P. 1
Buletin Sasaraina Eds. Januari 2013

Buletin Sasaraina Eds. Januari 2013

|Views: 114|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahadio Dio
Buletin Pemkab.Mentawai
Buletin Pemkab.Mentawai

More info:

Published by: Rahadio Dio on Mar 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

KEPALA BKD MARTINUS.

D

KEPALA DKP EDI SUKARNI

KEPALA DINKES WARTA SIRITOITET

Pengawasan Patroli Laut Lemah

TPI Tuapeijat Diincar Investor

Puskesmas Minim Dokter Umum

editorial

YANG TERTUNDA
SEJAK lengsernya orde baru, dinamika pers semakin mewarnai dalam m enciptakan mendukung kebijakan pemerintah. Pers merupakan salah satu bagian penting untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Sesuai dengan fungsinya, bahwa pers wajib memberikan informasi berita, hiburan, pendidikan, serta kontrol sosial (UU No 40 1999). Atas dasar itu, M entawai tahun 2013 akan lebih baik dengan menjalin kerja sam a dengan berbagai media, baik elektronik maupun cetak. Kedua media ini dipandang penting bagi kehidupan warga Mentawai, khususnya untuk mengdongkrak kemajuan pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Secara umum, tentunya masyarakat Mentawai tidak mengetahui apa yang sudah, sedang, dan akan terjadi di Bumi Sikerei. Harus kita sadari, kondisi Mentawai masih ada beberapa kecematan yang belum terhubung kom unikasi, m aka sudah pasti Pem erintah Kabupaten Kepulauan Mentaw ai sendiri lemah dalam m elakukan pengawasan. Contoh saja, dengan adanya ekspos media massa saat terjadi tsunami di Mentawai, maka pem erintah pusat bahkan luar negeri langsung m erespons, khususnya dalam m em berikan bant uan kem anusiaan. Kondisi terdampak gempa dan tsunami 2010 itu kita pahami belum terhubung dengan komunikasi, sehingga inform asi pun sedikit terlambat. Namun apa jadinya jika media massa tidak mengekspos bencana ini, tentunya proses penanggulangan bencana pun tidak akan berjalan secara maksimal. Selain itu, media yang bergerak melakukan kontrol sosial sangat membantu bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan M entaw ai. Sebab pem erintah sendiri terkadang belum m endapatkan informasi terkini masyarakat masyarakt yang tinggal di pedesaan. Jika ada w arga Mentawai di pelosok desan yang sakit muntaber, demam berdarah, keracunan, bisa jadi media yang lebih mendengar m asalah ini. Dengan eksposnya itu, maka pemerintah pun dengan cepat meresponsnya. Masih ada contoh lain lagi, yang semua itu dengan adanya partisipasi kinerja pers (wartawan). Namun di era kebebasan pers saat ini, tidak sedikit dari pejabat atau orang-orang yang bekerja sebagai PNS m erasa terusik atau khawatir bertemu dengan wartawan. Akibatnya, di antara m ereka yang terusik tersebut pun enggan menerima kedatangan wartawan. Pandangan ini tentu harus kita robah, khususnya di Bumi Sikerei. Wartawan hanya seorang insan yang mencari informasi dan tidak pernah memaksa untuk m endapatkan inform asi dari narasum bernya. Dalam hal ini perlu adanya pelayanan khusus terhadap wartawan yang akan menjalankan tugasnya sebagai seorang jurnalis. Untuk itu, dari tulisan singkat ini, saya menghimbau kepada semua insan pers yang bertugas di Bumi Sikerei, agar tetap melakukan tugasnya sebagaim ana m estinya. Tantunya, saat ini Mentawai sangat membutuhkan ekspos yang dapat mengundang investor untuk m engelola potensi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang belum tergarap secara maksimal. Pariwisata, merupakan salah satu langkah penting untuk merobah Mentawai lebih maju dan disegani oleh daerah lain, jika media terus menggalinya. Kerjasama yang baik dengan media, meru-

Kapal BBM Dihadang Warga Tuapeijat
Harga Bensin Tembus Rp20 Ribu Perliter
Mentawai, Sasaraina—Pascatsunami 25 Oktober 2010 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, harga BBM terus naik tanpa terkendali, sementara semua pihak saling menuding adanya biangkerok.
 Baca Selengkapnya...Hal 7

April, Festival Surfing Tingkat Asia Digelar

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

2

cari badai

oleh paklek

3
SISTEM pendidikan di Indonesia secara umum masih dititikberatkan pada kecerdasan kognitif. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian, mulai dari ujian mid, ujian akhir hing ga ujian nasional. Ditambah latihan-latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. Saatnya para pengambil kebijakan, para pendidik, orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. Pengertian Pendidikan Karakter Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark ” atau menandai dan memfoku skan bag aimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan peri laku jel ek l ainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia. Konsep Pendidikan Karakter Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hat i, mal u berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja ker as, teku n, u let/gigi h, t elit i, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghar gai wakt u, pengabdian/ dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku). Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha mel akukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan meng opti malkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadar an, emosi dan motivasinya (perasaannya). Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di se-

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

Konsep Pendidikan Karakter

kolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembel ajar an dan peni laian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyel eng g arakan pendidikan harus berkarakter. Menurut David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan gur u, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak pesert a di dik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang

baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilainilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. Menurut para ahli psikolog, beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri. Dewasa ini banyak pihak menuntut

peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. Namun demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya. Berhubungan dengan pendekatan, sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di negaranegara barat, seperti: pendekatan perkembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, dan pendekatan klarifikasi nilai. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional, yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik. Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigu-

rasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development) yang secara diagramatik dapat digambarkan sebagai berikut. Kofigurasi Karakter Para pakar telah mengemukakan berbagai teori tentang pendidikan moral. Menurut Hersh, et. al. (1980), di antara berbagai teori yang berkembang, ada enam teori yang banyak digunakan; yaitu: pendekatan pengembangan rasional, pendekatan pertimbangan, pendekatan klarifikasi nilai, pendekatan pengembangan moral kognitif, dan pendekatan perilaku sosial. Berbeda dengan klasifikasi tersebut, Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi tiga, yakni: pendekatan kognitif, pendekatan afekti f, dan pendekat an perilaku. Klasifikasi didasarkan pada tiga unsur moralitas, yang biasa menjadi tumpuan kajian psikologi, yakni: perilaku, kognisi, dan afeksi. Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. (berbagai sumber)

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

4 Mandrofa Menggugat
Mentawai, Sasaraina—Sengketa tanah RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai rencananya tetap digugat oleh Mandrofa. Sebab diyakininya secara hukum, bahwa tanah yang menjadi sengketa itu secara hukum sah milik Mandrofa. Menurut Mandrofa, ia menggugat tanah RSUD Mentawai tersebut ka rena memilik i da sar hukum. Apalagi ia memiliki tanah tersebut berdasarkan jual beli secara sah, sehingga dua sertifikat itu sekarang sah menjadi miliknya. ”Ta nah itu suda h sa ya beli,makanya sertifikatnya ada sama saya. Jadi saya tidak mencaplok tanah Mentawai seperti yang dituntut oleh masyarakat yang mengatasnaman ”Pembela Pembangunan Mentawai” itu,” ujarnya ketika ditemui Sasaraina di kantor LSM PEKAT Indonesia Bersatu. Sec ara kron ologi Ma ndro fa menceritakan, tanah tersebut awalnya milik warga trans. Karena akan pulang ke tanah jawa, maka tanah itu dijual. Karena status tanah memiliki sertifi kat, mak a Ma ndro fa membelinya dengan sah. Karena di atas tanah tersebut ada bangunan RSUD Mentawai yang menyangkut kepentingan umum, maka Mandrofa melakukan negoisasi terhada p Pe meri ntah K ab upaten Kepulauan Mentawai. Rencananya, Mandrofa akan menjualnya kepada Pemkab Mentawai dengan harga satu meter Rp100 ribu rupiah. Namun has il n egoi sasi itu men gala mi kebuntuan, sehingga sampai saat ini mengalami polemik. Akibat harga

Saya tetap menggugat. Kalau saya menang dan Pemkab Mentawai mau membelinya dengan harga yang sesuai, akan saya lepaskan” MANDROFA
tanah di Kecamatan Sipora Utara mengalami kenaikan setiap tahunnya, maka Mandrofa akhirnya kembai mematok harga tanah tersebut satu meter Rp400 ribu. ”Sebelum menggugat, tanah itu rencananya akan saya jual kepada Pemkab Mentawai dengan harga Rp100 ribu. Hal ini saya sadari karena RSUD yang ada di atas tanah saya itu merupakan sarana dan prasarana kepentingan umum. Namun Pemkab Mentawai sendiri tidak mau. Sekarang saya gugat dan kalau menang saya te tap akan men jual nya kepa da Pemkab Mentawai dengan harga satu meter Rp400 ribu,” jelasnya. Mandrofa optimis, gugatannya terkait tanah RSUD Mentawai akan dimenangkannya. Sebab pemkab Mentawai tidak memiliki bukti hukum yang kuat. Sedangkan Mandrofa sendiri memiliki sertifikat tanah dan bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan secara hukum. ”Saya tetap menggugat. Kalau saya menang dan Pemkab Mentawai mau membeinya dengan harga yang sesuai, akan saya lepaskan,” optimisnya. Hasil penelusuran Opsi, bahw ada data yang menyebutkan berisi surat pernyataan terkait tanah RSUD Mentawai yang di tandatangani oleh sembilan nama. Sembilan nama tersebut diyakini sebagian pemilik tanah RSUD Mentawai. Selain sembilan nama, juga tercantum nama Ridwa Siritubui dan Dul Sumarno sebagai penerima tanah. Namun dalam surat pernyataan tersebut, tidak ada satu pun tandatangan pejabat Mentawai. (wan)

Warga Mengharap Gugatan Dibatalkan
Sengketa Tanah RSUD Mentawai
Mentawai, interpos—Sedikitnya 100 massa yang mengatasnamakan Ali ansi Mas yara kat Peduli Pembangunan Mentawai menggelar unjuk rasa terhadap tanah RSUD Mentawai yang digugat oleh seorang pengacara, Mandrofa. Dalam orasi tersebut, massa menyatakan, bahwa Mand rofa sud ah menca plok d an mengklaim tanah RSUD Mentawai untuk kepentingan pribadinya. Seorang orator, Pasubiat menuntut agar Pengadilan Negeri Padang menghukum terhadap mafia tanah yang ada di Mentawai, termasuk tanah RSUD Mentawai. Selain itu, pihak pengadilan negeri Padang diharapkan agar menolak gugatan Mandrofa yang dinilai tidak memiliki tanah di Mentawai. ”Tanah yang dipakai untuk RSUD ini mili k orang Mentawai y ang di hiba hkan untuk k epen tingan bersama. Sea ndain ya ta nah ini digugat, maka 58 ribu jiwa penduduk Mentawai mau berobat ke mana,” tegasnya saat menyampaikan aspirasi di depan halaman RSUD Mentawai. Menurutnya, tanah RSUD bukan milik Mandrofa secara hukum yang sah. Semua itu dilakukan dengan cara mencaplok dan mengkalim saja. Secara bersama, seorang utusan da ri h akim Pen gadi lan Nege ri Padang langsung mendatangi massa yang sedang menyampaikan aspirasi. Utusan hakim tersebut menyatakan, bah wa p ihak nya teta p ak an melakukan pros es hukum yang seadil-adilnya. ”Kami datang kemari hanya untuk membuktikan be nar atau tidak adanya sengketa tanah. Makanya kita langsung ke lapangan sekaligus untuk me nguk ur tanah ya ng menja di sengketa yang di dampingi pihak penggugat dan yang digugat. Kedua pihak pun memberikan petunjuk bukti-bukti. Dari hasil olah tempat kejadian tanah yang menjadi sengketa inilah akan dijadikan pertimbangan keputusan nantinya,” jelasnya yang enggan menyebutkan namanya. Pantauan interpos, usai melakukan olah TKP, mendadak semua massa langsung mengejar mobil milik Mandrofa yang aka n meninggalkan RSUD Mentawai. Suasana menjadi tegang ketika massa menghadang dan meminta Mandrofa keluar dari mobil untuk berjanji tidak menggugat tanah RSUD Mentawai. Karena Mandrofa tidak keluar dan merasa khawatir keamanannya tidak terjamin, akhirnya massa menghoyak mobil pribadinya untuk digulingkan. Mujurnya, pihak aparat dari kepolisian berhasil meng-

gagalkannya. Meski demikian, massa tetap menyandera mobil Mandrofa sebelun memberikan kepastian untuk tidak menggugat tanah RSUD Mentawai.

Akhirnya jalan keluarnya, pihak hakim melobi massa bahwa semua aspirasi masyarakat Mentawai akan diperjuangkan melalui proses hukum. Dengan pengertian, mobil Mandrofa

pun akhirnya diperbolehkan pulang dan massa membubarkan diri dengan keyakinan proses pengadilan akan memenangkan aspirasi masyarakat Mentawai. (Gol)

5

edisi : 01/tahun IV/januari-2013
kilas ekonomi

Pemkab Mentawai Tambah 19 Unit Mobil Baru
Nikanor Tidak Tahu, Juniarman Ajak Mengawal
Mentawai, interpos—Pembelian mobil baru yang melalui anggaran APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai menuai kontraversi. Sebab ada beberapa anggota DPRD Mentawai yang tidak setuju terkait pembelian mobil baru tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nikanor menyatakan, terkait pembelian mobil baru, baik untuk jatah Pemkab Mentawai maupun anggota DPRD sama sekali tidak diketahuinya. Alasannya, saat pembahasan mobil tersebut, ia tidak mengikutinya. ”Pembahasan membeli mobil itu dilakukan di hotel yang ada di Kota Padang. Saat pembahasan rencana pembelian mobil itu, saya tidak hadir. JUNIARMAN Jadi tentunya saya tidak tahu persis secara teknis. Silahkan saja tanya langsung sama Ketua dan Sekretaris DPRD Mentawai,” jelasnya. Menurut Nikanor, alasan pembelian pengadaan mobil baru itu akibat Silpa ABPD tahun 2012 banyak tidak terserap. Namun ia menilai, pembelian mobil tersebut sah saja dilakukan, dan sekarang juga sudah dimanfaatkan oleh pihak DPRD. ”Anggota DPRD itu kan sederajat dengan pejabat eselon II. Nah, sekarang kepala dinas (pejabat eselon IINIKANOR red) bisa pakai mobil, kenapa kita anggota DPRD tidak boleh. Mereka kepala dinas tidak kena panas dan hujan, masa kita tidak boleh seperti mereka,” katanya kepada interpos di kantin DPRD saat istirahat. Terpisah, Anggota DPRD Mentawai, Juniarman menjelaskan, pada dasarnya bukan pembelian mobil baru yang menjadi masalah. Tapi anggota DPRD sendiri mampu tidak menin gkatkan kine rjan ya s etel ah mendapatkan fasilitas itu. Maka dalam hal ini, semua elemen, khususnya masyarakat dan pers juga harus memantau serta mengawal terhadap kinerja anggota dewan setelah mendapatkan fasilitas mobil baru. ”Mobil baru itu kan untuk menunjang kinerja anggota dewan. Maka kita lihat saja nanti, setelah mendapatkan mobil baru, apakah kinerjanya meningkat. Maka kawan-kawan semua harus mengawalnya,” ujarnya. Terkait disinyalir ada beberapa anggota DPRD yang jarang ngantor, Juniarman justru meminta agar semua masyarakat dan wartawan terus mengawal. Jika setelah mendapatkan mobil baru dan anggota dewan masih malas masuk kantor, maka ini tidak seimbang dengan fasilitas penunjang kerja yang sudah diterima. ”Itu sebabnya saya mengajak masyarakt dan pers agar terus memantau terhadap semua anggota dewan, termasuk menurut kawan-kawan ada yang jarang ngantor. Pantau saja terus,” ajaknya. (wan)

Meraup Untung di Penyeberangan
BELUM adanya j embatan penyeberangan yang menghubungkan Dusun Puro Desa Muara Siberut dengan Rokdok Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan yang dipisahkan sungai selebar 10 meter dimanfaatkan warga setempat untuk menawarka n ja sa penyebrangan dadakan dengan perahu. Paulus Samemek (30), salah seorang warga Desa Muntei yang menawarkan jasa penyeberangan mengatakan, warga yang memakai jasa penyebrangan dari RokdokPuro atau s ebal ikny a cukup banyak. “Rata dalam sehari sebanyak 50 orang,” katanya seperti dilansir pualiggoubat.com. Untuk tarif, Paulus mematok Rp1.000 per orang sekali menyeberang, kalau pulang pergi Rp2 ribu. Sementara tarif menyeberangkan sepeda motor sedikit mahal yakni Rp20 ribu. Paulus mengatakan, untuk melayani penyeberangan itu, ia telah menyediakan enam unit sampan. “Untuk membawa motor saya gunakan perahu yang cukup besar seperti ponton,” katanya. Sebelum dikelola secara perseorangan, tarif penyeberangan yang sebelumnya dikelola oleh Kelompok Paabanan sebesar Rp40 ribu untuk sepeda motor dan Rp20 ribu untuk o rang. Na mun kare na banyak penumpang yang keberatan dengan mahalnya tarif tersebut maka pada 10 Januari kelompok Paabanan mulai menurunkan harga menjadi Rp20 ribu buat motor dan Rp2 ribu untuk orang dewasa dan Rp1.000 untuk tarif anak-anak sekali berangkat. Namun berapa pun tarif yang disepakati oleh orang dewasa, bagi dua orang bocah kelas VI SD yakni Silve dan Rian tak mau ambil pusing. Keduanya bocah yang biasa men yebera ngkan penump ang punya tarif sendiri. “Ongkos satu orang mau besar atau kecil tetap Rp1.000,” kata Silve Senin 24 Desember yang turut diiyakan Rian. Kedua bocah itu biasa beroperasi sepulang sekolah, dengan bermodal sebuah perahu dan pendayung, rupiah demi rupiah mereka kumpulkan. Sambil bermain dengan teman-temannya, penumpang yang minta disebrangkan dilayani. “Asyik sambil main dapat uang,” ujar Rian. Menurut mereka penumpang akan banyak pada saat jadwal kapal masuk ke Siberut Selatan yakni Selasa dan Jumat. Sebelum mereka berangkat sekolah pagi hari, mereka menyempatkan diri narik dulu. Jika penumpang ramai dalam sehari mereka dapat Rp30 ribu. “Dapat lima penumpang saja pada pagi hari sudah syukur, karena belanja di sekolah dapat,” kata Silve. (trs/bbr/g/wan)

Setahun, DPRD Tetapkan Lima Perda
SELAMA setahun, DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai hanya menetapkan 5 peraturan daerah (Perda) dari 17 rancangan perda sesuai Program Legislasi Daerah (Prolegda) . Perda itu sebagian di antaranya untuk kebutuhan selama setahun seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, rapat paripurna DPRD pada Juni 2012 tentang Prolegda telah menetapkan 17 ranperda yang akan dibahas bersama sejak 1 Januari 2012 hingga 31 Desember 2012. Prolegda itu dituangkan dalam nota kesepakatan antara DPRD Mentawai dengan Pemerintah K abupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai dengan nomor 170/73/NK-DPRD/VI-2012, Nomor 180/15/Huk-2012 tentang Prolegda Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun anggaran 2012 tanggal 25 Juni 2012. 17 Ranperda yang disepakati menjadi Prolegda tahun 2012 itu, 15 di antaranya merupakan prakarsa pemerintah daerah yaitu Ranperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Ranperda tentang Pajak Daerah, Ranperda tentang RTRW, Ranperda tentang RPJMD, Ranperda tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Ranperda tentang Izin Gangguan, Ranperda tentang Kepariwisataan, Ranperda tentang Retribusi Penyeberangan di Air dan Pelayanan Kepelabuhan, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, Ranperda tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan, Ranperda tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, Ranperda tentang Pelayanan Pasar, Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2011, Ranperda tentang Perubahan APBD 2012, Ranperda tentang APBD 2013, dan dua ranperda diprakarsai DPRD yaitu Ranperda tentang Pengelolaan Hibah dan Bantuan Sosial, dan Ranperda tentang Hari Jadi K abupaten Kepulauan Mentawai. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perundang-undangan Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Seri Eli yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, hanya 6 perda yang ditetapkan tahun 2012. ”Hanya 6 perda yang ditetapkan, dan itulah kinerja kita,” ujarnya seperti dilansir puailig goubat.com , sambil melihat buku register. Satu diantara 6 perda itu tidak masuk dalam prolegda 2012 yaitu Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang APBD tahun anggaran 2012 diundangkan tanggal 14 Februari 2012. Lima perda lainnya adalah Perda nomor 2 tahun 2012 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah diundangkan tanggal 8 Agustus 2012, Perda nomor 3 tahun 2012 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan diundangkan tanggal 5 Oktober 2012, Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2011 diundangkan tanggal 22 Oktober 2012, Perda nomor 6 tahun 2012 tentang Perubahan APBD 2012 diundangkan tanggal 25 Oktober 2012 dan Perda nomor 7 tentang RPJMD diundangkan tanggal 21 Desember 2012. Sedangkan Perda nomor 4 yang disiapkan untuk penomoran perda pajak daerah masih belum selesai dan menunggu evaluasi dari gubernur dan juga perda tentang APBD 2013 juga masih dievaluasi gubernur. Dikatakan Seri Eli, Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sejak tahun 2009 diajukan ke DPRD dan baru ditetapkan pada Agustus 2012. Demikian juga Ranperda Penyeberangan di Air dan Retribusi Pelayanan Kepelabuhan, bupati sudah menyampaikan nota pengantar di depan sidang DPRD namun hingga akhir tahun 2012 belum juga selesai dibahas dan ditetapkan menjadi perda. Menurut Nikolaus Sorot Ogok, Kasubag Persidangan di DPRD Mentawai yang dihubungi lewat telepon, Kamis 10 Januari lalu, pada umumnya ranperda sudah masuk ke DPRD seperti Ranperda IMB, RTRW, izin gangguan, kepariwisataan, retribusi penjualan produksi usaha daerah, namun ranperda itu belum ditetapkan DPRD dan bahkan sebagian belum dibahas. Sementara 2 ranperda prakarsa DPRD menurut Niko masih sedang dirancang. “Masih sedang dirancang,” katanya singkat. Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko yang dihubungi melalui telepon mengatakan, tidak ada kendala membuat ranperda, hanya lima yang ditetapkan sesuai prolegda ditambah tiga ranperda yang masih dalam tahap evaluasi gubernur. “Tidak ada kendala, hanya saja kita harus ikuti aturan yang lebih tinggi supaya tidak bertentangan ketika ditetapkan. Beberapa ranperda harus dievaluasi propinsi dan berpotensi untuk di bata lkan ,” katanya. Untuk itu pihaknya memilih ranperda yang sangat prioritas. Dikatakannya banyak rangkaian aturan yang harus di ikuti dalam proses pemb ahasan dan penetapan ranperda menjadi Perda. ”Kita mesti hati-hati dan jangan sampai keliru” katanya. Ia mencontohkan ranperda kepariwisataan yang menurutnya banyak kepentingan yang harus dilihat, demikian juga ranperda pelayanan kesehatan dan penyeberangan diatas air dan pelayanan kepelabuhanan. (wan)

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

6
”Kami merasakan saat ini masih ada kelemahan dan kekurangan serta keterbatasan sarana untuk melakukan pengawasan terhadap potensi laut di daerah ini sehingga masih saja ada kecolongan”
saat ini DKP hanya dapat melakukan tujuh kali patroli pengawasan dalam setahun, sehingga pelaku pengeboman dapat leluasa masuk ke daerah ini,” tuturnya. Dia berharap kedepan semua pihak akan dapat meningkatkan perhatiannya dalam bentuk bantuan, baik personel maupun fasilitas sehingga pengawasan potensi kelautan di daerah ini dapat terjaga kelestariannya. ”Selama ini kami sudah meminta bantuan dan partisipasi masyarakat termasuk juga pelaku usaha resort yang beroperasi di daerah Mentawai agar dapat memberikan informasi kepada pihak yang berwenang bila melihat ada kejahatan yang terjadi,” ujarnya. (*/wan)

Pengawasan Patroli Laut Lemah
Akibat Krisis BBM
Mentawai, Sasaraina—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, alokasikan tujuh ton Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2013 untuk melakukan patroli dan razia serta pengawasan agar dapat menekan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak yang sering terjadi di kawasan laut daerah tersebut. ”Untuk tahun ini Pemkab Mentawai telah mengalokasikan tujuh ton BBM untuk melakukan patroli serta pengawasan terhadap pengeboman ikan yang sering terjadi di wilayah Mentawai ini,” kata Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Mentawai Randi Irawan di Tua Pejat, Kamis (31/1). Seperti dikutip antara-sumbar.com, Randi menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI Angkatan Laut untuk mengatasi persoalan tersebut sehingga sumberdaya alam yang dimiliki tidak terus menerus dirusak pihak yang tidak bertanggung jawab. ”Kami merasakan saat ini masih ada kelemahan dan kekurangan serta keterbatasan sarana untuk melakukan pengawasan terhadap potensi laut di daerah ini sehingga masih saja ada

FOTO RANDI

kecolongan,” katanya. Selain itu, katanya, saat ini dengan alokasi serta keterbatasan fasilitas yang tersedia di DKP pihaknya hanya

bisa mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk menekan praktik kejahatan terhadap lingkungan. ”Dengan anggaran yang tersedia

Pengeboman Ikan Marak di Lokasi Surfing
Mentawai, Sasaraina—Aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak kembali terjadi di kawasan surfing di perairan Pulau Karamajat, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam dua pekan terakhir. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai Edi Sukarni ketika dihubungi Selasa menyebutkan, terdapat empat unit longboat dan satu kapal besar melakukan pengeboman ikan yang berpotensi merusak terumbu karang dan biota laut. ”Setelah ada laporan warga, DKP bersama Polair sudah melakukan razia pekan lalu, namun terkendala karena kehabisan BBM,” katanya seperti dikutip kantor berita antarasumbar.com. Ia memaparkan, kapal patroli yang digunakan dalam razia itu kehabisan bensin setelah berlayar dari Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Padahal jarak antara kapal patroli dengan kapal nelayan yang melakukan aktivitas pengeboman itu hanya tinggal dua mil. ”Kapal patroli mati di tengah laut sehingga pelakunya langsung kabur,” kata Edi. Kapasitas BBM kapal patroli yang digunakan hanya 1,5 ton. Sementara dalam razia itu, petugas hanya mengangkut 1,3 ton bensin. Kendala lain yang dihadapi sulitnya mendapatkan BBM di Mentawai, sementara pasokan BBM dari Pertamina baru akan masuk lagi pada 30 Januari 2012. ”Direncanakan razia akan kembali dilakukan setelah pasokan tersedia, namun kita tidak bisa membeli dalam jumlah banyak karena masyarakat juga membutuhkan BBM,” katanya. Meski pelaku pengeboman ikan belum teridentifikasi, namun dari jenis kapal yang digunakan pelaku diduga berasal dari Sibolga, Sumatera Utara. Hal itu juga diperkuat dengan munculnya video berjudul ”Mentawai Reefs Being Pillaged 2013” yang diunggah di situs Youtube pada 17 Januari 2013. Dalam video berdurasi 2 menit 59 detik itu, terlihat sejumlah orang dengan kapal berwarna biru kombinasi merah berusaha mengangkat ikan dari laut yang diduga hasil pengeboman. Dalam video itu tertulis penyelam menggunakan kompresor sebagai alat bantuan pernafasan di bawah air. Tidak ada nama kapal, nomor identifikasi baik di sisi depan maupun belakang kapal tersebut. ”Video itu memang benar. Itu diambil di kawasan surfing Pulau Karamajat,” ungkap Edi. Aktivitas pengeboman ini, lanjut Edi, juga meresahkan wisatawan yang berselancar di daerah itu setelah adanya laporan pengelola resort di sekitarnya kepada Dinas Pariwisata setempat. ”Kita masih berupaya untuk menangkap pelakunya, dan sudah ada tim pengawas yang diturunkan untuk mengawasi aktivitas penangkapan ikan di daerah itu,” katanya. (*/wan)

Aktifasi Tower GSM Masih Menunggu
Kami dibantu oleh pemerintah pusat sebanyak lima unit tower GSM untuk membuka akses telekomunikasi di daerah terpencil di kepulauan Mentawai”
Men tawai, in terp os —K abupaten kepulauan Mentawai sudah dinyatakan sebagai zona merah terhadap bencana. Namun kondisi telekomunikasi sampai sa at i ni b elum memadah i. Seperti dibeberapa kecamatan, sampai saat ini masih belum tersentuh dengan akses komunikasi yang maksimal. Dikhawatirkan, jika bencana melanda Mentawai, dipastikan proses penanggulangan akan terlambat. Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Kepulauan Mentawai Heri Po bertus. S me ngatakan , sa at i ni masyarakat Mentawai sedang menunggu aktifasi tower jaringan Global System for Mobile Communications (GSM) bantuan dari pemerintah pusat. ”Kami dibantu oleh pemerintah pusat sebanyak lima unit tower GSM untuk membuka akses telekomunikasi di daerah terpencil di kepulauan Mentawai,” katanya seperti dikutip kantor berita antarasumbar.com, di Tuapeijat. Menurut dia, dari lima tower yang dibantu tersebut saat ini sudah beroperasi sebanyak dua unit sehingga di daerah tersebut untuk saat ini sudah mendapatkan akses komunikasi dengan baik. ”Apabila kelima tower sudah aktif maka sudah semua kecamatan yang ada di kabupaten ini mendapatkan akses jaringan telekomunikasi, sehingga setiap orang yang datang ke sini tidak perlu khawatir untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar Mentawai,” ujarnya. Dikatakan, dari tiga tower yang masih menunggu aktifasi tersebut di antaranya adalah yang terletak di Sioban, Simanguyak dan di Pagai Utara. ”Kami berharap tower yang sudah dibangun tersebut agar dapat segera beroperasi sehingga bantuan pemerintah pusat tersebut dapat dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. Dia menjelaskan, bantuan tersebut dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sedangkan Pemkab Mentawai berkewajiban untuk menyediakan tempat dan pembangunannya dilakukan dengan kerjasama dengan pihak swasta. ”Dengan terbukanya akses informasi ke daerah terpencil dan terluar ini diharapkan akan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan terus meningkat,” katanya. (*/wan)

HERI POBERTUS Kabid Kominfo Dishub

7
Bupati Resmikan Kapal Simatalu
BERTEMPAT di depan kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berada di depan dermaga Tuapeijat, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet meresmikan pemakaian Kapal Motor Simatalu. Kepala Dishubkominfo Mentawai Tarcisius Sakeru mengatakan, kapal kayu ini akan dimanfaatkan sebagai transportasi antar pulau dari Pokai ke daerah Siberut Barat dalam rangka membuka isolasi daerah di pantai barat Pulau Siberut. Kapal kayu ini dibuat di Tegal dengan bobot 55 GT dan kapasitas penumpang 55 orang. Ia juga menyinggung tentang ketiadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat kapal Pemkab tidak dapat berlayar sesuai jadwal. Senada dengan itu Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko mengatakan, hingga saat peresmian kapal masalah BBM belum ada jawaban yang pasti. Rencana membuka rute dari Sikabaluan ke Padang juga dikatakannya terkendala BBM. Hal lain yang disampaikan Tarcisius adalah mesin KM Lette dan KM Subbulat telah diangkat mesinnya setelah lama terikat saja di dermaga Tuapeijat. Ia juga meminta agar pemakaian kapal KM Simatalu diawasi, agar pemakaiannya maksimal dan sesuai tujuan pengadaannya. Ia juga berharap kepada pemerintah agar peresmian kapal ini menjadi awal untuk meresmikan berbagai bangunan yang telah dibangun oleh pemerintah. Sementara Yudas dalam sambutannya mengatakan, persoalan transportasi membuat para pegawai yang sedang melaksanakan perjalanan dinas menjadi lama berada di luar Mentawai. “SKPD lama di Padang saat dinas karena tunggu giliran kapal,” katanya. Untuk itu menurutnya perlu ada satu kapal lagi yang mobile dari Padang ke Mentawai dan sebaliknya. “Perlu ada satu kapal lagi untuk bisa mobile dari Mentawai ke Padang” katanya. Ia juga men ying gung K ap al Mentawai Ekspres yang sudah lama tidak digunakan. Menurutnya harus ada staf ahli yang mengatakan bahwa Mentawai Ekspres masih bisa dioperasionalkan, sehingga bisa dianggarkan perbaikan dan operasionalnya. Terlihat dalam APBD Perubahan tahun 2012 telah dianggarkannya kegiatan Penilaian kelaikan Kapal Mentawai Ekspres senilai Rp128.405.000. Terkait dengan Kapal Simatalu, ia mengatakan adanya kapal ini masyarakat di pantai barat Siberut akan bisa ke Sikabaluan tanpa harus menunggu boat dan berebutan. Ia juga menyadari bahwa ada kelemahan disana sini

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

terkait pengadaan kapal dan mohon maaf kepada masyarakat kalau belum puas dengan keberadaan kapal ini. “Mohon maaf kepada masyarakat kalau belum puas dengan apa yang ada ini,” katanya. Usai menyampaikan sambutan, bupati juga menyiram bagian depan kapal dengan menggunakan kendi berisi air serta memecahkan kendi di atas kapal. Kapal baru ini juga didarahi sekelilingnya dengan darah ayam yang dipotong di atas kapal oleh ustad Mustakim. Sesuai buku APBD tahun anggaran 2012, pengadaan kapal kayu ini bernilai cukup besar. Dalam anggaran sebelum perubahan pagu dana kegiatan untuk pembangunan / pengadaan kapal kayu ini sebesar Rp1,5 M lebih dan anggarannya naik Rp 76.900.000. AP BD Perub aha n se hing ga pagunya menjadi Rp 1.609.425.000 dengan belanja modal tetap yakni Rp

1,4 Mil iar. Ken aika n an ggaran teralokasi ke belanja barang dan jasa dari Rp128.825.000 menjadi Rp 205.725.000 akan tetapi tidak diketahui kemana saja anggaran ini dilakosikan karena buku penjabaran APBD Perubahan 2012 tidak didapatkan. Namun walau begitu jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu pengadaan kapal kayu KM Pulau Simasin yang bisa mengangkut penumpang hingga 110 orang, anggaran sesuai buku LPKJ Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2004 buku III LKPJ Kinerja Lampiran IV halaman 16 dalam program pembangunan fasilitas perhubungan laut, kegiatan nomor 2 Pengadaan Kapal Konstruksi Kayu dengan output tersedianya kapal laut konstruksi kayu (KM Pulau Simasin)dalam kolom rencana tingkat capai an (target) dan anya Rp 63 8.12 7.60 0 da n re alis asi Rp 635.394.100. (wan)

Anak Muda Diajak Lestarikan Alam
SEBAGAI wujud kepedulian untuk melestarikan alam kepada generasi muda, Balai Taman Nasional Siberut (BTNS) melakukan berbagai kegiatan kepada Siswa Pecinta Alam (Sispala) tingkat SMP dan SMA di Siberut berupa kemah konservasi. Rusdianto, staf BTNS yang dikonfir masi P uailig goubat, Seni n15 Oktober lalu, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap alam. “Dengan kegiatan ini dapat mewujudkan kecintaan siswa terhadap alam dan perhatian generasi mudah untuk melestarikan alam,” katanya. Kata Rusdianto, kegiatan yang dilakukan sejak 9-11 Oktober lalu yaitu trekking, masak dan kuis. “Trekking dilakukan berjalan kaki dari TNS-Bukit-Puro hingga kembali lagi ke TNS. Sedangkan bahan untuk kuis yang diujikan seputar pendidikan biologi dan Taman Nasional,” kata Rusdianto seperti dilansir Pualiggoubat.com. Peserta kegiatan tersebut diikuti 50 siswa yang terdiri 10 tim yakni 3 tim SMAN Siberut Utara (Sispala Karonan), 1 tim SMP Siberut Utara, 4 tim dari SMAN 1 Siberut Selatan (Sispala Simantoro) dan 2 tim dari SMP Siberut Selatan. kegiatan tersebut dipandu oleh Mahasiswa Pencinta Alam dari Universitas Andalas. Ia berharap dengan kegiatan ini dapat membangkitkan kepedulian generasi muda untuk melestarikan alam. “Kita berharap dengan kegiatan ini menjadikan siswa lebih peduli melestarikan alam di sekitarnya,” ujarnya. Anjelina Saugaisagu, Sispala Karonan dari SMAN 1 Siberut Utara mengatakan dengan adanya kegiatan ini ada niat para generasi muda untuk terus melestarikan alam dan seluruh isinya di Mentawai. “Saya berharap generasi muda saat ini tidak menggunduli hutan, sebab hutan merupakan tempat kehidupan,” katanya. Sedangkan Maranata Sagari, Sispala Simatoro dari SMAN 1 Siberut Selatan menjelaskan dengan acara ini bisa mengenal alam dan sekitarnya. ”Kegiatan bisa kita mengenal alam dan mencintainya serta menjaganya agar tidak di rusak, saat ini kondisi alam di sekitar kita sudah mulai rusak dan ada yang gundul,” katanya. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan sebab dengan kondisi ini air akan susah dan rawan bencana. ”Kita mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian alam,” katanya. (wan)

Kaum Hawa Maileppet Incar Bisnis Pinang
SEJAK terjadi kenaikan harga jual pinang awal tahun ini, banyak ibu-ibu di Desa Maileppet Kecamatan Siberut Selatan beralih kerja dari mengelola Pinang. Untuk saat ini harga jual pinang di pasaran Muara Siberut berkisar Rp3.500 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp2 ribu per kilogram. Rolina Sabalok, salah seorang ibu rumah tangga, mengelola pinang lebih gampang, selain harganya yang mulai naik, pinang tidak cepat busuk. ”Kalau cuaca lagi hujan pinang bisa disimpan lama tanpa khawatir rusak, tidak sama dengan coklat kalau tak dijemur cepat busuk,” ujarnya seperti dikutip puailiggoubat.com. Sejak beralih ke pinang pada awal hingga 14 Januari, jumlah pinang yang sudah dijualnya sebanyak 69 kilogram. Dari hasil penjualan itu, Rolina mengaku kebutuhan keluarga seharihari seperti beli beras, ikan sudah bisa tertutupi. ”Kebutuhan dapur tidak perlu tergantung pada suami lagi untuk saat ini,” katanya. Yohana, pengelola pinang lain membandingkan harga jual coklat dan pinang memang jauh, untuk harga coklat sekilo saat ini berkisar Rp20 ribu namun jika mengelola pinang ditekuni dengan baik pendapatannya tak jauh beda. “Coklat itu modal usahanya besar, mulai dari beli pupuk yang mahal dan pembersihannya belum lagi penyakitnya yang banyak, sementara pinang sangat sederhana,” katanya. Yohana mengaku, meski harga pinang jatuh hingga Rp1.000/kg, namun ia tetap setia mengelola pinang lima tahun belakangan ini. Biasanya ia menjual pinang ke pedagang yang datang dari Padang saat kapal masuk karena harganya jauh lebih bagus. (gol)

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

8

TPI Tuapeijat Diincar Investor
Baru satu bulan selesai pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tuapeijat, kini sudah dilirik investor asal Sibolga. Alasannya, bahwa laut Mentawai memiliki potensi ikan yang menjanjikan.
Seperti Siberut Utara, Sikakap, Siberut Selatan, dan Sioban,” ujarnya. Menariknya, TPI tersebut bukan hanya untuk menyimpan ikan hasil tangkapan investor, tetapi hasil tangkapan ikan masyarakat juga diperbolehkan untuk di simpan. Tujuannya, jika cuaca laut ekstrem, maka Mentawai punya cadangan ikan segar. Sebab selama ini, jika cuaca laur buruk, maka ikan di Mentawai langka dan harganya pun melambung tinggi. ”Kita yang punya ikan, tapi kita membelinya kok mahal. Itu akibat cuaca laut buruk, sehingga tidak ada stok ikan untuk dikonsumsi warga. Maka harga ikan pun dipermainkan,” tegasnya. Bukan hanya investor yang akan mendongkrak perekonomian masyarakat Mentawai, tetapi TPI tersbut juga akan menambah hasil PAD Mentawai. Sebab nantinya, jika Ranperda tentang pajak disahkan, maka setiap kapal yang menyandar di TPI akan dibebankan biaya sandar dan retribusi hasil penjualan ikan. Tentunya semua uang tersbeut akan menambah pundi-pundi PAD Mentawai. ”Sebelum perda itu ada, tentunya untuk sementara kita gratiskan. Tapi semua itu pasti akan terjadi dalam peningkatan PAD jika perda pajak sudah disetujui DPRD Mentawai,” tuturnya. Edi Sukarni menghimbau, semua masyarakat Mentawai bisa mendukung semua program DKP melalui TPI yang sudah ada.Sebab semua itu pasti akan kembali kepada masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. (Gol/Iwan)

Mentawai, Sasaraina— KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Edi Sukarni menjelaskan, sejak selesainya pembangunan TPI di Tuapeijat, kini sudah ada investor yang siap untuk menanamkan modalnya (inves). Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap perekonomian bagi masyarakat Bumi Sikerei. Secara kronologis Edi menjelaskan, pada saat ini investor asal Sibolga tersebut sudah mengirim dua kapal tangkap ikan. Tujuannya sebagai bentuk komitmen bahwa investasi dalam pengelolaan ikan Mentawai akan terjadi. Selain itu, pihak investor bukan hanya sebatas mengeruk ikan mentawai, tetapi akan memberikan bantuan kapal tangkap sekaligus peralatannya sesuai dengan zona karakteristik ikannya. ”Untuk sementara dua kapal itu sebagai bentuk komitmen akan dilakukan MoU sedangkan 10 kapal tangkap ikan akan segera datang. Sebab pihak investor sudah menjanjikan akan mendatangkan 12 kapal tangkap ikan. Bisa jadi, para Anak Buah Kapal (ABK) dari masyarakat Mentawai. Selain mengurangi pengangguran, juga akan menggenjot harga ikan yang terkesan mahal di Mentawai,” jelas Edi Sukarni kepada Sasaraina di ruang kerjanya, Senin, (21/1). Menurut Edi, fasilitas TPI yang baru siap dibangun tersebut cukup layak. Sebab TPI itu memiliki tempat penyimpanan ikan dengan kapasitas 15 ton. Selain itu, TPI juga memiliki pabrik es serta pendingin ikan dengan kapasitas 5 ton, dan pembeku ikan. Untuk memperlancar semua program pro rakyat, maka pihak DKP juga mengajukan proposal terkait Bahan Bakar Minyak kepada pertamina. ”Namun BBM ini khusus untuk nelayan. Bisa jadi ada strategi untuk mengurangi kuota BBM di beberapa pulau yang dianggap tidak sebanding dengan pemakainnya.

9
Mentawai, Sasaraina—Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Ba rat, berenca na menggelar Festival Surfing tingkat Asia di Selatan Pulau Sipora pada pertengahan April 2013. Kepala Di nas Pari wisa ta, Pemuda d an Olahraga K abupaten Kepulauan Me ntawai, Desti Se mino ra, di Tuapeijat, mengatakan, kegiatan bertaraf internasional tersebut sudah dipersiapkan sejak tahun lalu. ”Untuk pelaksanaannya, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar tentang rencana tersebut,” kata dia. Dia mengatakan, Festival Surfing tersebut rencananya akan dimulai dari tanggal 21 hingga 26 April 2013. ”Sampai saat ini, calon peserta telah banyak datang ke sini dan seb elum i tu mereka j uga da pat menikmati keindahan alam bumi Si kere i da n me nik mati omb ak Mentawai yang memikat,”tuturnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga telah mendapat support dari pihak Kementerian Kebudayaan Pariwisata Ekonomi Kreatif dan akan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata di Mentawai. ”Peserta yang akan mengikuti Festival Surfing ini berasal dari negara Asia, tapi juga tidak tertutup bagi peserta yang datang dari Australia, Amerik a da n ne gara Ero pa lainnya,”kata dia. Dia berharap, turis asing yang datang ke Sumatera Barat khususnya yang akan berkunjung ke Mentawai ke depan semakin meningkat. (*/wan))

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

April, Festival Surfing Tingkat Asia Digelar

Festival Surfing Menelan Rp1,2 M
Di samping berlangsungnya Festival Surfing juga akan dibuka standstand pameran yang akan menampilkan hasil kerajinan tangan dari masyarakat Mentawai dan menjual berbagai macam souvenir asli Mentawai serta menampilkan kuliner khas Bumi Sikerei”
Mentawai, Sasaraina—Pemkab Kepulauan Mentawai menganggarkan dana untuk Festival Surfing Internasional 2013 sebesar Rp1,2 Miliar. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga K ab upaten K epul auan Men tawa i De sti Seminora di Tua Pejat, Selasa, mengatakan anggaran untuk pelaksanaan iven besar ini berasal dari APBD K abupaten Kepulauan Mentawai tahun ini. ”Dana yang dianggarkan ini masih sama dengan jumlah pada pelaksanaan kegiatan festival Surfing tahun lalu,” kata dia. Dia mengatakan, dari dana Rp1,2 Miliar yang dianggarkan pada kegiatan yang sama pada tahun lalu hanya terpakai sekitar Rp800 juta. ”Selain dana APBD, kita juga berharap ada bantuan dana dari pi hak spon sor yang men dukung terlaksananya kegiatan ini,” katanya. Dia juga mengatakan pada waktu pelaksanaan nanti peran serta masyarakat sekitar sangat dibutuhkan. ”Di samping berlangsungnya Festival Surfing juga akan dibuka stand-stand pameran yang akan menampilkan hasil kerajinan tangan dari masyarakat Mentawai dan menjual berbagai macam souvenir asli Mentawai serta menampilkan kuliner khas Bumi Sikerei,” kata dia. Dia berharap dengan adanya Festival Surfing ini, hendaknya Mentawai dapat menjadi destinasi eksklusif di Sumatera Barat. ”Mentawai siap menjadi pintu gerbang bagi Sumbar yang akan membawa dampak positif bagi daerah-daerah lain. Kita tahu sebagian besar turis asing yang datang ke Sumatera Barat ini mereka pasti akan berkunjung ke Mentawai,” tutur dia. (*/wan)

DATA RESOT

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

10
Warta : Calon CPNS Diusulkan Penuhi Kebutuhan Puskesmas

Puskesmas Minim Dokter Umum
FOTO KANTOR DINKES
Mentawai, Sasaraina—KONDISI 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih minim dengan tenaga dokter umum. Hal ini dikhawatirkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tidak berjalan maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan dokter tersebut, diusulkan untuk perekrutan CPNS tahun 2013 ini un tuk lebi h me mpriori task an kebutuhan puskesmas yang ada disetiap kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Warta Siritoitet menjelaskan, sampai saat ini jumlah dokter di 10 kecamatan yang ada di Mentawai hanya empat orang. Artinya, beberapa kecamatan belum memiliki dokter umum untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas Mentawai. ”Dokter umum kita di kecamatan hanya empat orang. Mereka bertugas di Kecamatan Sipora Utara, Siberut Selatan, Sikakap dan Sipora Selatan. Jadi enam kecamatan lainnya tidak memiliki dokter. Dari empat dokter ini, hanya satu yang PNS, yang lainnya berstatus pegawai tidak tetap (PTT),” jelas Warta kepada Sasaraina di ruang kerjanya. Menurut Warta, jika di tahun 2013 ini Mentawai membuka penerimaan CPNS, pihaknya akan mengusulkan serta melobi agar formasi dokter

Warta Siritoitet
umum untuk memenuhi kebutuhan peskesmas. Sebab kondisi pulau yang te rpis ah s anga t membutuhk an pelayanan yang maksimal. ”Selama ini bagi warga yang menderita sakit cukup ditangani dengan perawat dan bidan yang bertugas di masing-masing puskesmas. Namun kalau penyakit kronis tentunya membutuhkan seorang dokter. Mujurnya selama ini warga di Mentawai masih minim menderita penyakit kronis. K alau pun ada tetap dilakukan rujukan ke puskesmas yang ada dokternya atau RSUD Mentawai,” ujarnya. Tahun 2013 ini, tambahnya, Dinas Kesehatan Mentawai akan fokus terhadap pelayanan kesehatan yang maksimal. Tentunya pelayanan ini juga harus di dukung dengan tenaga medis yang memadahi. “Semoga para calon dokter PTT nantinya banyak yang memilih Mentawai. Tapi kalau tid ak a da, tentunya kita te tap kekurangan dokter,” katanya. (gol/wan)

RSUD Krisis Air Bersih
Mentawai, interpos— Kond isi Kabupaten Kepulauan Mentawai pada umumnya krisis air bersih. Namun s emua itu mas ih b isa ditanggulangi oleh warga dengan memanfaatkan beberapa sumber air yang berasal dari sungai. Namun berbeda dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentawai, justru air bersih untuk standar rumah sakit tidak ada. Di rektur U tama RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawa, Simatupang menjelaskan, selama ini pihaknya hanya mendapatkan jatah ai r da ri tangk i mo bil. Namun kualitasnya sendiri belum memenuhi standar air bersih rumah sakit. Sebab pasokan air yang diantar dari mobil tanki itu sendiri belum jelas asal-usul sumber airnya. ”Selama ini memang kita mendapatkan air dari pasokan mobil tangki. Memang pasokan air itu cukup, na mun kual itas ai rnya tid ak memenuhi kriteria air sehat. Di samping itu, kita juga tidak tahu dari mana mereka mengambil air itu. Kalau air bersih standar rumah sakit memang tidak ada,” jelasnya. Menurut Simatupang, air bersih air itu dari PDAM. Namun air PDAM sendiri sampai saat ini belum jelas apakah rusak atau memang tidak ada, khususn ya d i Tuapej at s ebagai ibukota kabupaten. ”Kita ini rumah sakit, tentu pasti membutuhkan air bersih standar rumah sakit. Apalagi kalau ada pasien yang sakit, itu juga harus dimandikan dulu dengan air bersih. Jadi memang sedikit kontra dengan kampanye ke seha tan. Seb ab k ita sela lu menyatakan untuk hidup sehat harus menggunakan atau mengkonsumsi air bersih. Kenyataannya justru kita tidak memiliki air bersih standar rumah sakit,” ujarnya. Sejauh ini, pihaknya sendiri pernah mengajukan perencananaan untuk menganggarkan dalam pengadaan proyek air bersih. Namun semua itu tidak pernah berhasil, sehingga RSUD Mentawai hanya menerima pasokan air dari mobil tangki yang asal-usul pengambilannya tidak diketahui secara jelas. ”Kita sudah pernah mengajuk an terka it perencanaan proyek air bersih, tapi penentu anggaran itu kan pihak legislatif,” katanya kepada interpos di kantornya. (gol/wan)

FOTO RSUD

MARULAM TUPANG
standar rumah sakit pada prinsipnya bisa diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Sebab air bersih itu sudah disaring dengan menggunakan teknologi canggih. Berbeda dengan ai r be rsih yan g a da d i RSUD Men tawa i, a ir i tu d ised ot a tau diperoleh tidak diketahui sumbernya. Minimal untuk rumah sakit pasokan

11

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

Guru dan Fasilitas Belajar di SMPN I Siberut Barat Daya Minim
SEJAK beroperasi tiga tahun lalu tepatnya pada 2010, SMPN I Siberut Barat Daya yang berada di Desa Taileleu masih kekurangan tenaga guru begitu juga fasilitas pendukung belajar. Kepala SMPN I Siberut Barat Muhammad Iksan, seperti dilansir puailiggoubat.com menyebutkan, guru yang ada saat ini sebanyak 10 orang yakni tiga orang guru PNS ditambah seorang kepala sekolah, lima orang guru honor ditambah satu orang pegawai tata usaha. Namun Iksan mengatakan tiga guru PNS yang ada statusnya belum definitif karena hanya diperbantukan, sementara tempat tugas mereka sebenarnya di SMPN 2 Siberut Selatan. ”Jadi situasi belajar belum stabil karena saya khawatir kalau guru yang ada saat ini ditarik,” katanya. Ia mengaku rencana awal dinas pendidikan untuk pemerataan guru akan dilakukan pada bulan ini, namun hingga saat ini belum ada info selanjutnya. ”Kita hanya menunggu saja,” ujarnya. Sementara dari fasilitas belajar, lokal yang ada saat ini sebanyak tiga ruangan yang ditempati murid sebanyak 160 orang. Pada awalnya lokal yang dipakai empat kelas, namun karena satu ruangan digunakan untuk kantor, murid belajar dimanfaatkan jadi tiga lokal. Selain ruangan yang masih kurang, Iksan mengatakan mebeler murid juga masih kurang termasuk kantor guru. Ruangan pustaka dan laboratorium juga belum dimiliki sekolah ini. ”Rumah dinas belum ada, sehingga beberapa guru menumpang tinggal di rumah warga, kita berharap fasilitas itu dilengkapi,” katanya. (w)

FOTO KANTOR DIKNAS

SINGKAT

Fasilitas Puskemas Saibi Mulai di Benahi
FASILITAS Puskesmas Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah Januari tahun ini mulai berangsur-angsur dibenahi Dinas Kesehatan Mentawai, hal itu disampaikan Marinus Bakkat Kunen pada Puailiggoubat, 10 Januari lalu. Katanya, fasilitas yang mulai ada saat ini mebeler, mesin diesel, genset dan alat-alat kesehatan lainnya. ”Tapi semua fasilitas yang tersedia seperti kursi yang dibuat tidak sesuai kualitasnya yang kita inginkan, jika tidak kita beri untuk mengerjakannya kita di permasalahkan, sudah diberi itulah kondisinya, padahal mereka ini orang kita juga, sangat bedalah fasilitas dari tuapejat yang sesuai keinginan kita,” katanya. Namun meskipun begitu, masih banyak lagi fasilitas yang kurang seperti timbangan bayi, komputer, bangku, alat menyimpan vaksin dan kasur, semua ini sangat mendesak. (gol)

Belajar Kakao ke Payakumbuh Habiskan Rp350 Juta
PELATIHAN kelompok tani kakao Siobak Mubuah da ri Desa Saliguma Ke cama tan Sibe rut Ten gah ke Payakumbuh menghabiskan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPMMP) 2012 sebesar Rp350 juta. Pelatihan berlangsung selama enam bulan yang dimulai sejak September 2012 dan akan berakhir Februari 2013 dengan peserta sebanyak 40 orang anggota. Namun beberapa peserta yang turut dalam pelatihan itu menilai kegiatan itu hanya akal-akalan pengurus PNPM MP di kampungnya untuk menghamburkan anggaran. Menurut keterangan beberapa peserta, dana Rp350 juta yang sudah jelas penggunaannya yang sebagian digunakan untuk pembelian alat pertanian tiap anggota ternyata tak dibelikan. Do ni, sala h sa tu pese rta kepa da Puailiggoubat mengatakan, anggaran biaya khusus alat budi daya kakao untuk 40 peserta pelatihan dari total dana Rp350 juta sebesar Rp57.640.000, digunakan untuk membeli gunting, pisau, plastik wrap, tali rafia dan keperluan lainnya. “Namun barang tersebut tidak pernah kami terima satu pun,” katanya, seperti dirilis puailiggoubat.com. Jeremias, peserta lain yang juga kecewa den gan peng guna an a ngga ran me nyeb utka n, p elatihan ini han ya dimanfaatkan untuk mendapatkan uang bagi pengurus. “Coba kalau jalan PNPMMP yang di bangun, masy ara kat suda h bi sa menikmati saat ini,” ujarnya. Mereka berharap ada penjelasan dari penanggung jawab tingkat kecamatan dan tim pengelola kegiatan terkait aliran dana. Sementara dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelatihan tersebut, tercantum ala t tulis dala m pe lati han sebe sar Rp9 .028 .000 , al at b udi daya kak ao Rp57.640.000, honorarium koordinator dan narasumber Rp25,1 juta, transportasi sebanyak Rp17,8 juta, penginapan Rp22 juta, biaya konsumsi Rp26.736.000 dan sewa r uangan pela tihan Rp5,4 juta. Selebihnya digunakan untuk honor pelatih dan operasional TPK dan UPK. (wan)

Speedboat Rombongan PPIP Sumbar Karam di Betaet
SPEEDBOAT rombongan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) Provinsi Sumatra Barat yang akan memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan di Simalibbeg, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat karam di laut Betaet saat akan sandar, sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu gelombang laut sedang tinggi. Speedboat yang bernama Shadow Mentawai yang dikemudikan Oyon Jambang karam akibat lubang pembuangan air terbuka sehingga air masuk yang membuat speedboat karam. ”Masyarakat yang ada di tepi pantai saat itu langsung memberikan pertolongan dengan mengevakuasi penumpang yang berjumlah tiga orang serta barang-barang dan perahu,” kata Epi Varianto seperti dirilis puailiggoubat.com. Masyarakat berdatangan dan berenang ke laut untuk memberikan pertolongan. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. (wan)

Usai Libur Natal dan Tahun Baru, Kehadiran Guru dan Siswa Cukup Baik
USAI libur Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 proporsi kehadiran guru dan murid pada sekolah di Kecamatan Siberut Selatan baik SD, SMP dan SLTP dinilai cukup bagus, demikian diungkapkan Taruli Tambunan, Pengawas Sekolah Kantor Cabang Dinas Pendidikan Siberu Selatan saat dihubungi Puailiggoubat, Selasa 15 Januari. Menurut Taruli, dari hasil monitoring yang dilakukan pada 20 SD yang ada di Kecamatan Siberut Selatan pada awal masuk sekolah 7 Januari lalu, guru yang tidak hadir hanya satu orang, itu pun karena sakit. ”Tak jauh berbeda dengan guru dan murid pada SMP dan SMA, menurut saya proporsi kehadiran mereka bagus,” katanya seperti dilansir puailiggoubat.com. Ia mengatakan, untuk SMA memang proses belajar tidak penuh dilakukan karena mereka melakukan pembenahan sekolah. "Saat itu masih suasana silahturami antara guru dan murid,” ujarnya. Sementara itu Kepala SMAN I Siberut Selatan Yubob Salim yang dikonfirmasi di hari yang sama mengatakan, secara umum kehadiran guru dan siswa baik. Ia mengaku memang dari 49 orang guru keseluruhan, guru yang tidak hadir pada hari pertama sekolah sebanyak 13 orang. Namun menurutnya semua guru yang tidak hadir sudah mendapat izin dari sekolah dengan alasan ada yang sakit, cuti melahirkan dan karena perjalanan dinas. ”K etid akha dira n guru- guru sud ah diketahui oleh pihak sekolah, bukan faktor kesengajaan,” jelasnya. Ia tidak menampik seminggu setelah mulai sekolah suasana belajar kurang teratur karena baru pukul 09.00 WIB murid-murid sudah pulang. ”Saya tidak tahu apa alasannya mengapa semua murid pulang padahal kita di kantor ada, dan siap memberikan pelajaran,” ujarnya. Tapi minggu ini, menurut Bob, suasana belajar sudah normal sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Terkait kepulangan siswa yang cepat, beberapa murid mengatakan alasannya karena guru bidang studi pelajaran mereka tidak ada. (gol)

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

12

Pejabat Mentawai Diperas
”Begitu ada beberapa orang kepala SKPD yang langsung melakukan klarifikasi, kita langsung melacaknya. Pertama kita menghubungi pihak bank agar menggagalkan uang transfer dari kepala dinas bersangkutan yang sudah menyetor. Mungkin uang itu masih mengendap di bank BPD karena beda bank, jadi masih terparkir,”
Kajari meminta setoran tersebut sudah sering diterimanya melalui kontak langsung ataupun pesan sms. Karena nomornya tidak bisa dipertanggungjawabkan, ia hanya mengabaikan saja. ”Masalah orang tak dikenal ya ng menga ku d ari K aja ri meminta setoran kepada saya bukan sekali ini saja, tapi sudah terjadi beberapa kali. Tapi saya lupa, dan tidak pernah saya respon. Sebab saya tidak pernah melakukan atau pun berniat untuk melakukan tin dak pida na k orup si. Makanya saya diamkan saja,” katanya. Untuk me lakuka n kla rifik asi terkait teror telpon terhadap semua pejabat, pihak Kajari mengirimkan surat kepada semua kantor SKPD, bahwa telpon tersebut tidak benar. Maka diharapkan semua pejabat agar tidak terjebak dengan telpon yang yang mengatasnamakan pihak Kajari. ”Kemarin (Rabu, 16/1), kita sudah menerima surat klarifikasi dari pihak K ajari Mentawai, subtansi isinya menyatakan tidak benar ada pihak Kajari meinta uang setoran,” katanya. Sumber Sasaraina dari Kantor Kajari di Tuapejat, Mentawai menyatakan, bahwa pihak Kajari tidak pernah menelpon pejabat untuk meminta uan g se tora n de ngan motif menutup kasus. “Semua itu hanya teror untuk memeras, dan kami pihak Kajari Mentawai tidak pernah menghubungi sebagaimana informasi yang diterima semua pejabat Mentawai,” jelasnya. Menurutnya, dengan terjadinya telpon yang isinya pemerasan, sudah ada beberapa kepala dinas di lingkugan Pemkab Mentawai yang menyetor kepada orang yang tidak dikenal itu melalui transfer bank. Mujurnya, beberapa puluh juta uang pejabat itu belum sampai ke rekening pemeras tersebut. ”Begitu ada beberapa orang kepala SKPD yang langsung melakukan klarifikasi, kita langsung melacaknya. Pertama kita menghubungi pihak bank agar menggagalkan uang transfer dari kepala dinas bersangkutan yang sudah menyetor. Mungkin uang itu masih mengendap di bank BPD ka rena bed a ba nk, jadi mas ih terparkir,” katanya yang tidak ingin disebutkan namanya. Dijelaskannya, berdasarkan hasil penelidikan pihak Kajari Mentawai, sudah terdeteksi komunikasi orang tak dikenal itu dari Cianjur, Jawa Barat. Dalam satu hari itu, nomor pemeras itu mengarah ke Bali dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. ”Kita masih terus mendalami nomor pemeras yang mengatasnamakan Kajari Mentawai ini. Semoga ini cepat terungkap,” ujarnya. (gol/iwan)

Oknum Ngaku Kajari Minta Setoran
Mentawai, Sasaraina—Selama dua hari terakhir ini, seluruh pejabat di lingkungan Kabupaten Kepulauan Mentawai gelisah dengan adanya telpon dan sms gelap yang mengaku dari pihak Kajari Mentawai. Isi telpon dan pesan sms itu, oknum yang mengaku pihak Kajaru meminta setoran dengan tujuan kasus di setiap SKPD bisa ditutup. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Warta Siritoitet, membenarkan menerima sms yang berisi meminta setoran dengan jaminan kasusnya tidak akan dibongkar. Namun karena nomor telpon genggamnya tidak terdaftar, akhirnya diabaikan saja. ”Pagi pak, kalau ada waktu telpon saya,” kata Warta membacakan isi pesan SMS di telpon genggamnya yang mengatasnamakan dari Kajari Mentawai kepada Sasaraina di ruang kerjanya. Menurut Warta, telpon atas nama

Spekulasi dan Modus Lama
Mentawai, Sasaraina—Masih kental dalam ingatan, ketika ada nomor tak dikenal masuk ke handphone kita dengan meminta kiriman pulsa atau transfer uang. Nomor tanpa nama itupun mengaku sebagai suami, istri, anak, atau saudara kita yang kondisinya sedang kepepet dan sangat membutuhkan apa yang dimintanya. Namun, semua itu dianggap jebakan bagi pelanggan telpon seluler yang sering menerimanya. Bagi yang belum, sudah pasti akan mentransfer puls atau uang sesuai besaran permintaannya. Sama halnya dengan modus nomor gelap yang mengaku sebagai Kajari, Kapolres, dan pimpinan penegak hukum lainnya, selalu mengirim SMS ke seluruh nomor para pejabat pemerintahan. Namun masih ada juga beberapa pejabat Mentawai yang terkecoh dengan gertak dari isi SMS tersebut. Menanggapi hal ini, Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai, AKBP Cucuk Trihono menyatakan, bahwa aksi tersebut sebenarnya sudah lama. Sekitar tahun 2008, modus ini sudah dilakukan oleh nomor gelap yang mengaku dari pimpinan penegak hukum untuk meminta uang. Modusnya pun berbeda, ada yang mengaku sebagai Kajari atau Kapolres meminta setoran dengan jaminan kasusnya akan ditutup. Ada modus meminta setoran karena pimpinan penegak hukumnya mau serah terima jabatan, sehingga membutuhkan dana. Dan banyak modus kejahatan lainnya yang dilakukan untuk mendapatkan uang. ”Sebenarnya ini lagu dan modus lama. Sejak tahun 2008 sudah ada. Mungkin masih ada beberapa pejabat yang belum pernah mengalaminya, sehingga begitu menerima SMS yang mengaku pimpinan penegak hukum, langsung menyetor tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Bagi saya ini hanya spekulasi saja,” jelas Cucuk ketika ditemui Sasaraina di kantornya. Menurut Cucuk, zaman sekarang sangat bodoh jika ada seorang pimpinan penegak hukum melakukan komunikasi atau pertemuan dengan tujuan meminta uang suap, pelicin dan sebagainya kepada seorang pejabat pemerintah. Saat ini kita dihadapkan pada zaman penyadapan dan zaman pembuktian terhadap penegakan hukum, khususnya korupsi, suap, kongkalikong dan sebagainya. ”Zaman sekarang kok minta uang pakai telpon, tentu secara hukum sangat gampang untuk dijadikan alat bukti,” ujarnya. Saat ini, pihak Polri sudah mengarah dalam mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Namun karena hal ini terkait masalah ”IT” maka perlu adanya saling mengingatkan, bahwa nomor handphone tanpa nama meminta uang tersebut tidak usah dilayani. ”Secara IT kita belum melakukan investigasi, tetapi kita sudah mengarah pada pengembangan dan pendalaman kasus tersebut,” katanya. (Gol/Iwan)

13

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

Kapal BBM Dihadang Warga Tuapeijat
Harga Bensin Tembus Rp20 Ribu Perliter
Mentawai, Sasaraina—Pascatsunami 25 Oktober 2010 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, harga BBM terus naik tanpa terkendali, sementara semua pihak saling menuding adanya biangkerok. Namun semua tuduhan itu belum ada bukti. Akibatnya, pada puncaknya, (21/1), warga Tuapeijat, Mentawai, menghadang kedatangan kapal pertamina yang membawa beberapa puluh ton BBM. Aksi warga ini kecewa akibat puluhan ton BBM yang datang bisa habis dalam waktu satu jam. Namun dalam beberapa hari kemudian, BBM itu kembali beredar di pedagang eceran dengan harga mencapai Rp20 ribu. Seorang warga Karlo, dengan lantang mengatakan di hadapan kapal BBM yang menyandar di Pelabuhan Tuapeijat, jika pembagian BBM tidak merata atau ada oknum yang bermain, maka warga tidak segan-segan untuk melakukan aksi yang lebih besar. Hal ini disampaikannya secara terbuka dan didengar oleh pejabat pemerintahan, Polres, Kodim 0319 yang ikut mengawal proses distribusi BBM melalui agen atau pangkalan minyak. Menurut Karlo, kasus BBM di setiap pangkalan yang ada di Mentawai diduga ada permainan oleh beberapa oknum. Namun, pemerintah Kabupaten Kepualauan Mentawai melalui Dinas Perindagkop seolah tutup mata. Seharusnya, ketika pemerintah bersama polres dan Kodim mengetahui adanya penjualan diluar harga HET BBM yang telah disepakati dengan pihak pangkalan minyak, maka harus ditindak tegas. ”Perbuatan menjual harga BBM di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah bisa ditindak secara pidana. Namun dalam hal ini justru dibiarkan saja. Mirisnya lagi, Pemerintah membeli BBM di pangkalan minyak dengan harga subsidi Rp6 ribu, sedangkan masyarakat harus membelinya dengan harga Rp20 ribu. Maka terjadilah ketimpangan dalam penjualan BBM di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berimbas pada perekonomian masyarakat sehari-hari. Semua harga pun ikut melonjak, padahal di daerah lain masih stabil,” tegas Karlo. Di tempat yang lain pada hari yang sama, seseorang warga yang enggan dituliskan namanya menyampaikan, bahwa hampir setiap malam terjadi aksi pendistribusian BBM dengan jumlah lebih satu ton mengalir tanpa jelas. Di yakini, ada oknum yang bermain di malam hari ketika BBM itu sudah masuk di pangklan minyak. ”Seharusnya pengawalan itu juga dilakukan oleh pemerintah sampai pada malam hari. Setidaknya, ada pantauan secera diam-diam. Jika ini tidak dilakukan, maka pendistribusian BBM yang dilakukan di dermaga tersebut hanya formalitas saja. Namun bukti di lapangan, tetap saja ada oknum yang bermain untuk mengambil keuntungan pribadi. Saya mengharapkan pihak polres bisa membantu dalam melakukan penyelidikan terhadap oknum yang bermain BBM di malam hari pada setiap pangkalan minyak,” ujarnya. (wan)

Pembangunan Jalan Pokai-Sirilanggai Dilanjutkan
PEMBANGUNAN jalan Pokai ke Sirilanggai akan dilanjutkan tahun dengan anggaran Rp105 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Mentawai. Hal itu dikatakan Kepala Dinas PU, Sumadi. ”PT.Revanza Graha Prakarsa dengan nomor kontrak 600.20/SP07/PPK-15.10/DP4-KKM/VII2012 kita putus kontrak mereka kemarin itu karena pelaksanaan mereka di lapangan main-main. Dan untuk tahun ini PT mereka tidak kita izinkan mengambil tender itu lagi,” ungkapn ya s eperti d ilan sir puailiggoubat.com. Nilai kontrak pembangunan jalan Pokai-Sirilanggai Rp2.952.380.900. dengan konsultan PT.Prima Seni Alambina. ”Kita membayar hasil kerja mereka kemaren itu sesuai dengan hasil di lapangan. Walaupun material mereka banyak menumpuk, itu tidak kita bayar,” tegasnya. Demikian juga halnya pembangunan jalan Pokai-Sikabaluan dengan kontraktor PT.Nabil Surya Persada dengan nomor kontrak 600.20/SP-03/PPK.15.09/DPUKKM/ VI-201 2. Nil ai kon trak pembangunan jal an terse but sebanyak Rp4.949.947.000. ”Itu juga gagal selesai tahun kemaren,” katanya. Akibat tidak beresnya jalan tersebut membuat masyarakat kecewa, seharusnya tahun ini bisa dinikmati masyarakat. ”Kontraktor yang tidak sanggup mengambil tender itu lebih baik tidak usah ikut tender, karena kalau pekerjaan mereka tidak selesai membuat masyarakat kecewa. Belum lagi di lapangan mereka banyak main-main,” kata Untarias warga Dusun Pokai. Permainan di lapangan yang dimaksudkan Untarias seperti halnya yang dilakukan kontraktor pembangunan jalan Pokai-Sirilanggai yang dilakukan PT. Revanza Graha Prakarsa mengambil pasir pantai ratusan kubik untuk timbunan dasar badan jalan. ”Waktu kita lihat pertama kita tegur mereka. Oleh pihak kontraktor menawarkan uang dan pekerjaan, namun kita tidak mau. Yang lain saat ditawarkan uang menerima dan malah jadi pengawas penambangan pasir pantai,” jelasnya. Tak menerima aktifitas penambangan pasir pantai terus dilakukan, Untarias melaporkan hal ini kepada pihak dusun, desa dan kecamatan. Akhirnya tim kecamatan dan desa turun ke lokasi dan langsung melakukan pelarangan. (wan)

BBM Subsi, Harga Jadi Pertamax
Mentawai, Sasaraina—Sejak gempa dan tsunami 25 Oktober 2010, kelangkaan minyak di Mentawai sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Parahnya lagi, sejak empat hari terakhir, krisis BBM tersebut mulai lumpuh, khususnya para tukang ojek dan angkot. Akibatnya, harga minyak dibeberapa pedagang eceran melambung dengan harga Rp15 ribu. Seorang warga Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Ida Nusrida, kecewa dengan krisis BBM yang berkepanjangan tersebut. Padahal pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp5.500, namun di lapangan harga di luar batas. ”Sudah tiga hari ini sepeda motor parkir di rumah karena tidak ada bensin. Ada pedagang minyak dadakan menjual seharga Rp15 ribu, namun tempo satu jam sudah habis. Sampai siang ini, sudah tidak ada lagi pedagang eceran menjual bensin,” kecewanya. Pantauan Sasaraina disepanjang jalan Tuapejat sebagai ibukota kabupaten, semua tempat penjualan minyak eceran kosong. Bahkan para siswa pulang sekolah banyak yang menyorong sepeda motornya. Ketika Kepala Dinas Perindagkop Mentawai akan dimintai konfirmasi, namun pihaknya belum menerima tamu wartawan. ”Maaf, bapak tidak bisa menerima tamu, karena sebentar lagi mau rapat,” ujar seorang staf repsesionis. (wan)

MENDORONG : Dua siswa SMA mendorong sepeda motornya sejauh 5 Km. Namun juga tidak mendapatkan bensin di setiap pangkalan minyak dan pedagang eceran yang ada di Tuapeijat, Mentawai.

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

14
FOTO : ISTIMEWA

Menanti Surat Sakti Kemenhut RI
Mentawai, Sasaraina —Gempa dan tsunami yang memporakporandakan Kabupaten Kepulauan Mentawai 25 Oktober 2010 lalu itu kini sudah dua tahun berlalu. Bahkan setiap tanggalnya selalu diperingati seraya mengheningkan cipta sambil berdoa. Bekas kehancuran bencana alam itu pun masih banyak menyisakan kenangan pilu bagi setiap korban. Kini dua tahun penantian, namun kehidupan juga belum normal. Pascabencana gempa dan tsunami, berbagai pihak berbondongbondong datang untuk membantu pemulihan Bumi Sikerei. Terlebih dari NGO, yang tidak segan-segan membuang uang miliran rupian di bumi yang sudah luluhlantak itu. Alam yang masih terus mencekam dikegelapan malam itu seolah tidak Warga sekitar sudah mendapatkan kabar, bahwa akan ada pemutaran film untuk menghibur para korban tsunami. Sesaat film akan diputar, bukan hanya anak-anak yang memadati, tapi para orang tua juga tidak kalah ketinggalan untuk menikmati hiburan malam bersama itu. Listrik diesel satu-satunya di hunian sementara (huntara) menjadi tumpuan harapan penerangan untuk pengobat duka. Sambil tersenyum, tertawa, bahkan meneteskan air mata, ketika ratusan penonton menyaksikan film dokumenter berjudul ”Tiga Puluh Menit Kehidupan”. Film pembuka berdorasi 30 menit itu mampu membius konsentrasi keributan semua penonton. Pandangan mereka tajam 30 menit tsunami menyapu. Malam buta yang gelap-gulita membuat warga Bumi Sikerei kehilangan arah untuk menyelamatkan diri. Sebagian di antara mereka nekad menantang gulungan tsunami sambil berenang. Namun, dari ratusan orang yang menantang gulungan tsunami, hanya beberapa orang saja yang berhasil selamat. Itu pun mungkin dengan adanya sentuhan kasih tangah Tuhan. ”Tsunami itu datang bagaikan pesawat tempur. Semakin gulungannya dekat ke pantai, semakin keras suaranya. Lalu ombak besar pun datang. Saya bersama anak dan istri berlari ke dalam hutan sambil tergubertanggungjawab atas kehidupan mereka yang semakin tertekan dan terkikis nyaris setengah hidup. Tinggal di huntara sangat tidak membahagiakan. Air bersih mengharapkan hujan turun. Beras juga mengharapkan kedatangan Dinas Sosial. Ladang yang banyak menyimpan segudang cadangan makanan lenyap digulung tsunami. Hutan yang banyak memberikan kehidupan juga tergadai oleh HPH. Sementara suara insan pers juga tidak didengar lagi. Siapa yang mau peduli lagi. Sementa ra di tengah -tengah ibukota Provinsi Sumatera Barat, proyek pembangunan hutan dilakukan oleh masyarakat Mentawai. Apapaun tuntutannya, yang jelas proyek pembangunan huntap ini meilik Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat. Meski sudah ada kesepakatan proyek huntap dikerjakan secara swadaya masyarakat Mentawai, namun Kementerian Kehutanan Republik Indonesia masih enggan, dan mungkin saja tidak merestuinya, sehingga surat sakti berisi pembebasan kawasan hutan juga belum selesai.

akan membawa peruabahan hidup. Di tengah-tengah ketakutan, berbagai aksi pun dilakukan oleh para NGO untuk mengobati rasa trauma bagi warga Bumi Sikerei. Bahkan nonton bareng di malam hari pun kerap dilakukan untuk mengobati rasa duka mendalam bagi para korban sebelum tidur. Di pengungsian Desa Taikako, Kecamatan Pagai Utara, menjelang petang, anak-anak sudah mulai berkumpul di tempat pertemuan darurat yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

menatap layar putih yang dipancarkan dari infocus. ”Mungkin seperti ini tsunami Mentawai kemaren ya,” pikir seorang penonton yang bertepatan duduk di samping interpos. Tsunami Metawai datang sekitar pukul 21.30 Wib. Artinya, sebagian warga di Kecamatan Sipora Selatan, Pagai Selatan, Pagai Utara itu masih tidur. Apalagi, umumnya listrik desa hanya mampu menerangi sampai pukul 21.00 Wib. Maka diprediksikan, usai listrik desa padam, gempa pun menyambut dan dalam tempo

lung. Duri rotan yang melilit dan merobek kulit tubuh pun seakan tidak terasa pada malam itu. Akhirnya saya sekeluarga selamat,” kenangnya sambil matanya tetap tajam memandang layar film. Kondisi huntara sampai saat ini masih memprihatinkan. Program rehab-rekon pemerintah macet selama dua tahun. Sementara para NGO sudah banyak meninggalkan para korban yang selama ini banyak memberikan bantuan hidup kepada mereka. Warga merasa dibiarkan dan diterlantarkan, seolah pemerintah masih

para pejabat sibuk membahas program rehab-rekon di hotel berbintang dengan mengabiskan dana ratusan juta. Debat ilmiah sampai diskusi kusir pun berkahir tanpa hasil. Di jalanan, para aksi demonstran juga kehilangan arah dalam menentukan sikap dan tuntutan untuk para korban tsunami yang masih tinggal di huntara. Sebagian suara demonstran mengharapkan, agar proyek pengerjaan hunian tetap (huntap) dilakukan melalui pihak ketiga (kontraktor). Sementara suara idealis menyatakan,

Dua tahun sudah warga Bumi Sikerei tinggal di huntara, namun waktu yang panjang itu juga belum cukup untuk berpikir bagi pejabat kementerian kehutanan. Sementara warga yang tinggal di huntara sudah kehilangan pikiran, dan terpaksa pulang kembali ke kampung halamannya yang sudah rata dengan tanah. Siapa yang salah. Semoga kita tidak menghakimi Tuhan yang telah memberikan petaka bagi kehidupan orang Mentawai. Dan semoga Tuhan tetap komitmen memberikan rahmatnya untuk alam semesta. (wan)

15
50 Jiwa Dievakuasi
Agam, Sasaraina—Sebanyak 50 jiwa di Jorong Data Kampung Dadok Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, K abup aten Agam, Sumatera Barat terpaksa dievakuasi ke daerah lebih aman akibat longsor susulan melanda daerah itu pada Rabu sekitar jam 6:00 WIB. Wali Jorong Data Kampung Dadok Zulhedi, Rabu, mengatakan sekitar 50 jiwa ini dievakuasi karena tinggal di tujuh unit rumah yang berada di lokasi longsor yang terjadi pada Minggu (27/1). ”Mereka merupakan keluarga korban yang datang dari Pakanbaru, Tembilahan dan Medan yang sengaja datang untuk melihat keluarga yang mendapatkan musibah,” kata Zulhendri. Dikatakan, ke 50 orang ini dievakuasi ke gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang berada tidak jauh dari lokasi longsor. Menurut dia, ini disebabkan karena Rabu sekitar pukul 6:00 WIB, longsor susulan kembali terjadi di lokasi yang sama dan tidak mengakibatkan korban jiwa. ”Pada saat itu, bunyi gemuruh terdengar keras dari lokasi longsor dan saya langs ung keluar dari rumah,” kata Zulhedi yang juga saksi mata longsor pada Minggu (27/1). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam Bambang Warsito menambahkan, evakuasi warga untuk sementara ini berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda dan Komandan Kodim 0304 Agam Letkol Trias Wijarnako. ”Ini bertujuan agar tidak terjadi korban susulan yang menimbun masyarakat setempat,” katanya. Bupati Agam Indra Catri mengatakan, warga yang tinggal di daerah longsor ini akan secepatnya dipindahkan ke daerah yang lebih aman. Dia menambahkan, bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan di daerah aman, maka pihaknya menganjurkan meminta tanah untuk perumaha n ke saudara me reka . La lu mengevakuasi ke daerah yang akan ditetapkan oleh Pemkab Agam. ”Hal ini akan kita bahas secepatnya, agar tidak terjadi korban jiwa apabila longsor susulan terjadi,” tambahnya. Terkait jumlah bantuan yang diperoleh, Indra Catri menambahkan, saat ini sudah banyak bantuan berupa mie instan, beras, gula, telur, air mineral, uang tunai Rp200 juta dan lainnya. ”Bantuan ini tidak hanya dari kabupaten dan kota di Sumbar, melainkan dari luar provinsi seperti Bandung, Jakarta, Batam, Pekanbaru, Medan dan lainnya,” katanya. Selain dapat bantuan, evakuasi korban longsor di Kabupaten Agam juga mendapat pujian dari Kepala BNPB Republik Indonesia Syamsul Ma’arif, karena berhasil menemukan 17 korban dalam waktu empat hari. (*/wan)

edisi : 01/tahun IV/januari-2013

17 Korban Longsor Ditemukan
Agam, Sasaraina—Tim gabungan berhasil mengevakuasi 17 korban longsor di Jorong Data Kampung Dadok Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hingga Rabu pukul 18:00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubukbasung, Rabu, mengatakan ke 17 korban yang berhasil ditemukan yakni, Rosmi (75), Juliardi (25), Nurhaida (23), Dilla (2), Rosda (55), Asril (58), Indah (6), Aldi (9), Julianti (26), Tarjudin (65), Martini (60), Kursinah (70), Kamal (1,5), Erni Astuti (38) dan Mursinah (50), Bayar (70) dan Rani (8). Hari ini, katanya, tim gabungan menemukan dua korban atas nama Bayar pada pukul 11:00 WIB dan Rani pada pukul 16:30 WIB, dalam keadaan tubuh mulai membesar dan mengeluarkan bau tidak sedap. ”Kedua korban ditemukan tim gabungan dengan menggunakan eskavator dengan jarak sekitar 20 meter dari rumah korban,” tambahnya seperti dikutip kantor berita antara-sumbar.com. Setelah ditemukan, jenazah langsung dimandikan dan disemayamkan di Masjid Al Ihsan. Kemudian dimakamkan di pandam pekuburan kaum tidak jauh dari lokasi. Saat ini, masih tersisa tiga warga Kampung Dadok yang diduga masih tertimbun longsor yang terjadi pada Minggu (27/1) pagi. Mereka adalah P Sinaro (40), Padri (9), dan Nursidah (65). ”Saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan bantuan tiga alat berat,” sebutnya. Sementara korban yang terluka, yakni Irwan (37), Leni Marlina (32), Syahrial (17) dan Anto (32), masih dirawat di Puskesmas Maninjau dan RSUP M. Djamil Padang. (*/wan)

ANDA INGIN MEMILIKI USAHA YANG MAJU DAN MENGUNTUNGKAN DI SINI TEMPATNYA. HUB : 081363881857

edisi : 01/tahun IV/januari-2013
FOTO : ISWAN TO/IN TERPOS

16
 bibir pantai
FOTO : ISWAN TO/IN TERPOS

ABRASI : Pantai Mapaddegat terus terkikis dengan sapuan ombak pantai. Akibatnya, tepian itu nyaris habis terkikis, bahkan bencana kini mulai mengancam beberapa rumah yang berada di kawasan pantai tersebut. Sampai saat ini, pantai primadona itu belum mendapatkan restu dari pemerintah untuk dijadikan objek wisata andalan yang terletak di Ibukota Kabupaten Mentawai.

Mentawai, Ssaraina — WISATA dunia. Itulah Mentawai dengan objek wisata yang pen uh sensas i dan bergensi. Surfing merupakan salah satu objek wisata pilih tanding. Satusatunya kabupaten/kota yang ada di Sumbar, hanya Mentawai yang memiliki nilai dollar. Orang pun ngiler mendengar nama Mentawai,sekaligus takut dengan ancaman tsunami berdasarkan hasil penelitian dari beberapa pakar geologi. Namun semenarik apakah sebenanya Mentawai itu? Tuapeijat merupakan salah satu Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum tertata dan terkelola, baik wajah kota maupun potensi pariwisatanya. Setiap orang datang ke Tuapeijat selalu bertanya, di mana paling enak untuk jalan-jalan. Maka orang pun akan memberi petunjuk, bahwa wisata yang enak itu di Siberut, dan Sikakap. Karena dua pulau ini memiliki pantai serta resot yang menawan dan akan memanjakan tamunya. Berbeda dengan di Tuapeijat, paling tidak Pantai Mapaddegat yang kini sedang rusak unyak, bahkan sekarat. Kerusakan pantai Mapaddegat diawali dengan aksi pengerukan pasir oleh semua warga Tuapeijat untuk

menyongsong hari pembangunan di Mentawai. Mau tidak mau, material ini menjadi primadona ketika bahan baku kayu sering menjadi beban hukum bagi warga Tuapeijat, umumnya Mentawai. Pasir pun menjadi sasaran empuk bagi warga untuk membuat lubrik. Tak terbendung lagi, pantai pun terkikis sampai nyaris habis. Kecewa, tentu saja! Namun inilah kondisi Tuapeijat yang sedang membangun, meskipun pada akhirnya warga mulai sadar akibat bencana sedang mengincar. Ada harapan besar terhadap kesadaran warga Tuapeijat ketika pantai Mapaddegat bisa dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebab setiap Sabtu dan Minggu, pantai Mapaddegat merupakan satu-satunya pilihan keluarga untuk berwisata. Meskipun kondisinya tidak menarik, tapi itulah pilihan terakhir bagi warga Tuapeijat untuk memanjakan keluarganya saat liburan kerja. Dinas pariwisata sebagai satu-satuny a ge rbon g ya ng d iharapka n, ternyata belum memiliki perencanaan. Atau mungkin tidak pernah merencanakan sama sekali untuk me ngel ola pantai Mapad dega t.

Sebagai bukti, memasuki tiga periode berjalan massa kabuoaten, sampai saat ini pembangunan pemerintahan belum menyentuh pantai Mapaddegat. Keheranan ini pantas dipertanyakan oleh seorang Kepala Desa Tuapeijat, Bitcar, bahwa setiap tahunnya sudah dilakukan musyawarah rencana pembangunan kecamatan (Musrenbangcam), namun pada saatnya sama sekali tidak terealisasi. Terkesan, musrenbangcam sebagai formalitas tahunan. Padahal, dasar membangun pemerintahan itu terletak pada ide-ide yang lahir dari desa. Sebab saat ini, desa merupakan gerbang utama dalam mengubah kehidupan sosial dan pembangunan dalam berpartisipasi menciptakan masyarakat sejahtera dan merata. "Kita s etiap tahunnya selalu merencanakan pembangunan untuk pantai Mapaddegat,tapi hanya sekdar ditulis saja, sedangkan realisasinya tidak ada. Padahal, pantai Mapaddegat ini bukan milik Tuapeijat, tapi Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jika ini penilaiannya, kita semua akan malu. Mau tidak mau, setiap tamu yang datang pasti akan ke pantai Tuapeijat," kritik Bitcar. (wan)

Wisata Sehat
MESKI bibir pantai di sepanjang Desa Tuapeijat tidak layak untuk dijadikan wisata keluarga, namun jika di potret dengan sosok gadis cantik akan berubah. Dewi Hafsari, cewek kelahiran Padang ini kini tampil mempesona berlatar pantai di kawasan Jati. ”Dari pada suntuk, mendingan jadi model dadakan,” celoteh jebolan Akper Padang Pariaman yang kini bekerja di RSUD Mentawai. Menurut cewek kelahiran 1991 ini, Mentawai sangat potensial dan memiliki peluang besar untuk dijadikan wisata standar internasioanl. Namun sejauh ini belum terkelola dengan maksimal, bahkan terkesan malah hancur. “Udaranya sejuk di sepanjang pantai ini. Sebagai seorang perawat, Pantai Mentawai bisa dijadikan sebagai wisata kesehatan. Jadi dapat dua manfaat, selain hilang stres, paruparu jadi sehat menghirup udara bersih pantai Jati ini,” lugunya. Pantauan Sasaraina, gadis dengan kulit bersih bergaun putih itu semakin berpose di depan camera tanpa malu-malu. Meski belum pernah menjadi model, tapi hasil gaya di depan cepretan camera sangat profesional. (wan)

IKLAN SELAMATTAHUN BARU PEMKAB MENTAWAI

BAGI KAUM MUDA-MUDI MENTAWAI YANG INGIN GABUNG PADA RUBRIK “BIBUR PANTAI” SILAHKAN DATANG KE REDAKSI RADIO SASARAINA DENGAN MEMBAWA FOTO PRIBADI YANG MENARIK. ATAU KRU SASARAINA AKAN MELAKUKAN FOTO DILOKASI OBJEK WISATA MENTAWAI KONTAK PERSON REDAKSI SASARAINA 081363881857

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->