Anda di halaman 1dari 11

Evolutions Final Project

By Fitria Dwi Apriyanti (103204016) Education of Biology A 2010 Class

Task: Choose four hominid species and crete a chart that compares the three species in relation to age, diet, range, and other informations, include sketches of the skull.

Table 1. The Comparisons of Four Hominds in Several Aspects


No. 1 Aspek Pembeda Umur Fosil Australopithecus afaransis 3,9-3,0 juta tahun Wanita: 105 cm/35, 2 Ukuran Tubuh 28 kg/62 lbs Laki-laki: 151 cm/411, 45 kg/99 lbs 3 4 Makanan Volume Otak Buah, kacang, biji-bijian dan umbi Ukuran otak mirip dengan Australopithecus boisei 2,3-1,2 Juta tahun Wanita: 124 cm/41 24 kg/75 lbs Laki-laki: 137 cm/46 44 kg/97 lbs Makanan yang keras seperti kacang dan umbi-umbian Ukuran otak mirip dengan Homo neanderthalensis 150.000-30.000 tahun Wanita: 156 cm/51 80 kg/176 lbs Laki-laki: 165 cm/55 84 kg/185 lbs Memakan makanan pada umumnya dan daging Ukuran otak sangat besat Homo heidelbergensis 600.000-100.000 tahun Wanita: 157 cm/52 51 kg/112 lbs Laki-laki: 175 cm/59 62 kg/137 lbs Memakan makanan pada umumnya Ukuran otak sangat besar

kera (380-500 cm3) Bisa dikatakan tidak memiliki tulang frontal, Tulang parietal tebal dan rata, tulang occipital tidak terlihat (orientasinya lebih panjang dan datar di bagian bawah dan bagian belakang tengkorak lebih tinggi lebih dan bulat)

kera (410-530 cm3) Tulang frontal sangat sempit, terdapat sagital atau tulang puncak yang menonjol sepanjang garis tengah tengkorak pada puncak tulang parietal, penyempitan postorbital, tulang occipital masih sempit

(1300-1750 cm3)

(1100-1400 cm3) Beberapa spesimen memiliki tulang kranial yang tipis, sehingga tulang tengkorak ringan. tulang parietal lebih tinggi dan kubah (atas) bentuknya bulat, tidak ada penyempitan postorbital. tulang occipital membulat lonjong ke belakang.

Morfologi Kepala

Tengkorak kerangka minus terkait dengan adaptasi mereka untuk berburu besar di lingkungan yang dingin. Tengkorak berbentuk oval Tulang kepala tebal, tengkorak kuat, tengkorak lebih kecil dibanding dengan tengkorak manusia modern, memiliki tulang frontal (tidak ada penyempitan tulang postorbital), tulang parietal lebih tinggi dan kubah (atas) bentuknya bulat, tulang occipital pipih dan memanjang/menonjol ke belakang.
Tulang alis masih menonjol tapi sudah mulai rata, tulang hidung menonjol, rongga lubang hidung bulat besar dan

Morfologi Muka

Tulang alis tebal dan menojol, tulang mata bulat, tulang pipi melebar ke samping sebagai adaptasi terhadap kekuatan

Tulang alis masih menonjol dan tebal, tulang mata bulat segiempat, tulang pipi sangat melebar ke samping dan muka cekung, bentuk

Tulang alis menonjol, tulang mata lebar agak segiempat, tulang pipi sempit, tulang rongga hidung oval kecil.

mengunyah makanan keras, bentuk rongga tulang hidung berbentuk segitiga besar Premolar pertama lebih rendah, email gigi tebal, memiliki gigi taring lebih besar (molar dan premolar) dan gigi anterior yang lebih kecil (gigi seri) Rahang bawah tebal, kuat, menonjol dan besar

rongga tulang hidung berbentuk bulat lebih kecil dibanding Australopithecus afaransis Gigi seri dan taring kecil, lapisan email gigi tebal. Gigi premolar dan molar spesies ini sangat besar (terutama lebar) struktur ini digunakan sebagai kekuatan mengunyah. Rahang kuat untuk mengunyah makanan.

tulang pipi lebih sempit.

Morfologi Gigi

Umumnya memiliki gigigigi yang kecil tapi gigi taring besar, lapisan gigi email tebal,

Gigi-gigi umumnya kecil, email gigi tipis.

Rahang

(rahang bawah) mandibula sangat besar, terutama di corpora mandibula (bagian dari mandibula bawah gigi pipi) yang besar dan rami mandibula (piring vertikal tulang di bagian belakang rahang, gigi belakang) yang sangat tinggi.
Lengan relatif panjang, jarijari melengkung, ibu jari pendek, -

Rahang kuat dan mulai tereduksi, sehigga tidak terlalu besar

Rahang kuat dan pipih

Morfologi Lengan dan Jari

Lengannya relatif kuat, fungsinya seperti tangan modern yakni aktif memegang, ototnya kuat,

Lengan modern, Bipedal

proporsi tubuh modern dan bipedal. Lutut melebar melebihi kaki (kaki agak melengkung), bagian atas tibia datar, sehingga lutut stabil, jari kaki besar dan melengkung Lutut melebar melebihi kaki (kaki agak melengkung) Badan lebih luas, dengan Proporsi tubuh modern bahu lebar, tulang iga, dan pinggul yang juga lebar. Tulang tungkai dan distal merupakan segmen pendek dari tungkai (tulang lengan bawah dan kaki bagian bawah). Kerangka di luar tengkorak patah tulang, terutama di tulang tungkai, hal ini berkaitan dengan perburuan mangsa berbahaya pada jarak dekat. Stepa yang dingin, tundra ber-es, daerah berhutan Bervariasi, mulai dari savanna hangat sampai dingin, hutan gugur

10

Morfologi Kaki

dan anatomi lutut semua menunjukkan Au. afarensis berjalan dengan dua kaki.

11

Percampuran dari savana daerah berhutan, danau, menghabiskan setidaknya Lingkungan/Habitat sebagian waktunya di pohon dan daratan banjir (tergenang air) Ditemukan alat batu

Savana dengan daerah yang berhutan

12

Kemajuan Tradisi

Anatomi tulang tangan yang spesies ini untuk memproduksi alat-alat batu

Mahir berburu dengan memiliki teknologi alat batu canggih yang dirancang untuk berburu mamalia besar dalam jarak

Membuat alat-alat batu yang cukup canggih dan hewan besar buruan, menunjukkan Kemampuan canggih untuk terlibat dalam kegiatan sosial

dekat. Ditemukan artefak-

kooperatif. Alat-alat yang

untuk simbolik, menguburkan anggota yang mati, menciptakan tungku dan alat-alat lain serta menjahit baju.

diciptakan tipis dan lebih halus daripada serpihan. artefak, Memiliki kemampuan Terlibat dalam perilaku yang lebih kompleks karena volume otak yang lebih besar. Menyembelih daging (sisasisa bantaian hewan)
Sedikit dimorfik seksual sebagaimana manusia sekarang, beberapa terpecah menjadi Homo sapiens dan Homo heidelbergensis

Ditandai dengan domorfik seksual.Ada dimorfisme

Ditandai dengan domorfik seksual

13

Variasi

seksual yang kuat dalam tengkorak spesies ini, sehingga laki-laki yang lebih besar daripada perempuan, Tingkat perbedaan antara pria dan wanita adalah sama dengan apa yang terlihat pada kera Afrika
Africa Timur Africa: Behohdelie, Ethiopia, Hadar, Ethiopia Afrika Timur Afrika: Omo, Ethipia Koobi Fora, Kenya

Beberapa seksual dimorfik, variasi antara bentuk barat dan timur (homo sapiens awal)

14

Sebaran

Eropa, Timur Tengah, Asia Barat, Asia: Teshik-Tash, Uzbekiztan

Afrika, Asia, Eropa Afrika: Bodo, Ethiopia Laetoli, Tanzania

15

Lokasi Kunci

Laetoli, Tanzania

Olduvai Gorge, Tanzania

Eropa: Krapia, Krosia Vindija, Kroasia La Ferrassie, Perancis Saint-Cesaire, Perancis Feidhofer, Jerman Forbes Quarry, Gibraltar Monte Circeo, Italia Timur Tengah: Kebara, Israel Tabun, Israel Shanidar, Iraq

Broken Hill, Zambia Asia: Dali, China Eropa: Swanscombe, Inggris Arago, Perancis Mauer, Jerman Steinheim, Jerman Petralona, Swiss

Tampak Dorsal:

Tampak Dorsal:

Tampak Dorsal:

Tampak Dorsal:

16

Gambar Morfologi Kepala

Tampak Lateral:

Tampak Lateral:

Tampak Lateral:

Tampak Lateral:

Tampak Ventral:

Tampak Ventral:

Tampak Ventral:

Tampak Ventral:

JURNAL REFLEKSI DIRI 1. Analisis tugas belajar: Dalam menyelesaikan tugas Becoming Human ini, hal yang pertama kali saya lakukan, adalah membaca woorksheet meliputi indikator tujuan yang akan saya dapatkan setelah mempelajari software Becoming Human ini, selain itu mempeelajari instruksi bagaimana menjalankan program tersebut. Selanjutnya adalah membaca cepat dan secara garis besar worksheet, karena di di dalamnya terdapat menu-menu dan sub-sub menu, di mana satu menu dengan yang lain berkaitan dan saling terintegrasi. 2. Penetapan Tujuan Belajar: Setelah mengetahui hal pertama apa yang harus dilakukan, setelah itu saya menetapkan tujuan belajar berupa deadline penyelesaian tugas. Tidak dapat dipungkiri bahwa susunan tugas cukup menyita konsentrasi dan waktu untuk mengerjakan tugas dengan optimal merupakan tanggungjawab yang besar dan bukan perkerjaan mudah. Pada awalnya saya memutuskan untuk mengerjakan tugas mandiri. Berdasarkan informasi dari penanggung jawab mata kuliah, tugas yang diberikan hanya menu Anatomy. Untuk itu target saya hanya sampai Anatomy dan sudah saya kerjakan dengan baik. Namun, informasi yang telah diterima salah, tidak hanya Anatomy yang harus dikerjakan melainkan semua, dan untuk hal ini kami harus membayar dengan mahal, yakni bahwa saya sangat sangat belum bisa menghargai diri saya sendiri, orang lain, waktu dan kedisplinan. Dengan sangat menyesal dan kecewa terhadap diri sendiri, saya berinisiatif belajar bersama-sama, sehingga akan lebih mudah. 3. Perancangan Strategi Belajar: Dalam mengerjakan tugas ini, strategi yang dilakukan adalah mengerjakan soal-soal secara berurutan tiap menu yang merupakan guide dalam menyelesaikan keseluruhan soal. Membuka sodtware sesuai dengan menu yang diminta. Pada worksheet juga dicantumkan clue atau keywords untuk soal-soal lanjutan. Selain itu, strategi belajar bersama juga menjadi pilihan untuk menyelesaikan setiap soal, terlebih lagim soal dalam bahasa inggris, sehingga perlu bertukar pikiran untuk menyamakan persepsi dan maksud tiap soal yang ada. Pada beberapa kasus, kami tidak begitu maksimal menangkap isi pesan dan informasi yang ditayangkan dalam bentuk video tersebut, keterbatasan pemahaman yang baik, menjadikan saya mencari sumber dari Internet yang berkaitan dengan materi sebagai rujukan atau setidaknya sebagai bahan acuan pemahaman Becoming Human ini. Ketika mengerjakan soal ini, pasti terdapat kata kunci untuk masing-masing soal. Kata kunci tersebut merupakan modal awal menjelajahi Becoming human. Pada saat meneukan kata kunci dalam video, maka saya langsung pause tanyangan untuk mencerna dengan teliti maksud tanyangan tersebut dan memutar kembali jika beum begitu paham atau sekedar meyakinkan pemahaman.

Strategi belajar yang telah ditetapkan sebelumnya berjalan sesuai harapan. Strategi berjalan tersrtuktur dan skematis. Diskusi dilaksanakan dengan membandingkan argumen dari teman sebaya, mendiskusi dan mengkaji ulang (review) jawaban yang paling tepat dan paling lengkap yang disertai bukti dalam video atau software. Secara keseluruhan pengaruh penggunaan strategi ini berjalan dengan baik. Strategi belajar bersama ini berpengaruh positif terhadap pola belajar sebelumnya. Dari segi ide, dengan belajar bersama menjadikan ide yang terakumulasi semakin bervariasi, sehingga jawaban lebih terbuka, sedangkan dari segi keefektifan belajar, strategi ini sangat efisien dan cepat menyelasaikan tugas dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Setelah Tugas Selesai: 1. Sebagaimana yang telah dijelaskan tadi, penerapan strategi belajar bersama (diskusi) berjalan dengan baik dan efisien, karena menimbang karakter materi yang ada sangat sesuai untuk saling beradu argumen, berteori dan menganalisis fakta dengan proses berpikir yang ilmiah. 2. Hasil belajar yang telah dicapai adalah pemahaman mengenai evolusi manusia. Hal yang sangat esensial meliputi bagaimana manusia berevolusi, dimana cerita manusia awalnya dimulai, mengapa hanya ada satu species yang bertahan sampai sekarang, bukti apa saja yang mendukung evolusi manusia, bagaimana anatomi dapat menjelaskan terjadinya evolusi sekaligus menjadi bukti evolusi sampai bagaimana perbandingan manusia purba dengan manusia modern (segala sesuatu/seluk beluk yang berkaitan dengan evolusi manusia). 3. Strategi yang telah diterapkan sudah sesuai dengan tugas belajar yang diberikan. Hal ini dapat diketahui dengan karakter materi yang di dalamnya terdapat banyak teori, bukti, fakta, hipotesis dan kemungkinan-kemungkinan tenntang bagaimana manusia berevolusi, sehingga dengan karakter materi yang demikian itu, maka diperlukan strategi yang mampu mengkesplorasi pernyataan dan pertanyaan ilmiah yang dibuktikan dengan cara berpikir ilmiah. Dengan pengembangan strategi belajar bersama dan diskusi membuka kemungkinan untuk memperkaya variasi jawaban, sehingga akan memperkuat jawaban. Kelemahan dan kelebihan dalam menyelesaikan tugas ini adalah kelemahannya informasi yang dididapatkan harus melallui serangkian peristiwa dan su-sub bab yang berbeda dan saling keerkaitan, sehingga harus berututan dan menguasai informasi seelumnya untuk bisa melanjutkan mengerjakan soal selanjutnya. Kedua adalah dalam hal bahasa, karena program ini menggunakan bahasa Inggris,sehingga terdapat keterbatasan pemahaman advanced. Diperlukan pemahaman terhadap listening video untuk

menangkap maksud dan arti. Kelebihannya tugas ini sangat menarik, software yang digunakan sangat interakif, lengkap,baik dari segi informasi teks, suara, gambar, animasi, menjadikan pembaca dan pengguna program seolah-olah diajak tour sejarah ke masa lampau mengenai studi-studi evolusi manusia. Sangat luar biasa.Tugas ini juga mengajarkan kerjasama, berpikir kritis, berhipotesis, berteori untuk mengilmiahkan fenomena,bukti dan peristiwa yang ada, sehingga menuntut sisiwa untuk berpikir tingkat tinggi ( higher order thinking).