Anda di halaman 1dari 7

Problem

Hypotesis

Mekanisme

Data Tambahan

Problem Definition

Learning Issues

Problem Solving

Bp. W (61 tahun) Diagnosa Fistula datang melalui dengan sadar Perianal poli keluhan DD: Hidradenitis supuratif ada benjolan di sekitar anus sejak 1,5 th yang lalu. Dulu sempat mengeluarkan darah dari dan pus Sinus Pilonidalis Sinus atau abses yang benjolan, mengandung rambut dalam region intergluteal. Timbul dengan nyeri, pembengkakan, drainase purulent. Infeksi kelenjar apokrin kutaneus pada perineum. Dapat membentuk sinus-sinus, abses superficial Head: CA -/-, SI-/Thorax: Pulmo: Simetris, sonor, vesikuler +/+ Cor : S1 S2 murni, reguler Abdomen : Supel, timpani, peristaltic (+), NT (-) Akral : hangat, KU : baik, CM VS/TD: 110/70 mmHg N : 84 x/menit R : 22 x/menit S : 36,3 C 2. Bagaimana penegakan diagnosis Fistula Perianal? 3. Bagaimana tatalaksana pasien dengan Fistula Perianal? 1. Apa saja gejala dan bagaimana patofisiologi terjadinya Fistula Perianal? Fistula perianal merupakan inflamasi yang terjadi di sekitar region kanal anal, menyebabkan morbidity yang signifikan dan sering membutuhkan terapi surgical berulang karena adanya kekambuhan. Fistula perianal ini merupakan komplikasi dari abses anorektal yang lebih sering Fistula adalah saluran abnormal yang menghubungkan dua struktur antara organ dengan lapisan tubuh, sedangkan pada fistula perianal menghubungkan anal kanal dengan kulit perineum. Fistula perianal merupakan fase kronik sepsis anorektal mempunyai karakteristik adanya single atau

namun sekarang tidak.

Proctitis Inflamasi pada mukosa rectum.

udem (-) Status Lokalisasi: terdapat benjolan di sebelah kanan

terjadi pada usia 30-50 tahun, dan sangat jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih

multiple ulkus sinus disertai keluarnya discharge purulent kronis atau nyeri siklik yang

Abses Ischioanal space

anus 2-3 cm, NT()

dari 60 tahun. Dan berhubungan Darah Lengkap: Hb :13,9 Gol. Darah : A Al : 10,3 ureum : 32 AE : 4,52 kreatinin At : 264 SGOT : 23 : 0,85 2 kali lebih sering terjadi pada lakilaki. Sekitar 3050% pasien dengan abses anorektal dengan pembentukan abses. Sebagian besar fistula perianal berasal dari

membentuk fistula kelenjar pada anal. perianal Fistel dapat terletak di subkutis, submukosa, antar sfingter, atau menembus sfingter. Kelenjar ini berlokasi di lapisan subepitelial anal kanal yang sejajar dengan linea dentate. Duktus kelenjar berakhir di

HMT : 40,1 SGPT : 22

Eosinofil : 2 Na Basofil : 144,9 :0

: 4,16

kripta Morgagni. Etiologi Primer Obstruksi pada kelenjar yang menyebabkan terjadinya stasis dan infeksi. Sekunder Iatrogenic (hemorrhoideal surgery), Inflamatory

Batang : 1 Cl : 116,6

Segmen : 68 GDS: 101 Limfosit : 24 HbSAg (-) Monosit 5 PPT INR APTT : 13,3 ::29,8

Control PTT : 13,8 Control APTT : 31,7

15/1/2013 Telah dilakukan Fistulotomi a/i Fistula perianal

Bowel Disease (Crohns disease), infeksi (viral, fungal, atau

Medikasi :

TB), malignancy

Inj. Cefoperazone Inj. Ketorolac Patofisiologi Obstruksi pada duktus kelenjar yang disebabkan material fekal, benda asing, atau trauma dapat menyebabkan stasis dan infeksi. Infeksi dimulai dari cryptoglandular yang berkembang hingga mencapai lapisan dinding musculus spincter anal sehingga terbentuk abses anorektal. Klasifikasi fistula perianal menuruk

Parks: a. Intersphincteric Fistula Merupakan fistula perianal tersering. Saluran elewati linea dentate mengikuti hanya spincter internal dan berakhir ke kulit perianal b. Transsphincteric Fistula Saluran melewati spincter internal dan eksternal menuju fossa ischiorektal dan ke perinneum c. Suprasphincteric

Fistula merupakan komplikasidari abses supralevator. Saluran berkembang dari abses internal spincter yang melewati puborectalis, kemudian melengkung lateral ke bawah menuju eksternal spincter, ischioanal space ke kulit perianal. d.

Ekstrasphincteric Fistula Saluran berasal dari rectum menuju kulit perianal melalui ischioanal space.