P. 1
contoh laporan pkl

contoh laporan pkl

|Views: 451|Likes:
Dipublikasikan oleh Egu Jason Voorhes
laporan
laporan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Egu Jason Voorhes on Mar 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan dan Kegunaan Praktek Lapangan
  • C. Lokasi Kegiatan
  • D. Waktu Pelaksanaan
  • BAB II
  • GAMBARAN UMUM
  • A. Profil Instansi
  • B. Personalia ( Uraian Jabatan )
  • C. Struktur Organisasi
  • BAB III
  • PEMBAHASAN
  • A. Manajemen Aset
  • a. Secara Umum
  • No Sarana/Prasarana Jumlah Kondisi Keterangan
  • c. Sarana dan Prasarana Pendukung
  • Baik Kurang Baik Rusak
  • B. Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Kondisi
  • Keterangan
  • Kurang Baik Rusak
  • C. Dasar-Dasar Legal Drafting
  • D. Pelayanan Prima
  • Standar Oprasional Prosedur
  • E. Manajemen Strategis
  • A. Rencana Strategis
  • 1. Peryataan Visi
  • 2. Penjelasan Makna Visi
  • 3. Pernyataan Misi
  • 4. Tujuan
  • Tujuan pertama
  • Tujuan Ketiga
  • Tujuan Keempat
  • Tujuan Kelima
  • F. Analisis Kebijaka Publik
  • A. PENGUKURAN KINERJA
  • Keterangan:
  • B. EVALUASI DAN ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA
  • G. Komunikasi Pembangunan
  • H. Pajak dan Retribusi Daerah
  • JENIS PAJAK YANG DIKENAKAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kegiatan praktek lapangan merupakan kegiatan penerapan ilmu

pengetahuan dan teknologi yang di pelajari selama perkuliahan

di Politknik

Negeri Pontianak khususnya Jurusan Administrasi Bisnis pada program studi Diploma IV Administrsi Instansi Pemerintahan. Kegiatan praktek lapangan

dilakanakan di dinas/badan/kantor pemerintah daerah yang dilaksanakan di setiap akhir semester sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan sehingga pengetahuan yang dipelajari di dalam perkuliahan dapat segera diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan praktek lapangan. Kegiatan ini sesuai dengan visi, misi dan tujuan Politeknik Negeri Pontianak yaitu Visi : Pada tahun 2020, Polnep merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi terbaik dan terpercaya pada tingkat nasional dan internasional. Adapun misi dari Politeknik Negeri Pontianak yaitu: 1. Menyelenggarakan peningkatan pendidikan vokasi dan penelitian guna terapan bagi upaya

kesejahteraan

masyarakat

menunjang

pembangunan nasional, sesuai dan sepadan dengan kebutuhan masyarakat ; 2. Membina dan mengembangkan profesionalisme yang sehat dan dinamis 3. Mengembangkan dan mendayagunakan ilmu pengetahuan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan sumber daya Politeknik Negeri Pontianak secara maksimal.

Sedangkan tujuan Politeknik Negeri Pontianak adalah: 1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai bidang keahlian untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kempetitif, dengan cara sebagai berikut : Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berdisiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi, Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan profesional, Memiliki jiwa mandiri (wirausaha), Mampu berkomunikasi secara efektif melalui bahasa

1

Indonesia dan bahasa asing (terutama bahasa Inggris), serta menguasai penggunaan media komunikasi, informatika dan komputer, Tanggap dan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan, Memiliki kesadaran yang tinggi tentang nilai-nilai moral, budaya dan kemanusiaan serta cinta lingkungan, 2. Melaksanakan penelitian terapan dalam rangka pengembangan iptek untuk menunjang upaya pembangunan nasional, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan industri, 3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk mengamalkan iptek melalui prakarsa dan peran aktif dalam membantu membangun desa tertinggal dan mengentaskan kemiskinan dengan jalan memberikan

pelayanan jasa teknologi, manajemen dan sebagainya, 4. Membina dan mengembangkan iklim kehidupan akademik yang sehat dan dinamis untuk membentuk msyarakat ilmiah yang menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, terbuka, kritis, bertanggungjawab, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap perubahan jaman, 5. Membina dan mengembangkan kerjasama kelembagaan yang saling menguntungkan dan instansi pemerintah, industri, lembaga pendidikan lain, baik di dalam maupun di luar negeri, 6. Meningkatkan kinerja kelembagaan pada semua aspek kegiatan yang menjadi misi Polnep agar menjadi lembaga pendidikan tinggi profesional.

B. Tujuan dan Kegunaan Praktek Lapangan Secara umum praktek lapangan mempunyai tujuan : 1. Mahasiswa mempunyai pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam pelaksanaan pekerjaan dalam praktek lapangan di badan/dinas/ kantor pemerintah daerah. 2. Mahasiswa dapat berpikir berdasrkan ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi guna menjadi tenaga profesional di bidang administrasi instansi pemerintahan. 3. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan pemerintah daerah sehingga Perguruan Tinggi dapat lebih berperan dan

2

menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan kebutuhan SDM Pemerintah Daerah. 4. Perguruan Tinggi memperoleh umpan balik dari masukan yang dapat berguna untuk meningkatkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Adapun Kegunaan Praktek Lapangan : 1. Bagi Mahasiswa a. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dipelajari di Perguruan Tinggi bagi penerapan secara nyata. b. Memberikan pemerintahan meningatkan pengalaman sehingga daya belajar dan bekerja cara sebgai berfikir kader seta

mendewasakan mahasiswa

penalaran

dalam

melakukan

perumusan dan pemecahan masalah yang dihadapi. 2. Bagi Pemerintah Daerah a. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, ilmu, teknologi dan seni dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. b. Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pembangunan. 3. Bagi Perguruan Tinggi a. Memperoleh umpan balik sebagai hasil dari pendidikan dan penerapannya dalam kegiatan praktek lapangan sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai

dengan kebutuhan pembangunan. b. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama Pemerintah Daerah melului kegiatan Praktek Lapangan . dengan

3

C. Lokasi Kegiatan Kegiatan Praktek Lapangan ( PL ) ini dilaksanakan di Kantor Perpustakaan,Arsip dan Dokumentrasi Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Alianyang,Kota Pontianak. D. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Praktek Lapangan ( PL ) ini dilaksanakan mulai tanggal 10 Januari 2010 dan berakhir 18 Februari 2011.

4

5 . Profil Instansi Berdasarkan undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai daerah otonom terlihat jelas bahwa salah satu kewenangan waji yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pontianak dibidang kearsipan dan perpustakaan adalah menghimpun dan mengelola arsip in aktif dan statis serta menata buku.BAB II GAMBARAN UMUM A. maka Pemerintah Kota Pontianak telah membentuk Lembaga Teknis Daerah yang menunjang tugas Walikota sebagai Kepala Daerah sesuai dengan tugasnya.buku perpustakaan. Sebagai tindaklanjut dari undang-undang nomor 22 tahun 1999 telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 3 Tahun 2001 dan disahkan pada tanggal Januari Tahun 2001. dan diperbaharui dengan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kota Pontianak tanggal 30 Desember 2004. Adapun dasar hukum keberadaan kantor arsip dan Perpustakaan Umum Daerah (ARPUSDA).

2. 5. Ruang Kasi Pelayanan Perpustakaan Ruang Pelayanan. 3. Arsip dan Dokumentasi Kota Potianak Keterangan Denah Lantai 2 Kantor Perpustakaan.Denah ruangan Perpustakaan pada Kantor Perpustakaan. 7. Ruang Kepala Kantor Ruang Kasi Pembinaan Perpustakaan. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak 1. 6. Ruang Baca Ruang Rapat BLH Toilet 6 . 4.

Denah ruangan Arsip pada Kantor Perpustakaan. Arsip dan Dokumentasi Kota Potianak 7 .

pemberian dukungan. arsip dan dokumentasi. Susunan organisasi Kerja Kantor Perpustakaan.B. e. f. b. c. arsip dan dokumentasi. pembinaan teknis. arsip dan dokumentasi 4) Penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan. 8 . 2) Penyusunan rencana kerja di bidang perpustakaan. arsip dan dokumentasi 5) Penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan. Tugas Pokok. arsip dan dokumentasi 7) Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan.Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak. arsip dan dokumentasi serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota. d. 6) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintah Daerah di bidang perpustakaan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut.Fungsi dan Tata Kerja Kantor Perpustakaan. Personalia ( Uraian Jabatan ) Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 50 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi. 3) Pelaksanaan pembinaan teknis di bidang perpustakaan. arsip dan dokumentasi. pelaporan dan evaluasi di bidang perpustakaan.Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak terdiri dari: a. Kepala Kantor Tugas pokok Kepala Kantor adalah menyiapkan bahan dan merumuskaan kebijakan. Kepala Kantor Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Arsip Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu Adapun tugas pokok dan fungsi dari jabatan diatas adalah : a. arsip dan dokumentasi. Kepala Kantor mempunyai fungsi: 1) Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis di bidang perpustakaan.

3) Penyelenggaraan kegiatan di bidang pembinaan perpustakaan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok Kepala Sub Bagian Tata Usaha menyusun bahan perumusan adalah mengolah dan kebijakan. Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Tugas pokok Kepala Seksi Pembinaan Perustakaan adalah mengolah dan dan menyusun bahan perumusan kebijakan. b. 2) Penyusunan rencana kerja di bidang kesekretariatan. 4) Penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang kesekretariatan.8) Pelaksanaan tugas lain di bidang perpustakaan. 1) Pengolahan dan penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan perpustakaan. 3) Penyelenggaraan kegiatan di bidang kesekretariatan berdasarkan rencana kerja yang telah di tetapkan. 5) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang kesekretariatan. 4) Penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan perpustakaan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi: 1) Pengolahan dan penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang kesekretariatan. 9 . 6) Pelaksanaan tugas lain di bidang kesekretariatan yang diberikan oleh Kepala Kantor. 2) Penyusunan rencana kerja di bidang pembinaan perpustakaan. c. arsip dan dokumentasi yang diberikan oleh Walikota. 5) Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembinaan perpustakaan. melaksanakan kegiatan dan menyusun laporan di bidang kesekretariatan.melaksanakan kegiataan dan menyusun laporan di bidang pembinaan perpustakaan. 6) Pelaksanaan tugas lain di bidang pembinaan perpustakaan yang diberikan oleh Kepala Kantor. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut.

2) Penyusunan rencana kerja di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. 5) Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pelayanan perpustakaan. 4) Penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. 3) Penyelenggaraan kegiatan di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. 3) Penyelenggaraan kegiatan di bidang pelayanan perpustakaan. 1) Pengolahan dan penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan perpustakaan..d. 6) Pelaksanaan tugas lain di bidang pembinaan perpustakaan yang diberikan oleh Kepala Kantor. f. 1) Pengolahan dan penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. 6) Pelaksanaan tugas lain di bidang pembinaan dan pelayanan arsip yang diberikan oleh Kepala Kantor.melaksanakan kegiataan dan menyusun laporan di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. 2) Penyusunan rencana kerja di bidang pelayanan perpustakaan. 5) Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembinaan dan pelayanan arsip. e. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu Beberapa ketentuan dalam jabatan fungsional yaitu: 10 . Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Arsip Tugas pokok Kepala Seksi Pembinaand dan Pelayanan Arsip adalah mengolah dan menyusun bahan perumusan kebijakan. Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan Tugas pokok Kepala Seksi Pelayanan Perustakaan adalah mengolah dan menyusun bahan perumusan kebijakan.melaksanakan kegiataan dan menyusun laporan di bidang pelayanan perpustakaan. 4) Penyusunan bahan laporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan perpustakaan.

3) Jabatan Fungsional Tertentu di lingkungan Kantor akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Jabatan fungsional tertentu sebagaimana dimaksud dikoordinir oleh Pejabat Fungsional yang paling senior yang berada dan bertanggungjawab secara langsung kepada Kepala Kantor.1) Kelompok jabatan fungsional tertentu terdiri atas Pegawai Negeri Sipil dalam jenjang Jabatan Fungsional Tertentu berdasarkan bidang keahlian dan keterampilan tertentu. 11 . 4) Formasi Jabatan Fungsional Tertentu sebagaimana dimaksud ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Walikota.

C. Struktur Organisasi 12 .

Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak.TU / TU dan Staf Perpustakaan Ruang Depo Arsip Jumlah 1 Unit 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Keterangan 13 . Oleh sebab itu. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak menempati gedung yang terletak di Jalan Aliannyang No. Sarana Pendukung dan Perlengkapan Kantor lainnya: a) Komputer PC b) Laptop c) Telephone (PABX) 4. Kendaraan Kendaraan yang tersedia.1 Tahun 2004 dinyatakan bahwa asset merupakan semua barang yang debeli atau diperoleh atas beban APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Pengelolaan asset tersebut sebagaimana diatur dalam UU No.BAB III PEMBAHASAN A. Manajemen Aset Pengelolaan asset daerah merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Kantor Perpustakaan . Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak melakukan kewajiban pengelolaan asset dalam rangka penertiban dan pengelolaan harta kekayaan daerah. 7. b. yaitu: a) Kendaraan roda dua b) Kendaraan roda empat 3. Adapun aset-aset yang dikelola oleh Kantor Perpustakaan . Dan barang lainnya sebagaimana tercantum dalam kartu inventaris barang (KIB). Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak ialah: a. Kondisi Bangunan Gedung dan Ruangan No 1 2 3 4 5 Sarana/Prasarana Gedung Kantor Ruang Kepala / Ruang Rapat Ruang Kabag. Gedung Kantor Kantor Perpustakaan . sebagai salah SOPD di Pemerintah Kota Pontianak. Kantor Perpustakaan . Secara Umum 1. 2.

c. Sarana dan Prasarana Pendukung Adapun beberapa sarana dan prasarana pendukung : No 1 2 3 4 5 Jenis Barang Kendaraan Roda 4 Kendaraan Roda 2 Gedung Rumah Baca Genset DVD Jumlah 3 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 2 Unit 5 Unit 1 Unit 7 Unit 13 Unit 12 Unit 1 Unit 1 Unit 4 Unit 7 Unit 21 Unit 7 Unit 5 Unit 7 Unit 3 Unit 5 Unit 1 Unit 1 Unit 4 Unit 14 Unit 1 Unit 4 Unit 1 Unit 1 Unit 25 Unit 2 Unit Kondisi Kurang Baik 1 Unit 1 Unit 1 Unit 25 Unit 2 Unit Keterangan Bantuan dari APBD Bantuan Bantuan Bantuan Bantuan Bantuan dari APBD APBD APBD Bantuan dari APBD Bantuan dari APBD Bantuan APBD APBD APBD Bantuan dari APBD Bantuan dari APBD APBD Bantuan dari APBD Bantuan Bantuan APBD APBD APBD APBD Bantuan Bantuan dari APBD Bantuan APBD Bantuan dari APBD Bantuan Baik 3 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 5 Unit 1 Unit 7 Unit 11 Unit 10 Unit 2 Unit 1 Unit 4 Unit 5 Unit 16 Unit 5 Unit 5 Unit 4 Unit 3 Unit 5 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 14 Unit 1 Unit 3 Unit Rusak 1 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 5 Unit 2 Unit 3 Unit 2 Unit 1 Unit 6 Laptop 7 Mesin Pencacah 8 AC 9 Komputer 10 11 12 13 14 Mesin CPU DVD Room / RW Komputer Scanner Mesin UPS 15 Mesin Printer 16 Filling Kabinet 17 Racun Api 18 19 20 21 22 23 24 25 Kipas Angin Televisi Lemari Katalog Bufet Mesin Fax Telepon lemari kaca Mesin Penjilid 26 Mesin Tik 27 Lemari Besi 28 Vacum Cleaner 29 Kursi Plastik 30 Meja Plastik 14 .

Kantor Perpustakaan. Peningkatan pemenuhan sarana. b. dan pelayanan kepustakaan dengan mewujudkan sumber daya manusia yang professional. Maka dalam hal ini dilingkungan pemerintah kota Pontianak. Terlaksananya administrasi ketatausahaan dan kelengkapan inventaris daerah serta menumbuh kembangkan respon dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. c. Arsip dan Dokumentasi. KPAD berdasarkan Rencana Strategis KPAD Kota Pontianak tahun 2005-2009 menetapkan beberapa tujuan yang hendak dicapai. KPAD Kota Pontianak memiliki beberapa sasaran yaitu: a. Tersedianya buku-buku perpustakaan yang diperlukan dalam peningkatan pengelolaan perpustakaan dan minat baca bagi masyarakat dan aparatur. serta profesionalisme dalam pengelolaan kekeyaan dan keuangan serta peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan barang daerah. 15 . e.B. Dalam memberikan pelayanan di bidang Perpustakaan. Berkembangnya transparansi dan akuntabilitas. Arsip dan Dokumentasi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan di bidang Perpustakaan. Tersusunnya dan terpeliharanya arsip-arsip pada unit kerja dalam meningkatkan system informasi. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Meningkatkan peran lembaga yang didukung oleh aparatur yang mampu melaksanakan tugas dengan baik dan professional dibidangnya untuk mewujudkan goog government. pemerintah daerah baik provinsi maupun kab/kota memiliki hak dan kewajiban dalam pelayanan di bidang perpustakaan dan kerarsipan.Arsip dan Dokumentasi (KPAD) merupakan unsur pelaksana pelayanan di bidang Perpustakaan. Terwujudnya pendokumentasian dan pelayanan arsip yang berbasis teknologi. d.prasarana. yaitu: a. Arsip dan Dokumentasi. Perencanaan Pembangunan Daerah Bedasarkan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah . b.

Sumber Daya Manusia Pada tahun 2009. terdiri dari: a. Kendaraan 16 . f. Pegawai Organik ( PNS ) dengan jumlah 24 orang. 3 orang PTT Arsip. Tersedianya sarana dan prasarana kantor yang memadai dengan meningkatkan kualitas aparatur dan pelayanan public dan kantor bagi masyarakat dan aparatur. Gedung Kantor Kantor Perpustakaan . Terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana aparatur. d. Arsip dan Dokumentasi. e. Terdapat beberapa hal yang berpengaruh yaitu: 1.c. KPAD Kota Pontianak dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya didukung oleh 24 orang pegawai dengan komposisi sebagai berikut: a. 2. Tersedianya aparatur yang professional dalam mendukung kelancaran dan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. b. 7. Terselenggaranya pengelolaan keuangan daerah yang efesien dan efektif dengan dukungan optimalisasi penerimaan daerah. Golongan I b. Secara Umum a. Dalam rangka mewujudkan tujuan dana sasaran tersebut dan dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi di bidang Perpustakaan. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak menempati gedung yang terletak di Jalan Aliannyang No. Pegawai Non Organik (Tenaga Honor Rutin) dengan jumlah 13 orang terdiri dari: 2 orang PTT Tata Usaha. 2 Orang PTT Mobil Perpustakaan Keliling dan 6 orang PTT Rumah Baca. Sarana dan Prasarana Kantor Perkembangan sarana dan prasarana yang ada di KPAD Kota Pontianak adalah sebagai berikut: A. Golongan III d. Golongan II c. Golongan IV = - = 14 Orang = 9 Orang = 1 Orang II. Dari Segi Jabatan Struktural / Eselon sebanyak 5 orang yaitu: Eselon II Eselon III Eselon IV = - = 1 Orang = 3 Orang b. I. Dari segi Kepangkatan / Golongan ruang.

Kondisi Bangunan Gedung dan Ruangan No 1 2 3 4 5 Sarana/Prasarana Gedung Kantor Ruang Kepala / Ruang Rapat Ruang Kabag.TU / TU dan Staf Perpustakaan Ruang Depo Arsip Jumlah 1 Unit 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Keterangan C. Sarana dan Prasarana Pendukung Adapun beberapa sarana dan prasarana pendukung : Kondisi Kurang Baik 1 Unit - No 1 2 3 4 5 Jenis Barang Kendaraan Roda 4 Kendaraan Roda 2 Gedung Rumah Baca Genset DVD Jumlah Baik 3 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 2 Unit 5 Unit 1 Unit 7 Unit 13 Unit 12 Unit 1 Unit 1 Unit 4 Unit 7 Unit 21 Unit 7 Unit 3 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 5 Unit 1 Unit 7 Unit 11 Unit 10 Unit 2 Unit 1 Unit 4 Unit 5 Unit 16 Unit 5 Unit 17 Keterangan Rusak 1 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 5 Unit 2 Unit Bantuan dari APBD Bantuan Bantuan Bantuan Bantuan Bantuan dari APBD APBD APBD Bantuan dari APBD Bantuan dari APBD Bantuan APBD APBD APBD Bantuan dari APBD Bantuan dari 6 Laptop 7 Mesin Pencacah 8 AC 9 Komputer 10 11 12 13 14 Mesin CPU DVD Room / RW Komputer Scanner Mesin UPS 15 Mesin Printer 16 Filling Kabinet . Dan barang lainnya sebagaimana tercantum dalam kartu inventaris barang (KIB). B. Sarana Pendukung dan Perlengkapan Kantor lainnya: a) Komputer PC = 13 Unit b) Laptop = 5 Unit c) Telephone (PABX) = 4 Unit d. yaitu: a) Kendaraan roda dua = 1 Unit b) Kendaraan roda empat = 3 Unit c.Kendaraan yang tersedia.

919.00 1.147.919.000.242.389.389.600.00 1.600.926.242.007.00 1. Sumber dana yang berasal dari APBD Kota Pontianak dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD memiliki rincian sebagai berikut: No Jenis Belanja 1 Belanja Tidak Langsung 2 Belanja Langsung Jumlah Aparatur 1.600.926.000.00 18 . Sumber Dana Dana yang tersedia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas bersumber dari APBD Kota Pontianak ditambah dengan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2009.600.00 1.147.007.00 Total 1.APBD 17 Racun Api 18 19 20 21 22 23 24 25 Kipas Angin Televisi Lemari Katalog Bufet Mesin Fax Telepon lemari kaca Mesin Penjilid 5 Unit 7 Unit 3 Unit 5 Unit 1 Unit 1 Unit 4 Unit 14 Unit 1 Unit 4 Unit 1 Unit 1 Unit 5 Unit 4 Unit 3 Unit 5 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 14 Unit 1 Unit 3 Unit 1 Unit 1 Unit - 3 Unit 2 Unit 1 Unit - 26 Mesin Tik 27 Lemari Besi 28 Vacum Cleaner APBD Bantuan dari APBD Bantuan Bantuan APBD APBD APBD APBD Bantuan Bantuan dari APBD Bantuan APBD 3.

19 . 3. Surat Perjanjian Kerja ( Pegawai Kontrak Arsiparis ). arsip dan dokumentasi.C. Surat Perjanjian Kerja ( Pegawai Mobil Perpustakaan Keliling ). Dasar-Dasar Legal Drafting Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang perpustakaan. Kerjasama-kerjasama ini dilakukan salah satunya melalui perjanjian-perjanjian tertulis yang memiliki kekuatan hukum tetap (legal Drafting). 2. Adapun bentuk-benuk perjanjian yang dilakukan KPAD Kota Pontianak adalah sebagai: 1. KPAD Kota Pontianak melakukan kerjasama-kerjasama dengan pihak swasta dan intern pemerintah. Surat Perjanjian Kerjasama antara KPAD dengan Dinas Pendidikan ( Penggunaan Mobil Pintar ).

Pelayanan Prima Pelayanan Prima merupakan salah satu bentuk yang harus dilakukan oleh Instansi Pemerintah kepada masyarakat Pusat dengan dan tujuan Pemerintah membantu Daerah. Pelayanan barang. Pelayanan Publik dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu. Perpustakaan Umum Daerah Kota Pontianak menyelenggarakan pelayanan dibidang perpustakaan dan informasi khususnya dibidang sosial. dan Pelayanan Jasa. Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh pennyelenggara pelayanan public sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. Standar Oprasional Prosedur   Pengunjung datang mengisi buku tamu Pengunjung mencari buku yang diinginkan kemudian membaca diperpustakaan atau membawa pulang bagi yang telah menjadi anggota pepurtakaan    Kemudian petugas mencatat buku yang dipinjam kedalam buku pinjaman Buku dipinjam selama 2 (dua) minggu sebanyak 2 buah buku Apabila buku yang dipinjam hilang atau rusak maka anggota perputakaan tersebut harus mengantri sesuai dengan judul buku yang dipinjam. dapat digantikan dengan judul buku yang lain sesuai klasifikasinya. cukup mengisi data formulir yang telah disediakan disertai dengan melampirkan 2 pas photo dengan ukuran 2x3 berwarna dan 1 lembar foto copy KTP.  Bagi yang ingin menjadi anggota perpustakaan gratis tidak dipungut biaya apapun. Pelayanan Administratif.D. bagi anak-anak hanya photo copy orang tuanya. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Pontianak melakukan pelayanan kepada masyarakat dikelompokan dalam pelayanan Jasa dibidang perpustakaan penyediaan bukubuku pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang khususnya di Kota Pontianak. terlaksananya Kebijakan Pemerintah berdasarkan Keputusan MENPAN Nomor 63 tahun 2003 mengenai pelayanan. 20 . kalau buku tersebut tisak tercetak lagi.

30 – 15. Mobil Pintar dan Perpustakaan Keliling merupakan suatu kegiatan untuk melaksanakan Misi dari KPAD. pukul 13.00 wib. pukul 07.30 – 08.353 eksemplar. Perpustakaan Umum Daerah Kota Pontianak selain menyelenggarakan pelayanan dibidang perpustakaan yang bertempat di gedung Kantor Perpustakaan Daerah (KPAD). Jadwal Kunjungan Mobil Perpustakaan Keliling selama 5 (lima) hari dalam seminggu yaitu: *Senin s/d Kamis *Jum’at : : pukul 09.Kantor Camat) dan di Pontianak Timur Jln. dengan jumlah koleksi yang dimiliki berjumlah 12.00 – 11.30 – 15.30 – 10.30 wib. Mobil Pintar membawa buku yang yang berisikan buku penetahuan dan buku dongeng yang diprioritaskan bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar sedangkan Perpustakaan Keliling membawa buku pengetahuan dan Novel yang diprioritaskan kepada anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) /sederajat dan Sekolah Menengah Umum (SMU) / sederajat.Tambrin Ahmad (komp. pukul 07. perpustakaan Umum Daerah Kota Pontianak juga menyedikan pelayanan Mobil Pintar dan Perpustakaan Keliling.Tanjung Raya1. Selain itu ARPUSDA menyediakan rumah baca yang berada di Kota Pontianak lebih tepatnya di daerah Kecamatan Pontianak Barat yang beralamat di Jln. 21 .30 wib.00 wib.teknologi dan hiburan. Jadwal Pelayanan: *Senin s/d kamis *Jum’at (buka kembali) *Sabtu : : : pukul 07.30 wib. Libur.

maupun social budaya. yang ditunjukkan melalui kesungguhan. oleh karena itu agar mampu dan responsive terhadap perkembangan situasi yang sangat dinamis. maka secara periodic perlu diupayakan untuk dilakukan revisi baik secara parsial maupun menyeluruh. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah kota Pontianak. kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Agar Rencana Strategis dapat mendatangkan manfaat bagi pembanguanan Kota Pontianak ke depan. tekad. sehingga keberhasilan atau kegagalan dalam implementasinya dapat diukur dengan jelas. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak Tahun 2005-2009 merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu tahun 2005-2009 dengan memperhitungkan potensi. 22 .E. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi agar tetap eksis dan unggul dengan senantiasa mengupayakan perubahan kearah perbaikan. Manajemen Strategis Rencana Strategis (Renstra) Kantor Perpustakaan. Rencana Strategis ini merupakan proses yang berkelanjutan. maka dalam implementasinya perlu adanya komitment. Rencana Strategis 1. politik. Uraian lebih lanjut Rencana Strategis Kantor Perpustakaan. semangat. ekonomi. baik dalam aspek kenegaraan. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak Tahun 2009 yang merupakan tahun kelima dari Rencana Stragegis Pembangunan Kota Pontianak Tahun 2005-2009. Peryataan Visi Visi merupakan cara pandang jauh kedepan tentang kemana Kantor Perpustakaan. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak. kejujuran dan keterbukaan tidak hanya oleh segenap pegawai Kantor Perpustakaan. melainkan juga seluruh aparatur pemerintah kota Pontianak dan stakeholder lainnya yang ada di Kota Pontianalk. adalah sebagai berikut: A. Rencana strategis ini berkedudukan dan berfungsi antara lain merupakan acuan dan tolak ukur yang jelas dan tegas bagi Kantor Perpustakaan. kemauan. peluang dan Kendal yang ada dan mungkin timbul.

Penjelasan Makna Visi Makna dari Visi Kantor Perpustakaan. 23 . Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak untuk lebih eksis dan dapat mengikuti efek global otonomi daerah. d. 3.buku bacaan.Perubahan harus itu disusun dalam tahap terencana. yaitu: “ Menjadi Institusi Terdepan Dalam Pendokumentasian. f. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak memiliki misi: MISI 1 : Mewujudkan pengelolaan kearsipan. Turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui buku-buku bacaan/ilmu pengetahauan serta informs penting lainnya. mendata dan mempunyai arsip-arsip penting (Pemerintahan. c. Menyimpan dan mendokumentasikan serta memelihara arsip-arsip penting tersebut pada setiap periode Pemrintahan. pendokumentasian arsip yang baik dan modern melalui tahapan kegiatan pembinaan. konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil (outcomes). e. maka Kantor Perpustakaan. Berkaitan dengan hal tersebut. Pelayanan prima terhadap masyarakat akan kebutuhan arsip dan buku. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak adalah: a. Perumusan Visi Kantor Perpustakaan. Pernyataan Misi Pernyataan Misi mengandung pernyataan yang mencerminkan pandangan organisasi tentang kemampuan dirinya. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak. b. Sebagai bahan pembuktian yang diperluPemerintahan yang akan datang serta buku sejarah bagi generasi muda dan penerus bangsa dikemudian hari.Pembangunan dan Kemasyarakatan). 2. Pernyataan misi merupakan hal yang sangat penting untuk mengarahkan kegiatan Kantor Perpustakaan. Kantor PAD Berkewajiban menghimpun. Pelayanan Arsip dan Keperpustakaan”. Mengadakan kerjasama dengan provinsi maupun ANRI / Perpustakaan Nasional tentang kegiatan kearsipan dan perpustakaan.

penyimpanan. pengumpulan. pengumpulan. penilaian. MISI 3 : Terciptanya pelayan yang baik bagi pihak-pihak yang memerlukan. prasarana dan pelayanan 24 . pendataan. penyimpanan. Tujuan strategis untuk mencapai misi : mewujudkan pengelolaan kearsipan. Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan dalam memenuhi visi dan misinya dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki.pendataan. Adapun tujuan strategis tersebut adalah sebagai berikut: 1. pemeliharaan dan penyusutan dan pemusnahan arsip. baik secara langsung maupun tidak langsung. pendokumentasian arsip yang baik dan modern melalui tahapan kegiatan pembinaan. penyusutan. / pemusnahan arsip adlah “Terwujudnya Pendokumentasian dan Pelayananan Arsip yang berbasis teknologi” 2. Dengan diformulasikannya tujuan strategis ini maka Kantor Perpustakaan. 4. melaluai dokumentasi arsip bahan bacaan/kepustakaan. pemeliharaan. Tujuan Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (umumnya 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun). penilaian. MISI 2 : Mewujudkan penyebarluasan informasi dan ilmu pengetahuan. Tujuan strategis untuk mencapai misi : mewujudkan penyebarluasan informasi dan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu. pemilahan. baik secara langsung maupun tidak langsung melalui dokumentasi arsip bahan bacaan / kepustakaaan adalah “peningkatan pemenuhan sarana. perumusan tjuan strategis juga memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi dan misi telah di capai mengingat tujuan strategis di rumuskan berdasarkan visi dan misi telah di capai mengingat tujuan strategis dirumuskan berdasarkan visi dan misi yang telah di tetapkan.

serta menunjukkkan secara jelas arah program. Tujuan diperlukan guna meletakkn kerangka prioritas dengan memfokuskan arah smua program dan aktifitas organisasi pada pencapaian misi. Meningkatkan peran lembaga yang mendukung oleh aparatur yang mmpu melaksanakan tugas dengan baik dan professional di bidangnya ntuk mewujudkan good government b. serta profesionalisme dalam pengelolaan kekayaan dan keuangan serta peningkatan efisiensi. 25 . yang menggambarkan arah strategi organisasi. maka ditetapkanlah tujuan antor perpustakaan. Sebagai penjabaran dan misi. merupakan jawaban atas prioritas permasalahan. Berkembangnya transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian tujuan dapat bersifat kualitatif atupun kuantitatif.kepustakaan professional” dengan mewujudkan sumber daya manusiayang 3. 2. dan pelayanan kepustakaan dengan mewujudkan sumber daya manusia yang professional. Terwujudnya pendokumentasian dan pelayanan arsip yang berbasis teknologi. prasarana. Terlaksananya inventaris administrasi serta ketatausahaaan dan kelengkapan respond an daerah menumbuh kembangkan partisispasi masyarakat dalam pelaksanaan pembanunan c. Peningkatan pemenuhan sarana. tujuan harus dapatmenunjukkan kondisi yang ing dicapai dimasa mendatang. arsip dan dokumentasi kota Pontianak sebagai berikut : 1. harus searah dengan visi dan mii organisasi. mencakup jangka waktu relatip panjang. Untuk mencapai misi yang telah disusun sebagaimana tersebut di atas. efektivitas dan prioritas alokasi belanja daerah Tujuan merupakan hasil akhir yang akan dicapai dalam kurun waktu satu sampai lima tahun. Tujuan strategis untk mencapai misi : terciptanya pelayanan yang baik bagi pihak-pihak yg memerlukan adlah : a.

3. mudah untk dipublikasikan. Sasaran strategis ini merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja organisasi serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh. transparan. Tujuan pertama Terwujudnya pendokumentasian dan pelayanan arsip yang berbasis teknologi dengan sasaran yaitu : Tersusunnya dan terpeliharanya arsip-arsip pada unit kerja sasaran diantaranya adalah kearsipan yang efektif. 5. program. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenunya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait. efisien. serta profesionalisme daam pengelolaan kekayaan dan keuangan serta peningkatan efisiensi. efektivitas dan prioritas alokasi belanja daerah. Penetapan sasaran strategis ini diperlukan untuk memberikan focus pada penyusunan kebijaksanaan. Berkembangnya transparansi dan akuntabilitas. apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga akan dicapai. yang menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan setiap tahun melalui serangkaian startegi. Meningkatkan peran lembaga yang mendukung oleh aparatur yang mampu melaksanakan tugas dengan baik dan professional dibidangnya untuk mewujudkan good government. dan kegiatan sesuai sumber daya yang dimiliki serta dialokasikan setiap tahun anggaran berdaarkan periode renstranya. Terlaksananya administrasi ketatausahaan dan kelengkapan dan inventaris daerah serta menumbuh kembangkan respon partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian. yang berarti meyangkut keseluruhan satuan kerja/instansi di lingkungan organisasi. 4. Tujuan kedua 26 . Sasaran Dan Indikator Kinerja Sasaran Sasaran strategis organisasi merupakan penjabaran dari misi dan tujuan yang telah ditetapkan.

Meningkatkan pengelolaaan perpustakaaan yang efektif dan efisien.Peningkatan pemenuhan sarana. 3. dan pelayanan kepustakaan dengan mewujudkan sumber daya manusia yang professional. Tingkat pemenuhan kebutuhan kantor atas barang dan jasa 27 . dengan sasaran yaitu : Tersedianya aparatur yang professional dalam mendukung kelancaran dan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. prasarana. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan dan buku-buku perpustakan dan menambah koleksi buk perpustakaan umum daerah Tujuan Ketiga “Meningkatkan peran lembaga yang didukung oleh aparatur yang mampu melaksanakan tugas dengan baik dan professional di bidangnya untuk mewujudkan good government” dengan sasaran yaitu : Tersedianya sarana dan prasarana kantor yang memadai dengan meningkatkan kualitas aparatur dan pelayanan public dan kantor bagi masyarakat dan aparatur. Berfungsi nya barang dan jasa yang diadakan b. dengan sasaran yaitu : Tersedianya buk-buku perpustakaan yang di perlukan dalam peningkatan pengelolaan perpustakaan dan minat baca bagi masyarakat dan aparatur dengan indicator kinerja antara lain : 1. dengan indicator kinerja antara lain : a. dengan indicator kinerja antara lain : a. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga perpustakan yang professional. Kelancaran penyusunan APBD kantor PAD Tujuan Keempat “Terlaksananya administrasi ketatausahaan dan kelengkapan inventaris daerah serta menumbuh kembangkan respond an partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 2. Tingkat pemenuhan/kecukupan kebutuhan alat kantor b.

dalam prioritas belanja daerah. Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan kesejahteraan pegawai b. Kegiatan berdimesi waktu tidak lebih dari satu tahun. kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari satu program sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran strategic yang memberikan kontribusi bagi pencapaian misi dan visi. serta profesionalisme dalam pengelolaan kekayaan dan keuangan serta peningkatan efisiensi dan efektivitas. program dan kegiatan. arsip dan dokumentasi kota Pontianak mencakup pppenentuan kebijaksanaan . Kebijaksanaan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah di sepakati pihak-pihak terkait dan ditetapkan oleh yang berwenang untuk di jadikan pedoman. Strategi Kntor perpustakaan. Indeks kepuasan pegawai pengembangan SDM pegawai d. pegangan atau petunjuk bagi setiap kegiatan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran. Kebijaksanaan Dan Program Kerja Untuk mewujudkan visi dan misi maka harus di pilih strategi yang tepat agar meningkatkan kinerja. dengan sasaran yaitu : Terselenggaranya pengelolaan keuangan daeerah yang efisien dan efektif dengan dukungan optimalisasi penerimaan daerah. Berfungsinya sarana dan prasarana instansi di lingkungan kantor secara memadai d. Kegiatan merupakan aspek operasional/kegiatan nyata dari 28 . misi dan visi. dengan indicator kinerja antara lain : a. tujuan. Tingkat kesesuaian pelaksanaan tugas pokok instansi pemerintah dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku 6. Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata. Tingakt kelayakan sarana dan prasarana instansi di lingkungan kantor Tujuan Kelima “Berkembangnya transparasi dan akuntabilitas. Dengan demikian. Indeks kepuasan pegawai terhadap perawatan dan pengobatan pegawai c. sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan.c.

1 arsip inaktif dan statis dalam pendokumentasian arsip 1.1 budaya baca pada perpustakaan dan rumah baca 2.suatu rencana strategic yang berurut turut di arahkan untuk memenuhi sasaran. ditetapkan kebijaksanaan dan program sebagai berikut : No Kebijakan No Program 1 Memberikan informasi tentang 1. misi dan visi.1 profesionalisme kearsipan petugas Peningkatan manusia sumber daya 2. tujuan.2 Peningkatan Informasi kualitas pelayanan secara digital untuk pelestarian. pemeliharaan. perawatan dan 1.2 Pengembangan budaya baca dan 29 . Sasaran 2 : Tersedianya buku-buku perpustakaan yang di perlukan dalam peningkatan pengelolaan perpustakaan dan minat baca bagi masyarakat dan aparatur. Adapun penjelasan lebih rinci adalah sebagai berikut : 1. Sasaran 1 : Tersusunnya dan terpeliharanya arsip-arsip pada unit k4erja dalam meningkatkan system informasi. ditetapkan kebijaksanaan dan program sebagai berikut : No 1 Kebijakan No Program Peningkatan pengetahuan aparatur dan masyarakat dan pelayanan perpustakaan serta rumah baca Meningkatkan minat baca dan 2.3 pengamanan Penyelamatan dan pelestarian Dokumen Arsip Daerah Pemeliharaan rutin berkala sarana dan prasarana kearsipan 2 Meningkatkan kompetisi dan 2.

di tetapkan kebijaksanaan dan program segbagai berikut : No 1 Kebijakan Memberikan tahun dan laporan evaluasi No akhir 1. Sasaran 5 : Terselenggaranya pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif dengan dukungan optimalisasi penerimaan daerah.1 pada Program Peningkatan pengembangan system pelaporan capian kinerja dan keuangan setiap kegiatan 30 .1 dan Program Pelayanan administrasi perkantoran masyarakat 4.1 berdasarkan ketentuan yang berlaku 1.2 5.pembinaan perpustakaan 3. Sasaran 4 : Tersedianya aparatur yang professional dalam mendukung kelancaran dan penyelenggaran pemerintah dan pembangunan. ditetapkan kebijaksanaan dan program sebagai berikut : No 1 Kebijakan No Program Peningkatan disiplin aparatur Peningkatan sumber daya manusia Meningkatkan disiplin aparatur 1. Sasaran 3 : Tersedianya sarana dan prasarana kantor yang memadai dengan meningkatkan kualitas aparatur dan pelayanan public dan kantor bagi masyarakat dan aparatur. ditetapkan kebijaksanaan dan program sebagai berikut : No 1 Kebijakan Memberikan kepada kantor No pelayanan 1.

ditetapkan kebijaksanaan dan program sebagai berikut : No 1 Kebijakan No Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Memberikan motivasi kepada 1.6.1 aparatur dalam bekerja secara disiplin menurut tupoksi masing-masing 31 . Sasaran 6 : Terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana aparatur.

A. misi dan visi organisasi. Instrument pertanggungjawaban tersebut antara lain meliputi pengukuran.F. output. metod pengukuran kinerja dan metode penyimpulan pencapaian kinerja sasaran. Benefit dan impact merupakan 32 . outcome. 1. Indicator kinerja outcome adalah hasil atau manfaat langsung yang diharapkan dari pelaksanaan suatu kegiatan. PENGUKURAN KINERJA Pengukuran kinerja meliputi penetapan indicator kinerja untuk masing – masing sasaran dan kegiatan. Indicator kinerja kegiatan meliputi indicator kinerja input. evaluasi dan analisis kerja. benefit. serta akuntabilitas keuangan yang di laporkan secara menyeluruh dan terpadu untuk memenuhi kewajiban dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. dan impact. sasaran. Penetapan Indikator Kinerja Untuk dapat mengukur kinerja suatu sasaran atau kegiatan perlu ditetapkan indicator yang mengindikasikan keberhasilan atau ketidak berhasilan pencapaian kinerja sasaran dan kegiatan tersebut. Indicator kinerja input merupakan sekumpulan sumber daya yang di butuhkan untuk melaksanakan suatu kegiatan. yaitu Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ). Analisis Kebijaka Publik Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( AKIP ) adalah perwujudan kewajiban suatu Instansi Pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan melalui instrument pertanggungjawaban secara periodic. penilaian. Indicator kinerja output merupakan keluaran nyata dan langsung dapat di lihat setelah kegiatan tersebut dilaksanakan. tujuan.

Benefit dan impact merupakan hasil akhir dari pelaksanaan suatu kegiatan. dengan mempertimbangkan data kinerja yang tersedia. Tugas – tugas umum pemerintahan yang berupa pelayanan public belum dapat di tetapkan indicator keberhasilannya. Indicator kinerja sasaran adalah indicator yang di tetapkan untuk mengindikasikan keberhasilan pencapaian sasaran yang telah di tetapkan. indicator kinerja saran yang di tetapkan juga meliputi indikator –indikator yang lebih makro yang terkait dan dapat mengindikasikan keberhasilan/ketidakberhasilan pencapaian kinerja tersebut. sehingga capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih dititik beratkan pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat bagi masyarakat. Metode Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut : 33 . Secara umum indicator da target kinerja ditetakan secara mandiri. 2. Indicator kinerja sasaran yang di tetapkan secara umum lebih mengarah kepada output atau outcome dan sebagian lagi berupa indicator hasil yang lebih tinggi ( ultimate outcome ) dan indicator benefit. Sedangkan indicator dampak secara umum baru terbatas pada identifikasi untuk melihat keterkaitannya dengan tujuan dan sasaran. Hal ini mengingat system pengumpulan data kinerja di lingkungan pemerintah kota belum sepenuhnya terpenuhi. mengingat Standar Pelayanan Minimum ( SPM ) yang menjadi acuan pembuatan indicator pada umum nya masih dalam proses penyusunan. Selain itu. pemerintah maupun stakeholder lainnya.manfaat yang berdampak lebih luas kepada masyarakat.

Realisasi Rencana X 100% X 100% Pengukuran kinerja di lakukan dengan menggunakan indicator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Selain itu. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing –masing indicator sasaran yan telah di tetapkan.1 ) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukan semakin tinggi nya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukan semakin rendahnya kinerja. digunakan rumus : Capaian Indikator Kinerja = Realisasi – ( Realisasi – Rencana ) Rencana Atau Capaian Indikator Kinerja = (2 x Rencana ) . sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup : a. sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Kinerja kegiatan merupakan tingkat pencapaian target dari masing – masing kelompok indicator kegiatan. digunakan rumus : Capaian Indikator Kinerja = Realisasi Rencana X 100% 2 ) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukan semakin tingginya kinerja. untuk memberikan penilaian yang lebih independn melalui indicator – indicator Outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yan di inginkan. b. Pengukuran kinerja kegiatan ini mnggunakan formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan ( PKK ) terlampir. dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja 34 . Pengukuran dengan menggunakan indicator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indicator kinerjanya.

5% ).kegiatan dan indicator makro yang berhubungan dengan sasaran tersebut. menggunakan “Metode Rata-rata Tertibang Data Kelompok”. cukup berhasil dan tidak berhasil. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : X = 1/n ∑ mifik i= 1 35 . 3. Sedangkan penyimpulan pada tingkat sasaran yang memiliki indicator kinerja lebih dari satu. capaian masing-masing indicator dikonversi dalam skala pengukuran ordinal yaitu : Sangat Berhasil ( nilai tengah 92. Penyimpulan dilakukan dengan mnggunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut : X > 85 = Sangat Berhasil 70 < X < 85 = Berhasil 55 < X < 70 = Cukup Berhasil X < 55 = Tidak Berhasil Untuk capaian masing – masing indicator kinerja sasaran disimpulkan berdasarkan skala pengukuran ordinal dengan kategori sangat berhasil. dalam metode ini. Berhasil ( nilai tengah 77. Metode penyimpulan Capaian Kinerja Sasaran Hasil pengukuran capaian kinerja disimpulkan untuk masing-masing indicator kinerjanya dan untuk capaian pada tingkat sasaran.5% ) Nilai akhir capaian ( % ) sasaran tersebut yaitu rata-rata dari hasil perkalian jumlah indicator pada kategori yang sama dengan nilai tengah kategori terbut. berhasil.5% ) Tidak Berhasil ( nilai tengah 27.5% ) Cukup Berhasil ( nilai tengah 62. Pengukuran pencapaia sasaran ini menggunakan formulir pengukuran pencapaian sasaraan (PPS) terlampir.

Akuntabilitas kinerja kantor perpustakaan.925. arsip dokumentasi kota Pontianak ini merupakan pertanggungjawaban kepala kantor atas pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan.arsip dan dokumentasi kota Pontianak dapat di jelaskan melalui tiga hal pokok yaitu ( 1 ) hasil pengukuran kinerja. ( 2 ) evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja.00 dan telah terealisasi sebesar 2.216. dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran sesuai visi..168. misi yang telah di tetapkan berdasarkan kewenangan yang dimiliki kantor perpustakaan. Berdasarkan hasil pengukuran capaian kinerja.. arsip dan dokumentasi kota Pontianak adalah sebesar Rp. dan telah direvisi terakhir melalui Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2009 tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk Kantor Perpustakaan. APBD tahun 2009 telah di sahkan dengan Peraturan Daerah Nomot 01 Tahun 2009.926. didukung oleh dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ).389.( 90.600.Keterangan: Dimana : n mi sasaran fi interval K = jumlah interval = frekuensi nilai capaian indicator pada suatu = jumlah indicator kinerja sasaran = titik tengah interval nilai capaian indicator kinerja B. tingkat pencapaian kinerja sasaran kantor perpustakaan kota Pontianak tahun 2009 adalah sebagai berikut : 36 . arsip dan dokumentasi kota Pontianak dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan. EVALUASI DAN ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA Laporan akuntabilitas kinerja kantor perpustakaan. 2.72% ). serta ( 3 ) akuntabilitas keuangan.

00 100 1 - Terselenggaranya penyelamatan dan pelstarian SB Dokumen Arsip Daerah Meningkatkan gerakan pemasyarakatan minat SB baca Peningkatan pembelian buku-buku perpustakaan SB 8 Jumlah SB = Sangat Berhasil.33 99. CB = Cukup Berhasil.No Sasaran Terciptanya kelembagaan pemerintah yang efisien dan efektif didukung sarana dan prasarana yang memadai dengan meningkatnya kualitas aparatur dan pelayanan public dan kantor Terselenggaranya disiplin aparatur ssuai dengan ketentuan Terselenggaranya system pelaporan capaian kinerja dan keuangan yang fisien dan tepat waktu Terlaksananya peningkatan sarana dan Prasarana aparatur Tersedianya SDM yang professional dibidang arsip dan perpustakaan Peningkatan sarana dan prasarana kearsipan Tingkat capaian sasaran SB B CB TB Ket 1 SB 100 2 3 4 5 6 7 8 9 SB SB B SB SB 100 100 88. 1 dari 9 sasaran atau 10% adalah Berhasil 37 . B = Berhasil. tingkat capaian kinerja sasaran dalam rangka mewujudkan misi dan tujuan pemerintahan kota Pontianak dapat di simpulkan bahwa 8 dari 9 sasaran atau 90% adalah Sangat Berhasil. TB = Tidak Berhasil Berdasarkan uraian di atas.69 100 100 96.

yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain untuk merubah sikap. Mempromosikan perpustakaan melalaui media elektronik dan media cetak. Meningkatkan wawasan Sumber Daya Manusia pelayanan publik arsip dan perpustakaan. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi yang juga mempelajari masalah proses. Komunikasi Pembangunan Komunikasi dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berhubungan sangat erat. meningkatkan kemampuan menyampaikan informasi dan pengetahuan meningkatkan kerjasama dibidang Kearsipan dan Perpustakaan. yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Tujuan dari komunikasi publik yang dilakukan yang dilakukan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah kota Pontianak :    mengadakan layanan dan memberikan informasi. Sebagai satu unit kerja atau lembaga yang menyediakan jasa layanan informasi Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Pontianak (KPAD) mampu menyelaraskan Komunikasi dan pembangunan dalam Misi KPAD yaitu “mewujudkan peneyebarluasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Tujuan dari pembangunan publik yang dilakukan yang dilakukan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah kota Pontianak :   Mempersiapkan dan mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas melalui membaca. pendapat dan perilakunya.G. Sebagai bentuk komunikasi pembangunan. 38 . KPAD melakukan sosialisasi sebagai berikut:     perpustakaan keliling ke sekolah – sekolah dan instansi / lembaga lainnya mendirikan rumah baca yang berguna untuk menumbuhkan minat baca masyarakat khususnya d kota Pontianak lomba baca – tulis yang dilakukan untuk Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar berguna menumbuhkan minat baca untuk kalangan anak-anak. sedangkan pembangunan adalah merupakan proses.

1. Terkait retrebusi. Pemerintah Kota Pontianak khususnya Kantor Perpustakaan. Kemampuan dalam memaksimalkan potensi yang berasal dari pajak dan retribusi akan menentukan kemakmuran suatu daerah. Kantor Perpustakaan. 2% PPH PSL 22.5% PPN 10% PPH PSL 22. 15% 39 .Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak memiliki hak-hak dan kewajiban terhadap pajak dan retribusi daerah/pusat. Pajak dan Retribusi Daerah Pajak dan retribusi daerah merupakan sumber pendapatan daerah. 15% NO NAMA KEGIATAN 1 Belanja servis kendaraan Termasuk penggantian suku cadang 2 Sewa ruangan.H. Adapun beberapa pajak yang dibayarkan oleh Kantor Perpustakaan. Untuk memaksimalkan potensi ini . 15% PPH PSL 21. sound sistem. 5 Pembayaran honorarium kesejahteraan pagawai kantor 6 Honorarium tim operasional mobil perpustakaan keliling KPAD Kota Pontianak 7 Honorarium tim operasional mobil pintar perpustakaan keliling KPAD Kota Pontianak Honorium tim pembuatan katalogisasi 8 buku dan pembuatan kartu perpustakaan secara elektronik PPH PSL 21.Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak tidak melakukan penarikan retribusi. dan sewa tenda 3 Belanja makan-minum kegiatan pada makan/restoran 4 Belanja modal pengadaan alat angkutan darat bermotor.Arsip dan Dokumentasi Kota Pontianak ialah: JENIS PAJAK YANG DIKENAKAN PPN 10% PPH PSL 23 . Kewajiban ini diantaranya membayar pajak yang dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 2% PPN 10% PPH PSL 23 . 1. 15% PPH PSL 21.5% PPH PSL 21. maka pemerintah daerah dapat menetapkan pajak dan retribusi yang dipungut melalui peraturan daerah asalkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

40 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->