Anda di halaman 1dari 3

Pembagian stadium meningitis tuberkulosis menurut Medical Research Council of Great Britain ( 1948 ) : Stadium I : Penderita dengan sedikit

atau tanpa gejala klinik meningitis. Tidak didapatkan kelumpuhan dan sadar penuh. Penderita tampak tak sehat, suhu subfebris, nyeri kepala. Stadium II : Selain gejala diatas bisa didapat gejala defisit neurologi fokal Stadium III : Gejala diatas disertai penurunan kesadaran. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan cairan serebrospinal ( CSS ) Pemeriksaan CSS merupakan kunci diagnostik untuk meningitis tuberkulosis.

Pemeriksaan CSS akan memberikan gambaran jernih / opalesen, kekuningan sampai dengan xantokrom, tekanan meninggi. Tes Nonne dan Pandy positif kuat menunjukkan peningkatan kadar protein. Hitung sel meningkat 100 500, terutama limfositik mononuklear. Kadar glukosa menurun < 40mg% tetapi tidak sampai 0 mg%.

Pada pengecatan dengan Ziehl Neelsen dan biakan akan ditemukan kuman mycobacterium tuberkulosis. Bila beberapa cc CSS dibiarkan dalam tabung reaksi selama 24 jam akan terbentuk endapan fibrin berupa sarang laba laba. 2. Pemeriksaan darah Terdapat kenaikan laju endap darah ( LED ) Jumlah leukosit dapat meningkat sampai 20.000

3. Tes tuberkulin Tes tuberkulin seringkali positif tetapi dapat negatif bila keadaan umum penderita buruk.

4. Foto roentgen thoraks Umumnya menunjukkan tanda infeksi tuberkulosis aktif (infiltrat terutama di apex paru)

DIAGNOSA

Kriteria diagnosis menurut Medical Research Council of Great Britain

( 1984 ) :

Penderita dengan pemeriksaan klinik yang sesuai pembagian klinik Medical Research Council ( 1984 ) disertai dengan : Kelainan CSS seperti pleositosis dengan dominan limposit, peninggian kadar protein dan penurunan kadar gula serta natrium klorida. Pada isolasi dapat ditemukan kuman tuberkulosis. Kontak dengan penderita tuberkulosis positif Tes mountox positif Pada pemeriksaan fundus ditemukan tuberkel koroid. Penderita dengan diagnosis tuberkulosis dan disertai demam, iritabilitas, penurunan kesadaran sampai muntah, maka perlu dipikirkan kearah kemungkinan suatu meningitis tuberkulosis.

Gejala klinis meningitis tuberkulosa dapat dibagi dalam 3 stadium : 2 Stadium I : Stadium awal Gejala prodromal non spesifik : apatis, iritabilitas, nyeri kepala, malaise, demam,anoreksiaStadium II : Intermediate Gejala menjadi lebih jelas Mengantuk, kejang, Defisit neurologik fokal : hemiparesis, paresis saraf kranial(terutama N.III dan N.VII,gerakan involunter Hidrosefalus, papil edemaStadium III : Advanced Penurunan kesadaran Disfungsi batang otak, dekortikasi, deserebrasi3 . 7 D i a g n o s i s Diagnosa pada meningitis TB dapat dilakukan dengan beberapa cara :

8 1.Anamnese : ditegakkan berdasarkan gejala klinis, riwayat kontak dengan penderita TB2 . L u m b a l p u n g s i Gambaran LCS pada meningitis TB : Warna jernih / xantokrom Jumlah Sel meningkat MN > PMN Limfositer Protein meningkat Glukosa menurun <50 % kadar glukosa darahPemeriksaan tambahan lainnya : Pemeriksaan tambahan lainnya : Tes Tuberkulin Ziehl-Neelsen ( ZN ) PCR ( Polymerase Chain Reaction )2 . R o n t g e n TB apex paru TB milier 3 . C T s c a n o t a k t h o r a x

Koppel BS. Bacterial, Fungal,& Parasitic infections of the Nervous System in CurrentDiagnosis and Treatment Neurology. USA; The McGraw-Hill Companies. 2007. p403-08, p421-23