Anda di halaman 1dari 8

Diketahui :

Porsi pembiayaan dan bunga pinjaman dari masing-masing bank peserta sindikasi adalah
sebagai berikut:
No Bank Porsi Pembiayaan (Rp milyar) Bunga (%/th)
1. A 80 15
2. B 60 16
3. C 40 17
4. D 20 18
Jumlah Proporsi 200
Plafon kredit: Rp200 milyar.
Jangka waktu: 3 tahun.
Penarikan pinjaman: sekaligus saat akad kredit.
Pelunasan: dengan angsuran/bulan, dimulai 1 bulan setelah akad kredit.
Sistem perhitungan bunga: anuitas menurun.
Provisi kredit: 1% dari plafon ditarik di muka.
Premi asuransi: 0,25%/th ditarik sekaligus selama jangka waktu pinjaman.
Jurnal yang dibuat bank A untuk mencatat penerimaan dana dari setiap bank peserta
sindikasi sebelum penandatanganan akad kredit :
Giro pada Bank Indonesia Rp120.000.000.000
Giro Bank B Rp60.000.000.000
Giro Bank C Rp40.000.000.000
Giro Bank D Rp20.000.000.000
Jurnal yang dibuat Bank A untuk mencatat pencairan kredit sindikasi :
Kredit kepada PT XYZ Rp200.000.000.000
Giro PT XYZ Rp196.500.000.000
Pendapatan Provisi Rp 2.000.000.000
Premi Asuransi Rp 1.500.000.000
Provisi = 1% x Rp200.000.000.000
= Rp2.000.000.000
Premi asuransi (3 tahun) = 3 x 0,25% x Rp200.000.000.000
= Rp1.500.000.000
Alokasi pembagian pendapatan komisi kepada bank peserta kredit sindikasi :
Alokasi Bank =
Porsi Pembiayaan
x Pendapatan Komisi
Total Porsi
Bank A =
200
80
x Rp2.000.000.000
= Rp800.000.000
Bank B =
200
60
x Rp2.000.000.000
= Rp600.000.000
Bank C =

x Rp2.000.000.000
= Rp400.000.000
Bank D =

x Rp2.000.000.000
= Rp200.000.000
Jurnal yang dibuat Bank A untuk mencatat pendapatan komisi dari pemberian kredit
sindikasi dan Jurnal yang dibuat Bank A untuk pembagian komisi ke setiap bank
peserta sindikasi (karena pencairan dan penandatanganan akad kredit di waktu yang
sama) :
Pendapatan provisi Bank B Rp600.000.000
Pendapatan provisi Bank C Rp400.000.000
Pendapatan provisi Bank D Rp200.000.000
Giro BI Rp1.200.000.000
Perhitungan angsuran pertama
Angsuran pinjaman per bulan
A= (M x i) / (1-(1+i)
-n
A= angsuran/bulan
M= plafon pinjaman
i= bunga pinjaman
n= jangka waktu pinjaman
Maka :
A = 36
12
% 16
1 1
12
% 16
000 . 000 . 000 . 200

,
_

+
x Rp
= Rp7.031.406.607,27
Angsuran pokok pinjaman bulan pertama
a
n=
a
1
(1 + i)
n 1
a
1
= A (M x i)
35
12
% 16
1
12
% 16
000 . 000 . 000 . 200 27 , 607 . 406 . 031 . 7
1
]
1

+
1
]
1

,
_

x Rp Rp
= Rp6.938.888.099,28
Porsi angsuran bunga pada bulan pertama
b
n
= A - a
n
Rp7.031.406.607,27 - Rp6.938.888.099,28 = Rp92.518.507,99
Tabel perhitungan bunga (anuitas menurun) untuk tahun pertama
Bulan Bunga Angsuran Pokok Total Angsuran Saldo
0 Rp 200,000,000,000.00
1 Rp 92,518,507.99 Rp 6,938,888,099.28 Rp 7,031,406,607.27 Rp 193,061,111,900.72
2 Rp 183,819,667.19 Rp 6,847,586,940.08 Rp 7,031,406,607.27 Rp 186,213,524,960.64
3 Rp 273,919,495.35 Rp 6,757,487,111.92 Rp 7,031,406,607.27 Rp 179,456,037,848.72
4 Rp 362,833,799.45 Rp 6,668,572,807.82 Rp 7,031,406,607.27 Rp 172,787,465,040.91
5 Rp 450,578,178.50 Rp 6,580,828,428.77 Rp 7,031,406,607.27 Rp 166,206,636,612.14
6 Rp 537,168,026.25 Rp 6,494,238,581.02 Rp 7,031,406,607.27 Rp 159,712,398,031.12
7 Rp 622,618,533.90 Rp 6,408,788,073.37 Rp 7,031,406,607.27 Rp 153,303,609,957.75
8 Rp 706,944,692.76 Rp 6,324,461,914.51 Rp 7,031,406,607.27 Rp 146,979,148,043.24
9 Rp 790,161,296.90 Rp 6,241,245,310.37 Rp 7,031,406,607.27 Rp 140,737,902,732.86
10 Rp 872,282,945.72 Rp 6,159,123,661.55 Rp 7,031,406,607.27 Rp 134,578,779,071.31
11 Rp 953,324,046.53 Rp 6,078,082,560.74 Rp 7,031,406,607.27 Rp 128,500,696,510.56
12 Rp 1,033,298,817.06 Rp 5,998,107,790.21 Rp 7,031,406,607.27 Rp 122,502,588,720.36
Jurnal yang dibuat bank A untuk mencatat pembayaran angsuran pada bulan pertama
Giro PT XYZ Rp7.031.406.607,27
Kredit yang diberikan Rp6.938.888.099,28
Pendapatan bunga kredit sindikasi Rp 92.518.507,99
Alokasi bunga ke setiap bank peserta sindikasi
Pendapatan bunga yang didapat peserta kredit sindikasi adalah Rp92,518,507.99. Maka
alokasi pendapatan bunga tersebut ke setiap peserta kredit sindikasi adalah sebagai berikut:
Alokasi Bank =
Porsi Pembiayaan
x Bunga
Total Porsi
Bank A =
200
80
x Rp 2.700.000.000
= Rp37.007.403,20
Bank B =
200
60
x Rp92,518,507.99
= Rp27.755.552,40
Bank C =

x Rp92,518,507.99
= Rp18.503.701,60
Bank D =

x Rp92,518,507.99
= Rp9.251.850,80
Alokasi angsuran pokok ke setiap bank peserta sindikasi pada bulan pertama
Angsuran pokok yang didapat peserta kredit sindikasi adalah Rp6.938.888.099,28. Maka
alokasi angsuran pokok tersebut ke setiap peserta kredit sindikasi adalah sebagai berikut:
Alokasi Bank =
Porsi Pembiayaan
x Angsuran Pokok
Total Porsi
Bank A =
200
80
x Rp6.938.888.099,28
= Rp2.775.555.239,71
Bank B =
200
60
x Rp6.938.888.099,28
= Rp2.081.666.429,78
Bank C =

x Rp6.938.888.099,28
= Rp1.387.777.619,86
Bank D =

x Rp6.938.888.099,28
= Rp693.888.809,93
Alokasi total angsuran ke setiap bank peserta sindikasi pada bulan pertama :
Total angsuran yang didapat peserta kredit sindikasi adalah Rp7.031.406.607,27. Alokasi
total angsuran ke setiap perserta sindikasi adalah sebagai berikut:
Bank A =
200
80
x Rp7.031.406.607,27
= Rp2.812.562.642,91
Bank B =
200
60
x Rp7.031.406.607,27
= Rp2.109.421.982,18
Bank C =

x Rp7.031.406.607,27
= Rp1.406.281.321,45
Bank D =

x Rp7.031.406.607,27
= Rp703.140.660,73
Jurnal yang dibuat Bank A untuk mencatat alokasi angsuran kepada bank peserta
kredit sindikasi :
Kredit yang diberikan Rp4,163,332,859.57
Pendapatan bunga kredit sindikasi Rp 55,511,104.79
Giro Bank B Rp2.109.421.982,18
Giro Bank C Rp1.406.281.321,45
Giro bank D Rp 703.140.660,73
Jurnal yang dibuat Bank A untuk mencatat pembayaran premi asuransi :
Premi Asuransi Rp1.500.000.000
Giro PT Asuransi Rp1.500.000.000
Perhitungan :
Premi Asuransi = Premi x Plafon Kredit x Jangka Waktu
Premi Asuransi = 0.25% x Rp 200.000.000.000 x 3 Tahun
Premi Asuransi = Rp1.500.000.000
Jurnal yang dibuat Bank A untuk mencatat Pembentukan Penyisihan Penghapusan
Aktiva Produktif (PPAP) :
Beban Penyisihan Pembentukan Aktiva Produktif (PPAP) Rp2.000.000.000
PPAP Rp2.000.000.000
Perhitungan :
PPAP = % PPAP x Plafon Kredit
PPAP = 1% x Rp 200.000.000.000
PPAP = Rp 2.000.000.000
Kredit Sindikasi Pembangunan Apartemen
1. Latar Belakang
Guna mendukung proyek pembangunan apartemen di Jakarta oleh pengembang
PT XYZ, Bank A sudah sepakat untuk mengucurkan kredit konstruksi senilai
Rp200 milyar. Kredit tersebut akan diberikan secara sindikasi bersama 3 bank
nasional lainnya yaitu Bank B, Bank C, dan Bank D. Dalam perjanjian kredit
sindikasi juga disepakati kalau bertindak selaku pemimpin sindikasi adalah Bank
A. Porsi pembiayaan dan bunga pinjaman dari masing-masing bank peserta
sindikasi adalah sebagai berikut:
No Bank Porsi Pembiayaan (Rp
milyar)
Bunga
(%/th)
1. A 80 15
2. B 60 16
3. C 40 17
4. D 20 18
Disepakati pula di antara bank peserta sindikasi kalau bunga pinjaman sindikasi
ditentukan secara rata-rata tertimbang sesuai porsi pembiayaan masing-masing
bank. Secara terinci struktur kredit sindikasi kepada PT XYZ adalah sebagai
berikut:
1. Plafon kredit: Rp200 milyar.
2. Jangka waktu: 3 tahun.
3. Penarikan pinjaman: sekaligus saat akad kredit.
4. Pelunasan: dengan angsuran/bulan, dimulai 1 bulan setelah akad kredit.
5. Sistem perhitungan bunga: anuitas menurun.
6. Provisi kredit: 1% dari plafon ditarik di muka.
7. Premi asuransi: 0,25%/th ditarik sekaligus selama jangka waktu pinjaman.
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam kasus ini adalah:
Penandatanganan kredit dan pencairannya dilakukan dalam waktu yang sama
dan sekaligus yaitu tanggal 4 Juni 2012;
Penyediaan dana pinjaman oleh masing-masing bank peserta sindikasi akan
ditransfer melalui kliring di Bank Indonesia pada 1 hari kerja sebelum pencairan
kredit;
Pencairan pinjaman dan pembayaran angsuran pinjaman , provisi, & premi
asuransi dilakukan melalui rekening giro PT XYZ di Bank A;
Pembagian pendapatan bunga dan provisi akan dilakukan oleh Bank A secara
proporsional sesuai porsi pembiayaan masing-masing bank peserta sindikasi dan
ditransfer ke rekening giro masing-masing bank peserta sindikasi di Bank A;
Pembayaran premi asuransi akan langsung ditransfer ke rekening giro
perusahaan asuransi penerbit polis di Bank A.
Pertanyaan :
Bagaimana Bank A akan mencatat penerimaan dana dari setiap bank peserta
sindikasi sebelum penandatanganan akad kredit?
Bagaimana Bank A akan melaporkan pencairan kredit sindikasi pada tanggal 4
Juni 2012?
Berapa & bagaimana Bank A mencatat pendapatan komisi dari pemberian kredit
sindikasi tersebut, beserta pembagiannya ke setiap bank peserta sindikasi?
Berapa & bagaimana Bank A mencatat pendapatan bunga dari pemberian kredit
sindikasi tersebut, pada saat pembayaran angsuran pertama, beserta
pembagiannya ke setiap bank peserta sindikasi?
Bagaimana Bank A mencatat pembayaran premi asuransinya?
Bila terdapat ketentuan dari bank sentral bahwa setiap pencairan kredit harus
mencadangkan PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) sebesar 1% dari
plafon kredit, bagaimana Bank A melaporkan pembentukan PPAP ini?
Petunjuk
4.1 Untuk menghitung angsuran pinjaman per bulan dapat digunakan rumus:
A= (M x i) / (1-(1+i)
-n
A= angsuran/bulan
M= plafon pinjaman
i= bunga pinjaman
n= jangka waktu pinjaman
4.2 Untuk menghitung angsuran pokok pinjaman bulan ke-n rumusnya:
a
n=
a
1
(1 + i)
n 1

a
1
= A (M x i)
4.3 Untuk menghitung porsi angsuran bunga bulan ke-n:
b
n
= A -