Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Manajemen merupakan suatu yang universal di dalam dunia industri modern.

Tiap organisasi memerlukan pengambilan keputusan, pengkordinasian aktifitas, penanganan manusia, evaluasi prestasi yang terarah kepada sasaran kelompok manusia. Banyak aktifitas manajerial yang masing-masing memiliki cara pendekatan sendiri pada tipe-tipe problem khusus dan didiskusikan dengan judul seperti manajemen peternakan, manajemen sistem jasa, manajemen industry, dan lain sebagainya. Semuanya mempunyai satu elemen yang umum, yaitu ilmu manajemen. Istilah manajemen dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Berbagai istilah yang dipergunakan pengurusan, seperti dan : ketatalaksanaan, manajemen, manajemen lain

sebagainya. Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda, dalam makalah digunakan istilah aslinya yaitu manajemen. Bila kita mempelajari literature manajemen, maka akan nampak bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu : Manajemen sebagai suatu proses Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen Manajemen sebagai suatu seni

Dalam Encyclopedia of the Social Sciences dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. George R. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain. Manajemen memiliki beberapa komponen diataranya unsur

manajemen dan fungsi manajemen. Unsur manajemen adalah men, money, materials, methods, dan market yang merupakan sumber daya. Fungsi

1|Directing

manajemen menurut Koontz dan ODonnel dibagi atas organizing, staffing, directing, planning, dan controlling. Dalam makalah ini kami akan membahas salah satu fungsi manajemen yaitu pengarahan (directing).

1.2.

RUMUSAN MASALAH Dari permasalahan pokok diatas data data diidentifikasi yaitu seberapa pentingkah directing dalam manajemen dan mengapa perlu adanya directing dalam sebuah proses manajemen dan Apa saja yang perlu dilakukan directing dalam sebuah proses managemen dan membahas hal hal umum mengenai directing tersebut.

1.3.

TUJUAN Tujuan dibuatnya makalah ini adalah : Mengetahui posisi fungsi manajemen secara lebih mendalam khususnya pengarahan (directing) Mengetahui peranan pengarahan (directing) dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam suatu organisasi formal maupun informal Menambah referensi dalam mata kuliah manajemen industri khususnya di lingkup Teknik Elektro Universitas Brawijaya

1.4.

PEMBATASAN MASALAH Dari identifikasi diatas begitu banyaknya pembahasan yang

terpaparkan, disini penulis mencoba memberi batasan masalah agar lebih jelas dan terfokus. Selanjutnya pembahasaan yang lebih ditekankan apa sebenarnya fungsi dasar dari directing ini sendiri. Memberikan pengaruh terhada efek yang ada didepan penulis mencoba membahas pentingnya fungsi directing.

2|Directing

BAB II ISI 2.1. FUNGSI MANAJEMEN Satu jalan untuk meneropong proses manajemen ialah dengan mengidentifikasi fungsi-fungsi dasar yang bersama sama menopang proses itu. Fungsi-fungsi ini merupakan elemen-elemen dari semua aplikasi konsep-konsep manajemen. Fungsi-fungsi ini adalah mutlak bagi semua tingkat aktivitas manajerial mulai dari pengawas/supervisor langsung sampai ke kepala eksekutif. Mereka adalah fundamental untuk semua tipe usaha koperatif, termasuk firma-firma usaha niaga, kantor-kantor pemerintah, dan lembaga-lembaga sosial. Mereka merupakan inti aktivitas dalam bermacammacam penerapan seperti pemasaran, manufaktur finansial, dan badanbadan umum. Masing-masing otoritas yang berbeda memberikan nama sendirisendiri untuk fungsi-fungsi manajemen, namun demikian secara umum telah disepakati bahwa ada beberapa tugas-tugas actual seorang manajer. Dalam makalah ini, lima fungsi berikut akan digunakan untuk menguraikan tugas manajemen : 2.1.1. Planning Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai kepada perumusan yang lebih rumit. Ada yang merumuskan dengan sangat sederhana, misalnya : perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang hampir kompleks merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai, bila hal itu dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai siapa yang bertanggung jawab dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai. Hampir sama dengan pembatasan terakhir, adalah perumusan perencanaan yang menyatakan bahwa perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan, yaitu : 1. tindakan apa yang harus dikerjakan; 2. apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan; 3|Directing

3. dimanakah tindakan itu harus dilaksanakan; 4. kapankah tindakan itu dilaksanakan; 5. siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu dan; 6. bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.

2.1.2. Organizing Dengan organizing dimaksud pengelompokan kegiatan yang

diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsifungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi, serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. 2.1.3. Staffing Staffing adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia dalam suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap petugas member daya guna maksimal kepada organisasi. Organizing dan staffing, merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya yaitu : organizing berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, staffing berhubungan dengan penetapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut. 2.1.4. Controlling Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan kejalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula. Dalam pelaksanaan kegiatan

4|Directing

controlling,

atasan

mengadakan

pemeriksaan,

mencocokan

serta

mengusahakan agak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang ingin dicapai. 2.1.5 Directing Directing adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran-saran, perintah-perintah atau instruksiinstruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan tersebut, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benarbenar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

2.2.

Pengarahan (directing) Pengarahan (directing), merupakan fungsi terakhir dari fungsi-fungsi manajemen, yang dibahas dalam bagian ini, merupakan jantung proses manajemen, karena menyangkut langkah mula. Istilah-istilah lain yang mengandung ide yang sama ialah memimpin, menjalankan, mengawasi, memerintahkan, dan membimbing. Apa pun istilah yang digunakan, inti idenya ialah membuat terlaksananya keputusan, rencana, dan program yang telah disusun terlebih dahulu guna mencapai tujuan-tujuan kelompok. Dikatakan juga di salah satu buku bahwa arti dari directing sendiri adalah kepemimpinan. Pada dasarnya, kepemimpinan juga berarti pengikut/penurutan (followership), dan kita harus menemukan jawaban tentang apa sebabnya seseorang mau mengikut atau menurut. Pada dasarnya seseorang akan menuruti kemauan orang lain yang akan dapat memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Fungsi manajerial dari pengarahan sendiri adalah suatu proses untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia akan tergerak dengan sukacita dan penuh semangat sehingga tujuan dari proses manajemen itu tercapai. Pengarahan (Directing) menurut sumber lain adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya

5|Directing

memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta atau bahkan mengancam. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik. Para ahli banyak berpendapat kalau suatu pengarahan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen. Karena merupakan fungsi terpenting maka hendaknya pengarahan ini benar-benar dilakukan dengan baik oleh seorang pemimpin. Seorang manajer yang baik hendaknya sering memberi masukan-masukan kepada anggotanya karena hal tersebut dapat menunjang prestasi kerja anggota. Seorang anggota juga layaknya manusia biasa yang senang dengan adanya suatu perhatian dari yang lain, apabila perhatian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mereka. Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang merangsang tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakantindakan itu dilakukan oleh individu, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut agar sistem organisasi seimbang. Pengarahan juga sangat erat hubungannya dengan komunikasi, semakin baik komunikasi yang digunakan manajer, semakin mudah pengarahan berjalan. Karena objek dari manajemen, khususnya pengarahan adalah objek hidup (manusia), sehingga diperlukan saling pengertian untuk dapat menjalankan suatu sistem. Dari penjelasan diatas, terdapat beberapa cara yang tepat untuk digunakan dalam pengarahan, yaitu : 1. Melakukan orientasi tentang tugas yang akan dilakukan; Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. 2. Memberikan petunjuk umum dan khusus (perintah); Merupakan permintaan dri pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. 3. Delegasi wewenang, dan; Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahannya. 4. memotivasi. Merupakan cara pendekatan pribadi dari atasan ke bawahan yang bersifat membangun hubungan baik agar

6|Directing

bawahan dapat melakukan tugasnya dengan semangat dan lepas. Beberapa alasan pentingnya cara cara pengarahan diatas adalah motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di tengah-tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan. Adanya upaya untuk mensingkronkan tujuan organisasi dengan tujuan pribadi dari para anggota organisasi. Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional organisasi dalam memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa perangsang atau insentif. Kemampuan seorang manajer untuk memotivasi dan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi akan menentukan efektifitas manajer. Dan ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Manajer yang dapat melihat motivasi sebagai suatu sistem akan mampu meramalkan perilaku dari bawahannya. Motivasi seperti yang telah disebutkan diatas, akan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahannya, yang selanjutnya akan menentukan efektifitas manajer. Ada dua factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang, yaitu kemampuaan individu dan pemahaman tentang perilaku untuk mencapai prestasi yang maksimal disebut prestasi peranan. Dimana antara motivasi, kemampuan dan presepsi peranan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi. Pengarahan (leading) adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan untuk melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Dikenal juga sebagai leading, directing, motivating atau actuating. Pengarahan memiliki beberapa karakteristik: 1. Pervasive Function, yaitu pengarahan diterima pada berbagai level organisasi. Setiap manajer menyediakan petunjuk dan inspirasi kepada bawahannya. 2. Continous Activity, pengarahan merupakan aktivitas berkelanjutan disepanjang masa organisasi. 3. Human factor, fungsi pengarahan berhubungan dengan bawahan dan oleh karena itu berhubungan dengan human factor. Human factor adalah perilaku manusia yang kompleks dan tidak bisa diprediksi. 4. Creative Activity, fungsi pengarahan yang membantu dalam mengubah rencana ke dalam tindakan. Tanpa fungsi ini, seseorang dapat menjadi inaktif dan sumber fisik menjadi tak berarti. 5. Executive Function, Fungsi pengarahan dilaksanakan oleh semua manajer dan eksekutif pada semua level sepanjang bekerja pada sebuah perusahaan, bawahan menerima instruksi hanya dari atasannya. 6. Delegated Function, pengarahan seharusnya adalah suatu fungsi yang berhadapan dengan manusia. Atasan harus dapat mengetahui bahwa perilaku manusia merupakan suatu hal tidak dapat diprediksi dan alami sehingga atasan seharusnya dapat

7|Directing

mengkondisikan perilaku seseorang ke arah tujuan yang diharapkan.

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya. Pengarahan pada dasarnya akan berkaitan dengan : 1. Faktor individu dan kelompok; Organisasi merupakan kumpulan individu. Setiap individu memiliki kebutuhan, minat, persepsi, sikap, nilai, kepribadian, dan berbagai hal yang berbeda. Perbedaan ditingkat individu mempengaruhi organisasi. Memahami perilaku individu akan membantu dalam memahami perilaku organisasi karena pada dasarnya manusia itu homo homini socius. Manusia tidak bisa lepas dari organisasi, manusia merupakan komponen vital dalam keberadaan dan dinamika sebuah organisasi. Memahami perilaku manusia membutuhkan kerjasama berbagai disiplin keilmuan. 2. Motivasi dan kepemimpinan; Tingkah laku seseorang di pengaruhi serta di rangsang oleh keinginan. Kebutuhan, tujuan, dan kepuasannya. Rangsangan timbul dari diri sendiri dan dari luar. Rangsangan ini akan menciptakan motif dan motivasi yang mendorong orang bekerja untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan dari hasil kerjanya. Motif dapat di artikan sebagai Driving Force yang menggerakan manusia untuk bertingkah laku dan berbuat untuk tujuan tertentu. 3. Kelompok kerja dan; Kelompok secara umum memiliki arti sejumlah orang yg melakukan interaksi dengan orang lain dalam suatu rangkaian pertemuan tatap muka. Tapi dalam pengertiani organisas, Kelompok merupakan suatu sistem yg terorganisasi yg terdiri atas dua orang atau lebih yg saling berhubungan sedemikian rupa sehingga sistem tersebut melakukan fungsi, peran, dan norma tertentu. 4. Komunikasi dalam organisasi. Tujuan Komunikasi yaitu, untuk memberikan perintah, laporan, informasi, ide, saran, berita dan menjalin hubungan-hubungan dari seorang komunikator kepada komunikan dan penerimanya. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah

8|Directing

penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masingmasing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

2.3 Tipe kepemimpinan Tipe-tipe kepemimpinan telah di identifikasi dan menghasilkan suatu kerangka kerja bagi seorang manajer dalam memilih suatu pendekatan pengarahan. Tipe kepemimpinan dikelompokan dalam empat judul : (1) tipe manajaer diktator; (2) tipe lemah lembut otokratis; (3) tipe demokratis; (4) tipe membiarkan (laissez-faire). Tipe manajer yang dictator menuntut pelaksanaan tugas atas dasar takut kena hukuman, dan bersikap sangat kritis dan negative dalam hubungannya dengan bawahan. Sebagai seorang kepala, orang demikian itu mengharap bawahan menjalankan tugas dengan baik, kalau tidak ingin terkena hukuman atau penggeseran. Untuk sementara nampaknya cara demikian ini efektif, tetapi tidak memberikan dasar yang kuat untuk kelangsungan prestasi, karena tidak memberikan kepuasan kepada yang dipimpin. Tipe manajer yang lemah lembut otokratis bersifat kebapakan yang menuntut bawahan menurut saja kepada pemimpin (paternalistik). Apabila tipe ini mengharapkan keberhasilan, maka pemimpin haruslah seseorang yang benar-benar kuat dan bijaksana, memiliki kepribadian yang kuat, berwibawa, dan terpercaya. Kepuasan bawahan tipe pemimpin demikian tergantung pada kehendak baik atasaanya. Karena pemimpin ini memberikan keputusan tanpa partisipasi orang lain, bawahan tidak berkesempatan mengembangkan sifat-sifat kepemimpinannya. Tipe ini mengakibatkan ketergantungan akan hadirnya pemimpin, dan bila orang tersebut tidak hadir pekerjaan menjadi berantakan.

9|Directing

Tipe manajer demokratis tidak hanay mengandalkan kemampuannya sendiri tetapi memerlukan konsultasi dengan bawahan. Bawahan diajak serta merencanakan, mebuat keputusan, dan pengorganisasian. Mereka cenderung mempertaruhkan inisiatifnya dan berdialog bebas dengan bawahwan. Tipe ini menghasilkan jiwa gotong royong, dan mengembangkan bakat-bakat manajerial bawahan. Kepuasan terletak pada rasa kesetiakawanan. Tipe manajer membiarkan memilih, (laissez-faire), menyerahkan sepenuhnya kepada bawahan untuk menetapkan tujuan tujuan mereka dan membuat keputusan keputusan sendiri. Pemimpin ini justru mengharapkan orang lain dalam kelompok yang memegang peranan. Dengan kondisi ini anggota kelompok boleh bertindak secara individual dan, karenanya, mudah berarah ganda. Manajer dalam mengembangkan gaya kepemimpinan individual tidak harus dibatasi dengan memilih satu dari embat tipe diatas. Tannenbaum menandaskan bahwa gaya yang dipilih manajer tergantung dari tiga kelompok kekuatan : (1) kekuatan dalam manajer, seperti, sistem nilai manajer, kepercayaan akan bawahan, keakraban, dan perasaan aman di dalam situasi ketidakpastian; (2) kekuatan didalam bawahan, misalnya, harapan-harapan bawhan; dan (3) kekuatan di dalam situasi, contohnya, tipe organisasi, sifat problem, dan faktor waktu. Menurut Fred Fiedler mengungkapkan bahwaefektivitas kepemimpinan itu multidimensional, dan corak yang digunakan dalam prakteknya tergantung dari situasi. Ia memperkenalkan tiga faktor situasi yang sangat menentukan : (1) hubungan pemimpin dan anggota (tingkat kepercayaan dan loyalitas anggota terhadap pemimpin), (2) struktur tugas (tingkat pengaturan tugas rutin), dan (3) posisi kekuasaan ( jumlah otoritas formal dan dukungan manajemen atasan).

2.4 Supervisi Fungsi pengarahan merangkum semua proses kegiatan permulaan. Satu bagian dari fungsi ini disebut supervisi apabila manajer secara fisik hubungan langsung dengan orang bukan manajer. Arti harafiah supervisi ialah melihat dari atas dan dengan demikian ada kontak muka ke muka. Umumnya semua tingkatan manajemen terikat dengan kontak muka ke muka dengan bawahan, meskipun hanya dengan sekretaris pribadi, tetapi tugas utama manajer paling bawah ialah supervisi atas karyawan di operasi dasar. Tingkat ini terdiri dari para supervisor, mandor, dan kepala seksi. Di dalam lini organisasi yang sederhana, supervisor harus melaksanakan semua fungsi manajemen. Di dalam organisasi fungsionalpun, dimana perencanaan, kontrol, pengorganisasian, komunikasi, kepegawaian, dan membuat keputusan ditangani oleh spesialis fungsi 10 | D i r e c t i n g

supervisor sangat membantu meski dalam skala kecil. Contohnya, di dalam sistem kontrol tinggi, yang menggunakan alat mekanik dan elektrik maupun inspektur dan spesialis lainnya, tetap diperlukan supervisor untuk mengontrol dengan melihat sendiri bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Pada intinya supervisor adalah kunci ditempat apabila akan diadakan tindakan korektif.

11 | D i r e c t i n g

BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN Dalam sebuah organisasi pasti terkait dengan yang bernama manajemen. Manajemen sendiri berarti suatu proses dengan proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Di dalam manajemen ada beberapa fungsi, salah satunya directing yang dapat diartikan sebagai memimpin, menjalankan, mengawasi, memerintahkan, dan membimbing. Semua kata itu dapat di kerucutkan menjadi mengarahkan yang berarti membuat terlaksananya keputusan, rencana, dan program yang disusun terlebih dahulu guna mencapai tujuan-tujuan kelompok atau organisai. 3.2. SARAN Bagi pembaca, khususnya mahasiswa diharapkan setelah membaca makalah ini memahami betapa pentingnya ilmu manajemen bagi kehidupan dalam berorganisasi yang formal maupun informal. lebih khususnya lagi directing, bahwa pengarahan bukanlah sesuatu yang remeh, karena objek dari pengarahan sendiri adalah manusia.

12 | D i r e c t i n g

DAFTAR PUSTAKA Manullang, M. 1988. Dasar - dasar Manajemen. Medan: Ghalia Indonesia. Koontz, H., C. ODonnell, dan H. Weirich. 1986. Manajemen. Edisi ke 8. Diterjemahkan oleh: Hutauruk, G. Jakarta: Erlangga. Massie , J.L. 1983. Dasar-dasar Manajemen. Diterjemahkan oleh: Hadisoeprobo, I. Jakarta: Erlangga. Stoner, J.A.F, Freeman, R.E., dan Gilbert, Jr.D.R. 1995. Manajemen. Diterjemahkan oleh: Sindoro, Alexander. Jakarta: PT Prenhallindo. Koontz, H., C. ODonnell, and H. Weirich. 1968. Principles of Management: An Analysis of Managerial Functions. Fourth Edition. New York: McGrawHill.

13 | D i r e c t i n g

14 | D i r e c t i n g