Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Pengertian Ekologi Pengertian Ekologi Administrasi (Negara) terdiri dua terminology yaitu Ekologi dan Administrasi kedua terminology ini dapat ditelusuri dari berbagai sudut. Setiap sudut pandang tersebut memberikan pengertian yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pengalaman, pendidikan dan cara pandang dari para ahli yang bersangkutan. Meskipun demikian dari masing masing cara pandang yang berbeda itu dapat ditelusuri beberapa hal yang merupakan persamaannya. Dengan persamaan persamaan tersebut maka dapat di rumumuskan berbagai kriteria yang merupakan karakteristik dari Ekologi Administrasi itu sendiri, sehingga dapat diambil batasan mendekati arti yang sebenarnya, bahkan tidak menutup kemungkinan diperoleh pengertian yang sesungguhnya. Kata ekologi pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Hackel, seorang biologis jerman pada tahun 1869. Kata Ekologi terdiri dari kata Oikos dan Logos, Oikos = Rumah atau tempat tinggal, sedangkan Logos = telaah atau studi. Jadi Ekologi adalah ilmu tentang rumah atau tempat tinggal mahluk, biasanya ekologi didefinisikan sebagai berikut : Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungan(Soejiran Dkk-Pengantar Ekologi,1) Ekologi adalah cabang dari biologi yang berkenaan dengan hubungan antara kehidupan mahluk hidup dengan lingkungan sekitar mereka, yang dalam ilmu kemasyarakatan perhubungan antara penyaluran kelompok kelompok manusia tersebut dengan penerangan sumberdaya alam berakibat terhadap pola kemasyarakatan dan budaya. Ekologi adalah tata hubungan total (menyeluruh) dan mutual (timbal balik yang berguna) antara suatu organisme dan lingkungan sekelilingnya (Prajudi Atmosudirjo,-Peranan Administrasi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan, Seminar di Lembang 15 s.d 18 September 1970) Ilmu Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara suatu organisme dengan yang lainnya dan diantara organisme-organisme tersebut dengan lingkungannya. (Fuad Amsyari- Prinsip-prinsip masalah Pencemaran Lingkungan Hidup, 11) Ekologi adalah suatu kajian yang berhubungan dengan inter-relasi antara organisme dengan lingkungan. Dasar empirisnya terletak dalam hasil penelitian bahwa organisme-organisme yang hidup ini berfariasi menurut lingkungan. (Komarudin, Ensiklopedia Manajemen, 239) B. Sekilas Mengenai Ilmu Administrasi Negara Ilmu Administrasi Negara adalah cabang ilmu administrasi, maka semua prinsip dan teori umum mengenai administrasi dan manajemen pada umumnya berlaku pula bagi administrasi negara. Bidang sosialisasi ilmu administrasi yang tertua dan paling luas adalah administrasi publik (Public Administration). Ilmu administrasi negara, secara teoritis terdiri dari : a. Administrasi Negara murni (Pure Administration) Mengembangkan teori-teori yang berlaku Universal di seluruh dunia b. Ilmu Administrasi Internasional Publik (Applied Administration) Mengembangkan ajaran ajaran yang tidak bersifat universal. Misalnya : Administrasi Indonesia, Administrasi Amerika Serikat, Administrasi Perserikatan Bangsa Bangsa dll. C. Pendekatan Aneka Warna Administrasi Negara

1. Administrasi Negara Sebagai Fungsi Sebagai fungsi Administrasi Negara adalah fungsi dari setiap pejabat pemerintah, khususnya. Pejabat Administrasi Negara atau Administrator Negara pada semua tingkatan, eselon atau tempat (posisi) 2. Administrasi Negara Sebagai Aparatur (Machinery) atau Sebagai Aparat (Aparatus) dari Pemerintah Sebagai aparatur atau aparat pemerintah, administrasi negara merupakan suatu organisasi yang amat kompleks. 3. Administrasi Negara Sebagai Proses Sebagai proses administrasi negara merupakan proses penyelanggaraan urusan urusan negara dan pemerintah secara teknis, suatu proses ng tiada henti hentinya (Never Ending Prosces) 4. Administrasi Negara Beraspek Yuridis Dinas dinas, jawatan jawatan dan organisasi administrasi diciptakan oleh hukum. 5. Administrasi Negara Sebagai Prosesi Seorang administrator adalah seorang Profesional artinya adalah seorang spesialis yang telah dididik dan dilatih untuk bertugas untuk melaksanakan tugas ini ia harus mempunyai kecakapan kecakapan tertentu, yaitu suatu jenis lapangan kerja yang memerlukan pendidikan dan latihan yang mendalam dan pekerjaan itu bersifat Mental dan Manual. 6. Administrasi Negara Sebagai Manajemen Dikalangan masyarakat Indonesia masa kini terdapat dua istilah yang seolah olah bersaing untuk mendapatkan tempat yang utama yakni Administrasi dan Manajemen. 7. Administrasi Negara Sebagai Seni dan Ilmu Pada prakteknya kebanyakan masih merupakan suatu teori, yaitu seni menggunakan intuisi. Tapi dapat juga studi Administrasi Negara itu suatu ilmu, dan tidak sebagai ilmu eksak melainkan sebagai laporan studi yang dapat mempergunakan metode ilmiah. D. Peringkat Administrasi Negara Menurut Optiknya a. Administrasi Negara Makro dan Maksi Dijalankan oleh Presiden, yang menyangkut besaran besaran kualitatif dan kuantitatif, tanpa melihat individu individu atau badan badan yang berdiri sendiri b. Administrasi Negara Meso Yang sifatnya koordinatif terhadap gabungan gabungan unit unit organisasi administrasi negara, pengambilan keputusan keputusan yang sifatnya kolektifitas atau bergabungan, dalam arti bahwa setiap keputusan Kepala Administrasi Negara (MESO) berlaku untuk seluruh gabungan unit unit yang dipimpinnya dan tidak untuk satu unit saja. Administrasi Negara Meso adalah terutama dilaksanakan oleh Menteri dan Gubernur Kepala Wilayah Propinsi sebagai penguasa tunggal. c. Administrasi Negara Mini Administrasi Negara Mini adalah Administrasi Negara yang isinya lengkap (segala jenis persoalan ada), namun dalam skala kecil. d. Administrasi Negara Makro Adalah Administrasi Negara yang dijalankan oleh ribuan administrator negara yang masing masing memimpin satu unit organisasi Administrasi Negara operasional produktif (staf operation atau line operation) E. Ciri Ciri Sifat Utama Administrasi Negara Indonesia

Administrasi Negara Indonesia adalah Administrasi Negara Pancasila, membentuk masyarakat adil dan makmur Sejahtera lahir batin berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan suatu harapan mampu berproduksi, tidak hanya untuk memenuhi permintaan di Dalam Negara yang harus meningkat baik secara kualitatif maupun kuantitatif. BAB II MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA A. Manusia Sebagai Makhluk Manusia merupakan makhluk yang kompleks keadaannya yakni : a. Manusia merupakan makhluk biologis, dia sejenis hewan. b. Manusia merupakan makhluk sosial, zoon politikon, harus berkumpul dengan sesama manusia lain jika hendak merupakan manusia. c. Manusia adalah makhluk intelektual, makhluk berpikir, kemampuan berpikir yang tertinggi terdiri dari : Analisis Synthesa Evaluasi Manusia adalah makhluk spiritual, makhluk berperasaan, kemampuan beratnya yang tertinggi adalah intuisi (rasional) dan firasat (irasional) pangkat atau dasar untuk itu terletak dihatinya. Manusia adalah divina, makhluk pencari Tuhan. Manusia mempunyai 3 fakultas kesanggupan (ability) yakni 3 fakultas manusia = 1. Cipta/ akal adalah menghasilkan ilmu dan teknologi 2. Rasa adalah menghasilkan seni dan estetika 3. Karsa adalah menghasilkan etika dan moral Yang dimaksud lingkungan hidup (environment) yaitu : Keadaan sekitar yang melingkupi atau mengelilingi suatu Organisme hidup atau suatu kehidupan. B. Lingkungan Hidup dan Faktor faktornya Prof. Fred W.Riggs dalam Equilibrium modelnya telah menggambarkan faktor-faktor Ekologi Administrasi Negara di Amerika Serikat, terdiri dari : - Economic Foundation - Social Stuttures - Communitation Net Work - Ideological/ Simbol Patern - Political System Prof. John M. Gaus dalam artike : The Philipine Administratise System, A Fusion Of Easet And Weset, mengemukakan 6 faktor Ekologis dari system administrasi philipine sebagai berikut : - People - Place - Phisical Technology - Social Technology - Whises And Ideals - CatasTrophe - Personality

Pelix A. Nigro dalam bukunya Modern Public Administration, menulis ciri ciri penting masyarakat amerika dewasa ini dan bagaimana ciri ciri tersebut mempengaruhi amerika dewasa ini, tidak dapat disebutkan semua, tetapi beberapa faktor penting yang seharusnya di bahas dan dipelajari ialah : 1. Perubahan penduduk (population changes) 2. Perkembangan tknologi fisik (advances in fishical technologi) 3. Perkembangan investasi atau penemuan sisial (advances in social inventions) 4. Cita cita atau ideologi (ideological environment) (Pamudji, EAN/15) BAB III MODE SEBAGAI ALAT ANALISA A. Model Merupakan The Factor Of The Must Model menurut definisi adalah bentuk abstraksi dari suatu kenyataan. Model merupakan suatu perkawinan yang disederhanakan dari gejala dunia kenyataan. Model dapat dipergunakan dengan berbagai cara dalam kehidupan manusia ( dapat berupa fisik dan non fisik ), bisa berupa percontohan. B. Macam Macam Model 1. Model Deskriptif Menggambarkan apa adanya atau yang telah ada sekarang, sedangkan seharusnya administrasi negara tidak hanya menerangkan apa adanya atau apa yang telah ada sekarang tapi apa yang seharusnya ada. 2. Model Explanatory ( Prescriptive ) Menggambarkan mengapa suatu sistem administrasi negara demikian, faktor apa atau variable apa penyebabnya. 3. Model Inconis Menggunakan gambar gambara visual tentang suatu sistem. 4. Model Analogis Sesuatu di analogkan . 5. Model Simbol 6. Model Normatif Ini dilakukan melalui berbagai studi (penelitian,penyelidikan) mencoba menyusun berbagai ajaran dan teori bagaimana sebaiknya menangani berbagai macam problema dan keinginan dan tujuan. Faktor faktor Ekologis ini mempengaruhi secara timbal balik suatu system Administrasi Negara, baik dalam negara negara AGRARIA maupun dalam Negara negara INDUSTRIA. Istilah Agraria-Industria ini dipergunakan oleh Riggs sebagai model perkembangan masyarakat, dari Tadisional (primitif) dengan ciri ciri tersendiri, yang pada umumnya kegiatan mereka berpusat pada Agraria ke masyarakat modern dengan ciri tersendiri yang pada umumnya kegiatan mereka berpusat pada Industri. C. Masyarakat Prismatik (prismatic society) Masyarakat prismatik adalah masyarakat transisi diantara masyarakat agraria ke masyarakat industria

BAB IV MASYARAKAT PRISMATIK DAN MODEL SALA

A. Biro Prismatik Atau Model Sala Kata Sala diambil dari bahasa Spanyol yang artinya kantor Pemerintah di Negara negara Amerika Latin. Arti kata Sala secara umum ialah ruangan. Bahasa Prancis menyebutnya SALLE yang pada dasarnya masih serumpun dalam penggunaan sehari hari, kata sala mengandung arti ruangan pribadi dalam suatu rumah-keagamaan-ruangan pertemuan umum tetapi juga dan bahkan terutama mengandung arti kantor pemerintah. Dalam masyarakat prismatik sering terdapat : Presiden/ Perdana Mentri menyerahkan kedudukan mereka kepada anaknya . 1. Ciri Ciri Administrasi Sala a. Heterogenitas b. Formalisme c. Tindan Coverlaping B. Model Birokrasi (Max Webber) Pengertian Birokrasi dapat dikelompokan menjadi : 1. Sebagai Korps pejabat pejabat Negara pilihan. 2. Sebagai aparat (aparatur) dan Aparatur (Machinery) pemerintahan. 3. Sistem kerja tertentu C. Prinsip Organisasi Dalam Birokrasi 1. Sebagai suatu tipe organisasi yang khas a. Spesialisasi b. Hierarchi 2. Suatu sistem yang ketat 3. Impersonalitas D. Jiwa Kerja Dalam Birokrasi - Bekerja seperti mesin - Disiplin kerja yang keras dan kaku - Sedikitpun tidak mau menyimpang dari apa yang diperintahkan oleh atasan atau philicy-policy pemerintah. E. Cara Mengobati Biro Patalogi Bila timbul penyakit birokratisme (bertele tele, sengaja diperlambat dokumen hilang atau dihilangkan dan sebagainya), maka birokrasinya harus disehatkan kembali, artinya : 1. Pejabat pejabatnya diganti (karena mungkin mereka sudah bosan dengan pekerjaannya 2. Pejabat pejabat tertentu dididik/ dilatih lagi, dan diperbaiki nasibnya (renumerasinya) 3. Metode kerjanya diperbaharui atau disempurnakan dan sebagainya. Jadi bilamana timbul birokratisme, maka janganlah birokrasinya dimaki maki, oleh karena organisasi masyarakat dan negara modern tidak mungkin hidup tanpa birokrasi. Jadi, didalam Negara modern masa kini birokrat dan tehnokrat mutlak diperlukan. F. Birokrasi Pancasila Sistem birokrasi pancasila merupakan suatu sistem birokrasi yang selalu bernafaskan pancasila.

2. Ekologi Administrasi merupakan lingkungan yang dipengaruhi dan mempengaruhi administrasi, yakni: Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, security dan natural resource. Inti dari administrasi publik adalah pelayanan publik. Administrasi publik dalam melayani publik bertujuan untuk menyejahterakan dan memenuhi kebutuhan publik dengan cara menyediakan barang dan jasa namun tidak berorientasi pada profit. Adapun fungsi negara terdapat dalam UUD45 alinea ke 4 yakni: sebagai Security (keamanan); Wealth (Kesejahteraan); Education (Pendidikan); Peace (Perdamaian) dan Relation. Berdasarkan perkembangannya, Negara di seluruh belahan dunia mempunyai identitas masingmasing. Identitas itu dikategorikan menjadi dua yakni: * Developed Country Center Country (dominan daerah kutub. Ex: Eropa)

Developed Country adalah istilah untuk kategori Negara maju yang merupakan Negara pusat. Negara ini dikatakan sebagai Negara maju karena dalam segala aspek kehidupannya baik itu dari segi Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, security dan natural resource mereka telah mandiri. Mandiri di sini artinya bahwa mereka telah mampu menyediakan sendiri kebutuhan Negara. Negara maju memiliki Sumber Daya Manusia dengan skill yang tinggi sehingga mampu menciptakan tenaga ahli di berbagai bidang. Mereka para tenaga ahli juga dapat menciptakan tekhnologi maju dan innovasi terbaru bagi perkembangan yang berkelanjutan dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Selain itu, Negara maju bisa mengolah sumber daya alamnya sendiri. Walaupun beberapa Negara maju di belahan dunia ada yang masih mengimpor bahan mentah dari Negara berkembang seperti Indonesia. Akan tetapi, bagi mereka Negara maju tidak ada masalah karena bahan jadi akan lebih memberikan keuntungan yang besar. * Developing Country Satellite Country (Biasanya berada di daerah Tropis

Developing Country adalah istilah yang digunakan untuk Negara satellite (Negara pinggiran) yang memproduksi hasil-hasil pertanian. Pada umumnya, Negara pinggiran ini adalah Negara yang tergolong dalam kategori Negara berkembang, contohnya adalah Negara Indonesia. Adapun ciri dari Negara berkembang adalah sebagai berikut: Jumlah penduduknya banyak dan padat perkilo meter perseginya dan tingkat pendidikan rakyatnya rendah dengan tingkat buta aksara tinggi. Sebagian rakyatnya bekerja disektor pertanian pangan secara tak produktif,sementara hanya sebagian kecil rakyatnya bekerja disektor industry sehingga produktifitas kerjanya rendah. Kuantitas sumber-sumber alamnya sedikit serta kualitasnya rendah. Kalau mempunyai sumber-sumber alam yang memadai namun belum diolah atau belum dimanfaatkan. Mesinmesin produksi serta barang-barang kapital yang dimiliki dan digunakan hanya kecil atau sedikit jumlahnya. Sebagian besar dari mereka merupakan negara-negara baru diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan kira-kira satu atau dua dekade.

Faktor-faktor Negara menjadi kaya dan miskin 1. Sumber Daya Manusia 2. Pertmbuhan Ekonomi (Pendapatan nasional, cadangan devisa, dll) 3. Distribusi (pertimpangan)

4. Kualitas kehidupan, Human Development di Indonesia sebesar 0,7. Cadangan devisa Negara Indonesia sebesar $110. 5. Lingkungan Mengukur tingkat kemiskinan di suatu Negara: 1. Faktor Internal (Teori Modernisasi) 2. Faktor Eksternal (Dependent Theory)

Teori Teori Pembangunan * Teori Modernisasi * Harrod Doman (Teori tabungan dan Investasi) Bahwa masalah pembangunan pada dasarnya merupakan masalah menambahkan investasi modal. Prinsip dasar : kekurangan modal, tabungan dan investasi menjadi masalah utama pembangunan. * David Mc Cllaland (Need for Achievement) Keinginan/kebutuhan berprestasi bukan sekedar u/ mendapatkan imbalan tetapi juga kepuasan. Pertumbuhan ekonomi yg tinggi didahului oleh n-Ach yg tinggi. * F.W. Rostow Pembangunan dikaitkan dengan perubahan dari masyarakat agraris dengan budaya tradisional ke masyarakat yang rasional, industrial dan berfokus pada ekonomi pelayanan. Tahapan pembangunan: 1. Masyarakat Tradisional: Pemikiran jangka pendek; hanya mengandalkan alam; percaya akan hal mistis 2. Masyarakat Pra-Tinggal Landas: sudah ada bantuan dari Negara maju untuk Negara berkembang dalam membangun negaranya 3. Masyarakat Lepas Landas: masyarakat industry-industri strategis 4. Masyarakat kearah kedewasaan: memiliki industry yang mampu bersaing secara globalisasi 5. Masyarakat Konsumsi tinggi Karena kenaikan pendapatan masyarakat, konsumsi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok untuk hidup, tetapi meningkat ke kebutuhan lebih tinggi. Produksi industry juga berubah, dari kebutuhan dasar menjadi kebutuhan barang konsumsi yang tahan lama. * Max Weber Weberian mengakui bahwa keyakinan yang mereka anut akan membawa kemajuan bagi mereka. Kejayaan manusia di bumi disebabkan oleh faktor ketaatan mereka pada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebaliknya, kemelaratan yang mereka alami disebabkan oleh faktor penghianatan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

* Teori Struktural Teori struktural atau biasa disebut dengan teori ketergantungan merupakan bagian dari teori pembangunan dunia ketiga yang menjelaskan bahwa Negara-negara miskin tersebut disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Kemiskinan dilihat terutama sebagai akibat dari bekerjanya kekuatan-kekuatan luar yang menyebabkan Negara yang bersangkutan gagal melakukan pembangunannya. * Industri Subtitusi Impor Industri Subtitusi Impor: mampu meminimalisir barang impor; tidak bergantung pada asing. Menurut Prebisch Negara-negara di dunia dibagi menjadi dua yaitu negara pusat (core countries) dan pinggiran (periphery). Menurut Prebisch Industrialis makin kaya sedangkan agraris makin miskin karena: a. Permintaan u/ barang-barang pertanian tidak elastis b. Negara-negara industri melakukan proteksi terhadap hasil pertanian mereka sendiri c. Kebutuhan bahan mentah dikurangi karena adanya penemuan-penemuan teknologi baru. Kondisi itu mengakibatkan banyaknya barang impor negara pinggiran dari negara pusat. * Imperialisme dan kolonialisme Imperialisme dan kolonialisme mengacu pada tiga kelompok teori, yakni: 1. Kelompok teori God yang menekankan idealism manusia dan keinginannya untuk menyebarkan ajaran Tuhan, untuk menciptakan dunia yang lebih baik; 2. Kelompok teori Glory yang menekankan kehausan manusia terhadap kekuasaan, untuk kebesaran pribadi maupun kebesaran masyarakat dan negaranya; 3. Kelompok teori Gold yang menekankan pada keserakahan manusia, yang selalu berusaha mencari tambahan kekayaan, yang dikuasai oleh kepentingan ekonomi. * Kretinisme Bila Marx mengatakan bahwa sentuhan Negara-negara kapitalis maju kepada Negara-negara prakapitalis yang terbelakang akan membangun Negara-negara yang terakhir ini untuk berkembang seperti Negara-negara kapitalis di Eropa, Baran berpendapat lagi. Baginya, sentuhan ini akan mengakibatkan Negara-negara pra-kapitalis terhambat kemajuannya dan akan terus hidup dalam keterbelakangan. Baran menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme di Negara-negara pinggiran berbeda dengan perkembangan kapitalisme di Negara pinggiran., sistem kapitalisme menyebabkan Negara pinggiran terkena kretinisme.

Menurut Baran, perkembangan kapitalisme di Negara-negara pusat bisa berkembang karena adanya tiga pra-syarat: 1. Meningkatnya produksi diikuti dengan tercabutnya masyarakat petani dari pedesaan; 2. Meningkatnya produksi komoditi dan terjadinya pembagian kerja mengakibatkan sebagian orang menjadi buruh yang menjual tenaga kerjanya sehingga sulit menjadi kaya, dan sebagian lagi menjadi majikan yang bisa megumpulkan harta; 3. Mengumpulnya harta di tangan para pedagang dan tuan tanah.

Contoh Kasus: Kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Pengelolaan Industri Pertambangan PT. Freeport di Papua

Hubungan kemitraan antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam pengelolaan industri pertambangn PT. Freeport di Papua ini lebih bersifat merugikan dari pada menguntungkan. Amerika Serikat lebih berkuasa atas pengelolaan Industri Pertambangan PT. Freeport di Papua. Amerika Serikat banyak berkontribusi bukan hanya dari segi investasi, akan tetapi juga dalam sumber daya manusia seperti tenaga ahli dan juga berbagai teknologi canggih untuk optimalisasi Industri Pertambangan tersebut. Berikut ini beberapa fakta kerugian akibat penjajahan secara tidak langsung oleh Amerika Serikat dengan mengeksploitasi secara besar-besaran hasil bumi bidang pertambangan di Indonesia: 1. PT Freeport McMoran Indonesia (Freeport) melakukan aktivitas penambangan di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 atau selama 42 tahun. Keuntungan dari kegiatan penambangan mineral freeport telah menghasilkan keuntungan luar biasa besar terhadap perusahaan milik bule tersebut, tetapi lihat apakah keuntungan itu juga dinikmati bangsa Indonesia terutama rakyat papua, kenapa pula di Yohukimo masih terjadi kelaparan. 2. Hasil tambang Freeport berupa tambang emas, perak, dan tembaga terbesar di dunia. Fasilitas dan tunjangan serta keuntungan yang dinikmati para petinggi freeport besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua yang hanya sekitar $132/tahun. Keuntungan yang diperoleh Freeport tidak melahirkan kesejahteraan bagi Indonesia terutama warga sekitar. Kesenjangan ala kolonial ini menjadi bibit konfik di papua 3. Keberadaan sang freeport sangat didukung pemerintah. Dilihat dari Penandatanganan Kontrak Karya (KK) I pertambangan antara pemerintah Indonesia dengan Freeport pada 1967, yang kemudian menjadi landasan aktivitas pertambangan freeport. Bahkan kemudian UU Pertambangan Nomor 11/1967, yang disahkan pada Desember 1967 yang disahkan delapan bulan setelah penandatanganan KK menjadikan KK tersebut menjadi dasar penyusunanya. 4. Penambangan Ertsberg dimulai pada Maret 1973 dan habis pada tahun 1980-an sisanya lubang sedalam 360 meter.

5. Pada tahun 1988, Freeport mulai menambang Grasberg sebuah cadangan raksasa lainnya, hingga saat ini. 6. Hasil dari eksploitasi kedua wilayah tersebut diatas,Freeport memperolah sekitar 7,3 juta ton tembaga dan 724, 7 juta ton emas. 7. Sampai Bulan Juli 2005, lubang yang diakibatkan penambangan Grasberg mencapai diameter 2,4 kilometer yang meliputi luas 499 ha, dalamnya 800m, sama dengan ketinggian gedung tertinggi di dunia Burj Dubai 8. Diperkirakan terdapat 18 juta ton cadangan tembaga, dan 1.430 ton cadangan emas yang tersisa hingga rencana penutupan tambang pada 2041. 9. Masalah yang timbul dari aktivitas Freeport yang berlangsung dalam kurun waktu lama ini diantaranya penerimaan negara yang tidak optimal dan peran negara/BUMN untuk ikut mengelola tambang yang sangat minim serta dampak lingkungan yang luarbiasa. Kerusakan bentang alam seluas 166 km persegi di DAS sungai Ajkwa yang meliputi pengunungan Grasberg dan Ersberg. berupa rusaknya bentang alam pegunungan Grasberg dan Erstberg. 10. Cadangan emas yang dikelola freeport termasuk di dalam 50% cadangan emas dikepulauan Indonesia. Dari hasil luar biasabanyak tersebut yang masuk APBN sangat sedikit. 11. Freeport baru mengakui bahwa mereka menambang emas pada tahun 2005, sebelumnya yang diakui hanya penambangan tembaga. banyaknya emas yng ditambang selama 21 tahun tidak diketahui publik. 12. Volume emas dicurigai lebih diperkirakan sebesar 2,16 hingga 2,5 miliar ton emas. 13. Coba anda simak, Pendapatan utama Freeport adalah dari operasi tambangnya di Indonesia (sekitar 60%, Investor Daily, 10 Agustus 2009). 14. Hampir 700 ribu ton material dikeruk dan mengahsilkan225 ribu ton bijih emas Setiap hari . Jumlah ini setara dengan 70 ribu truk kapasitas angkut 10 ton berjejer sepanjang 700 km sejauh jarak Jakarta Surabaya 15. Freport hampir tidak berkontribusi terhadap Indonesia bahkan penduduk mimika sendiri. Kompisisi Penduduk Kabupaten Mimika, tempat Freeport berada, terdiri dari 35% penduduk asli dan 65% pendatang. Menurut BPS 41 % penduduk mimika miskin, 60% penduduk miskin tersebut adalah penduduk asli. Di Provinsi Papua sendiri kemiskinan mencapai 80,07% atau 1,5 juta penduduk. 16.Lebih dari 66 % pnduduk miskin papua adalah penduduk asli tinggal wilayah operasi freeport di pegunungan tengah. Kantong-kantong kemiskinan justru ada diwilayah freeport.

Analisis Contoh Kasus

Indonesia termasuk dalam kategori Negara dunia ketiga (Negara Berkembang), sedangkan Amerika termasuk dalam kategori negara maju. Dalam kasus Kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Pengelolaan Industri Pertambangan PT. Freeport di Papua ini akan dianalisis dengan menggunakan Teori Ketergantungan (Struktural). Kretinisme di Negara berkembang merupakan suatu akibat dari adanya kerjasama yang dilakukan oleh Negara berkembang dengan Negara maju. Kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Pengelolaan Industri Pertambangan PT. Freeport di Papua lebih banyak menguntungkan pihak Amerika serikat. Sistem kapitalisme dan kolonialisme secara tidak langsung dilakukan oleh Amerika Serikat. Amerika berjaya di negeri orang, sedangkan Negara kita malah sebaliknya. Salah satu buktinya adalah Hasil tambang Freeport berupa tambang emas, perak, dan tembaga terbesar di dunia. Fasilitas dan tunjangan serta keuntungan yang dinikmati para petinggi freeport besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua yang hanya sekitar $132/tahun. Keuntungan yang diperoleh Freeport tidak melahirkan kesejahteraan bagi Indonesia terutama warga sekitar. Kesenjangan ala kolonial ini menjadi bibit konfik di papua. Indonesia masih sangat tergantung pada Amerika Serikat karena Negara kita Indonesia tidak mampu mengelola sendiri industri tersebut. Indonesia tidak memiliki tenaga ahli yang professional dan tekhnologi canggih seperti Amerika Serikat untuk optimalisasi Industri pertambangan PT. Freeport di Papua. Amerika Serikat mengetahui bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat istimewa. Akibat iming-iming dan rayuan gombal dari Amerika Serikat yang seakan-akan kemitraan tersebut akan membuat kesejahteraan dan kemakmuran bagi Indonesia. Akhirnya, Indonesia membuat kemitraan dengan Amerika Serikat. Indonesia seharusnya memutus kontrak kemitraan dengan Amerika Serikat karena sudah jelas bahwa kerjasama tersebut sangat merugikan bangsa kita. Eksploitasi terhadap hasil bumi dengan bukan hanya membuat kerusakan terhadap lingkungan tetapi juga timbal balik dalam pemasukan kas Negara sangat minim. Apalagi kemitraan tersebut juga tidak menguntungkan bagi masyarakat sekitar. Terbukti bahwa masyarakat yang berada di sekitar pertambangan rata-rata penduduknya masih tegolong miskin. Padahal hasil dari pertambangan tersebut sangatlah mencengangkan. Sejak tahun 1967 sampai pada saat ini Indonesia secara tak langsung Indonesia telah terjajah oleh Amerika. Dan ini bukti bahwa Indonesia telah mengalami kretinisme karena 66 tahun lamanya Indonesia merdeka dan sampai pada saat ini Indonesia masih juga dalam status sebagai Negara berkembang.