Anda di halaman 1dari 19

PENYAKIT SKABIES

Nur Anis binti Mohd Anuar NIM: 102009337 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jl.Arjuna Utara No.6, Jakarta 11510 Email: elmny89@yahoo.com.my Abstrak: Scabies atau kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabei var hominis dan produknya. Scabies merujuk pada lesi kulit yang dihasilkan oleh kutu ini. Scabies adalah penyakit yang mudah diobati, namun gejala scabies yang mengakibtakan gatal-gatal pada kulit masih umum menyebabkan berlakunya kesulitan untuk diagnosis dan pengobatan yang tidak memadai kepada pasien dan juga kepada yang terkena kontak penyakit ini, ditambah dengan langkah-langkah pengendalian lingkungan yang tidak sempurna akan memperberat scabies. Scabies adalah great clinical imitator. Spektrum manifestasi kulit yang luas dan gejala scabies yang umum sering mengakibatkan diagnosis penyakit ini tertunda. Ttingkat prevalensi lebih tinggi pada anak-anak dan individu yang aktivitas seksual yang aktif. Kata kunci: Scabies, kudis, Sarcoptes scabei var hominis, great clinical imitator, gatal pada kulit

Pendahuluan
LATAR BELAKANG MASALAH
Von Hebra, yaitu bapak dermatologi moden telah meletakkan pengetahuan dasar mengenai scabies. Scabies mempunyai pelbagai penyebab dan penyebab ini ditemukan pertama kali oleh Benomo pada tahun 1687, kemudian oleh Mellanby yang melakukan percobaan induksi 1

pada sukarelawan pada perang dunia kedua. Penyakit ini sinonim dengan masyarakat umum dengan istilah gudik, budukan, gatal agogo dan juga the itch.1 Skabies merupakan penyakit yang umum dijumpai di Negara Indonesia. Skabies mudah menular sehingga sering terjadi wabah pada daerah tropis, kondisi social ekonomi yang rendah, penduduk padat atau tempat-tempat pelayanan umum seperti panti asuhan, panti jompo, pesantren dan rumah sakit. Penderita scabies pada umumnya anak-anak dan dewasa muda, sedangkan kelamin tidak banyak berbeda. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas. Pemeriksaan laboratorium dengan mikroskop akan ditemukan adana terowongan dan tungau di dalam terowongan tersebut. Skabies dapat dirawat dan prognosisnya adalah baik.1

SKENARIO
Seorang anak laki-laki berumur 5 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan gatal-gatal pada sela-sela jari tangan. Anak tersebut tinggal di panti asuhan dan 2 orang sekamarnya mengeluh seperti anak tersebut.

HIPOTESIS
1. Gatal-gatal pada sela jari tangan anak tersebut disebabkan oleh dermatitis kontak alergi. 2. Gatal-gatal pada sela jari tangan anak tersebut merupakan tanda-tanda scabies.

FOKUS PENELITIAN

Berdasarkan kasus, beberapa masalah yang dapat dikenalpasti. Antaranya adalah:


Anamnesis

Pemeriksaan fisik dan penunjang Diagnosis a) Differential diagnosis (DD) b) Working diagnosis (WD) Epidermiologi Etiologi Patofisiologi Penatalaksaan (terapi) Komplikasi Prognosis Pencegahan 2

Anamnesis2,3
Anamnesis yang akurat sangat vital dalam mengegakkan diagnosis yang tepat pada kondisi-kondisi yang mengenai kulit. Keluhan utama tersering di antaranya adalah ruam, gatal, bengkak, ulkus, perubahan warna kulit, dan pengamatan tak sengaja saat pasien datang dengan keluhan utama kondisi medis lain. Pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada pasien dengan lesi kulit antara lain adalah:
Kapan pertama kali pasien memperhatikan adanya ruam? Di mana letaknya? Apakah terasa gatal? Adakah pemicu (misalnya pengobatan, makanan, sinar matahari dan allergen potensial)? Dimana letaknya benjolan? Apakah berasa gatal? Apakah berdarah? Apakah bentuk/ukuran/warnanya berubah? Adakah benjolan di tempat lain? Bagaimana perubahan warna terjadi (misalnya pigmentasi meningkat. Ikterus, pucat)? Siapa yang memperhatikan perubahan warna? Sudah berapa lama? Bandingkan dengan foto terdahulu. Adakah gejala penyerta yang menunjukkan adanya kondisi medis sistemik (misalnya penurunan berat badan, artralgia dan lain-lain)?

Gambar 1: Skabies pada siku

Riwayat penyakit terdahulu


Pernahkah pasien mengalami gangguan kulit, ruam dan lain-lain? Adakah riwayat kecenderungan atopi (asma, rhinitis)? Apakah pasien memiliki masalah dengan kulit di masa kecil? Adakah riwayat kondisi medis lain yang signifikan? (khususnya yang mungkin memiliki manifestasi kulit, misalnya SLE, penyakit seliaka, miositis atau transplantasi ginjal.)

Obat-obatan
Riwayat pemakaian obat yang lengkap penting bagi semua jenis pengobatan., baik obat resep ataupun alternative, yang dimakan atau topical. Pernahkah pasien menggunakan obat untuk penyakit kulit? Pernahkah/apakah pasien menggunakan imunosupresan?

Alergi
Apakah pasien memiliki alergi obat? Jika ya, seperti apa reaksi alergi yang timbul? Apakah pasien mengetahui kemungkinan allergen yang lain? Pernahkah pasien menjalani patch test atau pemeriksaan respons IgE?

Riwayat keluarga
Adakah riwayat penyakit kulit atau atopi dalam keluarga? Adakah orang lain di keluarga yang mengalami kelainan serupa?

Riwayat sosial
Bagaimana riwayat pekerjaan pasien; apakah terpapar sinar matahari, allergen potensial atau parasit kulit? Apakah menggunakan produk pembersih baru, hewan peliharaan baru dan lain-lain? Apakah pasien baru-baru ini bepergian ke luar negeri? Adakah pajanan pada penyakit infeksi (misalnya cacar air)?

Pemeriksaan2,3
PEMERIKSAAN FISIK
Apakah pasien sakit ringan atau berat? Apakah pasien tampak pucat, syok, berpigmen atau demam? (Kondisi kulit serius yang mengenai daerah yang luas pada kulit bias menyebabkan kehilangan cairan yang membahayakan jiwa dan infeksi sekunder?) 4

Kelainan kulit Makula papula Plak pustula Vesikula/buba Ulkus Kista

Definisi Daerah perubahan warna kulit yang terbatas jelas dengan kulit normal tanpa tonjolan atau lekukan kulit di sekitarnya. Lesi menonjol padat dengan diameter < 0.5cm Penonjolan di atas permukaan kulit yang mengenai area permukaan yang realtif besar dibandingkan dengan tingginya Penonjolan kulit berbatas tegas yang berisi eksudat purulen Lesi menonjol berbatas tegas yang berisi cairan. Vesikula memiliki diameter < 0.5cm, sedangkan bulla berdiameter > 0.5cm Lesi yang menunjukkan kerusakan epidermis dan dermis Rongga tertutup yang berisi cairan atau bahan semi-padat

Tabel 1: perubahan kulit primer

Adakah perubahan kulit sekunder yang memperberat atau merupakan akibat dari proses primer? Misalnya:
Definisi Lapisan deskuamasi stratum korneum Serum, darah atau eksudat purulen yang mengering Daerah lekukan berbatas tegas akibat hilangnya epidermis Penebalan kulit akibat sering digosok atau digaruk yang menyebabkan semakin jelasnya garis-garis kulit normal Atrofi epidermal akibat berkurangnya lapisan sel-sel epidermal. Atrofi dermal terjadi akibat berkurangnya jaringan ikat dermal Lesi yang terbentuk akibat kerusakan dermal. Ekskavasi superficial epidermis akibat garukan.

Kelainan kulit skuama krusta Erosi Likenfikasi Atrofi Parut Ekskoriasi

Tabel 2: perubahan kulit sekunder

Lakukan palpasi lesi untuk mengetahui suhu, mobilitas, nyeri tekan dan kedalaman. Periksa adanya pembesaran kelenjar getah bening yang merupakan drainase. Lakukan pemeriksaan lengkap untuk menganalisis adanya penyakit sistemik.

PEMERIKSAAN PENUNJANG3,4,5
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Pemeriksaan mikroskopik dari pengerokan kulit. identifikasi tersebut hanya mudah dilakukan pada Gambar 2: Tungau dan telur penderita scabies Norwegia/ scabies krusta, sedangkan pada scabies klasik sangat sulit karena setiap individu hanya ditemukan 10-15 tungau. Lesi dipilih dari papul eritem atau vesikel yang masih utuh, diambil di tempat predileksi.

2. Pemeriksaan terowongan tungau Beberapa alat tambahan untuk melihat terowongan yaitu dengan kaca pembesar, tinta cina, uji tetrasiklin dan epuminescense microscopy. Tinta cina: uji positif jika tinta masuk dalam terowongan dan memberikan gambaran khas berupa garis zig-zag atau kurva. Uji tetrasiklin: mengoleskan tetrasiklin pada papul eritem utuh, diperiksa dengan laptu wood. Hasil positif jika terdapat fluoresensi dalam terowongan. Epiluminescene microscopy: tehnik non invasive terdiri dari:a) dermatoskopi b) stereomikroskopi c) videodermatoskopi

Gambar 3: Terowongan yang dihasilkan oleh tungau

Diagnosis1,6,7
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS (DD)
Ada yang berpendapat bahawa penyakit scabies ini adalah merupakan the great imitator kerana dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal. 6

DERMATITIS KONTAK IRITAN


Definisi : dermatitis eksogen yang disebabkan oleh bahan atau substansi yang menempel pada kulit terutamanya yang bersifat iritan, yang mempunyai efek merusak langsung ke kulit setelah terpapar bahan tersebut, misalnya asam, alkali atau deterjen, bahan pelarut, minyak pelumas dan serbuk kayu. Persamaan Dapat terjadi erosi, eksoriasi Perbedaan .Ada 2 jenis: a) akut -penyebabnya iritan kuat dan biasanya dari kecelakaan -kulit terasa pedih atau panas, eritema, vesikel -dapat terjadi segera atau lambat (12-24jam atau lebih) b) kronis -kontak iritan berulang oleh factor fisik seperti gesekan, trauma mikro, kelembapan rendah, panas dan dingin. -gejala kulit kering, skuama, hyperkeratosis, likenifikasi

DERMATITIS KONTAK ALERGI


Definisi : dermatitis eksogen yang timbul setelah kontak dengan allergen melalui proses sensitisasi dan hipersensitif Persamaan Faktor usia anak kecil lebih cenderung mengalami dermatitis kontak iritan. Gejala umumnya gatal. Perbedaan Gejala dermatitis kontak iritan yang akut, dapat berupa eritema berbatas jelas, kemudian edema, papulovesikel, vesikel atau bula. Vesikel atau bula dapat pecah menimbulkan erosi dan eksudasi.

URTIKARIA
Definisi : reaksi kulit yang ditandai dengan adanya rasa gatal disertai dengan udema berbatas tegas pada epidermis (urtika), berwarna kemerahan yang timbulnya cepat dalam waktu beberapa menit dan menghilang perlahan-lahan dalam waktu beberapa menit sampai 24jam. Persamaan Gejala gatal Antara penyebab urtikaria adalah infeksi bakteri, jamur, infestasi cacing dan serangga. Perbedaan Timbulnya cepat, menghilang dengan perlahan dalam beberapa menit hingga 24 jam

PRURIGO
Definisi: :Erupsi popular kronik dan rekurens. Terdapat berbagai macam prurigo, yang tersering dilihat ialah prurigo hebra; yaitu penyakit kronik dimulai sejak bayi atau anak. Kelainan kulit terdiri dari papul-papul miliar berbentuk kubah, sangat gatal, mudah diraba daripada dilihat terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor. Persamaan Gejala yang sangat gatal Perbedaan Berlaku di bagian eksterimas ekstensor. (Skabies di bagian lipatan kulit seperti celah jari, siku bagian luar, lipat ketiak, areola mamae, umbilicus, bokong, genitalia, inguinalis)

PEDICULOSIS KORPORIS
Definisi : Infeksi kulit disebabkan oleh Pediculus humanus var.corporis yang berlaku di bagian badan.

Persamaan Dapat menular melalui pakaian Gejala gatal

Perbedaan Dapat timbul infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional.

CREEPING ERUPTIONS
Definisi : kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbulkan dan progresif, disebabkan oleh invasi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing. Persamaan Gejala gatal, lebih hebat di malam hari Membentuk terowongan (burrow), mencapai panjang beberapa cm. (lebih panjang) Perbedaan Gejala panas di tempat gatal, menjadi papul dan menjadi lesi berbentuk linear atau berkelok-kelok, berwarna merah.
Papul merah menjalar seperti benang berkelokkelok, polisiklik, serpiginosa. Tempat predileksi di tungkai, tangan, anus, bokong, paha

WORKING DIAGNOSIS (WD)


Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabei varietas hominis. Infestasi tersebut menyebabkan berbagai macam gambaran klinis pada kulit dan gejala pruritus terutama malam hari. Pruritus merupakan hasil reaksi hipersensitivitas tipe IV (tipe lambat). Penegakan diagnosis pasti apabila ditemukan tungau, telur atau skibala pada pemeriksaan mikroskopik, tetapi hasil pemeriksaan tersebut sering kali negative. Karena sulitnya menemukan tungau maka secara klinis diagnosis scabies dapat ditegakkan apabila terdapat trias, yaitu lesi kulit pada daerah predileksi berupa burrow/terowongan, papul, pustule, vesikel atau nodul, gatal terutama malam hari dan terdapat riwayat sakit serupa di dalam satu rumah atau kontak.1,8-11

Gambar 4,5: lipatan jari yang terinfeksi

gambar 6: pustule pada pergelangan tangan

Gambar 7: scabies pada bayi

Gambar 8: nodul merah dan terowongan pada penderita scabies

Epidemiologi9-11
Penyakit ini ditemukan hampir di semua Negara di dunia dengan prevelansi yang bervariasi. Di beberapa Negara yang sedang berkembang, prevelansi scabies sekitar 6-27% dari populasi umum dan cenderung tinggi pada anak usia sekolah serta remaja. Contoh yang dapat dilihat adalah dari statistic dari Divisi Dermatologi Anak Unit Rawat Jalan RSU Dr. Soetomo tahun 2003 sebanyak 80 penderita dari lingkungan usia anak 1-14 tahun. Dikatakan bahawa setiap siklus 30 tahun terjadi scabies. Banyak factor yang menyebabkan penularan penyakit scabies ini. Antaranya adalah sosioekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, hubungan seksual yang promiskuitas, kesalahan diagnosis dan perkembangan dermografik dan ekologik. Scabies juga tergolong dalam penyakit akibat hubungan seksual.

10

Etiologi9-11
Permulaan penularan penyakit scabies adalah dengan Sarcoptes scabiei betina yang sudah dibuahi atau kadang-kadang oleh bentuk larva, yang dikenali sebagai Sarcoptes scabiei var. animalis yang kadang-kadang dapat menulari manusia, terutama pada mereka yang banyak memelihara binatang peliharaan misalnya anjing. Terdapat pelbagai penyebab penularan penyakit scabies ini. Antara cara penularan atau tranmisi penyakit ini adalah: a) kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) :contoh seperti hubungan seksual, tidur bersama, berjabat tangan b) kontak tak langsung (melalui benda) : contoh seperti pakaian, handuk, sprei, bantal dan lain-lain. : berkontak dengan larva tungau saat berjalan melalui semak atau rumput tinggi atau tanah yang diinfestasi dengan tungau c) haiwan peliharaan seperti kelinci, kucing dan anjing

Patogenesis dan manifestasi klinik


PATOGENESIS8-11

Gambar 9,10 : Sarcoptes scabiei 11

Sarcoptes scabiei termasuk dalam filum Arthropoda kelas Arachinida, ordo Ackarima, super family Sarcoptes. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan tidak bermata. Betina lebih besar daripada jantan dan bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir dengan rambut sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan perekat.

Gambar 11 :Siklus hidup Sarcoptes scabiei Setelah kopulasi yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati, kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh yang betina. Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum, dengan kecepatan 2-3milimeter sehari sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sehingga mencapai jumlah 40 atau 50. Bentuk betina yang dibuahi dapat hidup berbulan lamanya. Telur akan menetas, biasanya dalam waktu 3-5hari, dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva ini dapat tinggal di dalam terowongan tetapi dapat juga keluar. Setelah 2-3 hari larva menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina dengan 4 pasang kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari. Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau scabies tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Tungau tetap dapat hidup 2-3 hari pada pakaian atau handuk. Inkubasi memerlukan waktu 1 bulan setelah infestasi, kemudian disertai pruritus. Infeksi ulang akan berlaku diikuti oleh hipersensitivitas dalam 24 jam. Pada saat itu berlaku kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekuder. 12

MANIFESTASI KLINIK 9-11


Terdapat beberapa gejala penting yang dapat membedakan penyakit ini dari gejala penyakit yang lain. Antaranya adalah: Pruritus nokturna : gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok : misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. (hiposensitisasi) Walaupun mengalami infestasi tungau, tetapi tidak memberikan gejala. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier).

Ada terowongan (kunikulus) : berlaku di tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi, dan lain-lain). Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis yaitu di sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mamae, umbilicus, bokong, genitalia eksterna pria dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.

Menemukan tungau : gejala paling diagnostic. Dapat dtemukan satu atau lebih stadium hidup tungau tersebut.Tungau di bagian terowongan yang terhasil di kulit.

Gejala yang lazim : terdapat papul kecil, eritematosa, gatal yang dapat tampak ekzematosa karena ekskoriasi dan infeksi sekunder. :terjadi di selaput-selaput jari, dan sisi jari-jaro, permukaan anterior pergelangan tangan, sisi luar tangan, permukaan ekstensor siku, ketiak, putting pada perempuan, penis dan bokong :pada bayi dan anak kecil, bias terdapat infestasi pada kepala, leher, telapak tangan dan telapak kaki, tempat-tempat yang tidak sering terkena pada remaja dan orang tua. 13

dermatosis yang berkrusta : gejala ini terdapat pada Skabies Norwegia. Bentuk scabies ini ditandai dengan dermatosis berkrusta pada kaki dan tangan, kuku yang distrofik dan skuama yang generalisata. :Bentuk ini sangat menular tetapi rasa gatalnya sangat sedikit. :Tungau dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat besar. Penyakit ini terdapat pada penderita retardasi mental, tahap imun yang rendah, kelemahan fisis, gangguan imunologik dan psikosis.

Gambar 12,13,14: Skabies berkrusta; Skabies Norwegia.

Penatalaksaan
NON MEDIKA MENTOSA9-11
Untuk mengurangi rasa gatal, dapat dilakukan beberapa langkah seperti: rendam dan dinginkan kulit Anda. Perendaman dalam air dingin atau menggunakan kain lap, sejuk basah untuk daerah teriritasi kulit dapat meminimalkan gatal. Oleskan lotion yang menenangkan. Contoh seperti Lotion calamine, tersedia tanpa resep, dapat secara efektif mengurangi rasa sakit dan gatal-gatal dari iritasi kulit minor. Ambil obat antihistamin. Atas saran dokter untuk meringankan gejala alergi yang disebabkan oleh scabies. .

14

MEDIKA MENTOSA1,9,12
Perawatan yang selalu dilakukan adalah dengan menggunakan obatan anti scabies dan juga anti histamine untuk mengurangi gejala gatal. Obatan anti scabies ini tidak toksis dan tidak iritatif serta mampu membunuh semua stadium Sarcoptes scabieae. Tabel 4 : jenis obat yang digunakan untuk menangani penyakit scabies.
Jenis obat Salap 2-4 Kebaikan obat Keburukan obat

Benzil benzoate emulsi 20%

Scabicid, Scabex

: obat ini murah dan aman : pemakaian obat ini adalah minimal selama 3 hari :dalam bentuk lotion :efektif untuk semua stadium : tidak iritasi :pemakaian obat adalah selama 3 malam :efektif untuk semua stadium : pemakaian selama 2 malam

:tidak membunuh stadium telur :memberikan bau belerang dan iritasi : mengurangkan gatal : jangan diberikan kepada anak bawah 6 tahun

: neurotoksik (SSP) : Jangan diberikan kepada anak-anak dan wanita hamil : iritasi mukosa : sangat toksik- digunakan di malam hari waktu tidur 8 jam/ hari dan cuci setelah bangun tidur : kontraindikasi untuk bayi dan wanita hamil. : toksik- digunakan pada malam hari 6-12 jam dan cuci setelah bangun tidur :setelah 24 jam penggunaan, cuci untuk penggunaan berikutnya

Crotaderm Nix Permetrin

: bertindak sebagai anti gatal, anti bakteri :obat baru :paling aman dan efektif. : krim 5 % :bekerja mempengaruhi aliran kanal Na+ untuk memperlambat depolarisasi, paralisis dan kematian parasit :efektif untuk semua stadium : krim atau lotion :digunakan sebagai pengganti permetrin :lebih aman untuk bayi, wanita hamil dan menyusui :efektif bila digunakan 3 hari berturut15

Lindan

Sulfur presipitat 7%

Krotamiton (eurax)

Malathion

turut : digunakan topical : dalam sediaan krim/lotion 10% :berfungsi sebagai skabisid :efektif jika digunakan 24jam : lotio 0.5% : suatu pestisida organofosfat :mula-mula digunakan sebagai obat anticacing/ onkoserkariasis : terutama untuk pasien scabies dengan HIV :diberikan sebagai dosis tunggal (oral)

: berlaku iritasi kulit

: hati-hati dengan efek toksik- cuci setelah 24 jam :berlaku gangguan GIT, rasa lelah dan sedasi.

Ivermektin

Komplikasi9-11
Komplikasi-komplikasi yang akan timbul dan akan menjadi penyulit diagnosis adalah infeksi sekunder : akibat garukan yang kronis, akan menghasilkan gejala impetigo. Impetigo adalah penyakit kulit superficial yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococcus. Impetigo sering mempersulit skabies dan menghasilkan pengerasan kulit dan pustula yang tergores. :Selulitis juga dapat terjadi, mengakibatkan pembengkakan dan kemerahan lokal yang menyakitkan : diserang demam. : berlaku perluasan pustular
Scabies berkrusta : sangat mudah berjangkit dan susah untuk diobati : akan menyerang golongan yang mempunyai tahap imun yang rendah seperti: Orang dengan kondisi kesehatan kronis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV atau leukemia kronis Orang yang sangat sakit, seperti orang di rumah sakit atau fasilitas perawatan Orang tua di panti jompo

16

Furunkulosis : penyakit radang folikel rambut dan sekitarnya. Jika lebih daripada sebuah disebut furunkulosis. Karbunkel ialah sekumpulan furunkel. :disebabkan oleh Staphylococcus aureus. dermatitis kontak :berlaku akibat pengobatan sendiri untuk penyakit scabies : akibat daripada reaksi hipersensitiviti daripada penggunaan obat.

Prognosis1,11
Dengan terapi yang adekuat, penyakit ini prognosisnya baik kecuali pasien mempunyai kelainan imunologik.

Pencegahan9
Terapi umum yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit scabies daripada menular adalah: kebersihan perorangan : tidak berkongsi pakaian, handuk dan sebagainya : menukar pakaian dalam atau linen dengan kerap, membasuh dengan air panas dan detergent dan dikeringkan dengan mesin pengering baju dengan haba yang tinggi. kebersihan lingkungan obati keluarga dan kontak personal memeriksa haiwan pemeliharaan agar bebas dari tungau gejala pruritus mungkin akan masih menetap hingga 2-3 minggu akibat terdedah kepada reaksi hipersensitiviti daripada pemakaian obat anti-skabies.

17

PENUTUP
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Infestasi tersebut menyebabkan berbagai gambaran klinis pada kulit dan gejala pruritus terutama malam hari. Pruritus merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas tipe IV (tipe lambat). Skabies merupakan problem kesehatan yang cukup serius terutama pada komunitas padat seperti asrana, pesantren, panti dan rumah perawatan. Penyakit ini didapatkan di seluruh dunia dan merupakan penyakit endemis terutama di Negara-negara sedang berkembang dan beriklim tropis seperti Indonesia.5,11

KESIMPULAN
1. Hipotesis pertama ditolak. 2. Hipotesis kedua diterima. Gatal-gatal pada sela jari tangan anak laki-laki berusia 5 tahun tersebut merupakan tanda-tanda scabies.

18

DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda A., Hamzah M., Aisah S. Pedikulosis, scabies, creeping eruption. Penyakit kulit parasit hewani. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5th ed. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. 2. Jaya D.P., Dany F. Diagnosis lesi kulit, anamnesis dan pemeriksaan kulit. Sistem kulit. Pemeriksaan Fisik dan Anamnesis Klinis. 3rd ed. Buku Kedokteran EGC. 2010. 3. Gleadle J. Anamnesis and physical examination of skin. History and Examination at a Glance. 10th ed. Blackwell Science Ltd. 2007. 4. Garcia LS., Bruckner DA. Arachnida. Sarcoptes Scabei. Diagnostic Medical Parasitology. 5th ed. Elsevier Science Publishing Co., Inc. 2008. 5. Sari E.Y.E., Susetiati D.A., Hartati F. Uji diagnostic scabies. Berkala Kesehatan Klinik. Vol. XIV, No 1, Juni 2008; 41-46. ISSN 0854-2805. 6. Oxford Concise Medical Dictionary. 7th edition. Oxford university press :2007 7. Mark H.B, Fletcher A.J, Jones T.V, Porter R. The Merck Manual Of Medical Information Dictionary. 4th home edition. Pocket books reference; 2007. 8. Hadidjaja P. Gandahusada S. Sarcoptes scabei. Pembagian filum arthropoda arachnida. Atlas Parasitologi Kedokteran. 1st ed. PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta.2010. 9. Chen Y.A., Christopher T. Scabies. Parasitic Infection. Dermatology Infection. The Toronto Notes. 27th ed. Toronto Notes for Medical Students, Inc. Toronto, Ontario, Canada. 2011. 10. Wahab A.S., Trastotenojo M., Pedit B. U., Prasetyo A. Araknidisme. Skabies. Penyakit mikotik dan parasitic. Buku Ajar Pediatri Rudolph. 20th ed. Vol.1. Buku Kedokteran EGC. 2006. 11. Zulkarnain I., Listiawan M.Y., Setyaningrum T. Kadar imunnoglobulin E-spesifik terhadap tungau debu rumah pada penderita scabies nonatopi anak. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Vol 19 no. 2 Augustus 2007; ISSN 1978-4279. 12. Zunilda D.S., Hedi R.D. Antihistamin dan alergi. Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Departemen Farmakologi dan Terapeutik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. 19