Anda di halaman 1dari 3

Pada umumnya kapasitas lapang teoritis dan aktual memiliki perbedaan nilai yang cukup signifikan.

Dalam prakteknya kapasitas lapang secara aktual akan lebih rendah dari kapasitas lapang teoritis ini disebabakan oleh beberapa faktor meliputi 1. Kondisi lahan 2. Kondisi dari traktor itu sendiri, apakah masih layak digunakan atau tidak. Dari data yang kami dapat pada saat praktikum adalah kapitas lapang efektif sebesar 0,096 ha/jam dan kapasitas lapang teoritis adalah sebesar 98,4 ha/jam. Kapasitas lapang menunjukan seberapa besar luasan tanah yang dapat diolah oleh traktor persatuan waktu tertentu. Ini berkaitan dengan lebarnya daerah pembajakan oleh traktor, dan kecepatan traktor tersebut pada saat melakukan pengolahan tanah Kapasitas lapang secara teoritis hanya membahas dan memperhitungkan luasan areal perlamanya waktu pembajakan tanpa memperhitungkan gangguan-gangguan yang ada dilapangan. Kapasitas lahan teoritis merupakan suatu kapasitas lahan ideal traktor dalam melakukan pembajakan pada suatu areal tertentu, dengan asumsi bahwa traktor dianggap berjalan dengan mulus tanpa hambatan dengan kecepatan konstan dan jarak yang ditempuh berdasarkan keliling roda traksi ban belakang traktor. Kapasitas ini memberikan gambaran seberapa besar kemampuan optimum traktor dalam mengolah tanah yang sebenarnya dilapangan. Pada saat praktikum kondisi lapangan tidak bersahabat. Kondisi tanahnya memiliki kelembaban yang tinggi sehingga ban traktor tertutupi tanah sehingga alur ban traktor tidak bisa menggigit tanah akibatnya traktor banyak sekali slip nya. Praktikum kali ini mengalami hambatan dan hambatan itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor meliputi 1. Faktor Kelembaban Tanah Yang Tinggi Kelembaban tanah yang tinggi membuat gerak traktor menjadi sulit, dan traktor sangat sulit berjalan lurus selalu berkelok kelok, juga menimbulkan slip pada traktor serta ketidak seimbangan lainnya yang membuat arah pembajakan menjadi lebih luas dan lebih pendek dari semestinya. 2. Faktor Liat Pada Lahan Yang Tinggi Kadar liat tinggi ditambah kondisi lahan setelah hujan, membuat lahan menjadi licin, tanah semakin liat. Distribusi tekanan traktor menjadi tidak merata pada setiap titiknya sehingga dengan demikian pergerakan traktor tidak stabil. 3. Faktor Konfigurasi Lahan Yang Tidak Beraturan Pada kondisi lahan yang tidak beraturan dapat membuat nilai besaran pembajakan untuk setiap lokasi menjadi berbeda, kondisi pada saat kami praktikum memiliki kelembaban yang sangat tinggi sehingga traktor mengalami ketidakseimbangan sehingga pembajakan menjadi melebar atau menyempit. Belum lagi ada slip pada roda traktor yang sangat besar mengakibatkan laju

gerak traktor tidak lurus menjadi berkelok-kelok sehingga mempengaruhi lebar lahan yang dibajak. 4. Kesalahan Operator Pada Saat Pengukuran Data Faktor ini akan selalu menyertai dalam setiap pengukuran dilapangan. Factor ini kemungkinan besar terjadi pada saat pengukuran pada praktikum kali ini. Kesalahan pengukuran tersebut bisa pada saat mengukur mengukur lebar pembajakan. Kemudian kesalahan pembacaan ukuran pun dapat mempengaruhi hasil pengukuran yang ada. Overlapping pada saat pelaksanaan pembajakan dilapangan dapat kita amati Overlapping terjadi atau tidak bisa dilihat dari adanya gerusan dan gundukan yang menumpuk pada areal aluran pembajakan yang dilakukan sebelumnya. BAB V KESIMPULAN 1) Kapasitas teoritis pembajakan menunjukan seberapa besar kemampuan optimum traktor dalam membajak lahan pertanian dalam ha /jam. 2) Efisiensi pembajakan diperoleh dari seberapa besar kapasitas actual dan teoritis yang diperoleh pada traktor saat pengolahan lahan. 3) Slip dan Skid mempengaruhi kinerja pembajakan traktor secara umum dilapangan. 4) Umumnya pada lahan pertanian yang basah, kadar liat tinggi, dan konfigurasi lahan yang fluktuatif / tidak seragam, menimbulkan slip yang besar pada laju traktor. 5) Besarnya overlapping akan mempengaruhi lamanya waktu pembajakan keseluruhan areal pembajakan yang akan dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Ali Hanafiah, Kemas.2005.Dasar Dasar Ilmu Tanah.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada. Bowles, J.E.,1984.Sifat - sifat Fisis dan Geoteknis Tanah.Alih bahasa Ir.Johan Kelanaputra Hainim.Jakarta : Erlangga. Braja M.Das.,1993.Mekanika Tanah Jilid 1 ( Prinsip Prinsip Rekayasa Geo Tehnis ).Jakarta : Erlangga. Christiady Hardiyatmo, Hary.1992.Mekanika Tanah I.Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Djatmiko Soedarmo, G., 1985. Petunjuk Praktikum Mekanika Tanah., Universitas Merdeka Malang.

Djatmiko Soedarmo, G dan S.J.Edi Purnomo.,1997.Mekanika Tanah 1., Yogyakarta : Kanisius. Hunt, Donnell.1983.Farm Power and Machinerry Management, eighht edition.Lowa State University Press : Ames. Sunggono. 1984. Mekanika Tanah. Bandung : Nova.