PATOFISIOLOGI NYERI & NYERI NEUROPATI

Ismail Setyopranoto

Unit Stroke Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UGM / RSUP Dr Sardjito

Pendahuluan
 Pada jaman dulu: nyeri dikaitkan dengan hukuman, setan, atau magic → penghilangan nyeri merupakan tanggungjawab dari pendeta, dukun, atau pengusir setan, menggunakan tanaman, atau ritual dan upacara tertentu.  Pain: peone (Yunani) → hukuman. Teori pertama tentang nyeri datang dari Yunani dan Romawi yang menyatakan bahwa otak dan sistem saraf berperan dalam menghasilkan persepsi nyeri.

 Abad pertengahan dan jaman Renaissance (1400-1500an): terkumpul fakta-fakta yang mendukung teori tersebut.  Leonardo da Vinci mempercayai bahwa otak merupakan organ utama yang bertanggung-jawab terhadap sensasi tersebut. Da Vinci juga mengembangkan idea bahwa korda spinalis merupakan organ yang berperan menghantarkan sensasi nyeri ke otak.

 Pada abad 19. Saat itu mulai ditemukan senyawa opium: morfin. . yang dapat digunakan untuk mengobati nyeri. kodein. nyeri menjadi ilmu tersendiri yang menjadi jalan bagi berkembangnya ilmu penatalaksanaan nyeri. kokain. Tahun 1664: seorang filsuf Perancis René Descartes menggambarkan apa yang sekarang disebut sebagai jalur nyeri (pain pathway).

 Nyeri: akut dan kronis → survival function dengan cara mengarahkan tubuh untuk memberikan refleks dan sikap protektif terhadap jaringan yang rusak hingga sembuh .

. baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.Definisi Nyeri Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait kerusakan jaringan .

tulang. Nyeri akut 2. Nyeri kronis Berdasarkan asalnya: 1.  Nyeri visceral/central → lebih dalam. sendi. jaringan ikat. lebih sulit dilokalisasikan letaknya 2. Nyeri nosiseptif (nociceptive pain)  Nyeri perifer → asal: kulit. otot. Nyeri neuropatik .Patofisiologi Berdasarkan durasinya: 1. letaknya lebih terlokalisasi. dll → nyeri akut.

panas) datang → diubah menjadi impuls saraf pada saraf aferen primer → ditransmisikan sepanjang saraf aferen ke spinal cord → ke SSP . mekanik.Bagaimana mekanisme nyeri nosiseptif? Stimulasi  Sebagian besar jaringan dan organ diinervasi reseptor khusus nyeri → nociceptor → yang berhubungan dgn saraf aferen primer dan berujung di spinal cord.  Jika suatu stimuli (kimiawi.

Transmisi dan persepsi nyeri Transmisi nyeri terjadi melalui serabut saraf aferen (serabut nociceptor). panas → first pain  serabut C (C fiber) → peka thd nyeri tumpul dan lama → second pain → contoh: nyeri cedera. yang terdiri dari dua macam:  serabut A-δ (A-δ fiber) → peka thd nyeri tajam. nyeri inflamasi .

Mediator inflamasi dapat meningkatkan sensitivitas nociceptor → ambang rasa nyeri turun → nyeri Contoh:  prostaglandin. leukotrien. CGRP (calcitonin gene-related peptide) → pada nyeri neurogenik . bradikinin → pada nyeri inflamasi  substance P.

.!! .Persepsi nyeri Setelah sampai di otak → nyeri dirasakan secara sadar → timbul respon: Aduuh .

.

.

Karakteristik nyeri akut dan kronis Karakteristik Peredaan nyeri Ketergantungan thd obat Komponen psikologis Penyebab organik Kontribusi lingkungan dan keluarga Insomnia Tujuan pengobatan Depresi Nyeri Akut Sangat diinginkan Tidak biasa Nyeri Kronik Sangat diinginkan Sering Umumnya tidak ada Sering merupakan masalah utama Sering Kecil Seringkali tidak ada Signifikan Jarang Kesembuhan Jarang Sering Fungsionalisasi Sering .

 Suatu stimulus yang sama dapat menyebabkan gejala nyeri yang berubah sama sekali (mis.Gejala dan tanda  Nyeri bisa berupa nyeri tajam.  Untuk nyeri kronis seringkali tidak ada tanda yang nyata. takikardi.  Nyeri akut dpt mencetuskan hipertensi. midriasis → tapi tidak bersifat diagnostik. menyentak (shooting) yang bervariasi dalam intensitas dan lokasinya. geli (tingling).  Gejala kadang bersifat nonspesifik. tumpul. rasa terbakar.  Perlu diingat : nyeri bersifat subyektif !! . tajam menjadi tumpul).

.

.

.Nyeri Neuropatik  Nyeri yang disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer sistem saraf.

shooting. shock like.  Biasanya lebih sulit diobati. .  Nyeri biasanya bertahan lebih lama dan merupakan proses input sensorik yang abnormal oleh sistem saraf perifer atau CNS.  Mekanismenya mungkin karena dinamika alami pada sistem saraf.  Pasien mungkin akan mengalami: rasa terbakar.Nyeri Neuropati  Berbeda dari nyeri nosiseptif. tingling. hyperalgesia atau allodynia.

disfungsi atau gangguan sementara primer pada sistem saraf pusat atau perifer. .Nyeri Neurogenik  Nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi .

Neuralgia  Nyeri pada daerah distribusi saraf .

Neuritis  Inflamasi pada sistem saraf .

Neuropati  Gangguan fungsi atau perubahan patologis pada saraf  Jika mengenai 1 saraf disebut mononeuropati  Pada beberapa saraf disebut mononeuropati multipleks  Bersifat difus dan bilateral disebut polineuropati .

Alodinia  Nyeri yang disebabkan oleh stimulus yang secara normal tidak menimbulkan nyeri .

.Hiperalgesia  Respon yang berlebihan terhadap stimulus yang secara normal menimbulkan nyeri.

Hiperestesia  Meningkatnya sensitivitas terhadap stimulus. tidak termasuk didalamnya sensasi khusus (indera lain). .

khususnya terhadap stimulus berulang.Hiperpatia  Sindroma dengan nyeri bercirikan reaksi nyeri abnormal terhadap stimulus. . seperti pada peninggian nilai ambang.

Disestesia  Sensasi abnormal yang tidak menyenangkan. baik bersifat spontan maupun dengan pencetus. .

.Parestesia  Sensasi abnormal. baik bersifatspontan maupun dengan pencetus.

.Analgesia  Tidak adanya respon nyeri terhadap stimulus yang dalam keadaan normal menimbulkan nyeri.

Hipoalgesia  Berkurangnya respon nyeri terhadap stimulus yang dalam keadaan normal menimbulkan nyeri. .

.Anestesia  Hilangnya sensitivitas terhadap stimulus tidak termasuk sensasi khusus (indera lain).

Hipoestesia  Menurunnya sensitivitas terhadap stimulus. . kecuali sensasi khusus (indera lain).

.Anestesia Dolorosa  Nyeri pada area atau regio yang semestinya bersifat anestetik.

. alodinia. seringkali bercampur dengan disfungsi vasomotor serta sudomotor dan kemudian diikuti oleh gangguan trofik.Kausalgia  Sindroma yang timbul pada lesi saraf pasca trauma yang ditandai nyeri seperti terbakar. hiperpatia yang menetap.

.Nyeri sentral  Nyeri yang didahului atau disebabkan atau disfungsi primer pada sistem saraf pusat.

Nyeri Neuropatik Perifer  Nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer sistem saraf perifer. .

Nosiseptor  Reseptor yang sensitif terhadap stimulus noksius (yang merusak) atau terhadap stimulus yang merusak apabila berkepanjangan. .

Stimulus Noksius
 Stimulus yang menimbulkan kerusakan terhadap jaringan tubuh normal.

Nilai Ambang Nyeri
 Intensitas stimulus terkecil yang dapat dirasakan sebagai nyeri.

Tingkat Toleransi Nyeri
 Tingkat nyeri terbesar yang mampu ditoleransi subyek.

dapat berupa kesemutan atau baal sebagai reaksi terhadap tekanan yang agak lama.Trigger Point  Titik dalam satu area tertentu pada otot dan/ atau fasianya yang menimbulkan pola nyeri menjalar yang khas. .

Tender Point  Nyeri lokal yang timbul pada otot. . tendo atau jaringan periosteum pada penekanan yang agak lama. ligamentum.

KLASIFIKASI NYERI .

Post Herpetik Neuralgia (PHN). . CRPS tipe I. mulai dari saraf tepi. CRPS tipe II. Trigeminal neuralgia. ganglion radiks dorsalis sampai ke radiks dorsalis Contoh: Diabetik Periferal Neuropati (DPN). Nyeri Neuropatik Perifer Letak lesi di sistem perifer.Berdasarkan Letak Nyeri 1.

Nyeri post trauma medula spinalis .Berdasarkan Letak Nyeri 2. Multiple Sclerosis. Nyeri Neuropatik Sentral Letak lesi dari medula spinalis sampai ke korteks Contoh: Nyeri post stroke.

Nyeri Neuropatik Akut Nyeri yang dialami kurang dari 3 bulan Contoh Neuralgia herpetika. Acute Inflammatory Demyelinating Neurophaty .Berdasarkan waktu terjadinya 1.

trauma medula spinalis. Carpal Tunnel Syndrome. neuropati toksis. avulsi pleksus.Berdasarkan waktu terjadinya 2. post chemoterapi b. post radioterapi. post operasi. Malignan (nyeri keganasan. neuralgia post herpes . Nyeri Neuropatik Kronik Nyeri yang dialami lebih dari 3 bulan a. Non Malignan (neuropati diabetika.

amiloid. penyakit jaringan ikat (Systemic Lupus Erytematosus. . penyakit Fabry. Saraf Perifer a. poliartritis nodusa) c. invasi saraf/ pleksus oleh keganasan. nutrisi. alkohol. nyeri perut. idiopatik. kausalgia. nyeri post torakotomi b.Berdasarkan Etiologi 1. Trauma: neuropati jebakan. isoniasid. Iradiasi pleksus. Mononeuropati: Diabetes. Polineuropati: Diabetes.

kompresi tumor. Radiks dan ganglion Diskus (prolaps) arakhnoiditis. neuralgia post herpes. rizotomi operatif. trigeminal neuralgia. .Berdasarkan Etiologi 2. avulsi radiks.

mielitis sifilik. . Arteri-Vena Malformasi. kontusio atau kompresio. Medula Spinalis Transeksi total. Defisiensi Vit B12.Berdasarkan Etiologi 3. pembedahan. multiple sclerosis. hematomieli. hemiseksi. syringomieli.

Multiple Sclerosis. Tumor.Berdasarkan Etiologi 4. . Tuberkuloma. Syringobulbi. Batang Otak Sindroma Wallenberg.

Berdasarkan Etiologi 5. Talamus Infark. hemoragik. tumor. . lesi bedah pada nukleus sensorik utama.

. Korteks / Sub korteks Infark. Arteri-Vena Malformasi.Berdasarkan Etiologi 6. Truma dan tumor.

Mekanisme .

1. Perifer Impuls ektopik (ectopic Discharge) Transmisi efaptik Sensitivitas terhadap katekolamin Perubahan neuropeptida pada serabut aferen nosiseptif primer  Refleks spasme otot  Rangsangan pada nervi nervorum     .

Sentral        Sensitisasi sentral Perubahan fenotip Sprouting serabut A ke lamina 2 rexed layer Peningkatan jumlah reseptor (contoh 2δ di pre sinaptik medula spinalis Perubahan pada gene related C-fos Hilangnya kontrol inhibisi (disinhibisi) Lepas muatan epileptik dari neuron nosiseptif kortikal .2.

Tujuan Penatalaksanaan Nyeri  Mengurangi intensitas dan durasi keluhan nyeri  Menurunkan kemungkinan berubahnya nyeri akut menjadi gejala nyeri kronis yang persisten  Mengurangi penderitaan dan ketidakmampuan akibat nyeri  Meminimalkan reaksi tak diinginkan atau intoleransi terhadap terapi nyeri  Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengoptimalkan kemampuan pasien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari .

topical therapy with substance P depletors. the anticonvulsants and the systemic local anesthetics. autonomic drugs and NMDA receptor antagonists.Penatalaksanaan nyeri neuropati  Hampir sebagian besar nyeri neuropatik tidak berespon terhadap NSAID dan analgesik opioid.  Agen farmakologi yang lain: corticosteroids.  Contoh obat baru: pregabalin (Lyrica) dari Pfizer 􀃆 untuk nyeri neuropati .  Terapi utamanya: the tricyclic antidepressants (TCA's).

5 mg (3xsehari) 10 mg per kg per hari Dosis Maksimal 1.6 mg 500 mg 600 mg 80 mg .6 gr 20 mg 60 mg per kg Gabapentin Lamotrigine Phenytoin Baclofen 100 mg (3xsehari) 50 mg (1xsehari) 100 mg (3xsehari) 5 mg (3xsehari) 3.Adjuvant Therapy for Neuropathic Pain Nama Obat Carbamazepin Clonazepam Divalproex Dosis Awal 200 mg (2xsehari) 0.

TERIMAKASIH Catrilla .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful