P. 1
Perkembangan & Pertumbuhan Sistem Reproduksi

Perkembangan & Pertumbuhan Sistem Reproduksi

|Views: 165|Likes:
Dipublikasikan oleh iqiqiqiqiq

More info:

Published by: iqiqiqiqiq on Mar 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2015

pdf

text

original

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA

Siti Hildani Thaib, dr., MKes
Bagian Biologi Kedokterandan Andrologi

Fakultas Kedokteran UNSRI

TUJUAN PEMBELAJARAN
 1.

2. 3.

Agar mahasiswa mengetahui dan memahami tentang : Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan normal dan abnormal organ reproduksi pria dan wanita selama masa kehamilan Perkembangan embrio mulai fertilisasi sampai Embriogenesis Kaitan tahap pertumbuhan dan perkembangan dengan berbagai penyakit congenital pada organ sistema reproduksi
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 2

MATERI PEMBELAJARAN
I.Pertumbuhan dan perkembangan SISTEMA REPRODUKSI 1. Embriologi sistema reproduksi tingkat Indefferent 2. Embryologi sistema reproduksi tingkat Different,

a.Perkembangan dan pertumbuhan ORP
1. 2.

3.

Kelenjar kelamin [Gonade : Testis] Saluran kelamin [ductus efferentia, duc.defferentia, kelenjar vesicalis Organ genitalia eksterna

l
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 3

MATERI PEMBELAJARAN
b. Perkembangan dan pertumbuhan ORW
1.
2. 3.

c. Pengaruh Sex Chromatin dan Hormon dalam differensiasi jenis seks, d. Perkembangan dan pertumbuhan abnormal ORP dan ORW
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 4

Kelenjar kelamin [Gonade : ovarium] Saluran kelamin [Tuba uterina, Uterus, vagina ] Organ genitalia eksterna

MATERI PEMBELAJARAN

II.Perkembangan embrio mulai fertilisasi sampai embriogenesis.
III. Kaitannya dengan kelainan kongenital yang terjadi akibat abnormalitas perkembangan sistem reproduksi.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 5

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

6

1. TINGKAT INDEFFERENT
  

Germ cell mengandung sex chromatin X atau Y terdapat di dorsal Sac. Vit (diluar embryo) Mg. ke 4 mulai migrasi kedalam bakal gonade Sp mg ke 7 gonade dan adnexsanya dalam perkembangan dalam tingkat Indefferent Setelah germ cell masuk mg ke 7 gonade dan adnexsanya  tingkat Defferent [terbentuk ORP & ORW ] Perkembangan tkt defferenent (Sex chr X/Ymsk gonade , hormon dan IMF didalam testis

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

7

1. TINGKAT INDEFFERENT

Bakal gonade (mesoderm medial mesonepros)  Gonade ( medulla tali medulla & cortex tali cortex,jar meso  parenchym,epithelium coelum dinding) Germ cell sex chr Xtali medulla rete testis , tali cortex  tali kelamin  tub.semineferus,parenchym Cortex(ddg)  tunika albugenia. Germ cell sex chr.Y  tali medulla menghilang, tali cortexlepas dari dinding  mengelilingi setiap germ sel.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 8

1.1. GONAD INDIFFERENT

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

9

1.2. GONAD INDIFFERENT

3 weeks

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

10

1.3. GONAD INDIFFERENT

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

11

1.4. GONAD DAN SALURAN INDIFFERENT
 

Mesoderm intermediasaluran excresi ( nephron) Pronepros ( leher , thorax bag. Atas)  menghilang. Mesonephros (thorax-lumbal)duc. mesonephros ( ductus wolfii) sinus urogenitalia  saluran kelamin pria ( ductus efferent, epididymus, ductus defferent dan tunas ureter) Epitelcoelum medial & sejajar duc. wolfii ductus paramesonephros ( duc.mulleri) sinus urogenitalis  saluran kelamin wanita (tuba uterina, uterus, 2/3 bag.atas vagina Metanephros ( daerah sacral)  jar. Ginjal tetap.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 12

1.4. GONAD DAN SALURAN INDIFFERENT

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

13

1.5. GONAD DAN SALURAN INDIFFERENT DAN DIFFERENT

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

14

2. TINGKAT DIFFERENT
 

Mulai mg. ke 7 kehamilan ORP:. Gonade  testis * medulla rete testis, jaringan parenchym ( sel leydic , sel sertoli), tub. Semineferus, germ cell.-*cortex Tali kelamin  tubulus semineferus, sel sertoli, germ cell (spermatozoa), sel leydic, * ddg menebal tunica albugenia * hasil  spermatozoa & testoteron & IMF ( sel leydic) menekan perk. Duc. Mulleri. ORW:. Gonade ovarium * medulla & Cortex  germ cell ( oogonia) dikelilingi dikelilingi tali kelamin cel folikel, tali medulla menghilang, ddg tidak membentuk tunica albugenia .* hasil: oocyt sekunder ( Ovum) & estrogen . Perkembangan ductus Wolfi , Ductus Muleri dan Sinus urogenitalis dan adnexa lainya.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 15

a. PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN ORP
1.

2. 3.

Perkembangan Kelenjar Kelamin testis, Saluran Kelamin dan adnexa Organ genitalia eksterna

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

16

a.1. PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN TESTIS


GONADE  TESTIS (sex chr. Y) Medulla Tali medulla rete testis berhub. dgn tubulus semineferus , parenchym jar. Pununjang ( sel sertoli, sel intertitiel, sel leydig) Cortextali kelamin tubulus semineferus dimasuki germ cel ( spermatogonia) diantara sel sertoli, jar.Penunjang sel sertoli sebagai inang spermatogonia. Epitel coelum tunica albugenia Sel leydictestosteron, sel intertisialIMF  supresi perkembangan duc. Mulleri.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 17

2.1.1. PERKEMBANGAN TESTIS

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

18

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

19

a.2.PERKEMBANGAN DUCTUS WOLFII
 

Saluran excresi (nephron) ductus efferent berhubungan dgn rete testis Duc.wolfiiepididymis,duct.Defferent masuk ke sinus urogenitalis (VU) tunas vesica seminalis Tumbuh Tunas ureter ke cranial  jar. Metanephros ( ginjal)bag. distal msk & ikut membentuk ke VU Pada orw sal. Excresi paroophoron, duc. Wolfii epoophoron
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 20

PERKEMBANGAN TESTIS DAN DUCTUS

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

21

PERKEMBANGAN TESTIS DAN DUCTUS

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

22

a.3. PERKEMBANGAN ORGAN GENITALIA EKSTERNA

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

23

2. b. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORW
1. 2.

3.

Kelenjar kelamin [ovarium] Organ genitalia interna [Tuba uterina, Uterus, vagina] Organ genitalia eksterna

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

24

b.1 PERKEMBANGAN & PERTUMBUHAN OVARIUM

 

Ovarium dipengaruhi sex chr. X: * medulla tali medulla hilang, parenchym  sel intertiel dan tali kelamin ( cortex) lepas dari dinding mengelilingi oogonia sel folikel Dinding gonade  tidak menebal tunika albugenia tdk ada. Sel follikel akan berkembang follikel matang ( fol. Graff) Menghasilkan hormon estrogen & oosit sekunder
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 25

b.1. PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN OVARIUM

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

26

b.2.Perkembangan&pertumbuhan genitalia interna ORW

Duc. Mulleri ( mesoderm)  bag. Cranial tetap sepasang menuju ketengah tuba uterina. bag. Caudal akan bersatu ditengah  uterus & 1/3 atas vagina bermuara ke sinus urogenitalis ( genital grove) Uterus:septum uterushilang,ddg  3 lapisan ( endo, myo, perimetrium) Pada orp: duc. Mulleri paradidymis, utriculus prostatikus.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 27

b.2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGAN GENITALIA INTERNA ORW

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

28

b.2 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGAN GENITALIA INTERNA ORW

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

29

2.2.2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGAN GENITALIA INTERNA ORW

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

30

b.3.PERKEMBANGAN GENITALIA EXTERNA ORP

 

Sinus urogenitalis Vesica urinaria ( besar), urethrae pars prostatika( sempit)& epitel kel. Prostaat semen Urethral sweling  tertutup ( urethrae pars cavernosa) Genital swling scrotum Tuberkulum genitale Phalus penis sambil menutup urethral grove( urethrae p.cavernosa).
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 31

b.3. PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN ORGAN GENITALIA EXTERNA

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

32

c. PENGARUH SEX CHROMATIN DAN HORMON PADA DIFFERENSIASI JENIS SEKS

HORMON YANG MEPENGARUHI JENIS SEKS PRIA ADALAH : • LH >> SEL LEYDIG >>TESTOSTERONE >>DIHIDROTESTOSTERONE (DHT) • TESTOSTERONE >> SEKS SEKUNDER PRIA • DHT >> PENIS + PROSTAT • PENIS ADA FAKTOR NON HORMONAL • Kel. Prostaat >keseimbangan progesteron& estrogen HORMON YANG MEPENGARUHI JENIS SEKS WANITA ADALAH : • ESTROGEN >> SEKS SEKUNDER WANITA DAN ORGAN GENITALIA INTERNA DAN EKSTERNA WANITA • IMF >>SEL LEYDIG >> UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN DUCTUS MULLERI • Progesteron. Penebalan endometrium& cyc. Haid.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 33

c. Determinasi & Differensiasi Jenis Seks,

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

34

c.2. Determinasi & Differensiasi Jenis Seks,

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

35

c.3. Faktor yang Mempengaruhi pertumbuhan dan Perkembangan ORW

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

36

c.3. Faktor yang Mempengaruhi pertumbuhan dan Perkembangan ORW

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

37

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

38

d.1. DESCENCUS TESTICULORUM

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

39

d. PERKEMBANGAN ABNORMAL PENIS & SCROTUM

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

40 SHT

3.2. MALDESCENT TESTIS (UNDESCENSUS TESTISCULORUM) Macam Maldescent
1. 2. 3. 4.

Cryptorchydism Inguinal Testis Rectratile Testis Testicular Ectopy

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

41

d. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ABNORMAL UTERUS

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

42

II.PERKEMBANGAN EMBRYO
1. 2. 3.

4.

Fertilisasi Cleavage Polarisasi Embrionik Gastrulasi

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

43

1. FERTILISASI a. struktur sperma dan ovum b. persiapan fertilisasi c. fusi sperma dan ovum d. kejadian setelah fertilisasi e. insiasi perkembangan f. parthenogenesis

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

44

a. FERTILISASI
• Fertilisasi adalah proses dimana sperma dan ovum bersatu membentuk ZYGOTE, leluhur setiap sel pada masa embrio dan dewasa. • Fertilisasi mempunyai 2 tahap yang penting: 1. Jumlah khromosom kembali DIPLOID, 2. Aktivasi perkembangan. • Pacuan aktivasi menyebabkan perubahan metabolik • dan morfologi yang menghasilkan pembelahan • zygote menjadi makhluk multiseluler. • Kedua hal tersebut dipelajari dari sea urchin • Riset invitro fertilisasi mammalia pada : mouse, hamster, rabbit dan pig.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 45

b.PERSIAPAN FERTILISASI
Sperma mengalami proses persiapan sebelum fertilisasi 1. Aktivasi motilitas sperma Sea urchin = pH; Mammalia = maturasi di epididymis 2. Penarikan sperma ke ovum Chemotaxis= pergerakan satu sel ke sumber bahan kimia yang disekresikan oleh sel lain. 3. Penetrasi lapisan luar ovum, Mammalia = capacitation dalam alat reproduksi female >> acrosome reaction, Sea Urchin = tidak ada capacitation, acrosome reaction fusi acrosome dan sperm plasma membran dan proses acrosome.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 46

C. FUSI SPERMA DAN OVUM
1.Terjadi penghancuran corona radiata& zona fellucida
2.Terjadi fusi plasma membrane sperma dan ovum 3.Terbentuk FERTILIZATION CONE, yang membantu sperma masuk ke dalam ovum. 4.Nukleus, centriole, mitochondria, dan juga axonema flagella sperma masuk ke dalam cytoplasma ovum.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 47

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

48

FERTILISASI

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

49

d.FERTILISASI

Setelah di dalam Oocyte :

Hasil utama dari Fertilisasi :

1. Reaksi Zona dan Cortex : Oocyte tidak dapat dimasuki oleh sperma lain Zona pellucida berubah menuup tempat masuk > mencegah Polyspermy 2. Oocyte melajutkan tahap meiosis ke II : Oocyte secunder maturasi menjadi ovum definitive .Golgi cell [apparatus golgi] present 3. Preservation egg metabolism 1. Jumlah chromosome kembali 46 (22+X/Y) 2. Determinasi Sex oleh Sex Chromosome Sperma 3. Pembelahan mulai setelah 24 jam fertilisasi

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

50

Skema 3 tahap penetrasi Oocyte oleh sperma

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

51

D. KEJADIAN SETELAH FERTILISASI
Ada 2 kejadian setelah fertilisasi ynag menyebabkan aktivasi zygote : 1. Kejadian awal (early response) 2. Kejadian akhir (late response) 1. Kejadian awal : a. pencegahan polyspermy, physiology polyspermy, fast block dan slow block b.Kontrol cortical reaction, c. Fusi nucleus sperma dengan nukleus ovum female pronucleus, male pronucleus, synkaryon.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 52

E. INISIASI PERKEMBANGAN
Merupakan late response dari aktivasi zygote,
Pembentukan embrio, 1. Perubahan metabolik, aktivasi transport ion K dan asam amino, peningkatan sintesa protein dan inisiasi replikasi DNA,inositol triphosphate, diacylglycerol. 2. Perubahan morphologik Dua sel dan seterusnya multicelluler dan organogenese

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

53

2. CLEAVAGE
FERTILISASI >>>ZYGOTE>>>BLASTOMERE  (Cleavage :pembelahan sel) CELL CYCLE = mempunyai phase G1, S, G2, M Pada Embrio waktu cell cycle <<< dari normal G1 & G2 >>(-), S dan M <<< DIATUR OLEH FAKTOR DI DLM CYTOPLASMA CLEAVAGE ADA 2 PEMBELAHAN: 1. KARYOKINESIS 2. CYTOKINESIS
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 54

3. IMPLANTASI

Implantasi = Nidasi  peristiwa penanaman hasil fertilisasi (blastula) kedalam endometrium Pada hari ke 9 setelah fertilisasi Penebalan endometrium  hormon progesteron dan estrogen Terbagi 1. sebelum implantasi 2. implantasi 3. sesudah implantasi
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 55

3. IMPLANTASI
PERKEMBANGAN MANUSIA SEBELUM IMPLANTASI

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

56

“PROSES IMPLANTASI”

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

57

Blastocyst hari ke 9

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

58

4.POLARISASI EMBRIONIK DAN GASTRULASI
Larva/Adult Body plan >> 2 tahap : 1. Perkembangan Bilateral Symetris dan radial symetri polarisasi sepanjang axis animal-vegetal a. anteroposterior axis, b. dorsoventral axis c. left-right axis body axes ditentukan oleh Embryonic Polarization.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 59

POLARISASI EMBRIONIK DAN GASTRULASI (lanjutan)

3.Pergerakan dasar sel semasa Gastrulasi : 1. Epiboly 2.Intercalation 3.Convergent extension 4.Invagination 5.Ingression 6. Involution3.
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 60

PERKEMBANGAN MANUSIA SETELAH IMPLANTASI

Terbentuk : Craniocaudal folding, lateral folding dan tabung 3 dimensi Gastrulasi (ectoderm,intraembryonic mesoderm, endoderm), Primitive grooves, primitive node, primitive pit,

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

61

5. PRIODE EMBRIO (Minggu ke 3 - 8)
I. Umum : A. Semua sistem organ utama mulai berkembang pada periode embrio 3 - 8 minggu (hari 15 - 56) B. Perkembangan sistem Cardiovascular adalah penting untuk kelangsungan nutrisi embrio, C. Pelipatan : 1. Craniocuadal folding menyebabkan perkembangan sistem syaraf, 2. Lateral foldinng,perkembangan somites, amnion, dan komponen dinding lateral tubuh. 3. Perubahan three-dimensional cylinder
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 62

5. PERKEMBANGAN LEBIH LANJUT TROPHOBLAST
A. Syncytiotrophoblast membentuk lacunar network B. Cytotrobhoblast membentuk outer cytotrophoblast shell 1. Melekatkan chorion ke endometrial stroma 2. Memncegah invasi lebih lanjut syncytiotrophoblast

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

63

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

64

Potogan Longitudinal melalui villus pada akhir minggu ke 3 perkembangan

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

65

6.Perkembangan akhir ketiga lapisan embryo

Ectoderm  sel epidermis, jaringan syaraf ( ssp, sso, syaraf periphere) Mesoderm  jar. Otot, iar tulang, jar. Ikat, darah, jar’ mesothelium lain, jar. Parenchym dll. Entoderm  jaringan epithelium, lelenjar

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

66

Potongan garis tengah Cephalo-caudal

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

67

Potongan garis tengah Cephalo-caudal 18 hari embryo

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

68

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

69

C. HEMATOPOESIS (Blood cells formation) pertema terjadi pada minggu ke 3 perkembangan di jaringan extraembryonic visceral mesoderm. 1. Angioblast di dalam pusat angiogenic cells cluster menjdi asal primitive blood cells, 2. Dimulai pada minggu ke 5, haematopoesis diambil alih selanjutnya oleh organ embryo;hepar, limpa,thymus dan sumsum tulang, 3. Sumber dari hematopoetic stems cells tetap menjadi mystery

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

70

III.ASPEK KLINIK
A. SACROCOCCYGEAL SARCOMA Tumor yang berkembang dari sisa primitive streak, dari sel totipotent, lebih sering pada bayi wanita, harus dioperasi sebelum usia 5 tahun. B. CHORDOMA tumor dari sisa notochord, pada daerah intracranial /sacral C. CAUDAL DYSPLASIA akibat abnormal gastrulasi 1. VATER 2. VACTERI D. MISSED MENSTRUAL PERIOD (2 minggu) tanda kehamilan,high susceptibility to teratogens
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 71

Rujukan :
1.

LANGMAN’S MEDICAL EMBRYOLOGY, 5TH EDITION, TW SADLER, 1985, WILLIAMS & WILKINS,BALTIMORE,USA EMBRYOLOGY, FIX,JD.,DUDEK,RW,1995, WILLIAMS & WILKINS, BALTIMORE,USA
Sylvia S. Mader, Human Biology 8th Edition, Mc Graw Hill Higher Education, Boston, 2004
SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW 72

2.

3.

SHT Pertumbuhan dan Perkembangan ORP & ORW

73

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->