Anda di halaman 1dari 17

KETENTUAN MENGIKUTI PELAJARAN FISIKA : ^_^ 1.

ADA BUKU CATATAN & BUKU LATIHAN/PR

2. BUKU DISAMPUL DENGAN KERTAS EMAS / ASTURO / KARTON WARNA UNGU 3. PENAMPILAN COVER DEPAN BUKU SEPERTI GAMBAR BERIKUT : CONTOH :
YULIA SARI FAUZIAH X TKJ BUKU LATIHAN

4. KERAPIHAN AKAN DINILAI 5. TUGAS AKHIR SEMESTER, MEMBUAT POWER POINT (PPT) DARI

SEMUA CATATAN YANG PERNAH DIBERIKAN, SECARA BERKELOMPOK (DAFTAR KELOMPOK TERLAMPIR)

PEMBAGIAN KELOMPOK KELAS XI KELOMPOK 1 1. Alvin Fauzan 2. Ari Raharjo 3. Irvian Hutama 4. Nur Utami KELOMPOK 3 1. Pandi Akhmad 2. Anggi P 3. Fajar Erriyanto 4. Riana Puspita S KELOMPOK 5 1. Siti Yuni 2. Arif Afrizal 3. Irlan A 4. Putra Yandika KELOMPOK 7 1. Indra Permana 2. Yulianto Catur 3. M. Hafizh KELOMPOK 2 1. Andre Putra H 2. Siti Masrokhah 3. Fahrul 4. Viviyana KELOMPOK 4 1. Shelly N 2. Eko Deddy 3. Maulana Malik 4. M. Achrifan KELOMPOK 6 1. Anggrita 2. Deni Setiawan 3. Fajar Nur I

KELOMPOK 8 1. Taufik Hidayat 2. Nugroho Catur 3. Nilam Sania

MATERI YANG AKAN DIPELAJARI PADA SEMESTER 3 : 1. FLUIDA 2. SUHU DAN KALOR 3. TERMODINAMIKA

FLUIDA Kompetisi Dasar : 1. Memahami hukum-hukum tentang fluida statik dan dinamik 2. Menerapkan hukum-hukum fluida statik dan dinamik dalam kehidupan sehari-hari 1. Memahami hukum hukum tentang fluida statik dan dinamik Fluida dikelompokkan menjadi 2 yaitu 1) Fluida Statik A. Tekanan a) Tekanan Hidrostatis b) Tekanan mutlak/absolute B. Hukum-hukum fluida statis a) Hukum Utama Hidrostatis b) Hukum Pascal c) Hukum Archimedes C. Tegangan Permukaan D. Kapilaritas E. Viskositas a) Hukum Stokes 2) Fluida dinamis (fluida ideal) A. Persamaan Kontinuitas B. Persamaan Bernoulli PEMBAHASAN MATERI

Fluida adalah zat yang dapat mengalir diantaranya adalah zat cair dan gas
Fluida statik yang mempelajari fluida diam Fluida dinamik yang mempelajari fluida bergerak

A. TEKANAN Adalah gaya yang bekerja pada suatu benda tiap satuan luas benda itu Rumus

P=

F A

Keterangan : P : Tekanan pada benda . (Pa = N/m2) F : Gaya .. N A : Luas permukaan benda yang mendapat gaya . m2 (1 bar = 76 cmHg = 1,01 . 10-5 Pa) a) Tekanan Hidrostatis Adalah tekanan pada fluida tak bergerak yang diakibatkan oleh adanya gravitasi.

Contoh : ketika kita menyelam pada kedalaman h dibawah permukaan air, maka telinga kita akan terasa lebih sakit, dibandingkan jika berada di dekat permukaan. Hal ini terjadi karena makin menuju ke bawah, berat fluida akan makin bertambah sehingga menyebabkan tekanan yang bekerja pada telinga juga makin besar.
Rumus : Ph = . g . h

Keterangan : Ph : Tekanan hidrostatis Pa = N/m2

g h

: massa jenis Kg/m3 : percepatan gravitasi m/s2 g = 10 m/s2 : kedalaman . m

Contoh soal : 1) Sebuah kapal selam, menyelam hingga kedalaman 200 m dibawah permukaan laut. Jika massa jenis air laut 103 Kg/m3 dan tekanan udara di permukaan laut diabaikan. Berapakah besar tekanan yang dialami oleh dinding kapala selam ? (2 x 10 6 N/m 2) Diketahui :

Ditanya :

Jawab :

5 2) Seorang penyelam menyelam ke bawah permukaan laut dan

menggunakan alat yang mampu menahan tekanan 500.000 N/m2. Jika massa jenis air laut 103 Kg/m3, berapakah kedalaman maksimum yang dapat dijangkau penyelam tersebut ? (50 m) Ph g

Diketahui :

Ditanya :

Jawab :

Soal : LKS hal 14 No. 14 LKS Hal 14 No. 1 LKS hal 15 No. 7

b) Tekanan mutlak / absolut

Patm h Ph

Rumus : Pabsolut = Patmosfer + Phidrostatis P = Patm + Error: Reference source not foundgh

B. HUKUM-HUKUM FLUIDA STATIS a) Hukum Utama Hidrostatis (HUH) Menyatakan bahwa : Semua titik yang terletak pada satu bidang datar dalam satu zat cair memiliki tekanan yang sama

Gambar PA = PB = PC

Penerapan hukum utama hidrostatis untuk menentukan massa jenis zat cair dengan menggunakan pipa U

Keterangan Gambar :
Kedua kaki diisin dengan larutan sejenis sehingga tinggi permukaan zat pada kedua kaki sama tinggi

Masing2 kaki diisi zat cair yang berbeda massa jenisnya yaitu 1 > 2 Oleh karena tekanan hidrostatis pada kedua kaki sama besar, maka tinggi permukaan zat cair pada kaki I lebih rendah daripada tinggi permukaan zat cair pada kaki II yaitu h1 < h2

RUMUS : P1 = P2 1 g h 1 = 2 g h 2 1 h1 = 2 h 2

Keterangan : 1 : massa jenis zat cair kaki I . Kg/m3 2 : massa jenis zat cair kaki II . Kg/m3 h1 : tinggi permukaan zat cair kaki I meter h2 : tinggi permukaan zat cair kaki II .. meter Contoh soal : 1) Kedua kaki pipa U diisi air yang bermassa jenis 1,2 x 103 Kg/m3 dan diisi dengan minyak. Jika tinggi permukaan air 2 cm dan tinggi permukaan minyak 3 cm, berapakah besar massa jenis minyak tersebut ? (8 x 102 Kg/m2) Diketahui : Ditanya :

Jawab : Latihan Soal : 1. LKS FISIKA HALAMAN 13 NO. 3 2. LKS FISIKA HALAMAN 14 NO. 3 (ESSAY) b) Hukum Pascall Bunyinya : (LKS FISIKA Hal. 6) Tekanan yang diberikan pada suatu fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah sama rata Contohnya : (Lihat di LKS Fisika hal 6) Penerapan hukum pascall antara lain : 1. Rem Hidrolik 2. Pompa Hidrolik 3. Dongkrak hidrolik
LKS Fisika Hal 6

Dongkrak hidrolik adalah dongkrak yang terdiri atas dua kaki berbentuk silinder yang dilengkapi dengan piston yang luas penampangnya berbeda. Gambar
F1 F2

`
A1 A2

P1

P2

Keterangan : A1 : Luas penampang piston pada kaki I A2 : Luas penampang piston pada kaki II F1 : Gaya tekan pada kaki I F2 : Gaya tekan pada kaki II

Rumus :

P1 = P 2

F=m.g F=m.g

Keterangan : P1 : Tekanan pada kaki piston I (N/m2) P2 : Tekanan pada kaki piston II (N/m2) F1 : Gaya tekan pada kaki piston I (N) F2 : Gaya tekan pada kaki piston II (N) A1 : Luas penampang piston pada kaki I (m2) A2 : Luas penampang piston pada kaki II (m2) m : Massa (Kg) g : Percepatan gravitasi g = 10 m/s2 (m/s2) Contoh soal : 1. Penampang kecil mempunyai luas 25 cm2 dan penampang besar 450 cm2. Jika penampang kecil diberi gaya 50 N, maka gaya yang bekerja pada penampang besar adalah (900 N) 2. Sebuah dongkrak hidrolik yang mempunyai diameter piston pada kaki I dan II berturut-turut 2 cm dan 8 cm digunakan untuk mengangkat beban 1 ton. Berapakah besar gaya tekan yang diperlukan hingga beban tepat akan terangkat? (625 N) Latihan soal : LKS FISIKA HAL. 17 No. 2 (Essay) c) Hukum Archimedes Bunyinya : Jika suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mengalami gaya tekan ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan Benda yang dimasukkan ke dalam fluida akan mengalami tiga kemungkinan keadaan yaitu : 1. Terapung < 2. Melayang =

3. Tenggelam > Penerapan hukum archimedes antara lain : - Kapal laut - Kapal selam - Hidrometer - Balon udara - Galangan kapal - Jebatan ponton Rumus : Fa = Wzat cair yang dipindahkan Fa = Error: Reference source not found Vcelup g Keterangan : Fa : Gaya ke atas (N) Error: Reference source not found : massa jenis fluida (Kg/m3) Vcelup : volume benda yang tercelup (m3) g : percepatan gravitasi = 10 m/s2 Contoh soal : 1. Sebuah botol yang volumenya 0,5 m3 tercelup seluruhnya ke dalam zat cair dengan massa jenis 1,5 gr/cm3. Jika percepatan gravitas 10 m/s2. Besar gaya ke atas terhadap batu oleh air adalah . . . .(7500 N) 2. Kayu berbentuk kubus yang panjang rusuknya 20 cm, mengapung di air setinggi 75% bagian. Hitung gaya angkat kubus! (20N) Gaya apung adalah gaya berarah ke atas yang dikerjakan fluida pada benda yang tercelup sebagian/ seluruhnya dalam fluida.

Gaya apung adalah selisih berat benda di udara (Wu) dengan berat benda dalam fluida (Wf).

Rumus : Fa = Wu - Wf Volume benda = Error: Reference source not found = Error: Reference source not found = Error: Reference source not found

Contoh soal :

10 (Lks Fisika Hal 14 No. 4) (PG) Diket : Dit : Jwb : Latihan soal : 1. LKS FISIKA Hal 14 No. 2 (PG) Np. 2 (esay) 2. LKS Fisika Hal 15 No. 9

C. Tegangan Permukaan Tegangan Permukaan adalah besarnya gaya permukaan tiap satuan panjang Contoh : (Bisa di lihat di LKS HAL 8) Seekor serangga yang dapat berjalan diatas permukaan air Sebuah silet yang mengambang diatas permukaan air Butiran-butiran air diatas daun keladi yang membentuk bulatanbulatan Mainan gelembung sabun

Tegangan di permukaan zat cair disebabkan adanya gaya tarik menarik antar molekul zat cair (antar molekul yang sejenis) yang disebut gaya kohesi. Gaya tarik menarik antara molekul air dengan yang lainnya (antar molekul yang tak sejenis) disebut gaya adhesi. Apabila gaya kohesi > gaya adhesi maka permukaan zat cair tersebut cenderung berbentuk cembung/bulatan-bulatan. Contoh : air diatas daun keladi Apabila gaya adhesi > gaya kohesi, maka bentuk permukaan zat cair akan berbentuk cekung. Contoh : air didalam gelas yang berbentuk cekungan
F d

Keterangan :
= Tegangan permukaan (N/m)
F = Gaya berat (N) d = panjang permukaan (m)

11 D. Kapilaritas Kapilaritas adalah naik/turunnya permukaan zat cair pada pipa sempit (pipa kapiler) . Kapilaritas dipengaruhi oleh gaya kohesi dan gaya adhesi

Contoh : Minyak tanah bisa naik ke atas sumbu kompor Rumus :

y=
Keterangan : y = kenaikan/penurunan permukaan zat cair (m) = tegangan permukaan (N/m)

= sudut kontak
g = percepatan gravitasi (m/s2) r = jari-jari (m) = massa jenis cairan (Kg/m3) Contoh Soal :

1.

Sebuah pipa kapiler yang berdiameter 6 mm ditancapkan pada zat cair yang bermassa jenis 1,2 x 103 Kg/m3 dan mempunyai tegangan permukaan 6 N/m. Jika besar sudut kemiringan permukaan zat cair di dalam pipa 60o. berapakah besar pergeseran permukaan zat cair? Diket : Dit : Jawab : 0 Sin Cos Tg 0 1 0 1 30 45 60 1 0 90

LATIHAN SOAL : - LKS Fisika Hal. 15 No. 10 ( - LKS Fisika Hal. 15 No. 14 - LKS Fisika Hal 17 No. 3 - Lks Fisika Hal 18 No. 8 E. Viskositas Viskositas adalah

12 = 800 Kg/m3)

kekentalan

fluida

yang

menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida.

Suatu benda yang dijatuhkan dalam suatu cairan

pada suatu saat akan mempunyai kecepatan konstan, kecepatan itu disebut kecepatan terminal. Misalnya sebuah wadah berisi zat cair dalam keadaan diam, kemudian sebuah bola dimasukkan dan bergerak di dalamnya, akibatnya, bola itu mengalami gaya gesekan yang terkenal dengan hukum stokes. Hukum stokes menerangkan besarnya gesekan pada bola yang bergerak relative dalam suatu fluida Rumus : rv : (dibaca Eta)

Ft = 6

Keterangan : Ft = gaya gesekan oleh zat alir (N) = kekentalan zat cair/viskositas (N. s/m2) r = jari-jari bola (m) v = kecepatan relative bola terhadap zat cair (m/s)

v=

Keterangan : v = kecepatan terminal (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s2) r = jari-jari (m) = koefisien viskositas (Pa.s) = massa jenis benda (Kg/m3)

= massa jenis fluida (Kg/m3)

13

Contoh soal :
1. Hitunglah kecepatan terminal sebuah bola baja = 2,7 g/cm3, r = 10 cm) yang tercelup pada tangki air ( = 1 g/cm3). Dik : Dit : Jawab : = 10 -3 Pa.s

Latihan soal : - Lks Fisika Hal. 15 No 16 - Lks Fisika Hal. 16 No. 24 2. FLUIDA DINAMIS 1. Aliran Laminer Adalah Aliran garis arus yang relative sederhana Gambar :

Didalam fluida dinamis terdapat dua macam aliran yaitu

2. Aliran Turbulen Adalah Aliran yang lebih kompleks, ditandai dengan aliran berputar. Gambar :

14

A) Persamaan Kontinuitas Adalah Fluida mengalir dalam pipa yang luas penampangnya berbeda, memiliki kecepatan alir yang berbeda pula. Persamaan Kontinuitas
Q1 = Q2 = Konstan

Keterangan : Q : Debit fluida (m3/s)

Rumus :
A1 . V1 = A2 . V2

Keterangan : A1 : Luas Penampang Pipa I (m2) V1 : Kecepatan alir pipa I (m/s) A2 : Luas Penampang Pipa II (m2) V2 : Kecepatan alir pipa II (m/s) Debit adalah volume fluida yang mengalir persatuan waktu Rumus :
Q= V = A.v t

Keterangan : Q : Debit (m3/s) V : Volume (m3) t : Waktu (s) A : Luas Penampang (m2) v : Kecepatan Alir (m/s) Contoh Soal : 1. Sebuah kolam yang berkapasitas 40 m3 diisi dengan air hingga penuh menggunakan pompa berkekuatan 0,25 m3/s. Berapakah lama waktu yang diperlukan ? Diket : Dit : Jawab :

2. Pipa berdiameter 0,2 m kecepatan alir fluidanya 10 m/s dihubungkan dengan pipa berdiameter 0,1 m. hitung kecepatan alir fluida! Dik : Dit : Jawab :

15

LATIHAN SOAL : Lks Fisika Halaman 13 N0. 2 dan 5

B) Persamaan Bernoulli

Adalah Fluida mengalir dalam pipa dengan ketinggian yang berbeda disebabkan oleh perbedaan tekanan. Persamaan Bernoulli P + v+ g h = konstan
gh

16

P + v+ g h1 = P2 + v+ g h2

Gambar :

Untuk kasus aliran fluida pada lubang kecil dalam sebuah wadah, diperoleh :

v2 =

17

Rumus :
v= x= 2

Keterangan : v : Laju aliran kebocoran (m/s) g : Percepatan gravitasi (m/s2) h : Kedalaman kebocoran dari permukaan (m) x : Jauh pancaran dari dinding kebocoran (m) y : Tinggi kebocoran dari lantai (m) Contoh Soal : 1.