Anda di halaman 1dari 22

RAPID PROTOTYPING

(TEKNOLOGI PEMBUATAN MODEL PRODUK)

B. Nasrullah

Daftar Isi
1. Gambaran Umum Rapid Prototyping
2. Dasar-dasar Proses Rapid Prototyping
3. Jenis-jenis Rapid Prototyping
a. Stereo Lithography (SLA)
b. Laminated Object Manufacture (LOM)
c. Selective Laser Sintering (SLS)
d. Fused Deposition Modeling (FDM)
e. Solid Ground Curing (SGC)
f. 3-D Ink Jet Printing
4. Aplikasi Rapid Prototyping
5. Keuntungan penggunaan Rapid Prototyping
6. Contoh Mesin-mesin Rapid Prototyping dan spesifikasinya.
1. Gambaran Umum
Istilah rapid prototyping (RP) mengacu pada salah satu teknologi yang dapat
membuat model fisik secara otomatis dari data computer (CAD). "three dimensional
printers" inilah yang digunakan perancang untuk mebuat dengan cepat prototype yang
nyata dan terukur dari rancangan mereka yang tentu saja lebih baik dari gambar dua
dimensi saja. Seperti model-model yang bayak dugunakan, perancang mebuat alat
batu visualisi untuk mengkomunikasikan ide mereka dengan pembuat dan pelanggan.
Dan prototipr juga bisa digunakan sebagai alat uji rancangan seperti yang banayak
digunakan dalam bidang penerbangan.
Rapid prototyping (RP) dapat juga dugunakan onutk membuat peralatan
(mengacu pada istilah rapid tooling) dan juga komponen-komponen produksi (rapid
manufacturing). Untuk produksi dalam jumlah kecil dan objek yang kompleks, rapid
prototypingselalu merupakan pilhan yang terbaik. Istilah rapid (cepat) sebenarnya
relative, kerena untuk sebagian besar prototype yang dubuat membutuhkan waktu
sekitar 3 sampai 72 jam tergantung dari ukuran dan kompleksitas model. Hal ini
kelihatannya lambat tetapi ini sudah jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan
metode konvensional yang menggunakan seperti pemesinan yang membutuhkan
waktu berminggu-minggunbahkan bulanan. Pengehematan waktu yang sangat besar
tentu saja sangat menguntungkan dan menurut Pratt & Whitney, dia dapat saving
waktunya sekitar 70 sampai 90 % dalam pembuatan prototype dari produk tuangan
mereka.
Paling tidak ada 6 teknik dalam rapid prototyping (RP) yang tersedia dalam
pasar saat ini yang masing masing meliki kelebihan. Karena teknologi rapid
prototypingberkembang juga dalam aplikasi non-rapid prototyping , teknik-teknik ini
seringkali juga disebut sebagai solid free-form fabrication, computer automated
manufacturing, or layered manufacturing.
Tentu saja rapid prototyping tidak sempurna. Volume komponen biasanya
terbatas sampai 0,125m3 atau kurang, tergantung dari mesin rapid prototyping-nya.
Prototipe logam baiasnya sulit dibuat sehingga masih sering dugunakan metode
pembuatan konvensional. Terlepas dari keterbatasan ini, rapid prototyping merupakan
teknkology yang luar biasa dan revolusioner dalam bidang proses
produksi(manufaktur).
Gambar 1. The first working stereolithography system, invented by Chuck Hull.
Photo by 3D Systems, circa 1986.
2. Dasar-dasar Proses
Meskipun beberapa teknik prototype telah ada, secara umum proses prototype
terdiri dari 5 urutan proses yang sama yaitu:
1. Membuat moden dalam CAD
2. Mengubah model CAD kedalam model dengan format STL
3. Memotong (slice) file STL kedalam “thin cross-sectional layers”
4. Membuat model satu lapisan-lipsian puncak satu sama lain(one layer atop
another)
5. Membersihkan dan menyelesaikan model.
Membuat Model Dalam CAD
Pertama-tama objek dibuat sebagai model dalam computer (CAD). Solid Modeler
seperti CATIA, Pro/ENGINEER cenderung merepresentasikan model 3D dengan
akurat dibandingkan dengan wire-frame modeler.
Mengubah kedalam Format STL
Beberapa jenis program CAD menggunakan alogaritma yang berbeda untuk
merepresentasikan objek solid. Sehingga untuk membuat konsisten maka format
STL (stereolithography, teknik pertama rapid prototyping) harus diadopsi kedalam
standar industry rapid prototyping.
Pemotongan (slice) file STL
Dalam STL file, program mengidenstisikasi objek perlayer dalam sumbu Z. tetapi
biasanya prototipe kurang akurasi dalam arah sumbu Z dibandingkan dengan arah
dalam bidanh X dan Y, sehingga file dalam bentuk layer bisa dipotong(slice)
sebagian sehingga dapat mengurangi waktu proses. Program dalalm file STl dapat
diubah bentuk layernya dari 0,01 mm menjadi 0,7mm, tergantung dari teknik
pembuatannya. Masing-masing produsen mesin rapid prototyping menyediakan
software-softawre pemrosesnya.
Pembuatan dengan lapisan (layer)
Tahap selanjutnya adalah pembuatan komponen (prototype) dengan lapisan-
lapisan (layer by layer) dari bahan polimer, kertas atau serbuk logam. Sebagian
besar mesin bekerja secara otomatis.

Gambar 2: Contoh proses pembuatan dengan lapisan demi lapisan (layer by


layer)
Pembersihan dan finishing
Pada tahan akhir ini prototype dikeluarkan dari mesin aatu melepaskan dari
komponen-komponen pendukungnya. Setelah itu biasanya diperlukan
photosensitive agar produk bisa dugunakan dengan aman. Prototipe juga
terkadang masih membutuhkan perbersihan dan perlakuan permukaan seperti
Sanding, sealing and/or painting untuk memberikan tampilan yang baik dan
ketahanan yang tinggi.

Gambar 3: Proses pengembangan produk dengan cara tradisonal dan Rapid


Prototyping.
3 Teknik-teknik Rapid Prototyping
Berikut ini adalah teknik-teknik dalam pembuatan prototype yang
sudah bayak dikenal saat ini.
3.1 Stereolithography
Dipatenkan pada tahun 1986. Stereolithography memulai revolusi
dalam rapid prototyping. Teknik ini membuat model tiga dimensi dari polimer
photosensitive cair (liquid photosensitive polymers) yang membeku ketika
disinari ultraviolet. Berikut ini gambar skematik dari proses stereolithography.

Gambar 4: Schematic diagram of stereolithography.


Mesin Stereolithography Apparatus (SLA) telah dibuat sejak tahun
1988 oleh 3D system of Valencia, CA. Saat ini 3D System sebagai industry
leader, mereka menjual mesin-mesin RP ke banyak perusahaan.
Stereolitography menjadi benchmark karena merupakan teknik pertama dalam
rapid prototyping.
3.2 Laminated Object Manufacturing
Teknik ini dikembangkan oleh Helisiys of Torrance, CA. Prototipe
dibuat dari lapisan material lembaran yang berifat adhesive yang sudah
dilapisi (adhesive-coated sheet material) yang digabungkan atau diikat
bersama. Material aslinya terdiri dari kertas yang dilapisi dengan lem aktif
(heat-activated glue) dan disusun perlapisan/lembaran. Kontur luarnya
dibentuk oleh laser cutting.

Gambar 5: Schematic diagram of laminated object manufacturing


3.3 Selective Laser Sintering
Selective Laser Sintering dikembangkan oleh Carl Deckard untuk Tesis
Masternya di University of Texas. Depatenkan pada tahun 1989. Teknik ini
seperti pada gambar dibawah, menggunakan sebuah laser beam untuk
melebur/menyatukan serbuk material secara selektif, seperti nylon, elastomer
dan logam menjadi objek solid. Komponen dibangun pada sebuah landasan
dimana diatasnya diletakkan kotak penyimpanan serbuk (heat fusable powder).
Sebuah sinar laser mengikuti/menciplak bentuk dari lapisan pertama,
mensiternya menjadi satu. Landasan lebih rendah dari ketinggian lapisan
selanjutnya. Proses ini berlajut hingga komponen selesai.
Gambar 6: Schematic diagram of selective laser sintering.

Gambar 7: Proses SLS rapid prototyping


3.4 Fused Deposition Modeling
Dalam teknik ini, filament thermoplastic panas di ekstrusi dari sebuah
tip atau nosel yang bergerak pada bidang x-y. Material membentuk lapisan
tipis yang terkontrol dan tersusun pada landasan. Temperatur landasan
dikontrol dan selalu lebih rendah dari material yang diekstrusi sehingga
thermopalstik cepat mengeras. Selanjutnya dibuat lapisan berikutnya pada
lapisan sebelumnya sehingga memebnetuk suatu komponen yang dinginkan
dan tentu saja ini dikontrol dengan computer.
Material yang banyak digunakan adalah ABS , elastomer (96
durometer), polycarbonate, polyphenolsulfone dan casting wax.

Gambar 8: Schematic diagram of fused deposition modeling.

Gambar 9: Mesin Rapid Prototyping jenis FDM


3.4 Solid Ground Curing
Dikembangkan oleh Cubital, teknik ini mirip dengan stereolithography
(SLA) dimana keduanya menggunakan sinar ultraviolet untuk mengeraskan
polimer dengan selektif. Pertam-tama resin disemprotkan kelandasan
(platform), selanjutnya dibentuk lapisan photomask (seperti stensil) .
Photomask ini dicetak pada pelat kaca diatas landasan yang dibuat dengan
menggunakan proses elektrostatik yang mirip pada mesin fotocopy.
Selanjutnya mask ini dirahkan pada sinar UV, yang hanya lewat melalui
daerah yang transparan dari mask tadi yang kemudian mengeraskan bentuk
dari lapisan.

Gambar 10: Schematic diagram of solid ground curing.


3.6 3-D Ink-Jet Printing
3-D Ink-Jet Printing adalah salah satu technology yang telah banyak
disebarluaskan dan digunakan dalam berbagai bidang marking product. 3-D
Ink-Jet Printing adalah salah satu jalan yang sangat menarik untuk pembuatan
bentuk bebas keramik (free form fabrication of ceramics).
Proses ini mulai dengan penyimpanan sebuah lapisan serbuk material
objek pada chamber. Untuk mnyelesaikannya, serbuk dengan jumlah yang
terukur pertama-tama dibagikan/disebarkan dari supply chamber dengan
gerakan sebuah piston keatas. Roller kemudian mendistribusikan dan menekan
serbuk pada fabrication chamber. Sesudah itu jetting-head menyimpan cairan
adhesive dalam bentuk dua dimensi ke lapisan serbuk yang menyatu pada area
dimana tersimpan adhesive, untuk membentuk lapisan dari objek.
Terbentuklah satu lapisan, fabrication piston bergerak kebawah sebesar
ketebalan lapisan dan proses ini berulang sampai objek terbentuk.
Gambar 11: Schematic diagrams of ink-jet techniques.

Gambar 12: Mesin 3D Printing

4 . Apikasi Rapid Prototyping


Rapid protitipe banyak sekali digunakan dalam bidang otomotif, industry
plastic (mainan anak-anka), penerbangan,kedokteran dan industry-industri manufaktur
lainnya.
Contoh-contoh Produk dari Rapid Prototyping:

Gambar 13: Produk mouse Apple dengan Rapid Prototyping

Gambar 14. Produk-produk yang dihasilkan dengan Rapid prototyping.


Gambar 15: Prototipe Audi RSQ yang dibuat oleh industri Robot KUKA.

Gambar 16: Komponen otomotif dengan RP.


Gambar 17: Aplikasi RP pada industri kesehatan
Beberapa keuntungan-keuntungan dari Rapid prototyping:
• Mempersingkat waktu proses desing suatu produk.
• Dengan membuat prototype secara otomatis lebih menghemat uang daripada
dengan konvensional(by hand).
• Meningkatkan kualitas produk.
• Prototipe lebih komunikatif dibading dengan gambar 3D sekalipun.
• Feed back yang cepat dapat diterima oleh designer jika ada kesalahan desain.
• Fleksibilitas dan kemudahan dalam perubahan desain maupun dimensi suatu
produk
• Prototipe juga dapat difinishing dan di cat menyerupai produk akhir,
Contoh Mesin-Mesin Rapid Prototyping dan spesifikasinya:

Rapid Prototyping Machines


Stereolithography (SLA)

SLA-7000

ProtoCAM's
stereolithography machines:
20" x 20" x 23".
SLA-7000 Machine Specifications
Smallest Feature Size 0.012 in.
Minimum Layer Thickness 0.001 in.
Typical Layer Thickness 0.006 in.
Accuracy SLA Tolerances
Platen Size 20 x 20 x 23 in.
Material Accura 60
Viper si2

Viper si2 Machine Specifications


Smallest Feature Size 0.005 in.
Minimum Layer Thickness 0.0025 in.
Accuracy SLA Tolerances
Build Envelope 10 x 10 x 10 in.
Material WaterClear Ultra 10122

SLA-3500
SLA-3500 Machine Specifications
Smallest Feature Size 0.012 in.
Minimum Layer Thickness 0.004 in.
Typical Layer Thickness 0.006 in.
Accuracy SLA Tolerances
Platen Size 13.8 x 13.8 x 15.7 in.
Material Accura 25, ProtoGen 18420
Maximum Model Size

X (length): 11.75 in
Y (width): 7.3 in
Z (height): 8.2 in
Desktop Factory 125ci 3D printer
Features
• Build Speed:
2-3 layers per minute (1 - 2 vertical inches per
hour on average)
• Build Volume:
10" x 8" x 8" (254 x 203 x 203 mm)
• Layer Thickness:
User-selectable at time of printing. 0.0035"-
0.010"(.076-.254 mm)
• Resolution:
300 X 450 DPI
• Color:
RGB Full Color
• Equipment Dimensions:
48" x 31" x 55" (121 X 79 X 138 cm)
• Equipment Weight:
425 lbs. (200 kg)
• System Software:
Z Corporation's proprietary System Software
accepts solid models in STL, 3ds,ZCP, VRML and PLY formats as input.
System Software runs on Microsoft Windows® 2000,XP & Vista
iPro SLA Center
Spesification:
REFERENCES
1. www.protocam.com
2. www.stereolitography.com
3. http://en.wikipedia.org
4. www.rapidprototypinghomepage.com
5. www.stratasys.com
6. http://www.lawrence-najjar.com/papers/Rapid_prototyping.html
7. www.geminiprototyping.co.uk
8. www.efunda.com
9. www.3dsystem.com
10. http://www.ems-usa.com/zprinter_450.shtml