PRESENTASI KASUS

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Suku bangsa Agama Status Alamat Tanggal pemeriksaan : An. D : 14 tahun : Perempuan : SMA : Pelajar : Sunda : Islam : Belum menikah : Cibogo, Subang : 29 Februari 2013

II.

ANAMNESA (AUTOANAMNESA)

Keluhan utama Keluhan tambahan

: Jerawat pada wajah. :

Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD dengan keluhan jerawat pada dahi, hidung, dan pipi yang disertai rasa gatal, nyeri, dan warna kemerahan pada wajah. Rasa nyeri dirasakan jika pasien mencuci mukanya atau ketika jerawat tersentuh. Keluhan ini dirasakan pasien kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu. Awalnya jerawat muncul sedikit di bagian dahi, yang semakin lama semakin banyak dan muncul juga di pipi dan hidung. Keluhan tidak disertai dengan panas badan. Tidak ditemukan jerawat pada tempat lain, seperti punggung dan dada. Menurut pengakuan pasien, pasien termasuk orang yang malas membersihkan wajahnya terutama saat pulang dari bepergian untuk melakukan aktivitas kuliahnya. Enam bulan bulan yang lalu pasien pernah berobat ke dokter kulit dan kelamin dengan keluhan serupa. Setelah selama 3 bulan pengobatan, keluhan yang dirasakan pasien juga berkurang, jerawat di wajahnya mulai mengering dan berkurang. Namun ketika obat habis, pasien tidak kontrol dan mulai jarang membersihkan wajahnya
1

milier. makula eritema. Dua bulan terakhir ini pasien sedang stress menghadapi ujian akhir dan karena hal itu pasien mengaku jerawat menjadi bertambah banyak. III. STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Keadaan gizi Vital sign : Tampak sakit ringan : Compos mentis : Baik : Tekanan darah : Tidak dilakukan Nadi Respirasi Suhu : 86 x/menit : 20 x/menit : Normal : Normocephal : KGB tidak teraba membesar : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Dalam batas normal : Dalam batas normal Kepala Leher Thorax Abdomen Genital Ekstremitas 2. sirkumskripta.sehingga jerawat mulai tumbuh kembali. pustula. diskret. STATUS DERMATOLOGIKUS Distribusi At regio Sifat lesi kering. : Regional : Facialis : Multipel. Riwayat penyakit dahulu : Pasien belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Efloresensi : Ditemukan papul. lesi 2 . permukaan timbul. PEMERIKSAAN FISIK 1. black komedo. Riwayat penyakit keluarga : Kakak pasien memiliki riwayat penyakit serupa.

IV. serta kemerahan pada wajah. V. black komedo. sirkumskripta. makula eritema. permukaan timbul. hidung dan kedua pipi disertai rasa gatal dan nyeri. DIAGNOSIS KERJA Acne vulgaris 3 . Setelah selama 3 bulan pengobatan. keluhan yang dirasakan pasien juga berkurang. pustula. Keluhan dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Namun pasien tidak kontrol dan mulai jarang membersihkan wajahnya. DIAGNOSIS BANDING Akne vulgaris Erupsi akneformis Akne rosasea Folikulitis VI. RESUME Pasien perempuan 18 tahun datang dengan keluhan jerawat pada dahi. diskret. Pasien termasuk orang yang malas membersihkan wajahnya terutama saat pulang dari bepergian untuk melakukan aktivitas kuliahnya. Enam bulan bulan yang lalu pasien pernah berobat ke dokter kulit dan kelamin dengan keluhan serupa. lesi kering. Pasien juga mengaku sangat menyukai makanan pedas. : Ditemukan papul. milier. Dua bulan terakhir ini pasien sedang stress menghadapi ujian akhir dan karena hal itu pasien mengaku jerawat menjadi bertambah banyak Distribusi At regio Sifat lesi Efloresensi : Regional : Facialis : Multipel.

Memotivasi pasien agar rajin membersihkan wajah. Khusus : Topikal  Klindamisin krim 1 % Sistemik  Doksisiklin 1 x 100 mg/hari selama 7 hari VIII. PENATALAKSANAAN Umum :    Menjelaskan pada pasien untuk menghindari faktor pemicu terjadinya acne. Memotivasi pasien agar rutin kontrol. PROGNOSIS    Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam 4 . yaitu stress.VII. karena dalam penyembuhannya akne membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan harus berkesinambungan.

5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful