Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Dosen Mata Kuliah : Drs. Darmawang, M.

Kes LEARNING LOG REFLEKSI MATA KULIAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Oleh Farid Mawardi,S.Pd 12B08072

Secara konseptual, pengertian keselamatan kerja adalah suatu syarat atau norma-norma kerja di segala tempat kerja dengan terus menerus wajib diciptakan dan dilakukan pembinaannya sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, dan teknologi

Seirama dengan pesatnya pembangunan negara kita dewasa ini, dimana kita akan memasuki era industrialisasi, maka proses industrialisasi tersebut antara lain akan ditandai dengan modernisasi, mekanisasi dan elektrifikasi. Dalam keadaan yang demikian, penggunaan mesinmesin, pesawat pesawat, instalasi-instalasi serta bahan berbahaya semakin meningkat. Hal tersebut berarti akan menambah jumlah dan ragam sumber bahaya di tempat kerja.

Dalam hal lain terjadi pula lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat, proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya, serta peningkatan intensitas kerja operasional tenaga kerja. Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.

Mata kuliah K3 merupakan mata kuliah yang sangat penting untuk kita pelajari. Namun pelaksanaannya kadang sering dijadwalkan pada waktu yang tak terduga sehingga sebagai seorang mahasiswa, kami harus siap untuk mengatur waktu belajar dan membenahi tugastugas kuliah yang harus di pelajari untuk setiap minggunya khususnya mata kuliah K3. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen diri untuk membangun pribadi yang mampu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi.

Materi yang disajikan pada setiap pembelajaran memberikan pemahaman tentang K3 dan membuka wawasan tentang pentingnya penerapan K3 dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang selalu di tekankan pada setiap pertemuan yakni komitmen dan kebijakan dalam K3.

K3 identik dengan keindahan. Segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan prosedurnya akan menghasilkan sesuatu yang indah. Contohnya pemilihan cat warna biru untuk digunakan pada sebuah mesin. Selain Unsur keindahan warna biru dapat dilihat dari segi K3 yang artinya bahwa ketika mesin tersebut terkena cahaya matahari maka mata tidak akan terkena silauan.

K3 tidak dapat di pisahkan dari kehidupan kita sehari-hari tetapi belum bisa menjadi budaya yang dapat kita lestarikan. Ini merupakan salah satu faktor penghambat penerapan K3. Selain itu masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran yang kita miliki untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan akibat kerja.

Jika dalam perusahaan mempunyai karyawan lebih dari 100 orang maka akan lebih baik jika dibentuk sebuah organisasi K3 agar ada seseorang yang bertanggungjawab, menilai setiap kinerja, dan menindaklanjutinya, merencanakan anggaran dana untuk menyiapkan sarana dan prasarana sehingga pekerja bisa bekerja dengan baik dan lebih produktif.

Sebuah perusahaan harus mampu untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman mulai dari kebersihan, suhu, suara, getaran, kesehatan, ketertiban, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerja yang berlaku. Sebuah perusahaan harus mampu membuat situasi kerja yang bisa mempengaruhi psikologi kerja yang tidak menimbulkan reaksi trauma.

Kita tidak boleh mengabaikan aspek K3 di tempat kerja. Sebagai contoh seorang pimpinan di sebuah perusahaan harus mampu membuat situasi nyaman dan menyenangkan di tempat kerja sehingga karyawan bisa bekerja dengan baik. Oleh karena itu di butuhkan komitmen untuk menerapkan K3 agar terhindar dari kecelakaan kerja.

Kurangnya komitmen penerapan K3 yang dimiliki dalam sebuah perusahaan akan menimbulkan sesuatu yang tidak indah. Dalam sebuah perusahaan di butuhkan komitmen yang tinggi bagi semua elemen yang ada dalam perusahaan tersebut baik dari segi safety, ketelitian, keseriusan, kesehatan, dan kedisiplinan dalam bekerja. Oleh karena itu kesadaran akan pentingnya K3 harus di perhatikan.

Penerapan K3 seharusnya bisa dilakukan sebelum perusahaan beroperasi mulai dari tahap rekrutmen karyawan, pelatihan dan penempatan karyawan pada unit kerja masing-masing. Apabila pekerja sudah bekerja dengan baik maka diharuskan menerapkan K3 di tempat kerja tersebut. Hal ini di maksudkan agar setiap pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapatkan pelindungan atas keselamatannya sehingga segala sesuatu yang di gunakan dalam perusahaan dapat di pakai secara aman dan efisien. Untuk itu, semua pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan sumber daya manusia diharapkan dapat mengerti, memahami, dan menerapkan keselamatan kerja dan melatih para calon tenaga kerja di tempat kerja masing-masing, agar terdapat keseragaman dalam pengertian, pemahaman, dan persepsi tentang keselamatan kerja.

Sebagai seorang pekerja harus dibiasakan untuk bekerja dengan mengutamakan keselamatan kerja, baik keselamatan terhadap diri sendiri, keselamatan terhadap benda kerja, maupun keselamatan terhadap lingkungan. Kepada pekerja harus diperkenalkan berbagai pengetahuan dan pelaksanaan keselamatan kerja secara lebih sistematis dan terus menerus dengan pengawasan yang teratur oleh instruktur.

Oleh karena itulah, maka mata kuliah K3 ini diarahkan pada penerapan keselamatan kerja dalam kegiatan sebagai calon tenaga kerja yang harus membekali dan melatih diri dengan melakukan pekerjaan yang senantiasa mengutamakan keselamatan kerja, karena pekerjaan dalam bidang kerja keteknikan merupakan salah satu bidang pekerjaan yang rawan akan kecelakaan, baik bagi pekerja, lingkungan, maupun hasil kerja.

Terima Kasih