari, JuliAgustus JuliNovember

200-750 (buah)

300/buah

60.000225.000

200

2.500

500.000

SeptemberNovember

100

1.500

150.000

10 11

12

Pinang (Areca catechu Linn.) Jambu mete (Anacardium accidentale Linn.) Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg)

NovemberDesember NovemberFebruari

15-20

3.000 35.00040.000

Tohir 1981; Verheij danCoronel (editor) 1997 Dewi 2007 Menteri Negara Riset dan Teknologi 2005 Koswara 2006; Nazaruddin dan Angkasa 1994; Djaafar 2004; Alrasjid 1993 dalam Widowati 2003

JanuariFebruari, JuliSeptember

50-150

1.500

75.000225.000

ii

Tabel 13 (Lanjutan)
No
13

Jenis
Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) Pakem (Pangium edule reinw.)

Bulan panen
DesemberFebruari

Produksi (kg)
200-300

Nilai jual (Rp)


-

Total
-

Sumber
Tohir 1981; Verheij dan Coronel (editor) 1997 Dewi 2007

14

JanuariMaret, JuniSeptember

8000

15

16

Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) Sirsak (Annona muricata Linn.)

Mei-Juli, OktoberDesember JanuariFebruari

60-180

17

18

19

20

21

22

23

24 25

26

27

Durian (Durio zibethinus Merr.) Alpukat (Persea Americana Mill) Kedondong (Spondias dulcis Linn.) Jengkol (Pithecellobiu m jiringa Jack) Jambu air (Syzygium aqueum Alston) Trembesi (Samanea saman (Jacq) Merr.) Kepuh (Sterculia foetida Linn.) Jeruk (Citrus sp.) Kosambi (Schleichera oleasa Merr.) Sapen (Pometia tomentosa Blumei) Flamboyan (Delonix regia Raf.)

JuniSeptember DesemberFebruari, Mei-Juni JanuariApril SeptemberDesember AgustusNovember

162-189

15.000

2.430.0002835.000 354.000531.000

40-60

8850

Direktorat Kredit, BPR, UMKM 2009 Hariana 2006; Koesriharti 1997; BPPT Lampung dalam Lampung Post 2004 Prihatman 2000; Tohir 1981 Prihatman 2000; Tohir 1981; Quane (-); Wie 2009 BAPPENAS 2007 Faridz 2008; www.smallcra b.com Tohir 1981

9.00012.000 -

iii

D. Keanekaragaman Manfaat Tanaman Manfaat tanaman yang ada di lahan rehabilitasi beragam sesuai dengan jenisnya. Tanaman dapat digunakan untuk obat, sumber bahan pangan, sumber pakan ternak, tanaman hias, zat pewarna, kayu bakar, bahan bangunan, dan penghasil kerajinan dan tali anyaman. Tabel 14 dan Lampiran 5 menyajikan manfaat tumbuhan yang ada pada lahan rehabilitasi. Tabel 14 Manfaat jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi
No. 1 Manfaat Tumbuhan Obat Jenis tanaman nangka, petai, kedawung, mengkudu, asam, mangga, kluwih, sukun, kemiri, duwet, jambu mete, knitu, trembesi, kepuh, pakem, sirsak, pinang, durian, alpukat, jengkol, jarak flamboyan, knitu nangka, petai, kedawung, asam, mangga, kluwih, sukun, kemiri, duwet, jambu mete, knitu, sirsak, pinang, durian, alpukat, jengkol, melinjo nangka, mangga, duwet, jambu mete mengkudu, kepuh, nangka jambu mete, jambu air Nangka kluwih, sukun, kepuh, durian

2 3

Tumbuhan Hias Tumbuhan Penghasil Pangan

4 5 6 7 8

Tumbuhan Penghasil Pakan Ternak Tumbuhan Penghasil Zat Pewarna Tumbuhan Penghasil Kayu Bakar Tumbuhan Penghasil Tali Anyaman Tumbuhan Penghasil Bahan Bangunan

Dari berbagai sumber pustaka

Berbagai jenis tanaman pokok yang ada di lahan rehabilitasi bermanfaat tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi kelestarian lahan rehabilitasi. Sebagai contoh adalah adanya fungsi ekologis. Tumbuhan, selain langsung dimanfaatkan oleh manusia, keberadaannya juga dapat mempertahankan kandungan air tanah dan mencegah erosi yang pada akhirnya juga untuk kepentingan manusia. Ada hal menarik mengenai tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.). Ternyata petai (Parkia speciosa Hassk.) memiliki banyak manfaat terutama sebagai tumbuhan obat. Petai (Parkia speciosa Hassk.) merupakan sumber energi. Tiga macam gula alami yang terkandung didalamnya dapat memberikan energi yang mendukung aktivitas. Kalium yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan otak, kandungan vitamin B6 membantu dalam pengaturan gula darah, vitamin C untuk proses penyembuhan luka, daya tahan tubuh, melawan infeksi, dan stres.

iv

E. Jenis Tanaman Pokok Berdasarkan Asal Bibit Tanaman pokok di lahan rehabilitasi tidak semuanya merupakan tanaman asli TNMB. Perbandingan tanaman asli dengan tanaman eksotik disajikan pada tabel 15. Berdasarkan jenisnya, tanaman pokok asli TNMB lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis tanaman eksotik. Tanaman asli TNMB yang menjadi tanaman pokok di lahan rehabilitasi berjumlah 14 jenis (25,22%). Sedangkan tanaman yang berasal dari luar Meru Betiri sejumlah 16 jenis (74,78%). Bahkan tanaman dengan jumlah terbanyak berasal dari tanaman eksotik, yaitu nangka (Artocapus integra Merr.). Petai (Parkia speciosa Hassk.), mengkudu (Morinda citrifolia Linn.), dan asam (Tamarindus indica Linn.) juga terdapat dalam jumlah yang banyak jika dibandingkan dengan tanaman dari jenis asli TNMB. Tabel 15 Pengelompokkan jenis tanaman pokok berdasarkan asal bibit Desa Wonoasri
Tanaman Asli Tanaman Eksotik Nama Jenis Jumlah % Nama Jenis Jumlah 1 Durian 24 0,26 Alpukat 7 2 Duwet 747 8,14 Asam 2042 3 Jambu air 71 0,77 Flamboyan 99 4 Jambu mete 212 2,31 Jengkol 2 5 Kedondong 5 0,05 Jeruk 1 6 Kedawung 5684 61,90 Kluwih 844 7 Kemiri 754 8,21 Knitu 78 8 Kepuh 41 0,45 Kosambi 1 9 Mangga 1206 13,13 Melinjo 34 10 Pakem 38 0,41 Mengkudu 3199 11 Pinang 316 3,44 Nangka 12772 12 Sapen 20 0,22 Petai 8042 13 Trembesi 64 0,70 Sukun 81 14 Sirsak 30 Total 9182 100 27232 Sumber: Data dasar tahun 2006 yang dikumpulkan dari Kantor Resort Wonoasri No. % 0,03 7,50 0,36 0,01 0,004 3,10 0,29 0,004 0,12 11,75 46,90 29,53 0,30 0,11 100

Jenis-jenis tanaman yang bukan asli Meru Betiri tidak bisa dihilangkan karena sudah menjadi tanaman pokok. Saat ini perhatian pengelola TNMB tertuju pada lahan-lahan yang belum seluruhnya ditanami dengan tanaman asli dari TNMB, hal tersebut berdasarkan Purwaningsih (2006), dimana masyarakat diharuskan menanam tanaman pokok berupa tanaman asli (endemik) yang bermanfaat obat atau bermanfaat lainnya dari kawasan TNMB yang disediakan oleh pihak Balai TNMB dan secara swadaya. Hal tersebut dikuatkan dengan Keputusan Mentri Kehutanan No.8205/Kpts-II/2002 tentang Pedoman

Rehabilitasi di Kawasan Taman Nasional, dimana pendekatan rehabilitasi di Kawasan TN pada intinya adalah pemulihan kawasan dengan penanaman atau pengayaan jenis tumbuhan sesuai jenis aslinya. Selain itu, pengawasan dari pihak TNMB diperlukan agar petani menanami lahan rehabilitasi dengan tanaman pokok yang memang dianjurkan oleh pihak taman nasional dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Penutupan lahan rehabilitasi seperti yang diharapkan pihak pengelola TNMB dengan tetap mendukung perekonomian masyarakat. F. Rekomendasi Pengayaan Jenis Lahan Rehabilitasi Sumber literatur yang dijadikan acuan dalam rekomendasi pengayaan jenis di lahan rehabilitasi menggunakan berbagai sumber literatur (Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat 2009; Sulanjari (-); Efendi 2009; Sunarjono 2005; Departemen Kehutanan 2009; Mujenah 1993; Dewi 2007; Ferdiansyah 2009; Naroh 2009; Viklund 2009; Setiawan 1999; Subastian 2007;

http://www.krpurwodadi. lipi.go.id/latar_belakang_atsiri.php) 2006 2008. Manfaat dan sumber literatur tumbuhan yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan rehabilitasi disajikan pada lampiran 6.

1. Rekomendasi Pengayaan Jenis pada Blok Pletes Lampiran 7 menyajikan rekomendasi tindakan lahan rehabilitasi Blok Pletes. Tiga tanaman di urutan teratas pada Blok Pletes memerlukan penjarangan, seperti nangka (Artocapus integra Merr.), kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) dan petai (Parkia speciosa Hassk.). Pada Blok ini, nangka (Artocapus integra Merr.) sejumlah 4.425 pohon. Dengan jarak tanam (8-12) x (8-12) m2, seharusnya untuk tiap hektar lahan terdapat antara 156-69 pohon nangka (Artocapus integra Merr.). Kerapatan nangka (Artocapus integra Merr.) pada lahan rehabilitasi Blok Pletes terdapat pada kisaran jumlah tersebut. Tetapi perlu diingat bahwa jarak tanam di lahan rehabilitasi adalah 5 m x 5 m. Hal ini tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya tanaman nangka (Artocapus integra Merr.), sehingga tanaman tersebut tetap memerlukan penjarangan. Sedangkan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), di hutan TNMB, jarak terdekat untuk tumbuhan ini adalah 25 m (Sebastian 2007). Menurut Sebastian (2007), Rata-rata proyeksi

vi

tajuk setiap pohon di TNMB mencapai 20 m. Jarak antar kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) untuk dapat hidup dan terhindar dari persaingan dengan jenis yang sama 50 m x 50 m atau 2 kali jarak terdekat antar kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.). Jarak tanam beberapa tanaman lain di Blok Pletes juga tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya. Tanaman tersebut adalah asam (Tamarindus indica Linn.), mangga (Mangifera indica Linn.), kluwih (Artocarpus communis Forst.), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), dll. Tanaman tersebut tidak memerlukan penjarangan karena jumlahnya di lahan rehabilitasi Blok Pletes tidak berlimpah seperti nangka (Artocapus integra Merr.). Tanaman-tanaman tersebut tidak selalu ditanam oleh anggota kelompok tani. Beberapa tanaman yang memerlukan pengayaan adalah pakem (Pangium edule Reinw.), kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild), jambu mete (Anacardium occidentale Linn.), dan pinang (Areca catechu Linn.). Tanaman yang diusulkan untuk pengayaan merupakan tanaman asli TNMB. Pakem (Pangium edule Reinw.) dan kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild) memerlukan pengayaan karena masyarakat masih memungut hasil dari tanaman ini di hutan (Dewi 2007). Pengayaan jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) berdasarkan harga jual buah yang cukup tinggi. Pinang (Areca catechu Linn.) diperlukan di lahan rehabilitasi sebagai tanaman tepi dan juga karena manfaatnya yang beragam (lampiran 6). Beberapa tanaman pokok di lahan rehabilitasi yang masih memerlukan pengayaan adalah asam (Tamarindus indica Linn.), knitu (Chrysophyllum cainito Linn.), sirsak (Annona muricata Linn.), sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg), pakem (Pangium edule Reinw.), kepuh (Sterculia foetida Linn.), dan jambu mete (Anacardium occidentale Linn.). Asam (Tamarindus indica Linn.) merupakan komoditi buah yang diminati. Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap tanah dan iklim (Verheij dan Coronel (editor) 1997). Knitu (Chrysophyllum cainito Linn.) berpotensi menjadi tanaman hias disamping tahan dengan daerah yang relatif kering. Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Foskerg) yang dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dapat dijadikan sumber pangan alternatif. Selain manfaatnya, pakem (Pangium edule Reinw.) dan kepuh

vii

(Sterculia foetida Linn.) menjadi komoditi hasil hutan untuk memenuhi permintaan konsumen di pasaran. Berdasarkan penelitian Dewi (2007), permintaan terhadap pakem (Pangium edule Reinw.) mengalami peningkatan yang tinggi. Tanaman yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan rehabilitasi Blok Pletes adalah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth.), bendo (Artocarpus elasticus Reinw.), joho (Terminalia belerica Roxb.), pulai (Alstonia scholaris Linn.), iles-iles (Amorpophallus sp.), kapulaga (Amomum cardamomum Wild.), kemukus (Piper cubeba L. F.), aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.), langsat (Langsium domesticum Correa.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), pring ori (Bambusa bambos (L) Voss.), suren (Toona sureni Blume), jenis bambu, dan sintok (Cinnamomum sintok Blume.) (lampiran 7).

2. Rekomendasi Pengayaan Jenis pada Blok Bonangan Tiga tanaman di urutan teratas pada Blok Bonangan memerlukan penjarangan, seperti nangka (Artocapus integra Merr.), dan petai (Parkia speciosa Hassk.), kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) (lampiran 8). Pada Blok ini, nangka (Artocapus integra Merr.) sejumlah 6.614 pohon. Dengan jarak tanam (812) x (8-12) m2, seharusnya untuk tiap hektar lahan terdapat antara 156-69 pohon nangka (Artocapus integra Merr.). Kerapatan nangka (Artocapus integra Merr.) pada lahan rehabilitasi Blok Bonangan adalah 101 pohon/ha. Angka ini berada pada kisaran jumlah tersebut. Jarak tanam di lahan rehabilitasi adalah 5 m x 5 m dan ini tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya tanaman nangka (Artocapus integra Merr.), sehingga tanaman tersebut tetap memerlukan penjarangan. Begitu juga dengan petai (Parkia speciosa Hassk.) dan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) yang ditanam di setiap lahan anggota kelompok tani Blok Bonangan. Bahkan dalam 1 hektar lahan seharusnya hanya terdapat 16 pohon kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.) dengan jarak tanam 25 m x 25 m. Jarak tanam beberapa tanaman lain di blok ini juga tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya. Tanaman tersebut adalah duwet (Eugenis sp.), asam (Tamarindus indica Linn.), mangga (Mangifera indica Linn.), kluwih (Artocarpus

viii

communis Forst.), dan lain-lain. Tanaman tersebut tidak memerlukan penjarangan karena jumlahnya di lahan rehabilitasi Blok Pletes tidak berlimpah seperti nangka (Artocapus integra Merr.). Tanaman-tanaman tersebut tidak selalu ditanam oleh anggota kelompok tani. Tanaman yang direkomendasikan ditanam di Blok Bonangan adalah sapen (Pometia tomentosa Blumei), pakem (Pangium edule Reinw.), jambu mete (Anacardium accidentale Linn.), cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth.), bendo (Artocarpus elasticus Reinw.), joho (Terminalia belerica Roxb.), pulai (Alstonia scholaris Linn.), iles-iles (Amorpophallus sp.), kapulaga (Amomum cardamomum Wild.), kemukus (Piper cubeba L. F.), jambu mete, aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.), langsat (Langsium domesticum Correa.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), pring ori (Bambusa bambos (L) Voss.), suren (Toona sureni Blume), jenis bambu, dan sintok (Cinnamomum sintok Blume.) (lampiran 8).

3. Rekomendasi Pengayaan Jenis pada Blok Curah Malang Tiga tanaman urutan teratas pada Blok Curahmalang memerlukan penjarangan, yaitu nangka, kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), dan petai (Parkia speciosa Hassk.) (lampiran 9). Pada Blok ini, nangka (Artocapus integra Merr.) sejumlah 1733 pohon. Dengan jarak tanam (8-12) x (8-12) m2, seharusnya untuk tiap hektar lahan terdapat antara 156-69 pohon nangka (Artocapus integra Merr.). Kerapatan tanaman nangka (Artocapus integra Merr.) di Blok Curahmalang adalah 63 pohon/ha. Besaran tersebut sesuai dengan jarak tanam nangka (Artocapus integra Merr.) untuk budidaya. Sedangkan kedawung (Parkia timoriana D.C. Merr.), di hutan TNMB, jarak terdekat untuk tumbuhan ini adalah 25 m. Jarak tanam beberapa tanaman lain di Blok Curahmalang tidak sesuai dengan jarak tanam budidayanya. Tetapi tanaman tersebut tidak memerlukan penjarangan karena jumlahnya di lahan rehabilitasi Blok Pletes tidak berlimpah seperti nangka (Artocapus integra Merr.). Tanaman-tanaman tersebut tidak selalu ditanam oleh anggota kelompok tani. Selain jarak tanam di lahan rehabilitasi yang tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya, belum seluruh lahan rehabilitasi ditanami oleh petani penggarap.

ix

Tanaman yang direkomendasikan ditanam di Blok Bonangan adalah kepuh (Sterculia foetida Linn.), sapen (Pometia tomentosa Blumei), cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth.), bendo (Artocarpus elasticus Reinw.), joho (Terminalia belerica Roxb.), pulai (Alstonia scholaris Linn.), iles-iles (Amorpophallus sp.), kapulaga (Amomum cardamomum Wild.), kemukus (Piper cubeba L. F.), aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.), langsat (Langsium domesticum Correa.), cempedak (Artocarpus champeden Spreng), suren (Toona sureni Blume), jenis bambu, dan sintok (Cinnamomum sintok Blume.) (lampiran 9).

G. Perpaduan Dugaan Waktu Panen Tanaman Pokok dengan Dugaan Tanaman yang Direkomendasikan Tanaman yang diusulkan untuk memperkaya jenis tanaman pokok di lahan rehabilitasi TNMB dipadukan pengelolaannnya dengan tanaman yang sudah ada. Dugaan waktu panen tanaman pokok yang sudah ada di lahan rehabilitasi dipadukan dengan dugaan waktu panen tanaman rekomendasi. Perpaduan waktu panen tanaman pokok dengan tanaman rekomendasi dapat menambah kegiatan pemanenan di setiap bulannya. Perpaduan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan perhatian masyarakat lokal terhadap tanaman di lahan rehabilitasi. Tabel 16 menyajikan waktu panen tanaman yang ada di lahan rehabilitasi dengan beberapa tanaman rekomendasi. Bulan dengan pemanenan terbanyak adalah Februari dan September. Di bulan-bulan tersebut, petani dapat memanen 18 jenis hasil tanaman di lahan rehabilitasi. Sedangkan bulan dengan terendah jenis tanaman yang dipanen adalah bulan Maret, April, dan Mei. Terdapat 11 jenis tanaman yang dapat dipanen pada bulan tersebut. Pada tabel 16 diinformasikan juga mengenai tumbuhan yang bermanfaat sebagai kayu bakar dan bahan bangunan komersial, seperti suren dan sapen. Informasi ini hanya menunjukkan waktu panen dari tumbuhan tersebut, tetapi bukan berarti bahwa kedua tumbuhan tersebut diizinkan untuk ditebang. Pemanenan hasil tanaman di lahan rehabilitasi disesuaikan dengan perjanjian yang

telah disepakati antara masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan rehabilitasi dengan pengelola TNMB. Salah satu isi dari kesepakatan tersebut adalah hasil tanaman pokok menjadi hak petani penggarap, sedangkan pohonnya tidak diperbolehkan untuk ditebang.

Tabel 16 Perpaduan pendugaan waktu panen tanaman pokok di lahan rehabilitasi dengan tanaman rekomendasi
No. Tanaman pokok 1
X X X X

2
X X X X

3
X

4
X

5
X X

Bulan panen 6 7 8
X X X X

9
X

10
X X

11
X X X

12
X X X X

1 Alpukat 2 Asam 3 Durian 4 Jambu mete 5 Kedawung 6 Kemiri 7 Mengkudu 8 Nangka 9 Petai 10 Pakem 11 Pinang 12 Mangga 13 Jambu air 14 Knitu 15 Kluwih 16 Sukun 17 Melinjo 18 Duwet 19 Kedondong 20 Sirsak 21 Jengkol 22 Sapen 23 Suren 24 Kemukus 25 Joho lawe 26 Joho keling 27 Kapulaga 28 Cabe jamu 29 Serawu 30 Bendoh 31 Pulai 32 Sambung otot 33 Iles-iles 34 Arjasa 35 Langsat Jumlah jenis tanaman panen

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X X X X X

X X X X X X X X X X

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X

X X

X X X

15

18

11

11

11

15

16

16

18

16

17

16

Dari berbagai sumber literatur Keterangan: 1. Januari, 2. Februari, 3. Maret, 4. April, 5. Mei, 6. Juni, 7. Juli, 8. Agustus, 9. September, 10. Oktober, 11. November, 12. Desember.

xi

H. Usulan Pengembangan Masyarakat memiliki peran penting dalam keberhasilan program rehabilitasi TNMB. Program TNMB seharusnya berorientasi kepada peningkatan kapasitas masyarakat untuk berperan aktif dalam konservasi dan pengelolaan taman nasional. 1. Kegiatan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat Kegiatan pendampingan dan pembinaan oleh praktisi yang sudah berpengalaman di bidang budidaya disesuaikan dengan tujuan pengembangan. Pendampingan dilakukan pengelola dalam bentuk teori dan praktek. Harapannya masyarakat dapat memperoleh pengalaman secara keilmuan dan praktek di lapangan. 2. Kemitraan a. Kemitraan petani dengan pemerintah Secara umum kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan

Perdagangan, Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Koperasi dan UKM dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani penggarap lahan rehabilitasi TNMB. Hal ini berhubungan dengan pengambilan keputusan mengenai kepentingan masyarakat.

b. Kemitraan antara petani dengan pengusaha Petani langsung menyerahkan hasil produksi hutan kepada pihak pengusaha. Pengusaha dapat melakukan pembinaan dalam hal penyediaan modal dan sarana produksi, bimbingan teknis, dan pemasaran hasil produksi. Hal ini dilakukan pengusaha karena kemajuan yang diperoleh petani berimbas pada hasil produksi yang menjadi bahan baku dalam industri. Kerja sama dapat pula dilakukan dengan cara pengusaha menghimpun kegiatan industri rumah tangga. Hasil produksi rumah tangga mendapat lisensi dari pengusaha. Pengusaha tetap melakukan pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat. Selain itu, petani dapat pula diijinkan untuk memasarkan hasil produksi. Ini juga merupakan bentuk kerjasama lainnya antara petani dan pengusaha.

xii

Kerja sama ini dapat pula memperpendek alur pemasaran hasil hutan. Pendeknya alur berpengaruh pada harga jual hasil hutan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi hasil hutan yang dipanen oleh petani. Selain itu, kontrak kerja yang jelas dalam hal pemenuhan hak dan kewajiban bagi masyarakat petani dan pengusaha. Kejelasan dalam kontrak kerja diharapkan dapat menghindarkan adanya tekanan dari salah satu pihak kepada pihak lainnya.

3. Kelembagaan Kejelasan tugas antara pihak-pihak yang terkait dengan usaha

pengembangan hasil hutan. Petani misalnya berperan dalam hal budidaya hingga penanganan pasca panen. Kelembagaan petani lahan rehabilitasi di mulai dari anggota kelompok tani penggarap. Anggota-anggota kelompok tani berkoordinasi kepada ketua kelompok tani. Masing-masing kelompok tani

mempertanggungjawabkan hasil kerjanya berdasarkan lokasi/blok kerja yang berada di SKW II Resort Wonoasri. Pengusaha melakukan pembinaan dalam hal penyediaan modal dan sarana produksi, bimbingan teknis, dan pemasaran hasil produksi. Hal-hal tersebut dilakukan pengusaha karena kemajuan yang diperoleh petani berimbas pada hasil produksi perusahaan. Penentuan mengenai hasil produksi dari lahan rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi lahan, jenis tanaman, dan terutama fungsi dari lahan rehabilitasi. Pengelola TNMB terlibat dalam kemitraan antara petani dan pengusaha. Pengelola selain membina masyarakat juga membina dan mengawasi pengusaha, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan konservasi sumber daya hutan.

4. Peraturan perundangan Peraturan perundangan perlu disinergikan dengan kebutuhan atau kondisi di lapangan. Peraturan ini berhubungan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan sesuai dengan kegiatan sehari-hari masyarakat dengan tidak melupakan fungsi taman nasional, sebagai contoh dalam kegiatan pemanfaatan. Masyarakat diperkenankan untuk mengambil hasil hutan di lahan rehabilitasi dengan syarat masyarakat tetap dapat menjaga fungsi ekologi lahan rehabilitasi di TNMB.

xiii

Ketergantungan masyarakat terhadap lahan rehabilitasi dapat meningkatkan kecintaan mereka untuk menjaga sumber penghasilan mereka. Selain itu peraturan dalam hal kegiatan pemeliharaan. Kegiatan penjarangan perlu dilakukan walaupun di taman nasional tidak diperkenankan untuk melakukan hal tersebut. Kegiatan ini perlu dilakukan karena jarak tanam di lahan rehabilitasi untuk jenis tanaman tertentu tidak sesuai dengan kondisi di hutan alam atau pun tidak sesuai dengan jarak tanam budidaya. Beberapa peraturan perundangan yang perlu disinergikan dengan kebutuhan atau kondisi di TNMB, antara lain: 1. UU No. 5 tahun 1990 pasal 31 ayat (1). Selain untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, dan wisata alam, ditambahkan kegiatan pemanfaatan secara tradisional oleh masyarakat lokal yang telah lama berinteraksi dengan sumberdaya hutan. 2. PP No. 68 tahun 1998 pasal 50, pasal 51 mengenai pemanfaatan zona pemanfaatan dan zona rimba, diperbolehkan untuk kegiatan pemanenan secara lestari hasil hutan nonkayu bagi masyarakat lokal yang telah lama berinteraksi dengan sumberdaya hutan. 3. Peraturan Menhut No. P.19/Menhut-II/2004 tentang kolaborasi pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam) pasal 9 ayat (2) bagian a yang menyatakan kepemilikan hasil kegiatan yang dilakukan dalam rangka rehabilitasi menjadi milik Negara. Masyarakat lokal diperkenankan untuk mengambil manfaat tanaman rehabilitasi, misalnya berupa buah dan daun dengan tetap memperhatikan kegiatan budidayanya. 4. Peraturan Menhut No. P.56/Menhut-II/2006 tentang pedoman zonasi taman nasional. Pada bagian ketiga mengeni fungsi zona pasal 6, zona rehabilitasi untuk mengembalikan ekosistem kawasan yang rusak menjadi atau mendekati kondisi ekosistem alamiahnya dengan tetap memperbolehkan kegiatan pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat lokal yang telah berinteraksi secara positif.

xiv

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 1. Tanaman pokok di lahan rehabilitasi tidak seluruhnya merupakan jenis asli TNMB. Tanaman asli TNMB yang menjadi tanaman pokok lahan rehabilitasi hanya sebesar 25,12% dari jumlah tanaman pokok. Karena itu perlu dilakukan kegiatan pengayaan jenis asli TNMB yang bernilai ekonomi dan ekologi. 2. Setiap jenis tanaman pokok memiliki manfaat, diantaranya sebagai tanaman obat, tanaman hias, penghasil pangan, pakan ternak, penghasil zat pewarna, penghasil kayu bakar, penghasil tali anyaman dan kerajinan, serta penghasil bahan bangunan. 3. Perpaduan musim panen setiap jenis tanaman pokok dapat mencurahkan perhatian petani pada hasil lahan rehabilitasi yang bernilai ekonomi. 4. Pengayaan jenis tanaman pokok dengan tumbuhan yang berpotensi, baik dalam hal keaslian tanaman di TNMB, manfaat tumbuhan, nilai ekologi, dan permintaan pasar yang berhubungan dengan harga hasil produksi, seperti kemiri, jambu mete, pakem, kepuh, suren, sintok, kapulaga, bendo, langsat, cempedak, joho, bendoh, aren. 5. Tanaman pokok yang memerlukan penjarangan adalah kedawung, nangka, dan petai. Sedangkan tanaman yang memerlukan pengayaan adalah pakem, kemiri, duwet, sapen, pinang, jambu mete, kemiri, durian, dan pinang.

B. Saran Perlu adanya pembimbingan untuk masyarakat petani peserta program rehabilitasi dari TNMB dalam hal pengelolaan hasil lahan rehabilitasi. Pelatihan dalam mengolah hasil tanaman pokok lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk

meningkatkan nilai tambah dari penjualan produk tanaman pokok oleh petani di lahan rehabilitasi Desa Wonoasri.

xv

VII. DAFTAR PUSTAKA


Amzu E. 2007. Sikap Masyarakat dan Konservasi Suatu Analisis Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr.) sebagai Stimulus Tumbuhan Obat Bagi Masyarakat, Kasus di Taman Nasional Meru Betiri (Disertasi). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Angkasa S, Nazaruddin. 1994. Sukun dan Kluwih. Penebar Swadaya. Jakarta. Direktorat Kredit, BPR dan UMKM. 2009. Pola Pembiayaan Industri Emping Melinjo. www.google.com [29 April 2009]. Awing SA et al. 2002. Etnoekologi Manusia di Hutan Rakyat. Sinergi Press. Jogjakarta. Baswarsiati, Yuniarti. 2007. Karakter Morfologis dan Beberapa Keunggulan Mangga Podan Urang (Mangifera indica L.). buletin Plasma Nutfah vol.13. http://www.mangga.info/files/ ManggaPodangUrang.pdf [29 April 2009]. BAPPENAS. 2007. Seputar Budidaya Kedondong (Spondias dulcis Forst). Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS. http://groups.yahoo.com/group/agromania/message/10350 [3 Agustus 2009]. [BPTP Sumatera Barat] Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. 2005. Pembibitan Kemiri. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. bptp-sumbar@litbang.deptan.go.id [26 April 2009]. [BPS Kabupaten Langkat] Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat. 2007. Perkembangan Harga Bahan Pokok dan Bahan Strategis Lainnya. BPS. Daniel M. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. PT Bumi Aksara. Jakarta. [Dephut] Departemen Kehutanan. 1999. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta. [Dephut] Departemen Kehutanan. 2006. Indentifikasi dan Inventarisasi Sosekbud Masyarakat Lokal di Daerah Penyangga Kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Balai Taman Nasional Meru Betiri. Jember. [Dephut] Departemen Kehutanan. 2006. Mengenal 21 Taman Nasional Model di Indonesia. Bogor: Sub Direktorat Informasi Konservasi Alam. [Dephut] Departemen Kehutanan. 2006. Statistik Balai Taman Nasional Meru Betiri. Departemen Kehutanan Direktur Jenderal PHKA BTNMB. Jember.

xvi

[Dephut] Departemen Kehutanan. 2009. Teknik Budidaya Surian (Toona sinensis Merr). Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. http://www.wargahijau.org/index.php?option=com_content&view=article &id=498:teknik-budidaya-surian-toona-sinensis-merr&catid=7:greenproduct&Itemid=12 [3 Agustus 2009]. Dewi H. 1999. Klasifikasi Vegetasi di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Dewi YN. 2007. Pengambilan Sumberdaya Hutan Berkhasiat Obat oleh Masyarakat Sekitar Taman Nasional Meru Betiri. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. 2009. Budidaya Tanaman Lada Panjat. www.disbun.jabarprov.go.id/.../Budidaya%20Tan.Lada%20Panjat.doc [3 Agustus 2009]. Djaafar TF. 2004. Sukun Cilacap yang Lebih Menguntungkan. Tabloid Sinar Tani. Yogyakarta. Djauhariya E. 2003. Mengkudu (Morinda citrifoloa L.) Tanaman Obat Potensial. Perkembangan Teknologi 25. www.balittro.go.id [28 April 2009]. Dwanasuci N. 2006. Inventarisasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat (Studi Kasus di Wilayah Seksi II Buleleng). Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Edwards AL. 1957. Techniques of Attitude Scale Construction. Appleton Century Crofts, Inc. New York. Efendi DS. 2009. Aren, Sumber Energi Alternatif. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 31:1-3. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefoxa&rls=org.mozilla:enUS:official&um=1&q=budidaya%20arenga%20pinnata%20jarak%20tana m&ie=UTF-8&sa=N&tab=iw [3 Agustus 2009]. Eijnathen CLM van. 1997. Jambu Mete (Anacardium occidentale L.). Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 61. Faridz D. 2008. Harga Jengkol Merangkak Naik, Warteg Kelabakan. www.berita8.com [6 Mei 2009].

xvii

Ferdiansyah Y (Pengepos). 2009. Cara dan Tips Budidaya Cempedak Lokal Varietas Integer dari http://iptek.net.id/ind /teknologi_pangan/index. php? mnu=2&id=43. http://yacobsemesta.blogspot.com/2009/05/cara-dan-tipsbudidaya-cempedak-lokal.html [3 Agustus 2009]. Gruezo WS. 1997. Mangga (Mangifera indica L.). Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 227. Handayani T. 2002. Nilai Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Taman Nasional Meru Betiri. Tesis. Program Pasca Sarjana IPB. Bogor. Hariana A. 2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3. Penebar Swadaya. Jakarta. Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta. http://ayobertani.wordpress.com/2009/04/27/cara-menanam-asam-jawa/ [9 September 2009]. http://www.asamjawa.com/essence.101.html [9 September 2009]. http://www.smallcrab.com/jengkol/46-jengkol/180-jengkol-pangan-kontroversialyang-digemari [28 April 2009]. http://www.krpurwodadi.lipi.go.id/latar_belakang_atsiri.php [3 Agustus 2009]. http://www.situshijau.co.id/tanaman/buah/m.htm [29 April 2009]. Jansen PCM. 1997. Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 96. Koesriharti. 1997. Sirsak (Annona muricata L.). Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 81. Koswara S. 2006. Sukun sebagai Cadangan www.ebookpangan.com [28 April 2009]. Pangan Alternatif.

Kristina NN, Siti FS. 2007. Penggunaan Tanaman Kelapa (Cocos nucifera), Pinang (Areca catechu) dan Aren (Arenga pinnata) sebagai Tanaman Obat. Warta Puslitbangbun 13. http://balittro.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=v iew&id=76&Itemid=1 [28 April 2009].

xviii

Lampung Post. 2004 Sirsak yang Belum Dilirik. http://www.lampungpost.com /cetak/berita.php?id=2004040602172668 [3 Agustus 2009]. Lassa J. 2007. The Tamarind Economy Fondasi Ketahanan Pangan NTT. Institute of Indonesia Tenggara Studies. Lestari DA. Eksplorasi Jenis Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi Yang Berpotensi sebagai Pestisida Nabati . http://fisika.brawijaya.ac.id/bssub/proceeding/PDF%20FILES/BSS_71_2.pdf [13 September 2009]. Melati. 2003. Manfaat dan Budidaya Tanaman Melati. Perkembangan Teknologi TRO vol XV. http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com/atsirimelati/melati/[6 Agustus 2009]. [Menhut] Menteri Kehutanan. 2002. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor:8205/Kpts-II/2002 tentang Pedoman Rehabilitasi di Kawasan Taman Nasional. Menteri Kehutanan. Jakarta. [Menhut] Menteri Kehutanan. 2006. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor:8205/Kpts-II/2002 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional. Menteri Kehutanan. Jakarta. Menteri Negara Riset & Teknologi. 2005. Budidaya Pertanian Jambu Mete (Anacardium occidentale L.). Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS. www.infopekalongan.com [28 April 2009] Mujenah. 1993. Interaksi Masyarakat dengan Tumbuhan Obat di Kawasan TNMB. Jurusan KSH Fahutan IPB. Bogor. Mustafa. 2002. Dinamika Konflik dan Model Institusi Pengelolaan Kawasan yang Berkelanjutan (Studi Kasus pada Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur). Tesis. Program Pasca Sarjana IPB Bogor. Naroh. 2009. Budidaya Kapulaga (Elletria cardomomum). http://bystrekermraanjogjacity.blogspot.com/2009/01/budidayakapulaga.html [3 Agustus 2009]. Nugraha A. 2005. Antropologi Kehutanan. Wana Aksara. Banten. Prihatman K, editor. 2000. Alpukat/Advokad ( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth. Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS. www.infopekalongan.com [28 April 2009] , editor. 2000. Durian ( Bombaceae sp. ). Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS. www.infopekalongan.com [28 April 2009]

xix

Purwaningsih E. 2006. Studi Manfaat Kegiatan Rehabilitasi dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Reduksi Gangguan terhadap Kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Purwanto SA, Haryono, Yusfi F, Titiwening F. 2003. Upaya Mewujudkan Alternatif Ekonomi untuk Menyelamatkan Tanjung Puting. http://www.conservation.or.id. Diambil Tanggal 15 Agustus 2006. Puspita D. 2006. Pengetahuan Masyarakat dan Konservasi Kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.) di Taman Nasional Meru Betiri. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Quane D. Pedoman Produksi dan Pasca Panen: Alpukat. Agribusiness Development Project Jakarta. http://www.deptan.go.id/pesantren/agrionline/phguides/indo/alpukat [5 Mei 2009]. Rajendran R. 1997. Sukun (Arthocarpus altilis Parkinson Foskerg). Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 87. Rina, Surung MY, Parawansa INR. 2007. Evaluasi Penyuluhan dan Analisis Usahatani Pestisida Nabati Daun Sirsak (Annona muricata L) untuk Mengendalikan Hama Ulat daun (Plutella xylostella)Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agrisistem. 3. http://stppgowa.ac.id/download/vol_3_2_2007_/6.%20Rina.pdf [3September 2009]. Resosudarmo IAP, Pierce CJ. 2003. Kemana Harus Melangkah? Masyarakat, Hutan dan Perumusan Kebijakan di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Ritchi B et al. 2001. Kriteria dan Indikator Kelestarian Hutan yang Dikelola oleh Masyarakat (Community Managed Forest) Center for International Forestry Research. Jakarta. Sastrahidajat IR, Soemarno DS. 1986. Budidaya Tanaman Tropika. Usaha Nasional. Surabaya. Setiawan H. 1999. Kajian Tekanan Masyarakat Terhadap Taman Nasional Meru Studi Kasus Pemungutan Bambu di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

xx

Siaran Pers Pertemuan antarMasyarakat Indonesia Kedaulatan Rakyat dalam Pengurusan Asetaset Penghidupan. 2005. Pertemuan AntarMasyarakat Indonesia.http://www.walhi.or.id[15Agustus2006]. Soepadmo E. 1997. Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 92. Subastian JN. 2007. Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Kesesuaian Habitat Kedawung (Parkia timoriana (D. C.) Merr.) di Taman Nasional Meru Betiri. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Sukito A. 2001. Status Rizobium dan Cendawan Mikoriza Arbuskul (CMA) pada Kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.) di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur. Skripsi. Konservasi Sumberdaya Hutan Fakulats Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sulanjari. Kajian Hasil Akar dan Kadar Reserpina Pule Pandak (Rauvolfia serpentina Benth). Pada Berbagai Lingkungan dan Cara Budidaya. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefoxa&rls=org.mozilla%3AenUS%3Aofficial&hs=xmW&q=budidaya+pule+pandak&btnG=Telusuri& meta [3 Agustus 2009]. Sumarwoto. 2005. Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume); Deskripsi dan Sifat-sifat Lainnya. Biodiversitas 6: 185-190. http://www.google.co.id/ search?hl= id&client=firefox-a&q=jarak+iles-iles&btnG=Telusuri&meta [3 Agustus 2009]. Sunanta H. 1992. Budi Daya Petai Dan Aspek Ekonominya. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefoxa&channel=s&rls=org.mozilla%3AenUS%3Aofficial&q=Budi+Daya+Petai+Dan+Aspek+Ekonominya++Oleh+ Ir.+Hatta+Sunanta%2C+B.Sc.%2C+MS.&btnG=Telusuri&meta=cr%3Dc ountryID [28 April 2009]. . 1993. Budidaya Kenanga. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Sunarjono H. 1998. Prospek Berkebun Buah. Penebar Swadaya. Jakarta. . 2005. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Penebar Swadaya. Jakarta. Suprapti ML. Teknologi Pengolahan Pangan Sirup Asam. www.balittro.go.id [29 April 2009].

xxi

Suriawiria U. 2001. Mengkudu, Bau Busuk yang Berkhasiat. Kompas Edisi 24 Juni 2001. MSN@CEPP.UTM.MY [30 April 2009]. Sutarno H, Hadyana P, Sarkat D, Penyunting. 1993. Pendayagunaan Tanaman Penghasil Bahan Pewarna dan Penyamak pada Lahan Kritis. Bogor: Yayasan Prosea dan Jakarta: Mab Indonesia, Unesco/Rostsea. Tim Penulis PS. 1993. Menanam Sawo di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. Jakarta. Tjitrosoepomo G. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Tohir KA. 1981. Bercocok Tanam Pohon Buah-buahan. Pradnya Paramita. Jakarta. Triwibowo, Utama P, Ervizal. 1991. Potensi dan Upaya Pelestarian Tumbuhan Obat di Taman Nasional Meru Betiri dalam Nurdin, T, dkk. 1991. Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropis Indonesia (Prosiding). Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas kehutanan IPB. Bogor. Verheij EWM. 1997. Durian (Durio zibethinus). Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 140. dan Coronel, RE, editor. 1997. Buah-buahan yang Dapat Dimakan. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Viklund A. 2009. Kenalilah Pulai (Alstonia sp.). ozonsilampari.wordpress.com [3 Agustus 2009]. Widyaningtyas FA. 2006. Potensi dan Penyebaran Bambu Manggong (Gigantochloa manggong Widjaja) di Sukamade Taman Nasional Meru Betiri. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Widowati S. 2003. Prospek Tepung Sukun untuk Berbagai Produk Makanan Olahan dalam Upaya Menunjang Diversifikasi Pangan. Makalah Pribadi. Pengantar ke Falsafah Sains. Program Pasca Sarjana IPB. [9 Agustus 2009]. Wie. 2009. Belanja Murah Produk Fresh di Hypermart. http://batampos.co.id/Pro_Bisnis/Pro_Bisnis/Belanja_Murah_Produk_Fres h di_Hypermart.html [29 April 2009].

xxii

Wiratno, Indriyo D, Syarifudin A, Kartikasari A. 2004. Berkaca di Cermin Retak Refleksi Konservasi dan Implikasi bagi Pengelolaan Taman Nasional. Forest Press, The Gibbon Foundation Indonesia, Departemen Kehutanan, PILI-NGO Movement. Jakarta. Whiley AW. 1997. Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 255. Yacoob O, Rugsa NB. 1997. Di dalam Buah-buahan yang Dapat Dimakan. Verheij, EWM dan Coronel, RE, editor. PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Prosea Indonesia dan European Commission. Hlm 227. Yani M. 2001. Manfaat Program Rehabilitasi Lahan bagi Masyarakat Kelompok Tani Hutan di Taman Nasional Meru Betiri ( Studi Kasus di Desa Andongrejo, Curah Nongko dan Wono Asri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Jawa Timur. Skripsi. Program Diploma IV Kehutanan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Zuhud EAM, Siswoyo, Agus H, Edhi S, Eko A. 2000. Buku Acuan Umum Tanaman Obat Indonesia jilid II. Fakultas Kehutanan IPB dan Yayasan Sarana Wana Jaya.

xxiii

LAMPIRAN

Lampiran 1 Anggota Kelompok Tani, Jenis dan Jumlah Tanaman Pokok di Blok Pletes KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : WANA MAKMUR : BENDO : PLETES : KUNTOLADI
Luas (Ha) 0,5 0,38 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,63 0,25 0,25 4 2 1 1 3 6 1 4 3 1 1 3 4 Tanaman pokok Jumlah a b 3 c d e f g h i 60 10 40 22 20 10 50 1 30 25 14 1 3 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 j 7 k l 7 2 m n o p 7 7 3 3 1 1 q 91 27 40 18 31 25 70 109 25 60 47 10 15 26 4 1 1 1 r 1 s t 43 20 15 7 20 6 20 1 3 u v w 4 1 223 67 108 61 78 50 145 111 72 110 93

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Samijan Neman Paidi Munari Kuntoladi Supatemo Sukar Jemiran Gotak Sarbini Katiran

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 60 30 40 40 40 30 46 50 60 70 40

Klrg 3 3 3 3 3 5 5 3 9 5 5

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

ii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : WANA MAKMUR : BENDO : PLETES : KUNTOLADI
Luas (Ha) 0,75 0,25 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 5 2 1 1 5 3 2 Tanaman pokok Jumlah a b c d e f g h i 7 20 75 85 10 37 25 103 47 14 45 6 5 17 2 3 80 1 j 4 1 1 1 1 2 2 32 2 20 k l m n o p q 27 85 45 142 51 15 25 130 17 1 30 26 1 1 r s t 40 1 2 84 16 11 2 86 14 4 4 2 u v w 78 113 159 338 84 69 54 348 87 18 181

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Dadek Meseran Jemikun Sugiono Paimin Dainuri Nurwakit Mathasan Nahrawi Siswanto Jumikun

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 55 50 75 45 35 60 30 56 60 30 75

Klrg 4

Alamat Kraton Kraton

2 3 4 5 2 8 8 3 2

Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

iii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : WANA MAKMUR : BENDO : PLETES : KUNTOLADI
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 9,75 4 36 1 5 7 0 0 3 Tanaman pokok Jumlah a b c d e f g h i 25 53 17 5 40 18 15 35 958 28 10 10 0 1 107 10 143 52 j k l m n o p q 5 13 26 95 15 18 40 3 1326 5 1 22 10 521 4 0 19 13 r s t 1 5 6 u v w 31 71 49 100 68 88 77 58 3189

No.

Nama

L/P

Umur

Klrg

Alamat

23 24 25 26 27 28 29 30

Nariyanto Misiran Sugianto Bagong Sarno P. Tlepong Suroso Anwar

L L L L L L L L

45 38 32 45 60 70 45 35

4 3 3 4 5 5 4 3

Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Jumlah

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

iv

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : PLETES : PLETES : PLETES : PAK NARI
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 2 2 7 2 0,25 20 13 1 1 Tanaman pokok Jumlah a b 2 2 8 2 1 4 2 c d e f g h i 27 11 6 29 24 16 20 45 55 43 4 4 9 1 1 3 1 2 3 1 1 3 5 5 1 1 3 j k l m n o 1 3 6 p 2 7 2 q 45 45 6 17 55 64 12 30 46 30 2 r s t 29 15 30 25 13 26 20 22 3 30 9 3 2 20 3 3 u v w 106 87 63 74 109 121 93 109 140 117

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama

L/P L L L L L L L L L L

Umur 65 40 60 42 50 65 68 60 60 39

Klrg 5 4

Alamat Kraton Kraton Kraton

Nari Nono Tulus Thohari Jumai Kadi Mai Sukar Sukat Haryanto

4 3 5 4 2 2 3

Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

L 30 5 Kraton 0,25 11 8 8 29 43 2 Hamet 101 Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : PLETES : PLETES : PLETES : PAK NARI
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 3 61 1 2 1 1 1 Tanaman pokok Jumlah a b 3 6 13 c d e f g h i 17 57 26 34 38 9 10 30 6 5 2 4 1 2 1 2 5 1 1 7 5 4 3 12 78 41 19 38 40 17 58 7 24 j k l m 2 n o 5 p 2 11 5 q 22 23 27 r s t 19 8 25 3 12 38 7 22 3 2 5 u v w 70 110 107 44 66 131 62 104 54 101 88

No 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 41 45 42 43 40 70 65 75 30 49 45

Klrg 6

Alamat Kraton Kraton

Jemiran Jumain Haryanto Kateno P In Sahri Nidin Imam Sugiono Wage Saeran

4 4 6 7 3 7 4 5

Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

vi

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : PLETES : PLETES : PLETES : PAK NARI
Tanaman pokok No Nama L/P Umur Klrg Alamat Luas (Ha) a 23 24 25 26 27 Said Tukiman Slamet Bonadin Slamet L L L L L 33 55 50 49 55 4 7 5 5 3 Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton 1,25 m 0,25 0,25 0,25 0,25 5,75 2 8 2 111 4 4 3 0 0 0 7 28 40 694 30 2 15 1 7 1 b 6 c d e f g h i 47 j k 3 l m n o 1 10 1 3 2 63 2 4 67 p 8 q 6 35 67 36 35 875 26 0 r s t 40 8 16 3 35 557 8 20 27 3 u v w 111 53 91 83 120 2515 Jumlah

Jumlah

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

vii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : RUKUN TANU : PLETES : PLETES : MISIRAN
Tanaman pokok No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Muniran Jumiran Markan Kadi Kadir Imam Juni Saibol Yudi Rosidi Sareh L/P L L L L L L L L L L L Umur 50 70 70 35 35 35 70 60 29 35 52 Klrg 2 5 5 4 4 4 3 6 2 4 2 Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 5 b 21 20 12 14 15 13 5 30 15 30 70 23 c 3 d 20 16 16 20 6 45 23 15 76 41 7 20 20 30 e 10 39 18 35 10 f 54 75 46 69 31 63 51 65 121 71 97 Jum lah

Keterangan: a. Asam, b. Kedawung, c. Kluwih, d. Nangka, e. Petai, f. Trembesi

viii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : RUKUN TANU : PLETES : PLETES : MISIRAN
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 4,25 5 Tanaman pokok Jum lah a b 25 40 37 10 27 5 389 32 6 c d 30 75 21 20 47 75 553 4 10 21 237 6 6 e 20 f 75 115 64 34 90 101 1222

No 12 13 14 15 16 17

Nama

L/P L L L L L L

Umur 50 45 30 50 50 50

Klrg 2 4 3 5 7 4

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Sai'in Budi Jalli Majit Kodiran Saimin

Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Kedawung, c. Kluwih, d. Nangka, e. Petai, f. Trembesi

ix

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : MOJO TANI : PLETES : PLETES : SUNARSO
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,5 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 5 5 5 4 11 7 5 5 5 4 10 5 5 7 8 Tanaman pokok Jumlah a b 2 c d e f g h i 40 10 30 10 5 10 10 10 11 5 10 j k l m n o p q 30 40 100 40 40 40 30 40 41 25 30 r s t 15 20 30 30 5 10 10 30 31 5 10 u v w 87 70 170 85 54 71 57 97 100 40 65

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Seno Tamas Kesro Seno Selo Poniran Paeman Sunarso sarmen Paini Mahat

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 50 60 60 50 50 35 50 45 50 60 60

Klrg 4 4 3

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton

4 3 4 5 4 6 5

Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : MOJO TANI : PLETES : PLETES : SUNARSO
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 10 5 5 5 2 10 Tanaman pokok Jumlah a b 12 5 15 25 40 40 40 30 40 15 5 5 5 5 5 2 2 5 c d e f 5 5 g h i j k l m n o 10 4 5 20 p 15 10 q 40 30 50 20 20 30 35 35 30 60 40 r s t 6 15 15 10 20 10 10 10 10 5 10 u v w 88 69 85 75 90 87 97 82 95 90 60

No 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Karni Imron Salaeh Supat Ngaliman Kayat Tugi Poniren Sawali Kojin Tukiman

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 60 40 50 60 65 60 45 60 60 50 55

Klrg 7 3 2 4 6 4 3 5 2 2 6

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

xi

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : MOJO TANI : PLETES : PLETES : SUNARSO
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,38 0,25 0,25 0,25 0,25 8,13 0 5 5 4 3 3 4 10 120 0 17 0 25 0 0 30 15 10 444 9 0 0 0 0 71 125 6 5 6 10 5 4 Tanaman pokok Jumlah a b 5 c d e f g h i 10 10 10 j k l m n o p q 20 65 20 25 40 70 20 20 40 1166 0 0 20 492 0 0 0 r s t 20 10 30 30 60 5 u v w 55 85 65 60 120 88 63 39 80 2469

No 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Nama Tolep Naya Ponidi Alek Tamin Ponijan Arhak Sugeng Sarep

L/P L L L L L L L L L

Umur 40 70 55 60 51 35 70 45 65

Klrg 5 4 5 4 4 3 3 4 5

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Jumlah

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

xii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : SUMBER REJEKI : WONOWIRI : PLETES : SLAMET
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 3 5 0,25 0,25 0,25 0,25 20 m 0,25 0,25 2 4 4 6 1 1 4 5 1 Tanaman pokok Jumlah a b c d e f g h i 10 1 4 10 26 25 12 6 7 4 6 1 7 6 2 2 4 2 6 5 j k l m n 2 o 3 p q 35 72 20 40 35 35 5 5 12 14 45 9 8 3 35 r s t u 30 4 21 45 v w 80 80 54 105 70 73 36 14 54 26 68

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Ribut Kijo Sarno Sar Bonari Eda Paidi Selo Kasidi Slamet Sunarso

L/P L L L L L L L L L L L

Umur 42 55 45 50 51 27 35 50 55 38 40

Klrg 4 3 5 5 7 3 3 4 6 4 6

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

xiii

Lampiran 1 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK


No 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Tugi Paijo Kusno Sagi Ponidi Meseno Kasiran Sugiono Misman L/P L L L L L L L L L Umur 35 35 40 30 50 25 46 30 Klrg 4 4 7 6 3 4 3 3

: SUMBER REJEKI : WONOWIRI : PLETES : SLAMET


Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Luas (Ha) 0,25 0,5 0,25 0,5 0,25 0,5 0,3 0,5 0,5 5,8 0 2 5 1 1 25 0 1 21 13 4 0 0 193 3 19 4 2 2 5 8 2 10 15 23 1 4 24 38 5 1 Tanaman pokok Jumlah a b c d e 2 f g h i 10 10 24 1 1 1 4 9 4 j 2 1 4 1 k l m n o p 2 1 q 2 15 11 2 15 4 22 105 11 505 0 0 9 25 37 294 0 1 25 28 10 5 1 r s t u v w 18 58 67 14 21 18 77 161 54 1148

Jumlah

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jarak, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kepuh, l. Kemiri, m. Knitu, n. Melinjo, o. Mangga, p. Mengkudu, q. Nangka, r. Pakem, s. Pinang, t. Petai, u. Sukun, v. Sapen, w. Trembesi

xiv

Lampiran 2 Anggota Kelompok Tani, Jenis dan Jumlah Tanaman Pokok di Blok Bonangan KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN I : BONANGAN I : BONANGAN : SUGIANTO
Tanaman pokok No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Samijo Suah Senaim Sinto Suleha Sugeng Sukiman Katirin Jarianto Senimin Misto Klrg 7 5 3 3 6 4 5 4 3 3 4 Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Trate Wonoasri Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,50 0,25 0,50 0,25 0,25 0,38 0,25 0,25 0,25 46 2 5 3 22 3 2 2 9 2 3 2 10 4 3 7 2 5 b 7 c 9 7 10 9 23 20 8 13 5 8 11 7 2 1 1 1 1 5 5 14 3 d e 39 1 7 3 3 3 8 7 17 3 6 8 1 5 4 5 5 f g 9 3 13 17 5 1 6 2 h 4 4 16 11 36 2 16 11 36 19 15 3 3 1 3 3 7 44 16 5 7 24 9 10 24 12 i j 7 121 21 116 83 125 39 72 58 64 67 65 Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Kedawung, d. Kluwih, e. Kemiri, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Pinang, j. Petai

xv

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN I : BONANGAN I : BONANGAN : SUGIANTO
Luas (Ha) 0,25 0,50 0,25 0,75 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 0,50 0,25 1 4 11 5 19 2 5 71 1 13 7 4 1 1 2 6 5 9 5 24 8 26 8 15 23 9 1 3 1 5 4 1 3 5 2 8 11 4 2 1 7 6 Tanaman pokok Jumlah a b c d e f 3 3 7 9 18 g 3 5 8 11 6 6 21 5 5 7 3 h 12 10 12 25 11 38 63 15 10 31 10 4 8 4 2 i j 50 75 7 15 15 13 19 20 3 16 5 68 98 49 90 99 72 169 67 45 165 40

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Nurha Timbul Ningkram Asma Parto/ Surip Rukuh Sukiran Gombloh Jun Nerti Asmawi

Klrg 2 4 4 4 4 4 8 3 4 7 3

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Trate Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Kedawung, d. Kluwih, e. Kemiri, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Pinang, j. Petai

xvi

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN I : BONANGAN I : BONANGAN : SUGIANTO
Tanaman pokok No. 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah Nama Matamir Timan Miun Jarno Wagiran Wito Sugianto Sugiono Klrg 5 6 4 5 5 6 3 3 Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 0,25 0,50 0,25 9,88 8 4 13 11 5 2 28 2 291 b 4 6 2 5 20 6 2 5 124 c 5 26 4 5 10 7 37 15 364 49 1 1 1 3 d e 5 6 5 5 7 1 1 2 120 159 7 7 3 f 5 4 5 g 4 17 5 11 18 3 9 8 221 h 27 13 13 24 25 10 34 17 570 44 3 3 10 5 20 10 26 4 473 i j 2 60 76 57 67 116 50 143 53 2415 Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Kedawung, d. Kluwih, e. Kemiri, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Pinang, j. Petai

xvii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN II :: BONANGAN : PAK TRONJOL
Luas (Ha) 0,50 0,25 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 5 2 Tanaman pokok Jumlah a 10 10 12 12 2 2 4 8 b 12 6 10 5 3 1 2 2 5 3 9 15 6 1 1 c 8 d 38 9 6 9 15 22 7 2 7 12 10 1 2 1 5 2 3 2 2 1 2 7 5 6 4 4 6 3 4 3 6 e 20 f 6 g 1 h 9 8 2 13 i 9 8 3 5 10 20 10 4 6 2 5 j 40 29 41 31 30 10 10 10 17 25 30 k 48 54 2 3 20 3 7 17 5 15 5 1 l 4 205 124 79 85 85 70 50 48 58 69 87

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Tronjol Tulus Panijan Kruwit Emat Songat Muni Dari Duwi Hadi Sugeng Wakijan Misman

Klrg 4 3 2 3 4 5 4 5 4 4 4

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Sidodadi Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xviii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN II :: BONANGAN : PAK TRONJOL
Luas (Ha) 0,25 0,50 0,25 0,25 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,38 0,38 17 5 5 5 2 15 3 Tanaman pokok Jumlah a 5 21 3 11 12 5 2 b 4 3 3 11 26 7 8 7 6 12 10 3 3 5 5 5 10 3 2 4 3 12 1 1 2 15 5 20 21 14 25 c 2 11 d 9 5 4 e f 2 6 g h 4 i 12 25 12 20 12 j 20 70 10 41 87 35 20 25 19 21 5 k 7 16 2 9 6 20 11 15 29 40 15 l 65 161 30 101 159 82 49 80 87 137 63

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Banjir Meseran Bejo Mudiyan Jerman Taji Narto Trubus Saman Basuki Jemali

Klrg 6 4 3 3 6 5 4 4 6 4 4

Alamat Pantong Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xix

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN II :: BONANGAN : PAK TRONJOL
Tanaman pokok No. 23 24 25 Jumlah Nama Paeran Hasan Senelam Klrg 5 3 4 Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,25 7,50 8 2 10 171 8 2 102 48 b c 1 d 1 3 1 243 46 78 8 e 5 7 f g h 5 2 2 112 10 3 256 i j 16 5 1 648 k 5 3 12 369 5 l 41 40 31 2086 Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xx

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN III : BONANGAN : BONANGAN : NINGRAT
Tanaman pokok No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Ningrat Kiman Waris Gano Sutik Banari Turiman Parman Taimin Panidi Kuseno Sam Klrg 5 4 5 5 6 5 5 6 7 6 6 6 Alamat Wonoasri Sidodadi Wonoasri Jember Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 0,25 0,25 0,25 0,50 10 5 7 5 10 15 10 5 6 10 40 15 40 10 10 5 8 b c d e 5 30 f g 4 5 5 5 13 5 10 15 10 5 h 30 20 30 30 40 40 50 70 30 40 20 30 i 40 10 50 40 30 20 20 80 50 20 40 j 87 65 100 80 100 70 100 180 100 70 81 120 Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Petai, j. Sukun

xxi

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN III : BONANGAN : BONANGAN : NINGRAT
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 0,50 0,25 0,50 0,25 0,25 15 15 50 20 Tanaman pokok Jumlah a 5 5 20 5 5 5 30 35 10 20 b c d e f g 5 30 20 15 15 5 30 20 10 20 h 40 30 70 30 40 30 30 40 50 70 i 30 35 80 20 20 20 70 65 30 90 j 80 100 190 70 80 60 160 160 100 200 0 75

No. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kiki

Nama

Klrg 5 4 5 4 5 5 7 6 4 7 5 7

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Ketangi Wonoasri Wonoasri Wonoasri Pantong Andongsari

Bagong Gino Nuri Minah Budi Sausin Pan Ribut Toiran Monori Ran

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Petai, j. Sukun

xxii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN III : BONANGAN : BONANGAN : NINGRAT
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,50 0,25 0,50 9,00 10 5 6 277 10 40 5 40 110 20 307 Tanaman pokok Jumlah a 10 30 20 10 b c d e f g 15 5 20 5 h 30 20 100 30 80 1170 40 50 990 4 4 i 20 j 65 150 80 145 145 2968

No. 25 26 27 28 29

Nama Sarip Rianto Aris Teman Kumbal

Klrg 6 4 2 6 5

Alamat Pantong Wonoasri Pantong Wonoasri Wonoasri

Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Mangga, g. Mengkudu, h. Nangka, i. Petai, j. Sukun

xxiii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN IV :: BONANGAN : RATENI
Luas (Ha) 0,50 0,50 0,50 0,50 0,25 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50 1 7 9 6 9 9 2 2 11 6 2 1 2 2 2 Tanaman pokok Jumlah a 12 6 10 b c 6 d e 34 9 1 6 15 36 8 21 21 2 4 4 6 8 2 6 7 4 2 6 2 6 12 36 1 f 2 g 6 3 4 h i j 30 12 90 35 12 42 9 22 36 38 74 k 32 7 4 1 19 22 17 8 14 4 l 41 26 2 33 16 36 14 34 36 2 15 163 67 107 88 77 163 59 110 137 82 113

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Buang Lispah Padi Wage Gito Kusman surip Jarwo Samin Berin Miso

Klrg 4 3 4 5 5 4 4 4 3 4 7

Alamat Bonangan Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

4 Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Melinjo, i. Mangga, j. Nangka, k. Mengkudu, l. Petai

xxiv

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN IV :: BONANGAN : RATENI
Luas (Ha) 0,50 0,50 0,25 0,50 0,38 0,25 0,25 0,50 0,50 0,50 0,25 Tanaman pokok Jumlah a 9 7 7 11 4 4 6 1 9 12 7 1 7 7 4 19 b c d e 32 31 9 17 4 12 24 10 22 34 17 3 2 2 10 9 6 1 2 2 3 2 10 6 8 25 4 2 2 4 4 4 5 f g 4 h i 6 4 j 37 20 30 26 7 16 22 106 36 30 22 k 13 170 10 8 8 13 9 45 23 32 26 30 20 20 30 32 40 36 l 22 44 123 286 97 118 59 69 86 201 139 167 103

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Bugiman Rateni Dasuki Broto Said Demung Samsul Ngatini Sadin Bambang Minal

Klrg 5 4 5 3 4 4 5 5 5 3 4

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

8 Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Melinjo, i. Mangga, j. Nangka, k. Mengkudu, l. Petai

xxv

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN IV :: BONANGAN : RATENI
Luas (Ha) 0,50 Tanaman pokok Jumlah a 12 9 b 11 3 c d e 36 41 20 0,50 1 10 f 4 2 4 3 g 8 7 6 2 h 4 i 6 9 4 4 j 23 32 21 106 k 38 13 9 45 l 66 67 30 30 748 208 183 94 201 3300

No. 23 24 25 26

Nama Satimin Sujarno Sukarman Ngatini

Klrg 7 5 5 5

Alamat Bonangan Wonoasri Wonoasri Wonoasri

162 11 45 21 481 47 115 4 156 934 576 Jumlah 10,63 Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Melinjo, i. Mangga, j. Nangka, k. Mengkudu, l. Petai

xxvi

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN V : BONANGAN : BONANGAN : MUASI
Luas (Ha) 0,50 0,50 0,38 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 8 8 2 12 6 5 5 Tanaman pokok Jumlah a 1 5 3 3 1 15 16 18 27 27 14 9 4 6 7 15 6 7 7 6 7 5 4 2 4 8 b c 6 d 15 41 35 e 32 3 4 7 f 11 3 g 3 1 h i 18 5 2 j 35 25 16 10 19 12 8 11 14 k 76 75 17 74 42 52 11 44 43 68 62 l 52 25 5 12 8 22 28 28 29 21 24 6 1 2 m 249 185 82 119 112 120 77 124 134 120 114

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Simon Ali/ muasi Misiran Supriyono Togi Bero Giman Suroto Paeran Sumarno Surip Lasiran

Klrg 3 4 3 6 4 4 6 5 3 3 4

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Kepuh, h. Melinjo, i. Mangga, j. Mengkudu, k. Nangka, l. Petai, m. Sukun

xxvii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN V : BONANGAN : BONANGAN : MUASI
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 4 9 6 6 8 5 7 9 Tanaman pokok Jumlah a 8 6 8 7 6 10 4 28 37 21 51 16 17 8 12 31 12 14 8 9 2 5 b c d e 4 11 9 8 4 27 5 4 6 5 9 8 7 f g h i j 12 5 15 27 12 14 27 16 18 21 16 k 51 34 58 56 32 62 32 41 46 18 39 8 58 7 6 18 l 12 10 6 18 22 2 m 7 4 4 94 104 159 150 139 124 106 136 111 92 100

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Saeman Wedi Siman Muarip Sukirno Misman Mitro Darmin Trubus Sugiono Gito

Klrg 6 3 2 4 5 6 4 4 5 5 6

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Kepuh, h. Melinjo, i. Mangga, j. Mengkudu, k. Nangka, l. Petai, m. Sukun

xxviii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK


No. 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Mudiyan Maun Kajat Wito Hajari Gudel Budi Agus Klrg 3 4 2 6 3 3 3 4

: BONANGAN V : BONANGAN : BONANGAN : MUASI


Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 8,38 128 54 33 4 12 3 1 4 3 4 Tanaman pokok Jumlah a 9 7 7 11 6 6 7 26 4 517 9 12 8 2 7 6 5 214 11 109 5 12 14 80 5 2 4 6 2 6 12 12 24 21 459 b c d e f g h i 7 j 14 17 18 k 56 33 37 64 52 54 34 27 1390 l 11 8 14 58 9 7 7 23 556 26 m 97 87 97 143 88 106 109 105 3583

Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Kepuh, h. Melinjo, i. Mangga, j. Mengkudu, k. Nangka, l. Petai, m. Sukun

xxix

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VI : BONANGAN : BONANGAN : SUCIPTO
Luas (Ha) 0,50 0,50 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 Tanaman pokok Jumlah a 3 2 2 2 2 2 6 2 2 2 2 6 2 2 2 3 6 3 2 2 2 b c 2 d 45 19 94 19 20 24 14 24 14 14 14 3 4 6 2 2 2 2 2 3 3 5 3 6 11 5 14 15 16 14 6 e 1 f 7 g 3 h 4 i 40 5 j 35 21 16 15 15 56 46 46 36 16 26 k 40 135 35 35 10 5 20 12 16 16 26 4 l 7 187 182 158 90 62 100 100 105 91 80 78

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Hadi Sucipto Waras Sunar Badrus Satiman Misman Bibit Sigi Broto Musidi Murdi

Klrg 5 6 5 4 5 6 7 3 3 7 8

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxx

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VI : BONANGAN : BONANGAN : SUCIPTO
Luas (Ha) 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,38 Tanaman pokok Jumlah a 4 2 2 4 4 2 2 4 16 12 6 2 b c 4 2 2 2 2 2 2 2 8 d 20 14 14 19 12 16 14 11 43 2 6 2 3 2 2 4 4 4 e 2 2 f 4 2 g h i 46 14 10 6 6 16 6 11 64 j 40 26 26 16 18 54 46 19 147 k 86 18 24 26 11 17 24 36 302 4 l 206 80 78 85 62 109 96 89 602

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Nama Jemani Sanaji Banbi Sukaji Untung Yuda Waris Tukiran Kasmin

Klrg 7 4 4 5 6 3 5 4 4

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxxi

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VI : BONANGAN : BONANGAN : SUCIPTO
Luas (Ha) 0,38 0,50 0,25 Tanaman pokok Jumlah a 25 b 10 3 4 c d 40 14 14 e 4 7 f 15 15 4 g h i 20 15 16 j 50 76 26 k 200 86 39 15 l 364 220 99 3323

No. 21 22 23

Nama Purwanto Paijan Timan

Klrg 5 7 3

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri

7,25 92 45 50 532 45 80 3 8 362 872 1219 Jumlah Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxxii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VII : BONANGAN : BONANGAN : PAIDI
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,38 0,38 0,25 2 8 20 6 3 5 22 1 11 2 1 1 20 7 6 11 5 8 20 2 2 9 8 10 2 2 3 3 15 10 2 4 3 Tanaman pokok Jumlah a b c d 11 e 3 f g h 3 2 i 8 2 50 15 5 6 6 2 37 40 1 j 34 16 10 27 10 17 30 17 45 50 28 8 16 5 8 29 9 13 2 1 k 25 6 l 84 34 90 66 42 66 69 46 153 101 80

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Paidi Murdi Sugianto Jamin Parmin Saman Nono Banari Misiran Fuat Ayik

Klrg 4 3 4 2 6 3 4 4 4 2 2

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxxiii

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VII : BONANGAN : BONANGAN : PAIDI
Luas (Ha) 0,50 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 4 5 2 2 3 4 4 4 3 Tanaman pokok Jumlah a 3 b c 6 5 6 8 3 2 5 7 11 4 5 17 12 7 4 1 3 7 6 2 4 15 1 2 6 6 d e 8 1 f g h i 2 3 7 6 7 5 3 2 5 j 37 27 11 45 11 15 10 20 11 7 17 10 1 5 k 10 8 5 6 l 66 46 52 78 45 33 50 61 63

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Nama Singgih Misiran Suto Gunawan Kusno Bonah Bayanto Karno Jumain

Klrg 4 2 6 5 4 4 3 3 5

Alamat Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxxiv

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VII : BONANGAN : BONANGAN : PAIDI
Luas (Ha) 0,50 0,25 0,25 6,50 3 4 83 2 2 Tanaman pokok Jumlah a b c 5 6 7 84 2 2 33 d e 21 26 10 211 6 29 f g 4 6 8 66 h 25 5 11 96 4 8 224 i j 70 35 18 594 k 32 21 12 246 10 l 157 108 88 1678

No. 21 22 23 Jumlah

Nama Paidi Miso Wagino

Klrg 4 5 3

Alamat Kraton Kraton Kraton

Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Pinang, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai, l. Sukun

xxxv

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VIII : BONANGAN : BONANGAN : YATENO
Luas (Ha) 0,38 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 0,50 0,38 0,38 7 5 11 2 6 3 3 5 2 8 2 1 5 7 17 1 5 7 10 7 4 10 1 4 1 1 3 4 2 22 1 1 5 11 11 6 4 6 4 9 11 3 Tanaman pokok Jumlah a 11 b 16 c d 5 e f 14 g 1 h 4 1 1 1 i 1 j 53 7 13 14 3 12 24 31 14 15 13 k 22 64 8 1 5 20 14 26 81 28 5 127 72 30 28 29 74 60 87 129 72 58

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nama Tomo Tuiman Ngadeni Nurohmat Purnomo Tupadianto Misdi Dikin Sanimin No Japar

Klrg 4 4 5 3 4 5 4 3 6 3 5

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai

xxxvi

Lampiran 2 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BONANGAN VIII : BONANGAN : BONANGAN : YATENO
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,50 6,39 10 6 102 53 13 9 7 6 1 3 5 Tanaman pokok Jumlah a 4 12 b 7 1 4 2 1 5 3 c d 13 8 35 12 17 7 3 3 10 10 186 8 5 36 2 1 6 2 61 2 118 1 e 1 2 f 1 1 3 1 6 6 9 11 4 12 g h 21 7 i 3 1 4 4 4 3 3 3 5 5 71 16 9 25 55 8 15 75 436 75 406 j 17 17 k 1 3 1 7 14 17 6 8 68 52 47 57 59 72 84 30 71 178 1484

No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Nama Samin Riki Sarwi Jarwo Rossi Swono Sahawi Untung Timan Yateno

Klrg 6 5 4 3 4 4 4 6 6 3

Alamat Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri Wonoasri

Jumlah

Keterangan: a. Asam, b. Duwet, c. Pinang, d. Kedawung, e. Kluwih, f. Kemiri, g. Melinjo, h. Mangga, i. Mengkudu, j. Nangka, k. Petai

xxxvii

Lampiran 3 Anggota Kelompok Tani, Jenis dan Jumlah Tanaman Pokok di Blok Curah Malang KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Marsit Kusnoto Bandi Pornomo Surwiyono Tarmidi Wagiran Meswanto Sarkun Salim Phos Moyan L/P L L L L L L L L L L L L Umur 50 45 45 25 25 55 49 35 65 51 48 50

: BURUH TANI : PEGUNUNGAN CURAH MALANG : CURAH MALANG : SARKUN


Klrg 5 4 5 4 2 5 4 4 3 5 4 5 Alamat Trate Tegal Sari Ketangi Wonoasri Trate Jawatan Wonoasri Trate Pagergunung Pagergunung Ketangi Ketangi Luas (Ha) 0,38 0,75 0,38 0,25 0,25 0,50 0,25 0,25 0,25 0,50 0,30 0,25 2 3 2 5 4 10 20 2 4 2 2 7 2 4 5 8 0 7 7 4 1 1 2 2 5 1 1 7 9 4 5 1 5 7 3 2 Tanaman pokok Jumlah a b 7 15 13 5 c d e f 4 25 4 10 g h i 1 10 2 4 1 j k 2 l m n 2 10 3 5 o 10 35 5 10 p 105 25 39 10 8 71 12 21 24 14 10 25 8 36 5 1 1 1 2 q 5 10 4 20 3 7 0 6 r s t 136 130 71 64 11 94 24 34 56 66 65 61

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jengkol, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kemiri, l. Knitu, m. Melinjo, n. Mangga, o. Mengkudu, p. Nangka, q. Petai, r. Sukun, s. Trembesi, t. Pinang

xxxviii

Lampiran 3 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : BURUH TANI : PEGUNUNGAN CURAH MALANG : CURAH MALANG : SARKUN
Luas (Ha) 1/4-4/9 0,38 0,25 0,50 0,50 0,25 0,50 0,50 7,18 1 1 3 16 13 2 18 141 1 9 22 3 10 1 4 32 8 9 18 129 2 2 2 6 16 12 133 4 8 4 28 2 2 1 3 6 6 4 15 4 82 3 7 3 2 10 8 6 11 116 Tanaman pokok Jumlah a b c d e f 4 g h i 15 40 3 j k l m n 5 3 o p 20 20 15 85 26 48 63 52 693 11 7 33 10 176 1 1 3 9 10 1 9 1 4 q 10 1 r s t 54 77 18 90 102 113 145 159 1570

No 13 14 15 16 17 18 19 20

Nama Sadin S. T. Ngadino Mardi Rosyit Nimah Parmin Sugianto Katirin

L/P L L L L P L L L

Umur 33 38 45 22 50 48 32 60

Klrg 4 4 3 2 1 4 3 2 73

Alamat Ketangi Pagergunung Jawatan Trate Trate Kobla Wonoasri Wonoasri

Jumlah

Keterangan: a. Alpukat, b. Asam, c. Durian, d. Duwet, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jengkol, h. Kedondong, i. Kedawung, j. Kluwih, k. Kemiri, l. Knitu, m. Melinjo, n. Mangga, o. Mengkudu, p. Nangka, q. Petai, r. Sukun, s. Trembesi, t. Pinang

xxxix

Lampiran 3 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Mistom Marsit Mujiono Neman Poniman Katijo BB Sini Hari Misjowo B. Paini Maridin Kubaiji L/P L L L L L L P L L L L L Umur 36 50 45 65 50 83 60 42 24 54 80 48

: RUKUN SANTOSO : CURAH MALANG II : CURAH MALANG II : PARJI


Klrg 4 5 4 1 4 8 2 2 3 4 2 3 Alamat Trate Trate Jawatan Kraton K. Templek Jawatan Jawatan Kraton Ketangi Kraton Kraton Tirtoasri Luas (Ha) 25 m 1/4+1 w 0,25 0,25 0,50 1,00 0,38 3,00 1,00 1,00 1,00 0,75 4 13 1 5 27 27 4 4 4 12 7 16 14 6 38 5 4 4 100 3 12 2 2 6 2 6 2 2 7 7 4 Tanaman pokok Jumlah a b c d e 2 2 2 3 3 10 17 6 4 2 12 3 f g h i j k 9 10 4 6 10 10 5 25 7 16 2 17 l 31 40 11 10 60 15 29 29 36 4 17 14 1 1 2 3 1 2 2 20 49 5 10 11 34 26 1 12 44 20 4 m n o p 42 97 80 40 125 68 86 181 50 48 89 175

Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Jambu air, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Knitu, i. Flamboyan, j. Mangga, k. Mengkudu, l. Nangka, m. Pakem, n. Pinang, o. Petai, p. Sukun

xl

Lampiran 3 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK


No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Waris Riswadi Ketang Suparmin Suratin Si Is B. Yani Misdi Sukardi Cipto Daman Huri Abdur Rosid L/P L L L L L L P L L L L L Umur 14 36 50 41 42 50 55 55 54 35 40 35

: RUKUN SANTOSO : CURAH MALANG II : CURAH MALANG II : PARJI


Klrg 6 4 3 5 5 4 5 6 5 3 6 3 Alamat Trate Trate Silir Blater Kraton Kraton Kraton Trate Trate Ketangi G. Gebong Kraton 0,25 1,00 1,00 Luas (Ha) a 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,13 3 10 5 3 10 2 6 50 5 2 2 3 4 3 3 14 2 10 5 4 5 1 8 3 7 2 5 b c 1 d 5 10 5 5 5 15 10 7 1 1 6 5 7 12 5 e f Tanaman pokok g h 4 1 i j k 6 5 5 2 6 9 10 5 5 l 15 13 40 5 43 17 15 5 10 2 36 15 1 25 11 25 20 2 2 1 1 m n o 8 8 30 7 20 12 7 p 47 41 87 21 86 103 61 21 56 37 100 71 Jumlah

Jumlah 13,25 173 1 54 37 99 126 33 12 79 67 191 512 4 13 405 6 1812 Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Jambu air, e. Kedawung, f. Kluwih, g. Kemiri, h. Knitu, i. Flamboyan, j. Mangga, k. Mengkudu, l. Nangka, m. Pakem, n. Pinang, o. Petai, p. Sukun

xli

Lampiran 3 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Sartam Denun Miseri Mustadi Imam Nyoto Gombloh Sukadi A. Narpan Sahur Siswono Sunar L/P L L L L L L L L L L L L 33 5 42 4 Umur 53

: CURAH MALANG I : CURAH MALANG : CURAH MALANG : PONIRAN


Klrg 3 Alamat Trate Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Kraton Luas (Ha) 0,4 0,25 0,25 0,25 0,3 0,5 1 0,75 0,2 0,25 0,25 0,25 2 7 6 10 9 6 4 15 21 12 7 6 3 2 13 18 4 8 7 5 9 Tanaman pokok Jumlah a b c d 20 1 e f 3 7 4 5 2 4 27 8 11 5 19 24 24 10 6 9 10 1 27 3 4 5 5 2 8 7 2 3 10 1 1 1 2 6 2 3 3 22 14 4 g h i j k l m 13 n 1 o 18 25 14 13 42 26 41 46 6 7 8 16 p q 18 5 3 7 4 9 29 27 8 8 5 7 2 10 5 6 2 1 r s 73 87 52 53 70 69 185 150 54 54 47 47

Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Flamboyan, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jeruk, h. Kedawung, i. Kluwih, j. Pakem, k. Kemiri, l. Knitu, m. Mangga, n. Mengkudu, o. Nangka, p. Pinang, q. Petai, r. Sirsak, s. Trembesi

xlii

Lampiran 3 (Lanjutan) KELOMPOK TANI BLOK/LOKASI WILAYAH KETUA KELOMPOK : CURAH MALANG I : CURAH MALANG : CURAH MALANG : PONIRAN
Luas (Ha) 0,25 0,25 0,3 0,5 0,25 0,4 0,5 Tanaman pokok a 3 20 11 6 2 3 1 5 1 4 3 b c 15 3 d e f 15 g h 7 5 4 7 8 16 2 1 1 1 2 1 3 15 4 i j k 15 2 l 2 2 m 6 8 2 n o 33 12 42 68 20 58 33 7 3 1 p q 17 13 11 30 18 20 114 r 5 s Jum lah 118 65 75 120 55 107 171

No

Nama

L/P

Umur

Klrg

Alamat

13 14 15 16 17 18 19

Suwandi Sukadi B. Poniran B. Suyadi B. Sini Sukidi Kasiyono

L L L L P L L

30 37 60

5 4 4 4

Kraton Kraton Trate Trate Trate Trate Kraton

60 47 64

2 5 9

7,1 125 4 107 20 1 54 1 200 32 3 35 61 43 43 528 11 353 30 1 1652 Jumlah Keterangan: a. Asam, b. Durian, c. Duwet, d. Flamboyan, e. Jambu air, f. Jambu mete, g. Jeruk, h. Kedawung, i. Kluwih, j. Pakem, k. Kemiri, l. Knitu, m. Mangga, n. Mengkudu, o. Nangka, p. Pinang, q. Petai, r. Sirsak, s. Trembesi

Lampiran 4 Luas Lahan dan Jumlah Tanaman Pokok Rehabilitasi Resort Wonoasri Tiap Blok 1. Blok Bletes Kelompok tani Wana makmur Pletes Rukun Tani Mojo Tani Sumber Rejeki Jumlah

Luas (Ha) 9,75 5,75 4,25 8,12 5,80 33,67

Jumlah tanaman 3189 2515 1222 2469 1148 10543

2.

Blok Bonangan Kelompok Tani Bonangan I Bonangan II Bonangan III Bonangan IV Bonangan V Bonangan VI Bonangan VII Bonangan VII Jumlah

Luas (Ha) 9,88 7,50 9,00 10,63 8,38 7,25 6,50 6,39 65,53

Jumlah tanaman 2347 2086 2968 3290 3583 3323 1678 1484 20783

3.

Blok Curah Malang Kelompok Tani Buruh Tani Rukun Santoso Curah Malang I Jumlah

Luas (Ha) 7,18 13,25 7,1 27,53

Jumlah tanaman 1570 1812 1652 5034

ii

Lampiran 5 Manfaat Jenis Tanaman Pokok di Lahan Rehabilitasi Desa Wonoasri


No 1 Tanaman pokok Nangka Manfaat Biji: tepung, konsumsi, pendingin, tonik, patinya untuk penyakit hati; Daun: luka, borok, bisul, pakan ternak; Kulit kayu: tapal, tali, kain, pewarna jubah; Daging: pendingin, tonik, aneka olahan makanan; Akar: penyakit kulit, sesak napas, ekstrak akar: demam, mencret, malaria; Kayu: penenang, lebih unggul dari jati; Empulur: aborsi; Getah: bisul bernanah, gigitan ular, pembengkakan kelenjar. (Soepadmo 1997; Sastrahidajat 1986; Mujenah 1993) Nilai gizinya sekelas apel, mengandung antioksidan yang bisa menangkal macam-macam penyakit, meningkatkan kemampuan belajar anak dan menghilangkan depresi, penyedap makanan, sumber energi, vitamin C, fosfor, obat hati dan ginjal, menjaga saluran pencernaan. (www.balittro.go.id, masenchipz.com) Biji: konsumsi, kembung, nyeri haid, akan bersalin, demam nifas, penguat lambung; Kulit batang: mencret, kudis; Daun: perut nyeri, , mulas; Kulit buah: obat kudis, mencuci kepala. (Puspita 2006; Dewi 2007; www.hupelita.com; Mujenah 1993) Buah: memulihkan dari kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, Diabetes tipe 1 dan 2, stroke, zat antibakteri, obat batuk, radang amandel, sariawan, tekanan darah tinggi, beri-beri, melancarkan kencing, radang ginjal, radang empedu, radang usus, disentri, sembelit limpa, lever, kencing manis, cacingan, cacar air, kegemukan, sakit pinggang, sakit perut dan masuk angin.menurunkan tekanan darah tinggi dan sejumlah penyakit lain; Akar:zat pewarna; Daun; masuk angin, kencing manis, Kulit kayu: disentri, batuk rejan; Putik bunga: radang usus dan lambung. (Mujenah 1993, pustakaalbayaty.wordpress.com,prawira.wordpress.com; www.balittro.go.id) Biji: pengental cetak tekstil, pencegahan diare, konsumsi, minyak biji: cat, vernis; Tepung biji: olahan makanan, disentri, diare; Kulit kayu: asma, gangguan datang bulan, demamluka, borok, bisul, ruam, obat kuat, abunya pencernaan; Daun muda: rematik, luka, tapal radang, bengkak persendian, bengkak, penghilang rasa sakit, batuk, radang selaput mata; Daging buah: obat pendingin, pencahar, ketombe, nyeri haid, alergi, sariawan, cacar air. ( Mujenah 1993; Verheij dan Coronel (editor) 1997; carahidup.um.ac.id; books.google.co.id) Buah: dikonsumsi, olahan makanan, antioksidan dan betakaroten, Vitamin C, mengobati stroke, desinfektan tubuh, pembersih darah, penurun panas badan, penghilang, antibiotik; Kulit batang: antibiotik; Inti biji: pakan ternak; Biji: obat pengelat; Kayu: arang; kulit batang: antibiotik. (Gruezo 1997; www.indonesiaindonesia.com; situs hijau.co.id; toiusd.multiply.com) Daun: demam, penambah ASI, penyakit kuning (hepatitis), pakan ternak, penangkal racun; Kulit buah: demam, penambah ASI; Buah: bahan pangan, pakan ternak; Kayu: bahan bangunan, papan selancar, perahu, mainan, kotak, peti, konstruksi ringan, penghalang angin; Bunga jantan kering: obat nyamuk; Bulir bunga jantan: kain; Kulit kayu: kain; Getah: tapal perahu, permen karet, perangkap burung, obat diare. (infopekalongan.com; Angkasa dan Nazaruddin 1994; iptek.net.id; www.ebookpangan.com; Porsea, 1997)

Petai

Kedawung

Mengkudu

Asam

Mangga

Kluwih dan sukun

iii

Lampiran 5 (lanjutan)
No 8 Tanaman pokok Kemiri Manfaat
Biji; bumbu dapur, disentri, kencing nanah, asma, campuran obat, sembelit, cat, pabrik sabun, minyak biji; kerontokan rambut, bengkak, demam, kudis, luka bakar, pemeliharaan rambut, sakit kepala; Kulit kayu: disentri, murus darah, sariawan; Daun: resam tubuh; Bungkil: pupuk; Kayu: perabot, anak korek api. (Dewi 2007; Mujenah 1993; Zuhud et al. 2000; Heyne 1987) Buah: konsumsi, olahan makanan, obat kencing manis; Daun: obat kencing manis, pakan ternak; Bunga: madu nektar; Kulit kayu: obat kumur, pewarna, kencing manis, diare, pewarna jala, perlambat keasaman tuak; Biji: kencing manis, disentri, diare, dan penyakit lainnya; Pohon: naungan, penahan angin; Kayu: bahan bakar, bangunan. (Heyne 1987; www.iptek.net.id; Tohir 1981; Sastrahidajat 1986; Verheij dan Coronel (editor) 1997) Tanaman hias (http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/26/flamboyan-tanamanterindah-di-dunia/) Buah; konsumsi, olahan makanan; Kayu: bahan bangunan, kayu bakar; kulit batang: frambusia, sariawan. (Tohir 1981; id.wikipedia.org; Mujenah 1993) Daun: obat diabetes, rematik; Kulit batang: tonik, stimulant; Buah: konsumsi, olahan makanan; Kayu: konstruksi, cabang-cabang tua untuk menumbuhkan anggrek, tanaman hias. (community.kompas.com; iptek.net; Verheij dan Coronel (editor) 1997) Biji berkhasiat sebagai urus-urus. Daunnya untuk sakit kulit atau kudis. (kambing.ui.ac.id) Abu kulit buah: pewarna merah; Daun: terkilir, demam; Kulit batang: kencing kurang lancer; Buah: pewarna jingga; Biji: jamu, haid tidak teratur, konsumsi, minyak: koreng, trachoma, lampu, cat; Kayu: konstruksi sementara; Pohon: peneduh. (www.kehati.or.id; Mujenah 1993) Biji: konsumsi, minyak untuk lepuhan pada kaki pecah-pecah, kutil, katimumul, jerawat; Buah semu: konsumsi, olahan makanan, mual, obat kumur, gurah; Kulit kayu: bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna; Kulit batang: obat kumur, obat sariawan, katimumul, zat penyamak; Gum/blendok: perekat buku, anti gengat; Akar: pencuci perut; Daun: konsumsi, obat luka bakar, radang amandel, ruam kulit; Getah buah: lepra, borok, eksema; Minyak biji: kena racun makanan; Kulit biji: pakan unggas, industri (pengawet kayu, jala penangkap ikan), kayu bakar; Ampas cangkang: bahan bakar; Kayu: perkakas kualitas rendah; Semua bagian: sakit kulit, pembersih mulut, pencahar. (Mujenah 1993; Eijnathen 1997; Heyne 1987; www.iptek.net.id; warnadunia.com) Biji: antiseptik, pengawet ikan, rambut kotor, haid tidak teratur; Kayu: batang korek api; Daun: obat cacing; Kulit kayu: mematikan ikan (tuba ikan) maupun udang; Inti biji: pembersih kutu / caplak pada lembu, pengganti minyak kelapa, minyak oles radang sendi dan penyakit kulit; Getah daun: koreng; Akar: rematik. (Mujenah 1993) Daun: bahan pangan; Biji: bahan pangan; Kulit biji: bahan pangan; Daun: obat kurang darah; Kulit batang: serat kualitas tinggi, tali panah (Sumba), tali pancing, jarring. (www.google.com; Mujenah 1993; Verheij dan Coronel (editor) 1997)

Duwet

10

Flamboyan

11

Jambu air

12

Knitu

13 14

Trembesi Kepuh

15

Jambu mete

16

Pakem

17

Melinjo

iv

Lampiran 5 (lanjutan)
No
18

Tanaman pokok
Sirsak

Manfaat
Buah: panganan olahan, peluruh keringat, anti kejang, kekurangan Vitamin C, disentri, ambeien, sakit kandung urine, anyang-anyangan, air buah: sembelit, empedu berbatu; Batang: kayu bakar; Daun: bisul, peluruh keringat, anti kejang, kekurangan vitamin C dan disentri, bisul, ambeien, sakit kandung urine dan anyang-anyangan. (Sunarjono 1998; Hariana 2006; Mujenah 1993) Biji: untuk menyirih, penguat struktur gigi, obat cacingan, batuk berdahak, penambah nafsu makan, sakit mata, mengecilkan rahim setelah melahirkan, hidung berdarah, perut kembung, gangguan pencernaan, bengkak, rasa penuh di dada, luka, kudis, batuk, berdahak, sakit gigi, sakit pinggang, diare, disentri, difteria, terlambat haid, keputihan, beri-beri, edema, malaria, memperkecil putih mata pada glukoma; Daun: penambah nafsu makn, nyeri lambung, diare, borok, antiseptic, sakit pinggang. Kulit biji: busung air, beri-beri, kelengar matahari, diuretic, pencahar; Kulit biji: disentri, obat cacing kremi/ pita; Akar: obat sakit perut, haid berlebih, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret, disentri, mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil mata; Umbut muda: patah tulang, sakit pinggang (salah urat), bahan pangan; Daun: penambah nafsu makan, sakit pinggang, pembungkus makanan, topi; Sabut: gangguan pencernaan, sembelit, beri-beri, dan edema. (Zuhud 2000; balittro.litbang.deptan.go.id; Sastrahidajat 1986; Mujenah 1993) Buah: bahan pangan, penghangat badan, sembelit; Pohon: pencegah erosi di lahan-lahan yang miring; Batang: bahan bangunan/perkakas rumah tangga; Biji: alternatif pengganti makanan, olahan makanan; Kulit: bahan abu gosok, sembelit, pengasapan ikan; Akar: obat sakit demam, sakit kulit Daun: demam, katimumul; Kayu: konstruksi. (www.infopekalongan.com; Tohir 1981; Mujenah 1993; Verheij 1997) Kayu komersial Buah: konsumsi, baik untu bayi, minyak: industri kosmetik: sabun, pelembab kulit; Daun: obat sakit pinggang; Batang: bahan bangunan; Tanaman: konservasi lahan yang miring dan curam. (www.deptan.go.id; Sunarjono 1998; www.infopekalongan.com; Whiley 1997) Biji: bahan makanan, mencegah diabetes dan bersifat diuretik, kesehatan jantung, vitamin C, kandungan proteinnya lebih tinggi dari tempe, anemia, di samping bisa menyebabkan keracunan, penambah selera makan; Tanaman: kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat. (www.smallcrab.com) Kayu:kencing nanah, raja singa; Daun: batuk. (Mujenah,1993)

19

Pinang

20

Durian

21 22

Sapen Alpukat

23

Jengkol

24

Kedondong

Lampiran 6 Manfaat Jenis Asli yang Berpotensi untuk Ditanam di Lahan Rehabilitasi TNMB Tanaman No Manfaat rekomendasi
1 Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) Akar dan daun: sakit gigi; Buah: kejang perut, beri-beri, obat kuat, wanita yang sedang nifas, minuman penyegar, penghilang keringat, demam, tekanan darah rendah, cholera, lemah syahwat; Akar: masuk angin, sakit gigi, perut kembung, mulas, muntah-muntah, memperbaiki pencernaan, merangsang nafsu makan, peluruh keringat, encok, infeksi pada hati, dan kesulitan dalam bersalin. (Mujenah 1993; Dewi 2007; Heyne 1987) Asma, kencing nanah, disentri, mengobati saluran pernafasan, penyakit perut lainnya. (Mujenah 1993; Heyne 1987; Dewi 2007) Akar: sesak napas, nyeri perut, demam, muntah-muntah, sakit kepala, gigitan ular, pemberantas cacing pada kuda; Getah: bintik putih pada mata; Daun dan bunga: salep luka pada kuda.(Heyne, 1987) Kayu: bangunan (kurang awet); Kulit batang: obat luar, obat cacing perut, terkena racun binatang, mengurangi sekresi usus, sakit kejang perut bagian bawah, dan murus; Kayu: obat penyakit kelamin. (Heyne 1987) Nira: tidak teratur haid, sariawan, disentri, batuk, TBC, dahak berdarah, obat pencahar, wasir; Akar: ginjal,/ kandung kemih berbatu, anyaman tudung, benang kail, cambuk; Buah lontar: obat sakit kencing; Bunga/ akar: pencahar, peluruh kencing, obat cacingan, malaria; Getah: penawar racun, obat demam, perangsang, sakit gigi, batuk, disentri; Kayu: tongkat, talang, sagu; Daun: bungkus rokok, tali, lidi. (Mujenah 1993; Zuhud et al. 2000; Heyne 1987) Buah: pangan; Kayu: tahan lama, tiang rumah, gagang perabotan; Kulit buah: usir nyamuk, anti diare; Biji: demam; Kulit kayu: disentri, malaria, tapal, gigitan kalajengking. (Yaacob dan Rugsa 1997) Kayu: sembelit, muntah, rumah, perahu, lesung, kotak pengepak, kulit batang: tambang, bekleding/ tutup pot bunga, keranjang bunga; Serat tambaran (batang 2 -4 tahun): tambang jala dan kail; Kulit nyamu: baju, kain kepala, kain pinggang, tikar; Kulit batang: sakit pinggang, alat kontrasepsi bagi wanita; Getah: putih, berbau manis, pahit sebagai pulut burung, obat disentri, mulas; Daun: obat TBC; Biji: sakit perut, minyak goreng, minyak rambut.(Heyne 1987; Mujenah 1993) Daun: insektisida; Pohon suren: mengusir serangga (repellant), digunakan dalam keadaan hidup, antifeedant (menghambat daya makan) terhadap larva serangga uji ulat sutera, (pengusir atau penolak) serangga, termasuk nyamuk; Kayu surian: perahu (ringan, tahan air laut), peti, kotak, meja tulis, almari pakaian (harum), perabot, kelas kuat III dan IV, kelas sedang untuk kayu bakar, dan termasuk kelas II untuk bahan baku pulp dan kertas; Kulit batang: pembengkakan limpa; Ekstrak daun: antibiotik; Kulit: obat demam, salep untuk pembengkakan limpa, disentri, dan mencret. (Heyne 1987; Mujenah 1993) Usuk pada proses pengasapan daun tembakau (Setiawan 1999) Tiang rambatan tanaman pertanian, glantang pada proses pengasapan daun tembakau (Setiawan 1999)

2 3

Kemukus (Piper cubeba L. F.) Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth.) Sintok (Cinnamomum sintok Blume.) Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Langsat (Langsium domesticum Correa.)

Bendo (Artocarpus elasticus Reinw.)

Suren (Toona sureni Blume)

9 10

Bambu bulat (Bambusa sp) Bambu wuluh (Schizastycum blumei Nees)

vi

Lampiran 6 (lanjutan) Tanaman No rekomendasi


11 Bambu lamper (Schizastycum branchyladium Kurz) Rotan warak (Plectomocomia elongata Blumei) Joho lawe (Terminalia belerica Roxb.) Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Bendoh (Entada scandens Benth.) Kapulaga (Amomum cardamomum Wild.)

Manfaat
Anyaman untuk dinding gudang tembakau, rumah, kandang ternak (Setiawan 1999) Luka (Mujenah 1993)

12

13

Buah: pemelihara kehangatan badan (galihan), pewarna untuk kain, tetapi cepat luntur, penyamakan kulit. (Dewi 2007; Heyne 1987) Pangan, kayu kuat, awet:bangunan, mebel, perahu; Kulit kayu: tambang; Getah: pukat burung. (Heyne 1987; Jansen 1997) Mengembalikan kondisi wanita setelah bersalin, penyakit lambung, kerajinan ukir (Dewi 2007) Rimpang: kering, digiling untuk menghangatkan, obat sakit panas dan penyakit dalam; Minyak atsiri: rimpang dan akar; Buah: pengharum napas, gatal tenggorokan, air rebusan: obat kejang perut karena masuk angin (Heyne 1987; Dewi 2007) Akar: menghilngkan pedih di badan dan dada, tukak hidung; Kayu: ukiran kasar, peti, korek api; Kulit: obat kuat lambung dan isi perut, kembung, limpa membengkak, demam, nifas, obat cacing, kencing manis, malaria, wasir, penyakit kulit dan obat kuat; Getah: obat luka pada hewan, jelutung palsu, beri-beri, syphillis; Kulit pulai kering sebagai campuran obat, penolak demam, malaria, kencing manis, obat cacing, dan penguat lambung (Dewi 2007; Heyne 1987) Minyak atsiri berwarna kuning, resin, sebagai stimulan, karminatif, bumbu (Tjitrosoepomo 2005) Pelindung, tiang dan penyangga rumah, anyaman keranjang; Tunas muda: sayur; Daun dan ranting muda: pakan ternak (Heyne 1987) Galah gantungan tembakau; Rebung: obat cacing kuda, bangunan rumah, jembatan, anyaman, tali pengikat.(Heyne 1987) Tunas: konsumsi; Batang yang dilubangi dan diberi tanah menjadi tempat menanam, tempat air, bumbung penampung nira, tiang perahu dan tiang rumah, konstruksi jembatan gantung.(Heyne 1987) Tunas: obat cacing; Batang: keranjang, pengikat pagar; Air bambu: obat sakit mata, menjernihkan pandangan, radang (obat dalam dan luar).(Heyne 1987) Tunas untuk konsumsi; Batang: bilik, pengikat atap, penangkap ikan.(Heyne 1987) Obat pegal linu, sakit otot (Dewi 2007) Campuran obat (Dewi 2007) Campuran bahan obat (memiliki racun) (Dewi 2007)

14

15 16

17

Pulai (Alstonia scholaris Linn.)

18 19 20

21

Laos (Alpinia galanga L.) Pring ori (Bambusa bambos (L) Voss.) Bambu apus (Gigantochloa apus Kurz) Bambu betung (Dendrocalamus asper Schultes f.) Bambu matmat (Dinochloa scandens (Blume) O. Kuntze.) Bambu rampal (Schizostachyum zollingeri Kurz) Sambung otot Arjasa (Agenandra javanica ) Iles-iles (Amorpophallus sp.)

22

23

24 25 26

vii

Lampiran 7 Rekomendasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Pletes (33,68 ha) 1. TANAMAN DI LAHAN REHABILITASI A. Tumbuhan obat
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Jenis Kedawung Mengkudu Trembesi Kepuh Pakem Kemiri Nangka Petai Asam Mangga Kluwih Sukun Duwet Jambu mete Knitu Pinang Durian Alpukat Kedondong Jumlah Kerapatan 2678 373 53 36 31 29 4425 2101 297 265 102 12 47 4 3 1 5 6 3 80 11 2 1 0.92 0.86 131 62 9 8 3 0.36 1 0.12 0.09 0.03 0.15 0.18 0.09 Jarak tanam (m2) 25 x 25 2,5x2, 4x4, 5x5 (8-12)x(8-12) (8-10)x(8-10) (6-12)x(6-12) (6-12)x(6-12) (6-12)x(6-12) 12x12 (7-10)x(7-10) 12x12 13x15 (6-12)x(6-12) 7,5x12 Rekomendasi Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, dipungut masyarakat Pengayaan, dipungut masyarakat Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan Pengayaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

B. Tumbuhan penghasil pangan


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Kedawung Kemiri Duwet Pakem Knitu Pinang Nangka Petai Asam Mangga Kluwih Jambu air Sukun Jumlah Kerapatan 2678 29 47 31 3 1 4425 2101 297 265 102 48 12 80 0.86 1 0.92 0.09 0.03 131 62 9 8 3 1 0.36 Jarak tanam (m2) 25 x 25 12x12 12x12 (8-12)x(8-12) (8-10)x(8-10) (6-12)x(6-12) (6-12)x(6-12) (5-7)x(5-7) (6-12)x(6-12) Rekomendasi Penjarangan Pengayaan, dipungut masyarakat Pengayaan Pengayaan, dipungut masyarakat Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

viii

Lampiran 7 (lanjutan) B. Tumbuhan penghasil pangan (Lanjutan)


No 14 15 16 17 18 Jenis Alpukat Durian Jambu mete Kedondong Melinjo Jumlah Kerapatan 6 5 4 3 3 0.18 0.15 0.12 0.09 0.09 Jarak tanam (m2) (6-12)x(6-12) 13x15 (7-10)x(7-10) 7,5x12 5x5 Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan

C. Tumbuhan pakan ternak


No 1 2 3 4 Jenis Duwet Nangka Mangga Jambu mete Jumlah 47 4425 265 4 Kerapatan 1 131 8 0.12 Jarak tanam (m2) 12x12 (8-12)x(8-12) (6-12)x(6-12) (7-10)x(7-10) Rekomendasi Pengayaan Penjarangan Pemeliharaan Pengayaan

D. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 2 3 4 5 6 Jenis Kosambi Sapen Duwet Jambu mete Jambu air Durian Jumlah 1 20 47 4 48 5 Kerapatan 0.03 0.59 1 0.12 1 0.15 Jarak tanam (m2) 12x12 (7-10)x(7-10) (5-7)x(5-7) 13x15 Rekomendasi Pemeliharaan Pengayaan Pengayaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan

E. Tumbuhan hias
No 1 2 Jenis Pinang Knitu Jumlah 1 3 Kerapatan 0.03 0.09 Jarak tanam (m2) 12x12 Rekomendasi Pengayaan, tanaman tepi Pemeliharaan

F. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Mengkudu Pinang Duwet Jambu mete Nangka Mangga Kepuh Jumlah 373 1 47 4 4425 265 36 Kerapatan 11 0.03 1 0.12 131 8 1 Jarak tanam (m2) 2,5x2, 4x4, 5x5 12x12 (7-10)x(7-10) (8-12)x(8-12) (6-12)x(6-12) Rekomendasi Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan

ix

Lampiran 7 (lanjutan) G. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 2 Jenis Jambu mete Nangka Jumlah 4 4425 Kerapatan 0.12 131 Jarak tanam (m2) (7-10)x(7-10) (8-12)x(8-12) Rekomendasi Pengayaan Penjarangan

H. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


No 1 2 3 4 5 Jenis Kluwih Sukun Kepuh Durian Sapen Jumlah 102 12 36 5 20 Kerapatan 3 0.36 1 0.15 0.39 Jarak tanam (m2) (6-12)x(6-12) (6-12)x(6-12) 13x15 Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan

I.
1 2 3

Tumbuhan penghasil pestisida nabati


No Jenis Jambu mete 4 Pinang Pakem 1 31 Jumlah Kerapatan 0.12 0.03 0.92 Jarak tanam (m2) (7-10)x(7-10) Rekomendasi Pengayaan Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan, dipungut masyarakat

2.

TUMBUHAN REKOMENDASI UNTUK DITANAM DI LAHAN REHABILITASI

A. Tumbuhan obat
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Cabe jawa Kemukus Pule pandak Sintok Aren Langsat Bendo Suren Joho lawe Bendoh Kapulaga Jarak tanam (m2) 2,5 x 4 0,3 x 0,3 (5 x 10), (10 x 10) (6-8) x (6-8) 6 x 12, 8 x 12 (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) (1 x 1,5) (1 x 2), (1,5 x 2) Rekomendasi tindakan Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, memerlukan naungan Pengayaan, tanaman langka Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, perlu naungan Pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat

Lampiran 7 (lanjutan) A.
No 12 13 14 15 16

Tumbuhan obat (lanjutan)


Jenis Pulai Bambu matmat Sambung otot Arjasa Iles-iles Jarak tanam (m2) 3x3 Rekomendasi tindakan Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah berkecambah, tumbuhan obat Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, jarak tanam disesuaikan dengan periode tumbuh

1x1

B. Tumbuhan penghasil minyak atsiri


No 1 2 3 Jarak tanam (m2) Rekomendasi tindakan (1 x 1,5) Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut Kapulaga (1 x 2), (1,5 x 2) masyarakat Kemukus Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Kenanga Pengayaan Jenis

C. Tumbuhan penghasil pangan


No 1 2 3 4 Jarak tanam (m2) (5 x 10), Aren (10 x 10) Langsat (6-8) x (6-8) Cempedak (12-14)x (12-14) Pring ori, bambu betung, Bambu rampal Jenis Rekomendasi tindakan Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Tanaman tepi

D. Tumbuhan penghasil pakan ternak


No Jenis 1 Pring ori, bambu apus Jarak tanam (m2) Pengayaan, tanaman tepi

E. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No Jenis Jarak tanam (m2) 1 Cempedak (12-14)x (12-14) 2 Joho lawe Rekomendasi tindakan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat

F. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 Jenis Suren Jarak tanam (m2) (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) Rekomendasi tindakan Pengayaan

xi

Lampiran 7 (lanjutan) G. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 2 3 4 Jenis Cempedak Joho Jarak tanam (m2) (12-14)x (12-14) Rekomendasi tindakan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, perlu naungan Pengayaan, tanaman tepi

Bendo 6 x 12, 8 x 12 Bambu bulat, bambu wuluh, bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu matmat, bambu rampal

H. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Jarak tanam (m2) Sintok Suren (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) Bendo 6 x 12, 8 x 12 Langsat (6-8) x (6-8) Bambu bulat, bambu wuluh, bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu rampal Cempedak (12-14)x (12-14) Joho lawe Pulai 3x3 Rekomendasi tindakan Pengayaan, tanaman langka Pengayaan Pengayaan, perlu naungan Pengayaan Tanaman tepi Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah berkecambah, tumbuhan obat

I.
No 1 2

Tumbuhan hias
Jenis Jarak tanam (m2) Melati Kenanga Rekomendasi tindakan Pengayaan Pengayaan

J.
No 1 2

Tumbuhan pestisida nabati


Jenis Jarak tanam (m2) Langsat (6-8) x (6-8) Suren (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) Rekomendasi tindakan Pengayaan Pengayaan

xii

Lampiran 8 Rekomendasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Bonangan (65,53 ha) 1. A.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

TANAMAN DI LAHAN REHABILITASI Tumbuhan obat


Jenis Kedawung Mengkudu Kemiri Kepuh Nangka Petai Asam Mangga Kluwih Sukun Duwet Pinang Jumlah Kerapatan 2574 2476 629 5 6614 5007 1306 749 576 60 517 282 39 38 10 0.08 101 76 20 11 9 0.92 8 4 Jarak tanam (m2) 25x25 (8-12)x (8-12) (8-10)x (8-10) (6-12)x (6-12) (6-12)x (6-12) (6-12)x (6-12) 12x12 Rekomendasi Penjarangan Pemeliharaan Pengayaan Pengayaan Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi

B.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Tumbuhan pangan
Jenis Nangka Petai Asam Mangga Kluwih Sukun Melinjo Durian Kedawung Mengkudu Pinang Duwet Jumlah Kerapatan 6614 5007 1306 749 576 60 29 13 2574 2476 282 517 101 76 20 11 9 0.92 0.44 0.20 39 38 4 8 Jarak tanam (m2) (8-12)x (8-12) (8-10)x (8-10) (6-12)x (6-12) (6-12)x (6-12) (6-12)x (6-12) 5x5 13x15 25x25 12x12 Rekomendasi Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Penjarangan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pemeliharaan

xiii

Lampiran 8 (lanjutan) C. Tumbuhan penghasil pakan ternak


No 1 2 3 Jenis Duwet Nangka Mangga Jumlah 517 6614 749 Kerapatan 8 101 11 Jarak tanam (m2) 12x12 (8-12)x (8-12) (6-12)x (6-12) Rekomendasi Pemeliharaan Penjarangan Pemeliharaan

D. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No 1 2 3 4 5 6 Jenis Nangka Mangga Jumlah Kerapatan 6614 749 101 11 38 4 8 0.08 Jarak tanam (m2) (8-12)x (8-12) (6-12)x (6-12) 12x12 Rekomendasi Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pemeliharaan Pengayaan

Mengkudu 2476 Pinang 282 Duwet Kepuh 517 5

E. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 2 Jenis Duwet Durian Jumlah 517 13 Kerapatan 8 0.20 Jarak tanam (m2) 12x12 13x15 Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan

F. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 Jenis Nangka Jumlah 6614 Kerapatan 101 Jarak tanam (m2) (8-12)x (8-12) Rekomendasi Penjarangan

G. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


No 1 2 3 4 Jenis Durian Kepuh Kluwih Sukun Jumlah 13 5 576 60 Kerapatan 0.20 0.08 9 0.92 Jarak tanam (m2) 13x15 (6-12)x (6-12) (6-12)x (6-12) Rekomendasi Pemeliharaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan

xiv

Lampiran 8 (lanjutan) H. Tumbuhan hias


No 1 Jenis Pinang Jumlah 282 Kerapatan 4 Jarak tanam (m2) Rekomendasi Pengayaan, tanaman tepi

I.
No 1

Tumbuhan penghasil pestisida nabati


Jenis Pinang Jumlah 282 Kerapatan 4 Jarak tanam (m2) Rekomendasi Pengayaan, tanaman tepi

2.

TUMBUHAN REKOMENDASI UNTUK DITANAM DI LAHAN REHABILITASI

A. Tumbuhan obat
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jenis Cabe jawa Kemukus Pule pandak Sintok Aren Langsat Bendo Suren Joho lawe Bendoh Kapulaga Pulai Bambu matmat Sambung otot Arjasa Iles-iles Cabe jawa Pakem 1x1 2,5 x 4 Jarak tanam 2,5 x 4 0,3 x 0,3 (5 x 10), (10 x 10) (6-8) x (6-8) 6 x 12, 8 x 12 (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) (1 x 1,5) (1 x 2), (1,5 x 2) 3x3 Rekomendasi tindakan Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, memerlukan naungan Pengayaan, tanaman langka Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, perlu naungan Pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah berkecambah, tumbuhan obat Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, jarak tanam disesuaikan dengan periode tumbuh Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, dipungut masyarakat

xv

Lampiran 8 (lanjutan) B. Tumbuhan penghasil minyak atsiri


No Jenis 1 Kapulaga 2 3 Kemukus Kenanga Jarak tanam (1 x 1,5) (1 x 2), (1,5 x 2) Rekomendasi tindakan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan

C. Tumbuhan penghasil pangan


No Jenis 1 Jambu mete 2 Aren Jarak tanam (7-10)x(7-10) (5 x 10), (10 x 10) (6-8) x (6-8) (12-14)x (12-14) Rekomendasi tindakan Pengayaan Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Tanaman tepi

3 4 5

Langsat Cempedak

Pring ori, bambu betung, Bambu rampal

D. Tumbuhan penghasil pakan ternak


No 1 Jenis Pring ori, bambu apus Jarak tanam Rekomendasi tindakan Pengayaan, tanaman tepi

E. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 Jenis Suren Jarak tanam (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) Rekomendasi tindakan Pengayaan

F. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No 1 2 3 Jenis Cempedak Joho lawe Jambu mete Jarak tanam (12-14)x (12-14) (7-10)x(7-10) Rekomendasi tindakan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan

G. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 Jenis Bambu bulat, bambu wuluh, bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu matmat, bambu rampalCempedak (12-14)x(1214) Bendo 6x12, 8x12 Joho Jambu mete (7-10)x(7-10) Jarak tanam Pengayaan, tanaman tepi

2 3 4 5

Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan

xvi

Lampiran 8 (lanjutan) H. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


Tumbuhan penghasil bahan bangunan No Jenis Jarak tanam Rekomendasi tindakan 1 Sintok Pengayaan, tanaman langka 2 (3 x 2), (3 x 3), Suren Pengayaan (3 x 4) 3 Bendo 6 x 12, 8 x 12 Pengayaan, perlu naungan 4 Langsat (6-8) x (6-8) Pengayaan 5 Bambu bulat, bambu wuluh, Tanaman tepi bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu rampal 6 Cempedak (12-14)x (12-14) Pengayaan, memerlukan sedikit naungan 7 Pengayaan, salah satu hasil hutan yang Joho lawe dipungut masyarakat 8 Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah Pulai 3x3 berkecambah, tumbuhan obat 9 Sapen Pengayaan, kayu komersial

I.
No 1 2 3 4

Tumbuhan pestisida nabati


Jenis Jambu mete Suren Langsat Pakem Jarak tanam (7-10)x(7-10) (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) (6-8) x (6-8) Rekomendasi tindakan Pengayaan Pengayaan Pengayaan Pengayaan, dipungut masyarakat

xvii

Lampiran 9 Rekomendasi Tindakan pada Lahan Rehabilitasi Blok Curah Malang (27,53 ha) 1. TANAMAN DI LAHAN REHABILITASI A. Tumbuhan obat
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jenis Kedawung Mengkudu Kemiri Trembesi Pakem Nangka Petai Asam Mangga Jambu mete Kluwih Knitu Jambu air Sirsak Pinang Sukun Durian Kedondong Jengkol Alpukat Jeruk Jumlah 432 350 96 11 7 1733 934 439 192 183 166 75 48 30 33 9 6 2 2 1 1 Kerapatan 16 12 3 0.40 0.25 63 34 16 7 7 6 3 2 1 2 0.33 0.22 0.07 0.07 0.04 0.04 (6-12)x(6-12) 13x15 7,5x12 (6-12)x(6-12) Jarak tanam m2 25 x 25 Rekomendasi Penjarangan Pemeliharaan Pengayaan Pemeliharaan Pengayaan Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

(8-12)x(8-12) (8-10)x(8-10) (6-12)x(6-12) (7-10)x(7-10) (6-12)x(6-12) (5-7)x(5-7) 3x4

B. Tumbuhan penghasil pangan


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jenis Kedawung Kemiri Duwet Knitu Pinang Nangka Petai Asam Mangga Jambu mete Kluwih Jambu air Sirsak Sukun Durian Kedondong Jumlah 432 96 183 75 33 1733 934 439 192 183 166 48 30 9 6 2 Kerapatan 16 3 7 3 2 63 34 16 7 7 6 2 1 0.33 0.22 0.07 (8-12)x(8-12) (8-10)x(8-10) (6-12)x(6-12) (7-10)x(7-10) (6-12)x(6-12) (5-7)x(5-7) 3x4 (6-12)x(6-12) 13x15 7,5x12 Jarak tanam m2 25 x 25 Rekomendasi Penjarangan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Penjarangan Penjarangan Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

xviii

Lampiran 9 (lanjutan) B.
No 17 18 19 20

Tumbuhan penghasil pangan (lanjutan)


Jenis Melinjo Jengkol Alpukat Jeruk Jumlah 2 2 1 1 Kerapatan 0.07 0.07 0.04 0.04 Jarak tanam m2 5x5 (6-12)x(6-12) Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

C. Tumbuhan penghasil pakan ternak


No 1 2 3 4 Jenis Duwet Nangka Mangga Jambu mete Jumlah 47 4425 265 4 Kerapatan 1 131 8 0.12 Jarak tanam m2 12x12 (8-12)x(8-12) (6-12)x(6-12) (7-10)x(7-10) Rekomendasi Pengayaan Penjarangan Pemeliharaan Pengayaan

D. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No 1 2 3 4 5 6 Jenis Mengkudu Pinang Duwet Jambu mete Nangka Mangga Jumlah 373 1 47 4 4425 265 Kerapatan 11 0.03 1 0.12 131 8 Jarak tanam m2 2,5x2, 4x4, 5x5 12x12 (7-10)x(7-10) (8-12)x(8-12) (6-12)x(6-12) Rekomendasi Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan Penjarangan Pemeliharaan

E. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 2 3 4 Jenis Duwet Jambu mete Jambu air Durian Jumlah 47 4 48 5 Kerapatan 1 0.12 1 0.15 Jarak tanam m2 12x12 (7-10)x(7-10) (5-7)x(5-7) 13x15 Rekomendasi Pengayaan Pengayaan Pemeliharaan Pemeliharaan

F. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 2 Jenis Jambu mete Nangka Jumlah 4 4425 Kerapatan 0.12 131 Jarak tanam m2 (7-10)x(7-10) (8-12)x(8-12) Rekomendasi Pengayaan Penjarangan

G. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


No 1 2 3 Jenis Kluwih Sukun Durian Jumlah 102 12 5 Kerapatan 3 0.36 0.15 Jarak tanam m2 (6-12)x(6-12) (6-12)x(6-12) 13x15 Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan

xix

Lampiran 9 (lanjutan) H. Tumbuhan hias


No 1 2 3 Jenis Flamboyan Knitu Pinang Jumlah 99 75 33 Kerapatan 4 3 2 Jarak tanam m2 Rekomendasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi

I.
No 1 2 3 4

Tumbuhan penghasil pestisida nabati


Jenis Jambu mete Sirsak Pinang Pakem Jumlah 4 30 33 7 Kerapatan 0.12 1 2 0.25 Jarak tanam m2 (7-10)x(7-10) 3x4 Rekomendasi Pengayaan Pemeliharaan Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan

2. TUMBUHAN YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK DITANAM A. Tumbuhan obat


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Jenis Cabe jawa Kemukus Pule pandak Sintok Aren Langsat Bendo Suren Joho lawe Bendoh Kapulaga Pulai Bambu matmat Sambung otot Arjasa Iles-iles Kepuh 1x1 Jarak tanam m2 2,5 x 4 0,3 x 0,3 (5 x 10), (10 x 10) (6-8) x (6-8) 6 x 12, 8 x 12 (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) (1 x 1,5) (1 x 2), (1,5 x 2) 3x3 Rekomendasi Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, dirambatkan pada tanaman pokok Pengayaan, memerlukan naungan Pengayaan, tanaman langka Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, perlu naungan Pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat pengayaan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah berkecambah, tumbuhan obat Pengayaan, tanaman tepi Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, diambil masyarakat sekitar dari hutan Pengayaan, jarak tanam disesuaikan dengan periode tumbuh Pengayaan

xx

Lampiran 9 (lanjutan) B. Tumbuhan penghasil minyak atsiri No Jenis Jarak tanam m2 Rekomendasi (1 x 1,5) Pengayaan, salah satu hasil hutan yang 1 Kapulaga dipungut masyarakat (1 x 2), (1,5 x 2) Pengayaan, dirambatkan pada tanaman 2 Kemukus pokok 3 Kenangan Pengayaan

C. Tumbuhan penghasil pangan


No 1 2 3 4 Jenis Aren Jarak tanam m2 (5 x 10), (10 x 10) Rekomendasi Pengayaan, 5 tahun setelah tanaman berbunga dilakukan penyulaman, tanaman tepi Pengayaan Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, tanaman tepi

Langsat (6-8) x (6-8) Cempedak (12-14)x (12-14) Bambu bulat, bambu lamper, bambu wuluh, bambu apus, bambu betung, bambu matmat, bambu rampal

D. Tumbuhan penghasil pakan ternak


No 1 Jenis Pring ori, bambu apus Jarak tanam m2 Rekomendasi Pengayaan, tanaman tepi

E. Tumbuhan penghasil zat pewarna


No 1 2 3 Jenis Cempedak Joho Kepuh Jarak tanam m2 (12-14)x (12-14) Rekomendasi Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan

F. Tumbuhan penghasil kayu bakar


No 1 Jenis Suren Jarak tanam m2 (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) Rekomendasi Pengayaan

xxi

Lampiran 9 (lanjutan) G. Tumbuhan penghasil tali anyaman dan kerajinan


No 1 Jenis Jarak tanam m2 Bambu bulat, bambu wuluh, bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu matmat, bambu rampal (12-14)x (12Cempedak 14) Bendo 6 x 12, 8 x 12 Rekomendasi Pengayaan, tanaman tepi

2 3

Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, perlu naungan

H. Tumbuhan penghasil bahan bangunan


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jarak tanam m2 (3 x 2), (3 x 3), (3 x Suren 4) Bendo 6 x 12, 8 x 12 Langsat (6-8) x (6-8) Bambu bulat, bambu wuluh, bambu lamper, bambu apus, bambu betung, bambu rampal Cempedak (12-14)x (12-14) Jenis Sintok Kepuh Joho lawe Pulai Sapen 3x3 Rekomendasi Pengayaan, tanaman langka Pengayaan Pengayaan Pengayaan, perlu naungan Pengayaan Tanaman tepi

Pengayaan, memerlukan sedikit naungan Pengayaan, salah satu hasil hutan yang dipungut masyarakat Pengayaan, benih sangat kecil dan mudah berkecambah, tumbuhan obat Pengayaan, tanaman komersial

I.
No 1 2

Tumbuhan penghasil pestisida nabati


Jenis Suren Langsat Jarak tanam m2 (3 x 2), (3 x 3), (3 x 4) (6-8) x (6-8) Rekomendasi Pengayaan Pengayaan

xxii