Anda di halaman 1dari 86

1

TINJAUANFAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTUTUNGGUPELAYANANREKAM MEDIS DIPENDAFTARANRAWATJALA N RSUDDATUSANGGULRANTA U TAHUN201 1

KHUSNUL KHATIMAH SOEBARTO 08D30031

PROGRAMSTUDIPEREKAMDANINFORMASI KESEHATAN STIKES HUSADABORNEO BANJARBAR U 2011

TINJAUANFAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTUTUNGGUPELAYANANREKAM MEDIS DIPENDAFTARANRAWATJALA N RSUDDATUSANGGULRANTA U TAHUN201 1


Karya Tulis Ilmiah Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan

KHUSNUL KHATIMAH SOEBARTO 08D30031

PROGRAMSTUDIPEREKAMDANINFORMASI KESEHATAN STIKES HUSADABORNEO BANJARBAR U 2011

HALAMAN PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, Nam : Khusnul Khatimah a Soebarto NI : M 08D30031 Program : Perekam dan Informasi Studi Kesehatan Judul : Tinjauan Faktor -Ffaktor yang Mempengaruhi KTI Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau Tahun 2011. Dengan ini saya menyatakan bahwa hasil penulisan karya tulis ilmiah yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan tidak melakukan pelanggaran sebagai berikut : Plagiasi tulisan maupun gagasan Rekayasa dan manipulasi data Meminta tolong atau membayar orang lain untuk meneliti Mengajukan sebagian atau seluruh karya ilmiah untuk publikasi atau untuk memperoleh gelar atau sertifikat atau pengakuan akademik atau profesi di tempat lain Apabila terbukti saya melakukan pelanggaran tersebut diatas, maka saya bersedia menerima sanksi berupa pencabutan gelar akademik. Demikia pernyataan saya buat dalam sadar dan n ini keadaan tidak dipaksakan . Penulis ,

[ KhusnulKhatimah. S]

MOTTO
Diwajibkan atasmu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia berperang: amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu padahal padahal ia amat buruk bagimu. Allah menyukai sesuatu, berperang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui itu sesuatu (Q. S. Al-Baqarah: 216) Ketika engkau putus asa, pertolongan itu menghampirimu, yang diberikan oleh Yang Maha Lembut Lagi Maha Memberi (DR. Aidh al-Qarni) 6HWLDS RUDQJ WHUVHEXW PDX PHPLOLK XQWXN EHUXEDK 0U $UWXUR Seorang pemenang hanya ada satu Tapi seorang yang ELVD VDMD menang tidak kurang dari seribu. EHUXEDK Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong Kegagalan dan kesuksesan hanya sebuah konsep, seperti OHELK EDLN ketika seseorang mengucapkan kata makna yang muncul MLND hi- dan dup.* RUDQJ \DQJ 7HUSHQWLQJ FRNXV SDGD DLUL 6HQGLUL Bagaimanapun Like and Dislike Pasti AkDQ 6HODOX AGD SEMANGATTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!........ (Penulis)

PERSEMBAHAN

Akhirny terselesaika juga studik denga a n u n terselesaikannya karya tulis ilmiah ini. Segala unek-unek, rasa sebel, dongkol, haus, lapar, marah, takut, cuapek, ataupun ngantuk semua bisa aku terima dengan senyum. Karya tulis ilmiah sederhana ini aku persembahkan kepada : ALLAH SWT atas nikmat, anugerah dan kemudahan tiada henti dalam kehidupan ini. . DNHN, 1HQHN DWDV GRD GDQ GXNXQJDQQ\D. %DSDN VHMXWD UDVD VD\DQJNX XQWXNPXXQWXN NHUMD keras dan usaha membiayai ku menuntut ilmu dan Perempuan paling cantik di negeriku Indonesia yaitu Ibuku. Bapak dan Ibu, bukti hidup aku persembahkan karena ridho Allah ada melalui restumu dan kau memberikan dukungan moral dan material serta kasih sayang yang tiada hentihentinya. yang jauh disana atas dan Calon mertua ku doa dukungannya .

Tante Elsi dan Paman Udin yang selalu memberikan semangat dan bantuan, . DND NX WHUVD\DQJ GLUXPDK Andrea Soebarto DWDV GRD dan dukungannya dan yang selalu memberiku semangat. keikhlasanny Calon suamiku untuk dukungannya dan a mengantar aku kemanapun yang aku mau...tidak akan mudah untukku bila sendiri.. dan VHODOX PHPEHULNX VHPDQJDW, , ORYH \RX VR PXFK . $GLNNX WHUVD\DQJ GLUXPDK Tri Aulia Soebarto \DQJ selalu membuatku tersenyum. $GLN VHSXSXNX $GLW\D 5HQDOG\ GDQ -XO\D $QDWDV\D \DQJ VHODOX PHPEXDWNX WHUWDZD. .DND VD\DQJ NDOLDQ.. dan Zuraida jauh disana atas doa Rin a yang dan GXNXQJDQQ\D Keluarga Besarku yang selalu memberiku semngat dan dukungannya. Aku sayang kalian.. Teman temanku yang sama sama bimbingan KTI (Dhika dan Rusdy). Thanks ya atas bantuannya. Maaf juga walau terkadang aku bisa marah dan sebel sama kalian.

Bua teman-temanku Thina, Phia, Pa t tersayang Rt (Rahmadi), Indra, Enggar, Juve (Julia Sari), Dhika, Erwin. I luv u pull.. hehehe...untuk bantuannya,,Bersamamu teman sedihku hilang dan aku bisa tertawa lepas. Siti Asphia, Enggar Normanto, Asma Wahidah untuk prinannya . Indra dan Juve (Julia Sari) hari hari dirumah kontrakan kita lewati bersama dalam suka dan duka. 7KLQD WKDQNV \D DWDV VDUDQ GDQ NULWLNQ\D Hj. Rina Handayani untuk tumpangannya.. Anna, Nita untuk pinjaman bukubukunya.. Seluruh teman-teman II Perekam & D I Informasi Kesehatan angkatan 2008,, suka dan duka kita lewati bersama. .

10

ABSTRA K
Khusnul KhatimahSoebarto.08D30031 TINJAUAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU PELAYANAN REKAM MEDIS DI PENDAFTARAN RAWAT JALAN RSUD TUNGGU SANGGUL DATU RANTAUTAHUN2011 Karya Tulis Ilmiah. Program Perekam dan Informasi Kesehatan. 2011 Salah satu bentuk pelayanan administrasi di rumah sakit adalah rekam medis. Penyelenggaraan rekam medis dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima untuk menciptakan kepuasan pada pasiennya terutama dengan pelayanan tunggu yang singkat. Salah satu masalah di rekam medis RSUD Datu waktu Rantau yaitu lambatnya waktu tunggu pelayanan rekam medis rawat jalan. Sanggul tunggu pasien terhadap pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat Waktu jalan menunjukan rata rata 14 menit 55 detik. Waktu ini tergolong lama, karena pelayanan rekam medis pasien di pendaftaran untuk rawat jalan yaitu > 10 standar menit. Metode penelitian yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan potong studi lintang (cross sectional) yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran faktor rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Populasi penelitian ini adalah pasien yang ke tempat pendaftaran rawat jalan dan petugas rekam medis rawat jalan. datang Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan RSUD Sanggul Rantau pada kegiatan rekam medis yaitu di penyimpanan. Pada Datu Sumber Daya Manusia yaitu pendidikan dan pada Sumber Daya Material yaitu fasilitas. Diperoleh rata rata waktu tunggu untuk pasien baru yaitu 7 menit 27 bahan dan dan rata rata waktu tunggu pasien lama yaitu 14 menit 16 detik detik. Disarankan pada RSUD Datu Sanggul Rantau, untuk menggunakan sistem penggunaa KIU komputerisasi dioptimalka dan reka medis sebaiknya dilakukan , n secara urut P menurut n ketentuan yang penjajaran m berlaku. Daftar Pustaka ( 1991 2010) Kata Kunci : Waktu Tunggu Pelayanan, pendaftran pasien rawat jalan, rekam medis

11

ABSTRACT
Khusnul KhatimahSoebarto.08D30031 REVIEW of FACTOR - FACTORS AFFECTING THE WAITING TIME of RECORD SERVIC MEDICAL I TH Outpatien REGISTRATIO DAT E t N U RANTAU HOSPITAL INN E 2011 Scientific Writing. Recorder and the Health Information Program. 2011 One of administrative services at the hospital is the medical records Organizing service. medical records are required to provide service excellence to satisfaction in patients, especially with short waiting times. One of the create problems the medical in records of the Datu sanggulHospital is waiting times of medical records services. The waiting time to service the medical records of outpatient patients in outpatient registration shows the average - average 14 minutes 55 7KDWV WLPH FDWHJRUL]H LQ ORQJ seconds. WLPHV because the standard of care medical ZDLWLQJ records for outpatient registration ie in less than 10 minutes. The research method is descriptive research method to crossstudies sectional approach that aims to determine factors - factors that affect waiting time of medical records at the outpatient registration in Datu sanggul Hospital. service population study was patients who come to the outpatient registration officer The and ambulatory medical records. The sampling technique is Accidental Sampling. The results showed that the factors that greatly affect the waiting time service of medical records of outpatient registration at RSUD Datu Sanggul Rantau the activities on of medical records in storage. On human resources: education and material resources that is material and facilities. Provided the average waiting for new patients is 7 minutes 27 seconds and the average waiting time for time patients is 14 minutes 16 long seconds. Suggested for RSUD Datu Sanggul Rantau, to use the computerized and optimized system of KIUP medical records and alignment should be sequence to applicable performed according in regulations. Refferences : (1991 2010) Keywords: Wait Time Services, out patient registration, medical record

SANGGU L

12

KATAPENGANTA R
Puji syukur kehadirat Allaah SWT, yang telah memberikan serta hidayahNya sehingga dengan ijinNya sehingga penulis bisa menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini dengan judul 7LQMDXQ Faktor Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis Di Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul 5 DQWDX7DKXQ . Adapun tujuan penyusunan Tulis ini adala untu dari Karya Ilmiah h k memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKES Husada Borneo Banjarbaru. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak kekurangan kekurangan, namun demikian penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih yang tidak terhingga kepada: SKM Msi selaku STIKE Husad Borne 1. Rusman Efendi, . , Ketua S a o Banjarbaru . 2. Riko Ijami. SKM. M.Kes, selaku pembimbing I penulisan KTI, yang penuh perhatian, kesabaran dan ketelitian dalam memberikan bimbingan, arahan, petunjuk sepenuhnya, sehingga sampai selesainya penulisan KTI ini. 3. Irmawan, Amd. Perkes, selaku pembimbing II penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang selalu membimbing dan memberikan masukan saran serta ilmunya. 1. Hj. Hosizah, SKM, M.KM dan Gussa Azizah, SKM selaku penguji yang telah banyak memberikan arahan dan masukan demi kesempurnaan penulisan KTI ini. 2. Deasy Rosmala Dewi, M. Kes, selaku ketua program studi Perekam dan Informasi Kesehatan STIKES Husada Borneo Banjarbaru. 3. Noor Ifansyah, SKM. MS, selaku Kepala RSUD Datu Sanggul Rantau.

13

4. H. Abdul Baril, AMK, selaku Kepala Unit Rekam Medis RSUD Datu Sanggul Ranatau . 5. Ika Cahyaningtyas K, A.Md.PK selaku pembimbing rumah sakit 6. Seluruh staf atau petugas Rekam Medis RSUD Datu Sanggul Rantau. 7. Teman teman dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 8. Ucapan terima kasih yang tulus dan ikhlas kepada Ayah, Ibu, Kakak, Adik dan Calon suamiku yang selalu memberikan dorongan moril maupun materiil VHUWD GRD \DQJ WXOXV LNKODV GDQ PHQFXUDKNDQ VHJDOD NDVLK VD\DQJ GDQ semangat yang tiada hentinya. Akhirnya penulis menyadari atas segala keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini dengan harapan, semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi pengambil kebijaka di bidan kesehatan dan ilmu bag n g , pengembangan pengetahuan i penelitian selanjutnya.

Banjarbaru, Agustus 2011 Penuli s

Khusnul Khatimah. S

14

DAFTARIS I
Halaman cover .................................................................................................... i Halaman Judul..................................................................................................... ii Halaman Pernyataan........................................................................................... iii Halaman Persetujuan .......................................................................................... iv Halaman Pengesahan ......................................................................................... v Motto ............................................................................................................... .... vi Persembahan ................................................................................................... ... vii Abstrak ........................................................................................................... ..... x Abstract ........................................................................................................... .... xi Kata Pengantar.................................................................................................... xii Daftar Isi.............................................................................................................. xiv Daftar Tabel......................................................................................................... xvii Daftar Gambar..................................................................................................... xviii Daftar Lampiran................................................................................................... xviii BAB PENDAHULUA I N 1.1 Latar Belakang................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................ 3 1.3 1 Tujuan . Umum ......................................................................... 3 1.3 2 Tujuan . Khusus ....................................................................... 4 1.4 Manfaat Penelitian........................................................................... 4 1.5 Keaslian Penelitian.......................................................................... 5

15

BABII TINJAUANPUSTAKA 2.1 Tinjauan Teori.................................................................................. 6 2.1 1 Rekam . medis......................................................................... 6 2.1 2 Tujuan rekam . medis............................................................... 8 2.1 3 Kegunaan rekam . medis ......................................................... 8 2.1 4 Kegiatan rekam medis............................................................ . 10 2.1 5 Pelayanan rawat . jalan ............................................................ 14 2.1 6 Waktu tunggu . pelayanan........................................................ 15 2.1 7 Sumber Daya . Manusia........................................................... 16 2.1 8 Sumber Daya . Material............................................................ 18 2.2 Landasan Teori ............................................................................... 19 2.4 Kerangka Konsep............................................................................ 21 BABIII METODOLOGIPENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian ...................................................................... 22 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................... 22 3.3 Subjek Penelitian ............................................................................ 22 3.3 1 Populasi ................................................................................ . . 22 3.3 2 Sampel.................................................................................. . . 23 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional................................... 23 3.4 1 Variable . penelitian.................................................................. 23 3.4 2 Definisi . operasional................................................................ 24 3.5 Instrumen Penelitian ........................................................................ 25 3.6 Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 25 3.7 Teknik Analisis Data ........................................................................ 26 3.8 Prosedur Penelitian ......................................................................... 27 3.9 Keterbatasan dan Kelemahan Penelitian......................................... 28

16

BABIV HASIL DANPEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................. 29 4.1.1Gambaran RSUD Datu Sanggul Rantau.................................. 29 4.1 2 Pengembangan Rumah Sakit................................................. . 29 4.1 3 Visi dan . Misi ........................................................................... 30 4.1 4 Pelaksanaan Kegiatan Rekam Medis RSUD Datu . Sanggul Rantau .................................................................................. . 31 4.1 5 Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran . Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau......................................... 33 4.1 6 Sumber Daya . Manusia........................................................... 36 4.1 7 Sumber Daya . Material ............................................................ 38 4.2 Pembahasan .................................................................................... . . 40 4.2 1Pelaksanaan Kegiatan Rekam . Medis ...................................... 40 4.2 2 Waktu Tunggu . Pelayanan ...................................................... 44 4.2 3 Sumber Daya . Manusia........................................................... 45 4.2 4 Sumber Daya . Material ............................................................ 46 BABV KESIMPULANDAN SARAN 5.1 . Kesimpulan....................................................................................... 5.2 49Saran............................................................................................... . .. 50 DAFTARPUSTAK A LAMPIRA N RIWAYATHIDU P

17

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional............................................................................. 24 Tabel 4.1 Rata rata waktu tunggu Pelayanan dalam Tiap Tahapan .................. 36 Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Terhadap SDM........................................................ 37 Tabel 4.3 Hasil Observasi terhadap Sumber Daya Material................................. 38

18

DAFTARGAMBA R
Gambar 2.1 Kerangka Konsep............................................................................. 21 Gambar 4.1 Waktu Tunggu Pelayanan Berdasarkan Tiap Tahapan .................... 35

19

DAFTARLAMPIRA N

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8

Surat Izin Penelitian untuk RSUD Datu Sanggul Rantau Surat Balasan Dari RSUD Datu Sanggul Rantau Data Waktu Tunggu Pasien Kuesioner Sumber Daya Manusia (SDM) Lembar Observasi Sumber Daya Material (SDM) Laporan Bimbingan KTI Struktur Organisasi RSUD Datu Sanggul Rantau Struktur Organisasi Rekam Medis RSUD Datu Sanggul Rantau

20

BAB I PENDAHULUA N
1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan tempat pemondokan yang
memberikan pelayanan medik jangka pendek dan jangka panjang yang meliputi kegiatan observasi, diagnostik, terapetik dan rehabilitasi bagi semua orang yang menderita sakit atau luka serta bagi mereka yang melahirkan, dan juga diberikan pelayanan berdasarkan rawat jalan bagi yang membutuhkan sesuai dengan sakit yang dideritanya. Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 983 Tahun 1992 tugas rumah sakit adalah melaksanakan upaya kesehatan berdaya guna dan berhasil guna, serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan. Fungsi rumah sakit itu sendiri adalah tempat menyelenggarakan pelayana medik pelayana penunjang pelayana keperawatan n , n dan , n , pelayana rehabilitasi pencegaha penyakit Denga n , pelayanan n . demikian rumah sakit merupakan institusi yang multi produk, padat n modal, padat karya, dan padat teknologi, sehingga memerlukan manajemen yang baik dalam pengelolaannya. (Jacobalis, 2000) Untu melaksanaka fungs rumah saki sebaga tempa k n i t i t menyelenggarakan pelayanan kesehatan, maka sesuai dengan Permenkes RI No. 159b/MenKes/SK/PER/II/1988 menyebutkan kegiatan pelayanan rumah sakit berupa palayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat yang mencakup pelayanan medik dan penunjang medik. di rumah mencaku pelaksanaa pelayana Kegiatan sakit p n kesehatan dan pelaksanaan administrasi, pemeliharaan gedung, n peralatan dan perlengkapan. Dan UU Nomor 44 tahun 2009 tentang membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien. Berdasarka Peratura Menteri Republi Indonesi n n Kesehatan a Nomor : 269/MenKes/Per/III/2008 pasal 1 rekam medis k yaitu berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Penyelenggaraan rekam medis adalah merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegitan pencatatan data medis pasien selama pasien itu mendapatkan

21

pelayanan medis di rumah sakit, dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan untuk melayani permintaan dari pasien atau untuk keperluan lainnya (Depkes RI, itu pelayanan rekam medis yang diberikan harus 1997). Untuk berkualitas dan sesuai dengan standar pelayanan yang ada. Instalas Rawat (IRJ merupakan fungsiona yan i Jalan ) unit g menanganai penerimaan pasien di rumah sakit, baik yang lakan berobat jalan maupun yang akan dirawat di rumah sakit. Pemberian pelayanan di kali dilakukan di loket karcis yang dikelola oleh bagian IRJ pertama Rekam Medis Rawat Jalan. Salah satu dimensi mutu pelayanan kesehatan adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai dengan waktu tunggu pasien (Wijono, 1999). Waktu tunggu pasien dalam hal ini terhadap pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran Rawat Jalan merupakan salah satu hal penting yang akan menentukan citra awal pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan. aka mengangga pelayana kesehata jele Pasien sakitnya tidak sembuh n n n k apabila p sembuh, antri lama, dan petugas kesehatan tidak ramah meskipun profesional. (Wijono, 1999) Pelayanan rekam medis yang baik dan bermutu tercermin dari yang ramah, cepat, serta nyaman. Pelayanan rekam medis pelayanan rawat jalan dimulai dari tempat pendaftaran pasien sampai memperoleh dokumen rekam medis yang digunaka untuk pelayana akan n mendapatkan n kesehatan Berdasarkan standar penyediaan rekam . dokumen medis pelayanan rawat jalan adalah 10 menit, dan pelayanan dokumen rekam medis pelayanan rawat inap selama 15 menit (Depkes RI, 2007). Berdasarkan hasil survey awal tanggal 28 april 2011 di loket Medis Rekam Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau selama 1 jam mulai jam 09.00 10.00 WITA, dari 17 orang pasien menunjukan rata rata 14 menit 55 deti waktu tunggu terhadap rekam di k pasien medis di tempa pendaftara rawat Mula pelayanan dar kedatanga pasie n jalan. sampai dikirimnya i i berkas n rekam medis n t penerimaan pasien ke poliklinik tujuan. Dalam pelayanan rawat jalan di rumah sakit, waktu tunggu adalah waktu yang dipergunakan oleh pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Di sebut cepat jika waktu tunggu kurang dari atau sama dengan 10 menit, dan disebut lama jika waktu tunggu lebih dari 10 menit (Depkes RI, 2007). Bila waktu tunggu pasien di Rekam Medis Rawat Jalan lama maka tersebu berpengaruh citra rumah yan hal t pada sakit g

22

kemungkinan besar berpengaruh pada utilitas pasien di masa mendatang. Oleh karena itu perlu diteliti faktor - faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran Rawat Jalan dengan harapan dapat dilakukan upaya perbaikan oleh pihak rumah sakit.

1.2.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah


pada penelitian ini adalah Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau ?

1.3

Tujuan Penelitian 1.3 1 Tujuan


. Umum Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftara rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Tujuan Khusus a) Mengedintifikasi kegiatan rekam medis yang meliputi penerimaan pasien, pencatatan, penyimpanan dan pengambilan kembali. b) Menghitung waktu tunggu pasien di Pendaftaran Rekam Medis Rawat Jalan, c) Mengidentifikasi sumber daya manusia yang meliputi jumlah tenaga, pendidikan, umur, dan masa kerja, d) Mengidentifikasi sumber daya material yang meliputi bahan, peralatan dan fasilitas,

1.3 2 .

1.4

Manfaat Penelitian 1.4 1 BagiRumahSaki


. t Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mengenai faktor faktor yang mempengaruhi rumah sakit waktu tunggu di Pendaftaran Rekam Medis Rawat pelayanan Jalan. Memberikan manfaat untuk pihak yang dijadikan objek penelitian

23

1.4 2 .

1.4 3 .

1.4 4 .

yait RSUD Datu Sanggu Ranta sebaga masuka da u l u i n n pertimbangan dalam mengambil keputusan mengenai faktor faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan di Pendaftaran Rekam Medis Rawat Jalan. BagiInstitusiPendidika n Sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan bagi khususnya dan masyarakat umumnya juga mahasiswa sebagai baha referens serta sebaga bukt bahw penuli tela n i i i a s h menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat menyelesaikan pendidikan Program DIII Perekam dan Informasi Kesehatan. Bagipenelit i Dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi tenaga peneliti, rekam medis maupun mahasiswa Program DIII Perekam dan Informas Kesehata tentan faktor mempengaruh wakt i n g yang u tunggu pelayanan di Pendaftaran Rekam Medisi Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. BagiPenelitiLai n Sebaga bahan bag penelit lain aka i referensi i i yang n melakukan penelitian sejenis.

1.5

Keaslian Penelitian 3 HQHOLWLD GHQJD MXGX 7LQMDXD )DNWR Fakto

yan Q Q O Q U r g Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran 5 DZDW -DODQ 568' 'DWX 6DQJJXO 5DQWDX 7DKXQ EHOXP SHUQDK dilakukan oleh peneliti lain, hanya peneliti serupa yang telah ada. Peneliti tersebut diantaranya adalah oleh Inge Dhamanti tahun 2003 dengan judul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan RSU Haji Surabaya. Persamaan penelitian ini adalah sama meneliti faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis rawat jalan. Sedangkan perbedaannya adalah waktu dan tempat penelitian, penelitian oleh Inge Dhamanti adalah menganalisis sedangkan penelitia saya meninjau Metode digunaka ole Ing n adalah . h e Dhamant adala deskripti yan yang menggambarka n dan i h f g n menganalisis. Sedangka penelitia saya metode deskripti n n menggunakan penelitian f dengan pendekatan cross sectional.

24

BABI I TINJAUANPUSTAK A
2.1 Tinjauan Teori 2.1 1 Rekam
. Medis Di dalam membahas pengertian rekam medis terlebih dahulu akan dikemukakan arti dari rekam medis itu sendiri. Rekam medis GLVLQ GLDUWLND VHEDJDL NHWHUDQJDQ \DQJ WHUWXOLV L Q EDLN anamnese, penentuan fisik PDXSXQ terekam tentang identitas, laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien, dan pengobatan yang dirawat inap, rawat jalan PDXSXQ PHQGDSDWND SHOD\DQDQ JDZDW GDUXUDW . DODX \DQJ diartika secaraQ reka medis aka hany n dangkal m seakan n a merupakan catatan dan dokumen tentang keadaan pasien, namun kalau dikaji lebih dalam rekam medis mempunyai makna yang lebih luas daripada hanya catatan biasa, karena didalam catatan tersebut sudah tercermin segala informasi menyangkut seseorang pasien yang akan dijadikan dasar didalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam upaya pelayanan maupun medis lainnya tindakan yang diberikan kepada seseorang pasien yang datang kerumah sakit (Depkes RI, 2007). Ada beberapa istilah rekam medis yaitu : Rekam Medis, Record %HUGDVDUND 3 HUDWXUDQ 0HQWeri Medical Q Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 269/Menkes/Per/III/2008 pasal 1 yaitu berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas, hanya tidak sekedar pencatatan aka tetap mempunya kegiatan sebagai suatu sistem , n i rekami pengertian penyelenggaraan medis. Sedangkan kegiatan pencatatannya sendiri hanya merupakan salah satu kegiatan dari pada penyelenggaraan rekam medis adalah merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegiatan pencatatan data medik pasien selama pasien itu mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit, dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang

25

2.1 2 .

meliputi penyelenggaraan penyimpanan untuk melayani permintaan/ peminjaman aapabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya (Depkes RI, 2007). Menurut Gemala Hatta, prinsip dasar arsip kesehatan / rekam medis : Arsip kesehatan yang paling utama yaitu rekam kesehatan yang merekam segala informasi seputar kesehatan dan pelayanan medis diterim setiap Prakte rekama dibidan yang a pasien. k n kesehata suda dikena seja zaman yang terus n h hinggal masa kini. k Berbagai prasejarah g berkelanjutan isu tentang rekaman terus bermunculan dan berubah, baik dilihat dari sisi perkembangan teknologi rekaman, pengelolaan berkas dan kualitas rekaman yang terkait dengan dasar hukumnya. Apapun teknologi rekaman baik manua maupun yan digunaka dalam l komputerisasi g n sarana untu pelayana kesehatan teta saja rekama n , p menjalankan n k keperluan administratif maupun medis. Rekam medis adalah siapa, apa, di mana dan bagaimana perawatan pasien selama dirumah sakit, untuk melengkapi rekam medis harus memiliki data yang cukup tertulis dalam rangkaian kegiatan guna menghasilkan suatu diagnosis, jaminan, pengobatan dan hasil akhir (Ery Rustiyanto, 2009). Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun yan tereka tentan identitas anamnes penentua fisik g m g , pelayanan e dan tindakan n medik laboratorium, diagnosa segala yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. (Depkes RI, 1994) Rekam medis adalah fakta yang berkaitan dengan pasien, keadaan riwayat penyakit dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang tertulis oleh profesi kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien tersebut (Health Information Management, Edna K Huffman, 1994). Tujuan Rekam Medis Tujuan rekam medik adalah menunjang tercapainya tertip dalam rangka upaya peningkatan pelayanan administrasi kesehatan di rumah sakit. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, tidak mungkin tertip administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Sedangkan tertib

26

2.1 3 .

administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan rekam medis secara rinci akan terlihat dan analog sebab kegunaan Rekam Medis itu sendiri (Depkes, 1991). Kegunaan Rekam Medis Kegunaan rekam medis secara umum adalah: a. Sebagai alat komunikasi antara tenaga kesehatan serta tenaga ahl lainnya iku ambi bagia didalam i yang t l n memberikan pelayanan, pengobatan, perawatan kepada pasien. b. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien. c. Sebaga bukt tertuli atas segal tindaka pelayanan i i s a n , perkembanga penyaki da pengobata selama pasie n t n n n berkunjung/dirawat di rumah sakit. d. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien . e. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya. f. Menyediaka datakhusus sanga berguna n data yang t untuk keperluan penelitian dan pendidikan. g. Sebagai dasar didalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien. h. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan. Kegunaan rekam medis Gibony, 1991 yang menurut disingkat ALFRED adalah: a. Adminisstration/ Administrasi Data dan informasi yang dihasilkan rekam medis dapat digunakan manajemen untuk melaksanakan fungsinya guna pengelolaan berbagai sumber daya, karena menyangkut Isinya tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga

27

b.

c.

d.

e.

f.

g.

medis dan para medis dalam tujuan mencapai pelayanan kesehatan . Legal/ Hukum Sebagai alat bukti hukum yang dapat melindungi hukum terhadap pasien provide kesehata (dokter perawat dan , r n , dan pemilik tenaga kesehatan lainnya) serta pengelola sarana pelayanan kesehatan. Berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka usaha untuk menegakkan hukum serta penyediaan bahan bukti untuk menegakkan keadilan. Aspek Medis sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan / perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien. / Financial Keuangan Setiap jasa yang diterima pasien bila dicatat dengan lengkap dan benar maka dapat digunakan untuk menghilangkan biaya yang harus dibayar pasien, selain itu jenis dan jumlah pelayanan kegiatan yang tercatat dalam formulir dapat digunakan untuk memprediksi pendapatan dan biaya sarana pelayanan kesehatan. Research/Rise t Berbagai macam penyakit yang telah dicatat dalamdokumen rekam medis dapat dilakukan penelusuran guna kepentingan penelitia dan ilmu pengetahuan n pengembangan dibidang kesehatan.Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya data informas yan dapa menyangkut / i g dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan t ilmu pengetahuan dibidang kesehatan. Education / Pendidikan Dokumen rekam medis digunakan belajar dapat untuk dan mengembangkan ilmu bagi mahasiswa atau pendidik. Dalam dokumen rekam medis terkandung data atau informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien. Informasi tersebut dapat dipergunakan sebaga bahan atau pengajaran profes i referensi dibidang i pemakai . Documentation / Dokumentasi Rekam medis sebagai dokumen karena memiliki sejarah medis seorang pasien dipakai sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan rumah sakit.

28

2.1 4 .

Kegiatan Rekam Medis Kegiata reka medis meliput penerimaa pasien n m i n , pencatatan, penyimpanan dan pengambilan kembali. 2.1 4.1 Penerimaan pasien/ . Pendaftaran Tempa Pendaftara Pasie Rawat (TPPRJ t n n Jalan merupakan pintu masuk pertama dalam penerimaan) dan pendaftaran pasien rawat jalan karena dimana setiap pasien yang akan berobat di rumah sakit harus terlebih dahulu mendafta di TPPRJ. Kegiatan rekam medis yang r berkaitan pasien/ pendaftaran dijelaskan dengan Penerimaan sebagai berikut : a) Melaksanaa proses penyelenggaraa pelayana n n n pendaftaran pasien rawat jalan/ rawat inap IGD. b) Melakukan wawancara untuk mengisi identitas pribadi data sosial pasien rawat jalan c) Menyiapkan rekam medis rawat serta jalan meminta rekam medis rawat jalan ke petugas rekam medis bagian penyimpanan . d) Mengisi buku register pendaftaran pasien rawat jalan e) Membuat atau memutakhirkan kartu index utama pasien (KIUP) rawat jalan. Kegiatan rekam medis yang berkaitan dengan penerimaan pasien/ pendaftaran dijelaskan sebagai berikut: a) Setiap pasien baru yang diterima di tempat penerimaan pasien (TPP) ditanya oleh petugas untuk mendapatkan data identitas yang akan diisikan pada formulir Ringkasan Riwayat Klinik. b) Setiap pasien baru akan memperoleh nomor pasien yang akan digunakan sebagai nomor kartu pengenal. Kartu pengenal harus dibawa pada kunjungan berikutnya, baik sebagai pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. c) Berkas medis baru dikiri ole rekam pasien akan m h petugas sesuai dengan poliklinik yang dituju.

29

d) Berkas pasien yang harus dirawat akan dikirim keruang perawatan . Sedangkan untuk penerimaan pasien lama sebagai berikut: a) Pasien lama dibedakan antara pasien datang dengan perjanjian dan pasien datang tanpa perjanjian. Baik pasien denga perjanjia atau perjanjia mendapa n n tanpa n t pelayanan di TPP. b) Pasien dengan perjanjian akan langsung menuju poliklinik tujuan karena berkas rekam medisnya sudah disiapkan oleh petugas. c) Pasien tanpa perjanjian harus menunggu karena berkas rekam medis akan dimintakan oleh petugas TPP ke bagian rekam medis. d) Setelah berkas rekam medis dikirim ke poliklinik, pasien akan mendapat pelayanan (Depkes RI, 1993). 2.1 4.2 Pencatata . n Pencatatan adalah pendukomentasian segala informasi medis pasien ke dalam rekam medis yang akan menjadi bahan Catata berdasarkan sumber informasi. n datanya dibedakan menjadi catatan sosial dan catatan medis. Catatan sosial diperoleh saat penerimaan pasien di TPP yang meliputi nama, alamat, umur, agama, dan pekerjaan. Sedangkan data medis diperoleh pasien setelah mendapatkan pelayanan dari dokter perawat petuga lainnya petuga , atau s seperti s laboratorium dan radiologi. (Depkes RI, 1997) Prinsip utama yang harus di taati oleh petugas pencatatan adalah: nama pasien harus lengkap, minimal terdiri dua suku kata. Dengan demikian, nama pasien yang akan tercantum dalam rekam medis akan menjadi satu di antara kemungkinan ini : a) Nama pasien sendiri, apabila nama sudah terdiri dari satu kata atau lebih; b) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama suami, apabila pasien seorang pasien bersuami;

30

c) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya adalah nama ayah); d) Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga/ marga, maka nama atau marga atau keluarga surname didahulukan dan kemudian diikuti nama sendiri; Dalam sistem penamaan rekam medis, diharapkan : a) Nama ditulis dengan huruf cetak dan mengikuti ejaan yang disempurnakan; b) Sebagai pelengkap bagi pasien perempuan di akhir nama lengkap ditambah Ny. Atau Nn. Sesuai dengan statusnya ; c) Pencantuman titel selalu diletakkan sesudah nama lengkap pasien; d) Perkataan Tuan, Saudara, Bapak, tidak dicantumkan dalam penulisan nama pasien; (Depkes RI, 2004) 2.1 4.3 Penyimpana . n Bentuk penyimpanan berkas rekam medis ada dua, yaitu sentralisas da desentralisasi Sentralisas adala i n . i penyimpanan rekam medis pasien dalam satu kesatuanh baik catatan kunjungan poliklinik maupun catatan selama pasien dirawat inap. Sedangkan desentralisasi yaitu penyimpanan denga melakuka pemisahan antara medis n n rekam poliklinik dengan rekam medis dirawat inap. Berkasdi rekam medis pasien poliklinik disimpan di satu tempat penyimpanan, sedangkan berkas rekam medis pasien rawat inap disimpan di bagian rekam medis. Secara teori sentralisasi lebih baik daripad desentralisasi tetap pelaksanaany sanga a , i a tergantung pada situasi dan kondisi masing masing t rumah sakit. Penyimpanan berkas rekam medis dapat menggunakan sistem nomor. Sistem penomoran ya ng sering dipakai adalah sistem nomor langsung (straight numerical) , sistem angka akhir (terminal digit), dan sistem angka tengah (middle digit) . RI, (Depkes 1997) 2.1 4.4 Pengambilan . kembali Peminjaman dan pengembalian kembali berkas rekam medis dijelaskan sebagai berikut:

31

2.1 5 .

a) Permintaa ruti dar poliklini ata dokte yan n n i k u r g melakukan riset, harus diajukan kebagian rekam medis, setiap hari pada jam yang telah ditentukan. b) Poliklini yan meminta berkas rekam medis k g harus mengisi kartu permintaan. Petugas harus menulis dengan benar dan jelas nama pasien dan nomor kartu rekam medisnya . c) Permintaan atau peminjaman rekam medis yang tidak rutin, seperti untuk pertolongan gawat darurat, harus dipenuhi sesegera mungkin d) Permintaan lewat telpon juga dilayani dan petugas bagian rekam medis harus mengisi kartu permintaan. Petugas dari bagian lain yang meminta harus datang sendiri untuk mengambil berkas rekam medis dan diminta dan harus mengisi kartu permintaan. (Depkes RI, 1997) PelayananRawatJala n Rawat jalan pasien menerim pelayana adalah a sakit, ataun kesehatan di rumah sakit tanpa yang dirawat di rumah terdaftar sebagai pasien rawat inap (Ray Midge Noel, 1996). Rawat jalan (RJ) merupakan salah satu unit kerja di rumah sakit yang melayani pasien yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk seluruh prosedur diagnostik dan terapeutik. Pada waktu yang akan datang, rawat jalan merupakan bagian terbesar dari pelayanan kesehatan di rumah sakit (Azrul Azwar, 1996). Pelayanan rawat jalan (ambulatory services) adalah salah dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana satu bentuk yang dimaksu denga pelayana rawat jala adala pelayana d n n n untuk h rawat n kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak inap ( hospitalizatio n) (feste. 1989). Ke dalam pengertian pelayanan rawat jalan ini termasuk tidak hanya yang diselenggarakan oleh sarana pelayanan kesehatan yang telah lazim dikenal seperti rumah sakit atau klinik, tetapi juga yang diselenggarakan di rumah pasien (home care) serta di rumah perawatan (nursing homes). (Azrul Azwar, 1996). Rawat jalan juga merupakan salah satu yang dominan pasar dari saki serta sumber yan rumah t merupakan keuangan g

32

2.1 6 .

bermakna, sehingga selalu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan. (Eti Murdani, 2007) Pelayanan rawat jalan merupakan satu dari area pelayanan kesehatan yang sedang berkembang pesat. (Edna K Huffman, RRA, 1999 ) Instalasi Rawat Jalan (IRJ) merupakan unit fungsional yang penerimaan pasien di rumah sakit, baik yang menanganai akan berobat jalan maupun yang akan dirawat di rumah sakit. Pemberian pelayanan di IRJ pertama kali dilakukan di loket karcis yang dikelola oleh bagian Rekam Medis Rawat Jalan. Salah satu dimensi mutu pelayanan kesehatan adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai dengan waktu tunggu pasien (Wijono, 1999). WaktuTunggu Pelayanan Waktu tunggu adalah waktu yang dipergunakan oleh pasien untuk mendapatlan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter (Depkes RI, 2007 ) Waktu tunggu di rumah sakit berkaitan dengan pelayanan kesehata meliput pelayana reka medis, gawa darurat n i n m t adalah , pelayanan poliklinik dan lain sebagainya. Waktu tunggu waktu yang digunakan oleh petugas kesehatan di rumah sakit untuk memberikan pelayanan pada pasien. Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien di beberapa rumah sakit. Lama waktu tunggu pasien mencerminkan bagaimana rumah mengelol komponen yan disesuaika sakit a pelayanan g n dengan situasi dan harapan pasien (Depkes, 2007). Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan. Pasien akan menganggap pelayanan kesehatan jelek apabila sakitnya tidak sembuh sembuh, antri lama, dan petugas kesehatan tidak ramah meskipun profesional. (Wijono, 1999) Waktu tunggu adala waktu tunggu pelayanan h pasien terhadap mula dar kedatanga pasie di tempa pelayanan i i n t penerimaan sampai dikirimnya berkas n rekam medis pasien tujuan. (Inge Dhamanti, ke poliklinik 2003) Pelayanan rekam medis yang baik dan bermutu tercermin dari yang ramah, cepat, serta nyaman. Pelayanan pelayanan rekam medis rawat jalan dimulai dari tempat pendaftaran pasien sampai memperoleh dokumen rekam medis yang akan digunakan untuk

33

mendapatka pelayana kesehatan Berdasarka standa n n . r penyediaan dokumen rekam medis pelayanann rawat jalan adalah 10 menit, dan pelayanan dokumen rekam medis pelayanan rawat inap selama 15 menit (Depkes RI, 2007). Dalam pelayanan rawat jalan di rumah sakit, waktu adalahtunggu waktu yang dipergunakan oleh pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Di sebut cepat jika waktu tunggu kurang dari atau sama dengan 10 menit, dan disebut lama jika waktu tunggu lebih dari 10 menit (Depkes RI, 2007). 2.1 7 Sumber Daya Manusia . (SDM) Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset rumah sakit dan merupakan sumber daya yang berperan yang penting, besar dalam pelayanan rumah sakit. Penanganan SDM penting karena mutu pelayanan rumah sakit sangat tergantung dari perilaku SDM dan kemajuan ilmu dan memerluka tenaga teknologi n profesional dan spesialistis ( Sabarguna dan Sumarni, yang 2003). Sumber daya manusia meliputi : a) Pendidika n Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorag akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk siap berperan serta dalam pembangunan kesehatan. Makin tinggi pendidikan seseorang, makin mudah menerima informas sehingg maki meningka pul kinerjanya i a pendidika n yan t kuran a . Sebaliknya aka menghamba , n g g n t perkembangan sikap seseorang terhadap nilai nilai yang baru diperkenalka Fakto pendidika seseoran sanga n. r n g t menentukan kesiapan dalam memberikan pelayanan, orang yan berpendidika tingg aka lebih mengatas g n dan berperani lebih baik n dan mampu masalah efektif serta i konstruktif daripada yang berpendidikan rendah (Nursalam, 2001). b) Umur Menurut Hurlock (2002) umur adalah usia seseorang yang dihitun seja lahir denga batas terakhir g kSemakin sampai n masa hidupnya. umur, tingka kematanga cukup t kekuatan seseorang akan lebih matang dalamn berfikir dan

da n

34

bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dari orang yang belum cukup kedewasaannya. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya. Demikian juga dalam umur pegawai dalam melaksanakan kegiatan pelayanan. Makin tua umur seseorang makin konstruktif dalam mengatasi masalah dalam pekerjaan, dan makin terampil dalam memberikan pelayanan kepada klien. c) Masa Kerja Pengalaman adalah guru yang baik, oleh sebab itu pengalaman identik denagn lama bekerja (masa kerja). Pengalaman itu merupaka suat cara untu memperole kebenara n u k h n pengetahuan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pasien (klien). Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu. Sehingga dapat dikatakan , semakin lama seseorang bekerja semakin baik pula dalam memberikan pelayanan (Notoatmodjo, 2003). 2.1 8 Sumber Daya . Meterial(SDM) Sumber daya material yang meliputi bahan, peralatan fasilitasdan yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan rekam Medis (Depkes RI, 1997). Penyelenggaraan reka medis perlu kegiatan m didukung keberadaan sumber daya material yang meliputi bahan, peralatan, dan fasilitas. Bahan adalah formulir dan kartu atau sejenisnyayang telah dicetak sesuai ketentuan yang menunjang pelaksanaan rekam medis. Fasilitas dan adala segala sesuatu peralatan kemudahan pelaksanaan h tugas dan yang menunjang pengelolaan rekam medis. Alat penyimpanan yang tepat, penerangan dan pengaturan suhu yang baik, pemeliharaan ruangan, serta perhatian terhadap faktor keselamatan sangat membantu pemeliharaan, mendorong kegairaha kerja meningkatka produktivitas Ala n dan n umum digunakan petugas. t penyimpanan berkas yang adala rak terbuka (open shelves file unit), lemari lima laci (five drawers file cabinet) atau rak buka tutup UROO RSDFN Jarak antara dua buah rak untuk lalu lalang dianjurkan selebar 90 cm. jika menggunakan lemari lima laci maka sebaiknya dijejer satu baris dan ruang lowong didepannya harus 90 cm.jika diletakan berhadapan harus disediakan ruang lowong 150 cm untu memungkinkan membuka laci tersebut. Lemari lima laci memang

35

tampak lebih rapi dan berkas rekam medisnya terlindung dari debu dan kotoran dari luar. Namun pengguna rak terbuka lebih praktis dalam mempermudah pengambilan berkas rekam medis. (Depkes RI, 1997 ) Pada deretan map rekam medis yang disimpan harus diberi untuk mempercepat pekerjaan penyimpanan tanda penunjuk dan menemukan rekam medis. Berkas rekam medis hendaknya diberi sampul pelindung untuk memelihara keutuhan susunan lembaran rekam medis dan mencegah terlepas atau tersobeknya lembaran, akibat seringnya diambil atau bolak balik. Sampul atau map pelindung dilengkap denga penjepi (fastener untu menggabungka i n sampult (Depkes RI, ) k n lembaran pada 1997).

2.2

Landasan Teori Menurut Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 rekam


adalah medis berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Bagian pendaftaran pasien rawat jalan merupakan salah satu bagian dari rumah sakit yang kegiatannya penerimaan dan pendaftaran pasien yang akan di rawat jalan, baik itu pasien baru maupun pasien lama. Pencatatan dari proses pelayanan rekam medis yang mutlak dibutuhkan oleh rumah sakit agar dapat menilai seberapah jauh keberhasilan pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien, oleh karena itu pengelolaan rekam medis mulai dari pencatatan sebagai kegiatan pertama kali dalam menangkap data sampai dengan analisa yang lapornya perlu dikembangkan yang dapat menghasilkan informasi guna berbagai keperluan manajemen rekam medis. Rawat jalan adalah pasien yang menerima pelayanan rumah kesehatan sakit tanpadi dirawat di rumah atau terdaftar sebagai sakit, inap (Ray Midge Noel, 1996). Pelayanan pasien rawat rawat jalan merupakan salah satu unit kerja di rumah sakit yang melayani pasien berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk seluruh prosedur diagnostik dan terapeutik. Rawat jalan juga merupakan salah satu yang dominan dari pasar rumah sakit serta merupakan sumber keuangan yang bermakna, sehingga selalu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan (Azrul Azwar, 1996). Instalas Rawat (IRJ merupaka uni fungsiona yan i Jalan pasien di ) rumah n sakit, baik yang t l menanganai penerimaan akan berobat g jalan

36

maupun yang akan dirawat di rumah sakit. Pemberian pelayanan di IRJ pertama kali dilakukan di loket karcis yang dikelola oleh bagian Rekam Medis Rawat Jalan. Salah satu dimensi mutu pelayanan kesehatan adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai dengan waktu tunggu pasien (Wijono, 1999). Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien dibeberapa rumah sakit. Lama waktu tunggu pasien mencerminkan bagaimana rumah sakit mengelola komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien (Depkes, 2007). Waktu tunggu pelayanan adalah waktu tunggu pasien terhadap pelayanan mulai dari kedatangan pasien di tempat penerimaan pasien sampai dikirimnya berkas rekam medis ke poliklinik tujuan (Inge Dhamanti, 2003). Dalam pelayanan rawat jalan disakit, waktu tunggu adalah waktu yang diperanggunakan oleh rumah pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Di sebut cepat jika waktu tunggu kurang dari atau sama dengan 10 menit, dan disebut lama jika waktu tunggu lebih dari 10 menit (Depkes RI, 2007).

37

2.3

Kerangka Konsep Penelitian Input Proses


Menghitung lama waktu tahapan kegiatan rekam medis dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi waktu tunggu.

Output
1. Dikegiatan rekam medis faktor yang mempengaruhi waktu tunggu yaitu lama pencarian rekam medis di ruang penyimpanan . 2. Di Sumber Daya Manusia faktor yang mempengaruhi waktu tunggu yaitu dari pendidikan petugas. 3. Di Sumber Daya Material faktor yang mempengaruhi waktu tunggu yaitu bahan dan fasilitas. 4. Waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau tergolong lama

1. Kegiatan Rekam Medis yang meliputi penerimaan pasien, pencatatan, penyimpanan dan pengambilan kembali. 2. Sumber Daya Manusia yang meliputi pendididkan, umur dan masa kerja. 3. Sumber Daya Material yang meliputi bahan, peralatan dan fasilitas. 4. Waktu Tunggu pelayanan rekam medis di pendaftran rawat jalan,

Gambar 2.1 KerangkaKonsep Penelitian

38

BABII I METODE PENELITIAN

3.1

Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan suatu jenis metode


penelitian deskriptif dengan pendekatan Studi Potong Lintang (cross sectional) , yaitu penelitian hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja. Pengukuran variabel tidak terbatas harus tepat pada satu waktu bersamaan, namun mempunyai makna bahwa setiap subyek hanya dikenai satu kali pengukuran, tanpa dilakukan tindak lanjut atau pengulangan pengukuran. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakuka denga tujua utam untu membua gambara ata n n n a k t n (Notoatmodjo u mendeskripsika tentan suatu secara n g keadaan objektif , 2005). Maka penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau faktor faktor yang waktu tunggu pelayanan di Pendaftaran Rekam Medis mempengaruhi Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau.

3.2

Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini di bagian Pendaftaran Rekam Medis Rawat
jalan Sanggul Rantau pada bulan juni RSUD Datu 2011.

3.3

Subjek Penelitian 3.3 1 Populas


. i Menurut Notoadmodjo (2005), populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Populasi penelitian ini adalah pasien yang datang ke tempat pendaftaran Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau dan seluruh staf atau petugas rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Sampe l

3.3 2 .

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yangpopulasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini dimiliki oleh terbagi dalam dua jenis yaitu pasien rawat jalan yang terdiri dari pasien baru dan pasien lama, staf atau petugas rekam medis rawat jalan RSUD

39

Datu Sanggul Rantau. Sampel diambil dengan teknik Accidental Sampling, yaitu teknik ini sangat mudah dilakukan karena secara subyektif, peneliti mengumpulkan data dari subyek yang ditemuinya, saat itu dan dalam jumlah secukupnya.

3.4

Variabel Penelitian dan definisi operasional


3.3 3 .

VariabelPenelitia n Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan atau ukuran penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo.2010). a. Kegiatan rekam medis b. Sumber Daya Manusia c. Sumber Daya Material d. Waktu Tunggu .

40

3.4. 2

Definisi Operasional Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian

No

variabelvariabel yang diteliti/diamati, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau definisi operasional (Notoatmodjo, 2005). Tabel 3.1 DefinisiOperasional Variabe DefinisiOperasional l Kegiata n Medi s Sumbe r Manusi a Rekam Kegiatan rekam medis yang meliputi penerimaan pasien, pencatatan, penyimpanan dan pengambilan kembali. Day a SDM yang meliputi jumlah petugas, pendidikan, umur dan masa kerja. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset rumah sakit yang penting, dan merupaka sumber daya berpera besar n yang n dalam pelayanan rumah sakit. Penanganan SDM penting karena mutu pelayanan rumah sakit sangat tergantung dari perilaku SDM dan kemajuan ilmu dan teknologi memerlukan tenaga yang profesional dan spesialistis.

Sumbe r Materia l

Day a

Sumber Daya yan meliput bahan Material i , peralata da fasilita g berhubunga denga n n s n n kelancara pelaksanaan kegiatan rekam n Medis. Penyelenggaraan kegiatan medis rekam perlu didukung keberadaan sumber daya material yang meliputi bahan, peralatan, dan fasilitas. Waktu tunggu adala waktu pelayanan h pasien terhadap pelayanan mulai daritunggu kedatangan pasie di tempa penerimaan sampai n t pasien dikirimnya berkas rekam medis ke poliklinik tujuan.

Waktu tunggu

3.4

Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan
peneliti oleh dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik (cermat, lengkap dan sistematis) sehinggal lebih mudah diolah (Saryono,2010). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 3.4 1 Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang sudah tersusun . dengan baik, sudah matang, dimana responden (dalam hal angket) dan interviewee(dalamhalwawancara)tinggalmemberikanjawabana tau denga memberika tandatertentu. n n tanda (Notoatmodjo.2010) Kuesioner akan digunakan pada pengumpulan data. Kuesioner ini untuk petugas rekam medis di pendaftaran rawat jalan. 3.4 2 &KHFN /LVW DGDODK VXDWX GDIWDU XQWXN PHQFHN \DQJ EHULVL . QDPD subje dan berapa gejala serta identitas lainnya sasaran k dari pengamatan. Pengamat tinggal memberikan tanda check SDGD daftar tersebut yang menunjukkan adanya gejala atau ciri dari sasaran pengamatan (Notoatmodjo.2010). Check list digunakan untuk merangku hasi dar jawaba pertanyaa di kuesione da m l i n n r n observasi . 3.4 3 Stopwatch, digunakan untuk menghitung waktu tunggu . pasien di pendaftaran rawat jalan. 3.4 4 Alat tulis, digunakan untuk mencatat data . sementara. 3.4 5 Kalkulator, digunakan untuk menjumlah . perhitungan.

3.5

Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai proses yang menggambarkan proses pengumpulan data yang dilaksanaka dala penelitia kuantitatif Untu penelitia kuantitati n m n . k n f pengumpulan data, dapat dimaknai juga sebagai kegiatan peneliti dalam upaya mengumpulkan sejumlah data lapangan diperluka untu yang n k menjawab pertanyaan penelitian. Merujuk pada pengertian di atas, betapa pentingnya pengumpulan data dalam proses penelitian (Arikunto, 1997). i

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : 3.5 1 Observasi . Menurut Notoatmodjo (2010) observasi atau pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana, yang antara lain meliputi melihat dan mencatatat jumlah dan taraf aktivitas tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Observasi terhadap kegiatan rekam medis dan sumber daya material dengan bantuan lembar 3.5 2 observasi. Studidokume . n Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu (Sugiyono, 2008). Dokumentasi juga merupakan kegiatn mencari data atau variabel dari sumber berupa catatan, trankripsi, buku, prasati dan sebagainya. (Saryono,2010) Studi dokumen dilakukan dengan melihat buku register atau kebijakan-kebijakan tertulis yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan rumah sakit. 3.6 2 Wawancar . a Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, di mana peneliti mendapatkan keterangan atau perincian secara lisan dari seseorang sasaran peneliti (responden) atau bercakap-cakap secara face to face (Notoatmodjo, 2010). Menuru Saryono wawancara dilakuka secara t (2010), dapat n terstruktu kepada seluruh petugas atau rekam medis r staf di pendaftaran rawat jalan dengan bantuan kuesioner.

3.6

TeknikAnalisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara
deskriptif, yaitu dengan cara mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan dan diolah menjadi hasil hasil analisis untuk melihat tinjauan tentang faktor faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Dalam pengolahan data dilakukan dengan cara data waktu tunggu pasien di pendaftaran rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau dihitung rata rata waktu tunggu pasien. Data kuesioner disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.

i i

3.7

Prosedur Penelitian Prosedur penelitian antara


lain : 3.7 1 . Persiapa n Penelitian ini dimulai dengan Peneliti minta surat ijin penelitian sebaga persyarata dan dar akademi judu i k i n mempersiapkan l penelitian serta mengajukan ke rumah sakit. Setelah pihak rumah sakit membalas surat ijin dan menyetujui judul peneliti. Dan peneliti pun melakukan studi pendahuluan pada bulan april 2011 dengan melakukan terhadap yang ke observasi pasien/ pendaftaran pasien rawat jalan datang tempat penerimaan serta wawancara kepada petugas rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Dalam pendahuluan diperoleh data studi tersebut mengenai permasalahan yang akan diambil dalam penelitian ini. Pelaksanaa n Setela rangkaia proses persiapa selesai penelit h n n , i memasuki tahap penelitian. Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti mula melakuka pengumpula data Kegiatan-kegiatan i n n . yang dilakukan peneliti yaitu berupa obervasi, studi dokumentasi, dan wawancara . AkhirPenelitia n Pada tahap ini peneliti mengolah data yang telah didapat untuk kemudian disusun menjadi sebuah laporan penelitian.

3.7 2 .

3.7 3 .

3.9

Keterbatasan dan Kelemahan Penelitian

Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu hanya meneliti di pendaftaran rawat jalan saja. Kelemahan dalam penelitian ini yaitu dalam menghitung tahapan kegiatan rekam medis pada saat memindahkan untuk menghitung waktu tahapan dari awal lagi.

ii i

HASIL PENELITIANDANPEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1 1 .

BAB IV

4.1 2 .

Gambaran RSUDDatuSanggul Rantau RSUD Datu Sanggul Rantau dibangun sejak tahun dengan1980 sumber pembiayaan berasal dari APBN yang dialokasikan melalu DI Proye Pengembanga RSU Prop/Kab/Kody i P Selatan. k Luas n a Kalimantan lahan 18.720 M2 (1,85 hektar) dengan Luas bangunan 4210 M2 mempunyai kapasitas Tempat Tidur 50 buah. Moment yang sangat istimewa tanggal 12 november 1983 bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke XIX diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Bapak H. Mistar Cokro Koesomo. RSUD Datu Sanggul Rantau merupakan satu Rumah satunya Sakit Umum milik pemerintah Kabupaten Tapin sejak tanggal 18 Oktober 2004 sudah berstatus tipe C yang sebelumnya masih tipe D dengan kapasitas tempat tidur 75 buah, dengan menyelenggarakan Program, Pelayanan, Pencegahan, Pemeliharaan dan Rehabilitasi Kesehatan secara Komprenhensif, bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Pengembangan RumahSakit Dimulainya Pengembangan RSUD Datu Sanggul Rantau sejak tahun 2006 dengan melakukan pengembangan berupa Fisik Bangunan Peralatan dan Medi secara , Medik Non k bertahap. untu Kemudia Sumbe Day Manusi da Manajeme n r a a n n k meningkatkan mutu dan derajat kesehatan masyarakat. Sesua denga komitme Pemerintah Kabupaten i n n 2012 pembangunan Tapin, menargetkan sampai tahun fisik sudah bisa diselesaika seluruhnya, Datu Ranta secara n RSUD Sanggul bertahap dikembangkan dengan membangun gedung u gedung baru dan penambahan fasilitas lainnya dengan luas lahan kurang lebih 9.953 m2, maka luas keseluruhan lahan menjadi 28.673 m2 (2,83 hektar). Pembangunan tahap pertama dilaksanakan tahun 2006 yang lalu bersumber dari APBD Kabupaten Tapin. Adapun pembangunan i v

4.1 3 .

gedung baru dilaksanakan terdiri dari 3 (tiga) lantai antara lain Gedun Poliklini da Gedun Administrasi Gedun Instalas g k g , tahun 2007 g i Farmasi/ Apotek dan ndilanjutkan pada Pembangunan Gedung Perawatan Bedah, Gedung Perawatan Anak dan Gedung Perawatan Intensif (Intensive Care Unit), berlanjut pada tahun 2008 pembangunan gedung VIP baru dengan kapasitas 16 tempat tidur, gedung instalasi gizi, gedung pemulasaran jenazah/ kamar mayat, gedung perawatan isolasi, pembuatan ruang pompa, ruang genset, ruang incenirator, instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ) dan selasar penghubung. Selanjutnya tahun 2009 dilaksanakan pembangunan gedun kamar sentra dan pembanguna g operasi l melanjutkan n gedung administrasi dan poliklinik, pembangunan gedung imstalasi gawat darurat yang gbelum rampung, kemudian melalui dana alokasi khusus ( DAK ) tahun anggaran 2009 juga dibangun gedung unit tranfusi darah/ UTD-RS berlantai dua. Kemudian pada tahun 2010 dilanjutkan dengan pembangunan gedung instalasi rehabilitasi medik/ fisioterapi, gedung instalasi radiologi, gedung perawatan perinatologi dan pembangunan mushola. Untuk tahun 2011 pembangunan tetap dilanjutkan, keseluruhan proyek pembangunan ini ditangani pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapin. Visi danMisi Visi misi dan Rumah Saki Umum , motto t Daerah DatuSanggul Rantau adalah : Vis : RSUD Datu Sanggul Rantau adalah i Pelayanan Kesehatan Berkualitas Mis i : Memberikan kualitas pelayanan yang terbaik dan memuaskan . a. Meningkatkan mutu pelayanan yang terbaik dan memuaskan . b. Meningkatka sumber day manusi n a a masyarakat .

bag i

4.1 4 .

Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat . d. Meningkatka kerjasama dalam pelayana n hal n kesehatan . Motto Senyum, sapa, : santun PelaksanaanKegiatanRekam MedisRSUDDatu SanggulRantau Pelaksanaa kegiataa reka medis yan meliput n n m i penerimaan pasien, pencatatan, penyimpanan, dan g pengambilan kembali dapat dijelaskan sebagai berikut: 4.1 4.1 Penerimaan . pasien Tahapan penerimaan pasien di TPP Rawat Jalan Sanggul Rantau dibedakan berdasarkan RSUD Datu jenis kedatangannya yaitu pasien baru dan pasien lama. a) Pasien Baru adalah pasien yang baru pertama kali datang ke rumah sakit untuk keperluan berobat. - Pasien baru mendaftar ke Tempat Penerimaan Pasien (TPP) da diwawancara ole petuga gun n i h s a mendapatka data identitas meliput nama n yang i pasien, alamat, umur, agama, pekerjaan dan juga menanyakan poliklinik tujuan pasien. Jika pasien belum mengetahui poliklinik tujuannya maka petugas akan mengarahkan dengan melihat Petuga keluhannya. s juga mencatat identitas pasien ke dalam buku register, KIB (Kartu Indek Berobat), rekam medis baru. Petugas TPP pasie menuju kasir mempersilahkan n untuk memenuh administrasi Setela pasie suda i . h n h menyelesaikan administrasi di kasir, pasien kembali ke TPP. Dan petugas TPP menyerahkan rekam medis dan KIB kepada pasien baru untuk mengantri di poliklinik yang dituju.

c.

v i

b) Pasie Lama pasie yan pernah n adalah n g datang sebelumnya untuk keperluan berobat. - Pasien lama datang ketempat pendaftaran pasien (TPP) menunjukka KIB Kartu dengan kepada n Identitas Berobat) petugas pendaftaran. Jika pasien tidak membawa kartu berobat maka petugas akan mencari data pasien ke dalam komputer kemudian membuatkan kartu berobat baru dengan nomor yang sama. Petugas melakukan penulisan ke dalam buku register dan mencarikan rekam medis pasien lama, setelah ditemukan rekam medis pasien tersebut maka petugas rekam medis untu menyerahkan pasien k mengantri di poliklinik yang dituju. 4.1 4.2 Pencatata . n Pencatata adala pendokumentasia segal n medis pasien h ke dalam n rekam medis yang a informasi akan menjadi bahan informasi. Rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau mempunyai buku register manual. Pencatatan di rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau catatan data sosialnya dicatat ke dalam buku register yang meliputi nama, alamat, umur, agama dan pekerjaan. Tetapi pada pencatatan nama dan alamat kurang lengkap. Data pasien yang berkunjung setiap hari ditulis di buku register . 4.1 4.3 Penyimpana . n Cara penyimpanan yang digunakan di RSUD Datu Sanggul Rantau adalah desentralisasi yang artinya dilakukan pemisaha tempa penyimpana untu berka pasie n t n k s poliklinik dan pasien rawat inap. Oleh karena itu sering n terjadi duplikas penggunaa reka medis karena i n m terpisahnya ruangan antara rekam medis rawat inap dan rawat jalan. Di RSUD Datu Sanggul Rantau menggunakan Sistem penjajaran secara langsung ( straight Filling numerical ). Namun belum sepenuhnya terelisasikan dengan baik dan belum diurutkan denga benar Penjajaran dilakuka RSUD Datu n . Ranta yang n Sanggu meman memudahka dalam l u g n proses penyimpanan rekam medis, tapi untuk pengambilan kembali vi i

4.1 5 .

rekam medis apabila sewaktu waktu dipergunakan memerlukan waktu lebih lama dalam pencarian kembali rekam medis tersebut In dikarenaka tidak pasien . i n urutnya penjajaran . 4.1 4.4 Pengambilan . Kembali Di rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau tidak memiliki formulir peminjaman rekam medis rawat jalan. Setelah poliklinik tutup rekam medis dari poliklinik dikembalikan ke rawat jalan. Petugas rekam medis rawat jalan langsung memasukan ke komputer rekam medis yang sudah kembali ke rawat jalan. Yang dimasukan kedalam komputer yaitu nomor rekam medis, nama, pasien baru dan pasien lama. Setelah selesai memasukan, rekam medis langsung difiling oleh petugas. Waktu Tunggu Pelayanan Rekam Medis di Pendaftaran Rawat JalanRSUDDatuSanggulRanta u Waktu tunggu adala waktu tunggu pelayanan h pasien terhadap mula dar kedatanga pasie di tempa pelayanan pasien sampai i i n t penerimaan berkas rekam medis di n bawa pasien ke poliklinik tujuan. Waktu Tunggu Pelayanan meliputi waktu tunggu yang diakibatkan oleh beberapa tahapan dan berbeda untuk pasien baru dan pasien lama. Untuk pasien baru tahapan waktu tunggu terdiri dari waktu tunggu di Tempat Penerimaan Pasien, menulis data pasien ke dalam buku register, membuat kartu berobat dan mengisi identitas pasien baru di dalam rekam medis. Dan rekam medis bawa di pasien itu sendiri ke poliklinik yang dituju. Sedangkan untuk pasien lama terdiri dari waktu tunggu di Tempat Penerimaan Pasien, penyerahan Kartu Indek Berobat (KIB), menulis data pasien ke dalam buku register dan pencarian rekam medis pasien lama, rekam medis di bawa pasien itu sendiri ke poliklinik yg dituju.

vii i

Pada Tiap Tahapan dapat dilihat pada gambar 4.1 Pasien Baru Pasien Lama

Waktu Tunggu di TPP

Waktu Tunggu di TPP

menulis ke dalam buku register

Penyerahan KIB

Membuat KIB pasien baru dan mengisi identitas pasien baru di dalam rekam medis

menulis ke dalam buku register

Waktu tunggu pencarian medis pasien lama rekam

rekam medis di bawa pasien itu sendiri ke poliklinik yang dituju Gambar 4.1 Bagan waktu tunggu pelayanan berdasarkan tahapan kegiatan (Sumber: Data primer hasil observasi, juni 2011) Pada gambar 4.1 diketahui bahwa tahapan kegiatan untuk pasien baru lebih sedikit jika dibandingkan pasien lama, sehingga waktu tunggu pasien lama lebih panjang jika dibandingkan pasien baru. ix

Tebel 4.1 Hasil Perhitungan terhadap Rata Rata Waktu Tunggu Pelayanan dalam Tiap Tahapan Untuk Pasien Baru dan Pasien Lama di Bagian Rekam Medis Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau tahun 2011 Tahapa Pasien Pasien lama n baru Waktu tunggu di 2 menit 53 4 menit 9 detik Tempat detik Penerimaan Pasien 2 menit 12 detik Penyerahan KIB menulis ke dalam 56 deti 1 menit 8 detik buku k registe r Membuat KIB pasien 3 menit 38 baru detik da n mengis identitas i pasien bar u Waktu tunggu 6 menit 47 detik Pencarian Rekam Medis Pasien lama Total 7 menit 27 14 menit 16 detik waktu detik Sumber: Data primer penelitian, juni 2011 Dari masing masing tahapan untuk kedua jenis pasien didapatkan rata rata terhadap keseluruhan waktu tunggu seperti pada tabel 4.1. Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa rata rata waktu tunggu untuk pasien baru secara keseluruhan adalah 7 menit 27 detik sedangkan rata rata waktu tunggu untuk pasien lama secara keseluruhan adalah 14 menit 16 detik. 4.1 6 Sumber Daya . Manusia Jumlah petugas rawat jalan RSUD Datu Sanggul adalah Rantau 5 orang dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Jenis kelamin perempuan petugas rekam medis rawat jalan ada 4 orang dan jenis kelamin laki laki petugas rekam medis rawat jalan ada 1 x

orang. Umur petugas rekam medis rawat jalan ada yang 48 tahun, 30 tahun, 23 tahun ada 2 orang dan ada yang umur 22 tahun. tingkat pendidikan petugas rekam medis rawat jalan 2 orang lulusan SLTA, Diploma 1 orang dan 2 orang Perguruan Tinggi (Sarjana). Masa kerja petugas di rekam medis rawat jalan ada yang 29 tahun, ada yang 7 ada yang 2,5 tahun, ada yang 10 bulan dan ada yang 3 tahun, bulan. Yang pernah mengikuti pelatihan tentang rekam medis ada 2 orang dan yang belum pernah mengikuti pelatihan tentang rekam medis ada 3 orang. Standar Pelayanan Minimal (SPM) di RSUD Datu Sanggul Rantau belum ada dibuat. Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Terhadap Faktor SDM di Instalasi Rekam Medis Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau tahun 2011 Faktor yang Jumlah diukur Jenis Kelamin Umur 48 tahu n - 30 tahu n - 23 tahu n - 22 tahu n Pendidikan terakhir SLTA/ SMA - Diplom a - Perguruan Tinggi (Sarjana) Masa kerja 1 1 2 1 Laki laki Perempua n 1 4

2 1 2

xi

29 tahu n - 7 tahun - 2,5 tahun - 10 bula n - 3 bulan Apaka and perna mengikut h hrekam medis i pelatihan a tentang ? Y a - Tida k Apaka ad Standa h a r Minimal (SPM) ? -

1 1 1 1 1

2 3 Pelayana n 5

Y a - Tida k Sumber: Data primer penelitian, juni 2011

4.1 7 .

Dari hasil pengamatan, petugas yang pendidikannya lulusan dari SLTA dalam pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau tergolong lama. Dan yang lulusan Sarjana tetapi tidak sesuai dengan jabatannya juga tergolong lama dalam pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau. Ini akan berakibat pada waktu tunggu pasien. Karena petugasnya juga tidak ada yang mengikuti pelatihan tentang rekam medis. Sumber Daya Material Sumber daya material yang diteliti meliputi bahan, peralatan dan fasilitas. Hasil observasi terhadap sumber daya material tampak pada tabel 4.3

xi i

Hasil Observasi terhadap Sumber Daya Material di Instalasi Rekam Medis Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau Tahun 2011 Sumber Daya Status Material Bahan Karcis di loket penerimaanAda pasien Buku Ada register Rekam medis diberi map atau sampul Ada Kartu indeks utama pasien Ada (KIUP) Tand petunju gun mempercepa pekerjaa a k dan menemukan a Adarekam t n menyimpan medis Kartu permintaan (berbentuk formulir) bagi peminjam rekam Ada medis Tersedia kode warna map atau sampul untuk mencegah kekeliruan simpan dan memudahkan Ada mencari map yang sala h Terdapat tanda petunjuk keluar untuk rekam medis yang tidak berada di Ada tempat Peralatan Alat tulis kantor Ada (ATK) Komputer untuk entry Ada data Buku pedoman pelaksana Ada rekam medis Prosedur tetap Ada (protap) Ruang kerja lengkap dengan Ada meja kerja Rak arsip dokumen berbentuk Ada open shelves file Telepo Ada n

Tida k

Tida k Tida k Tida k

Tida k

xii i

Fasilitas Ruang pendaftaran pasienYa berdekatan dengan ruang penyimpanan rekam medis aktif Ruang pengelola data dekat Ya dengan ruang penerimaan pasie n Ruang penyimpanan rekam medis a. Lantai kedap air dan Yabebas banjir b. Dinding permanen Tidak dan bersih c. Cukup Tidak fentilasi Jarak antara dua rak untuk Tidak lalu lintas minimal 90 cm Ruang penyimpanan rekam Tidak medis aktif cukup luas untuk semua data Ruan penyimpanan Ya medis in terpisa g rekam aktif h dengan ruang kerja rekam medis Ruang cukup aman untukTidak melindungi dari kehilangan, kerusakan, serta mencegah digunakan oleh yang tidak berkepentinga n Ruang rekam medis cukup Tidak luas untuk petugas rekam medis menjalankan tugasnya Ruan reka medis Ya berdekata denga instalas g m n n i penunjan g Penerangan tempat penyimpanan Ya baik Suhu ruangan tempat bekerja Tidak menyegarkan Pemeliharaan kebersihan Tidak baik Sumber : Data primer penelitian, juni 2011 Berdasarkan hasil observasi, sebagian bahan telah di bagian tersdia rekam medis rawat jalan yaitu Karcis harian, buku register, KIUP. Yang belum ada yaitu tanda petunjuk guna mempercepat xiv

pekerjaan menyimpan dan menemukan rekam medis, tidak ada tersedia kartu permintaan (berbentuk formulir) bagi peminjam rekam medis rawat jalan dan kode warna map atau sampul pelindung serta tanda petunjuk untuk berkas keluar. Kebutuhan akan peralatan tersebut pada umumnya sudah terpenuhi akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi bagian rekam medis untuk mengajukan usulan peralatan lain yang denga kelancaran berkaitan nada dengan pelaksanaan kegiatan rekam medis. Ruang kerja meja kerja dan ada rak arsip dokumen berbentuk rak terbuka biasa. Fasilitas yang dimiliki bagian Rekam Medis Rawat Jalan RSUD Datu Sanggul Rantau yaitu ruang pendaftaran pasien berdekatan dengan ruang penyimpanan rekam medis aktif dan ruang pengelola data dekat dengan ruang penerimaan pasien. Ruang penyimpanan rekam medis, yang kondisi ruangn yang meliputi keadaan lantai yang bebas banjir, dinding permanen, penerangan, serta suhu telah terpenuhi. Masalh yang didapatkan adalah dinding tidak bersih, tidak cukup fentilasi, jarak yang seharusnya 90cm belum dapat terpenuhi disebabkan luas ruang penyimpanan terbatas. Ruang tidak cukup aman, dan pemeliharaan kebersihan kurang baik.

4.2

Pembahasa n
4.2 1 .

PelaksanaanKegiatanRekam Medis 4.2 1.1 Penerimaan . pasien Untuk pasien lama yang tidak membawa kartu berobat dan setelah dicari ternyata nomornya tidak ditemukan maka petugas akan membuatkan kartu dan berkas baru dan pasien tersebut dianggap sebagai pasien baru. Sebaiknya hal ini sedapat mungkin dihindari karena merugikan pihak pasien dan pihak rumah sakit. Kerugian bagi pihak pasien adalah dokter yang memeriksa tidak mengetahui riwayat penyakit pasie sehingg harus dilakuka pemeriksaa ulang n a kerugian bagi pihak n rumah sakit n pasien . Sedangkan dengan satu nama bisa lebih satu nomor da memiliki n menyebabka jumlah berkasdari disimpa , bertambah n yang dihindari jika penggunaan n . Kondisi diatas dapat KIUP dapat dioptimalkan .

xv

Kartu Indeks Utama Pasien adalah salah satu cara untuk menunjang kelancaran pelayanan terhadap pasien, karena apabila seorang pasien lupa membawa kartu berobat maka KIUP akan membantu untuk mencarikan data pasien yang diperlukan. KIUP merupakan kunci utama bagi setiap pasien, sehingga mutlak harus dibuat, baik itu pasien berobat jalan maupun pasien untuk dirawat. KIUP adalah suatu kartu tanda pengenal setiap pasien baru yang disimpan selamanya pada instansi yang bersangkutan. KIUP dibuat berdasarkan atas ringkasan riwayat klinik yang diperoleh dari tempat penerimaan pasien. Karena KIUP merupakan sumber data yan selamanya harus maka harus g disimpan, selengkap dan sejelas mungkin (Depkes dibuat RI, 1991). 4.2 1.2 Pencatata . n Dalam catatan sosial yang diperoleh saat penerimaan pasien di TPP pada pencatatan nama dan alamat kurang lengkap. Hal perlu ditekankan adalah penulisan yang nama dan alamat pasien. Petugas hendaknya menuliskan nama pasien secara benar dan menuliskan alamat pasien dengan lengkap Penulisa nama alama sangatla pentin . n dan t h g karen berpengaru pad lama pencaria berkas a h a n . Keberadaan buku register manual cukup penting. Pencatata adala pendukomentasia segal n medis pasien h ke dalam n rekam medis yang a informasi akan menjad bahan Catata berdasarka sumber i informasi. n n datanya dibedakan menjadi catatan sosial dan catatan medis. Catatan sosial diperoleh saat penerimaan pasien di TPP yang meliput nama, umur, agama, pekerjaan i alamat, dan setelah . Sedangkan data medis diperoleh pasien mendapatkan pelayanan dari dokter, perawat atau petugas lainnya seperti petugas laboratorium dan radiologi (Depkes RI, 1997). Prinsip utama harus taat ole petuga yang di i h s pencatatan adalah: nama pasien harus lengkap, minimal terdiri dua suku kata. Dengan demikian, nama pasien yang akan tercantum dalam rekam medis akan menjadi satu di antara kemungkinan ini :

xvi

e) Nama pasien sendiri, apabila nama sudah terdiri dari satu kata atau lebih; f) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama suami, apabila pasien seorang pasien bersuami; g) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya adalah nama ayah); h) Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga/ marga, maka nama atau marga atau keluarga surname didahulukan dan kemudian diikuti nama sendiri; Dalam sistem penamaan rekam medis, diharapkan : e) Nama ditulis dengan huruf cetak dan mengikuti ejaan yang disempurnakan; f) Sebagai pelengkap bagi pasien perempuan di akhir nama lengkap ditambah Ny. Atau Nn. Sesuai dengan statusnya ; g) Pencantuman titel selalu diletakkan sesudah nama lengkap pasien; h) Perkataan Tuan, Saudara, Bapak, tidak dicantumkan dalam penulisan nama pasien; (Depkes RI, 2004) 4.2 1.4 Penyimpana . n Bentuk penyimpanan berkas rekam medis ada yaitu dua, da desentralisasi Sentralisas adala sentralisasi rekamnmedis . pasien dalam satu i penyimpanan kesatuanh baik catatan kunjungan poliklinik maupun catatan selama pasien dirawat inap. Sedangkan desentralisasi yaitu penyimpanan denga melakuka pemisahan antara medis n n rekam poliklinik dengan rekam medis dirawat inap. Berkasdi rekam medis pasien poliklinik disimpan di satu tempat penyimpanan, sedangkan berkas rekam medis pasien rawat inap disimpan di bagian rekam medis. Secara teori sentralisasi lebih baik daripad desentralisasi tetap pelaksanaany sanga a , i a tergantung pada situasi dan kondisi masing masing t rumah sakit. Penyimpanan berkas rekam medis dapat menggunakan sistem nomor. Sistem penomoran yang sering dipakai adalah xvi i

sistem nomor langsung (straight numerical) , sistem angka akhir (terminal digit), dan sistem angka tengah (middle digit) (Depkes RI, 1997). Cara penyimpanan digunaka RSUD yang n Datu Sanggul Rantau adalah cara desentralisasi. Desentralisasi memiliki keuntungan yaitu efisiensi waktu sehingga pasien mendapa pelayana lebih cepat dan juga beban t n ringan. Sedangkan kerja petugas lebih kekurangan desentralisasi terjadi duplikasi dalam pembuatan rekam medis dan biaya yang diperlukan untuk peralatan dan ruangan lebih banyak. Di Sanggul Rantau juga menggunakan RSUD Datu Sistem penjajara secara ( straigh Fillin numerical) n langsung t g . Namun belum sepenuhnya terelisasikan dengan baik dan belum diurutkan dengan benar. Ini petuga dikarenakan rekam medis tidak pernah mengikuti pelatihan tentang s rekam medis, sehingg petuga tida mengert bagaiman a k secara i a denga menerapka sistem s n penjajaran langsung n benar. Sebelumnya sudah pernah diarahkan oleh kepala rekam medis RSUD Datu Sanggul Rantau untuk mengurutkan dengan benar sistem penjajaran secara langsung. Namun petugas belum mengurutkannya sampai sekarang, karena petuga kerepota untu mengurutkanny Yan s n k ini adalah a. mudahnya g menguntungkan dari sistem melatih petugas yang harus melaksanakan petugas pekerjaan penyimpana tersebut Namu sistem ini mempunya n . n i kelemahan-kelemahan yang tidak dapat dihindarkan, pada saat menyimpa reka medis, petugasny harus n mangka nomor sehingga a memperhatikan seluruh mudah terjadi kekeliruan menyimpan ( Depkes, 1991 ). 4.2 1.5 Pengambilan . kembali Peminjaman dan pengembalian kembali berkas rekam medis dijelaskan sebagai berikut: a) Permintaan dar poliklini atau rutin i k dokter melakukan riset, harus diajukan kebagian rekam medis, setiap hari pada jam yang telah ditentukan.

yan g

xvii i

b)

Poliklinik yang meminta berkas rekam medis harus mengis kartu permintaan. Petugas harus i menulis dengan benar dan jelas nama pasien dan nomor kartu rekam medisnya. c) Permintaan atau peminjaman rekam medis yang tidak rutin, seperti untuk pertolongan gawat darurat, harus dipenuhi sesegera mungkin d) Permintaan lewat telpon juga dilayani dan petugas bagian rekam medis harus mengisi kartu permintaan. Petugas dari bagian lain yang meminta harus datang sendiri untuk mengambil berkas rekam medis dan diminta dan harus mengisi kartu permintaan. (Depkes RI, 1997) Semua rekam medis yang dari poliklinik secara dikembalikan tepat waktu. Rekam medis langsung dimasukkan ke komputer yaitu nomor rekam medis, nama, pasien baru dan pasien lama setelah selesai semua rekam medis langsung difiling . 4.2 2 . WaktuTunggu Pelayanan Pelayanan rekam medis yang baik dan bermutu tercermin dari yang ramah, cepat, serta nyaman. Pelayanan pelayanan rekam medis rawat jalan dimulai dari tempat pendaftaran pasien sampai memperoleh dokumen rekam medis yang akan digunakan untuk mendapatka pelayana kesehatan Berdasarka standa n n . r penyediaan dokumen rekam medis pelayanann rawat jalan adalah 10 menit, dan pelayanan dokumen rekam medis pelayanan rawat inap selama 15 menit (Depkes RI, 2007). Rata rata waktu tunggu yang dibutuhkan untuk pasien baru di RSUD Datu Sanggul Rantau adalah 7 menit 27 detik dan untuk pasien lama adalah 14 menit 16 detik. Rata rata waktu tunggu pelayanan rekam medis pasien baru di pendaftaran rawat jalan tersebut tergolong sebentar. Sedangkan rata rata waktu tunggu reka medis lama pelayanan m pasien di pendaftaran rawat jalan tersebut tergolong lama. xix

4.2 3 .

Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset rumah sakit dan merupakan sumber daya yang berperan yang penting, besar dalam pelayanan rumah sakit. Penanganan SDM penting karena mutu pelayanan rumah sakit sangat tergantung dari perilaku SDM dan kemajuan ilmu dan memerluka tenaga teknologi n yang profesional dan spesialistis ( Sabarguna dan Sumarni, 2003). Mutu pelayanan rumah sakit yang dimaksud adalah semua jenis pelayanan termasuk pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan. Berdasarka hasi penelitia dan indepth n bahwa jumlah l petugas n di instalasi hasil interview diketahui rekam medis rawat jalan RSUD Datu Ranta sebanyak 5 diras cuku Sanggul u orang berdasarkan analisis perhitungan tenaga rekam medis a RSUD p Datu Sanggul Rantau tahun 2010. Tingkat pendidikan memegang peran penting dalam bekerja. Untuk tercapainya kesuksesan dalam bekerja dituntut pendidikan yang sesuai dengan jDEDWDQ \DQJ GLSHJDQJ VHVHRUDQJ $VDG Tingkat pendidikan formal petugas adalah SLTA, Diploma dan S1. Untu pendidika nonatau petugas k n pelatihan, formal frekuensi mengikuti pendidikan, seminar dan sebagainya mempunyai posisi yang kecil. Dengan demikian kebutuhan akan kualitas tenaga di instalasi rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau belum dapat terpenuhi. Padahal pelatihan SDM sangat diperlukan agar terselenggara pelayanan yang bermutu guna menjamin pelayanan sesuai dengan standar dan kebutuhan (Rachmawati, 2000). Sumber Daya Material Penyelenggaraan reka medis perlu kegiatan m didukung keberadaan sumber daya material yang meliputi bahan, peralatan, dan fasilitas. Bahan adalah formulir dan kartu atau sejenisnya yang telah dicetak sesuai ketentuan yang menunjang pelaksanaan rekam medis. Fasilitas dan peralatan segala sesuatu adalah yang menunjang kemudahan pelaksanaan tugas dan pengelolaan rekam medis. Alat penyimpanan yang tepat, penerangan dan pengaturan suhu yang baik, pemeliharaan ruangan, serta perhatian terhadap xx

4.2 4 .

faktor keselamatan sangat membantu pemeliharaan, mendorong kegairaha kerja meningkatka produktivitas Ala n dan n petugas. t penyimpanan berkas yang umum digunakan adala rak terbuka (open shelves file unit), lemari lima laci (five drawers file cabinet) atau rak buka tutup UROO RSDFN Jarak antara dua buah rak untuk lalu lalang dianjurkan selebar 90 cm. jika menggunakan lemari lima laci maka sebaiknya dijejer satu baris dan ruang lowong didepannya harus 90 cm.jika diletakan berhadapan harus disediakan ruang lowong 150 cm untu memungkinkan membuka laci tersebut. Lemari lima laci memang tampak lebih rapi dan berkas rekam medisnya terlindung dari debu dan kotoran dari luar. Namun pengguna rak terbuka lebih praktis dalam mempermudah pengambilan berkas rekam medis. (Depkes RI, 1997 ) Pada deretan map rekam medis yang disimpan harus diberi untuk mempercepat pekerjaan penyimpanan tanda penunjuk dan menemukan rekam medis. Berkas rekam medis hendaknya diberi sampul pelindung untuk memelihara keutuhan susunan lembaran rekam medis dan mencegah terlepas atau tersobeknya lembaran, akibat seringnya diambil atau bolak balik. Sampul atau map pelindung dilengkap denga penjepi (fastener untu menggabungka i n t ) k n lembaran pada sampul (Depkes RI, 1997). Bahan penunjang pelaksanaan rekam medis telah di bagian tersdia rekam medis rawat jalan yaitu karcis harian, buku register, KIUP. Yang belum ada yaitu tanda petunjuk guna mempercepat pekerjaan menyimpan dan menemukan rekam medis, tidak ada tersedia kartu permintaan (berbentuk formulir) bagi peminjam rekam medis rawat jalan dan kode warna map atau sampul pelindung serta tanda petunjuk untuk berkas keluar. Kebutuhan akan map pelindung sudah pernah diusulkan oleh Kepala Rekam Medis akan tetapi belum terealisasi. Tanda penunjuk untuk berkas keluar digunakan untuk menggantikan berkas yang keluar dari rak. Petunjuk tetap berada tersebut di tempat sampai berkas dikembalikan. Dengan adanya out gulde petugas dapat mengetahui secara cepat bila berkas yang dibutuhka tida ada Denga demikia petugas aka n k . yang n berlarut n larut padatidak n melakukan pencarian waktu berkas tersebut dibutuhkan. Keberadaan map maupun out gulde akan berpengaruh pada waktu tunggu pelayanan pasien karena kedua baha tersebu dapa mempercepa proses penemua da n t t t n n penyimpanan berkas. xxi

Peralatan yang dibutuhkan sebagian besar telah meliputitersedia ATK, komputer untuk entry data, buku pedoman pelaksanaan rekam medis, Prosedur Tetap, rak berkas dan telpon. Ketersediaan peralatan sepert komputer ditunjan denga tersebut i harus g n pemanfaatan yang optimal. Pemanfaatan optimal akan memperlancar pelaksanaan kegiatan sehingga berakibat pada waktu tunggu pasien menjadi lebih singkat. Fasilitas yang dimiliki bagian Rekam Medis Rawat RSUD Jalan Datu Ranta yaitu ruang pasie Sanggul u pendaftaran berdekatan dengan ruang penyimpanan rekam medis aktif dan n ruang pengelola data dekat dengan ruang penerimaan pasien. Ruang penyimpanan rekam medis, yang kondisi ruangn yang meliputi keadaan lantai yang bebas banjir, dinding permanen, penerangan, serta suhu telah terpenuhi. Pada ruang penyimpanan, jarak antara rak satu dan yang lainnya tidak memenuhi standar, petugas harus bergantian untuk dapat melewati satu jalur pada ruang penyimpanan. Hal ini disebabkan oleh ruang penyimpanan yang sempit, sehingga tidak dapat menampung rak-rak penyimpanan yang seharusnya disusun dengan jarak antar rak 90cm (Depkes.1997). Hal ini secara tidak langsung dapat menghambat pencarian berkas dan akan berakibat pada waktu tunggu pasien.

xxii

BABV KESIMPULANDANSARA N
5.1 Kesimpula n

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan dari penelitian ini sebagai berikut : 1. Kegiatan rekam medis rawat jalan RSUD Datu Sanggul Rantau yang meliputi penerimaan pasien, pencatatan, penyimpanan dan pengambilan kembali. Yang sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan dari kegiata reka medis yaitu rekam medis n m pencarian di penyimpanan . 2. Rata rata waktu tunggu pelayanan untuk pasien baru adalah 7 menit 27 detik tergolong sebentar sedangkan untuk pasien lama mencapai 14 menit 16 detik tergolong lama. 3. Sumbe Day Manusi yan meliput jumla petugas r a a g i h , pendidikan, umur dan masa kerja. Yang sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan di sumber daya manusia yaitu pendidikan. 4. Sumber Daya Material rekam medis rawat jalan di RSUD Datu Sanggul Rantau yang meliputi bahan, peralatan dan fasilitas. Yang sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rekam medis di pendaftaran rawat jalan di sumber daya material yaitu bahan dan fasilitas.

xxii i

5.2

Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka disampaikan saran saran sebagai berikut : 1. Sebaiknya pendaftara rawat menggunaka sistem di n jalan n komputerisasi maka akan memperlancar pelaksanaan kegiatan sehingga berakibat pada waktu tunggu pasien menjadi lebih singkat . 2. Penggunaan KIUP dioptimalkan, karena apabila seorang pasien lupa membawa kartu berobat maka KIUP akan membantu untuk mencarikan data pasien yang diperlukan. 3. Sebaiknya dalam pencatatan data sosial seperti nama dan alamat pasien menuliskannya secara benar dan lengkap, penulisan nama dan alamat sangatlah penting. Karena berpengaruh pada lama pencarian berkas. 4. Perlu dilakukan evaluasi terhadap urutan penyimpanan berkas dengan waktu tertentu, misalkan sebulan sekali. 5. Dalam peningkatan efesiensi waktu kerja penjajaran rekam medis sebaiknya dilakukan secara urut menurut ketentuan yang berlaku. 6. Sebaiknya dibuatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 7. Perl dilakuka pelatihan medis Rumah u n rekam oleh Sakit sehingga dapat diikuti oleh seluruh petugas rekam medis. 8. Demi terjaganya kualitas isi rekam medis alangkah baiknya rekam medis pasien rawat jalan diberikan map atau sampul agar rekam medis tidak sobek, basah dan kotor. 9. Sebaiknya tanda petunjuk untuk berkas keluar harus ada. Jadi dapat menggantikan berkas yang keluar dari rak.

xxiv

10. Sebaiknya pada ruang penyimpanan dapat menampung rak rak penyimpanan yang seharusnya disusun dengan jarak antara rak 90 cm yang sesuai dengan standar yang berlaku.

xxv

DAFTARPUSTAK A

________ 2008 Peratura Menter Kesehata Republi Indonesi . . n i n k a Nomor.269/MENKES/PER/III/200 tentan Reka Medis. Jakarta 8 g m : Departemen Kesehatan RI. ________ 2009 UU Nomor 44 tahun 2009 tentang membuat, . . melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuandalammelayanipasie n. Azwar, Azrul, 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan . Jakarta: Binarupa Aksara. Depkes RI. 1991. Petunjuk Teknik Penyalenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit. Depkes RI. Jakarta. Depkes RI. 1997. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia RevisiI.Jakarta:DirjenYanme d. Dhamanti, Inge. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Waktu (2003). Tunggu Pelayanan di RekamMedis RawatJalan(StudidiRekamMedis RawatJalan RSUHajiSurabaya).PenelitianIlmiah.Universitas AirlanggaSurabaya. Hatta, G. 2009. Pedoman Manajemen Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan . Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Huffman EK. 1994. Healt Information Management . Phisician Record Company. Illinoi s Murdani, Eti. (2007). Pengembangan Sistem Informasi Rekam Medis Rawat Jalan Untuk Mendukung EvaluasiPelayanan DiRSUBinaKasih Ambarawa.Tesis. Universitas Diponegoro Semarang. Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta. Rineka Cipta. xxvi

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta. Rineka Cipta. Ray Midge, Noel. 1996. Health Information Management of a Strategic Resource Chapter 1. W.b. Saunders Company. Rustiyanto, Ery. 2009. Etika Profesi Perekam Medis & Informasi Kesehatan . Yogyakarta. Graha Ilmu. Saryono. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan . Jogjakarta. Mitra Cendikia. Asmuni, Suarni. (2009). Pengaruh Karakteristik dan Kompetensi Perekam Medis Terhadap Waktu Tunggu Pasien Pada Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum DR. Pirngadi Medan Tahun 2008. Tesis. Sekolah Pascasarjan Universita Sumater Utar Medan a s a a . http://repository.usu.ac. i d/bitstream/123456789/6650/1/09E02224.pdf (diakses tanggal 17 April 2011) http:// l rc-kmpk.ugm.ac. i d/id/UP-PDF/_work i (diakses 16 ng/siti_11_06.pdf tanggal April 2011)

xxvi i

xxviii

xxix

xxx

xxxi

xxxii

xxxiii

xxxiv

xxxv

xxxvi

xxxvii

xxxviii

xxxix

xl

xli

xlii

xliii

xliv

xlv