Anda di halaman 1dari 18

Siklus Penerimaan dan Siklus Pengeluaran Terkomputerisasi

Kelompok 2RP
Reny Yuliyastuty Rahna Puspasari Patrick Fandi Faisal 111.000.713 (A) 111.000.127 (B) 111.170.534 (C)

A. SIKLUS PENERIMAAN

Semua yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi yang terjadi secara berulang-ulang terkait dengan penyerahan barang dan jasa kepada para pelanggan dan menerima semua bentuk pelunasan yang diterima dari pelanggan dapat diartikan sebagai siklus pendapatan. Menyediakan barang atau jasa sesuai dengan kesepakatan antara penjual dengan pembeli pada waktu dan tempat serta harga yang sesuai merupakan aktivitas utama dalam kegiatan siklus pendapatan. Untuk memberikan layanan kepada pembeli makapimpinan perusahaan harus melaksanakan kebijakan sebagai berikut.

Memastikan bahwa produk telah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Menjaga agar persediaan barang atau jasa tersedia setiap saat. Menetapkan syarat-syarat penyerahan barang kepada pembeli. Menetapkan harga yang tertinggi. Menentukan harga yang tertinggi. Menentukan fasilitas penawaran secara kredit dan kredit maksimal. Berapa banyak kredit yang harus diberikan? Menentukan syarat-syarat penjualan kredit yang harus dipenuhi.

Menentukan jumlah pembayaran yang maksimal.

Pihak perusahaan dalam kegiatan ini selalu mempelajari dan melakukan evaluasi mengenai efektivitas proses siklus pendapatan. Data dan informasi yang diterima harus akurat dan dapat dipercaya serta relevan untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan oleh pimpinan. Menurut Romney (2005), ada tiga fungsi dalam siklus pendapatan, yaitu: Mendapatkan dan memproses data mengenai berbagai aktivitas bisnis.

Menyimpan dan mengatur data tersebut untuk mendukung pengambilan keputusan.

Memberikan pengawasan untuk memastikan keandalan serta menjaga sumber daya perusahaan.

Siklus Pendapatan Siklus ini bertujuan untuk mengetahui perincian saat terjadinya proses penagihan kas berlangsung dan diterimanya pendapatan. 1. Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan a. Menerima pesanan penjualan Dimulai dengan adanya penerimaan pesanan dari pelanggan yang kemudian diproses oleh bagian pesanan penjualan untuk dipertanggungjawabkan kepada wakil direktur bagian pemasaran. Dalam entri pesanan penjualan beberapa aktivitas bisnis dapat dideskripsikan sebagai berikut. 1) Menerima pesanan Banyak cara meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses entri pesanan penjualan. Salah satunya adalah mengizinkan pelanggan memasuki data pesanan penjualan sendiri (dalam penjualan melalui website). Cara lain menggunakan Electronic Data Intercharge (EDI) untuk berhubungan langsung kepada pelanggan. Semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Untuk itu perlu diadakan pemeriksaan tentang: a) Mencocokkan informasi dalam file induk pelanggan pada file persediaan barang. b) Memastikan bahwa semua informasi yang dibutuhkan telah tercantum secara lengkap. c) Perivikasi kuantitas yang dipesan dengan riwayat penjualan barang pelanggan yang bersangkutan.

2) Persetujuan kredit Penjualan secara kredit banyak dilakukan dalam praktik bisnis

perusahaan. Biasanya dibuat batas kredit untuk setiap pelanggan berdasarkan catatan kredit pelanggan terdahulu dan kemampuan untuk membayar. Biasanya terdapat otorisasi khusus untuk menyetujui kredit bagi para pelanggan baru, ketika sebuah pesanan melebihi batas maksimal kredit pelanggan tersebut. 3) Memeriksa ketersediaan persediaan Langkah berikutnya menetapkan apakah jumlah persediaan barang cukup memenuhi pesanan, agar dapat diinformasikan kepada pelanggan kapan pesanannya akan dikirim. Apabila ketersediaan barang tidak mencukupi pesanan tersebut maka dibuat pemesanan ulang untuk barang tersebut. Ketika ketersediaan barang sudah bisa dipastikan, maka dibuat kartu pengambilan barang yang berisi daftar jenis barang-barang beserta jumlah barang yang dipesan.

4) Menginformasikan kepada pelanggan Pelayanan pelanggan adalah hal yang penting bagi perusahaan, untuk itu perusahaan dapat menggunakan sistem Customer Relationship Management (CRM) mendukung proses penting dalam menjwab permintaan pelanggan. Sistem ini mengatur data terperinci mengenai pelanggan hingga data dapat digunakan untuk memfasilitasi layanan yang lebih efisien serta personal kepada pelanggan.

b. Pengiriman 1) Mengambil dan mengepak pesanan

Pegawai bagian gudang menggunakan kartu pengambilan barang mengidentifikasi produk serta berapa banyak pesanan yang dikeluarkan dari gudang. Para pegawai bagian gudang akan mencatat jumlah setiap barang yang diambil. Barang kemudian dipindahkan ke bagian pengiriman. 2) Pengiriman pesanan Bagian pengiriman akan memeriksa jumlah fisik persediaan barang dengan jumlah yang tertera dalam kartu pengambilan barang dengan jumlah yang ditunjukkan pada salinan pesanan penjualan yang dikirim langsung ke bagian pengiriman berdasarkan pesanan penjualan. Tembusan pengemasan memuat jumlah dan keterangan setiap barang yang dimasukkan kedalam daftar pengiriman. Menyiapkan dokumen pengiriman yang merupakan kontrak resmi dan menyatakan bahwa terdapat tanggung jawab atas sejumlah barang yang dikirim.

c. Penagihan dan piutang usaha Aktivitas yang terjadi pada piutang usaha adalah sebagai berikut.
1) Penagihan. Aktivitas penagihan adalah aktivitas pemrosesan informasi

yang mengemas ulang serta meringkas informasi dari entri pesanan penjualan dan aktivitas pengiriman. Dalam aktivitas penagihan, dokumen dasar yang dibuat adalah faktur penjualan yang menginformasikan kepada pelanggan tentang sejumlah kewajiban mereka dari transaksi yang terjadi serta kapan dan di mana mereka akan melunasinya. 2) Perawatan data piutang. Fungsi penting data piutang usaha adalah menggunakan berbagai informasi yang terdapat pada faktur penjualan sehingga memudahkan melakukan pendebitan dan mengkredit rekening tersebut pada saat penerimaan tagihan. Ada dua perlakuan untuk memelihara data piutang usaha tersebut, yaitu dengan menggunakan metode faktur terbuka dan menggunakan metode pembayaran total.

d. Tagihan kas Siklus akhir pendapatan adalah penerimaan kas. Penerimaan kas dan cek dari pelanggan dapat saja dicuri dengan mudah oleh orangg yang tidak bertanggung jawab, untuk itu dapat digunakan beberapa langkah alternatif untuk risiko pencurian tersebut, antara lain sebagai berikut. 1) Menugaskan staf bagian surat-menyurat untuk mempersiapkan daftar pengiriman uang, yaitu dokumen yang mengidentifikasi nama dan jumlah semua kiriman uang pelanggan, serta mengirimkan daftar ini ke bagian piutang usaha.
2) Pengamanan

pencurian

kiriman

uang

pelanggan

oleh

karyawan

perusahaan dengan membuat sistem lockbox (merupakan sebuah alamat pos yang dituju pelanggan ketika menyerahkan uang mereka) di bank. Penggunaan lockbox ini juga akan meningkatkan manajemen arus kas. Dengan adanya lockbox, akan meniadakan penundaan yang berhubungan dengan pemrosesan kiriman uang pelanggan sebelum penyimpanan, namun petugas khusus setiap tanggal jatuh tempo tagihan harus memeriksa kotak ini.

2. Mekanisme Pemrosesan Bukti Transaksi Ciri utama sistem siklus pendapatan ditunjukkan oleh kompleksitas data dan intergrasi data yang dihasilkan. Sistem pemrosesan data langsung (on-line) yang menerima pesanan melalui internet atau pesanan kepada tenaga penjual, memiliki keuntungan sebagai berikut.
a. Bisa dideteksi kesalahan dini sebab entri pesanan dilakukan secara

langsung. b. Persetujuan kredit dapat dibuat segera pada waktu pelanggan

menyerahkan pesanannya. c. Kondisi persediaan lebih akurat dan menjamin pelayanan ke pelanggan. d. Menghemat waktu oleh bagian gudang dan bagian pengiriman.

e. Kesalahan dapat dideteksi lebih awal karena data yang dimasukkan oleh bagian pengiriman dengan yang berada di file penjualan mudah diverifikasi. f. Peningkatan arus kas serta ukuran kinerja lebih tepat waktu.

3. Pengawasan Fungsi lain dari SIA yang didesain secara baik merupakan proses menyiapkan pengawasan dan pengendalian dengan tujuan untuk mengotorisasi transaksi secara benar dan pencatatan secara valid, dapat menjaga keamanan data kas, persediaan dari risiko kehilangan dan pencurian, dan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan bisnis.

B. Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pengeluaran untuk keperluan pembelian dan pembayaran barang atau jasa yang digunakan untuk operasional perusahaan. Siklus pengeluaran merupakan siklus kedua dari siklus kegiatan pokok perusahaan, terkait empat kejadian ekonomi atau transaksi akuntansi, yaitu pembelian, penerimaan barang, pencatatan utang dan pelunasan utang 1. Kegiatan Siklus Pengeluaran

Untuk memproses data transaksi bisnis secara tepat dan sederhana merupakan fungsi dan tanggung jawab dari sistem informasi akuntansi dalam rangka mendukung kinerja kegiatan bisnis perusahaan. Aktivitas dasar bisnis dalam siklus pengeluaran terdiri sebagai berikut.

a. Aktivitas melakukan pemesanan

Aktivitas ini merupakan memesan persediaan atau perlengkapan yang menjadi langkah awal dalam aktivitas siklus pengeluaran. Keputusan penting yang dibuat dalam langkah awal ini adalah menandai apa, kapan, dan beberapa banyak barang atauu jasa yang dibutuhkan, misalnya melakukan identifikasi pemasok mana akan dihubungi.

b. Aktivitas menerima dan penyimpanan Aktivitas ini melakukan kegiatan menerima dan menyimpan barang yang diterima dari pembelian. Barang akan diterima oleh bagian penerimaan, dan mereka akan bertanggung jawab pada bagian pimpinan gudang. Bagian penyimpanan persediaan ini bertanggung jawab pada pimpinan gudang serta bertanggung jawab atas penyimpanan barang tersebut. Laporan penerimaan merupakan dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan siklus pengeluaran. Laporan ini menyimpan rincian setiap kiriman, antara lain tanggal penerimaan, pengiriman, pengirim, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.

Siklus Pembelian dan Pengeluaran

c. Pembayaran faktur pembelian Aktivitas bisnis ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur pembelian yang diserahkan vendor untuk dibayar. Bagian administrasi utang usaha memverifikasi faktur tersebut lalu menyetujui untuk dibayar. Sedangkan yang bertanggung jawab untuk membayar, dilakukan oleh kasir yang pertanggungjawabannya langsung kepada bendahara.

Siklus Pembayaran yang Melalui Beberapa Tahap atau Proses

Dalam siklus pembayaran, langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1) Menyetujui faktur pembelian Sejumlah barang atau jasa yang benar-benar telah diterima oleh perusahaan biasanya disahkan melalui pengakuan utang usaha. Oleh karena itu, peranan fungsi pembelian dan penerimaan merupakan faktor kunci untuk memberikan informasi terhadap pengakuan sejumlah utang usaha tersebut. Keabsahan sejumlah pesanan dan tertulis secara jelas

pada faktur pemasok dan lebih penting lagi ada dokumen yang mencatat sejumlah penerimaan dari pesanan pembelian tersebut.

2) Memperbaiki proses utang usaha Aktivitas pelaksanaan otomatisasi transaksi dilakukan dengan verifikasi faktur yang diterima dari pemasok dengan pesanan pembelian dan dokumen laporan penerimaan barang. Untuk melakukan upaya yang lebih mudah, maka pemasok harus menunjukkan faktur elektronik yang telah mereka buat melalui internet, dan faktur tersebut secara langsung dapat dicocokkan dengan pesanan pembelian dan laporan penerimaan barang. Apabila ada yang meragukan terhadap bukti tersebut, maka faktur dari pemasok dapat dilakukan verifikasi secara manual. 2. Mekanisme Pemrosesan Transaksi

Dari pemasok secara elektronik menyampaikan informasi mengenai pengiriman barang yang akan sampai sesuai dengan pesanan. Pada saat kiriman sampai, petugas bagian penerimaan dengan sistem proses permintaan melakukan verifikasi terhadap barang yang dikirim tersebut. Sebagian besar pemasok memberikan kode garis pada produk mereka untuk memfasilitasi perhitungan barang. Petugas dibagian penerima memeriksa barang dan menggunakan terminal on-line untuk memasukkan nomor barang persediaan, jumlah, dan nomor pesanan pembelian. Ketepatan waktu kiriman dapat dijadikan sebagai pertimbangan kinerja pemasok. Sistem tersebut melakukan pencocokkan dan memeriksa apakah ada di data file pesanan pembelian yang belum diselesaikan, serta penyimpanan apapun akan ditampilkan pada monitor untuk segera mendapatkan tindakan dari para petugas yang bertugas saat itu.

3. Pengendalian Internal

Fungsi sistem informasi akuntansi adalah membantu perusahaan melakukan pengendalian internal secara ketat terhadap kegiatan pengeluaran, khususnya

pada kegiatan pembelian dan pengeluaran kas. Pada aktivitas ini, pengendalian bertujuan untuk:

a. Mengawasi setiap aktivitas bisnis, apakah telah diotorisasi dengan benar dan jelas; b. Semua aktivitas bisnis adalah kejadian yang benar-benar terjadi, bukan transaksi yang direkayasa; c. Semua bentuk kejadian transaksi yang valid dan telah diotorisasi harus dicatat secara benar; d. Menjaga dari risiko kehilangan atau pencurian terhadap aset perusahaan dalam bentuk kas, persediaan barang, dan data perusahaan lainnya. Dalam pelaksanaannya, siklus pengeluaran pembelian dan pengeluaran kas perlu diperhatikan bentuk pengamanan dan pengendaliannya. Bentuk pengamanan yang dilakukan adalah melakukan pemisahan tugas pada pegawai. Melalui diagram REA, dapat ditunjukkan bentuk pemisahan tugas setiap orang yang terlibat dalam setiap kegiatan. Demikian pula apabila dilakukan pendekatan pengendalian melalui perangkat DBMS, maka komputer dapat diprogram untuk melakukan pemisahan tugas secara otomatis kepada orang yang biasa melakukan fungsi dan tugas yang sama. Sistem aplikasi tersebut dapat diperluas peranannya untuk mengidentifikasi seluruh karyawan perusahaan yang melakukan tugas rangkap, dan auditor dapat berperan menyelidiki kesalahan prosedur yang ditimbulkan.

C. Kendala kendala dalam aplikasi Siklus Penerimaan dan Pengeluaran Terkomputerisasi

Tujuan dari sebuah sistem informasi akuntansi yang dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa tujuan berikut : 1. Semua transaksi telah diotorisasi dengan secara tepat. 2. Semua transaksi yang dicatat adalah valid.

3. Semua transaksi yang valid dan telah diotorisasi telah dicatat. 4. Semua transaksi telah dicatat secara akurat. 5. Semua aktiva dilindungi dari kehilangan atau pencurian. 6. Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif. Untuk mencapai tujuan ini, dokumen dan catatan memainkan peran yang cukup penting. Untuk memudahkan perekaman data transaksi yang akurat dan efisien, diperlukan dokumen yang sederhana dan mempunyai instruksi yang jelas. Apabila menggunakan dokumen elektronik, pengawasan aplikasi yang tepat antara lain, uji validitas dan cek field untuk menguji akurasi perekaman data. Selain itu, perlu ada pemisahan yang jelas antara siapa yang merekam dan siapa yang mengotorisasi. Penggunaan dokumen yang sudah bernomor urut juga akan memudahkan dalam mengecek apakah seluruh transaksi sudah dicatat atau belum. Dalam suatu siklus bisnis, tidak dapat dipungkiri akan adanya kendala kendala yang dapat menggangu kegiatan suatu entitas bisnis. Oleh karena iu, perusahaan harus mengetahui rangkan bangun sistem informasi akuntansi untuk mengatasi kemungkian kendala yang akan terjadi. 1. Kendala dalam siklus penerimaan Dalam siklus penerimaan, ada 4 tahapan, yaitu penanganan pesanan, pengiriman, penagihan dan penerimaan. Adapaun kendala - kendala yang dapat terjadi dan prosedur pengendalian intern dalam setiap tahapan siklus penerimaan adalah sebagai berikut. a. Penanganan pesanan. Tujuan utama dari penanganan pesanan pelanggan adalah melakukan pemrosesan order pelanggan secara efisien. - Kendala utama yang dapat terjadi adalah adanya penjualan kepada pelanggan yang mempunyai reputasi kredit buruk atau penjualan yang kemungkinan tidak dapat ditagih pembayarannya. Kendala ini dapat diminimalkan dengan pemisahan fungsi otorisasi penjualan kredit yang dilakukan oleh orang yang tidak terkait dengan penjualan. - Kendala lain yang dapat terjadi adalah adanya pesanan pelanggan yang ditolak karena menurut data yang ada di aplikasi, pelanggan tersebut masih memiliki saldo rekening yang belum lunas meskipun pelanggan tersebut sudah membayar tagihannya. Hal ini tentu akan merugikan pelanggan dan nantinya juga merugikan perusahaan karenan kemungkinan pelanggan akan mencari penjual yang lain. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pemutakhiran catatan tentang saldo rekening.pelanggan dan abatas kredit yang akurat dan terkini juga merupakan upaya mengurangi risiko penjualan yang tidak dapat ditagih atau penjualan yang gagal karena informasi saldo rekening yang belum di-update. b. Pengiriman. Tujuan utama fungsi pengiriman adalah mengirimkan barang kepada pelanggan secara efisien dan akurat. - Kesalahan pengiriman. Pengiriman barang yang jenis, kuantitas dan tujuannya salah merupakan persoalan yang serius karena secara signifikan dapat

menurunkan kepuasan pelanggan dan prospek penjualan di masa mendatang. Untuk mencegahnya pengguanan barcode scanner atau pemindai kode bar untuk mencatat pengambilan barang dan pengiriman barang dapat mengurangi kesalahan pemasukan data ke aplikasi. Sedangkan pada perusahana yang masih maual dalam proes memasukkan data, pengawasan aplikasi perlu diterapkan seperti field check dan uji kelengkapan guna mengurangi kesalahan secara signifikan. c. Penagihan. Tujuan utama fungsi penagihan adalah untuk menghasilkan tagihan segera dan akurat atas transaksi penjualan yang telah dilakukan. - Kegagalan menagih pelanggan. Kegagalan menagih tagihan apabila terjadi akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Kendala ini dapat ditanggulangi dengan melakukan pemisahan antara fungsi pengiriman dan fungsi penagihan. Cara pengendalian lain yang dapat diterapkan adalah dengan memberi nomor urut tercetak untuk dokumen dan secara periodik melakukan pencatatan atas seluruh dokumen tersebut. - Kesalahan penagihan. Kesalahan dalam menetapkan harga dan menagih pelanggan atas barang yang telah dikirimkan. Apabila harga yang ditetapkan terlalu besar, tentu akan membuat pelanggan kecewa, namun apabila harga yang ditetapan terlalu rendah tentu akan mebuat perusahaan mengalami kerugian. d. Penerimaan kas. Tujuan utama penerimaan kas adalah melindungi kas yang diterima dari pelanggan dan mengkredit rekening piutang pelanggan secara tepat. - Pencurian kas. Pengawasan terhadap kas merupakan hal paling penting dari sebuah perusahaan, karena kehilangan kas akan sangat menganggu kegiatan usaha dan aliran kas perusahaan. Oelh karena itu perlu pengawasan khusus terhadap kegiata penerimaan kas. Prosedur paling efektif untuk mengurangi risiko kehilangna kas adalah pemisahan fungsi. Karyawan yang mempunyai akses fisik terhadap kas tidak boleh dibebani dengan tanggung jawab pencatatan atau otorisasi termasuk penerimaan kas. Selain itu dengan meminimumkan jumlah uang kas yang disimpan di perusahaan. - Kesalahan pembukuan dalam pemutakhiran piutang dagang. Kesalahan posting dapat dideteksi dengna cara pembandingan hasil pengolahan data internal dan pengolahan data eksternal. Untuk menjamin seluruh penerimaan kas sudah diproses, jumlah rekening piutang yang dimutakhirkan harus dibandingkan dengan jumlah cek yang diterima.

2. Kendala dalam siklus pengeluaran Tahapan tahapan kegiatan dalam siklus pengeluaran, yaitu permintaan pembelian, pemesanan, penerimaan dan penyimpanan, persetujuan faktur pembelian dan pembayaran. Sedangkan kendala kendala yang dapat terjadi dalam siklus pengeluaran antara lain: a. Permintaan pembelian. Tujuan utama proses permintaan pembelian adalah untuk memelihara pasokan seluruh kebutuhan bahan baku secara memadai.

- Kehabisan barang. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan sebuah sistem pengendalian persediaan yang akurat, dimana jumlah persediaan yang terdapat dalam laporan, secara berkala juga dilakukan stock opname agar jumlahnya lebih akurat, sehingga perusahaan dapat menetukan waktu yang tepat untuk memesan persediaan. Dari sisi eksternal, pemiihan pemasok juga harus diperhatikan. Perlu dipilih pemasok yang mempunyai komitmen untuk mengirim barang dengan tepat waktu dan mempunya kualitas dan harga yang bersaing. b. Pemesanan/pembelian barang. Aktivitas ini bertujuan untuk menjamin bahwa perusahaan dapat memperoleh barang dengan kualitas yang sesuai standar dengan harga yang bersaing. Beberapa kendala yang dapat terjadi antara lain: - Pembelian barang dengan harga yang mahal namun memiliki kualitas yang rendah. Dapat terjadi apabila perusahaan tidak memiliki informasi yang akurat akan profil pemasok. - Suap. Hal ini dapat dibilang bukan rahasia umum bagi mereka yang berada di bagian pemesanan/pembelian barang. Biasa terjadi supaya perusahaan membeli barang dari pemasok tersebut. Akibat yang dapat ditimbulkan dar praktek suap ini dapat berupa diperolehnya barang dengan kualitas rendah namun dengan harga yang tinggi. c. Penerimaan dan penyimpanan. Tujuan utama fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah untuk memverifikasi barang yang diterima dari pemasok dan untuk melindungi barang barang tersebut dari kehilangan. - Kesalahan dalam perhitungan jumlah barang yang diterima. Untuk mengatasi hal ini, diharapkan petugas ppenerima barang benar benar menghitung barang yang diterima apakah sudah sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam tembusan order pembelian. - Pencurian barang. Prosedur pengendaian yang dapat diterapkan adalah dengan menyimpan di lokasi yang aman, ada dokumentasi lalu lintas keluar masuk barang, dan pembatasan akses kee lokasi penyimpanan barang. d. Persetujuan faktur pemebelian. Tujuan utama faktur pembelian adalah untuk menjamin bahwa perusahaan hanya membayar barang yang akan dipesan dan diterima. - Kesalahan dalam faktur pembelian, seperti salah mencantumkan harga atau salah mencantumkan jumlah. Perlu dibandingkan dengan order pembelian laporan penerimaan barang supaya tidak terjadi pembayaran atas barang yang tidak diterima. - Pembayaran faktur yang sama dua kali. Ada dua kemungkinan terjadinya pembyaran faktur yang sama lebih dari sekali, pertama, duplikat faktur dikirimkan setelh cek diposkan. Yang kedua, faktur pembelian terpisah dari dokumen lainnya dalam paket voucher. Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan antara lain: (1) faktur harus disetujui dan dibayar hanya jika disertai atau dilampiri dengan paket voucher,(2) hanya faktur asli yang akan dibayar dn (3) ketka cek untuk membayar faktur tertentu ditandatngani, faktur asli dan

paket voucher harus dicap lunas untuk mencegah dokumen ini dimintakan pembyaran lagi. e. Pembayaran. Tujuan utama dilakukan aktivitas pembayaran adalah untuk melindungi kas dengan cara memeberikan jaminan bahwa pengeluaran kas yang dilakukan adalah sah. - Ketidaktepatan kas. Kecurangaa yang sering terjadi yaitu pembayaran kepada pemasok fiktif. Karena itu, akses terhadap kas haruslah sangat dibatasi, karena kas adalah aktiva yang mudah dicuri. Apabila dimungkinan, seluruh pengeluaran dilakukan dengan menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil dilakukan dengan pembayaran secara tunai melalui dana kas kecil. Cek haruslah bernomor urut tercetak. Otorisasi pembayaran harus dilakukan oleh fungsi utang dagang, sedangkan cek harus ditandatangai oleh kasir atau kepala bagian. Untuk umlah cek yang melebihi angka tertentu, harus ditandatangani oleh dua orang pejabat. Dan secara berkala dilakukan rekonsiliasi dengan seluruh rekening bank. 3. Pengendalian Umum Selain itu terdapat kendala yang berupa kehilangan data. Hilangnya data sebuah perusahaan dapat mengancam masa depan sebuah perusahaan. Oleh karena itu data data yang tersimpan harus dilindungi dari kerisakan atau kerusakan. Semua data tersebut secara reguler dan periodik harus di-back up. Pengendalian atas hak akses juga penting. Penggunaan ID dan password pemakai dapat membatasi akses oleh karyawan pengoperasian suatu aplikasi.

Daftar Pustaka

Anonim. Diktat Kuliah dan Workshop Sistem Informasi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Krismiaji. 2010. Edisi Ketiga. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta. Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

Anda mungkin juga menyukai