Anda di halaman 1dari 4

Statement/ intruksi perulangan iterasi atau digunakan untuk melakukan pengulangan serangkaian intruksi/statement lainnya, mengikuti suatu kondisi

atau aturan. JAVA menyediakan tiga cara untuk melakukan perulangan, yaitu dengan statement for, while dan do-while. (1) Perulangan dengan statement for: Bentuk: For (nilai_awal; kondisi; step)statement; Contoh: For (i=1;i<20;i++) System.out.println(i); Perulangan dilakukan berdasarkan nilai suatu variabel perulangan, dimulai dengan nilai_awal diikuti suatu kondisi, sehingga selama kondisi ini terpenuhi perulangan akan berlangsung terus. Pada setiap putaran nilai variabel perulangan harus berubah agar perulangan harus berubah agar perulangan tersebut dapat dibatasi kelangsungannya. Nilai variabel tersebut diubah sesuai nilai step yang diberikan. Contoh: import java.io.*; public class looping { public static void main(String[] args) { for(int i=1; i<=5; i++){ System.out.println(i); } } } Output:

(2) Perulangan dengan while statement: Bentuk: while (kondisi) {statement. . .} Contoh: while (i<20) {System.out.println(i);i++;} Perulangan while bekerja dengan cara apa bila kondisi while itu terpenuhi atau bernilai true maka perulangan tersebut akan terus dilakukan sapai bernilai false. Contoh: (3) Perulangan dengan do-while statement: Bentuk: do {statement;...} while (kondisi); Contoh: do {System.out.println(i);i++;} while (i<20); Bentuk-bentuk pengulangan for, while ( ), dan do-while pada hakikatnya serupa, hanya saja pada pemakaian for itu batas-batas perulangan sudah jelas karena (harus) dinyatakan pada baris instruksinya. Pada pemakaian while dan do-while, batas-batas itu harus diperhatikan oleh pemrogram, yaitu suatu variabel yang terkait dengan kondisi while (variabel i) harus diberi nilai awal sebelum masuk ke lingkup while / do-while, kemudian variabel tersebut harus berubah dalam lingkup while/do-while (i++) agar perulangan bisa berakhir. Contoh:

Kondisional Setelah bentuk if/else, disediakan instruksi switch yang memperkenankan lebih dari dua alternatif sehingga bisa disebut sebagai instruksi multialternatif. Bentuk multialternatif: switch (ekspresi) { case nilai-1 : statement-1; break; case nilai-2 : statement-2; break; ........ default : statement; } Maknanya, bila nilai ekspresi cocok dengan salah satu nilai yang ada maka statement pada kasus (case) nilai tersebut akan dilaksanakan, tetapi bilamana tak ada satupun nilai yang memenuhi maka Statement default yang dilaksanakan. Ada beberapa aturan yang harus diketahui ketika akan menggunakan switch: a. Variable Switch harus memiliki tipe salah satu dari: byte, char, short, atau int. b. Nilai yang digunakan pada case harus literal dari tipe variable, bisa juga ekspresi yang memiliki nilai tetap (constant). c. Nilai pada case harus dalam jangkauan dari tipe data variable switch. d. Tidak Boleh ada dua case yang sama, juga tidak diperkenankan memiliki dua default Dua Case yang nilainya berbeda dapat digabungkan untuk suatu statement yang sama, misalkan pada contoh berikut ini: boolean parseYesOrNoResponse (char response) ( switch (response) { case y : case Y : return true; case n : case N : return false; default: throw new IllegalArgumentException ( Reponse must be Y or N ) ; } } Pada contoh ini sebuah fungsi bertipe boolean bernama parseYesOrNoResponse dengan argumen response digunakan untuk memeriksa respons apakah y atau Y untuk mengembalikan nilai true, atau apakah n atau N untuk mengembalikan nilai false. Pada pembuatan program ada kalanya kita memerlukan if/else dan adakalanya memerlukan switch. Dasar pemikirannya adalah bila nilai kondisi yang dipersyaratkan merupakan nilai eksak/tepat (tanda sama diperlukan) maka konstruksi switch mungkin lebih efisien, tetapi bila persyaratannya merupakan range-nilai (lebih besar atau lebih kecil dari suatu nilai) maka lebih baik memakai if/else.

Percabangan
Operasi percabangan atau disebut contditional brannching karena intruksi ini ini digunakan untuk memilih alternatif berdasarkan suatu persyaratan. Apabila persyaratan dipenuhi maka suatu alternatif dikerjakan dan bila tidak dipenuhi maka alternatif lain yang dikerjakan.

Bentuk dua alternatif : if (kondisi) Statement-1 Else Statement-2 Makananya: bila (kondisi) terpenuhi maka lakukan Statement-1, bila tidak lakukan statement-2.